Anda di halaman 1dari 8

MODUL 6

TATAP MUKA 6

MATA KULIAH : AKUNTANSI BIAYA

DISUSUN OLEH :

LUSIA SRI ARINI , SPd. MM

PROGRAM STUDI KELAS KARYAWAN

FAKULTAS EKONOMI ( S1 MANAJEMEN)

UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

2011

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 1 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
MATERI :

PROCESS COSTING AND THE COST OF QUALITY (2)


1. ACCOUNTING FOR PRODUCTION LOSSES
2. PROCESS COSTING A AVERAGE COST AND FIFO COST FLOW
ASSUMPTION
3. INCREASE IN QUANTITY OF PRODUTION WHEN MATERIAL ADDED

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 2 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
PROCESS COSTING AND THE COST OF QUALITY (2)

1. ACCOUNTING FOR PRODUCTION LOSSES


a. Akuntansi untuk Bahan Baku Sisa (Scrap)

Bahan baku sisa terdiri atas (1) serbuk atau sisa-sisa yang tertinggal setelah bahan
baku diproses, (2) bahan baku cacat yang tidak dapat digunakan maupun diretur ke
pemasok, dan (3) bagian-bagian yang rusak akibat kecerobohan karyawan atau
kegagalan mesin. Jika bahan baku sisa memiliki nilai, bahan baku sisa tersebut
sebaiknya dikumpulkan dan disimpan untuk dijual ke pedagang barang bekas.

b. Akuntansi untuk Biaya Barang Cacat (Spoiled Goods)

Barang cacat berbeda dengan bahan baku sisa karena barang cacat adalah unit yang
selesai atau separuh selesai namun cacat dalam hal tertentu. Barang cacat tidak dapat
dibetulkan, baik karena secara teknis tidak mungkin atau karena tidak ekonomis untuk
membetulkannya.

c. Akuntansi untuk Biaya Pengerjaan Kembaii (Rework)

Pengerjaan kembaii (rework) adalah proses untuk membetulkan barang cacat. Seperti
barang cacat, pengerjaan kembaii dapat disebabkan baik oleh tindakan pelanggan
maupun oleh kegagalan internal. Seperti halnya barang cacat, perlakuan akuntansi
untuk biaya pengerjaan kembali bergantung pada jenis penyebabnya.

d. Akuntansi untuk Kerugian dalam Proses Produksi (Production Losses) dalam


Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses

Sebagaimana pada sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan, kerugian produksi


pada sistem biaya berdasarkan proses juga memasukkan biaya bahan baku sisa, biaya
barang cacat dan biaya pengerjaan kembali. Biasanya biaya pengerjaan kembali
dibebankan ke Pengendali Overhead Pabrik dan bukannya ke Barang dalam Proses,
karena pengerjaan kembaii di sistem perhitungan biaya berdasarkan proses biasanya
disebabkan karena kegagalan internal dan bukan karena permintaan pelanggan.

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 3 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
2. PROCESS COSTING AVERAGE FLOW ASSUMPTION
Laporan Biaya Produksi

Laporan biaya produksi untuk suatu departemen dapat memiliki banyak bentuk atau format,
tetapi sebaiknya laporan tersebut menunjukkan (1) biaya total dan biaya per unit dari pekerjaan
yang diterima dari satu atau bebeapa departemen lain, (2) biaya total dan biaya per unit dari
bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik yang ditambahkan oleh departemen tersebut,
(3) biaya dari persediaan barang dalam proses awal dan akhir, dan (4) biaya yang ditransfer ke
departemen berikutnya atau ke persediaan barang jadi.

Langkah pertama dalam pembebanan biaya adalah menentukan jumlah unit ekuivalen
untuk setiap elemen biaya dan menghitung biaya dari setiap unit ekuivalen. Karena American
Chair Company menggunakan perhitungan biaya rata-rata tertimbang, biaya dari setiap unit
ekuivalen berisi sebagian dari biaya persediaan awal dan sebagian lagi dari biaya yang
ditambahkan selama periode berjalan. Rata-rata tertimbang biaya per unit ekuivalen untuk
setiap elemen biaya ditentukan dengan membagi total biaya untuk setiap elemen biaya (jumlah
di persediaan awal ditambah jumlah yang ditambahkan selama periode berjalan) dengan jumlah
unit ekuivalen yang diperlukan untuk membagi biaya tersebut ke unit yang ditransfer ke laur dari
departemen dan unit di persediaan akhir.

Unit ekuivalen untuk setiap elemen biaya di departemen pemotongan dihitung dengan
menambahkan jumlah unit ekuivalen yang ditransfer ke luar dari departemen tersebut ke
persediaan akhir sebagai berikut:

Bahan Baku Tenaga Kerja Overhead

Unit ekuivalen di transfer ke luar 400 600 600

Unit ekuivalen di persediaan akhir 150 80 100

Total ekuivalen 550 680 700

Rata-rata tertimbang biaya per unit ekuivalen di departemen pemotongan ditentukan sebagai
berikut:

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 4 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Bahan Tenaga Kerja Overhead
Baku

Biaya dipersediaan awal $ 2000 $ 200 $ 350

Biaya ditambahkan selama periode berjalan 14.500 10.000 17.150

Total biaya yang harus dipertanggung

Jawaban $ 16.500 $ 10.200 $ 17.500

Dibagi dengan unit ekuivalen 550 680 700

Biaya per unit ekuivalen $ 30 $ 15 $ 25

3. Peningkatan dalam Kuantitas Produksi Ketika Bahan Baku Ditambahkan

Dalam beberapa proses produksi, penambahan bahan baku menyebabkan peningkatan


dalam total volume atau jumlah unit produk. Misalnya, dalam produksi minuman ringan (soft
drinks), sirup diproduksi di satu departemen sedangkan air soda ditambahkan diproses-proses
selanjutnya. Penambahan air soda meningkatkan volume total dari produk dalam bentuk cair
yang harus dipertanggungjawabkan. Peningkatan kuantitas cairan mengencerkan atau
mendilusi jumlah sirup dalam setiap gallon yang kemudian mengurangi jumlah biaya
depertemen sebelumnya di setiap gallon produk yang diproduksi di departemen kedua.
Peningkatan kuantitas produk cairan menyerap biaya departemen sebelumnya dengan total
jumlah yang sama.

Trijaya Company

Departemen Perakitan

Laporan Biaya Produksi

Untuk Bulan Januari, 20o8

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 5 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Tenaga
Bahan baku Overhead Jumlah
kerja

Skedul Kuantitas 180

Persediaan awal 500

Diterima dari departemen pemotongan 680

Ditransfer ke barang jadi 580

Persediaan akhir 100% 70% 70% 100

680

Total Unit Biaya per

Biaya dibebankan ke departemen Biaya Ekuivalen* Unit**

Persediaan awal : $ 8.320

Biaya departemen sebelumnya 830

Bahan baku 475

Tenaga kerja 518

Overhead pabrik $10,143

Total biaya di persediaan awal

Biaya ditambahkan selama periode berjalan : $ 25.000 680 $ 49,00

Biaya departemen sebelumnya 7.296 680 11,95

Bahan baku 9.210 650 14,90

Tenaga kerja 11.052 650 17.80

Overhead pabrik $ 52.558

Total biaya ditambahkan selama periode berjalan $ 62.701 $ 93,65

Total biaya dibebankan ke departemen

Biaya dipertanggungjawabkan sebagai berikut Persentase Unit Biaya Total

Unit penyelesaian ekuivalen per unit biaya

Ditransfer ke barang jadi 580 100 580 $96,65 $ 54,317

Barang dalam proses, persediaan akhir

Biaya departemen sebelumnya 100 100 100 $ 49,00 $4,900

Bahan baku 100 100 100 11,95 1.195

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 6 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Tenaga kerja 100 70 70 14,90 1.043

Overhead pabrik 100 70 70 17,80 1.246 8,384

Total biaya dipertanggungjawabkan $ 62,701

* Total jumlah unit ekuivalen yang diperlukan di bagian pertanggungjawaban biaya (yaitu jumlah unit ekuivalen untuk elemen
biaya yang terdaftar di bagian pertanggungjawaban dari laporan biaya produksi)

** Total biaya (yaitu biaya dipersediaan awal ditambah biaya yang ditambahkan selama periode berjalan) dibagi dengan total
jumlah unit ekuivalen di bagian pertanggungjawaban biaya.

Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses dengan Asumsi Aliran Biaya FIFO

Pembuatan laporan biaya produksi dengan asumsi aliran biaya masuk pertama keluar
pertama {first in, first out - FIFO) ditunjukkan dengan data Trijaya Company untuk biaya-biaya
tertimbang.

Dalam asumsi aliran biaya FIFO, biaya unit pertama yang ditransfer keluar dari suatu
departemen dianggap berasal dari persediaan awal. Jika unit di persediaan awal tidak
sepenuhnya selesai, unit tersebut harus diselesaikan lebih dahulu dengan biaya periode
berjalan sebelum dapat ditransfer keluar dari departemen tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Bastian Bustami, Nurlela, Akuntansi biaya, edisi 1, Penerbit Mitra Wacana Media,
2009

Carter, W,K., Cost Accounting, ed 14, South- Western Collage Publishing, 2006

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 7 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar
‘11 8 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana