Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP - 01)

Sekolah : SMA Negeri 3 Gorontalo


Mata pelajaran : Matematika (Wajib A)
Kelas/Semester : XII IPS/ 2
Materi Pokok : Kaidah Pencacahan
Alokasi Waktu : 16 x 45 menit (8 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

KI SPIRITUAL (KI 1) DAN KI SOSIAL (KI 2)


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku : jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif,
dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan
regional, dan kawasan internasional.
KI PENGETAHUAN (KI 3) KI KETERAMPILAN (KI 4)
3. Kompetensi Pengetahuan, yaitu 4. Kompetensi Keterampilan, yaitu
memahami, menerapkan, menganalisis Mengolah, menalar, dan menyaji
pengetahuan faktual, konseptual, dalam ranah konkret dan ranah
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya abstrak terkait dengan
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, pengembangan dari yang
budaya, dan humaniora dengan wawasan dipelajarinya di sekolah secara
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, mandiri, dan mampu menggunakan
dan peradaban terkait penyebab metoda sesuai kaidah keilmuan
fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah
Kompetensi Dasar Dari KI 3 Kompetensi Dasar Dari KI 4
3.3 Menganalisis aturan pencacahan (aturan 4.3 Menyelesaikan masalah
penjumlaha, aturan perkalian, permutasi, kontekstual yang berkaitan dengan
dan kombinasi) melalui masalah kaidah pencacahan (aturan
kontekstual. penjumlaha, aturan perkalian,
permutasi, dan kombinasi)

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Indikator Pencapaian Kompetensi


Dari KD 3.3 (IPK) Dari KD 4.3
3.3.1 Menjelaskan konsep aturan 4.3.1 Menyajikan fakta dan informasi
penjumlahan dari masalah kontekstual dalam
3.3.2 Menentukan banyaknya hasil yang model matematika yang
mungkin dari suatu berkaitan dengan kaidah
percobaan/kejadian dengan aturan pencacahan (aturan
penjumlahan penjumlahan, aturan perkalian,
3.3.3 Menganalisis aturan penjumlahan permutasi, dan kombinasi)
melalui masalah kontekstual 4.3.2 Menyelesaikan masalah
3.3.4 Menjelaskan konsep aturan perkalian kontekstual yang berkaitan
3.3.5 Menentukan banyaknya hasil yang dengan kaidah pencacahan
mungkin dari suatu (aturan penjumlahan, aturan
percobaan/kejadian dengan aturan perkalian, permutasi, dan
perkalian
3.3.6 Menganalisis aturan perkalian melalui
masalah kontekstual
3.3.7 Mejelaskan konsep notasi faktorial
3.3.8 Menentukan hasil notasi faktorial.
3.3.9 Menjelaskan konsep permutasi
3.3.10 Menentukan banyaknya hasil yang
mungkin dari suatu
percobaan/kejadian dengan
permutasi
3.3.11 Menganalisis kaidah permutasi melalui
masalah kontekstual
3.3.12 Menjelaskan konsep kombinasi kombinasi)
3.3.13 Menentukan banyaknya hasil yang
mungkin dari suatu
percobaan/kejadian dengan
kombinasi
3.3.14 Menganalisis kaidah kombinasi
melalui masalah kontekstual

B. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan model kooperatif learning dan Problem
Based Learning siswa dapat menganalisis dan menyelesaikan masalah kontekstual yang
berkaitan aturan pencacahan (aturan penjumlahan, aturan perkalian, permutasi, dan
kombinasi) serta menumbuhkan rasa tanggung jawab, mampu berkomunikasi dan
bekerja sama dengan baik.

C. Materi Pembelajaran

Kaidah Pencacahan
 Aturan Penjumlahan
Pada aturan penjumlahan bila suatu himpunan S terbagi ke dalam himpunan
himpunan bagian yaitu S1, S2, S3, ..., Sn, maka jumlah unsur yang berada di dalam
himpunan S sama dengan jumlah semua unsur yang ada dalam setiap himpunan
bagian dari S atau dapat dirumuskan sebagai berikut.
S = S1 + S2 + S3 + ... + Sn

 Aturan Perkalian
Jika suatu kejadian dapat terjadi dengan n1 cara, kejadian kedua dapat terjadi dengan
n2 cara, kejadian ketiga dapat terjadi dengan n3 cara, dan seterusnya maka kejadian-
kejadian dengan urutan yang demikian dapat terjadi dengan
(n1 × n2 × n3 × . . .) cara.

 Notasi Faktorial
 Permutasi
Susunan k unsur dari n unsur yang berlainan dengan k < n disebut permutasi k
unsur dari n unsur, yaitu urutan berlainan k unsur yang diambil dari n unsur. Banyak
permutasi k unsur dari n unsur dilambangkan dengan notasi nPk atau P(n,k) atau n k
P yang didefinisikan:
Permitasi unsure yang berbeda :
Banyaknya cara untuk menyusun r buah unsure dari n buah unsure yang berbeda
dengan urutan diperhatikan dinamakan permutasi r dari n adalah
n!
n Pr

( n  r )!

 Kombinasi

D. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran


Pendekatan : Saintifik
Metode : Course Review Horray, Diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan
Model : Problem Based Learning, Kooperatif Learning Tipe STAD

E. Media/Alat
Media/Alat: Lembar Kerja, Penggaris, Papan Tulis/White Board, Laptop, LCD

F. Sumber Belajar :
1. Buku Matematika (Umum) Kelas XII, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun
2016.
2. Buku Matematika (Wajib) Kelas XII, Karangan: Sukino, Penerbit Erlangga Tahun 2016.
3. Internet.

G. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1 (Aturan Penjumlahan)


Pendahuluan (10 menit)
1. Salam
2. Pengecekan kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan perlengkapan
dan peralatan yang diperlukan, misalnya buku siswa serta dilanjutkan berdoa untuk
memulai belajar
3. Melalui tanya jawab guru memberikan ilustrasi tentang Nomor Rekening Bank (NRB),
bagaimana sebuah bank memperkirakan banyaknya semua nomor rekening yang
berbeda.
4. Penyampaian kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-
hari.
5. Penyampaian garis besar cakupan materi aturan penjumlahan sebagai kaidah
pencacahan.
6. Penyampaian mekanisme pembelajaran dan teknik penilaian yang digunakan saat
membahas materi aturan penjumlahan sebagai kaidah pencacahan.
7. Mengelompokkan siswa menjadi 6 Kelompok (dengan setiap anggota kelompok
berjumlah 5 - 6 orang).

Kegiatan Inti (70 menit)


Fase 1 : Orientasi siswa pada masalah
1. Pengajuan masalah yang tertera pada Lembar Kegiatan Siswa dengan bantuan Slide
(power point) tentang aturan penjumlahan sebagai kaidah pencacahan
2. Siswa mengamati (membaca) dan memahami masalah secara individu dan
mengajukan hal-hal yang belum dipahami terkait masalah yang disajikan.
3. Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru mempersilahkan siswa lain untuk
memberikan tanggapan. Bila diperlukan, guru memberikan bantuan secara klasikal
melalui pemberian scaffolding.
4. Siswa menuliskan informasi yang terdapat dari masalah tersebut secara teliti dengan
menggunakan bahasa sendiri.

Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar


5. Guru membagikan lembar kegiatan siswa yang berisikan masalah dan langkah-
langkah pemecahan serta meminta siswa berkolaborasi untuk menyelesaikan
masalah.
6. Guru mencermati siswa bekerja, mencermati dan menemukan berbagai kesulitan
yang dialami siswa, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-
hal yang belum dipahami.
7. Guru memberikan bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan yang dialami siswa
secara individu, kelompok, atau klasikal.
8. Siswa bekerjasama untuk menghimpun berbagai konsep dan aturan matematika yang
sudah dipelajari serta memikirkan secara cermat strategi pemecahan yang berguna
untuk pemecahan masalah.
9. Mendorong siswa agar bekerjasama dalam kelompok.

Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok.


10. Siswa melihat hubungan-hubungan berdasarkan informasi/data yang berkaitan
dengan aturan penjumlahan sebagai kaidah pencacahan
11. Siswa mendiskusikan tentang konsep jarak antar titik dalam bangun ruang. Bila siswa
belum mampu menjawabnya, guru memberi scaffolding dengan mengingatkan siswa
mengenai aturan penjumlahan sebagai kaidah pencacahan.

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


12. Siswa menyiapkan laporan hasil diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis.
13. Guru mencermati siswa bekerja menyusun laporan hasil diskusi, dan memberi
bantuan, bila diperlukan.
14. Siswa menentukan perwakilan kelompok secara musyawarah untuk menyajikan
(mempresentasikan) laporan di depan kelas.

Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.


15. Semua kelompok bermusyawarah untuk menentukan satu kelompok yang
mempresentasikan (mengkomunikasikan) hasil diskusinya di depan kelas secara
runtun, sistematis, santun, dan hemat waktu.
16. Guru memberi kesempatan kepada siswa dari kelompok penyaji untuk memberikan
penjelasan tambahan dengan baik.
17. Guru memberi kesempatan kepada siswa dari kelompok lain untuk memberikan
tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji dengan sopan.
18. Guru melibatkan siswa mengevaluasi jawaban kelompok penyaji serta masukan dari
siswa yang lain dan membuat kesepakatan, bila jawaban yang disampaikan siswa
sudah benar.
19. Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain yang mempunyai jawaban berbeda
dari kelompok penyaji pertama untuk mengkomunikasikan hasil diskusi kelompoknya
secara runtun, sistematis, santun, dan hemat waktu. Apabila ada lebih dari satu
kelompok, maka guru meminta siswa bermusyawarah menentukan urutan penyajian.
20. Langkah (18), (19), dan (20) sebagai satu siklus dapat dilaksanakan lagi dan
disesuaikan dengan waktu yang tersedia.
21. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok
22. Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa pada kesimpu lan mengenai
permasalahan tersebut.
Penutup (10 menit)
1. Siswa diminta menyimpulkan tentang aturan penjumlahan sebagai kaidah
pencacahan.
2. Pemberian penguatan dan penyimpulan materi pembelajaran.
3. Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan konsep/rumus yang
diperoleh.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.
5. Informasi tindak lanjut
6. Salam

Pertemuan 2 (Aturan Perkalian)


Pendahuluan (10 menit)
1. Salam
2. Pengecekan kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan perlengkapan
dan peralatan yang diperlukan, misalnya buku siswa serta dilanjutkan berdoa untuk
memulai belajar
3. Melalui tanya jawab guru memberikan ilustrasi tentang masalah yang tidak dapat
dipecahkan menggunakan aturan penjumlahan.
4. Penyampaian kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-
hari.
5. Penyampaian garis besar cakupan materi aturan perkalian sebagai kaidah
pencacahan.
6. Penyampaian mekanisme pembelajaran dan teknik penilaian yang digunakan saat
membahas materi aturan penjumlahan sebagai kaidah pencacahan.
7. Mengelompokkan siswa menjadi 6 Kelompok (dengan setiap anggota kelompok
berjumlah 5 - 6 orang).

Kegiatan Inti (70 menit)


Fase 1 : Orientasi siswa pada masalah
1. Pengajuan masalah yang tertera pada Lembar Kegiatan Siswa dengan bantuan Slide
(power point) tentang aturan perkalian sebagai kaidah pencacahan.
2. Siswa mengamati (membaca) dan memahami masalah secara individu dan
mengajukan hal-hal yang belum dipahami terkait masalah yang disajikan.
3. Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru mempersilahkan siswa lain untuk
memberikan tanggapan. Bila diperlukan, guru memberikan bantuan secara klasikal
melalui pemberian scaffolding.
4. Siswa menuliskan informasi yang terdapat dari masalah tersebut secara teliti dengan
menggunakan bahasa sendiri.

Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar


5. Guru membagikan lembar kegiatan siswa yang berisikan masalah dan langkah-
langkah pemecahan serta meminta siswa berkolaborasi untuk menyelesaikan
masalah.
6. Guru mencermati siswa bekerja, mencermati dan menemukan berbagai kesulitan
yang dialami siswa, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-
hal yang belum dipahami.
7. Guru memberikan bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan yang dialami siswa
secara individu, kelompok, atau klasikal.
8. Siswa bekerjasama untuk menghimpun berbagai konsep dan aturan matematika yang
sudah dipelajari serta memikirkan secara cermat strategi pemecahan yang berguna
untuk pemecahan masalah.
9. Mendorong siswa agar bekerjasama dalam kelompok.

Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok.


10. Siswa melihat hubungan-hubungan berdasarkan informasi/data yang berkaitan
dengan aturan perkalian sebagai kaidah pencacahan.
11. Siswa mendiskusikan tentang aturan penjumlahan sebagai kaidah pencacahan. Bila
siswa belum mampu menjawabnya, guru memberi scaffolding dengan mengingatkan
siswa mengenai aturan perkalian sebagai kaidah pencacahan..

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


12. Siswa menyiapkan laporan hasil diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis.
13. Guru mencermati siswa bekerja menyusun laporan hasil diskusi, dan memberi
bantuan, bila diperlukan.
14. Siswa menentukan perwakilan kelompok secara musyawarah untuk menyajikan
(mempresentasikan) laporan di depan kelas.
Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
15. Semua kelompok bermusyawarah untuk menentukan satu kelompok yang
mempresentasikan (mengkomunikasikan) hasil diskusinya di depan kelas secara
runtun, sistematis, santun, dan hemat waktu.
16. Guru memberi kesempatan kepada siswa dari kelompok penyaji untuk memberikan
penjelasan tambahan dengan baik.
17. Guru memberi kesempatan kepada siswa dari kelompok lain untuk memberikan
tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji dengan sopan.
18. Guru melibatkan siswa mengevaluasi jawaban kelompok penyaji serta masukan dari
siswa yang lain dan membuat kesepakatan, bila jawaban yang disampaikan siswa
sudah benar.
19. Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain yang mempunyai jawaban berbeda
dari kelompok penyaji pertama untuk mengkomunikasikan hasil diskusi kelompoknya
secara runtun, sistematis, santun, dan hemat waktu. Apabila ada lebih dari satu
kelompok, maka guru meminta siswa bermusyawarah menentukan urutan penyajian.
20. Langkah (18), (19), dan (20) sebagai satu siklus dapat dilaksanakan lagi dan
disesuaikan dengan waktu yang tersedia.
21. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok
22. Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa pada kesimpu lan mengenai
permasalahan tersebut.

Penutup (10 menit)


1. Siswa diminta menyimpulkan tentang aturan perkalian sebagai kaidah pencacahan..
2. Pemberian penguatan dan penyimpulan materi pembelajaran.
3. Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan konsep/rumus yang
diperoleh.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.
5. Informasi tindak lanjut
6. Salam

Pertemuan 3 (Notasi Faktorial)


Pendahuluan (10 menit)
1. Salam
2. Pengecekan kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan perlengkapan
dan peralatan yang diperlukan, misalnya buku siswa serta dilanjutkan berdoa untuk
memulai belajar
3. Melalui tanya jawab guru memberikan ilustrasi tentang masalah yang dapat
dipecahkan menggunakan permutasi maupun kombinasi.
4. Penyampaian kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-
hari.
5. Penyampaian garis besar cakupan materi notasi faktorial.
6. Penyampaian mekanisme pembelajaran dan teknik penilaian yang digunakan saat
membahas materi notasi faktorial.

Kegiatan Inti (70 menit)


1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok secara heterogen. Masing-masing kelompok
terdiri dari 5-6 siswa.
2. Guru membagikan LKS “notasi faktorial”pada masing-masing kelompok
3. Guru menjelaskan petunjuk mengerjakan LKS .
4. Dalam kelompok, siswa membagi tugas menyelesaikan LKS sehingga setiap anggota
memahami konsep yang dipelajarinya.
5. Siswa menyelesaikan masalah dalam LKS tentang notasi faktorial.
6. Guru membimbing dan mengontrol kegiatan yang dilakukan siswa apakah sudah
dilakukan dengan benar atau belum.
7. Guru meminta perwakilan dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan
hasil pembahasan LKS didepan kelas.
8. Siswa perwakilan dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
pembahasan LKS didepan kelas.
9. Guru dan siswa menanggapi hasil presentasi dan memberikan informasi yang
sebenarnya.
10. Guru memberikan soal/pertanyaan yang dikerjakan secara individu oleh siswa. Skor
yang didapatkan akan digunakan untuk penilaian skor tim mereka.
11. Guru guru membahas pertanyaan dan meminta siswa untuk mengoreksi jawaban kuis
dari teman mereka.
12. Guru memberikan penghargaan pada kelompok dengan skor terbaik.

Penutup (10 menit)


1. Siswa diminta menyimpulkan tentang notasi faktorial.
2. Pemberian penguatan dan penyimpulan materi pembelajaran.
3. Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan konsep/rumus yang
diperoleh.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.
5. Informasi tindak lanjut
6. Salam

Pertemuan 4 (Permutasi Unsur Berbeda)


Pendahuluan (10 menit)
1. Salam
2. Pengecekan kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan perlengkapan
dan peralatan yang diperlukan, misalnya buku siswa serta dilanjutkan berdoa untuk
memulai belajar
3. Melalui tanya jawab guru memberikan ilustrasi tentang masalah yang dapat
dipecahkan menggunakan permutasi.
4. Penyampaian kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-
hari.
5. Penyampaian garis besar cakupan materi tentang permutasi unsur yang berbeda.
6. Penyampaian mekanisme pembelajaran dan teknik penilaian yang digunakan saat
membahas materi permutasi unsur yang berbeda.
7. Mengelompokkan siswa menjadi 6 Kelompok (dengan setiap anggota kelompok
berjumlah 5 - 6 orang).

Kegiatan Inti (70 menit)


Fase 1 : Orientasi siswa pada masalah
1. Pengajuan masalah yang tertera pada Lembar Kegiatan Siswa dengan bantuan Slide
(power point) tentang permutasi unsur yang berbeda.
2. Siswa mengamati (membaca) dan memahami masalah secara individu dan
mengajukan hal-hal yang belum dipahami terkait masalah yang disajikan.
3. Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru mempersilahkan siswa lain untuk
memberikan tanggapan. Bila diperlukan, guru memberikan bantuan secara klasikal
melalui pemberian scaffolding.
4. Siswa menuliskan informasi yang terdapat dari masalah tersebut secara teliti dengan
menggunakan bahasa sendiri.

Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar


5. Guru membagikan lembar kegiatan siswa yang berisikan masalah dan langkah-
langkah pemecahan serta meminta siswa berkolaborasi untuk menyelesaikan
masalah.
6. Guru mencermati siswa bekerja, mencermati dan menemukan berbagai kesulitan
yang dialami siswa, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-
hal yang belum dipahami.
7. Guru memberikan bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan yang dialami siswa
secara individu, kelompok, atau klasikal.
8. Siswa bekerjasama untuk menghimpun berbagai konsep dan aturan matematika yang
sudah dipelajari serta memikirkan secara cermat strategi pemecahan yang berguna
untuk pemecahan masalah.
9. Mendorong siswa agar bekerjasama dalam kelompok.

Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok.


10. Siswa melihat hubungan-hubungan berdasarkan informasi/data yang berkaitan
dengan permutasi unsur yang berbeda
11. Siswa mendiskusikan tentang permutasi unsur yang berbeda. Bila siswa belum
mampu menjawabnya, guru memberi scaffolding dengan mengingatkan siswa
mengenai permutasi unsur yang berbeda.

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


12. Siswa menyiapkan laporan hasil diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis.
13. Guru mencermati siswa bekerja menyusun laporan hasil diskusi, dan memberi
bantuan, bila diperlukan.
14. Siswa menentukan perwakilan kelompok secara musyawarah untuk menyajikan
(mempresentasikan) laporan di depan kelas.

Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.


15. Untuk menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah digunakan metode
Course Review Horray, setiap kelompok diminta mengisi 9 kotak yang telah dibuat
pada karton yang telah dibagikan dengan angka sesuai selera masing-masing
kelompok
16. Guru membaca soal secara acak dan setiap kelompok menulis jawaban di dalam kotak
yang nomornya boleh ditentukan sendiri oleh kelompok (sesuai strateginya) dan
langsung di diskusikan. Jika waktu untuk menyelesaikan setiap nomor soal selesai,
maka setiap kelompok mengangkat karton untuk menunjukkan jawaban kelompok
pada nomor kotak yang telah ditentukan.
17. Secara klasikal guru membahas jawaban yang benar dari soal yang diberikan. Siswa
kelompok lain dan guru bersama-sama menganalisis dan mengevaluasi hasil jawaban
kelompok pada karton yang di tunjukkan. Kalau benar diisi tanda benar (√) dan
salah diisi tanda silang (X)
18. Kelompok yang sudah mendapat tanda (√) vertical atau horizontal atau diagonal
harus segera berteriak “hore”.
19. Nilai kelompok dapat dihitung dari jawaban yang benar dan jumlah “hore” yang
diperoleh.
20. Guru memberi penguatan dengan menginformasikan kelompok yang teraktif dan
terbaik.

Penutup (10 menit)


1. Siswa diminta menyimpulkan tentang permutasi unsur yang berbeda.
2. Pemberian penguatan dan penyimpulan materi pembelajaran.
3. Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan konsep/rumus yang
diperoleh.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.
5. Informasi tindak lanjut
6. Salam

Pertemuan 5 (Permutasi Unsur yang sama)


Pendahuluan (10 menit)
1. Salam
2. Pengecekan kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan perlengkapan
dan peralatan yang diperlukan, misalnya buku siswa serta dilanjutkan berdoa untuk
memulai belajar
3. Melalui tanya jawab guru memberikan ilustrasi tentang masalah yang dapat
dipecahkan menggunakan permutasi.
4. Penyampaian kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-
hari.
5. Penyampaian garis besar cakupan materi tentang permutasi unsur yang sama.
6. Penyampaian mekanisme pembelajaran dan teknik penilaian yang digunakan saat
membahas materi permutasi unsur yang sama.
7. Mengelompokkan siswa menjadi 6 Kelompok (dengan setiap anggota kelompok
berjumlah 5 - 6 orang).

Kegiatan Inti (70 menit)


Fase 1 : Orientasi siswa pada masalah
1. Pengajuan masalah yang tertera pada Lembar Kegiatan Siswa dengan bantuan Slide
(power point) tentang permutasi unsur yang sama.
2. Siswa mengamati (membaca) dan memahami masalah secara individu dan
mengajukan hal-hal yang belum dipahami terkait masalah yang disajikan.
3. Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru mempersilahkan siswa lain untuk
memberikan tanggapan. Bila diperlukan, guru memberikan bantuan secara klasikal
melalui pemberian scaffolding.
4. Siswa menuliskan informasi yang terdapat dari masalah tersebut secara teliti dengan
menggunakan bahasa sendiri.

Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar


5. Guru membagikan lembar kegiatan siswa yang berisikan masalah dan langkah-
langkah pemecahan serta meminta siswa berkolaborasi untuk menyelesaikan
masalah.
6. Guru mencermati siswa bekerja, mencermati dan menemukan berbagai kesulitan
yang dialami siswa, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-
hal yang belum dipahami.
7. Guru memberikan bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan yang dialami siswa
secara individu, kelompok, atau klasikal.
8. Siswa bekerjasama untuk menghimpun berbagai konsep dan aturan matematika yang
sudah dipelajari serta memikirkan secara cermat strategi pemecahan yang berguna
untuk pemecahan masalah.
9. Mendorong siswa agar bekerjasama dalam kelompok.

Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok.


10. Siswa melihat hubungan-hubungan berdasarkan informasi/data yang berkaitan
dengan permutasi unsur yang sama.
11. Siswa mendiskusikan tentang permutasi unsur yang sama. Bila siswa belum mampu
menjawabnya, guru memberi scaffolding dengan mengingatkan siswa mengenai
permutasi unsur yang sama.

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


12. Siswa menyiapkan laporan hasil diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis.
13. Guru mencermati siswa bekerja menyusun laporan hasil diskusi, dan memberi
bantuan, bila diperlukan.
14. Siswa menentukan perwakilan kelompok secara musyawarah untuk menyajikan
(mempresentasikan) laporan di depan kelas.

Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.


15. Untuk menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah digunakan metode
Course Review Horray, setiap kelompok diminta mengisi 9 kotak yang telah dibuat
pada karton yang telah dibagikan dengan angka sesuai selera masing-masing
kelompok
16. Guru membacakan soal secara acak dan setiap kelompok menulis jawaban di dalam
kotak yang nomornya boleh ditentukan sendiri oleh kelompok (sesuai strateginya)
dan langsung di diskusikan. Jika waktu untuk menyelesaikan setiap nomor soal
selesai, maka setiap kelompok mengangkat karton untuk menunjukkan jawaban
kelompok pada nomor kotak yang telah ditentukan.
17. Secara klasikal guru membahas jawaban yang benar dari soal yang diberikan. Siswa
kelompok lain dan guru bersama-sama menganalisis dan mengevaluasi hasil jawaban
kelompok pada karton yang di tunjukkan. Kalau benar diisi tanda benar (√) dan
salah diisi tanda silang (X)
18. Kelompok yang sudah mendapat tanda (√) vertical atau horizontal atau diagonal
harus segera berteriak “hore”.
19. Nilai kelompok dapat dihitung dari jawaban yang benar dan jumlah “hore” yang
diperoleh.
20. Guru memberi penguatan dengan menginformasikan kelompok yang teraktif dan
terbaik.

Penutup (10 menit)


1. Siswa diminta menyimpulkan tentang permutasi unsur yang sama.
2. Pemberian penguatan dan penyimpulan materi pembelajaran.
3. Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan konsep/rumus yang
diperoleh.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.
5. Informasi tindak lanjut
6. Salam

Pertemuan 6 (Permutasi Siklis)


Pendahuluan (10 menit)
1. Salam
2. Pengecekan kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan perlengkapan
dan peralatan yang diperlukan, misalnya buku siswa serta dilanjutkan berdoa untuk
memulai belajar
3. Melalui tanya jawab guru memberikan ilustrasi tentang masalah yang dapat
dipecahkan menggunakan permutasi.
4. Penyampaian kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-
hari.
5. Penyampaian garis besar cakupan materi tentang permutasi siklis.
6. Penyampaian mekanisme pembelajaran dan teknik penilaian yang digunakan saat
membahas materi permutasi siklis.
7. Mengelompokkan siswa menjadi 6 Kelompok (dengan setiap anggota kelompok
berjumlah 5 - 6 orang).

Kegiatan Inti (70 menit)


Fase 1 : Orientasi siswa pada masalah
1. Pengajuan masalah yang tertera pada Lembar Kegiatan Siswa dengan bantuan Slide
(power point) tentang permutasi siklis
2. Siswa mengamati (membaca) dan memahami masalah secara individu dan
mengajukan hal-hal yang belum dipahami terkait masalah yang disajikan.
3. Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru mempersilahkan siswa lain untuk
memberikan tanggapan. Bila diperlukan, guru memberikan bantuan secara klasikal
melalui pemberian scaffolding.
4. Siswa menuliskan informasi yang terdapat dari masalah tersebut secara teliti dengan
menggunakan bahasa sendiri.

Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar


5. Guru membagikan lembar kegiatan siswa yang berisikan masalah dan langkah-
langkah pemecahan serta meminta siswa berkolaborasi untuk menyelesaikan
masalah.
6. Guru mencermati siswa bekerja, mencermati dan menemukan berbagai kesulitan
yang dialami siswa, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-
hal yang belum dipahami.
7. Guru memberikan bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan yang dialami siswa
secara individu, kelompok, atau klasikal.
8. Siswa bekerjasama untuk menghimpun berbagai konsep dan aturan matematika yang
sudah dipelajari serta memikirkan secara cermat strategi pemecahan yang berguna
untuk pemecahan masalah.
9. Mendorong siswa agar bekerjasama dalam kelompok.

Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok.


10. Siswa melihat hubungan-hubungan berdasarkan informasi/data yang berkaitan
dengan permutasi siklis
11. Siswa mendiskusikan tentang permutasi siklis. Bila siswa belum mampu
menjawabnya, guru memberi scaffolding dengan mengingatkan siswa mengenai
permutasi siklis.

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


12. Siswa menyiapkan laporan hasil diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis.
13. Guru mencermati siswa bekerja menyusun laporan hasil diskusi, dan memberi
bantuan, bila diperlukan.
14. Siswa menentukan perwakilan kelompok secara musyawarah untuk menyajikan
(mempresentasikan) laporan di depan kelas.

Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.


15. Semua kelompok bermusyawarah untuk menentukan satu kelompok yang
mempresentasikan (mengkomunikasikan) hasil diskusinya di depan kelas secara
runtun, sistematis, santun, dan hemat waktu.
16. Guru memberi kesempatan kepada siswa dari kelompok penyaji untuk memberikan
penjelasan tambahan dengan baik.
17. Guru memberi kesempatan kepada siswa dari kelompok lain untuk memberikan
tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji dengan sopan.
18. Guru melibatkan siswa mengevaluasi jawaban kelompok penyaji serta masukan dari
siswa yang lain dan membuat kesepakatan, bila jawaban yang disampaikan siswa
sudah benar.
19. Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain yang mempunyai jawaban berbeda
dari kelompok penyaji pertama untuk mengkomunikasikan hasil diskusi kelompoknya
secara runtun, sistematis, santun, dan hemat waktu. Apabila ada lebih dari satu
kelompok, maka guru meminta siswa bermusyawarah menentukan urutan penyajian.
20. Langkah (18), (19), dan (20) sebagai satu siklus dapat dilaksanakan lagi dan
disesuaikan dengan waktu yang tersedia.
21. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok
22. Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa pada kesimpu lan mengenai
permasalahan tersebut.

Penutup (10 menit)


1. Siswa diminta menyimpulkan tentang permutasi siklis.
2. Pemberian penguatan dan penyimpulan materi pembelajaran.
3. Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan konsep/rumus yang
diperoleh.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.
5. Informasi tindak lanjut
6. Salam

Pertemuan 7 (Kombinasi)
Pendahuluan (10 menit)
1. Salam
2. Pengecekan kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan perlengkapan
dan peralatan yang diperlukan, misalnya buku siswa serta dilanjutkan berdoa untuk
memulai belajar
3. Melalui tanya jawab guru memberikan ilustrasi tentang masalah yang dapat
dipecahkan menggunakan kombinasi.
4. Penyampaian kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-
hari.
5. Penyampaian garis besar cakupan materi kombinasi sebagai kaidah pencacahan.
6. Penyampaian mekanisme pembelajaran dan teknik penilaian yang digunakan saat
membahas materi kombinasi sebagai kaidah pencacahan.
7. Mengelompokkan siswa menjadi 6 Kelompok (dengan setiap anggota kelompok
berjumlah 5 - 6 orang).

Kegiatan Inti (70 menit)


Fase 1 : Orientasi siswa pada masalah
1. Pengajuan masalah yang tertera pada Lembar Kegiatan Siswa dengan bantuan Slide
(power point) tentang kombinasi sebagai kaidah pencacahan.
2. Siswa mengamati (membaca) dan memahami masalah secara individu dan
mengajukan hal-hal yang belum dipahami terkait masalah yang disajikan.
3. Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru mempersilahkan siswa lain untuk
memberikan tanggapan. Bila diperlukan, guru memberikan bantuan secara klasikal
melalui pemberian scaffolding.
4. Siswa menuliskan informasi yang terdapat dari masalah tersebut secara teliti dengan
menggunakan bahasa sendiri.

Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar


5. Guru membagikan lembar kegiatan siswa yang berisikan masalah dan langkah-
langkah pemecahan serta meminta siswa berkolaborasi untuk menyelesaikan
masalah.
6. Guru mencermati siswa bekerja, mencermati dan menemukan berbagai kesulitan
yang dialami siswa, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-
hal yang belum dipahami.
7. Guru memberikan bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan yang dialami siswa
secara individu, kelompok, atau klasikal.
8. Siswa bekerjasama untuk menghimpun berbagai konsep dan aturan matematika yang
sudah dipelajari serta memikirkan secara cermat strategi pemecahan yang berguna
untuk pemecahan masalah.
9. Mendorong siswa agar bekerjasama dalam kelompok.

Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok.


10. Siswa melihat hubungan-hubungan berdasarkan informasi/data yang berkaitan
dengan kombinasi sebagai kaidah pencacahan.
11. Siswa mendiskusikan tentang kombinasi sebagai kaidah pencacahan. Bila siswa
belum mampu menjawabnya, guru memberi scaffolding dengan mengingatkan siswa
mengenai kombinasi sebagai kaidah pencacahan.

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


12. Siswa menyiapkan laporan hasil diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis.
13. Guru mencermati siswa bekerja menyusun laporan hasil diskusi, dan memberi
bantuan, bila diperlukan.
14. Siswa menentukan perwakilan kelompok secara musyawarah untuk menyajikan
(mempresentasikan) laporan di depan kelas.

Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.


15. Untuk menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah digunakan metode
Course Review Horray, setiap kelompok diminta mengisi 9 kotak yang telah dibuat
pada karton yang telah dibagikan dengan angka sesuai selera masing-masing
kelompok
16. Guru membaca soal secara acak dan setiap kelompok menulis jawaban di dalam kotak
yang nomornya boleh ditentukan sendiri oleh kelompok (sesuai strateginya) dan
langsung di diskusikan. Jika waktu untuk menyelesaikan setiap nomor soal selesai,
maka setiap kelompok mengangkat karton untuk menunjukkan jawaban kelompok
pada nomor kotak yang telah ditentukan.
17. Secara klasikal guru membahas jawaban yang benar dari soal yang diberikan. Siswa
kelompok lain dan guru bersama-sama menganalisis dan mengevaluasi hasil jawaban
kelompok pada karton yang di tunjukkan. Kalau benar diisi tanda benar (√) dan
salah diisi tanda silang (X)
18. Kelompok yang sudah mendapat tanda (√) vertical atau horizontal atau diagonal
harus segera berteriak “hore”.
19. Nilai kelompok dapat dihitung dari jawaban yang benar dan jumlah “hore” yang
diperoleh.
20. Guru memberi penguatan dengan menginformasikan kelompok yang teraktif dan
terbaik.

Penutup (10 menit)


1. Siswa diminta menyimpulkan tentang kombinasi sebagai kaidah pencacahan..
2. Pemberian penguatan dan penyimpulan materi pembelajaran.
3. Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan konsep/rumus yang
diperoleh.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.
5. Informasi tindak lanjut
6. Salam
H. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1. Penilaian
a. Teknik Penilaian
1) Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan
2) Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
3) Penilaian Keterampilan : Portofolio
b. Bentuk Penilaian
1) Observasi : Lembar pengamatan aktivitas siswa/Jurnal
2) Tes tertulis : Uraian
3) Portofolio : Rubrik/Daftar Ceklist
c. Instrumen Penilaian (terlampir)

2. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Remedial
1) Pembelajaran remedial dilakukan bagi siswa yang capaian KD nya belum
tuntas (kurang dari KKM)
2) Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching
(klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
3) Nilai capain siswa diambil nilai tertinggi yang diperoleh siswa setelah
mengikuti proses remedial.
b. Pengayaan
Bagi siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
1) Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum) diberikan
materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan
tambahan
2) Siwa yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi melebihi
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

Mengetahui Gorontalo, Janauri 2018


Kepala SMA Negeri 3 Gorontalo Guru Mata Pelajaran,

Dra. Adianiwaty S. Polapa, M.Pd. Rahmad Lalu, M.Pd.


NIP. 19681013 199412 2 006 NIP. 19820626 200604 1 009
INTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri 3 Gorontalo


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Peminatan : XII / IPS
Mata Pelajaran : Matematika (Wajib A)
Kejadian/ Butir Pos/
No Waktu Nama Tindak Lanjut
Perilaku Sikap Neg
1

2
3
4
5
6
7
8
9
10
dst

Mengetahui Gorontalo, Januari 2018


Kepala SMA Negeri 3 Gorontalo Guru Mata Pelajaran,

Dra. Adianiwaty S. Polapa, M.Pd. Rahmad Lalu, M.Pd.


NIP. 19681013 199412 2 006 NIP. 19820626 200604 1 009
INSTRUMEN TES TERTULIS

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 3 Gorontalo


Mata Pelajaran : Matematika (Wajib A)
Kelas/ Peminatan : XII / IPS
Kompetensi Dasar : 3.3 Menganalisis aturan pencacahan (aturan penjumlaha, aturan
perkalian, permutasi, dan kombinasi) melalui masalah
kontekstual.

IPK :
 Menganalisis aturan penjumlahan melalui masalah kontekstual
 Menganalisis aturan perkalian melalui masalah kontekstual.
 Menganalisis kaidah permutasi melalui masalah kontekstual.
 Menganalisis kaidah kombinasi melalui masalah kontekstual

Materi Pokok : Kaidah Pencacahan

Kisi-kisi Penulisan Soal Tes Tertulis Tahun Pelajaran 2017/2018

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 3 Gorontalo


Jumlah Soal :4
Mata Pelajaran : Matematika (Wajib A)
Penyusun : Rahmad Lalu

No. Kompetensi Dasar Materi Kelas/ Indikator Soal No.


Urut Smt Soal
1. 3.1 Menganalisis Aturan XII IPS/ Disajikan sebuah masalah 1
aturan Penjumlahan 2 kontestual, siswa dapat
pencacahan menganalisis banyaknya
(aturan pilihan berdasarkan aturan
penjumlaha, penjumlahan.
aturan
perkalian, Aturan Disajikan sebuah masalah 2
permutasi, dan Perkalian kontestual, siswa dapat
kombinasi) menganalisis banyaknya
melalui kartu yang mungkin
masalah berdasarkan aturan
kontekstual. penjumlahan.

Permutasi Disajikan sebuah masalah 3


kontestual, siswa dapat
menganalisis banyaknya
susunan nilai berdasarkan
aturan permutasi.

Disajikan sebuah masalah 4


kontestual, siswa dapat
menganalisis banyaknya
susunan cara duduk
berdasarkan aturan
No. Kompetensi Dasar Materi Kelas/ Indikator Soal No.
Urut Smt Soal
permutasi unsur yang sama.

Disajikan sebuah masalah 5


kontestual, siswa dapat
menganalisis banyaknya
susunan cara duduk
melingkar berdasarkan
aturan permutasi siklis.

Kombinasi Disajikan sebuah masalah 6


kontestual, siswa dapat
menganalisis banyaknya cara
memilih responden
berdasarkan aturan
kombinasi.

Instrumen Tes Tertulis

1. Seorang karyawan difasilitasi oleh perusahaan untuk melakukan perjalanan bisnis


menggunakan kereta api Taksaka Pagi jurusan Yogyakarta-Jakarta. Terdapat 3
gerbong yang masih menyediakan kursi kosong, yakni gerbong 3, gerbong 4, dan
gerbong 6. Setiap gerbong terdapat 50 kursi penumpang. Jika terdapat 45 kursi di
gerbong 3, 37 kursi di gerbong 4, dan 48 kursi di gerbong 6 yang telah dipesan
penumpang lain, berapakah banyaknya pilihan kursi kosong yang mungkin dapat
dipilih karyawan tersebut?

2. Sebuah kantor pusat percetakan akan membuat kartu tanda pengenal bagi 300
karyawan bagian percetakan dan 200 karyawan bagian pengepakan. Di dalam kartu
akan dicantumkan 4 digit induk karyawan yang terdiri dari 1 huruf (A-J)diikuti 2
angka (0-6). Cukupkah kartu yang mungkin dibentuk untuk seluruh karyawan?

3. Pada semester 3 ditawarkan matakuliah ekonomi mikro yang bisa dipilih oleh setiap
mahasiswa. Bila ada 3 mahasiswa bersahabat sama-sama memilih matakuliah
tersebut, maka ada berapa susunan nilai akhir ketiga sahabat tersebut, kalau nilai
yang diberikan berupa A, B, C, D, dan E.

4. Dalam rapat suatu perusahaan dihadiri oleh 15 orang yang terdiri dari 3 orang
manajer, 5 orang asisten manajer, 3 orang sekretaris, dan 4 orang staff. Bila mereka
duduk berderet, maka ada berapa susunan cara duduk mereka.

5. Dalam suatu rapat mahasiswa yang dihadiri oleh 5 mahasiswa FE, 3 mahasiswa FPsi,
5 mahasiswa FT, dan 4 mahasiswa FS. Bila mereka duduk melingkar, maka ada
berapa cara susunan duduk mahasiswa peserta rapat tersebut.

6. Sebuah sampel acak harus terdiri dari 5 orang responden, yang dipilih dari suatu
populasi yang terdiri dari 6 pria dan 3 wanita. Jika sampel tersebut harus memiliki
paling sedikit 3 orang pria, maka dalam berapa cara sampel tersebut dapat dipilih.
Pedoman Penskoran (Alternatif Penyelesaian)
No. Penyelesaian skor
Soal
1

Jumlah Skor
2

Jumlah Skor
3

Jumlah Skor
4

Jumlah Skor
5

Jumlah Skor
6

Jumlah Skor
TOTAL SKOR

Skor Maksimal = .....


INSTRUMEN PORTOFOLIO

Mata Pelajaran : Matematika


Materi Pokok : Kaidah Pencacahan
Kelas / Peminatan : XII / IPS
Tahun Pelajaran : 2017-2018

Indikator
1. Menyajikan fakta dan informasi dari masalah kontekstual dalam model matematika
yang berkaitan dengan kaidah pencacahan (aturan penjumlahan, aturan perkalian,
permutasi, dan kombinasi).
2. Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kaidah pencacahan
(aturan penjumlahan, aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi).

Rubrik Penilaian

Nama siswa/kelompok : …………………………………………………


Kelas : ………………………………………………….
No Kategori Skor Alasan
1. 3. Apakah terdapat uraian tentang prosedur
penyelesaian yang dikerjakan?
2. Apakah gambar dibuat dengan tepat dan
sesuai dengan konsep?
3. Apakah bahasa yang digunakan untuk
menginterpretasikan secara lugas,
sederhana, runtut dan sesuai dengan
kaidah EYD?
4. Apakah penyelesaian yang dikerjakan
sesuai dengan konsep yang telah
dipelajari?
5. Apakah dibuat kesimpulan?
Jumlah
Pedoman Skor
3 = Ada, benar dan lengkap
2 = Ada, benar dan tidak lengkap
1 = Ada dan tidak benar
0 = Tidak ada
Skor Maksimal = 15