Anda di halaman 1dari 24

MODUL 7

TATAP MUKA 7

MATA KULIAH : AKUNTANSI BIAYA

DISUSUN OLEH :

LUSIA SRI ARINI , SPd. MM

PROGRAM STUDI KELAS KARYAWAN

FAKULTAS EKONOMI ( S1 MANAJEMEN)

UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

2011

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 1 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
MATERI :

1. COST ACCUNTING,COST CONCEPT & COST INFORMATION SYSTEM


2. COST BEHAVIOUR ANALYSIS
3. COST SYSTEM AND COST ACCUMULATION
4. JOB ORDER COSTING
5. PROCESS COSTING AND THE COST QUALITY

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 2 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
1.AKUNTANSI BIAYA, KONSEP BIAYA DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
BIAYA

A. LINGKUNGAN AKUNTANSI BIAYA

Akuntansi biaya merupakan satu bidang akuntansi yang mempelajari bagaimana cara
mencatat, mengukur dan pelaporan informasi biaya yang digunakan. Disamping itu
akuntansi biaya juga membahas tentang penentuan harga pokok dari suatu produk yang
diproduksi dan dijual kepada pemesan maupun untuk pasar, serta untuk persediaan
produk yang akan dijual.

Peran akuntansi biaya :


1. Penyusunan Anggaran dan pelaksanaan anggaran operasi perusahaan.
2. Penetapan metode dan prosedur perhitungan biaya, pengendalian biaya,
pembebanan biaya yang akurat serta perbaikan mutu yang berkesinambungan.
3. Penentuan nilai persediaan yang digunakan untuk kalkulasi biaya dan penetapan
harga, evaluasi terhadap produk, evaluasi kinerja department atau divisi,
pemeriksaan persediaan secara fisik.
4. Menghitung biaya dan laba perusahaan untuk satu periode akuntansi, tahunan atau
periode yang lebih singkat.
5. Memilih system dan prosedur dari alternative yang terbaik, guna dapat menaikkan
pendapatan maupun menurunkan biaya.

B. KONSEP BIAYA
Biaya ( cost )
Adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diatur dalam satuan uang yang telah
terjadi atau mungkin terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Biaya ini belum habis dan
digolongkan sebagai aktiva, dimasukkan dalam neraca.
Contoh : persediaan : bahan baku, barang dalam proses, barang jadi
Supplies.
Biaya (ekspense)
Adalah biaya yang telah memberikan manfaat dan sekarang telah habis, dimasukkan
dallm laba rugi sebagai pengurang pendapatan.
Contoh: beban penyusutan, beban pemasaran, biaya operasi.

Objek biaya adalah tempat dimana biaya diakumulasikan atau diukur.


Unsur aktivitas yang dapat dijadikan sebagai objek biaya adalah :
1. Produk
2. Produksi
3. Department
4. Divisi
5. Batch dari unit-unit sejenis
6. Lini produk

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 3 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
7. Kontrak
8. Pesanan pelanggan
9. Proyek
10. Proses
11. Tujuan strategis
Objek biaya tersebut dapat digunakan untuk menelusuri biaya, dan menentukan
seberapa objektif biaya tersebut dapat diandalkan dan seberapa berartinya ukuran
biaya yang dihasilkan.

Pengukuran biaya tergantung pada kemampuan untuk menelusuri biaya tersebut ke


objek biaya, yang dapat dibedakan menjadi
a. Biaya langsung, yaitu biaya yang dapat ditelusuri secara langsung ke objek
biaya.
b. Biaya tidal langsung yaitu biaya yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke
sasaran biaya.
Contoh : Jika objek yang digunakan adalah produksi maka biaya langsungnya
adalah biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja, sedangkan biaya tidak
langsungnya adalah biaya overhead.
C. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BIAYA
Adalah system yang membantu manajemen dalam menetapkan sasaran laba
perusahaan, target laba departemen, mengevaluasi efektivitas rencana perusahaan,
mengungkapkan kegagalan dan keberhasilan dalam bentuk tanggung jawab yang
spesifik.

KLASIFIKASI BIAYA :
Klasaifikasi biaya yang umum digunakan adalah biaya dalam hubungannya dengan :
1. Produk
2. Volume Produksi
3. Departemen biaya dan pusat biaya
4. Periode akuntansi
5. Pengambilan keputusan

1. Biaya dalam hubungannya dengan produk dapat dikelompokkan menjadi biaya


produksi dan biaya non produksi.
a. Biaya produksi adalah biaya yang digunakan dalam proses produksi terdiri dari :
biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
Contoh biaya bahan baku langsung adalah :
- Kayu dalam pembuatan mebel
- Kulit dalam pembuatan sepatu
Contoh tenaga kerja langsung adalah :
- Upah koki kue
- Upah tukang jahit dalam konveksi
Contoh biaya overhead pabrik adalah :
- Bahan penolong
- Gaji Satpam pabrik

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 4 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
- Biaya Air dan telepon pabrik

b. Biaya non Produksi


Adalah biaya yang tidak berhubunagn dengan baiya produksi
Contoh : beban administrasi,beban pemasaran dan beban keuangan ( beban
bunga)

2. Biaya dalam hubungannya dengan volume produksi


Dapat dikelompokkan menjadi biaya tetap, biaya variable dan biaya semi.
a. Biaya tetap adalah biaya yang secara totalitas bersifat tetap dalam rentang
relevan tertentu, tetapi secara per-unit berubah.
Contoh : gaji supervisor, biaya penyusutan, biaya sewa.
b. Biaya variable adalah biaya yang berubah sebanding perubahan volume
produksi dalam rentang relevan, tetapi per- unit tetap.
Contoh : biaya perlengkapan, bahan bakar, upah lembur dll.
c. Biaya semi adalah biaya didalamnya mengandung unsure tetap dan variable.
Contoh : biaya listrik, telepon dan air, bensin, perlengkapan.

3. Biaya dalam hubungannya dengan departemen produksi


a. Biaya langsung departemen, adalah biaya yang dapat ditelusuri secara langsung
ke departemen bersangkutan.
Contoh : gaji mandor pabrik merupakan biaya langsung bagi departemen pabrik.
b. Biaya tidak langsung departemen adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri secara
langsung ke departemen yang bersangkutan.
Contoh : biaya penyusutan dan biaya asuransi.

4. Biaya dalam hubungan dengan periode waktu


a. Biaya pengeluaran modal
Contoh : Pembelian mesin dan peralatan
b. Biaya pengeluaran pendapatan
Contoh : Penyusutan mesin

5. Biaya dalam hubungannya dengan pengambilan keputusan


a. Biaya relevan adalah biaya masa akan datang yang berbeda dalam beberapa
alternatif yang berbeda .
Contoh : biaya diferensial, biaya kesempatan, biaya tersamar( biaya bunga) ,
biaya nyata ( misalnya: biaya pesanan) dan biaya yang dapat dilacak ( biaya
bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung)
b. Biaya tidak relevan adalah biaya yang dikeluarkan tetapi tidak mempengaruhi
keputusan apapun.
- Biaya masa lalu, contoh pembelian mesin
- Biaya terbenam, contoh kelebihan nilai buku atau nilai sisa.

2. ANALISIS PERILAKU BIAYA ( COST BEHAVIOR ANALYSIS)

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 5 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
A. KLASIFIKASI BIAYA
Klasifikasi biaya berdasarkan pola perilaku biaya dapat dibagi menjadi :
1. Biaya Variabel (variable cost )
2. Biaya tetap (fixed cost )
3. Biaya campuran ( mixed cost)

1. Biaya variable adalah adalah biaya yang berubah sebanding perubahan volume
produksi dalam rentang relevan, tetapi per- unit tetap
Contoh : - biaya bahan baku langsung
- biaya tenaga kerja langsung
- komisi penjualan
- biaya pengiriman barang
- pengerjaan ulang unit-unit yang rusak
- bahan baku tidak langsung
- tenaga kerja tidak langsung
- jasa umum
- perlengkapan
- dll
Berikut contoh biaya variable.
PT Tria memproduksi lemari, Setiap lemari membutuhkan kayu, harga pokok
kayu yang dibutuhkan per satuan lemari sebesar Rp. 40.000. Berapakah biaya
yang dikeluarkan jika perusahaan memproduksi :
a. 10 unit
b. 50 unit
c. 200 unit

Jawab :

Jika perusahaan memproduksi :


a. 10 unit, maka total biaya yang dikeluarkan= 10 unit x Rp. 40.000
= Rp. 400.000
b. 50 unit, maka total biaya yang dikeluarkan= 50 unit x Rp. 40.000
= Rp. 2.000.000
c. 200 unit, maka total biaya yang dikeluarkan= 200 unit x Rp. 40.000
= Rp. 8.000.000

2. Biaya tetap adalah biaya yang secara totalitas bersifat tetap dalam rentang
relevan tertentu, tetapi secara per-unit berubah.
Rentang relevan merupakan tingkat kegiatan di mana biaya tetap tertentu tidak
akan berubah meskipun volume berubah.
Biaya tetap dapat dipandang sebagai biaya tetap deskresioner dan biaya tetap
terikat.
Biaya tetap deskresioner merupakan pengeluaran biaya yang timbul karena
kebijakan manajemen. Contoh : iklan,penelitian, pengembangan manajemen,
sumbangan sosial.

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 6 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Biaya tetap terikat merupakan pengeluaran biaya yang membutuhkan suatu seri
pembayaran dalam jangka waktu yang panjang. Contoh nya penyusutan pabrik
dan bangunan, pajak bumu dan bangunan, asuransi, gaji manajemen dan
karyawan, utang jangka panjang, beban bunga.

Contoh :
PT. Suka Ria tahun 2006 memproduksi 250 kursi. Biaya sewa Rp.2.500.000 per
tahun kapasitas maximum 300 unit. Tahun 2008 perusahaan menerima pesanan
100 unit, dan harus menambah mesin sehingga biaya tetap meningkat sebesar
Rp. 2.350.000. Hitunglah biaya tetapnya.

Jawab :
Tahun 2006
Total Biaya tetap tahun 2006= Rp.2.500.000
Biaya tetap per unit = Rp. 2.500.000 / 250 Unit
= Rp. 10.000
Tahun 2008
Total Biaya tetap tahun 2008= Rp.2.500.000+ Rp. 2.350.000
Biaya tetap per unit = Rp. 2.850.000 / 350 Unit
= Rp. 8.142,8
3. Biaya campuran
Adalah biaya yang pada aktivitas tertentu mengandung unsur biaya tetap dan
biaya variabel .
Disebut juga biaya semi variable.
Contoh : Biaya listrik
Biaya telepon
Biaya air
Biaya gas, bensin
Biaya perlengkapan
Tenaga kerja tidak langsung
Biaya pensiun
Pajak penghasilan
Asuransi jiwa kelompok karyawan
Biaya perjalanan dinas
Biaya hiburan dan pemeliharan
Biaya bertahap disebut juga dengan biaya semi tetap. Biaya semi tetap adalah
biaya yang berubah dengan volume secara bertahap.
Contoh biaya semi tetap adalah biaya gaji penyelia.

PEMISAHAN BIAYA TETAP DENGAN BIAYA VARIABEL

Pemisahan biaya tetap dengan biaya variable diperlukan untuk perencanaan


,pengendalian biaya pada tingkat aktivitas tertentu.
Pemisahan biaya tetap dan variable diperlukan untuk :
a. Perhitungan tarif biaya overhead dan analisis varians
b. Perhitungan biaya langsung dan analisis varians

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 7 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
c. Analisis titik impas dan analisis biaya, volume, laba
d. Analisis biaya deferensial dan komparatif
e. Analisis maximisasi laba dan minimasi biaya jangka pendek
f. Analisis anggaran modal
g. Analisis profitabilitas pemasaran

3.SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA

1. ALIRAN BIAYA DALAM PERUSAHAAN PABRIKASI


Biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik dijumlah menjadi biaya
manufaktur + barang dalam proses awal-akhir = harga pokok produksi+ barang jadi
awal-akhir = HPP

2. LAPORAN HASIL BIAYA


Laporan hasil biaya akan disusun dalam bentuk Laporan Keuangan yaitu laporan laba-
rugi, laporan neraca dan laporan arus kas.
Penyusunan laporan neraca dan arus kas pada prinsipnya sama pada perusahaan jasa
dan perusahaan dagang. Perbedaanya adalah pada persediaan. Perusahaan dagang
hanya mempunyai satu persediaan yaitu persediaan barang jadi, sedangkan perusaha
manufaktur mempunyai tiga persediaan barang yaitu persediaan bahan baku, barang
dalam proses danbarang jadi.
a. Persediaan bhan baku adalah persediaan yang belum dimasukkan dalamproses
produksi dan masih tersimpan di gudang.
b. Persediaan produk dalam proses adalah persediaan bahan baku, tenaga kerja
langsung dan overhead pabrik yang belum selesai dan masih tersimpan dalam
gudang pabrik.
c. Persediaan barang jadi adalah produk dalam proses bahan baku, tenaga kerja
langsung dan overhead pabrik yang sudah diproses dan membentuk produk selesai
belum terjual dan masih tersimpan di gudang pabrik.
d. Persediaan awal adalah persediaan yang masih tersisa pada bulan, tahun atau
periode yang lalu sehingga merupakan persediaan pada periode berikutnya.
e. Persediaan akhir adalah persediaan yang masih tersisa pada bulan, tahun atau
periode yang bersangkutan.

Laporan harga pokok produksi dan harga pokk penjualan


Perbedaan laporan laba rugi pada perusahaan dagang dan manufaktur adalah pada
Harga pokok penjualan. HPP pada perusahaan dagang diperole dari pembelian

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 8 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
ditambah persediaan barang jadi awal dan dikurangi persediaan akhir. Sedangkan
pada perusahaan manufaktr dalam HPP akan dihitung harga pokok produksinya.
Harga pokok produksi
Adalah kumpulan biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku langsung
ditambah tenaga kerja langsung ditambah overhead pabrik ditambah persediaan
barang dalam proses awal dan dikurangi persediaan barang dalam proses akhir.
Hargapokok produksi akan sama dengan harga pokok penjualan bila tidak terdaoat
persediaan barang dalam proses awal dan per sediaan barang dalam proses akhir.

Harga pokok penjualan adalah harga pokok produk yang sudah terjual pada priode
waktu berjalan yang diperoleh dengan menambahkan harga pokok produksi dengan
produk selesai awal dan mengurangkan produk selesai akhir. HPP juga terikat pada
periode waktu tertentu.

Latihan soal.
PT Dewi tahun 2008 mempunyai data sebagai berikut :
Penjualan Rp. 40.000.000
Pembelian bahan baku 7.000.000
Ongkos angkut pembelian 120.000
Retur dan potongan pembelian 360.000
Bahan penolong 1.000.000
Tenaga kerja langsung 9.000.000
Tenaga kerja tidak langsung 1.500.000
Listrik pabrik 250.000
Penyusutan mesin dan peralatan pabrik 370.000
Pajak bumi dan bangunan pabrik 200.000
Asuransi pabrik 240.000
BOP lain-lain 820.000
Pendapatan piutang 500.000
Beban bunga 600.000
Biaya pemasaran 5.400.000
Biaya administrasi dan umum 3.000.000

Data persediaan awal dan akhir :

Keterangan Awal Akhir

Bahan baku Rp.400.000 Rp. 300.000

Produk dalam proses 240.000 350.000

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 9 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Produk selesai 420.000 250.000

Diminta : hitunglah harga pokok produksi, HPP dan laba kotor !

Jawab :

Harga pokok produksi = Biaya bahan baku + tenaga kerja langsung +BOP

= Rp. 860.000 + Rp 9.000.000 + Rp 4.330.000

= Rp. 19.190.000

HPP = Harga pokok produksi +Produk selesai awal – produk selesai

Akhir

= Rp. 19.190.000+Rp 420.000- Rp 250.000

=Rp.19.300.000

Laba kotor = Penjualan – HPP

= Rp. 40.000.000 – Rp 19.300.000

= Rp.20.900.000

4. JOB ORDER COSTING

1. Overview Mengenai Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan

Dalam system biaya berdasarkan pesanan(job order costing) , biaya produksi


diakumulasikan berdasarkan pesanan. Suatu pesanan output diidentifikasikan untuk
memenuhi pesanan pelanggan tertentu atau mengisi item persediaan.
Perhitungan biaya berdasarkan pesanan adalah suatu system akuntansi yang
menelusuri biaya pada unit individual atau pekerjaan, kontrak,tumpukan produk atau
pesanan pelanggan yang spesifik.
Untuk menetapkan biaya pesanan secara teliti dan akurat,setiap pesanan harus
diidentifikasikan secara terpisah dan terperinci dalam kartu biaya pesanan untuk
masing-masing pesanan.
Karakteristik biaya pesanan :

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 10 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
a. Sifat proses produksi terputus-putus tergantung pada pesanan
b. Spesifikasi produk berdasarkan pesanan
c. Pencatatan biaya produksi dilakukan pada kartu biaya pesanan secara terperinci
untuk masing-masing pesanan.
d. Biaya produksi per unit dihitung dengan membagi total produksi dengan total unit
yang dipesan.
e. Akumulasi biaya umumnya memakai biaya normal

2. Akuntansi Untuk Biaya Bahan Baku


a. Mencatat pembelian bahan baku
Jurnal :
Bahan baku Rp. xx
Utang Usaha/ Kas Rp.xx

b. Mencatat pengunaan bahan baku


Jurnal :
Produk Dalam Proses Rp. xx.
Bahan Baku Rp.xx.
Pengendali overhead Rp. xx
Bahan Baku Rp. xx

3. Akuntansi Biaya Tenaga Kerja

a. Mencatat Biaya tenaga kerja yang terjadi

Jurnal :

Beban Gaji Rp.xx

Gaji yang masih harus dibayar Rp.xx

b. Mencatat Distribusi Biaya Tenaga Kerja

Jurnal :

Produk Dalam Proses Rp.xx

Beban Gaji Rp.xx

Pengendali Overhead Pabrik Rp.xx

Beban Gaji Rp.xx.

4. Akuntansi Biaya Overhead Pabrik.

a. Mencatat Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya (Aktual)

Jurnal:

Pengendali Overhead Pabrik Rp.xx

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 11 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Akumulasi Penyusutan Mesin Rp.xx

Pengendali Overhead Pabrik Rp.xx

Asuransi Dibayar Dimuka Rp.xx

b. Mencatat Biaya Overhead Pabrik Dibebankan

Jurnal :

Produk Dalam Proses Rp.xx

Overhead Pabrik Dibebankan Rp.xx

Overhead Pabrik Dibebankan Rp. xx

Pengendali Overhead Pabrik Rp.xx

5. Akuntansi Produk Selesai

Jurnal :

a. Penyerahan langsung ke pemesan ;

Piutang Usaha Rp.xx

Penjualan Rp.xx

HPP Rp.xx
Produk Dalam Proses Rp.xx

b. Mengisi Persediaan Produk Jadi


Produk Selesai Rp.xx
Produk Dalam Proses Rp.xx

5.SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PROSES (PROCESS COSTING) (1)

1. AKUMULASI BIAYA PROSES

Tujuan penting dari sistem perhitungan biaya manapun adalah untuk menentukan biaya
dari barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Sistem perhitungan biaya sebaiknya
ekonomis untuk dioperasikan dan membebankan sejumlah biaya ke setiap produk sedemikian

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 12 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
rupa sehingga merefleksikan biaya dari sumber daya yang digunakan untuk memproduksi
produk tersebut.

Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan, produk dipertanggungjawabkan


dalam batch. Setiap batch diperlakukan sebagai pesanan yang terpisah, dan pesanan tersebut
merupakan objek biayanya.

Perhitungan Biaya per Departemen

Dalam perusahaan manufaktur, produksi dapat terjadi di beberapa departemen. Setiap


departemen melakukan suatu operasi tertentu untuk menyelesaikan produk. Sebagai contoh,
departemen pertama biasnaya melakukan proses pekerjaan tahap permulaan atas produk
seperti memotong, mencetak atau membentuk produk atau komponen- komponennya.

Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan proses, bahan baku, tenaga kerja dan
overhead pabrik umumnya dibebankan ke departemen produk : tetapi, jika suatu departemen
diorganisasi menjadi dua biaya atau lebih, perhitungan biaya berdasarkan proses tetap dapat
digunakan, selama unit-unit produk yang dihasilkan dalam lebih pusat biaya selama periode
tersebut bersifat homogen.

Aliran Produksi secara Fisik

Suatu produk dapat berpindah di pabrik dengan berbagai cara. Tiga bentuk aliran produksi fisik
yang berhubungan dengan perhitungan biaya berdasarkan proses adalah berurutan
(sequential), parallel dan selektif.

Aliran Produk Berurutan (Sequential Product Flow)

Dalam aliran produk berurutan, setiap produk diproses dalam urutan langkah-langkah yang
sama.

Aliran Produk Selektif (Selective Product Flow)

Dalam aliran produk selektif, produk berpindah ke departemen- departemen berbeda dalam

Akuntansi untuk Biaya Bahan Baku, Tenaga Keija dan Overhead

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 13 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Dalam perhitungan biaya berdasarkan pesanan, hanya satu akun barang dalam proses yang
digunakan, dan bukannya satu akun untuk setiap pesanan. Menggunakan akun buku besar
yang terpisah untuk setiap pesanan tidaklah praktis jika ada banyak pesanan. Selain itu, akun
tersebut harus dikeluarkan dari sistem pada saat pesanan selesai.

2. LAPORAN BIAYA PRODUKSI

Laporan biaya produksi untuk suatu departemen dapat memiliki banyak bentuk atau format,
tetapi sebaiknya laporan tersebut menunjukkan (1) biaya total dan biaya per unit dari pekerjaan
yang diterima dari satu atau bebeapa departemen lain, (2) biaya total dan biaya per unit dari
bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik yang ditambahkan oleh departemen tersebut,
(3) biaya dari persediaan barang dalam proses awal dan akhir, dan (4) biaya yang ditransfer ke
departemen berikutnya atau ke persediaan barang jadi.

Langkah pertama dalam pembebanan biaya adalah menentukan jumlah unit ekuivalen
untuk setiap elemen biaya dan menghitung biaya dari setiap unit ekuivalen. Karena American
Chair Company menggunakan perhitungan biaya rata-rata tertimbang, biaya dari setiap unit
ekuivalen berisi sebagian dari biaya persediaan awal dan sebagian lagi dari biaya yang
ditambahkan selama periode berjalan. Rata-rata tertimbang biaya per unit ekuivalen untuk
setiap elemen biaya ditentukan dengan membagi total biaya untuk setiap elemen biaya (jumlah
di persediaan awal ditambah jumlah yang ditambahkan selama periode berjalan) dengan jumlah
unit ekuivalen yang diperlukan untuk membagi biaya tersebut ke unit yang ditransfer ke laur dari
departemen dan unit di persediaan akhir.

Unit ekuivalen untuk setiap elemen biaya di departemen pemotongan dihitung dengan
menambahkan jumlah unit ekuivalen yang ditransfer ke laur dari departemen tersebut ke
persediaan akhir sebagai berikut:

Bahan Baku Tenaga Kerja Overhead

Unit ekuivalen di transfer ke luar 500 500 500

Unit ekuivalen di persediaan akhir 120 40 80

Total ekuivalen 620 540 580

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 14 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Rata-rata tertimbang biaya per unit ekuivalen di departemen pemotongan ditentukan sebagai
berikut:

Bahan Tenaga Kerja Overhead


Baku

Biaya dipersediaan awal $ 1.892 $ 400 $ 796

Biaya ditambahkan selama periode berjalan 13.608 5.000 7.904

Total biaya yang harus dipertanggung

Jawaban $ 15.500 $ 5.400 $ 8.700

Dibagi dengan unit ekuivalen 620 540 580

Biaya per unit ekuivalen $ 25 $ 10 $ 15

3. BIAYA MUTU (THE COST OF QUALITY) DAN AKUNTANSI UNTUK KEHILANGAN


DALAM PROSES PRODUKSI (ACCOUNTING FOR PRODUCTION LOSSES)

Kebanyakan perusahaan saat ini sangat memperhatikan mutu produk mereka.


Meningkatnya perhatian ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya persaingan,
terutama dengan Negara lain. Selama tahun 1970-an, produsen Jepang memperoleh reputasi
tingkat dunia sebagai produsen barang bermutu tinggi dengan biaya rendah. Selama tahun
1980-an, kebanyakan perusahaan Amerika mengalami penurunan pangsa pasar. Hal ini
terutama disebabkan karena mereka tidak bersaing secara efektif dengan produsen luar negeri.

Biaya Mutu

Sampai batas tertentu, biaya mutu seringkali disalahartikan. Biaya mutu tidak hanya
terdiri atas biaya untuk mencapai mutu, tetapi juga biaya yang terjadi karena kurangnya mutu.

Jenis-jenis Biaya Mutu

Biaya mutu dapat dikelompokkan ke dalam tiga klasifikasi besar: biaya pencegahan
(prevention cost), biaya penilaian atau appraisal (appraisal cost), dan biaya kegagalan (failure
cost).

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 15 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
1. Biaya pencegahan atau preventif adalah biaya yang terjadinya kegagalan produk.
2. Biaya penilaian adalah biaya yang terjadi untuk mendeteksi kegagalan produk.
3. Biaya kegagalan adalah biaya yang terjadi saat produk gagal, kegagalan tersebut dapat
terjadi secara internal atau eksternal.

Akuntansi untuk Bahan Baku Sisa (Scrap)


Bahan baku sisa terdiri atas (1) serbuk atau sisa-sisa yang tertinggal setelah bahan
baku diproses, (2) bahan baku cacat yang tidak dapat digunakan maupun diretur ke pemasok,
dan (3) bagian-bagian yang rusak akibat kecerobohan karyawan atau kegagalan mesin. Jika
bahan baku sisa memiliki nilai, bahan baku sisa tersebut sebaiknya dikumpulkan dan disimpan
untuk dijual ke pedagang barang bekas.

Akuntansi untuk Biaya Barang Cacat (Spoiled Goods)

Barang cacat berbeda dengan bahan baku sisa karena barang cacat adalah unit yang
selesai atau separuh selesai namun cacat dalam hal tertentu. Barang cacat tidak dapat
dibetulkan, baik karena secara teknis tidak mungkin atau karena tidak ekonomis untuk
membetulkannya.

Akuntansi untuk Biaya Pengerjaan Kembaii (Rework)

Pengerjaan kembaii (rework) adalah proses untuk membetulkan barang cacat. Seperti
barang cacat, pengerjaan kembaii dapat disebabkan baik oleh tindakan pelanggan maupun
oleh kegagalan internal. Seperti halnya barang cacat, perlakuan akuntansi untuk biaya
pengerjaan kembali bergantung pada jenis penyebabnya.

Akuntansi untuk Kerugian dalam Proses Produksi (Production Losses) dalam Sistem
Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses

Sebagaimana pada sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan, kerugian produksi


pada sistem biaya berdasarkan proses juga memasukkan biaya bahan baku sisa, biaya barang
cacat dan biaya pengerjaan kembali. Biasanya biaya pengerjaan kembali dibebankan ke
Pengendali Overhead Pabrik dan bukannya ke Barang dalam Proses, karena pengerjaan
kembaii di sistem perhitungan biaya berdasarkan proses biasanya disebabkan karena
kegagalan internal dan bukan karena permintaan pelanggan.

PROCESS COSTING AND THE COST OF QUALITY (2)

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 16 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
1. ACCOUNTING FOR PRODUCTION LOSSES

a. Akuntansi untuk Bahan Baku Sisa (Scrap)

Bahan baku sisa terdiri atas (1) serbuk atau sisa-sisa yang tertinggal setelah bahan
baku diproses, (2) bahan baku cacat yang tidak dapat digunakan maupun diretur ke
pemasok, dan (3) bagian-bagian yang rusak akibat kecerobohan karyawan atau
kegagalan mesin. Jika bahan baku sisa memiliki nilai, bahan baku sisa tersebut
sebaiknya dikumpulkan dan disimpan untuk dijual ke pedagang barang bekas.

b. Akuntansi untuk Biaya Barang Cacat (Spoiled Goods)

Barang cacat berbeda dengan bahan baku sisa karena barang cacat adalah unit yang
selesai atau separuh selesai namun cacat dalam hal tertentu. Barang cacat tidak dapat
dibetulkan, baik karena secara teknis tidak mungkin atau karena tidak ekonomis untuk
membetulkannya.

c. Akuntansi untuk Biaya Pengerjaan Kembaii (Rework)

Pengerjaan kembaii (rework) adalah proses untuk membetulkan barang cacat. Seperti
barang cacat, pengerjaan kembaii dapat disebabkan baik oleh tindakan pelanggan
maupun oleh kegagalan internal. Seperti halnya barang cacat, perlakuan akuntansi
untuk biaya pengerjaan kembali bergantung pada jenis penyebabnya.

d. Akuntansi untuk Kerugian dalam Proses Produksi (Production Losses) dalam


Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses

Sebagaimana pada sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan, kerugian produksi


pada sistem biaya berdasarkan proses juga memasukkan biaya bahan baku sisa, biaya
barang cacat dan biaya pengerjaan kembali. Biasanya biaya pengerjaan kembali
dibebankan ke Pengendali Overhead Pabrik dan bukannya ke Barang dalam Proses,
karena pengerjaan kembaii di sistem perhitungan biaya berdasarkan proses biasanya
disebabkan karena kegagalan internal dan bukan karena permintaan pelanggan.

2. PROCESS COSTING AVERAGE FLOW ASSUMPTION

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 17 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Laporan Biaya Produksi

Laporan biaya produksi untuk suatu departemen dapat memiliki banyak bentuk atau format,
tetapi sebaiknya laporan tersebut menunjukkan (1) biaya total dan biaya per unit dari pekerjaan
yang diterima dari satu atau bebeapa departemen lain, (2) biaya total dan biaya per unit dari
bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik yang ditambahkan oleh departemen tersebut,
(3) biaya dari persediaan barang dalam proses awal dan akhir, dan (4) biaya yang ditransfer ke
departemen berikutnya atau ke persediaan barang jadi.

Langkah pertama dalam pembebanan biaya adalah menentukan jumlah unit ekuivalen
untuk setiap elemen biaya dan menghitung biaya dari setiap unit ekuivalen. Karena American
Chair Company menggunakan perhitungan biaya rata-rata tertimbang, biaya dari setiap unit
ekuivalen berisi sebagian dari biaya persediaan awal dan sebagian lagi dari biaya yang
ditambahkan selama periode berjalan. Rata-rata tertimbang biaya per unit ekuivalen untuk
setiap elemen biaya ditentukan dengan membagi total biaya untuk setiap elemen biaya (jumlah
di persediaan awal ditambah jumlah yang ditambahkan selama periode berjalan) dengan jumlah
unit ekuivalen yang diperlukan untuk membagi biaya tersebut ke unit yang ditransfer ke laur dari
departemen dan unit di persediaan akhir.

Unit ekuivalen untuk setiap elemen biaya di departemen pemotongan dihitung dengan
menambahkan jumlah unit ekuivalen yang ditransfer ke luar dari departemen tersebut ke
persediaan akhir sebagai berikut:

Bahan Baku Tenaga Kerja Overhead

Unit ekuivalen di transfer ke luar 400 600 600

Unit ekuivalen di persediaan akhir 150 80 100

Total ekuivalen 550 680 700

Rata-rata tertimbang biaya per unit ekuivalen di departemen pemotongan ditentukan sebagai
berikut:

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 18 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Bahan Tenaga Kerja Overhead
Baku

Biaya dipersediaan awal $ 2000 $ 200 $ 350

Biaya ditambahkan selama periode berjalan 14.500 10.000 17.150

Total biaya yang harus dipertanggung

Jawaban $ 16.500 $ 10.200 $ 17.500

Dibagi dengan unit ekuivalen 550 680 700

Biaya per unit ekuivalen $ 30 $ 15 $ 25

3. Peningkatan dalam Kuantitas Produksi Ketika Bahan Baku Ditambahkan

Dalam beberapa proses produksi, penambahan bahan baku menyebabkan peningkatan


dalam total volume atau jumlah unit produk. Misalnya, dalam produksi minuman ringan (soft
drinks), sirup diproduksi di satu departemen sedangkan air soda ditambahkan diproses-proses
selanjutnya. Penambahan air soda meningkatkan volume total dari produk dalam bentuk cair
yang harus dipertanggungjawabkan. Peningkatan kuantitas cairan mengencerkan atau
mendilusi jumlah sirup dalam setiap gallon yang kemudian mengurangi jumlah biaya
depertemen sebelumnya di setiap gallon produk yang diproduksi di departemen kedua.
Peningkatan kuantitas produk cairan menyerap biaya departemen sebelumnya dengan total
jumlah yang sama.

Trijaya Company

Departemen Perakitan

Laporan Biaya Produksi

Untuk Bulan Januari, 20o8

Bahan baku Tenaga


kerja Overhead Jumlah

Skedul Kuantitas 180

Persediaan awal 500

Diterima dari departemen pemotongan 680

Ditransfer ke barang jadi 580

Persediaan akhir 100% 70% 70% 100

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 19 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
680

Total Unit Biaya


per

Biaya dibebankan ke departemen Biaya Ekuival Unit**


en*

Persediaan awal : $
8.320

Biaya departemen sebelumnya 830

Bahan baku 475

Tenaga kerja 5
18

Overhead pabrik $10,1


43

Total biaya di persediaan awal

Biaya ditambahkan selama periode $ 680 $ 49,00


berjalan : 25.00
0

Biaya departemen sebelumnya 7.296 680 11,95

Bahan baku 9.210 650 14,90

Tenaga kerja 11.05 650 17.80


2

Overhead pabrik $
52.55
8

Total biaya ditambahkan selama $ $ 93,65


periode berjalan 62.70
1

Total biaya dibebankan ke


departemen

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 20 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Biaya dipertanggungjawabkan Persentas Unit Biaya Total
sebagai berikut e
Unit penyelesaian ekuivalen per unit biaya

Ditransfer ke barang jadi 580 100 580 $96,65 $ 54,317

Barang dalam proses, persediaan akhir

Biaya departemen sebelumnya 100 100 100 $ 49,00 $4,900

Bahan baku 100 100 100 11,95 1.195

Tenaga kerja 100 70 70 14,90 1.043

Overhead pabrik 100 70 70 17,80 1.246 8,384

Total biaya dipertanggungjawabkan $ 62,701

* Total jumlah unit ekuivalen yang diperlukan di bagian pertanggungjawaban biaya (yaitu jumlah unit ekuivalen untuk elemen
biaya yang terdaftar di bagian pertanggungjawaban dari laporan biaya produksi)

** Total biaya (yaitu biaya dipersediaan awal ditambah biaya yang ditambahkan selama periode berjalan) dibagi dengan total
jumlah unit ekuivalen di bagian pertanggungjawaban biaya.

Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses dengan Asumsi Aliran Biaya FIFO

Pembuatan laporan biaya produksi dengan asumsi aliran biaya masuk pertama keluar
pertama {first in, first out - FIFO) ditunjukkan dengan data Trijaya Company untuk biaya-biaya
tertimbang.

Dalam asumsi aliran biaya FIFO, biaya unit pertama yang ditransfer keluar dari suatu
departemen dianggap berasal dari persediaan awal. Jika unit di persediaan awal tidak
sepenuhnya selesai, unit tersebut harus diselesaikan lebih dahulu dengan biaya periode
berjalan sebelum dapat ditransfer keluar dari departemen tersebut

KUIS AK BIAYA

Soal 1 .

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 21 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Berikut ini informasi yang terlihat pada catatan PT. Maju untuk tahun 2009 :

Penjualan Rp. 280.000.000

Biaya Pemasaran 10 %

Biaya Adm 5%

Retur dan potongan penjualan Rp. 6.000.000

Bahan baku langsung Rp. 40.000.000

Tenaga kerja langsung ( 2000 jam) Rp. 40.000.000

BOP dibebankan dengan tarif 40 % dari Biaya Tenaga Kerja Langsung dan BOP tersebut
diklasifikasikan menjadi :

Bahan penolong 30 %

Biaya listrik 5%

Biaya Penyusutan 10 %

Biaya perawatan mesin 15 %

BOP lain-lain 40 %

Akun persediaan mempunyai saldo awal dan akhir sebagai berikut :

1 Januari 31 Desember

Persediaan Produk Dalam Proses Rp. 1.700.000 Rp. 2.400.000

Persediaan Produk Jadi Rp. 2.000.000 Rp. 3.000.000

Diminta :

1.Susunlah laporan Harga Pokok Penjualan

2. Hitunglah laba/ rugi

Soal 2

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 22 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
PT Beta menggunakan sistem akumulasi biaya berdasarkan pesanan untuk produk yang
dihasilkan . Data biaya sebagai berikut :

a. Perusahaan menerima 200 unit pesanan

b. Biaya bahan baku yang dibutuhkan Rp. 7.000.000,

c. Biaya Tenaga kerja langsung Rp.5.000/ jam. Untuk membuat satu

produk di butuhkan waktu 15 JKL.

d.Biaya Overhead Pabrik sebesar 20% dari biaya

DAFTAR PUSTAKA

Bastian Bustami, Nurlela, Akuntansi biaya, edisi 1, Penerbit Mitra Wacana Media, 2009

Carter, W,K., Cost Accounting, ed 14, South- Western Collage Publishing, 2006

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 23 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar
‘11 24 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana