Anda di halaman 1dari 13

HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN PERSEPSI MAHASISWA

TENTANG PBL DENGAN PRESTASI BELAJAR

Sri Wahyu Basuki, AA Subijanto, dan Hari Wiyoso


Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Surakarta

ABSTRAK

Pengaruh globalisasi yang melanda Indonesia menuntut perguruan


tinggi untuk menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dalam dunia
global. Dokter dituntut setidaknya memiliki kompetensi rata-rata
dokter, sebagai wujud prestasi belajar, yang sekualifikasi pada situasi
dan kondisi yang sebanding dalam melaksanakan prakteknya.
Kedisiplinan dan persepsi merupakan beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan menganalisis hubungan kedisiplinan dan persepsi
mahasiswa tentang PBL dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas
Kedokteran di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian
ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik (non-experiment)
yang menjelaskan hubungan dua variabel, yaitu variabel bebas
(kedisiplinan dan persepsi mahasiswa tentang PBL) dan variabel terikat
(prestasi belajar). Penelitian ini menggunakan pendekatan cross
sectional. Jumlah mahasiswa sebagai sampel sebanyak 56 orang. Data
diperoleh melalui kuesioner, ceklist dan dokumentasi, selanjutnya data-
data yang terkumpul diolah dengan menggunakan analisis bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p hasil uji analisis antara
kedisiplinan dan indek prestasi adalah 0,312 dan antara persepsi
tentang PBL dan indek prestasi adalah 0,467, keduanya lebih besar dari
0,05. Koefisien korelasi yang ditunjukkan oleh nilai r sangat lemah
walaupun arah korelasi positif. Nilai r hasil uji analisis antara
kedisiplinan dan indek prestasi adalah 0,138 dan nilai r antara persepsi
tentang PBL dan indek prestasi adalah 0,099. Berdasarkan hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa baik variabel kedisiplinan maupun
persepsi tentang PBL, masing-masing tidak menunjukkan hubungan
yang signifikan terhadap prestasi belajar. Dengan demikian juga dapat
disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang sangat lemah antara
kedisiplinan dan prestasi belajar, demikian juga antara persepsi tentang
PBL dan prestasi belajar.

Kata kunci: anak malnutrisi, karakteristik anak, karakteristik


keluarga, Surakarta

Hubungan Antara Kedisiplinan dan Persepsi Mahasiswa…. (Basuki, dkk.) 73


ABSTRACT

The influence of globalization that swept Indonesia required universities


to produce graduates who can compete in a global world. Doctors have
claimed at least competence average physician, as a form of learning
achievement, which sekualifikasi in comparable circumstances in
implementing practice. Discipline and perception are several factors that
may affect achievement. This study aims to determine the discipline
analyze the relationship between students' perceptions of PBL and the
achievement of students of the Faculty of Medicine at the University of
Muhammadiyah Surakarta. This research is quantitative analytic
observational studies (non-experiment) which describes the relationship
between two variables, the independent variable (the discipline and
students' perceptions about PBL) and the dependent variable (academic
achievement). This study used cross-sectional approach. The number of
students in the sample as many as 56 people. Data obtained through the
questionnaire, checklist and documentation, subsequent data collected
was processed using bivariate analysis. The results showed that the p-
value of analysis of test results between discipline and achievement index
is 0.312, and the perception of PBL and achievement index is 0.467, is
greater than 0.05. The correlation coefficient r value indicated by the
correlation is very weak despite positive. R value analysis test results
between discipline and achievement index is 0.138 and the value of r
between perceptions of PBL and achievement index is 0.099. Based on
the results of this study concluded that both discipline and perception
variables PBL, respectively showed no significant relationship to
academic achievement. It can also be concluded that there is a very weak
correlation between discipline and academic achievement, as well as the
perception of PBL and learning achievement.
Keywords: discipline, perception, learning achievement.

lulusan yang berprestasi. Dengan


PENDAHULUAN
demikian prestasi belajar yang
Kemajuan yang pesat dalam bagus akan mendukung produk
bidang ilmu pengetahuan lulusan yang memenuhi kebutuhan
khususnya ilmu pengetahuan dan masyarakat.
teknologi Ilmu Kedokteran
menuntut tersedianya sumber daya Suparno menyebutkan (dalam
manusia yang handal dan Tarmidi dan Wulandari, 2005) bahwa
terampil serta profesional dalam ada dua faktor yang berperan dalam
memberikan pelayanan kepada menentukan prestasi, yaitu faktor
masyarakat (Konsil Kedokteran internal dan faktor eksternal. Faktor
Indonesia, 2006). Sumber daya internal antara lain kedisiplinan dan
manusia yang handal dan persepsi mahasiswa yang
terampil serta profesional dalam menimbulkan motivasi dan minat
belajar.
memberikan pelayanan kepada
masyarakat tidak lepas dari produk
74 Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, Vol. 13, No. 1, April 2012: 69 - 80
Penelitian yang dilakukan kedisiplinan siswa antara lain:
Sutrisno et al. (2012), menunjukkan membiasakan sikap guru yang
bahwa menurut persepsi mahasiswa, demokratis, melakukan kerjasam
penerapan Problem Base Learning dengan orang tua, melakukan
(PBL) menyebabkan aktifitas pembimbingan dan pembinaan
mahasiswa meningkat dengan diskusi disiplin, membuat tata tertib sekolah,
dan suasana belajar tidak dan membentuk pamong sekolah
membosankan dan materi kuliah (Ahmadi dan Supriyono, 2008).
lebih mudah dipahami. Jenis
Persepsi adalah kesadaran akan
penelitian ini adalah kualitatif.
adanya suatu rangsang (sensasi) dari
Penelitian yang dilakukan oleh pancaindra disertai pemahaman atau
Saputra (2012) menyatakan bahwa pengertian tentang rangsang
motivasi dan disiplin meningkatkan tersebut, karena ada interaksi atau
prestasi belajar, hanya saja peran asosiasi dengan rangsang yang
disiplin meningkatkan prestasi lainnya atau rangsang yang sudah
belajar hanya 0,204. Penelitian ini dipahami sebelumnya (Baihagi et al.,
dilakukan di SMA negeri 12 2007).
Semarang, dengan teknik
PBL adalah suatu metode
pengambilan sampel proposional
pembelajaran baru di mana sejak
random sampling.
awal mahasiswa dihadapkan pada
Beberapa penelitian yang suatu masalah, kemudian diikuti oleh
dijelaskan di atas terbatas pada proses pencarian informasi yang
tingkat SMA dan SMP. Penelitian bersifat strudent centered
dengan sampel mahasiswa mendasarkan prinsip-prinsip adult
sebagaimana yang dilakukan Sutrisno learning berupa belajar mandiri,
et al. (2012) berjenis kualitatif. mendorong ketrampilan life long
Dengan demikian penelitian dengan learning (Harsono, 2008).
sampel mahasiswa yang diterapkan
Prestasi belajar adalah hasil
PBL dan berjenis kuantitatif belum
yang dicapai dari suatu aktivitas
terkaver.
belajar yang dilakukan secara
Penelitian ini bertujuan sengaja, berupa penguasaan
menganalisis hubungan kedisiplinan pengetahuan atau keterampilan yang
dan persepsi mahasiswa tentang PBL mencakupi bidang kognitif, afektif,
dengan prestasi belajar mahasiswa dan psikomotor yang dikembangkan
Fakultas Kedokteran di Universitas oleh mata pelajaran dan didasarkan
Muhammadiyah Surakarta. pada pengukuran dan penilaian
berupa angka-angka yang
Kedisiplinan adalah sikap
dicantumkan dalam laporan hasil
kepatuhan siswa untuk menerima
belajar pada periode tertentu (Efendi,
dan melaksanakan sebuah aturan,
2005) dan (Widyaningrum dan
norma, dan metode yang diterapkan
Rachmawati, 2007). Suparno dalam
sebagai hasil proses pembelajaran
Tarmidi dan Wulandari (2005)
untuk mencapai tujuan tertentu
mengemukakan, ada dua faktor yang
(Koesoema dan Sunardi, 2007).
berperan dalam menentukan prestasi,
Pembiasaan sikap disiplin siswa perlu
yaitu faktor internal dan faktor
ditegakkan. Beberapa cara yang dapat
eksternal.
dilakukan untuk membiasakan

Hubungan Antara Kedisiplinan dan Persepsi Mahasiswa…. (Basuki, dkk.) 75


Hipotesis yang akan dibuktikan tentang PBL dengan prestasi belajar
pada penelitian ini adalah: ada ini dilaksanakan di Fakultas
hubungan yang bermakna antara Kedokteran Universitas
kedisiplinan dan prestasi belajar, ada Muhammadiyah Surakarta pada
hubungan yang bermakna antara bulan Oktober 2012, menggunakan
persepsi mahasiswa tentang PBL dan metode pengambilan data stratified
prestasi belajar, dan ada hubungan cluster sampling, besar sampel 56
yang bermakna antara kedisiplinan, mahasiswa. Data yang diperoleh dari
persepsi mahasiswa tentang PBL, dan sampel sebesar 56 tersebut sebagai
prestasi belajar. berikut:
METODE PENELITIAN Tabel 1. Distribusi Sampel
Berdasarkan Strata
Jenis penelitian ini adalah
Jumlah
penelitian kuantitatif observasional Strata %
Responden
analitik (non-experiment) yang
menjelaskan hubungan dua variabel, Semester tiga 18 32
yaitu variabel bebas (kedisiplinan dan Semester 18 32
persepsi mahasiswa tentang PBL) dan lima
variabel terikat (prestasi belajar). Semester 20 36
Penelitian ini menggunakan tujuh
pendekatan cross sectional,
pengukuran terhadap variabel bebas Total 56 100
(faktor risiko) dan variabel terikat
(efek) dilakukan sekali dan dalam Berdasarkan Tabel 1 dapat
waktu yang bersamaan diketahui bahwa jumlah responden
(Sastroasmoro dan Ismael, 2008) dan semester tiga sebanyak 18 (32%),
(Arief, 2010). Penelitian ini dilakukan jumlah responden semester lima
di Universitas Muhammadiyah sebanyak 18 (32%), dan jumlah
Surakarta dengan waktu penelitian responden semester tujuh sebanyak
bulan Oktober 2012. 20 (36%). Dengan demikian terlihat
bahwa jumlah responden di dalam
Populasi sumber dalam setiap kelompok merata.
penelitian ini adalah seluruh
mahasiswa Fakultas Kedokteran di
Universitas Muhammadiyah Tabel 2. Distribusi Sampel
Surakarta yang terdaftar tahun 2012, Berdasarkan Kesiapan
sebanyak 457 orang. Berdasarkan Mengikuti PBL
rumus Haris 1985 dalam Murti Kesiapan Jumlah %
(2010), besar sampel 52 orang. Data Responden
dikumpulkan melalui kuesioner, Siap 51 91
ceklist, dan dokumen. Data yang Tidak siap 5 9
terkumpul dianalisis dengan analisis Total 56 100
spearmen.
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tabel 2 dapat
Hasil Penelitian diketahui bahwa jumlah responden
yang menyatakan siap mengikuti PBL
Penelitian hubungan sebanyak 51 (91%), sedangkan
kedisiplinan dan persepsi mahasiswa responden yang menyatakan tidak

76 Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, Vol. 13, No. 1, April 2012: 69 - 80
siap mengikuti PBL 5 (9%). Dengan responden yang paling banyak adalah
demikian terlihat bahwa hampir olahraga.
semua responden siap mengikuti
Tabel 4. Distribusi Sampel
PBL.
Berdasarkan Keadaan Keluarga
Keadaan Jumlah %
Tabel 3. Distribusi Sampel
Keluarga Responden
Berdasarkan Bakat
Harmonis 54 96
Bakat Jumlah %
Tidak 2 4
Responden
harmoni
Musik 14 25
Total 56 100
Olah raga 20 35
Analisis 13 22
Lain-lain 10 18
Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui
Total 57 100
bahwa jumlah responden yang
berasal dari keluarga harmonis
Berdasarkan tabel 3 dapat sebanyak 54 (96%) sedangkan
diketahui bahwa jumlah responden responden yang berasal dari keluarga
yang berbakat musik sebanyak 14 tidak harmonis sebanyak 2 (4%).
(25%), olah raga 20 (35%), analisis 13 Dengan demikian terlihat bahwa
(22%), selainnya 10 (18%). Dengan mayoritas responden berasal dari
demikian terlihat bahwa bakat keluarga harmonis.

Tabel 5. Distribusi Nilai Mean, Minimum, Maximum, Standar


Deviasi, dan 95% Confidence Interval
Variabel Mean Min. Max. SD 95% Confidence interval
Kedisiplinan 83,66 55 100 7,80 81,57 - 85,75
Persepsi tentang 94,91 75 139 1,01 92,21 – 97,61
PBL
Indek prestasi 298 130 367 4,91 285 - 311

Berdasarkan tabel 5, dapat Tabel 6. Tes Normalitas untuk


diketahui bahwa variabel Mengetahui Distribusi Data
kedisiplinan diperoleh nilai mean Variabel Kolmogorov Transformasi
83,66, minimum 55, maximum100, smirnov data
standar deviasi 7,80, dan 95% kedisiplinan 0,087
Confidence interval 81,57 - 85,75. Persepsi 0,077
Variabel persepsi diperoleh nilai tentang
mean 94,91, minimum 75, PBL
Indek 0,002 0,000
maximum139, standar deviasi 1,01, preatasi
dan 95% Confidence interval 92,21 –
97,61. Variabel kedisiplinan diperoleh
Penelitian ini menggunakan uji
nilai mean 2,98, minimum 130, normalitas data Kolmogorov smirnov
maximum367, standar deviasi 4,91
karena sampel yang diambil lebih
dan 95% Confidence interval 285 – dari 50 sampel. Berdasarkan tabel di
311. atas, dapat diketahui bahwa data
variabel kedisiplinan mempunyai
nilai p = 0,087 , karena nilai p > 0,05

Hubungan Antara Kedisiplinan dan Persepsi Mahasiswa…. (Basuki, dkk.) 77


menunjukkan bahwa data data indek prestasi terdistribusi tidak
kedisiplinan terdistribusi normal. normal normal.
Data variabel persepsi mempunyai Ada tidaknya korelasi antar variabel
nilai p = 0,077 , karena nilai p > 0,05 dapat diketahui dengan melakukan
menunjukkan bahwa data persepsi uji bivariat. Uji pearson tidak dapat
terdistribusi normal. Data variabel dilakukan karena data variabel terikat
indek prestasi mempunyai nilai p = (indek prestasi) terdistribusi tidak
0,002 , setelah dilakukan normal. Dengan demikian dilakukan
transformasi, hasil 0,000, karena uji alternatif yaitu uji spearmen,
nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa sebagaimana disebutkan oleh Dahlan
(2009).

Tabel 7. Uji bivariat untuk Mengetahui Korelasi antar Variabel


Uji Spearmen Nilai p Nilai r Keterangan
Kedisiplinan – indek prestasi 0,312 0,138 Tidak bermakna
Persepsi tentang PBL – indek prestasi 0,467 0,099 Tidak bermakna

Pada tabel 7, didapatkan hasil


signifikasi (2-tailed) korelasi
kedisiplinan dan indek prestasi Tabel 8. Tes Normalitas Residu
adalah 0,312 Karena nilai p < 0,25, Variabel Kolmogorov
menunjukkan tidak ada korelasi smirnov
antara kedisiplinan dan indek Standardized 0,007
prestasi, demikian juga tidak residual
memenuhi syarat untuk dilakukan uji
regresi. Hasil signifikasi (2-tailed) Penelitian ini menggunakan uji
korelasi persepsi dan indek prestasi normalitas data Kolmogorov smirnov
adalah 0,467. Karena nilai p < 0,25, karena sampel yang diambil lebih
menunjukkan tidak ada korelasi dari 50 sampel. Berdasarkan tabel 16,
antara persepsi dan indek prestasi, dapat diketahui bahwa residu
demikian juga tidak memenuhi syarat mempunyai nilai p = 0,007 , karena
untuk dilakukan uji regresi. nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa
residu terdistribusi tidak normal.

Tabel 9. Distribusi Nilai Mean, Minimum, Maximum, Standar Deviasi, dan 95%
Confidence Interval terhadap Residu
Variabel Mean Min. Max. SD 95% Confidence
interval
Standardize 0 -3,317 1,330 0,98 -2,63 – 0,26
d residual

Berdasarkan tabel 9, dapat maximum 1,330, standar deviasi


diketahui bahwa residu mempunyai 0,98, dan 95% Confidence interval -
nilai mean 0, minimum -3,317, 2,63 – 0,26.

78 Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, Vol. 13, No. 1, April 2012: 69 - 80
Tabel 10. Uji bivariat untuk Mengetahui Korelasi antara Variabel
Independen dan Residu
Komponen uji Jenis uji Nilai r Keterangan
Kedisiplinan – Standardized spearmen -0,18 Tidak kuat
residual
Persepsi tentang PBL – spearmen -0,31 Tidak kuat
Standardized residual
Kedisiplinan – persepsi tentang pearson 0,04 Tidak kuat
PBL

Berdasarkan tabel 10, menunjukkan bahwa hampir semua


didapatkan nilai korelasi kedisiplinan responden siap mengikuti PBL.
dan Standardized residual adalah - Dengan demikian ketidaksiapan
0,18. Karena nilai r < 0,8, dapat diabaikan, sehingga dilihat dari
menunjukkan tidak ada korelasi yang arah kesiapan, responden homogen.
kuat antara kedisiplinan dan Berdasarkan tabel 3, diketahui
Standardized residual. Nilai korelasi bahwa bakat responden yang paling
persepsi dan Standardized residual banyak adalah olahraga (35%) bukan
adalah -0,31. Karena nilai p < 0,8, analisis. Sementara PBL menuntut
menunjukkan tidak ada korelasi yang mahasiswa untuk beranalisis. PBL
kuat antara persepsi dan adalah suatu metode pembelajaran di
Standardized residual. Nilai korelasi mana sejak awal mahasiswa
persepsi dan kedisiplinan adalah dihadapkan pada suatu masalah,
0,04. Karena nilai p < 0,8, kemudian diikuti oleh proses
menunjukkan tidak ada korelasi yang pencarian informasi yang bersifat
kuat antara persepsi dan student centered, sebagaimana
kedisiplinan. disebutkan oleh Harsono (2008).
Pembahasan Padahal bakat dapat mempengaruhi
prestasi belajar. Seseorang akan lebih
Besar sampel yang didapatkan dalam mudah mempelajari sesuatu yang
penelitian ini adalah 56 orang yang sesuai dengan bakatnya, sebagaimana
terdiri dari 18 responden semester dikemukakan oleh Ahmadi dan
tiga, 18 respoden semester lima, dan Supriyono (2008). Mahasiswa yang
20 responden semester tujuh. tidak berbakat analisis akan kesulitan
Berdasarkan tabel 1, diketahui bahwa mengikuti PBL, sehingga prestasi
besar responden tersebar secara belajar dapat menurun. Pada
merata pada semua semester. penelitian ini diketahui bahwa rata-
Penyebaran responden yang merata rata prestasi belajar responden 2,98,
pada semua semester dapat yaitu kurang dari 3.
menggambarkan keadaan responden Berdasarkan tabel 4, diketahui
dan mewakili semua semester. Besar bahwa jumlah responden yang
sampel 56 responden sudah berasal dari keluarga harmonis
memenuhi kriteria minimal sampel sebanyak 96 %. Hal ini menunjukkan
yang disebutkan pada bab III. bahwa hampir semua responden
Dengan demikian sampel ini berasal dari keluarga harmonis.
representatif. Dengan demikian ketidakharmonisan
Berdasarkan tabel 2, diketahui keluarga dapat diabaikan, sehingga
bahwa 91 % responden menyatakan dilihat dari keadaan keluarga,
kesiapan mengikuti PBL. Hal ini responden homogen. Selanjutnya

Hubungan Antara Kedisiplinan dan Persepsi Mahasiswa…. (Basuki, dkk.) 79


dilakukan uji normalitas data dan uji 0,25 , hubungan variabel independen
korelasi. dan dependen harus linier, residu
Berdasarkan uji normalitas data mempunyai distribusi normal, Residu
dapat disimpulkan bahwa variabel mempunyai rerata sebesar 0, residu
kedisiplinan dan persepsi tentang tidak mempunyai hubungan yang
PBL terdistribusi normal, sedangkan kuat dengan variabel independen,
variabel indek prestasi sebagai residu mempunyai varian yang
variabel terikat terdistribusi tidak konstan, dan tidak ada korelasi yang
normal. Hasil ini membawa kuat antara variabel independen
konsekuensi untuk tidak dapat Dahlan (2009).
dilakukan Uji pearson sehingga Berdasarkan tabel 7 dapat
untuk memperoleh korelasi antar diketahui bahwa nilai p hasil uji
variabel menggunakan uji alternatif analisis antara kedisiplinan dan indek
yaitu uji spearmen. prestasi adalah 0,312 dan antara
Berdasarkan hasil penelitian persepsi tentang PBL dan indek
didapatkan bahwa baik variabel prestasi adalah 0,467, keduanya lebih
kedisiplinan maupun persepsi besar dari 0,25. Syarat variabel dapat
tentang PBL, masing-masing tidak dimasukkan dalam uji regresi
menunjukkan hubungan yang manakala nilai p < 0,25. Dengan
signifikan terhadap prestasi belajar. demikian kedua variabel ini
Nilai p hasil uji analisis antara (kedisiplinan dan persepsi tentang
kedisiplinan dan indek prestasi PBL) tidak memenuhi syarat untuk
adalah 0,312 dan antara persepsi dilakukan uji regresi.
tentang PBL dan indek prestasi Hubungan variabel independen
adalah 0,467, keduanya lebih besar dan dependen linier apabila scatter
dari 0,05. Koefisien korelasi yang berada di sekitar garis diagonal.
ditunjukkan oleh nilai r sangat lemah Hubungan variabel independen dan
walaupun arah korelasi positif. Nilai r dependen pada penelitian ini tidak
hasil uji analisis antara kedisiplinan linier karena scatter tidak berada di
dan indek prestasi adalah 0,138 dan sekitar garis diagonal (lihat
nilai r antara persepsi tentang PBL lampiran). Dengan demikian dapat
dan indek prestasi adalah 0,099. disimpulkan bahwa dilihat dari
Dengan demikian dapat disimpulkan kelinieritasan hubungan variabel
bahwa terdapat korelasi yang sangat independen dan dependen, maka
lemah antara kedisiplinan dan tidak memenuhi syarat regresi.
prestasi belajar, demikian juga antara Uji normalitas terhadap residu
persepsi tentang PBL dan prestasi menggunakan uji kolmogorov
belajar. smirnov karena jumlah sampel >50.
Korelasi antara kedisiplinan dan Berdasarkan tabel 8, dapat diketahui
persepsi tentang PBL dengan prestasi bahwa residu mempunyai nilai p =
belajar dapat dilakukan dengan uji 0,007 , karena nilai p < 0,05
korelasi multivariat, yaitu uji regresi, menunjukkan bahwa residu
manakala variabel tersebut terdistribusi tidak normal. Dengan
memenuhi syarat untuk dilakukan uji demikian, maka syarat regresi tidak
regresi. Syarat-syarat uji regresi terpenuhi.
sebagai berikut: hasil uji bivariat Berdasarkan tabel 9, dapat
antara variabel independen dan diketahui bahwa residu mempunyai
dependen menunjukkan nilai p <

80 Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, Vol. 13, No. 1, April 2012: 69 - 80
rata-rata 0. Dengan demikian, maka dan persepsi tentang PBL adalah
syarat regresi tidak terpenuhi. 0,04. Korelasi dikatakan kuat apabila
Korelasi variabel independen nilai r < 0,8. Karena nilai r < 0,8,
dan residu dapat diketahui pada tabel menunjukkan tidak ada korelasi yang
10. Berdasarkan tabel 10, didapatkan kuat antara kedisiplinan dan persepsi
nilai korelasi kedisiplinan dan tentang PBL. Dengan demikian maka
Standardized residual adalah -0,18. syarat regresi terpenuhi.
Korelasi dikatakan kuat apabila nilai r Residu mempunyai varian yang
< 0,8. Karena nilai r < 0,8, konstan apabila scatter tidak
menunjukkan tidak ada korelasi yang mempunyai pola tertentu. Analisis
kuat antara kedisiplinan dan residu penelitian ini, grafik
Standardized residual. Nilai korelasi menunjukkan scatter mempunyai
persepsi dan Standardized residual pola tertentu (lihat lampiran grafik
adalah -0,31. Karena nilai p < 0,8, SPSS). Dengan demikian maka syarat
menunjukkan tidak ada korelasi yang regresi tidak terpenuhi.
kuat antara persepsi dan Berdasarkan uraian tentang syarat
Standardized residual. Dengan
regresi, dapat disimpulkan bahwa
demikian maka syarat regresi
sebagian syarat regresi terpenuhi,
terpenuhi.
sebagian tidak terpenuhi. Berikut ini
Korelasi antar variabel tabel untuk memudahkan
independen dapat diketahui pada pemahaman terpenuhi tidaknya
tabel 10. Berdasarkan tabel 10, syarat regresi.
didapatkan nilai korelasi kedisiplinan
Tabel 11. Syarat regresi
Syarat regresi Standar nilai Keterangan
uji bivariat antara variabel p < 0,25 tidak terpenuhi
independen dan dependen
hubungan variabel independen scatter berada di tidak terpenuhi
dan dependen harus linier sekitar garis
diagonal
residu mempunyai distribusi p > 0,05 tidak terpenuhi
normal
residu mempunyai rerata sebesar Mean = 0 Terpenuhi
0
residu tidak mempunyai r < 0,8 Terpenuhi
hubungan yang kuat dengan
variabel independen
residu mempunyai varian yang scatter tidak Tidak terpenuhi
konstan mempunyai pola
tertentu
Hubungan antara variabel r < 0,8 Terpenuhi
independen tidak kuat

Berdasarkan tabel 11, dapat Hasil penelitian ini tidak sesuai


disimpulkan bahwa data penelitian dengan hipotesis yang telah
ini tidak dapat dilakukan uji regresi. dirumuskan dan bertentangan
dengan beberapa penelitian yang

Hubungan Antara Kedisiplinan dan Persepsi Mahasiswa…. (Basuki, dkk.) 81


sudah disebutkan dalam BAB II. tinggi, sebagaimana dikemukakan
Ketidaksesuaian hasil penelitian ini oleh Guilford dalam Anwar (2011).
dengan hipotesis yang telah Pengukuran variabel persepsi
dirumuskan dan beberapa penelitian tentang PBL dilakukan dengan alat
yang sudah disebutkan dalam BAB II ukur kuesioner. Alat ukur ini telah
mendorong peneliti untuk dilakukan uji validitas dan
menganalisis kevalidan hasil reliabilitas. Pertanyaan yang
penelitian ini, apakah hasil valid digunakan adalah pertanyaan yang
ataukah tidak. Apabila penelitian ini valid dan beberapa pertanyaan
telah valid maka akan menghasilkan kurang valid tetapi ada kaitan erat
teori yang berbeda bahwa dengan pernyataan yang valid.
kedisiplinan dan persepsi itu tidak Walaupun alat ukur ini valid tetapi
ada hubungan secara bermakna nilai kevalidannya pada tingkatan
dengan prestasi belajar. cukup, rendah, dan sangat rendah,
Kevalidan penelitian itu karena nilai r kurang dari 0,60,
ditentukan oleh ada tidaknya sebagaimana yang dikemukakan
kesalahan sistematis, yaitu deviasi Nugraha dalam Anwar (2011). Hasil
hasil-hasil atau penarikan uji reliabilitas persepsi tentang PBL
kesimpulan dari yang sesungguhnya, adalah 0,654, yang menunjukkan
sebagaimana yang dikemukakan oleh tingkat reliabilitas sedang,
Murti (2010). Penelitian yang valid sebagaimana dikemukakan oleh
akan terhindar dari kesalahan Guilford dalam Anwar (2011).
sistematis. Kesalahan sistematis Pengukuran variabel indek
meliputi bias pengukuran, bias prestasi dilakukan dengan alat ukur
seleksi, dan faktor perancu. kuesioner dan dokumen. Hasil
Selanjutnya akan dicari apakah ada kuesioner dikonfirmasi dengan
kesalahan sistematis. dokumen, dengan demikian
Pengukuran variabel diharapkan hasil yang valid.
kedisiplinan dilakukan dengan alat Sampel penelitian ini juga telah
ukur ceklist. Alat ukur ini telah disyaratkan bahwa hasil tes LMMPI
dilakukan uji validitas dan kurang atau sama dengan 10, yang
reliabilitas. Pernyataan yang berarti bahwa kejujuran responden
digunakan adalah pernyataan yang dalam memberikan jawaban tidak
valid dan satu pernyataan kurang diragukan lagi.
valid tetapi ada kaitan erat dengan Populasi penelitian ini adalah
pernyataan yang valid (yaitu mahasiswa Fakultas Kedokteran di
pernyataan nomor 18 kurang valid, Universitas Muhammadiyah
merupakan pertanyaan yang bersifat Surakarta, bukan populasi umum.
unfavorabel dari pernyataan nomor Sampel telah mewakili dan tersebar
14 yang valid). Walaupun alat ukur merata setiap semester. Dengan
ini valid tetapi nilai kevalidannya demikian bias seleksi dapat
tidak sangat tinggi, karena nilai r dihindarkan.
kurang dari 0,80, sebagaimana yang Faktor perancu adalah faktor
dikemukakan Nugraha dalam Anwar ketiga yang merupakan faktor yang
(2011). Hasil uji reliabilitas mempengaruhi variabel terikat,
kedisiplinan adalah 0,717, yang sebagaimana yang dikemukakan oleh
menunjukkan tingkat reliabilitas Murti (2010). Banyak faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar,

82 Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, Vol. 13, No. 1, April 2012: 69 - 80
sebagaimana disebutkan dalam BAB sementara belum semua perguruan
II. Tidak semua faktor perancu tinggi menerapkannya. Cara
tersebut dapat dikendalikan oleh pengambilan sampel dengan
peneliti. Dengan demikian banyak stratified cluster sampling sehingga
faktor lain yang mempengaruhi hasil merata pada semua semester.
penelitian ini. Walaupun demikian, penelitian ini
Tinjauan dari teknis mempunyai beberapa kekurangan.
pengambilan data, pengambilan data Pengisian kuesioner dan ceklist
penelitian ini dilakukan pada jam sebagai alat pengukuran data, tidak
12.30 WIB. Peneliti menyediakan dapat terlepas dari subyektivitas
minum tapi tidak menyediakan responden. Nilai validitas dan
makan kepada responden. Kondisi reliabilitas alat ukur tidak tinggi
lapar dan panas dapat mempengaruhi sehingga dapat mempengaruhi
responden dalam mengisi kuesioner, kevalidan hasil penelitian.
tentunya hal ini akan berbeda dengan Keterbatasan waktu menyebabkan
hasil pengisian kuesioner manakala penelitian ini tidak menggunakan
responden dalam keadaan fit, di pendekatan kohort. Pendekatan cross
waktu pagi hari. Pada saat pengisian, sectional hanya menilai satu waktu,
banyak responden terlihat tergesa- tidak mengevaluasi sampai
gesa, tentunya hal ini dapat juga mahasiswa tersebut lulus, yang
mempengaruhi hasil. Kondisi-kondisi tentunya akan lebih sempurna
tersebut dapat menyebabkan manakala dilakukan dengan kohort.
responden tidak mengisi kuesioner
KESIMPULAN DAN SARAN
dengan pengisian yang sebenarnya.
Sebagaimana telah Kesimpulan
dikemukakan sebelumnya bahwa Berdasarkan penelitian ini,
penelitian ini tidak sesuai dengan dapat diambil kesimpulan yaitu:
banyak penelitian, tetapi terdapat Tidak terdapat hubungan yang
penelitian yang mendukung signifikan antara kedisiplinan dan
penelitian ini, dilakukan oleh prestasi belajar, didapatkan nilai p =
Riadiany (2011) yang menyimpulkan 0,312. Tidak terdapat hubungan yang
bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa
signifikan antara persepsi terhadap tentang PBL dan prestasi belajar,
efektivitas pengajaran di sekolah didapatkan nilai p = 0,467.
dengan kecemasan siswa menghadapi
ujian nasional dan prestasi belajar Saran
dengan kecemasan siswa menghadapi Saran pada penelitian ini adalah
ujian nasional, arah korelasi positif . sebagai berikut:
Penelitian yang dilakukan oleh Dilakukan penelitian lebih
Tarmidi dan Wulandari (2005) lanjut dengan memilih waktu
tentang prestasi belajar ditinjau dari pengambilan data pagi hari dan
persepsi siswa terhadap iklim kelas kondisi responden yang optimal.
pada siswa yang mengikuti program Dilakukan penelitian lebih
percepatan belajar, dilakukan di SMU lanjut tentang hubungan kedisiplinan
Negeri I Medan disimpulkan terdapat dan persepsi mahasiswa tentang PBL
korelasi yang lemah, r = 0,202. dengan prestasi belajar, dengan
Penelitian ini dilakukan pada menggunakan populasi yang lebih
mahasiswa yang diterapkan PBL, luas dan pendekatan kohort, dan

Hubungan Antara Kedisiplinan dan Persepsi Mahasiswa…. (Basuki, dkk.) 83


menggunakan kuesioner yang UCAPAN TERIMA KASIH
mempunyai validitas dan reliabilitas
Saya ucapkan terima kasih
yang tinggi.
kepada Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah
Surakarta yang telah menyediakan
mahasiswa dan tempat untuk
penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi dan Supriyono, 2008.Psikologi Belajar. Cetakan II. Jakarta: Rineka
Cipta.

Anwar,S., 2011, Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya, Edisi kedua,


Cetakan XVI, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arief, M. 2010. Pengantar Metodelogi Penelitian untuk Ilmu


Kesehatan.Cetakan ketiga. Surakarta : Sebelas Maret University Press.

Baihaqi, Sunardi, Akhlar,R.N.R, Heryati,E. 2007. Psikiatri : Konsep Dasar dan


Gangguan-gangguan. Cetakan Kedua. Bandung: PT Refika Aditama.

Dahlan, S. 2009. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam


Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jilid satu. Jakarta: Salemba Medika.

...............2009. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Edisi keempat.


Jakarta: Salemba Medika.

Efendi, A., 2005. Revolusi Kecerdasan Abad 21. Bandung : Alfabeta.


Harsono, 2008. Pengantar Problem Bases Learning. Cetakan ketiga. Edisi
kedua.Yogyakarta: Medika Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta.

Koesoema,D dan Sunardi. 2007. Pendidikan karakter. Jakarta: PT


Grasindo.

Konsil Kedokteran Indonesia, 2006. Standar Kompetensi Dokter. Edisi I.


Jakarta. Konsil Kedokteran Indonesia.

Murti, B. 2010. Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan
Kualitatif di Bidang Kesehatan. Cetakan Kedua. Yokyakarta: Gadjah Mada
University Press.

Riadiany, 2011. Tidak Ada Hubungan Negatif dan Signifikan antara Persepsi
terhadap Efektivitas Pengajaran di Sekolah dengan Kecemasan Siswa
Menghadapi Ujian Nasional dan Prestasi Belajar dengan Kecemasan
Siswa Menghadapi Ujian Nasional. tesis.
http://www.yai.ac.id/upi/publikasi. Diakses 4 Juni 2011

84 Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, Vol. 13, No. 1, April 2012: 69 - 80
Saputra, F.K. 2007. Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Terhadap Prestasi Belajar
Siswa Kelas Xi Sma Negeri 12 Semarang, tesis, http:// binadarma.ac.id.
Diakses, 16 Mei 2012.

Sastroasmoro dan Ismael. 2008. Dasar-dasar Metodelogi Penelitian Klinis.


Jakarta: Bina Rupa Aksara.

Sutrisno, Sukarianingsih, dan Dedek, 2012, Studi Model Pembelajaran


Berbasis Masalah (PBL) Untuk Meningkatkankualitas Pembelajaran
Penentuan Struktur Senyawa Organik Di Jurusan Kimia FMIPA
Universitas Negeri Malang, tesis, http// Ebook Friday.com, di akses 1
Agustus 2012.

Tarmidi dan Wulandari. 2005. Prestasi Belajar Ditinjau dari Siawa terhadap
Iklim Kelas yang Mengikuti Program Percepatan Belajar.Psikologia,
volume 1. Sumatra Utara.

Hubungan Antara Kedisiplinan dan Persepsi Mahasiswa…. (Basuki, dkk.) 85