Anda di halaman 1dari 14

Tugas Akhir M1 : Modul Kimia 1

Setelah Saudara mempelajari Modul Kimia-1, silahkan selesaikan tugas akhir modul Kimia-
1. Tugas ini bersifat menguji kemampuan Saudara untuk mengeksplorasi materi yang
disajikan dalam modul dengan pencapaian peradaban manusia terkait dengan materi tersebut.

1. Setiap muncul teori atom yang baru selalu didahului adanya kelemahan substantif
dari teori atom sebelumnya yang tidak dapat menerangkan beberapa aspek yang
diperoleh dari fakta eksperimen yang dihasilkan secara langsung maupun tidak
langsung. Cobalah dibuat ringkasan pencetus teori atom dan kelemahannya serta
eksperimen pendukung teori yang menumbangkan.

A. Teori Atom Jonh Dalton


Sudah sejak zaman purba manusia ingin mengetahui sifat bahan penyusun
materi. Bila dilihat dengan mata, maka bahan tampak sebagai massa kontinu, namun
bukti eksperimental menunjukkan bahwa materi terdiri dari satuan satuan yang
terpisah-pisah dan nyata. Pada awalnya gagasan tentang atom dikemukakan oleh
Demokritus dan Leukipos. Mereka menganggap bahwa
pembagian materi bersifat diskontinu, jika suatu materi
dibagi dan dibagi lagi maka pada akhirnya akan diperoleh
partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi, partikel kecil
tersebut disebut atom (a = tidak; tomos = terbagi). 2000
tahun kemudian (1805) barulah John Dalton menempatkan
konsep atom secara kokoh menjadi konsep pokok
keilmuan kimia.
John Dalton mengemukakan hipotesa tentang atom berdasarkan hukum kekekalan
massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Proust). Teori yang diusulkan
Dalton:
 Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
 Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki
atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
 Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat
dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
 Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali
dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Model atom Dalton adalah gagasan tentang partikel materi yang
menyatakan bahwa materi terdiri atas butiran-butiran yang sangat kecil, yaitu atom.
Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang mempunyai sifat yang sama dengan
unsur itu. Model atom dalton ini digambarkan dengan model atom sebagai bola
pejal seperti pada tolak peluru.

Model Atom Dalton

Kelemahan dari Teori Atom Dalton

1. Teori ini telah gagal menjelaskan adanya keberadaan alotrop. Perbedaan sifat
arang, grafit serta berlian tidak mampu dijelaskan karena ketiganya terdiri dari
atom yang sama ( karbon ).
2. Menurut John Dalton, atom dari unsur yang sama yaitu sama dalam segala hal.
Pernyataan ini salah karena atom dari unsur yang berbeda disebut isotope.
Contohnya, Klorin mempunyai dua isotope yang mempunyai massa yang
mempunyai nomor massa 37 dan 35 satuan massa atom.
3. John Dalton mengatakan atom elemen yang berbeda. Hal ini terbukti salah dalam
kasus tertentu.
4. Atom unsur yang berbeda telah bergabung dalam rasio nomor sederhana
keseluruhan untuk membentuk senyawa. Ini tidak terlihat pada senyawa
kompleks misalnya gula C12H22O11 .
5. Tidak menerangkan hubungan larutan senyawa dan daya hantar arus listrik, jika
atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur dan tidak dapat dibagi lagi.

Eksperimen yang menumbangkan

Pada tahun 1834 Faraday mengemukakan bahwa materi dan listrik adalah
ekivalen. Penemuan elektron diawali dengan pembuatan tabung sinar katoda oleh J.
Plucker (1858) dan dipelajari lebih lanjut oleh W. Crookes (1875), dan J.J. Thomson
(1879).
1. Percobaann Thomson
Apabila suatu tabung vakum dengan dua electrode dan mengandung gas
sedikit mendapat tegangan listrik dari luar, maka akan terjadi arus partikel dari
elektroda negative, atau katoda, ke elektroda positif, atau anoda. Arus katoda ini
merupakan arus electron. Muatan electron adalah negative dan besarnya 1,602 x
1011 C/kg. ternyata nilai perbandingan e/me saja tidak cukup untuk mengetahui
sifat electron, sehingga harus dicari cara untuk menentukan muatan electron bebas.
Selanjutnya dari bukti eksperimen diketahui bahwa sinar katode
mempunyai sifat sebagai berikut:
1. Merambat menurut garis lurus, kecuali kalau dikenai gaya dari luar.
2. Bermuatan negatif karena tertarik oleh lempeng yang bermuatan positif dan
dibelokkan oleh medan magnit dengan arah yang sama.
3. Terdiri dari partikel dengan massa yang pasti karena dapat menggerakkan
bolang-baling dalam tabung sinar katode.
4. Sifat sinar katode tidak tergantung pada bahan katode, macam gas dalam
tabung, maupun macam kawat penghantar arus listrik dalam tabung.
5. Dari bukti eksperimen juga dapat dinyatakan bahwa elektron merupakan
partikel dasar yang dijumpai dalam setiap zat.

2. Percobaan Milikan
Penentuan muatan electron telah dilakukan oleh Milikan (1909) dengan
tetesan minyaknya. Ruang antara pelat bermuatan mengandung udara. Dasar alat
milikan terdiri dari dua pelat yang bermuatan dari pengatomasi A disemprotkan
tetesan minyak.
Electron dibebaskan dari atom gas yang terdapat antara pelat oleh seberkas
sinar – X. bila tetesan minyak disemprotkan ke dalam ruangan, electron akan
menempel pada tetesan minyak yang dilewatkan antara dua pelat tersebut. Dengan
menentukan muatan total pada minyak, banyaknya minyak dan pengandaian bahwa
satu tetes hanya mengikat satu electron, maka muatan electron dapat dihitung. Nilai
muatan yang didapat, digabungkan dengan nilai m/e dari Thomson, memberikan
nilai e/me, massa electron. Apabila nilai m/e ini dibandingkan terhadap nilai massa
hydrogen, m/H, maka me/mH = 1/1837.
Suatu elektrode logam diletakkan pada kedua ujung tabung gas dan udara
dikeluarkan dari tabung dengan menggunakan pompa fakum. Bila tabung diberi
muatan listrik maka sinar akan dipancarkan dari katode (elektrode negatif) menuju
ke anode (elektrode positif). Karena sinar yang dipancarkan berasal dari katode
maka disebut sinar katode. Pada percobaan tersebut juga dilakukan pengamatan
tentang pengaruh adanya medan listrik dan medan magnet terhadap sinar katode.

B. Teori Atom J.J. Thomson


Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh J.J. Thomson, eksperimen yang
dilakukannya dengan menggunakan tabung sinar kotoda. Hasil eksperimennya
menyatakan terdapat partikel bermuatan negative dalam atom
yang disebut elektron. Atom merupakan partikel yang bersifat
netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus
ada partikel lain yang bermuatan positif untuk menetralkan
muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut,
Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom Dalton dan
mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori
Atom Thomson. Pada tahun 1904, J. J Thomson
mengemukakan suatu model atom yang berbeda dengan teori atom Dalton.
Model atom Thomson didasarkan pada asumsi bahwa massa elektron lebih
kecil dari massa atom, dan elektron merupakan partikel penyusun atom. Karena atom
bermuatan netral, maka elektron yang bermuatan negatif akan menetralkan suatu
muatan positif dalam atom. Hal ini mendukung keberadaan proton dalam atom.
Model Atom Thomson “Roti Kismis”

Kelemahan model atom Thomson


Model atom Thomson memiliki kelemahan yaitu belum ada bagian-bagian atom
atau dengan kata lain tidak ada pemisahan antara elektron dan proton, karena kedua
tersebar merata ke seluruh atom. Selain itu juga, belum dapat menerangkan
bagaimana susunan muatan positif dalam bola dan jumlah electron.

Eksperimen yang Menumbangkan

Ernest Rutherford (1871 – 1937), ilmuwan Inggris bersama dua orang


asistennya Geiger dan Marsden pada tahun 1911, menguji kebenaran model atom
Thomson. Mereka melakukan percobaan dengan menembakkan sinar alfa (α) melalui
celah pelat timbal dan ditumbukkan dengan lempeng emas tipis yang berukuran 0,01
mm. Untuk mendeteksi partikel alfa yang keluar dari lempeng emas, dipasang layar
yang berlapis seng sulfida. Apabila partikel α bertumbukkan dengan lempeng ini
maka akan menyebabkan nyala sekilas atau fluoresensi yang dapat terlihat secara
jelas.
Hasil pengamatan Rutherford dinyatakan sebagai berikut:

1) Sebagian besar sinar α dapat menembus lempeng emas dengan lurus, hal ini
terjadi karena tidak dipengaruhi oleh elektron-elektron. Karena sebagian besar
bagian atom merupakan ruang kosong.
2) Sebagian kecil sinar α dibelokkan, karena lintasannya terlalu dekat dengan inti
atom, sehingga dipengaruhi oleh gaya tolak inti atom. Karena inti atom
bermuatan positif.
3) Sedikit sekali sinar α dipantulkan kembali sebab tepat bertumbukkan dengan
inti atom. Karena massa atom terpusatkan pada inti atom.
Dengan kenyataan seperti itu, Rutherford membuat teori atom, sebagai berikut:
1. Muatan positif berkumpul pada suatu titik di tengah-tengah atom yang disebut
inti atom.
2. Muatan negatif (elektron) berada di luar inti atom dan bergerak mengelilingi
inti pada lintasannya seperti planet-planet mengelilingi matahari pada sistem
tata surya.

C. Model Atom Rutherford

Dalam percobaannya, Ernest Rutherford (1871-1937)


menembakkan partikel _ (alfa)pada kepingan emas yang tipis dengan tebal 1/100 mm.
partikel alfa adalah partikel yang mempunyai massa 7000 kali massa elektron. Hasil
pengamatan menunjukkan adanya partikel-partikel yang dihamburkan, dibelokkan
dan dipantulkan.. Berdasarkan hasil experimennya, Ruther ford menyangkal teori
atom J.J Thomson.Pada tahun 1911 ia menyusun model atom yang baru. Hasil
penelitian Rutherford sekaligus menggantikan model atom Thomson, Rutherford
mengajukakan model atom yang menyatakan bahwa atom tersusun dari inti yang
bermuatan positif dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif, seperti
planet mengelilingi matahari. Rutherford menyatakan :
1. Atom sebagian besar tediri dari ruang hampa dengan satu inti yang bermuatan
positif dan satu atau beberapa electron yang beredar disekitar inti, seperti planet-
planet yang bergerak dalam sistem tata surya. Massa atom sebagian besar terletak
pada intinya.
2. Atom secara keseluruhan bersifat netral, muatan positif pada inti sama besarnya
dengan muatan elektron yang beredar di sekitarnya. Muatan positif pada inti
besarnya sama dengan nomer atom dikalikan dengan muatan elementer.
3. Inti dan elektron tarik-menarik. Gaya tarik menarik ini merupakan gaya
sentripetal yang mengendalikan gerak elektron pada orbitnya masing-masing
seperti grafitasi dalam tata surya.
4. Pada reaksi kimia, inti atom tidak mengalami perubahan. Yang mengalami
perubahan ialah elektron-elektron pada kulit terluar.

Model atom Rutherford

Kelemahan Model atom Rutherford


Menurut hukum fisika klasik, elektron yang bergerak mengelilingi inti
memancarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya, lama-
kelamaan elektron itu akan kehabisan energi dan akhirnya menempel pada inti.
a. Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan
cara rotasinya terhadap ini atom.
b. Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi
tidak stabil.
c. Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).
Eksperimen yang Menumbangkan
Ditahun 1913, seorang pakar fisikawan asal Denmark dengan nama Niels Bohr
menyatakan bahwasanya teori atom dari Rutherford dapat untuk disempurnakan
kembali menjadi teori atom yang lebih baik. Dimana, Niels Bohr dengan percobaan
yang dilakukan menggunakan teori kuantum dari Planck. Dari percobaan yang
dilakukannya ketika melihat penampakan sinar yang berada disekitar cahaya berupa
bola pejal ataupun nyala api bahkan listrik tegangan tinggi. Dari hal tersebut Bohr pun
menyempurnakan penelitian dari teori yang diajukan oleh Rutherford. Para ahli
kadang memberikan istilah teori atom Rutherford-Bohr.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya. Bohr pun mengemukakan teori
yang di milikinya yang menyebutkan bahwa elektron yang bermuatan negatif berputar
mengengelilingi inti atom yang bermuatan atom positif pada jalur lintasanya
tersendiri. Dan setiap lintasan elektron yang memiliki orbitnya tersendiri memiliki
kekuatannya elektronnya tersendiri. Dengan elektron terluar merupakan elektron yang
paling mudah lepas atau berpindah. Sedangkan, elektron yang paling dekat dengan
inti merupakan elektron yang paling sulit untuk berpindah. Ketika electron akan
berpindah dari satu orbit ke orbit lain. Maka, diperlukan suatu energi yang berfungsi
untuk memindahkan atau menghandatkan muatan elektron ke lintasan yang lemah
atapun menarik ke lintasan yang terdekat dengan inti atom.
D. Teori Atom Niels Bohr

Dari penjelasan teori atom Bohr. Niels Bohr pun


menggambarkan model atom Bohr dengan bentuk seperti tata surya yang terkadang
diistilahkan sebagai model atom tata surya. Dimana, Bohr menjelaskan bahwa model
atom Bohr sebagai berikut :

1. Elektron yang berada di lintasannya tersendiri mengelilingi inti atom dengan


setiap elektron berada pada lintasanya tersendiri. Dalam hal ini Niels Bohr
memisalkan dengan istilah lintasan K, L, M, … dan lintasan seterusnya.
2. Setiap elektron yang berotasi pada lintasanya dan bersifat stasioner. Maka, energi
elektron terhadapt inti atom dalam struktur atom akan bersifat tetap. Artinya,
tidak akan ada energi yang diserap ataupun diemisikan satu sama lain.
3. Setiap muatan elektron dalam setiap lintasan dapat berpindah dari satu lintasan ke
lintasan lain dengan setiap lintasan akan membutuhkan energi yang berbeda. Dari
energi yang dibutuhkan oleh setiap elektron disetiap lintasan kulit tersebut akan
membuat elektron mampu berpindah dari satu orbit ke orbit lainnya. Dimana,
besarnya energi yang diperlukan untuk berpindah dapat dihitung dengan
persamaan Planck.
4. Setiap Orbit stasioner muatan elektron yang mengelilingi inti atom momentum
sudut. Dimana, besarnya jumlah sudut merupakan kelipatan dari nh/2π. Dimana,
setiap n merupakan bilangan kulangan kuantum dan h merupakan tetapan Planck.
Setiap kulit atom yang dilambangkan dengan n = 1, n = 2, n = 3. dan seterusnya.
Dengan demikian, banyaknya orbit setiap atom dalam tabel periodik memiliki
nilai tersendiri dan mempengaruhi banyaknya jumlah elektron pada setiap orbit
tersebut. Namun, pada teori atom Bohr ini masih terdapat kekurangan yang sampai
sekarang masih berusaha untuk disempurkana oleh setiap ilmuan yang ada.
Model Atom Niels Bohr

Kelemahan Teori Atom Niels Bohr


Kelemaahan yang terdapat pada model atom Niels Bohr adalah
2. Terjadi penyimpangan untuk atom yang lebih besar dari hidrogen.
3. Tidak dapat menerangkan efek Zaeman, yaitu spektrum atom yang lebih rumit
apabila atom ditempatkan pada medan magnet.

Eksperimen yang Menumbangkan


Pada tahun 1926, Erwin Schrodinger seoraang ilmuwan dari Austria,
mengemukakan teori atom yang disebut teori atom mekanika kuantum. Yang
mendasarkan model atomnya pada hipotesis de Broglie mengenai dualisme partikel
dan ketidakpastian Heisenberg.
Menurut Louis de Broglie, cahaya memiliki sifat partikel dan sifat cahaya. Sifat
partikel ditandai dengan memiliki massa. Sifat cahaya ditandai dengan memiliki sifat
gelombang dalam gerakannya. Dengan demikian, elektron yang memiliki massa dapat
dipandang sebagai partikel dan cahaya. Akibat dualisme elektron, Heisenberg
mengajukan prinsip ketidakpastian.
Menurut Heisenberg, tidak ada metode yang dapat digunakan untuk menentukan
kedudukan elektron. Akan tetapi, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian
menemukan elektron. Erwin Schrodinger memperoleh hadiah Nobel 1933 bidang
fisika bersama Paul Dirac, seorang fisikawan lain, untuk karya perintis mereka dalam
mekanika kuantum.

E. Teori Atom Modern


Menurut teori mekanika kuantum, elektron dalam mengelilingi inti terletak pada
tingkat-tingkat tertentu. Akan tetapi, keberadaan elektron tidak dapat dipastikan
kedudukannya secara tepat. Adapun yang dapat dipastikan hanyalah kebolehjadian
menemukan elektron. Daerah atau ruang kebolehjadian menemukan elektron disebut
orbital.

Teori Atom Mekanika Kuantum

Teori atom modern:


1. Inti atom tersusun atas proton (p) bermuatan positif 1(+1) dan netron(n) tidak
bermuatan (netral) yang dikelilingi elektron bermuatan negative 1(-1)
2. Elektron beredar mengelilingi inti melalui lintasan kulit mulai yang paling rendah
sebagai kulit No.1, selanjutnya kulit No.2 , yang dilambangkan dengan K, L, M,
N, O dan seterusnya.
3. Kulit elektron tersusun atas sub kulit
4. Sub kulit tersusun atas orbital (ruang elektron)
5. Kulit, sub kulit, Orbital serta peredaran elektron ditentukan oleh bilangan-bilangan
kuantum

Kelemahannya Teori Atom Modern


Hanya dapat menerangkan atom-atom yang memiliki elektron tunggal seperti gas
hidrogen tetapi tidak dapat menerangkan spektrum warna dari atom yang memiliki
banyak elektron.
2. Penemuan-penemuan baru di bidang ilmu kimia telah banyak memudahkan
kehidupan manusia. Dalam bidang kesehatan misalnya, penemuan baterai
berukuran kecil tetapi mampu menampung energi yang relatif besar sangat
membantu untuk menjalankan peralatan bantu dengar, alat bantu pacu jantung,
dll. Cobalah Saudara eksplorasi berbagai temuan alat-alat modern yang
menunjang kesejahteraaan manusia kemudian pikirkan sumbangan ilmu kimia
manakah yang mendukung peralatan tersebut.
A. Alat Pencuci Darah

Hemodialisis berasal dari kata “hemo” artinya darah, dan “dialisis ” artinya
pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisis berarti proses pembersihan darah dari zat-zat
sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal
buatan berupa mesin dialisis. Hemodialisis dikenal secara awam dengan istilah ‘cuci
darah’. Pada hemodialisis darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan diedarkan
dalam sebuah mesin di luar tubuh, sehingga cara ini memerlukan jalan keluar-masuk
aliran darah. Untuk itu dibuat jalur buatan di antara pembuluh arteri dan vena atau
disebut fistula arteriovenosa melalui pembedahan. Lalu dengan selang darah dari
fistula, darah dialirkan dan dipompa ke dalam mesin dialisis. Untuk mencegah
pembekuan darah selama proses pencucian, maka diberikan obat antibeku yaitu
Heparin.
Aliran keluar ke penampungan dialisat.darah masuk ke salah satu kompartemen
dialiser. Pada kompartemen lainnya dialirkan dialisat, yaitu suatu carian yang
memiliki komposisi kimia menyerupai cairan tubuh normal. Kedua kompartemen
dipisahkan oleh selaput semipermeabel yang mencegah dialisat mengalir secara
berlawanan arah. Zat-zat sampah, zat racun, dan air yang ada dalam darah dapat
berpindah melalui selaput semipermeabel menuju dialisat. Itu karena, selama
penyaringan darah, terjadi peristiwa difusi dan ultrafiltrasi. Ukuran molekul sel-sel
dan protein darah lebih besar dari zat sampah dan racun, sehingga tidak ikut
menembus selaput semipermeabel.
Darah yang telah tersaring menjadi bersih dan dikembalikan ke dalam tubuh
penderita. Dialisat yang menjadi kotor karena mengandung zat racun dan sampah, lalu
dialirka Difusi adalah peristiwa berpindahnya suatu zat dalam campuran, dari bagian
pekat ke bagian yang lebih encer. Difusi dapat terjadi bila ada perbedaan kadar zat
terlarut dalam darah dan dalam dialisat. Dialisat berisi komponen seperti larutan
garam dan glukosa yang dibutuhkan tubuh. Jika tubuh kekurangan zat tersebut saat
proses hemodialisis, maka difusi zat-zat tersebut akan terjadi dari dialisat ke darah.
Ultrafiltrasi merupakan proses berpindahnya air dan zat terlarut karena perbedaan
tekanan hidrostatis dalam darah dan dialisat. Tekanan darah yang lebih tinggi dari
dialisat memaksa air melewati selaput semipermeabel. Air mempunyai molekul
sangat kecil sehingga pergerakan air melewati selaput diikuti juga oleh zat sampah
dengan molekul kecil. Kedua peristiwa tersebut terjadi secara bersamaan. Setelah
proses penyaringan dalam dialiser selesai, maka akan didapatkan darah yang bersih.
Darah itu kemudian akan dialirkan kembali ke dalam tubuh.

B. Panci Anti Lengket (Teflon)


Seorang peneliti di sebuah perusahaan kimia terkenal DuPont bernama Roy
Plunkett sedang mencari bahan yang dapat digunakan untuk menggantikan CFC
(chlorofluorocarbons, suatu bahan pendingin yang biasa digunakan di lemari es atau
AC mobil, biasa disebut juga dengan freon). Ia memiliki teori jika ia mencampurkan
sebuah senyawa bernama TFE dengan hydrochloric acid, ia akan mendapatkan suatu
zat pendingin baru yang diinginkan. Oleh karena itu ia mengumpulkan gas TFE dalam
jumlah cukup besar yang kemudian ia pampatkan dan dinginkan dalam temperatur
rendah di dalam sebuah kaleng logam laboratorium bersama dengan hydrochloric acid
agar bereaksi.
Keesokan harinya saat ia ingin mengamati apa yang terjadi, ia menemui bahwa
gas TFE yang ia campurkan di dalam kaleng tersebut telah hilang. Dengan kecewa
dan marah ia membuka tutup kaleng logam dan menggoyang-goyangkannya dengan
keras. Dari tutup kaleng tersebut tiba-tiba berjatuhan serpihan-serpihan kecil berwarna
putih dan licin. Serpihan-serpihan putih ini selanjutnya ia berikan kepada peneliti lain
di Dupont agar diteliti lebih jauh yang di kemudian hari ternyata menjadi bahan dasar
pembuatan panci anti lengket (panci teflon).
C. Penemuan Robot Molekuler yang Mampu menjalankan Perintah
Penemuan spektakuler di bidang kimia kali ini adalah terkait dengan peran ilmu
kimia di bidang tekonologi. Para ilmuwan saat ini telah mampu mengembangkan
sebuah robot molekuler yang dirancang untuk dapat diprogram. Robot molekuler
merupakan sebuah mesin sub mikroskopsi molekuler yang terbuat terbuat dari DNA
sintesis dan bergerak di antara lokasi jalur yang terpisah pada jarak 6 nano meter saja.
Sebelumnya, ilmuwan lain telah menemukan robot sejenis yang terbuat dari molekul
DNA sintesis dan mampu bergerak secara otonom. Inovasi dari penemuan ini adalah
bagaimana agar robot tersebut mampu bergerak ke segala jalur dan tidak hanya
bergerak lurus. Inilah yang membuat penemuan ini menjadi penting, yakni kuncinya
terletak pada “jepitan bahan bakar,” yakni sebuah molekul yang akan bertindak
sebagai sumber energi kimia dari robot tersebut sekaligus juga fungsinya untuk
mendorong robot sepanjang jalur serta sebagai instruksi routing. Instruksi ini nantinya
akan memberi tahu si robot ke arah mana harus bergerak selanjutnya, apakah ke
kanan, ke kiri, persimpangan di sebuah jalur dan sebagainya. Bahan ini secara tepat
mampu mengendalikan rute robot, sekaligus juga akan memungkinkan terjadinya
proses transfer obat atau bahan lainnya ke tubuh robot tersebut