Anda di halaman 1dari 5

A.

Perlindungan Hukum Bagi Legal Officer Yang Dijadikan Pekerja Outsourcing PT

Kreasi Gemilang Perkasa di Lippo Mall Puri Ditinjau Dari Undang-Undang

Nomor 13 Tahun 2003 dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Antara PT Kreasi

Gemilang Perkasa Dengan Legal Officer

Perlindungan hukum sebagai suatu gambaran tersendiri dari fungsi hukum itu

sendiri, yang memiliki konsep bahwa hukum memberikan suatu keadilan, ketertiban,

kepastian, kemanfaatan dan kedamaian. Pengertian perlindungan hukum adalah suatu

perlindungan yang diberikan terhadap subyek hukum dalam bentuk perangkat hukum

baik yang bersifat preventif maupun yang bersifat represif, baik yang tertulis maupun

tidak tertulis. Menurut Soepomo, perlindungan tenaga kerja dapat dibagi menjadi 3

(tiga) macam, yaitu :1

1. Perlindungan Ekonomis

Yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk penghasilan yang cukup, termasuk

apabila tenaga kerja tersebut tidak mampu bekerja di luar kehendaknya.

2. Perlindungan Sosial

Yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk jaminan kesehatan kerja, kebebasan

berserikat dan perlindungan untuk berorganisasi.

3. Perlindungan Teknis

Yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk keamanan dan keselematan kerja.

Dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 56 Ayat (1) dijelaskan terdapat 2 macam perjanjian

kerja yaitu perjanjian kerja waktu tertentu atau untuk waktu tidak tertentu.

1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

Dasar dari perjanjian kerja untuk waktu tertentu adalah :

a) Jangka waktu
1
Abdul Hakim, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti, 2003, Hlm. 61-
62
b) Selesainya suatu pekerjaan tertentu.

Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu

yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu

tertentu yang mana diatur dalam Pasal 59 Ayat (1), yaitu :

a) “Pekerjan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya ;


b) Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama
dan paling lama 3 (tiga) tahun ;
c) Pekerjaan yang bersifat musiman ;
d) Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk
tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.”

2. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Dapat mensyaratkan masa percobaan kerja paling lama 3 (tiga) bulan. Selama masa

percobaan pengusaha wajib membayar upah pekerja dan upah tersebut tidak boleh

lebih rendah dari upah minimum yang berlaku.

Melihat penjelasan diatas, penulis menganalisi dengan mengaitkannya perlindungan

hukum bagi legal officer yang dijadikan pekerja outsourcing dengan UU

Ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Antara PT Kreasi Gemilang

Perkasa dengan Legal Officer :

Outsourcing termasuk di dalam Perjanjian Kerja waktu Tertentu. Peraturan

mengenai outsourcing sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun

2003 tentang Ketenagakerjaan oleh pemerintah dan terdapat pengaturan yang

menyatakan hanya beberapa kegiatan penunjang yang dapat dilakukan dengan sistem

outsourcing dan bukan merupakan kegiatan utama, sebagaimana dapat dilihat dalam

Pasal 59 UU Ketenagakerjaan, pekerjaan yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan

pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, sebagai berikut:

a. Perkerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya;


b. Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu
lama dan paling lama 3 (tiga) tahun;
c. Pekerjaan yang sifatnya musiman; atau
d. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk
tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

Ditinjau dari PKWT yang disepakati oleh para pihak dan berdasarkan hasil

wawancara dengan Legal Officer2 yang ditempatkan di Lippo Mall Puri, dijelaskan bahwa

terdapat ketentuan dimana pekerja mendapatkan tunjangan kesehatan dengan sistem

reimbursment, hak cuti sebanyak 12 (dua belas) hari kerja, tunjangan hari raya, BPJS

Ketenagakerjaan, dan pengupahan minimal sesuai dengan upah minimum regional, namun

belum terdapat aturan mengenai keberlangsungan pekerjaan dari Legal Officer tersebut

dan merupakan suatu kesalahan, apabila Legal Officer dipekerjakan dengan sistem

outsourcing, karena perundang-undangan telah mengatur secara tegas jenis pekerjaan

kegiatan penunjang seperti apa saja yang dapat diberlakukan sistem outsourcing.

Seorang Legal Officer yang dipekerjakan secara outsourcing dapat meminta haknya

berupa perubahan PKWT menjadi PKWTT dan peralihan hubungan kerja dari penyedia

tenaga kerja kepada pemberi kerja, sebagaimana diatur dalam Pasal 57 ayat (2) dan Pasal

59 ayat (7) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta Pasal

15 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep. 100/Men/VI/2004

tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Commented [i-[1]: Dijabarin isinya

Sebagaimana diatur dalam Pasal 52 Ayat (3) UU Ketenagakerjaan yang berisikan

tentang ‘____”, dinyatakan bahwa perjanjian kerja yang dibuat oleh PT Kreasi Gemilang

Perkasa dan Legal Officer mengandung unsur yang bertentangan dengan peraturan UU

Ketenagakerjaan, maka perjanjian kerja tersebut batal demi hukum dan demi hukum status

hubungan kerja pekerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja beralih menjadi

hubungan kerja pekerja dengan perusahaan pemberi pekerjaan. Dalam melakukan

2
Agnes, 2018, Perlindungan Hukum Bagi Legal Officer Sebagai Pekerja Outsourcing PT Kreasi Gemilang
Perkasa Di Lippo Mall Puri, Wawancara, 29 Agustus.
outsourcing, perjanjian kerja secara substansial tidak boleh mengurangi hak-hak normatif

pekerja. Hak-hak normatif pekerja/buruh, antara lain, berupa:

a. Hak atas upah yang layak;

b. Hak perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk hak istirahat

dan cuti;

c. Hak atas kebebasan berpendapat dan berorganisasi;

d. Hak atas PHK; dan

e. Hak untuk mogok kerja, dan sebagainya.

Praktiknya, PT Kreasi Gemilang Perkasa hanya bertindak sebagai kasir yang tugasnya

membayarkan upah kepada pekerja. Hal ini disebabkan karena upah yang dibayarkan

tersebut sebenarnya diperoleh dari perusahaan pemberi kerja melalui perjanjian

penyediaan jasa pekerja, dimana upah sebelumnya dipotong oleh PT Kreasi Gemilang

Perkasa, sedangkan unsur pekerjaan dan perintah baru ada setelah pekerja melakukan

pekerjaan di Lippo Mall Puri. Dengan demikian, hubungan hukum antara pekerja dan PT

Kreasi Gemilang Perkasa tidak sesuai dengan definisi hubungan kerja yang terdapat dalam

Pasal 1 angka 15 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang

menyatakan hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja

berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan perintah.

Setelah di tinjau dari hak dan kewajiban dalam perjanjian kerja, Legal Officer yang

diperlakukan dengan outsourcing akan kehilangan hak untuk mendapatkan uang

penghargaan masa kerja, uang pesangon, dan uang penggantian hak.

Di lihat dari penjelasan Penulis diatas dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum bagi

Legal Officer sebagai Outsourcing


B. Peran Pengawasan Yang Dilakukan Oleh Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi

Dalam Menjamin Kepastian Hukum Bagi Pekerja Outsourcing