Anda di halaman 1dari 5

E-Book Artikel Materi (onlinekonselor.

id:2017)

Toilet Training Untuk Anak


By : Ustadz Arif Rahman Hakim

Toilet training itu istilah popular untuk melatih si kecil buang air kecil maupun buang
air besar di kamar mandi. Ini juga merupakan salah satu bagian dari upaya mendidik anak
supaya mandiri sejak dini.
kemudian juga sarana untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang hukum najis
yang bisa membatalkan sholat apabila najis itu tidak dihilangkan dan juga sekaligus
bagaimana cara bersuci dari hadast kecil yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak kita.
Toilet training ini akan mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana mengenal
dirinya sendiri dan bagaimana merasakan reaksi atau tanda-tanda alam yang ada didalam
diri mereka masing-masing.
Kemudian juga toilet training ini juga bisa menambah rasa percaya diri anak sehingga
dia tidak malu akibat mengompol dicelana misalkan ada anak sudah sekolah TK ataupun
SD bahkan, tapi kok masih sempet ada yang ngompol maka ini bisa menghindari mereka
dari malu didepan teman-temanya.
Manfaat yang berikutnya adalah kita bisa menjaga rumah kita agar tidak terkena najis
secata tidak terkontrol, sehingga tidak ada yang pipis sembarangan bahasanya kira-kira
seperti itu, disamping juga mengurangi beban cucian baju, cucian sprey, ngepel rumah,
ini juga bisa berkurang pekerjaanya.
Kalau anak-anak suka mengompol masih berceceran kemana-mana kita akan ada
beban cucian baju, cucian spey dan lain-lain. Menghemat tenaga dan waktu karena tidak
perlu melakukan aktivitas membersikan najis yang berlebihan dan tentu saja menghemat
kita tidak perlu beli pempers.
Ada keluarga-keluarga kecil yang anaknya dipakaikan pempers terus gitu ya, nah
mungkin dengan cara seperti ini lebih hemat tidak perlu membeli pempers.
sebetulnya kapan sebaiknya toilet training dimulai, ada beberapa yang mengatakan
toilet training itu dimulai pada saat anak-anak itu sudah bisa berjalan dan jongkok. Jadi
dari berjalan bisa langsung jongkok, atau dari jongkok langsung bisa berjalan, sekitar 15-
18 bulan insyaallah sudah bisa dimulai toilet training.

Copyrights are protected under the law Republic of Indonesia 1


E-Book Artikel Materi (onlinekonselor.id:2017)

Sebelum masuk pada tahap toilet training, jadi kalau misalkan anak-anak sudah bisa
jalan kemudian jongkok atau misalkan dia sudah bisa menarik celana, makai celana, bisa
narik celananya sampai keatas, itu juga bisa untuk toilet training atau dia sudah tidak
nyaman dengan pempers itu juga sudah saatnya untuk toilet training.
Ada dua tahap toilet training, tahap pertama adalah mengajarkan kepada anak-anak
bagaimana cara buang air kecil ini dulu, dan kemudian setelah ini tahap kedua adalah
bagaimana mengajarkan anak untuk buang air besar.
Kita masuk ke tahap pertama dulu bagaimana mengajarkan anak untuk buang air
kecil, jadi begitu sudah cukup usianya untuk belajar buang air kecil biarkan mereka tidak
pakai pempers. Jadi jangan pakaikan pempers pada hari itu, lalu ayah bunda silahkan
catat waktu-waktu dimana anak minum, jadi biasakan anak minum susu itu dicatat
waktunya pas minum susu jam berapa.
Misalkan pas minum susu jam 7 pagi, misalkan seperti itu, catat kemudian anak
bermain-main setelah minum susu tiba-tiba dia ketahuan mengompol pertama kali setelah
minum susu tadi, catat waktunya misalkan mengompol pertama kali setelah minum susu
jam 08.15 nah itu adalah waktu pertama untuk anak mengompol atau buang air kecil, lalu
dihitung jarak antara waktu pertama kali minum dan pertama kali mengompol.
Kalau tadi berarti 1 jam lebih 15 menit silahkan ayah bunda kurangi dari waktu 1 jam
15 menit itu kira-kira 10 menit, jadi kira-kira satu jam waktunya dan kemudian setelah
waktu itu tercatat 1 jam ayah bunda silahkan setiap anak habis minum catat waktunya
satu jam setelah anak minum.
Anak diajak dan dibujuk untuk pipis di kamar mandi, ajak anak masuk kamar mandi,
kemudian setelah dia bisa pipis biaanya kalau pertama-tama anak akan protes dia tidak
mau disuruh pipis dia akan teriak-teriak bahkan mungkin ada yang menangis mengatakan
tidak-tidak tidak pingin pipis tidak pingin pipis.
Tetapi kita bersabar saja tunggu suruh tetap dia dalam keadaan berjongkok dan
tunggu dia sampai bisa pipis, setelah dia bisa pipis dicebokin dan beri dia pujian bahwa
dia sudah pinter pipis nah kira-kira seperti itu lakukan itu beberapa hari kedepan.
Jadi bersabarlah dalam melakukan itu selama beberapa hari kedepan sehingga anak
kemudian tahu jadi begitu anak tadi ngompol pertama kali kita bilang ooh pipis ya jadi
anak tahu bahwa itulah yang disebut pipis.

Copyrights are protected under the law Republic of Indonesia 2


E-Book Artikel Materi (onlinekonselor.id:2017)

Ketika anak kemudian satu jam dibawa dikamar mandi disuruh pipis kita bilang sama
anak lagi yuk pipis yo pipis ini rasanya pipis seperti sekarang ini rasanya pingin pipis
seperti sekarang ini, karena anak tidak tau rasanya pipis itu seperti apa, nah diajarkan
kepada anak biar dia tahu raanya pipis seperti apa.
Kemudian masih dalam konteks melatih anak buang air kecil, ada juga kita melatih
anak supaya tidak mengompol di tempat tidur, nah untuk melatih anak untuk tidak
mengompol ditempat tidur ini, biarkan anak tidur tanpa pempers, tetapi siapkan
perangkat agar kasur tidak terkena ompol jadi dikasih lembaran plastik serta kain-kain
diatasnya agar ketikan anak pipis atau ngompol itu tidak kemana-mana ompolnya.
Catat jam tidur anak misalkan disini kita taruh misalkan tidur jam 20 kemudian catat
jam anak ngompol pertama kali jadi misalkan taruh jam 23 dia ngompol , nah jam 23 dia
ngompol mungkin kita tidak tahu persis ya jam 23 atau mungkin jam 23 kurang 10 tetapi
ketahuanya kira-kira jam 23 dia ngompol kita catat selisih waktunya dikurangi 15 menit
jadi kira-kira 2 jam 45 menit yang kita catat bahwa anak akan mengompol setelah 2 jam
45 menit.
Nah setelah dia ngompol bangunkan anak bersihkan dikamar mandi pakaikan lagi
baju yang baru agar anak bisa tidur, nah biasanya anak ngompol dalam satu hari satu
malam itu Cuma 1 kali sebetulnya, kecuali kalau dia ngompol terus tidak diganti bajunya
maka dia nanti akan ngompol lagi karena kedinginan.
Kemudian yang berikutnya setelah kita punya catatan jam berapa dia akan ngompol
maka bapak ibu ayah bunda itu malam berikutnya gunakan patokan waktu tersebut untuk
membangunkan anak jadi dia tidur jam 8 nati kira-kira jam 23 kurang 15 itu dibangunkan
pasti anak akan marah akan menangis tidak apa-apa bersabarlah ajak ke kamar mandi
suruh jongkok kemudian dibujuk untuk dia bisa pipis ini tetep akan rewel akan menangis
tidak apa-apa dibujuk saja.
Begitu nanti dia selesai pipis dibersihkan pakaikan lagi baju insyaallah dia akan tidur
lebih nyenyak setelah dia kita ajak untuk pipis lakukan hal ini kira-kira 2 pekan nanti
anaknya insyaallah akan terbiasa untuk tidak ngompol dimalam hari,

Kemudian tahab yang kedua adalah tahap mengajarkan anak buang air besar anak
juga tidak tahu buang air besar itu seperti apa kalau dia tidak diajarkan atau tidak diberi

Copyrights are protected under the law Republic of Indonesia 3


E-Book Artikel Materi (onlinekonselor.id:2017)

tahu, oleh karena itu sama kita tetap tidak gunakan pempers dalam mencatat jam-jam
tersebut tetapi kemudian kita melihat tanda-tanda anak jadi kira-kira anak itu BAB jam 8
biasanya jam 8 kurang 2 menit anak-anak sudah menunjukan tanda-tanda ingin BAB, nah
itulah tanda-tanda, tanda-tanda itulah yang dicatat oleh ayah bunda dan kemudian
diberitahu kepada anak, oh pengen BAB ya , terus kemudian kita ajak dia ke kamar
mandi untuk duduk di toilet ataupun jongkok di atas kloset.
Itu yang harus kita lakukan kepada anak- anak, anak-anak ketika pertama kali BAB
diatas kloset itu takut, biasanya takut melihat kotoranya sendiri dia merasa aneh ada
sesuatu keluar dari dalam dirinya yang dia tidak tau itu apa nah kita harus beri tahu
bahwa itu adalah najis kotoran yang pertama harus dikeluarkan katakan kepada anak-
anak seperti itu.
Jadi ketika anak beranjak lebih besar baru diajarkan bagaimana istinjak sendiri atau
bagaimana cebok sendiri tetapi begitu anak-anak masih kecil, orang tualah yang
membersihkan kotoran tersebut.
Hal berikutnya pun tak kalah penting dari toilet training adalah mengajarkan etika di
toilet, jadi anak-anak harus diajarkan etika malu jangan biarkan dia pipis sembarangan,
kan kadang-kadang kita lihat ada orang tua anaknya mau pipis kemudian langsung
dipipiskan saja, kadang-kadang dipipiskan di kebun, dipipiskan di pinggir jalan,
dipipiskan dimana gitu sembarangan gitu.
Jadi kita tidak boleh, kita harus mengajarkan kepada anak, kalau anak ingin buang air
kecil apalagi buang air besar harus ditempat yang tertutup, di kamar mandi
Dan kemudian ajarkan berdoa sebelum masuk ke toilet melangkah dengan kaki kiri
kedalam toilet, jongkok saat buang air kecil ataupun buang air besar lha ini jelas ya kalau
buang air besar jelas ya harus duduk atau pun jongkok tidak bisa buang air besar sambil
berdiri itu pasti sulit gitu ya.
Tetapi kalau untuk buang air kecil biasanya kalau untuk anak laki-laki dibiasakan
sama orang tuanya berdiri nah ajarkan untuk duduk atau pun jongkok, ajarkan cara
jongkok atau duduk di kloset dengan benar ajarkan cara membasuh najis dan merapikan
pakaian.
Sampaikan juga bahwa didalam toilet kita ada etika tidak boleh berkata-kata, ngobrol,
menelpon gitu ya bahkan bernyayi itu gak boleh juga toilet bukan tempat untuk membaca

Copyrights are protected under the law Republic of Indonesia 4


E-Book Artikel Materi (onlinekonselor.id:2017)

buku ataupun main HP nah ini juga harus diberi tahu karena ada anak-anak yang duduk
ditoilet sambil membaca buku, setelah selesai ajarkan keluar dari toilet dengan kaki
kanan dan berdoa setelah keluar dari toilet, itu harus kita ajarkan kepada anak-anak.
Nah kendala yang dihadapi orang tua didalam toilet training ini ada beberapa hal,
yang pertama biasanya ada orang tua yang terlalu cepat atau terlalu lambat mengajarkan
toilet training kepada anak-anak, kalau terlalu cepat anak belum siap untuk bisa
melakukan toilet training.
Tetapi kalau terlalu lambat anak-anak sudah kadung sulit dibentuk untuk melakukan
toilet training, jadi kadang-kaadang dia bersikap seenaknya sendiri harus hati-hati.
Usahakan mengajarkan toilet training waktunya tepat dan sesuai dengan usia anak
kemudian kendala yang lain adalah ada orang tua yang kurang bersabar dalam melatih
anaknya untuk melakukan toilet training.
Misalkan ketika anaknya menangis itu dia gak sabar malah anaknya dimarahin atau
mengajarkan supaya tidak ngompol orang tuanya gak sabar malas untuk membangunkan
anak, mungkin kasian sama anak, atau mungkin orang tuanya juga malas ke kamar
mandi, wis ben lah ngompol rapopo, udah biarin saja ngompol tidak apa-apa nha itu
jangan.
Kemudian juga yang penting adalah ada orang tua yang tidak mau mengajak dialok
jadi harusnya dalam toilet training itu anak diajak dialok, anak diajak dialok dengan
orang tuanya, atau orang tua mengajak dialok anaknya dan kemudian memberi
penyadaran kepada sianak sesuai dengan usianya sehingga anak tau pentingnya toilet
training sehingga dia ikut beruaha untuk melakukanya.
Nah kaitkan toilet training dengan masalah ibadah kaitkan toilet training dengan
kesempurnaan ibadah masalah kalau kita terkena najis itu bisa batal ibadah kita ini akan
mendorong anak untuk bersungguh-sungguh untuk mengikuti toilet training,
Nha sebagai penutup ajarkanlah toilet training kepada anak-anak kita sesuai dengan
usianya karena kalau nanti mereka itu bisa melakukan toilet training bisa BAK dan BAB
dengan benar ditoilet itu akan sangat mempermudah ayah dan bunda dalam mendidik
mereka dalam membantu rumah tetap rapi dalam mempermudah tugas-tugas ayah dan
bunda sekalian.

Copyrights are protected under the law Republic of Indonesia 5