Anda di halaman 1dari 2

CIPROFLOXACIN

1. JELASKAN PERUBAHAN FARMAKOKINETIK (ABSORBSI, DISTRIBUSI,


EKSKRESI, METABOLISME DAN ELIMINASI PADA PASIEN GERIATRI)
Senyawa flurokuinolon diabsorbsi dengan baik setelah pemberian oral dan terdistribusi
secara luas dijaringan tubuh. Makanan tidak menganggu absorbsi oral, namun dapat
menunda waktu tercapainya konsentrasi puncak dalam serum yang waktu paruh normal
dalam serum adalah berkisar dari 3 sampai 5 jam. Dosis oral ciprofloxacin untuk orang
dewasa adalah 250 sampai 750 mg tiap 12 jam. Semua fluroquinolone didistribusikan
dengan baik keseluruh jaringan dan cairan tubuh. Kadarnya tinggi dalam tulang, urin,
ginjal dan jaringan prostat dan konsentrasi dalam paru melebini konsentrasi dalam serum.
Floroquinolone juga berakumulasi dalam magrofag dan leukosit polimorfonuklear
sehingga efektif melawan organisme intraseluler. Floroquinolone diekskresikan melalui
rute ginjal.
2. JELASKAN PERUBAHAN FARMAKODINAMIK PADA PASIEN GERIATRI
Fluoroquinolone memasuki bakteri dengan difusi pasif kanal protein terisiair (porin) pada
membrane luar. Sekali berada dalam sel, obat ini menghambat replikasi DNA bakteri
dengan menganggu DNA girase dan topoimerase IV selama pertumbuhan dan reproduksi
bakteri. Pengikatan quinolone pada enzim dan DNA membentuk kompleks 3 molekul
yang menghambat resealing dan dapat meyebabkan kematian sel dengan menginduksi
pembelahan DNA. Karena DNA girase adalah target bakteriospesifik bag terapi
antimikroba, resisten-silang dengan obat antimikroba lain yang lebih sering digunakan
jarang terjadi tetapi hal ini semakin banyak terjadi pada kasus organisme yang resisten
multiobat. Lokasi kedua yang dihambat oleh fluoroquinolonne-topoisomerasi IV-
diperlukan oleh bakteri untuk pembelahan sel. Hal ini telah dilibatkan dalam proses
segregasi DNA yang baru bereplikasi. Pada organisme gram negative, inhibisi DNA
girase lebih signifikan dari pada terdapat topoisomerase IV, sedangkan pada organisme
gram-positif terjadi hal yang sebaliknya. Kadar serum ciprofloxacin yang dicapai efektif
terhadap infeksi sistemik kecuali infeksi serius akibat methicillin-resistant
Stahphylococcus aureus, enterokokus dan pneumokokus. Ciprofloxacin juga bermanfaat
secara khusus mengobati infeksi yang disebabkan oleh berbagai enterobacteriaceae dan
basil gram negaif lainnya serta merupakan obat plihan untuk profilaksis dan terapi
anthraks. Ciprofloxacin merupakan fluoroquinolone paling poten untuk infeksi
pseudomonas aeruginosa sehingga obat ini digunakan dalam terapi infeksi pseudomonas
akibat fibrosis kistik. Obat ini juga digunakan sebagai alternative bagi obat toksik, seperti
aminoglycoside. Obat ini dapat juga bekerja secara sinergik dengan beta lactam dan juga
memiliki manfaat dalam mengobati tuberculosis yang resisten.
3. JELASKAN JENIS, GOLONGAN TERAPI DAN EFEK SAMPING TERKAIT UMUR
YANG MUNGKIN TIMBUL AKIBAT PEMBERIAN OBAT
Golongan : fluoroquinolone
Efek samping : 1. Gastrointestinal : efek samping paling sering adalah mual,
muntah, dan diare yang terjadi pada 3 sampai 6 persen pasien
2. masalah pada system saraf pusat : yang paling menonjol adalah sakit kepala dan pusing
atau kepala terasa ringan. Ciprofloxasin juga menganggu metabolism theophylline dan
dapat membangkitkan kejang.
3. fototoksisitas : pasien yang mengkonsumsi fluoroqunolone disarankan untuk
menghindari sinarmatahari yang berlebih dan menggunakan tabir surya.
4. masalah pada jaringan ikat : fluoroqunolone harus dihindari pada ibu hamil dan
menyusui, pada anak yang kurang dari 18 tahun karena erosi kartilago articular (artropati)
yang terjadi pada hewan percobaan yang belum dewasa serta dapat meningkatkan resiko
tendonitis dan rupture tendon pada semua rentan usia yang meningkat dengan
beratmbahnya umur terutama pada pasien yang berusia lebih dari 60 tahunyang dapat
terjadi dalam 48 jam setelah di mulai terapi.
4. JELASKAN KEMUNGKINAN INTERAKSI OBAT DARI PEMBERIAN RESEP
DIATAS
Ciprofloxasin dan ofloxacin dapat meningkatkan kadar theophylline dalam serum dengan
menghambat metabolismenya.