Anda di halaman 1dari 3

Nama : Elly Ardianti

NIM : 131511133058
Kelas : A2 2015

Asuhan Keperawatan Klien dengan IMA (Infark Miokard Akut)

Definisi
Infark miokard akut adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh karena sumbatan
pada arteri koroner. Sumbatan akut terjadi oleh karena adanya aterosklerotik pada
dinding arteri koroner sehingga menyumbat aliran darah ke jaringan otot jantung. (M.
Black, Joyce, 2014 : 343).

Etiologi

Faktor penyebab :
1. Suplai oksigen ke miocard berkurang yang disebabkan oleh 3 faktor :
a) Faktor pembuluh darah : Aterosklerosis, spasme, arteritis.
b) Faktor sirkulasi : Hipotensi, stenosos Aurta, insufisiensi.
c) Faktor darah : Anemia, hipoksemia, polisitemia.
2. Curah jantung yang meningkat disebabkan oleh : aktifitas yang berlebihan,
emosi, makan terlalu banyak, dan hypertiroidisme.
3. Kebutuhan oksigen miocard meningkat pada : kerusakan miocard,
hypertropimiocard, dan hypertensi diastolic.
Faktor predisposisi :
1) Tidak dapat diubah : Usia > 40 tahun, jenis kelamin wanita, hereditas, dan ras
kulit hitam.
2) Dapat diubah :
a) Mayor : hiperlipidemia, hipertensi, merokok, diabetes, obesitas, diet tinggi
lemak jenuh, aklori.
b) Minor : inaktifitas fisik, pola kepribadian tipe A (emosional, agresif,
ambisius, kompetitif), stress psikologis berlebihan.

Manifestasi Klinis
a. Nyeri dada, perut, punggung, atau lambung yang tidak khas.
b. Mual atau pusing.
c. Sesak napas dan kesulitan bernapas.
d. Kecemasan, kelemahan, atau kelelahan yang tidak dapat dijelaskan
e. Palpitasi, kringat dingin, pucat
Pemeriksaan Penunjang

a. Pemeriksaan Laboratorium : CK (Kreatinin Fosfokinase), SGOT (Serum


Glutamic Oxalo-acetic Transaminase), dan LDH (Lactat Dehidrogenase)
b. Pemeriksaan EKG

Komplikasi
Disritmia, syok kardiogenik, gagal jantung, edema paru, emboli paru, infark
miokardum berulang, dan perikarditis

PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION (PCI)

Definisi
Suatu teknik untuk menghilangkan trombus dan melebarkan pembuluh darah koroner
yang menyempit dengan memakai kateter balon dan seringkali dilakukan pemasangan
stent. Tindakan ini dapat menghilangkan penyumbatan dengan segera, sehingga aliran
darah dapat menjadi normal kembali, sehingga kerusakan otot jantung dapat dihindari
(Majid, 2007).

Indikasi
1. Acute ST-elevation myocardial infarction (STEMI)
2. Non–ST-elevation acute coronary syndrome (NSTE-ACS)
3. Unstable angina
4. Stable angina
5. Anginal equivalent (eg, dyspnea, arrhythmia, or dizziness or syncope)
6. High risk stress test findings

Kontraindikasi
- Memiliki riwayat stroke hemoragik - Riwayat perdarahan GI
- Memiliki riwayat bleeding disorder - CHF yang tidak terkontrol, BP tinggi, aritmia
- Gangguan elekrolit - Infeksi ( demam )
- Gagal ginjal - Perdarahan saluran cerna akut/anemia
- Stroke baru (< 1 bulan) - Intoksikasi obat-obatan (seperti : Kontras )
- Pasien yang tidak kooperatif - Usia kehamilan kurang dari 3 bulan

Komplikasi
Komplikasi meliputi : Diseksi arteri koroner, vasospasme arteri koroner, akut disritmia,
cardiac arest, tamponade jantung, hipotensi, perdarahan, hematoma, pseudoaneurisma,
fistula arteriovenosus, thrombosis dan embolisasi distal, dan contrast induce nefropathi
(CIN)
CORONARY ARTERY BYPASS GRAFTING (CABG)

Definisi
Metode revaskularisasi yang umum dilakukan pada psaien yang mengalami
atherosclerosis dengan 3 atau lebih penyumbatan pada arteri koroner atau penyumbatan
yang signifikan pada Left Main Artery Coroner. (Chulay dan Burns, dalam Widiastuti
2015)

Indikasi
a. Angina yang tidak dapat dikontrol dengan terapi medis, angina yang tidak stabil
b. Sumbatan yang tidak dapat ditangani dengan terapi PTCA
c. Sumbatan/ Stenosis arteri koroner kiri ≥ 70%
d. Pasien dengan sumbatan 3 pembuluh darah arteri dengan angina stabil atau tidak
stabil

Kontraindikasi

Sumbatan pada arteri < 70% sebab aliran darah tersebut masih cukup banyak, sehingga 
mencegah aliran darah yang adekuat pada pintasan. Akibatnya, akan terjadi bekuan pada
CABG, sehingga hasil operasi menjadi sia­sia (Muttaqin, 2009). 

TERAPI FIBRINOLITIK

Definisi
Penggunaan terapi fibrinolitik pada dasarnya bertujuan untuk menyelamatkan
miokardium dan restorasi cepat patensi arteri koroner (Stiermaier, et al, 2013).

Obat Terapi Fibrinolitik

1. Alteplase (Activase®; rtPA) diberikan secara bolus IV diikuti dengan infus.


2. Retaplase (Retavase®) biasanya diberikan sebagai injeksi bolus IV. Retaplase
digunakan pada infark miokardial akut dan embolisme paru.
3. Tenecteplase (TNK-tPA) diberikan secara IV bolus. TNK-TPA hanya digunakan
pada infark miokardial akut.
4. Streptokinase dan anistreplase digunakan pada infark miokardial akut,
thrombosis vena dan aterial, dan embolisme paru.

Kontraindikasi Absolut Kontraindikasi Relatif


Stroke hemoragik, stroke iskemik 6 TIA, pemakaian antikoagulan oral,
bulan terakhir, kerusakan sistem saraf kehamilan, hipertensi refrakter, ulkus
sentral, trauma berat dalam 3 minggu peptikum, dan penyakit hati.
terakhir, dan penyakit perdarahan.