Anda di halaman 1dari 8

MODUL 8

MATA KULIAH : AKUNTANSI BIAYA

DISUSUN OLEH :
LUSIA SRI ARINI , SPd, MM

PROGRAM PERKULIAHAN KELAS KARYAWAN


PROGRAM STUDI SI MANAJEMEN
UNIVERSITAS MERCUBUANA

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 1 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
2011

PERHITUNGAN BIAYA PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN


(JOINT PRODUCT AND BY PRODUCT)

1. Pengertian produk bersama


Produk bersama adalah beberapa produk yang dihasilkan dalam satu rangkaian secara
bersama dengan menggunakan bahan,tenaga kerja dan biaya overhead secara
bersama.
Contoh :
- pabrik pemintalan kapas yang menghasilkan kapas halus , benang, dan kain
- pabrik kayu yang menghasilkan kayu gelondongan, papan dan batok.
Dalam Produk bersama dapat menghasilkan :
a. Produk utama ; dihasilkan dalam proses produksi secara bersama, namun
mempunyai kuantitas yang lebih besar disbanding produk yang lain atau produk
sampingan.
b. Produk sampingan : dihasilkan dalam proses produksi secara bersama, namun
produk tersebut kuantitasnya lebh kecil dibanding produk utama.

2. Karakteristik Produk Bersama


a. Diproses secara bersama
b. Setiip produk dalam proses bersama tersebut mempunyai hubungan yang terat
dengan produk yang lain.
c. Terdapat titik pisah adalah saat dimana produk tersebut dipisah ke masing-masing
produk secara individual.
d. Biaya yang digunakan untuk memproses lebih lanjut produk setelah titik pisah
disebut biaya biaya proses lanjutan atau biaya setelah titik pisah.

3. Alokasi biaya dan metode alokasi biaya produksi bersama


Alokasi biaya adalah pembebanan biaya secara proporsional dai biaya tidak langsung
atau biaya bersama ke obyek biaya.

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 2 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Metode Alokasi Biaya
a. Metode harga pasar/ nilai jual hipotetis
b. Metode unit fisik
c. Metode rata-rata sederhana
d. Metode rata-rata tertimbang

a. Metode harga pasar/ metode nilai jual hipotetis


Metode harga pasar atau nilai jual merupakan pembebanan biaya bersama atas dasar
nilai jual masing –masing produk.

Metode harga jual dapat dibagi menjadi 2 :


1. Harga jual diketahui pada saat titik pisah
2. Harga jual tidak diketahui pada saat titik pisah

Harga jual diketahui pada sat titik pisah


Bila harga jual diketahui pada saat titik pisah maka biaya bersama dibebankan berdasarkan
nilai jual masing-masing produk terhadap jumlah nilai jual keseluruhan produk.

Contoh.
PT Kasih memproduksi tiga jenis produk P,Q, dan R secara bersama dengan biaya sebesar $
600.000.000. Data yang berhubungan dengan ketiga produk tersebut
adalah :
Produk Unit Produksi Harga pasar per unit pada saat titik pisah
P 5.000 $ 2.000
Q 10.000 $ 3.000
R 20.000 $ 4.000

Di minta : Hitunglah alokasi biaya bersama masing-masing produk.


Jawab : Biaya bersama = $ 600.000.000

Nilai jual masing-masing produk pada saat titik pisah :


P = 5.000 Unit X $ 2.000 = $10.000.000
Q = 10.000 Unit X $ 3.000 = $ 30.000.000

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 3 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
R = 20.000 Unit X $ 4.000 = $ 80.000.000
$ 120.000.000

Alokasi biaya bersama :


Produk P = 10.000.000 x $ 600.000.000 = $ 50.000.000
120.000.000

Produk Q = 30.000.000 x $ 600.000.000 = $ 150.000.000


120.000.000

Produk R = 80.000.000 x $ 600.000.000 = $ 400.000.000


120.000.000 -----------------------
$ 600.000.000

Harga jual tidak diketahui pada saat titik pisah


Bila produk tidak dapat dijual pada titik pisah, maka harga tidak dapat diketahui pada saat titik
pisah. Produk tersebut memerlukan proses tambahan supaya harga jual dapat diketahui
sebelum dijual.
Dasar yang digunakan untuk alokasi biaya bersama adalah harga pasar hipotetis.
Harga pasar hipotetis.adalah nilai jual suatau produk setelah diproses lebih lanjut dikurangi
biaya yang dikeluarkan untuk proses lanjutan.

Contoh.
PT. Damai memproduksi dua produk secara bersama yaitu produk D dan E. Biaya bersama
yang dikeluarkan untuk menghasilkan kedua produk tersebut adalah
$ 400.000.000.
Data yang berhubungan dengan produk bersama adalah :

Keterangan Produk D Produk E

Produksi 1.000 2.000


Harga jual setelah titik pisah $. 5.000 $.10.000
Biaya proses lanjutan $ 1.000.000 $. 4.000.000
Diminta ;

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 4 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
a. Hitunglah alokasi biaya bersama produk D dan E
b. Hitunglah biaya bersama produk D dan E

Penyelesaian :
Total Penjualan Produk

D = 1.000 X $ 5.000 = $ 5.000.000


E = 2.000 x $ 10.000 = $ 20.000.000
$ 25.000.000

Harga jual hipotetis :


D = $ 5.000.000 -- $ 1.000.000 = $ 4.000.000
E = $ 20.000.000 -- $ 4.000.000 = $ 16.000.000
$ 20.000.000

a. Alokasi Joint cost masing-masing produk :


D = 4.000.000 x $ 400.000.000 = $ 80.000.000
20.000.000

E = 16.000.000 x $ 400.000.000 = $ 320.000.000


20.0.0 $ 400.000.000

b. Biaya produksi masing –masing produk :

Biaya produksi = Alokasi joint cost + biaya proses lanjutan

D = $ 80.000.000 + $ 1.000.000 = $ 81.000.000

E = $ 320.000.000 + $ 4.000.000 = $ 324.000.000

Metode Unit Fisik


Metode unit fisik adalah suatu metode pembebanan biaya bersama kepada produk atas
dasar unit secara fisik atau output dari suatu produk.

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 5 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Rumus :

Pembebanan biaya bersama :


= Jumlah unit masing-masing produk x Biaya bersama
Jumlah unit keseluruhan produk

Contoh.
PT Gembira memproduksi dua macam produk yaitu F dan G. Biaya bersama yang
digunakan untuk menghasilkan kedua produk tersebut sebesar $. 2.000.000. Data lain
yang digunakan dalam produk tersebut adalah :

Keterangan Produk F Produk G


Unit produksi 50.000 150.000
Harga jual setelah proses lanjutan 2.000 4.000
Biaya proses lanjutan $ 750.000 $ 1.300.000

Diminta :
a. Hitunglah alokasi biaya masing-masing produk dengan metode unit fisik
b. Hitunglah biaya produksi masing-masing produk
Jawab:

Biaya bersama $ 2.000.000

a. Alokasi biaya masing-masing produk :


F = 50.000 x $ 2.000.000 = $ 500.000
200.000

G = 150.000 x $ 2.000.000 = $ 1.500.000


200.000 2.000.000

b. Biaya produksi masing-masing produk


Biaya produksi = alokasi joint cost + biaya proses lanjutan
F = $ 500.000 + $ 750.000 = $ 1.250.000

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 6 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
G = $ 1.500.000 + $ 1.300.000 = $ 2.800.000

Metode Rata-rata per unit


Adalah suatu metode dalam alokasi biaya bersama seluruhproduk yang dihasilkan
bersama dibebani nilai secara proporsional dari seluruh biaya bersama dan dari besarnya
unit yang diproduksi .

Contoh.
PT SUKACITA memproduksi dua macam produk secara bersama yaitu produk J dan K.
Biaya bersama $ 250.000.000.Data yang berhubungan dengan produk tersebut sebagai
berikut :

Keterangan Produk J Produk K


Unit Produksi 20.000 30.000
Harga jual setelah proses lanjutan 3.500 1.000
Biaya proses lanjutan $ 12.000.000 $ 38.000.000

Diminta :
a. Hitunglah alokasi biaya bersama produk J dan K
b. Hitunglah biaya produksi untuk produk J dan K

Jawab:
a. Alokasi biaya bersama masing-masing produk

Biaya per unit = $ 250.000.000


50.000 unit
= $ 5.000/ unit

Alokasi biaya bersama masing-masing produk :


J = $ 5.000 x 20.000 = $ 100.000.000
K= $ 5.000 x 30.000 = $ 150.000.000
$. 250.000.000

b. Biaya produksi masing-masing produk

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 7 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Produk J = $ 100.000.000 + $ 12.000.000 = $112.000.000

Produk K = $ 150.000.000 + $ 38.000.000 = $188.000.000

Metode Rata-rata Tertimbang


Adalah suatu metode dalam alokasi biaya bersama berdasarkan pada unit produksi
dikalikan dengan factor penimbang, kemudiana jumlah penimbang rata-rata setiap
produk dibagi dengan jumlah penimbang rata-rata seluruh produk.
Rumus :

Pembebanan
biaya bersama = Jml penimbang rata-rata setiap produk x Biaya bersama
Jml penimbang rata-rata seluruh produk
DAFTAR PUSTAKA

Bustami Bastian, Nurlela, Akuntansi Biaya, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta
2008, Edisi Asli.

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 8 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana