Anda di halaman 1dari 322

Kepada yang terhormat,

1. Pimpinan Tinggi Madya;


2. Pimpinan Tinggi Pratama di Direktorat Jenderal Bina Marga;
3. Kepala Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Direktorat Jenderal
Bina Marga;
di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

SURAT EDARAN
NOMOR 12/SE/M/2018

TENTANG
PEMBERLAKUAN
PEDOMAN INVENTARISASI LERENG JALAN DAN
PEDOMAN INSPEKSI LERENG JALAN

A. Umum

Dalam rangka menunjang pembangunan infrastruktur PUPR, perlu


ditetapkan 2 (dua) Pedoman Bidang Jalan dan Jembatan dengan Surat
Edaran Menteri PUPR sebagai acuan dalam pelaksanaan pekerjaan bidang
jalan dan jembatan.
Pedoman Bidang Jalan dan Jembatan sebagaimana dimaksud meliputi:
1. Pedoman Inventarisasi Lereng Jalan (Pd 11-2018-B); dan
2. Pedoman Inspeksi Lereng Jalan (Pd 12-2018-B).

B. Dasar Pembentukan

1. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran


Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 86,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4655);

1
JDIH Kementerian PUPR
3. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 16);
4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/M/2011 tentang
Tata Cara Pemeliharaan dan Penilikan Jalan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 612);
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 07/PRT/M/2012 tentang
Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan di Bidang Jalan
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 358);
6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 881) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
05/PRT/M/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 15/PRT/M/2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2017 Nomor 466);
7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
20/PRT/M/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana
Teknis di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 817);
8. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
248/KPTS/M/2015 tentang Penatapan Ruas Jalan Dalam Jaringan
Jalan Primer Menurut Fungsinya Sebagai Jalan Arteri (JAP) dan
Jalan Kolektor-1 (JKP-1);
9. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
250/KPTS/M/2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan
Menteri Pekerjaan Umum Nomor 567/KPTS/M/2010 tentang
Rencana Umun Jaringan Jalan Nasional;
10. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
290/KPTS/M/2015 tentang Penetapan Ruas Jalan Menurut
Statusnya Sebagai Jalan Nasional;

2
JDIH Kementerian PUPR
C. Maksud dan Tujuan
Surat Edaran ini dimaksudkan sebagai acuan dalam pelaksanaan
Inventarisasi Lereng Jalan dan Inspeksi Lereng Jalan.
Pedoman Bidang Jalan dan Jembatan dalam Surat Edaran ini memiliki
tujuan, yaitu:
1. Pedoman Inventarisasi Lereng Jalan (Pd 11-2018-B)
Untuk pengumpulan data lereng jalan yang meliputi geometrik dan
dimensi lereng, konstruksi rekayasa lereng serta lereng dengan
keruntuhan pada suatu ruas jalan. Data hasil inventarisasi direkam
dan dikelola dalam suatu aplikasi basis data yang berbasis
Geographic Information System (GIS) serta web yang dikenal dengan
basis data lereng jalan; dan

2. Pedoman Inspeksi Lereng Jalan (Pd 12-2018-B)


Untuk membantu inspeksi rutin, inspeksi berkala, dan inspeksi
khusus. Setiap inspeksi dilakukan dengan cara pengumpulan data
dan pemeriksaan kondisi lereng, kondisi konstruksi rekayasa lereng,
kondisi drainase, kondisi badan dan bahu jalan, kondisi jalan
inspeksi, dan kondisi instrumentasi.

D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari Surat Edaran ini meliputi:
1. Pedoman Inventarisasi Lereng Jalan (Pd 11-2018-B)
Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur inventarisasi
lereng jalan yang meliputi lereng alam, lereng buatan, yaitu lereng
galian atau lereng timbunan serta lereng alam dan lereng buatan
yang mengalami keruntuhan lereng.

2. Pedoman Inspeksi Lereng Jalan (Pd 12-2018-B)


Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur inspeksi lereng
jalan yang meliputi inspeksi rutin, inspeksi berkala, dan inspeksi
khusus untuk lereng alam dan lereng buatan, yaitu lereng galian
atau lereng timbunan, serta lereng alam dan lereng buatan yang
mengalami keruntuhan.

3
JDIH Kementerian PUPR
E. Pemberlakuan
Pedoman Inventarisasi Lereng Jalan (Pd 11-2018-B) dan Pedoman
Inspeksi Lereng Jalan (Pd 12-2018-B) merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Surat Edaran ini dan dapat menjadi acuan dalam
pelaksanaan pekerjaan bidang jalan dan jembatan.

F. Penutup
Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal yang ditetapkan.

Demikian atas perhatian saudara disampaikan terima kasih.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 7 November 2018

MENTERI PEKERJAAN UMUM


DAN PERUMAHAN RAKYAT,

ttd.

M. BASUKI HADIMULJONO

Tembusan disampaikan kepada Yth.:


1. Sekretaris Jenderal, Kementerian PUPR;
2. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian PUPR.

4
JDIH Kementerian PUPR
Pd 11- 2018- B
SE Menteri PUPR
Nomor : 12/SE/M/2018
Tanggal : 07 November 2018

PEDOMAN
Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil

Inventarisasi lereng jalan

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


DAN PERUMAHAN RAKYAT

JDIH Kementerian PUPR


Daftar isi

Daftar isi ................................................................................................................................. i


Prakata .................................................................................................................................. iii
Pendahuluan ......................................................................................................................... iv
1 Ruang lingkup .................................................................................................................. 1
2 Acuan normatif ................................................................................................................. 1
3 Istilah dan definisi ............................................................................................................. 1
4 Ketentuan ......................................................................................................................... 6
4.1 Umum ............................................................................................................................. 6
4.2 Inventarisasi lereng jalan ................................................................................................ 6
4.3 Informasi formulir inventarisasi lereng jalan .................................................................. 17
4.3.1 Tapak umum............................................................................................................... 17
4.3.2 Geometrik lereng jalan ................................................................................................ 23
4.3.3 Geologi material penyusun lereng .............................................................................. 28
4.3.4 Konstruksi rekayasa lereng ......................................................................................... 31
4.3.5 Kondisi keruntuhan ..................................................................................................... 31
4.3.6 Badan dan bahu jalan ................................................................................................. 32
4.3.7 Drainase ..................................................................................................................... 32
4.3.8 Instrumentasi .............................................................................................................. 33
4.3.9 Foto dokumentasi ....................................................................................................... 33
4.3.10 Sketsa ....................................................................................................................... 33
4.4 Pelaksana ..................................................................................................................... 34
4.5 Peralatan ...................................................................................................................... 34
4.6 Format Pelaporan ......................................................................................................... 35
5 Prosedur ........................................................................................................................ 35
5.1 Penentuan lokasi inventarisasi lereng jalan................................................................... 39
5.2 Pengumpulan dan pengkajian data sekunder ............................................................... 39
5.3 Persiapan alat, pelaksana dan formulir inventarisasi lereng jalan ................................. 39
5.4 Pelaksanaan inventarisasi lereng jalan ......................................................................... 39
5.5 Pelaporan inventarisasi lereng jalan.............................................................................. 40
Lampiran A .......................................................................................................................... 41
Lampiran B .......................................................................................................................... 57
Lampiran C .......................................................................................................................... 74
Lampiran D .......................................................................................................................... 80
Bibliografi ............................................................................................................................. 81

Gambar 1 - Lereng alam, galian dan timbunan ...................................................................... 7


Gambar 2 - Lereng galian ganda ........................................................................................... 8
Gambar 3 - Lereng timbunan ................................................................................................. 8
Gambar 4 - Diagram penentuan jenis keruntuhan lereng (Sumber : JICA dan JKR Malaysia
(2002)-modifikasi Pusjatan) ............................................................................... 15
i

JDIH Kementerian PUPR


Gambar 5 - Penomoran lereng jalan .................................................................................... 19
Gambar 6 - Jalan alternatif................................................................................................... 22
Gambar 7 - Profil memanjang lereng jalan ........................................................................... 23
Gambar 8 - Penampang melintang lereng jalan ................................................................... 23
Gambar 9 - Penampang melintang sengkedan lereng jalan (Sumber : JICA dan JKR
Malaysia, 2002) ................................................................................................. 25
Gambar 10 - Bentuk lereng jalan (Sumber : JICA dan JKR Malaysia, 2002) ........................ 26
Gambar 11 - Jejak keruntuhan (Sumber : JICA dan JKR Malaysia, 2002) ........................... 27
Gambar 12 - Garis lekuk dan teras gantung (Sumber : JICA dan JKR Malaysia, 2002) ....... 27
Gambar 13 - Lereng cekung dan lereng debris (Sumber : JICA dan JKR Malaysia, 2002) .. 28
Gambar 14 - Keberadaan batuan (Sumber : JICA dan JKR Malaysia, 2002) ....................... 29
Gambar 15 - Bagan alir inventarisasi lereng jalan ................................................................ 37

Tabel 1 - Jenis keruntuhan lereng .......................................................................................... 9


Tabel 2 - Data Sekunder ...................................................................................................... 16
Tabel 3 - Nomor Provinsi ..................................................................................................... 17
Tabel 4 - Deskripsi set kekar-kekar (diskontinuitas) ............................................................. 31
Tabel 5 - Kualifikasi pelaksana inventarisasi lereng jalan ..................................................... 34
Tabel 6 - Peralatan inventarisasi lereng jalan ...................................................................... 35

ii

JDIH Kementerian PUPR


Prakata

Pedoman inventarisasi ini disusun berdasarkan hasil kajian Pusat Litbang Jalan dan
Jembatan, yang diawali dengan penelitian Slope Stability Inventory (SSI) yang
dikembangkan sejak tahun 1989 melalui kerja sama dengan Transport Road Research
Laboratory (TRRL), yang selanjutnya dikembangkan menjadi Basis Data Bidang Geoteknik
dan penelitian Slope Disaster Management System sejak tahun 2006 sampai tahun 2011.

Pedoman ini disusun oleh Komite Teknis 91-01 Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa
Sipil pada Subkomite Teknis 91-01-S2 Rekayasa Jalan dan Jembatan melalui Gugus Kerja
Balai Geoteknik Jalan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pedoman ini telah dibahas dalam rapat konsensus pada tanggal 18 April 2017 di Bandung
yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, yaitu perwakilan dari
produsen, konsumen, pakar, dan pemerintah.

iii

JDIH Kementerian PUPR


Pendahuluan

Inventarisasi lereng jalan merupakan salah satu bagian kegiatan yang terintegrasi dalam
suatu sistem manajemen lereng jalan, bersama-sama dengan inspeksi, penilaian risiko,
mitigasi tingkat risiko, basis data lereng jalan dan pemeliharaan. Sistem manajemen lereng
jalan tersebut dilengkapi serangkaian pedoman yang tidak terpisah, meliputi :
1. Pedoman sistem manajemen lereng jalan;
2. Pedoman inventarisasi lereng jalan;
3. Pedoman inspeksi lereng jalan;
4. Pedoman penilaian tingkat risiko lereng jalan;
5. Pedoman mitigasi lereng jalan;
6. Pedoman pemeliharaan lereng jalan.

Inventarisasi lereng jalan dilakukan dengan cara pengumpulan data lereng jalan yang
meliputi geometrik dan dimensi lereng, konstruksi rekayasa lereng serta lereng dengan
keruntuhan pada suatu ruas jalan. Pelaksanaan inventarisasi dilakukan dengan survei
lapangan yang menggunakan formulir atau formulir aplikasi inslope berbasis android/iOS
yang ditunjang oleh beberapa peralatan.

Data hasil inventarisasi direkam dan dikelola dalam suatu aplikasi basis data yang berbasis
GIS dan web serta dikenal dengan basis data lereng jalan. Basis data tersebut mudah
diakses dengan android/iOS oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat umum.

iv

JDIH Kementerian PUPR


Inventarisasi lereng jalan

1 Ruang lingkup

Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur inventarisasi lereng jalan yang
meliputi lereng alam, lereng buatan, yaitu lereng galian atau lereng timbunan serta
lereng alam dan lereng buatan yang mengalami keruntuhan lereng.

2 Acuan normatif

Dokumen referensi di bawah ini harus digunakan dan tidak dapat ditinggalkan untuk
melaksanakan pedoman ini.

SNI 03-1962-1990. Tata Cara perencanaan penanggulangan longsoran

Pd T-09-2005-B. Pedoman rekayasa penanganan keruntuhan lereng jalan pada tanah


residual dan batuan

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor


248/KPTS/M/2015. Penatapan ruas jalan dalam jaringan jalan primer menurut
fungsinya sebagai jalan arteri (JAP) Dan Jalan Kolektor-1 )

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor


250/KPTS/M/2015. Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Pekerjaan Umum
Nomor 567/KPTS/M/2010. Tentang rencana umun jaringan jalan nasional

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor


290/KPTS/M/2015. Penetapan ruas jalan menurut statusnya sebagai jalan nasional

Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 1 tahun
1997. Pemetaan penggunaan tanah perdesaan, penggunaan tanah perkotaan,
kemampuan tanah dan penggunaan simbol/warna untuk penyajian dalam peta

3 Istilah dan definisi

Untuk tujuan penggunaan pedoman ini, istilah dan definisi berikut digunakan.

3.1
aliran debris (debris flow)
aliran cepat dari bongkahan, kerikil, pasir lanau dan lempung bercampur dengan air
dalam jumlah besar disebabkan hujan lebat, penggerusan pada kaki lereng, dan akibat
gempa bumi

3.2
bahu sengkedan
jarak mendatar antara puncak lereng sengkedan bawah dan kaki lereng sengkedan
atas

1 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


3.3
bentang alam (terain)
bentuk permukaan ataupun dekat permukaan bumi yang mempunyai ciri fisik tertentu

3.4
diskontinuitas
ketidaksinambungan struktur goelogi yang menyebabkan pelapisan batuan tidak
menerus, antara lain ketidakselarasan bidang pelapisan, kekar (joints), sesar (faults),
dan retak-pecah (fracture)

3.5
garis lekuk (knick point)
transisi mendadak dari lereng bagian atas yang landai ke lereng bawah yang lebih
curam atau sebaliknya

3.6
gelincir (slides)
keruntuhan massa tanah ataupun batuan yang bergerak pada suatu bidang yang
disebut bidang gelincir

3.7
gelincir rotasi
longsor yang umumnya terjadi pada lereng homogen dengan bidang longsor berbentuk
lingkaran pada tempat yang dalam, dan masa tanah yang longsor cenderung menyatu

3.8
gelincir translasi
longsor dengan bidang longsor yang datar, masa tanah yang longsor berbentuk baji

3.9
inventarisasi lereng jalan
suatu kegiatan pengamatan dan pencatatan terhadap kondisi-kondisi visual di
lapangan yang merupakan data awal suatu lereng jalan

3.10
jalan desa
ruas Jalan yang menghubungkan kawasan dan/atau antarpermukiman di dalam desa,
serta jalan lingkungan

3.11
jalan kabupaten/kota
ruas jalan yang menghubungkan antarkelurahan/desa

3.12
jalan nasional
ruas jalanyang menghubungkan antarprovinsi

3.13
jalan nonstatus
ruas jalan yang belum memiliki status

2 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


3.14
jalan provinsi
ruas jalan yang menghubungkan antarkabupaten/kota dalam sebuah provinsi

3.15
jatuhan batuan (rockfall)
jatuh bebas atau menggelinding ke bawah suatu batuan keras atau bongkah pada
lereng yang curam akibat pengaruh gravitasi dan dikontrol oleh penyebaran
retakan/kekar

3.16
jejak keruntuhan (trace of collapse)
bagian lereng yang sedikit gundul terjadi akibat adanya keruntuhan di masa lalu.
Permukaan lereng gundul atau ditutupi oleh rumput atau pohon muda

3.17
jungkiran (topple)
jenis longsoran memutar ke depan dari satu atau beberapa blok tanah (batuan)
terhadap titik pusat putaran di bawah massa batuan akibat gaya gravitasi dan atau
gaya dorong massa batuan di belakangnya atau gaya akibat tekanan air yang mengisi
rekahan batuan

3.18
keruntuhan (collapse)
keruntuhan tanah dan batuan lepas dan berpori (porous) dari lereng ketika material
lepas terisi oleh air ketika hujan lebat atau terguncang oleh gempabumi

3.19
keruntuhan massa batuan (rock mass failure)
Keruntuhan massa pada lereng batuan seperti planar, baji dan jungkiran yang sangat
dipengaruhi oleh penyebaran diskontinuitas geologi.Umumnya berukuran lebih dari
100 m3

3.20
keruntuhan timbunan (embankment failure)
keruntuhan yang terjadi pada lereng timbunan, terjadinya penurunan pada permukaan
jalan dan/atau terjadinya penggerusan pada bagian kaki lereng timbunan

3.21
kondisi lereng jalan
kondisi topografi, geologi,dan hidrologi batuan/tanah di sekitar lereng jalan

3.22
lempung mengembang (swelling clay)
lempung yang memiliki sifat mengembang jika kena air/cairan dan bersifat pecah dan
mudah hancur ketika kering ketika muncul (expose) di permukaan lereng

3.23
lereng alam
lereng yang terbentuk karena proses dan fenomena geologi

3 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


3.24
lereng alluvium
endapan detritus (talus) yang dihasilkan dari kegiatan sungai muda/modern, termasuk
jatuhan material hancur yang membentuk lereng baru pada kaki lereng yang curam

3.25
lereng cekung (concave slope)
lereng dengan permukaan berbentuk seperti sendok

3.26
lereng cembung (convex slope)
lereng dengan permukaan yang cembung

3.27
lereng debris
lereng yang tersusun dari endapan debris, biasanya berupa material runtuhan yang
terbentuk pada kaki lereng

3.28
lereng galian
lereng yang terbentuk karena adanya pemotongan lereng alam

3.29
lereng jalan
lereng yang berada di bagian kiri, kanan, atas dan bawah suatu ruas jalan

3.30
lereng timbunan
lereng yang terbentuk karena adanya penimbunan lereng alam

3.31
longsoran (landslide)
pergerakan massa dari batuan sangat lapuk, debris, gelinciran tanah yang memiliki
bidang gelincir, umumnya berukuran sangat besar lebih dari 1000 m3, seringkali
berkisar pada beberapa ratus ribu

3.32
luas lereng
ukuran panjang lereng dengan panjang kemiringan lereng dengan karakteristik yang
sama

3.33
overhang
kondisi tanah atau batuan yang menggantung/menonjol (teras gantung)

3.34
panjang kemiringan lereng (slope distance)
jarak miring lereng dari dasar lereng ke puncak lereng

4 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


3.35
panjang lereng (slope length)
ukuran panjang suatu lereng dengan karakteristik yang sama

3.36
pelapukan
proses perubahan dan penghancuran batuan, tanah, dan mineral serta bahan organik
dan material buatan melalui kontak dengan atmosfer bumi, air, dan organisme biologis

3.37
sengkedan lereng (terasering)
kondisi lereng yang dibuat bertangga-tangga yang dapat diterapkan pada timbunan
atau galian yang tinggi

3.38
set diskontinuitas
kemenerusan kekar-kekar yang memiliki arah (strike) dan kemiringan (dip) yang sama
pada suatu lereng batuan

3.39
struktur baji
struktur geologi berupa perpotongan dari dua buah bidang kekar/retakan yang
mengakibatkan adanya bagian batuan yang terpisah dari massa batuan yang masif
dan berpotensi mengalami jatuhan batuan

3.40
struktur cap rock
struktur yang terjadi pada saat lava mengalir pada lapisan sedimen lunak

3.41
struktur daylight
struktur geologi berupa set diskontinuitas yang umumnya membentuk struktur planar
dan baji, dimana perpotongan dari dua bidang kekar/retakan lebih landai daripada
kemiringan lereng

3.42
struktur planar
struktur geologi berupa set diskontinuitas mendatar atau membentuk kemiringan yang
landai

3.43
struktur terobosan (intrusive structure)
struktur yang terjadi akibat pengaruh batuan terobosan, batuan disekitar batuan
terobosan seringkali mengalami retakan

3.44
sudut lereng
sudut yang dibentuk oleh garis horizontal dengan kemiringan lereng

5 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


3.45
sudut sengkedan lereng
sudut yang dibentuk oleh garis horizontal dengan kemiringan lereng setiap sengkedan

3.46
tata guna lahan (landuse)
suatu upaya pemanfaatan lahan dan penataan lahan dalam suatu kawasan yang
meliputi pembagian wilayah untuk pengkhususan fungsi-fungsi tertentu

3.47
tinggi lereng
ukuran tinggi suatu lereng dengan karakteristik yang sama

3.48
tinggi sengkedan lereng
jarak vertikal setiap sengkedan lereng jalan

3.49
zona alterasi
suatu zona yang terjadi akibat larutan hidrotermal yang mengakibatkan terjadinya
perubahan kimia batuan pada daerah vulkanik dan hidrotermal

4 Ketentuan

4.1 Umum
a. Inventarisasi lereng jalan dilakukan terhadap lereng jalan yang belum dilakukan
pendataan dan belum direkam dalam basis data lereng jalan.
b. Inventarisasi dilakukan terhadap lereng alam atau lereng buatan (galian dan
timbunan) yang berada di ruang milik jalan atau hingga lebih dari ruang
pengawasan jalan jika terindikasi dapat memicu ketidakstabilan terhadap lereng
terkait.
c. Inventarisasi lereng jalan yang mengalami keruntuhan lereng dilakukan pada
lereng yang mengalami keruntuhan dan tidak terbatas pada ruang milik jalan
(rumija).
d. Inventarisasi dilakukan dengan pengamatan secara visual menggunakan formulir,
beberapa alat penunjang dan dilakukan dengan berjalan kaki di lereng dan
sekitarnya.
e. Formulir yang digunakan pada inventarisasi lereng jalan adalah formulir cetak pada
Lampiran A atau formulir aplikasi inslope yang dapat dipasang ke dalam komputer
tablet atau telepon pintar (smartphone).
f. Laporan inventarisasi lereng jalan harus direkam ke dalam basis data lereng jalan.

4.2 Inventarisasi lereng jalan


a. Inventarisasi lereng jalan dilakukan terhadap lereng jalan dengan tinggi lebih dari 5
m, kecuali jika lereng terkait berdasarkan pengamatan secara visual mengalami
keruntuhan yang berdampak terhadap terganggunya fungsi jalan baik yang telah
ditanggulangi maupun belum.
b. Untuk lereng yang menerus sejajar jalan dengan ketinggian yang relatif sama,
dilakukan pembagian segmen lereng dengan pilihan sebagai berikut:

6 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


1. pembagian berdasarkan kondisi geometri lereng jalan;
2. pembagian berdasarkan kondisi geologi yang terlihat secara visual;
3. pembagian berdasarkan jenis lereng (alam, galian, timbunan atau kombinasi di
antaranya).
c. Pengelompokan lereng dalam inventarisasi ini dilakukan dengan panduan sebagai
berikut :
1. Jika tinggi lereng di lokasi inventarisasi merupakan lereng galian dan timbunan
(Gambar 1) lebih atau sama dengan 5 meter atau lereng galian dan lereng
timbunan tersebut kurang dari 5 m yang secara visual mengalami keruntuhan
yang berdampak terhadap terganggunya fungsi jalan baik yang telah
ditanggulangi maupun belum, mengisi jenis lereng galian/timbunan pada
formulir A atau formulir aplikasi yang dapat dipasang ke dalam komputer tablet
atau telepon pintar;
2. Jika lereng di lokasi inventarisasi merupakan lereng galian (Gambar 2) dan
lereng timbunan (Gambar 3), mengisi jenis lereng galian/timbunan pada
formulir A atau formulir aplikasi yang dapat dipasang ke dalam komputer tablet
atau telepon pintar;

Lereng atas Lereng bawah

Keterangan :
a adalah tinggi lereng alam c adalah tinggi lereng timbunan
b adalah tinggi lereng galian
Gambar 1 - Lereng alam, galian dan timbunan

7 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


b
a

Lereng kiri jalan Lereng kanan


jalan

Keterangan :
a dan b adalah tinggi lereng galian
Gambar 2 - Lereng galian ganda

a
b

Lereng kiri jalan Lereng kanan jalan

Keterangan :
a dan b adalah tinggi lereng timbunan
Gambar 3 - Lereng timbunan

d. Jenis keruntuhan lereng ditentukan berdasarkan kategori jenis keruntuhan pada


Tabel 1 atau jika tidak ada keruntuhan lereng, jenis keruntuhan merupakan hasil
prediksi berdasarkan pengamatan visual.

8 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Tabel 1 - Jenis keruntuhan lereng
Jenis Keruntuhan Karakteristik Ilustrasi skematik
1. Keruntuhan,  Material yang runtuh berupa tanah residual dan batuan a. Keruntuhan tanah residual
collapse (CL) lapuk kuat atau kekar lepas (jointed rocks)
 Rentan terjadi pada lereng curam
 Sebagian besar dipicu oleh infiltrasi hujan
 Serupa dengan keruntuhan slump pada beberapa
kondisi

3
Ukuran umumnya kurang dari 1000 m

b. Keruntuhan pada struktur kekar lepas

Sumber : JICA dan JKR Malaysia (2002), USGS (2004)

9 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Tabel 1 - Jenis keruntuhan lereng (lanjutan)
Jenis Keruntuhan Karakteristik Ilustrasi skematik
2. Jatuhan  Jatuhan bebas yang disertai gelinding (rolling) akibat
batuan, rock kehilangan kontak dengan permukaan batuan. Pergerakan
fall (RF) massa bergerak dari ketinggian tertentu melalui udara.
 Timbul pada lereng curam dan jurang yang mempunyai
banyak kekar.

3
Ukuran umumnya ≤ 2m .

3. Keruntuhan  Material yang runtuh berupa batuan dengan banyak retakan


masa batuan, (hard jointed rocks)
rock mass  Moda keruntuhan meliputi longsoran baji, longsoran planar
failure (RM) dan jungkiran (toppling)

3
Ukuran umumnya lebih dari > 2m .

Sumber : JICA dan JKR Malaysia (2002), USGS (2004)

10 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Tabel 1 - Jenis keruntuhan lereng (lanjutan)
Jenis Keruntuhan Karakteristik Ilustrasi skematik
4. Longsoran,  Materialnya berupa tanah, debris dan atau batuan lapuk
Landslide kuat
(LS)  Ditandai oleh fitur topografi halus dan terdeformasi
 Umumnya berupa longsoran rotasi dan translasi.
 Gelincir rotasi pada batuan ditandai adanya bentuk
“sendok”; bagian lereng atas terbentuk “gawir” melengkung
dan di bagian tengah longsoran terdapat bagian yang labil
dan nampak adanya gelombang yang tidak rata; gerakannya
berlanjut serta meliputi daerah yang cukup luas.
 Gelincir rotasi pada tanah ditandai adanya bidang gelincir
lengkung dan gerakan rotasi.
 Sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan tekanan air pori
akibat infiltrasi

3
Ukuran umumnya lebih dari 1000 m

Gelincir rotasi Gelincir translasi


Sumber : JICA dan JKR Malaysia (2002), USGS (2004)

11 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Tabel 1 - Jenis keruntuhan lereng (lanjutan)

Jenis Keruntuhan Karakteristik Ilustrasi skematik


5. Aliran debris,  Aliran cepat dari bongkahan, kerikil, pasir, lanau dan
debris flow (DB) lempung dengan sejumlah besar air
 Muncul pada area kontributif yang memiliki lereng mudah
runtuh
 Dapat terjadi pada batuan lapuk atau material lepas dan
pada tanah
 Pergerakan aliran mulai dari sangat lambat sampai sangat
cepat.
 pergerakan aliran terjadi ketika kondisi internal dan eksternal
menyebabkan tanah berperilaku seperti cairan dan mengalir
ke bawah meskipun kemiringan lerengnya landai;
 tanah mengalir bergerak ke berbagai arah serta tidak
memiliki permukaan keruntuhan yang terdefinisi secara
jelas;
 permukaan keruntuhan berganda terbentuk dan berubah
secara terus menerus selama proses aliran terjadi;
 pergerakan aliran terjadi pada tanah kering maupun tanah
basah.

Sumber : JICA dan JKR Malaysia (2002), USGS (2004)

12 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Tabel 1 - Jenis keruntuhan lereng (lanjutan)
Jenis Keruntuhan Karakteristik Ilustrasi skematik
6. Keruntuhan  Slump atau keruntuhan lereng timbunan
timbunan,  Penurunan permukaan jalan
embankment  Penggerusan di bagian kaki
failure (EB)

Sumber : JICA dan JKR Malaysia (2002), USGS (2004)

13 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


e. Pemilihan jenis keruntuhan lereng
1. Pemilihan jenis keruntuhan lereng dilakukan pada setiap lereng sesuai dengan
kriteria pada Tabel 1.
2. Pemilihan jenis keruntuhan lereng sesuai alur pada Gambar 4, sebagai berikut :
a) Lereng diklasifikasikan berdasarkan jenis lereng menjadi lereng timbunan
dan lereng galian/alam, jika lereng berupa timbunan dengan material
penyusun tanah dan campuran, jenis keruntuhan lereng tersebut adalah
keruntuhan timbunan.
b) Lereng galian/alam, diklasifikasikan berdasarkan material penyusunnya.
1) Lereng tanah
i. Jika ada aliran debris pada lereng tanah berdasarkan interpretasi
foto udara dan peta topografi, jenis keruntuhan lereng tersebut
adalah aliran debris;
ii. Jika ada longsor dengan volume lebih dari 1000 m3 berdasarkan
pengamatan visual dan dibantu hasil interpretasi foto udara, jenis
keruntuhan lereng tersebut adalah longsoran;
iii. Jika ada longsor dengan volume kurang dari 1000 m3, dengan
material penyusun tanah residual dan batuan lapuk kuat atau
kekar lepas (jointed rocks), jenis keruntuhan lereng tersebut
adalah keruntuhan (collapse).
2) Lereng batuan
i. Jika ditemukan bentuk gelincir planar, gelincir baji atau jungkiran,
dan volume jatuhan batuan > 2 m3, jenis keruntuhan lereng adalah
keruntuhan massa batuan.
ii. Jika tidak ditemukan bentuk gelincir planar, gelincir baji atau
jungkiran dan volume jatuhan batuan ≤ 2 m3, jenis keruntuhan
lereng adalah jatuhan batuan
3) Lereng campuran
Jika jenis material penyusun permukaan lereng lebih dari 60 % baik
berupa tanah atau batuan, dipilih material penyusun yang dominan dan
mengikuti alur sesuai material penyusunnya.

14 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Mulai

Timbunan Galian/Alam

Tanah Campuran Tanah Campuran Batuan

Ya Tidak
Jenis material pada
permukaan lereng ≥ 60 %
Volume jatuhan Tidak
Tidak Volume Tidak berupa tanah/batuan ?
Ada aliran batuan ≤ 2m3
longsor >
debris ?
1000 m3
Ya Ya
Ya

Keruntuhan timbunan Aliran debris Longsoran Keruntuhan Jatuhan batuan Keruntuhan massa batuan
(embankment failure) (debris flow) (landslide) (collapse) (rock fall) (rock mass failure)

Gambar 4 - Diagram penentuan jenis keruntuhan lereng (Sumber : JICA dan JKR Malaysia (2002)-modifikasi Pusjatan)

15 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


f. Jika terjadi perubahan geometrik, tata guna lahan, geohidrologi dll di lereng suatu
ruas jalan harus dilakukan pengkinian data inventarisasi pada saat inspeksi lereng
jalan.
g. Pengumpulan dan pengkajian data sekunder dilakukan untuk memperoleh
gambaran lokasi, karakteristik lereng yang akan diinventarisasi, lokasi-lokasi yang
berpotensi keruntuhan dan digunakan untuk merencanakan pelaksanaan
inventarisasi lereng jalan. Pengumpulan dan pengkajian data dilakukan terhadap
data-data pada Tabel 2.
Tabel 2 - Data sekunder
Jenis Data Sumber Data Skala Luaran
Minimum
1. Peta geologi regional Badan Geologi 1:250.000 Litologi lereng jalan
2. Peta hidrogeologi Badan Geologi 1:250.000 Kondisi air bawah
permukaan lereng
jalan
3. Peta topografi Badan Geologi 1:30.000 Bentang alam lereng
jalan
4. Peta curah hujan Badan Meteorologi 1: 100.000 Intensitas curah hujan
indonesia dan Geofisika bulanan lereng jalan
5. Peta tata guna lahan BIG 1:100.000 Tata guna lahan
lereng jalan
6. Peta Land System/Tata BIG 1:250.000 Tata guna lahan
Ruang lereng jalan
7. Peta kerentanan Badan Geologi 1:250.000 Kerentanan gerakan
gerakan tanah tanah lereng jalan
8. Peta ruas jalan Departemen 1:25.000 Nomor dan nama ruas
Pekerjaan Umum jalan lereng
atau Dinas-Dinas
Terkait di daerah
9. Peta digital elevation SRTM Arc 90 Tinggi lereng jalan
model SRTM Arc 90
(bila tersedia)
10. Peta zonasi gempa SNI dan situs-situs - Zona gempa lereng
(bila tersedia) online jalan
11. Peta daerah/zona Dinas-Dinas Terkait 1:200.000 Zona potensi
potensi longsoran (bila di daerah dan situs- longsoran di lokasi
tersedia) situs pemerintahan lereng jalan
online, misalnya
Departemen
PU,Badan Geologi,
dsb.
12. Data kerusakan dan Puslitbang Jalan - Data kerusakan dan
terganggunya ruas dan Jembatan, terganggunya ruas
jalan akibat longsoran P2JJ, Dinas-Dinas jalan akibat longsoran
lereng serta upaya terkait di daerah, lereng serta upaya
penanganannnya (bila Balai Besar Daerah penanganannnya
tersedia)
13 Data lalu lintas terkini Puslitbang Jalan - Volume lalu lintas di
dan Jembatan, lokasi lereng jalan
P2JJ, Dinas-Dinas
terkait di daerah,
Balai Besar Daerah
14 Foto udara LAPAN - Interpretasi foto udara

16 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


h. Hasil dari pengkajian data sekunder harus dirangkum dalam bentuk laporan
sementara dan dibawa sebagai rujukan pada saat inventarisasi.

4.3 Informasi formulir inventarisasi lereng jalan

4.3.1 Tapak umum

a. Nomor provinsi
Nomor provinsi pada lereng jalan yang diinventarisasi mengacu pada Keputusan
Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor 248/KPTS/M/2015 yaitu
pada Tabel 3 atau peraturan yang berlaku saat inventarisasi dilakukan.

Tabel 3 - Nomor provinsi


No Nama Provinsi Kode Provinsi
1. Daerah Istimewa Aceh 01
2. Sumatra Utara 03
3. Sumatra Barat 05
4. Riau 09
5. Kepulauan Riau 10
6. Jambi 11
7. Bengkulu 13
8. Sumatra Selatan 15
9. Kepulauan Bangka Belitung 16
10. Lampung 17
11. DKI Jakarta 20
12. Banten 21
13. Jawa Barat 22
14. Jawa Tengah 24
15. Daerah Istimewa Yogyakarta 26
16. Jawa Timur 28
17. Kalimantan Barat 30
18. Kalimantan Tengah 32
19. Kalimantan Timur 34
20. Kalimantan Utara 35
21. Kalimantan Selatan 36
22. Bali 40
23. Nusa Tenggara Barat 42
24. Nusa Tenggara Timur 44
25. Sulawesi Utara 50
26. Gorontalo 51
27. Sulawesi Tengah 52
28. Sulawesi Barat 53
29. Sulawesi Selatan 54

17 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Tabel 3 - Nomor provinsi (lanjutan)

No Nama Provinsi Kode Provinsi


30. Sulawesi Tenggara 56
31. Maluku 60
32. Maluku Utara 61
33. Papua 62
34. Papua Barat 63
(Sumber : Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor
248/KPTS/M/2015)

b. Nama provinsi
Nama provinsi lereng jalan yang diinventarisasi mengacu pada Keputusan Menteri
Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor 248/KPTS/M/2015 pada Tabel 3
atau peraturan yang berlaku saat inventarisasi dilakukan.
c. Nomor ruas jalan
Nomor ruas jalan pada lereng yang diinventarisasi sesuai dengan nomor ruas
jalan Bina Marga untuk jalan nasional, Dinas Bina Marga Provinsi untuk jalan
provinsi dan Dinas Bina Marga Kabupaten untuk jalan kabupaten sesuai
Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor :
250/KPTS/M/2015 atau peraturan yang berlaku saat inventarisasi dilakukan.
d. Nama ruas jalan
Nama ruas jalan pada lereng yang diinventarisasi sesuai dengan keputusan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor : 250/KPTS/M/2015 atau
peraturan yang berlaku saat inventarisasi dilakukan. Format arah dari (awal
inventarisasi) dan arah ke (akhir inventarisasi), sebagai contoh untuk ruas jalan:
Sp. Kalianda-Bujung Tenuk, berarti arah dari Sp. Kalianda ke Bujung Tenuk.
e. Arah jalan
Arah jalan pada saat melakukan inventarisasi, yaitu dari kota terdekat ke kota
terdekat selanjutnya.
f. Nomor lereng
1. Nomor identitas lereng meliputi nomor provinsi, nomor ruas jalan, nomor urut
lereng yang ada di ruas jalan tersebut dan lokasi lereng dari jalan yaitu lereng
kiri jalan, lereng kanan jalan, lereng bawah atau lereng atas jalan seperti pada
Gambar 5.
2. Ketentuan kiri, kanan, atas, dan bawah jalan dari arah km yang terdekat.
3. Jika diperlukan nomor urut lereng baru diantara nomor lereng yang sudah
diinvetarisasi, gunakan nomor tambahan suffix. Nomor suffix diberikan dimulai
dari 1, 2 dan seterusnya. Sebagai contoh, suatu ruas jalan dengan nomor urut
lereng 001, 002, 003 dan 004, dilakukan inventarisasi baru pada lokasi antara
nomor urut lereng 001 dan 002, nomor inventarisasi baru tersebut diberikan
tambahan suffix menjadi 001.1 dan seterusnya.

18 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


No lereng 7 0 0 1 2 0 0 2 A
nomor nomor ruas jalan nomor urut lereng lereng
provinsi kiri
jalan

No lereng 7 0 0 1 2 0 0 2 B
nomor nomor ruas jalan nomor urut lereng lereng
provinsi kanan
jalan
Gambar 5 - Penomoran lereng jalan
g. Bagian lereng
Lokasi lereng dari jalan yaitu lereng kiri jalan, lereng kanan jalan, lereng bawah
atau lereng atas jalan dari arah km yang terdekat.
h. Kilometer
Angka kilometer lokasi yang diinventarisasi, dihitung mulai dari ibu kota Provinsi
pada ruas jalan yang diamati. Pengisian angka kilometer jalan bersifat opsional,
artinya dapat diisikan jika terdapat datanya.
i. Status jalan
Status ruas jalan pada lereng yang diinventarisasi sesuai Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 290/KPTS/M/2015 atau
peraturan yang berlaku saat inventarisasi dilakukan, yang meliputi :
1. Jalan nasional;
2. Jalan provinsi;
3. Jalan kabupaten;
4. Jalan kota;
5. Jalan desa;
6. Jalan non status.
j. Koordinat
Kordinat posisi lokasi lereng pada ruas jalan yang diinventarisasi yang diperoleh
dari GPS. Format koordinat yang berlaku adalah longitude-latitude (contoh: -
5.85646000, 105.74402000), dengan datum WGS 1984. Pengambilan koordinat
dilakukan di awal, tengah dan akhir lereng jalan.
k. Nama pelaksana inventarisasi
Nama pelaksana yang melakukan inventarisasi.
l. Tanggal inventarisasi
Tanggal disertai bulan dan tahun saat dilakukan inventarisasi.
m. Bentang alam
Bentang alam digunakan untuk menggambarkan kondisi terain daerah
pengamatan secara umum sesuai peta topografi, yang terdiri dari pilihan sebagai
berikut:
1. Dataran rendah;
2. Dataran bergelombang;
3. Perbukitan bergelombang sedang/ngarai;
4. Perbukitan dengan lereng yang curam/ngarai;
5. Pegunungan.
n. Tata guna lahan
Tata guna lahan menggambarkan pemanfaatan lahan di sekitar lereng sesuai
Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 1
tahun 1997, yaitu:

19 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


1. Tanah perkampungan;
2. Tanah industri;
3. Tanah pertambangan;
4. Tanah persawahan;
5. Pertanian tanah kering semusim;
6. Tanah kebun;
7. Tanah perkebunan;
8. Padang;
9. Hutan;
10. Perairan darat;
11. Tanah terbuka;
12. Lain-lain.
Apabila dilokasi inventarisasi terdapat lebih dari satu pilihan, cantumkan yang
paling dominan.
o. Vegetasi
Vegetasi memberikan pilihan untuk jenis vegetasi yang menutupi permukaan
lereng yang diamati. Jika ditemui lebih dari dua jenis vegetasi, tuliskan yang
paling dominan saja atau pilih kombinasinya. Pilihan yang digunakan adalah
sebagai berikut:
1. Pohon;
2. Semak belukar;
3. Rumput;
4. Palawija;
5. Lain-lain.
Persentase vegetasi yang menutupi lereng ditulis berdasarkan jenis vegetasinya.
Pilihan yang diberikan dalam perkiraan rentang sebagai berikut:
1. Lebih kecil dari 20%;
2. Antara 21-40%;
3. Antara 41-60%;
4. Antara 61-80;
5. Lebih besar dari 81%.
p. Hidrologi
Kondisi air permukaan di sekitar lereng pada saat dilakukan inventarisasi, yang
terdiri dari pilihan:
1. Kering;
2. Agak basah;
3. Aliran air permukaan (limpasan, mata air);
4. Lain-lain.
Kondisi hidrologi ini tergantung dari kondisi cuaca di lokasi saat inventarisasi,
dilakukan secara visual tidak dilakukan secara detail hingga pengamatan aliran
bawah permukaan.
q. Cuaca
Kondisi cuaca di lokasi pada saat inventarisasi dilakukan. Kondisi ini berdasar
pada informasi yang diperoleh dari warga sekitar yang kemudian dicocokkan
dengan data curah hujan tahunan dari BMKG, dengan pilihan sebagai berikut:
1. Hujan sangat lebat
2. Hujan;
3. Gerimis;
4. Mendung;
5. Cerah.

20 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


r. Utilitas
Utilas yang terdampak risiko yang berada di sekitar lereng sesuai Pedoman
Penempatan Utilitas Pada Daerah Milik Jalan (Pd T-13-2004-B), dengan pilihan
sebagai berikut:
1. Jaringan listrik;
2. Jaringan telekomunikasi;
3. Jaringan air bersih;
4. Jaringan distribusi gas;
5. Jaringan distribusi bahan bakar lainnya;
6. Jaringan sanitasi;
7. Lain-lain.
s. Bangunan
Bangunan yang terdampak risiko yang berada di sekitar lereng, dengan pilihan
sebagai berikut:
1. Jalan;
2. Jembatan;
3. Pabrik;
4. Perumahan;
5. Rel kereta api;
6. Lain-lain.
t. Ketersediaan jalan inventarisasi
Ketersediaan jalan untuk pelaksana inventarisasi lereng jalan kebagian kaki,
puncak dan semua bahu sengkedan lereng, dengan pilihan sebagai berikut:
1. Tersedia;
2. Tidak tersedia.
u. Volume lalu lintas
Volume lalu lintas harian jalan di lokasi lereng yang diinventarisasi dengan LHR,
dengan pilihan beirkut ini:
1. LHR > 1000;
2. LHR 201 – 999;
3. LHR < 200.
v. Sudut 
Sudut dari as jalan ke puncak lereng galian atau kaki timbunan dengan pilihan:
1. > 30 ˚;
2.  30 ˚.
w. Masa konstruksi jalan sementara pengalihan lalu lintas
Masa konstruksi pembuatan jalan sementara pengalihan lalu lintas jika terjadi
keruntuhan dengan pilihan berikut ini :
1. > 1 hari;
2.  1 hari,
x. Panjang jalan alternatif
Panjang jalan alternatif di lokasi lereng yang di inventarisasi dengan pilihan berikut
ini :
1. > 50 km;
2.  50 km.
Panjang dan jumlah rute alternatif jika terjadi longsoran pada ruas jalan tertentu
dapat dijelaskan seperti pada Gambar 6. Berdasarkan peta tersebut lokasi
keruntuhan lereng terjadi pada ruas Bandung-Cidaun (AB). Panjang ruas jalan
alternatif dihitung dari kota awal sebagai contoh dari Bandung (A) ke kota/tempat
tujuan Cidaun (B) melewati ruas jalan yang lain yang tidak terkena keruntuhan

21 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


lereng. Terlihat bahwa terdapat dua rute alternatif jika kita melakukan perjalanan
dari Bandung ke Cidaun (AB), yaitu :
1. Ruas jalan Bandung-Pangalengan-Rancabuaya-Cidaun (ADB) dengan panjang
jalan ± 117 km.
2. Ruas jalan Bandung-Padalarang-Cianjur-Sindangbarang- Cidaun (ACB)
dengan panjang jalan ± 196 km.

Gambar 6 - Jalan alternatif


22 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


y. Catatan
Catatan dan komentar yang perlu ditambahkan atau keterangan tambahan
untuk lereng yang diinventarisasi.

4.3.2 Geometrik lereng jalan

a. Jenis lereng
Jenis lereng yang diinventarisasi, dengan pilihan sebagai berikut:
1. Lereng alam
2. Lereng galian
3. Lereng timbunan
b. Panjang
panjang kemiringan lereng, tinggi lereng, dan sudut lereng alam serta sudut lereng
galian/timbunan disimplikasikan pada
Gambar 7 dan
Gambar 8.

Panjang lereng jalan

Keterangan :
A adalah lokasi awal lereng
B adalah lokasi akhir lereng

Gambar 7 - Profil memanjang lereng jalan

Keterangan :
SD1 adalah panjang kemiringan lereng HI (m) SD2 adalah panjang kemiringan lereng AB (m)
H1 adalah tinggi lereng HI (m) H2 adalah tinggi lereng AB (m)
1 adalah sudut lereng HI (°) 2 adalah sudut lereng AB (°)

Gambar 8 - Penampang melintang lereng jalan


23 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


c. Lereng alam
1. Panjang lereng
Panjang lereng alam dari awal lereng (A) sampai akhir lereng (B) yang
diinventarisasi pada
Gambar 7, dalam satuan meter. Pengukuran panjang lereng dapat menggunakan
meteran atau kendaraan roda empat yang dilengkapi tripmeter atau odometer.
2. Panjang kemiringan lereng
Panjang kemiringan lereng alam (SD1 atau SD2) yang diinventarisasi seperti pada
Gambar 8, dalam satuan meter. Pengukuran tersebut dapat menggunakan
meteran.
3. Tinggi lereng
Tinggi lereng alam (H1 atau H2) yang diinventarisasi pada
Gambar 8 yang dihitung dengan menggunakan persamaan 1 dan persamaan 2,
dalam satuan meter.

H1 = SD1 sin α1............................................................................................ (1)


H2 = SD2 sin α2............................................................................................ (2)

Keterangan :
H1 dan H2 adalah tinggi lereng (m)
SD1 dan SD2 adalah panjang kemiringan lereng (m)
α 1 dan α 2 adalah sudut lereng (°)
4. Sudut lereng
Sudut lereng alam (1 atau 2) yang diinventarisasi pada
Gambar 8 , dalam satuan derajat. Pengukuran sudut lereng dapat menggunakan
alat pengukur sudut lereng seperti clinometer atau kompas geologi.
d. Lereng galian/timbunan
1. Panjang lereng galian/timbunan
Panjang lereng galian/timbunan yang diinventarisasi pada
Gambar 7, dalam satuan meter. Pengukuran panjang lereng dapat
menggunakan meteran atau kendaraan roda empat yang dilengkapi tripmeter
atau odometer.
2. Panjang kemiringan lereng galian/timbunan
Panjang kemiringan lereng galian (SD1) dan panjang kemiringan lereng
timbunan (SD2) yang diinventarisasi pada
Gambar 8, dalam satuan meter. Pengukuran tersebut dapat menggunakan
meteran.
3. Tinggi lereng
Tnggi lereng galian (H) dan tinggi lereng timbunan (H) yang diinventarisasi
pada Gambar 8 yang dihitung dengan menggunakan persamaan 1 (galian)
dan 2 (timbunan), dalam satuan meter.

24 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


4. Sudut lereng
Sudut lereng galian (α1) dan sudut lereng timbunan (α2) yang diinventarisasi
pada Gambar 8, dalam satuan derajat. Pengukuran sudut lereng dapat
menggunakan alat pengukur sudut lereng seperti clinometer dan kompas
geologi.
5. Jumlah bahu sengkedan lereng
Jumlah bahu sengkedan lereng yang diinventarisasi. Jumlah bahu sengkedan
dihitung dari elevasi permukaan jalan sampai dengan titik tertinggi lereng.
6. Lebar bahu sengkedan lereng
Lebar bahu (Wb) sengkedan masing-masing lereng yang diinventarisasi pada
Gambar 9. Pengukuran lebar bahu sengkedan dapat menggunakan meteran.
7. Panjang kemiringan sengkedan
Panjang kemiringan sengkedan (SD) yang diinventarisasi pada Gambar 9,
dalam satuan meter. Pengukuran tersebut dapat menggunakan meteran.
8. Tinggi sengkedan lereng
Tinggi sengkedan masing-masing lereng (Hb) yang diinventarisasi pada
Gambar 9.
9. Sudut sengke dan lereng
Sudut sengke dan masing-masing lereng (1, 2, 3, 4) yang
diinventarisasi pada Gambar 9. Pengukuran sudut lereng dapat menggunakan
alat pengukur sudut lereng seperti clinometer dan kompas geologi.

Keterangan:
H adalah tinggi lereng (m)
Hb adalah tinggi sengkedan (m)
1, 2 adalah sudut lereng (rentang 1 – 2)
 adalahsudut lereng rata-rata (°)
Wb adalah lebar sengkedan (m)
Gambar 9 - Penampang melintang sengkedan lereng jalan (Sumber : JICA dan
JKR Malaysia, 2002)

e. Bentuk lereng jalan


Bentuk lereng jalan yang ditemui di lokasi inventarisasi berdasarkan Gambar 10.

25 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Lereng cembung Lereng datar Lereng cekung
(a) (b) (c)
Gambar 10 - Bentuk lereng jalan (Sumber : JICA dan JKR Malaysia, 2002)
f. Topografi lereng dapat berupa :
1. Keberadaan lereng aluvium
Keberadaan endapan detritus (talus) di lokasi lereng jalan yang diinventarisasi
yang disebabkan oleh aliran sungai muda/modern yang membentuk lereng
baru dibagian kaki lereng yang curam, dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.
2. Keberadaan jejak keruntuhan
Keberadaan jejak keruntuhan masa lalu di lokasi lereng jalan yang
diinventarisasi sebagaimana Gambar 11. Keberadaan jejak tersebut dicirikan
dengan bagian lereng yang sedikit gundul yang ditumbuhi rumput atau pohon
muda, dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.

26 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Gambar 11 - Jejak keruntuhan (Sumber : JICA dan JKR Malaysia, 2002)

3. Keberadaan garis lekuk


Keberadaan garis lekuk atau tanah dan/atau teras gantung di lokasi lereng
jalan yang diinventarisasi seperti pada Gambar 12, dengan pilihan sebagai
berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.

Gambar 12 - Garis lekuk dan teras gantung (Sumber : JICA dan JKR Malaysia,
2002)

4. Keberadaan lereng cekung atau debris seperti pada Gambar 13 di lokasi


lereng jalan yang diinventarisasi, dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.
27 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Gambar 13 - Lereng cekung dan lereng debris (Sumber : JICA dan JKR Malaysia,
2002)

4.3.3 Geologi material penyusun lereng

a. Jenis material penyusun lereng jalan yang tampak secara visual oleh pelaksana
inventarisasi. Jenis material lereng dengan pilihan sebagai berikut :
1. Tanah;
2. Batuan;
3. Campuran.
b. Keberadaan karakter khusus
1. Keberadaan lempung mengembang (swelling)
Keberadaan material lempung yang bersifat mengembang di lokasi lereng
jalan yang diinventarisasi, dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Sedikit;
c) Tidak ada.
Umumnya, tanah residual dapat mengandung mineral lempung swelling jika
terbentuk dari material asal berupa serpentinit, tufa, batu lumpur, filit, sekis
grapit, granit, dan batuan teralterasi.
2. Keberadaan batuan hancur dan lapuk
Kondisi lereng batuan berdasarkan kondisi hancuran dan pelapukan, di lokasi
lereng jalan yang diinventarisasi, dengan pilihan sebagai berikut:
a) Jelas terlihat, jika pelapukan batuan kuat dengan pola diskontinuitas
tingkat 7, dan 8
b) Sedikit terlihat, jika pelapukan batuan agak lapuk dan pola diskontinuitas
tingkat 3,4,5, dan 6
c) Tidak terlihat, jika batuan bersifat keras, pelapukan segar, dan pola
diskontinuitas 1.
3. Keberadaan tanah/batuan lunak di atas batuan keras
Keberadaan tanah/batuan lunak di atas batuan keras di lokasi lereng jalan yang
diinventarisasi seperti pada Gambar 14(a), dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
28 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


b) Tidak ada.
4. Keberadaan batuan keras di atas batuan lunak
Keberadaan batuan keras di atas tanah lunak di lokasi lereng jalan yang
diinventarisasi seperti pada Gambar 14(b), dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.

(a) (b)
Gambar 14 - Keberadaan batuan (Sumber : JICA dan JKR Malaysia, 2002)
5. Seluruh lereng berupa batuan lunak
Keberadaan batuan lunak di seluruh lereng di lokasi yang diinventarisasi,
dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.
6. Seluruh lereng berupa batuan keras
Keberadaan batuan keras di seluruh lereng di lokasi yang diinventarisasi,
dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.
Keseluruhan lereng terdiri dari batuan keras, kemungkinan keruntuhan bisa
terjadi jika pada batuan keras ditemukan sebaran diskontinuitas.
7. Keberadaan serpih atau sekis
Keberadaan serpih atau sekis pada lereng di lokasi yang diinventarisasi,
dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.
c. Struktur geologi
Struktur geologi yang tampak secara visual oleh pelaksana inventarisasi. Struktur
geologi lereng dan/ atau ciri khusus lereng sebagai akibat adanya struktur geologi
dengan pilihan sebagai berikut :
1. Keberadaan patahan atau zona hancuran
Keberadaan patahan atau zona hancuran di lokasi yang diinventarisasi,
dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.
2. Keberadaan zona alterasi
Keberadaan zona alterasi di lokasi yang diinventarisasi, dengan pilihan
sebagai berikut:
a) Ada;
29 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


b) Tidak ada.
3. Keberadaan struktur planar dan baji (struktur daylight)
Keberadaan struktur planar dan baji di lokasi yang diinventarisasi, dengan
pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.
4. Keberadaan struktur selain planar dan baji (struktur non-daylight)
Keberadaan struktur selain planar dan baji di lokasi yang diinventarisasi,
dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.
5. Keberadaan struktur terobosan atau struktur cap rocks
Keberadaan struktur terobosan atau struktur cap rocks di lokasi yang
diinventarisasi, dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.
6. Keberadaan retakan atau bidang perlapisan
Keberadaan retakan atau bidang perlapisan di lokasi yang diinventarisasi,
dengan pilihan sebagai berikut:
a) Ada;
b) Tidak ada.
d. Jenis material timbunan
Jenis material timbunan di lokasi yang diinventarisasi, dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Tanah pasiran
2. Tanah lempungan
3. Kerikil
4. Tidak diketahui
e. Tingkat pelapukan
Tingkat pelapukan yang tampak secara visual oleh pelaksana inventarisasi,
dengan pilihan sebagai berikut :
1. Segar
Tidak terdapat material batuan yang lapuk, terdapat sedikit perubahan warna
pada permukaan retakan yang besar
2. Lapuk sedang
Kurang dari setengah material batuan telah terurai dan/atau telah hancur
menjadi tanah, batuan segar atau lapuk terdapat berupa pecahan-pecahan atau
corestones.
3. Lapuk kuat
Semua material batuan telah terurai dan/atau telah hancur menjadi tanah,
struktur asli massa batuan masih terlihat.
4. Tanah residual.
Semua material batuan telah berubah menjadi tanah, struktur dan susunan
(fabric) material telah hancur, terjadi perubahan volume yang besar, tetapi
tanah belum tertransportasi.
f. Jumlah set diskontinuitas
Jumlah set diskontinuitas yang bersinggungan satu sama lain yang tampak secara
visual oleh pelaksana inventarisasi, dengan pilihan pada Tabel 4.

30 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Tabel 4 - Deskripsi set kekar-kekar (diskontinuitas)
Deskripsi Tingkat
Masif, sedikit retakan tak beraturan I
Satu set kekar II
Satu set kekar dengan retakan tak beraturan III
Dua set kekar IV
Dua set kekar dengan retakan tak beraturan V
Tiga set kekar VI
Tiga set kekar dengan retakan tak beraturan VII
Empat atau lebih set kekar VIII
Batuan hancur, seperti tanah IX
(sumber : ISRM, 1985)

4.3.4 Konstruksi rekayasa lereng


a. Konstruksi rekayasa lereng yang ada di lokasi inventarisasi dengan pilihan
sebagai berikut:
1. Bronjong;
2. Dinding penahan tanah (beton/ pasangan batu);
3. Turap baja/beton;
4. Perkuatan tanah;
5. Vegetasi;
6. Beton semprot;
7. Baut batuan (rock bolting);
8. Pagar pelindung longsor;
9. Beton penambal bergigi (dental concrete);
10. Jaring batuan;
11. Angker;
12. Beban kontra;
13. Cerucuk bambu/kayu;
14. Anyaman bambu;
15. Paku tanah (soil nailing);
16. Bored pile;
17. Daerah tangkapan batuan;
18. Buffer wall;
19. Tiang pancang;
20. Lain-lain.
b. Dimensi konstruksi rekayasa lereng
Dimensi konstruksi rekayasa lereng yang diinventarisasi yaitu panjang, lebar,
tinggi, dan luas dalam satuan meter.

4.3.5 Kondisi keruntuhan

a. Waktu terjadi keruntuhan


Waktu terjadinya keruntuhan yang meliputi hari, tanggal, bulan dan tahun.
b. Luas area keruntuhan yang terjadi (dalam satuan meter persegi) yang
diasumsikan secara visual, dengan pilihan rentang berdasarkan kategori berikut
ini:
31 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


1. Sangat kecil, yaitu jika luasnya keruntuhan < 10m2;
2. Kecil, yaitu jika luasnya keruntuhan 10 – 50 m2;
3. Menengah, yaitu jika luasnya keruntuhan 50 – 100 m2;
4. Agak besar, yaitu jika luasnya keruntuhan 100 – 1000 m2;
5. Besar, yaitu jika luasnya keruntuhan 1000 – 10000 m2;
6. Sangat besar, yaitu jika luasnya keruntuhan > 10000m2.
c. Letak keruntuhan
1. Posisi keruntuhan terhadap badan jalan untuk mengetahui besarnya pengaruh
keruntuhan terhadap efektivitas penggunaan jalan.
2. Letak keruntuhan terhadap badan jalan, yaitu :
a) Puncak lereng;
b) Permukaan lereng;
c) Kaki lereng;
d) Seluruh bagian lereng.
d. Jenis keruntuhan lereng
Jenis keruntuhan lereng yang terjadi, dengan pilihan sebagai berikut :
1. Keruntuhan
2. Jatuhan batuan
3. Keruntuhan massa batuan
a) Keruntuhan planar;
b) Keruntuhan baji
c) Jungkiran.
4. Longsoran
a) Longsoran rotasi
b) Longsoran translasi
5. Aliran debris
6. Keruntuhan timbunan

4.3.6 Badan dan bahu jalan

a. Lebar perkerasan jalan


Lebar perkerasan jalan yang diinventarisasi, dalam satuan meter.
b. Jenis perkerasan
Jenis perkerasan jalan yang diinventarisasi, dengan pilihan sebagai berikut :
1. Hotmix
2. Penetrasi
3. Beton
4. Beton semen
5. Kerikil tanah
c. Lebar bahu jalan
Lebar bahu jalan yang diinventarisasi, dalam satuan meter.

4.3.7 Drainase

a. Drainase di sekitar lereng


Drainase yang ada di sekitar lereng, dengan pilihan sebagai berikut:
1. Saluran di bagian kaki lereng;
a) Saluran terbuka;
b) Saluran pasangan batu dengan mortar
c) Saluran pasangan batu tanpa adukan (Aanstamping)
d) Saluran beton
e) Lain-lain
32 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


2. Saluran terjunan;
3. Saluran gendong;
4. Gorong-gorong;
5. Saluran irigasi;
6. Lain-lain.
b. Dimensi drainase di sekitar lereng
Dimensi drainase yang ada di sekitar lereng yang diinventarisasi yaitu panjang,
lebar, dan tinggi dalam satuan meter.

4.3.8 Instrumentasi

a. Instrumentasi yang diinventarisasi merupakan instrumentasi yang terpasang di


lokasi lereng, namun bukan pembacaan detail instrumentasi, hanya untuk
mengetahui keberadaan instrumentasi.
b. Keberadaan instrumentasi
Keberadaan instrumentasi di lokasi lereng jalan yang diinventarisasi, dengan
pilihan sebagai berikut:
1. Ada;
2. Tidak Ada.

4.3.9 Foto dokumentasi

a. Foto dokumentasi merupakan dokumen rekaman gambar keadaan sekitar lereng


yang diinventarisasi.
b. Foto dokumentasi harus memberikan gambaran kondisi lapangan dalam arah
melintang dan memanjang jalan serta detail dengan keterangan, juga tampak atas
yang dapat memberikan gambaran kondisi lereng secara lengkap dan informatif.
c. Foto diambil dari arah kilometer/STA kecil.
d. Untuk bangunan pelengkap lain dan bangunan pengaman diambil fotonya dari
arah samping dan arah depan bangunan dimaksud.
e. Pada foto agar diberikan keterangan mengenai lokasi, jenis foto yang dimaksud,
anggal bulan/tahun pengambilan foto.
f. Foto dokumentasi direkam ke dalam basis data lereng jalan dan disimpan ke
dalam perangkat penyimpan data (CD, DVD, hard disk) sebagai arsip.

4.3.10 Sketsa

a. Lokasi sekitar lereng harus digambarkan dengan sketsa situasi dan sketsa
penampang melintang dan memanjang.
b. Dalam sketsa situasi lereng jalan minimal harus dicantumkan, antara lain :
1. Ruang manfaat jalan yang meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan
ambang pengamannya serta bangunan utilitas;
2. Ruang milik jalan;
3. Garis ketinggian lereng;
4. Letak dan macam bangunan konstruksi lereng;
5. Letak dan macam drainase, gorong-gorong 33ana rah aliran airnya;
6. Letak dan macam bangunan utilitas;
7. Letak dan macam rambu jalan (patok km dll);
8. Letak sungai arah aliran sungai (jika ada);
9. Letak alur aliran air dan genangan;
10. Letak mata air;
33 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


11. Daerah timbunan, daerah galian, daerah keruntuhan;
12. Indikasi ketidakmantapan lereng, seperti erosi, ambles dengan retakan, dll;
13. Daerah terasiring;
14. Arah jalan ke kota atau tempat yang terdekat;
15. Jenis material penyusun lereng;
16. Arah utara magnetis.
c. Sketsa potongan melintang jalan minimal harus dicantumkan :
1. Bentuk penampang melintang;
2. Lokasi penampang lereng;
3. Sumbu jalan;
4. Bagian-bagian jalan dan ukurannya;
5. Bagian-bagian konstruksi lereng yang ada dan ukurannya;
6. Bagunan pelengkap jalan yang tepat terletak pada irisan tersebut;
7. Bangunan utilitas yang tepat terletak pada irisan tersebut;
8. Drainase dan gorong-gorong yang tepat terletak pada irisan tersebut.
d. Sketsa potongan memanjang jalan minimal harus dicantumkan :
1. Bentuk penampang memanjang;
2. Lokasi penampang lereng;
3. Lokasi jalan;
4. Bagian-bagian konstruksi lereng yang ada dan ukurannya;
5. Bagunan pelengkap jalan yang tepat terletak pada irisan tersebut;
6. Bangunan utilitas yang tepat terletak pada irisan tersebut;
7. Drainase dan gorong-gorong yang tepat terletak pada irisan tersebut

4.4 Pelaksana

Pelaksana inventarisasi lereng jalan harus memenuhi kualifikasi sebagaimana pada


Tabel 5.
Tabel 5 - Kualifikasi pelaksana inventarisasi lereng jalan
No. Posisi Kualifikasi
1. Pelaksana inventarisasi - Minimum S1 Teknik Sipil
- Memiliki sertifikasi muda keahlian geoteknik
- Pernah mengikuti pelatihan sistem manajemen lereng
jalan
- Pengalaman minimum 3 tahun dalam desain jalan
- Minimum S1 Geologi
- Pernah mengikuti pelatihan sistem manajemen lereng
jalan
- Pengalaman minimum 1 tahun dalam desain jalan

2. Asisten pelaksana - Minimum SMK Teknik Sipil


inventarisasi - Pengalaman minimum 1 tahun dalam sistem
manajemen lereng jalan
- Pernah mengikuti pelatihan inventarisasi lereng jalan

4.5 Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam inventarisasi lereng jalan sesuai Tabel 6.

34 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Tabel 6 - Peralatan inventarisasi lereng jalan
No Nama alat
1. Kendaraan roda empat yang dilengkapi dengan tripmeter (alat pengukur jarak
tempuh) yang bekerja dengan baik dan menunjukkan jarak dalam satuan kilometer,
dengan tingkat ketelitian puluhan meter. Apabila belum tersedia tripmeter dapat
digunakan kendaraan dengan odometer yang menunjukkan jarak dalam satuan
kilometer serta bukan yang menggunakan sistem loncat, dengan tingkat ketelitian
ratusan meter. Usahakan agar odometer yang digunakan dapat diatur ke
kedudukan 0 (nol).
2. GPS jenis navigasi
3. Kamera berwarna dan digital
4. Komputer tablet atau telepon pintar berbasis android versi 5 atau iOS;
5. Rambu-rambu pengaman lalu lintas
6. Peralatan pengaman pribadi (rompi pengaman, topi/safety helmet, alat P3K, sepatu
pengaman)
7. Alat pengukur sudut lereng
8. Meteran atau roll meter 50 m
9. Kompas geologi
10. Alat tulis
11. Formulir inventarisasi lereng jalan
12. Drone, drone akan efektif pada lokasi yang terbuka seperti lokasi keruntuhan
13. Alat lain yang diperlukan

4.6 Format Pelaporan

Format pelaporan inventarisasi lereng jalan minimal mencakup seperti berikut :


a. Kata pengantar;
b. Daftar isi;
c. Daftar gambar;
d. Daftar tabel;
e. Pendahuluan;
f. Ruang lingkup;
g. Lingkup wilayah;
h. Pengumpulan dan pengkajian data sekunder;
i. Pelaksanaan dan pengolahan data inventarisasi lereng jalan;
j. Penutup
k. Kesimpulan;
l. Saran;
m. Daftar pustaka;
n. Lampiran
1. Rangkuman hasil inventarisasi lereng jalan;
2. Foto-foto.

5 Prosedur
Inventarisasi lereng jalan dimulai dengan penentuan lokasi inventarisasi, pengumpulan
dan pengkajian data sekunder, persiapan alat, pelaksanaan dan formulir inventarisasi.
Selanjutnya, pelaksanaan inventarisasi lereng jalan di lokasi yaitu dengan
pemasangan rambu-rambu pengaman lalu lintas dan kerucut lalu lintas, penandaan
lokasi dengan GPS, pendataan tapak umum, pendataan geometrik lereng jalan,
pendataan geologi lereng, pendataan lereng jalan, pendataan konstruksi rekayasa
35 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


lereng jalan, pendataan jika lokasi lereng terjadi keruntuhan, pendataan badan dan
bahu jalan, pendataan drainase, pendataan instrumentasi, pengambilan foto,
penggambaran sketsa dan direkam dalam basis data lereng jalan dengan diakhiri
pelaporan. Prosedur inventarisasi lereng jalan ditunjukkan pada Gambar 15.
.

36 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Mulai

Penentuan lokasi inventarisasi

Pengumpulan dan pengkajian


data sekunder

Persiapan alat, pelaksana dan


formulir inventarisasi

Alat, pelaksana dan formulir


inventarisasi telah siap
Tidak

Ya

Pelaksanaan inventarisasi lereng jalan

Pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan


kerucut lalu lintas dibelakang dan didepan
mobil inventarisasi

Tandai lokasi dengan GPS sesuai


Ketentuan 4.3.1 butir j

Pendataan tapak umum sesuai ketentuan


4.3.1 dengan mengisi
formulir A lembar 1- 3 atau
aplikasi Inslope folder A

Lereng mengalami perubahan Tidak


tata guna lahan (galian/timbunan) ?

Ya

Lereng galian atau lereng timbunan Lereng alam


Isi nomor 1.201 dan 1203 pada formulir A Isi nomor 1.201 dan 1.202 pada formulir A
lembar 4 atau aplikasi Inslope folder B lembar 4 atau aplikasi Inslope folder B

Pendataan geologi lereng jalan sesuai


ketentuan 4.3.3 dengan mengisi
formulir A lembar 6-7 atau atau aplikasi
Inslope folder C

Gambar 15 - Bagan alir inventarisasi lereng jalan

37 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


1

Pendataan Konstruksi rekayasa lereng jalan


sesuai ketentuan 4.3.4 dengan mengisi
formulir A lembar 8 atau aplikasi Inslope
folder D

Pendataan lereng dengan keruntuhan ketentuan


Lereng yang di inventarisasi Ya
4.2 butir d, pasal 4.3.5 dengan mengisi formulir
mengalami keruntuhan ?
A lembar 9-13 atau atau aplikasi Inslope folder E

Tidak

Pendataan lereng dengan Potensi keruntuhan


ketentuan 4.2 butir d, pasal 4.3.5 dengan
mengisi formulir A lembar 9-13 atau aplikasi
Inslope folder E

Pendataan badan dan bahu jalan sesuai


ketentuan 4.3.6 dengan mengisi
formulir A lembar 14 atau aplikasi Inslope
folder F

Pendataan drainase sesuai ketentuan 4.3.7


dengan mengisi
formulir A lembar 14 atau Inslope folder G

Pendataan keberadaan Instrumentasi sesuai


ketentuan 4.3.8 dengan mengisi
formulir A lembar 14 atau Inslope folder H

Pengambilan foto sesuai ketentuan 4.3.9 dan


hasil foto ditempel di Lampiran A lembar 15
atau unggah pada aplikasi folder I

Gambar sketsa sesuai ketentuan 4.3.10


dengan legenda pada lampiran D di Lampiran
A Lembar 16 atau unggah pada aplikasi J

Rekam pada basis data lereng jalan

Pelaporan

Selesai

Gambar 15 - Bagan alir inventarisasi lereng jalan (lanjutan)

38 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


5.1 Penentuan lokasi inventarisasi lereng jalan
Lokasi inventarisasi lereng dilakukan sesuai dengan ketentuan 4.1.

5.2 Pengumpulan dan pengkajian data sekunder


a. Pengumpulan dan pengkajian data dilakukan terhadap data sesuai dengan ketentuan
4.2 butir g dan Tabel 2.
b. Data-data sekunder dirangkum dalam bentuk laporan sementara sesuai dengan
ketentuan 4.2 butir h.

5.3 Persiapan alat, pelaksana dan formulir inventarisasi lereng jalan


a. Peralatan sebagaimana pada ketentuan 4.5 dan Tabel 6 disiapkan dan diperiksa dalam
kondisi baik.
b. Pelaksana inventarisasi ditunjuk sesuai dengan ketentuan 4.4 dan Tabel 5.
c. Formulir inventarisasi disiapkan sesuai dengan ketentuan 4.3.
d. Jika menggunakan aplikasi formulir inventarisasi seperti pada Lampiran A, aplikasi
tersebut harus dipasang terlebih dahulu pada komputer tablet. Cari aplikasi bernama
Inslope di playstore atau iOS kemudian pasang aplikasi tersebut dan pilih inventarisasi
lereng jalan. Setelah aplikasi terpasang, masukan nama pengguna beserta kode sandi.
Nama pengguna beserta kode sandi sesuai ketentuan Pusjatan (kirim surat elektronik ke
info@pusjatan.pu.go.id).

5.4 Pelaksanaan inventarisasi lereng jalan


a. Pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan kerucut lalu lintas di belakang dan di depan
mobil inventarisasi pada saat tiba di lokasi inventarisasi.
b. Tandai lokasi dengan GPS sesuai dengan ketentuan 4.3.1 butir j. Tulis koordinat
lokasi di formulir inventarisasi, jika menggunakan formulir aplikasi lokasi inventarisasi
akan langsung tertandai atau disi X untuk longitude dan Y untuk latitude.
c. Pendataan tapak umum sesuai dengan ketentuan 4.3.1 dengan mengisi formulir
Lampiran A lembar 1 - 3, jika menggunakan aplikasi, buka dan isi folder A, yaitu nomor
provinsi sesuai Tabel 3, nama provinsi sesuai Tabel 3, nomor ruas jalan, nama ruas
jalan, arah jalan, nomor lereng, bagian lereng, kilometer, status jalan, nama pelaksana
inventarisasi, tanggal inventarisasi, bentang alam, tata guna lahan, vegetasi dan
persentasenya, hidrologi, cuaca saat inventarisasi, utilitas yang ada di sekitar lereng,
bangunan yang ada di sekitar lereng, ketersediaan jalan inventarisasi, volume lalu lintas,
sudut , masa konstruksi jalan jika terjadi keruntuhan, panjang jalan alternatif dan
catatan.
d. Pengukuran geometrik lereng jalan sesuai jenis lereng yang diinventarisasi sesuai
dengan ketentuan 4.3.2 dengan menggunakan alat yang sesuai pada Tabel 6 pasal 4.5.
Lakukan pemilihan profil dan bentuk lereng sesuai dengan ketentuan 4.3.2 dengan
mengisi formulir Lampiran A lembar 4-5, jika menggunakan aplikasi, buka dan isi forder
B. Pemilihan jenis lereng yang diinventarisasi sesuai dengan ketentuan 4.2 butir a, b
dan c yaitu sbb :
1. Jika lereng tersebut adalah lereng alam, isilah nomor 1.202 dalam formulir tersebut,
yaitu panjang lereng, panjang kemiringan lereng, tinggi lereng dan sudut lereng
sesuai
2. Gambar 7,
3. Gambar 8, persamaan 1 dan persamaan 2.

39 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


4. Jika lereng tersebut adalah lereng galian atau lereng timbunan, isilah nomor 1.203
yaitu panjang lereng, panjang kemiringan lereng, tinggi lereng dan sudut lereng
sesuai Gambar 7, Gambar 8, persamaan 1, dan persamaan 2.
5. Jika lereng tersebut dengan sengkedan isilah jumlah bahu sengkedan lereng, lebar
bahu sengkedan lereng, panjang kemiringan lereng sengkedan, tinggi sengkedan
lereng dan sudut sengkedan lereng sesuai Gambar 9, persamaan 1, dan
persamaan 2.
e. Pemilihan bentuk lereng jalan sesuai Gambar 10.
f. Pendataan topografi lereng sesuai dengan ketentuan 4.3.2 pasal f yang meliputi
keberadaan lereng aluvium, keberadaan jejak keruntuhan, keberadaan garis lekuk,
keberadaan lereng cekung atau debris.
g. Pendataan kondisi geologi lereng meliputi material penyusun lereng jalan, keberadaan
karakter khusus, dan struktur geologi sesuai dengan ketentuan 4.3.3 butir a, b, dan c
dengan mengisi formulir Lampiran A lembar 6-7, jika menggunakan aplikasi, buka dan isi
folder C. Jika jenis material lereng adalah lereng timbunan dilakukan tambahan
inventarisasi yaitu jenis material timbunan sesuai dengan ketentuan 4.3.3 butir d dengan
mengisi nomor 1.304 pada Lampiran A lembar 7. Jika jenis material penyusun lereng
jalan adalah batuan, dilakukan inventarisasi lereng tambahan yaitu tingkat pelapukan
sesuai dengan ketentuan 4.3.3 butir e dan jumlah set diskontinuitas sesuai dengan butir
f dan Tabel 4 dengan mengisi nomor 1.306 pada Lampiran A lembar 7.
h. Pendataan konstruksi rekayasa lereng beserta pengukuran dimensinya sesuai dengan
ketentuan 4.3.4 dengan mengisi formulir Lampiran A lembar 8, jika menggunakan
aplikasi, buka dan isi folder D.
i. Jika pada lereng yang diinventarisasi terjadi keruntuhan, lakukan pendataan sesuai
dengan ketentuan pasal 4.2 butir d, Tabel 1, pasal 4.3.5, dan Gambar 4 dengan mengisi
formulir Lampiran A lembar 9-13, jika menggunakan aplikasi, buka dan isi folder E. Data
tersebut meliputi waktu terjadi keruntuhan (jika diketahui), luas area keruntuhan, letak
keruntuhan, dan jenis keruntuhan.
j. Pendataan badan dan bahu jalan yaitu lebar perkerasan jalan, jenis perkerasan, dan
lebar bahu jalan sesuai dengan ketentuan 4.3.6 dengan mengisi formulir Lampiran A
lembar 14, jika menggunakan aplikasi, buka dan isi folder F.
k. Pendataan drainase yaitu drainase disekitar lereng beserta dimensinya sesuai dengan
ketentuan 4.3.7 dengan mengisi formulir Lampiran A lembar 14, jika menggunakan
aplikasi, buka folder dan isi G.
l. Pendataan keberadaan instrumentasi sesuai dengan ketentuan 4.3.8 dengan mengisi
formulir Lampiran A lembar 14, jika menggunakan aplikasi, buka folder dan isi H.
m. Pengambilan foto sesuai dengan dengan ketentuan 4.3.9 dengan menggunakan kamera
sesuai ketentuan 4.5 dan Tabel 6. Hasil foto tersebut tempel pada formulir Lampiran A
lembar 15 atau unggah pada aplikasi pada dan isi folder I;
n. Penggambaran sketsa lokasi inventarisasi sesuai dengan ketentuan 4.3.10 dan legenda
sketsa pada Lampiran D. Sketsa digambar pada formulir Lampiran A lembar 16 atau
unggah pada aplikasi pada folder J;
o. Rekam semua hasil inventarisasi yang berupa berkas ke dalam formulir yang ada ke
dalam basis data lereng jalan sesuai dengan ketentuan 4.1 butir f. Hasil inventarisasi
seperti Lampiran C lembar 1-6.

5.5 Pelaporan inventarisasi lereng jalan


a. Pelaporan inventarisasi lereng jalan sesuai dengan ketentuan 0.
b. Laporan inventarisasi lereng jalan dicetak dan disimpan.

40 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran A
(Normatif)
Formulir inventarisasi lereng jalan
INVENTARISASI LERENG JALAN

TAPAK UMUM Lembar 1

1.100. Nomor provinsi 1.101. Nama provinsi 1.102. Nomor ruas jalan 1.103. Nama ruas jalan

1.104. Arah jalan ke

1.105. Nomor lereng


1.106. Bagian lereng

1.107. Kilometer ke

1.108. Status jalan 1. Jalan nasional 2. Jalan provinsi 3. Jalan kabupaten 4. Jalan kota 5. Jalan non status

1.109. Koordinat GPS 1.110. Pelaksana inventarisasi

1.111. Tanggal Inventarisasi

1.112. Bentang alam


1. Dataran rendah 4. Perbukitan dengan lereng yang curam/lembah.

2. Dataran bergelombang 5. Pegunungan

3. Perbukitan bergelombang sedang/lembah 6. Lain-lain (sebutkan*)

1.113. Tata guna lahan


1. Tanah Perkampungan 7.Tanah Perkebunan

2. Tanah Industri 8. Padang

3. Tanah Pertambangan 9. Hutan

4. Tanah Persawahan 10. Perairan darat

5. Pertanian Tanah Kering Semusim 11. Tanah terbuka

6. Tanah Kebun 12. Lain-lain (sebutkan*)

41 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

TAPAK UMUM (LANJUTAN) Lembar 2

1.114. Vegetasi 1. Pohon 1.115. Persentase Vegetasi


1. Lebih kecil dari 20%
2. Semak belukar
2. Antara 21-40%
3. Rumput
3. Antara 41-60%
4. Palawija
4. Antara 61-80%
5. Lain-lain (sebutkan*)
5. Lebih besar dari 81%

1.116. Hidrologi 1. Kering 3. Aliran air permukaan 1.117. Cuaca saat 1. Hujan sangat lebat
inventarisasi
2. Agak basah 4. Lain-lain (sebutkan*) 2. Hujan

3. Gerimis

4. Mendung

5. Cerah

1.118. Utilitas yang ada di 1. Jaringan listrik 1.119. Bangunan yang ada di lereng
sekitar lereng 1. Jalan
2. Jaringan telkomunikasi
2. Jembatan
3. Jaringan air bersih
3. Pabrik
4. Jaringan distribusi gas
4. Perumahan
5. Jaringan distribusi bahan bakal lainnya
5. Rek kereta api
6. Jaringan sanitasi
6. Lain-lain (sebutkan*)
7. Lain-lain (sebutkan*)

42 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

TAPAK UMUM (LANJUTAN) Lembar 3

1.120. Bangunan yang ada di 1. Jalan 1.121. Bangunan yang ada di atas 1. Jalan
bawah lereng lereng
2. Jembatan 2. Jembatan

3. Pabrik 3. Pabrik

4. Perumahan 4. Perumahan

5. Rek kereta api 5. Rek kereta api

8. Lain-lain (sebutkan*) 6. Lain-lain (sebutkan*)

1.122. Ketersediaan jalan 1. Tersedia


akses untuk inventarisasi dan 1.123. Volume lalu lintas LHR
inspeksi 2. Tidak tersedia

1.124. Sudut  1.125. Masa konstruksi jalan sementara pengalihan lalu lintas hari
derajat

1.126. Panjang jalan alternatif KM

1.127. Catatan

43 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

GEOMETRIK LERENG JALAN Lembar 4

1.201 Jenis lereng 1. Lereng alam 2. Lereng galian/timbunan

1.202. Lereng alam

1.202.1. Panjang lereng m 1.202.2. Panjang m 1.202.3. Tinggi lereng m 1.202.4. Sudut
derajat
kemiringan lereng lereng

1.203. Lereng galian/timbunan

1.203.1 Panjang lereng m 1.203.2. Panjang m 1.203.3. Tinggi lereng m 1.203.4. Sudut
kemiringan lereng lereng derajat

1.204. Jumlah bahu sengkedan lereng

4a1. Lebar bahu sengkedan m 4a2. Panjang m 4a3. Tinggi sengkedan m 4a4. Sudut
derajat
kemiringan sengkedan
sengkedan
4b1. Lebar bahu sengkedan m 4b2. Panjang m 4b3. Tinggi sengkedan m 4b4. Sudut
derajat
kemiringan sengkedan
sengkedan
4c1. Lebar bahu sengkedan m 4c2. Panjang m 4c3. Tinggi sengkedan m 4c4. Sudut
derajat
kemiringan sengkedan
sengkedan
4d1. Lebar bahu sengkedan m 4d2. Panjang m 4d3. Tinggi sengkedan m 4d4. Sudut
derajat
kemiringan sengkedan
sengkedan
4e1. Lebar bahu sengkedan m 4e2. Panjang m 4e3. Tinggi sengkedan m 4e4. Sudut
derajat
kemiringan sengkedan
sengkedan

44 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

GEOMETRIK LERENG JALAN (LANJUTAN) Lembar 5

1.205. Bentuk lereng jalan

1. Lereng cembung 2. Lereng datar 3. Lereng cekung

1.206. Topografi lereng

1.206.1. Lereng Aluvium ada Tidak ada

1.206.2. Jejak keruntuhan ada Tidak ada

1.206.3. Garis lekuk atau overhang ada Samar terlihat Tidak ada

1.206.4. Lereng cekung atau debris ada Tidak ada

45 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

GEOLOGI LERENG Lembar 6

1. Tanah 2. Batuan 3. Campuran


1.301. Material lereng jalan

1.302. Keberadaan karakter khusus

Ada Sedikit Tidak ada


1.302.1. keberadaan lempung swelling

jelas terlihat Sedikit Tidak ada


1.302.2. keberadaan hancuran dan lapukan batuan

1.302.3. keberadaan tanah lunak diatas batuan dasar (base rock) Ada Tidak ada

Ada Tidak ada


1.302.4. keberadaan batuan keras diatas batuan lunak

Ada Tidak ada


1.302.5. Keseluruhan batuan lunak

Ada Tidak ada


1.302.6. Keseluruhan batuan keras

Ada Tidak ada


1.302.7. keberadaan serpih atau sekis

Ada Tidak ada


1.302.8. Lainnya

1.303. Struktur geologi

Ada Tidak ada


1.303.1. keberadaan patahan atau zona hancuran

Ada Tidak ada


1.303.2. keberadaan zona alterasi

46 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

GEOLOGI LERENG (LANJUTAN) Lembar 7

Ada Tidak ada


1.303.4. keberadaan struktur selain planar dan baji

Ada Tidak ada


1.303.5. keberadaan struktur terobosan atau struktur cap rock

Ada Tidak ada


1.303.6. keberadaan retakan atau bidang perlapisan

1. Tanah pasiran
1.304. Material timbunan
2. Tanah lempungan

3. Kerikil

4. Tidak diketahui

1. Segar 1.306. Jumlah set diskontinuitas 1. Masif, sedikit retakan tak beraturan
1.305. Tingkat pelapukan
2. lapuk sedang 2. Satu set kekar

3. Lapuk kuat 3. Satu set kekar dengan retakan tak beraturan

4. Tanah residual 4. Dua set kekar

5. Dua set kekar dengan retakan tak beraturan

6. Tiga set kekar

7. Tiga set kekar dengan retakan tak beraturan

8. Empat atau lebih set kekar

9. Batuan hancur, seperti tanah

47 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

KONSTRUKSI REKAYASA LERENG JALAN Lembar 8

1.401. Keberadaan kontruksi rekayasa lereng 1. Bronjong;

2. Dinding penahan beton/ pasangan batu;

3. Turap baja/beton;

4. Perkuatan tanah;

5. Vegetasi;

6. Beton mortar semprot;

7. Baut batuan (rock bolting);

8. Pagar pelindung longsor;

9. Beton penambal bergigi (dental concrete);

10. Jala baja (net);

11. Angker;

12. Beban kontra;

13. Cerucuk bambu/kayu;

14. Anyaman bambo;

15. Paku tanah (soil nailing);

16. Bored pile;

17. Daerah penangkap batuan;

18. Buffer wall;

19. Tiang pancang

20. Lain-lain (sebutkan )

1.402. Dimensi bangunan rekayasa lereng panjang lebar tinggi luas

48 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

KERUNTUHAN LERENG JALAN Lembar 9

1.501. Waktu terjadi

1.502 Luas 1. Sangat kecil yaitu jika besarnya keruntuhan < 10 m3

2. Kecil yaitu jika besarnya keruntuhan 10 – 50 m3

3. Menengah yaitu jika besarnya keruntuhan 50 – 100 m3


4. Agak besar yaitu jika besarnya keruntuhan 100 – 1000 m 3
5. Besar yaitu jika besarnya keruntuhan 1000 – 10000 m 3
6. Sangat besar yaitu jika besarnya keruntuhan > 10000m3

1.503. Letak
1. Puncak lereng 2. Permukaan lereng 3. Kaki lereng 4. Seluruh bagian lereng

49 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

KERUNTUHAN LERENG JALAN (LANJUTAN) Lembar 10

1.504. Jenis keruntuhan lereng

1. Keruntuhan

a. Keruntuhan tanah residual

b. Keruntuhan pada struktur kekar lepas

50 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

KERUNTUHAN LERENG JALAN (LANJUTAN) Lembar 11

2. Jatuhan batuan

3. Keruntuhan massa batuan

a. Keruntuhan planar b. Keruntuhan baji c. Jungkiran

51 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

KERUNTUHAN LERENG JALAN (LANJUTAN) Lembar 12

4. Longsoran

a. Longsoran rotasi b. Longsoran translasi

5. Aliran debris

52 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

KERUNTUHAN LERENG JALAN (LANJUTAN) Lembar 13

6. Keruntuhan timbunan

a. Keruntuhan timbunan pada lereng bawah b. Keruntuhan timbunan pada sungai yang memotong timbunan

1.505. Tinggi gawir keruntuhan 1.506. Sudut gawir keruntuhan


m derajat

53 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

BADAN DAN BAHU JALAN Lembar 14

1.601. Lebar perkerasan 1.602. Jenis perkerasan 1. Hotmix


m
2. Penetrasi

3. Beton

4. Beton semen

5. Kerikil tanah

1.603. Lebar bahu jalan m

DRAINASE

1.701. Drainase di sekitar lereng 1. Drainase di bagian kaki lereng a. Saluran terbuka

b. Saluran pasangan batu dengan mortar

c. Saluran pasangan batu tanpa adukan (Aanstamping)

d. Saluran beton

e. Lain-lain (sebutkan )

2. Saluran terjunan

3. Saluran gendong

4. Subdrain;

5. Lain-lain (sebutkan )

1.702. Dimensi drainase di sekitar lereng panjang lebar tinggi

INSTRUMENTASI

1.801. Ketersediaan 1. Ada


instrumentasi
2. Tidak ada

54 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

DOKUMENTASI Lembar 15

55 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


INVENTARISASI LERENG JALAN

SKETSA Lembar 16

56 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran B
(Informatif)
Contoh formulir isian inventarisasi lereng jalan

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT


BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

TAPAK UMUM Lembar 1

1.100. Nomor provinsi 22 1.101. Nama provinsi Jawa Barat 1.102. Nomor ruas jalan 058 1.103. Nama ruas jalan Cidaun Cisela Cilaki

1.104. Arah jalan Tanggung ke Sukanagara

1.105. Nomor lereng 22 058 001 A Kiri


1.106. Bagian lereng

1.107. Kilometer KM 171 +000 ke KM 171 +030

1.108. Status jalan 2 1. Jalan nasional 2. Jalan provinsi 3. Jalan kabupaten 4. Jalan kota 5. Jalan non status

1.109. Koordinat GPS 07°14'01.2" 1.110. Pelaksana inventarisasi Dinny, Elan, Yuli

108°11'38.0"

1.111. Tanggal Inventarisasi 4/28/2017

1.112. Bentang alam 3


1. Dataran rendah 4. Perbukitan dengan lereng yang curam/lembah.

2. Dataran bergelombang 5. Pegunungan

3. Perbukitan bergelombang sedang/lembah 6. Lain-lain (sebutkan*)

1.113. Tata guna lahan 6


1. Tanah Perkampungan 7.Tanah Perkebunan

2. Tanah Industri 8. Padang

3. Tanah Pertambangan 9. Hutan

4. Tanah Persawahan 10. Perairan darat

5. Pertanian Tanah Kering Semusim 11. Tanah terbuka

6. Tanah Kebun 12. Lain-lain (sebutkan*)

57 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

TAPAK UMUM (LANJUTAN) Lembar 2

1.114. Vegetasi 2 1. Pohon 1.115. Persentase Vegetasi 2


1. Lebih kecil dari 20%
2. Semak belukar
2. Antara 21-40%
3. Rumput
3. Antara 41-60%
4. Palawija
4. Antara 61-80%
5. Lain-lain (sebutkan*)
5. Lebih besar dari 81%

1.116. Hidrologi 3 1. Kering 3. Aliran air permukaan 1.117. Cuaca saat 4 1. Hujan sangat lebat
inventarisasi
2. Agak basah 4. Lain-lain (sebutkan*) 2. Hujan

3. Gerimis

4. Mendung

5. Cerah

1.118. Utilitas yang ada di 1 1. Jaringan listrik 1.119. Bangunan yang ada di lereng
sekitar lereng 1. Jalan
2. Jaringan telkomunikasi
2. Jembatan
3. Jaringan air bersih
3. Pabrik
4. Jaringan distribusi gas
4. Perumahan
5. Jaringan distribusi bahan bakal lainnya
5. Rek kereta api
6. Jaringan sanitasi
6. Lain-lain (sebutkan*)
7. Lain-lain (sebutkan*)

58 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

TAPAK UMUM (LANJUTAN) Lembar 3

1.120. Bangunan yang ada di 4 1. Jalan 1.121. Bangunan yang ada di atas 1 1. Jalan
bawah lereng lereng
2. Jembatan 2. Jembatan

3. Pabrik 3. Pabrik

4. Perumahan 4. Perumahan

5. Rek kereta api 5. Rek kereta api

8. Lain-lain (sebutkan*) 6. Lain-lain (sebutkan*) Irigasi

1.122. Ketersediaan jalan 1 1. Tersedia 1000


akses untuk inventarisasi dan 1.123. Volume lalu lintas LHR
inspeksi 2. Tidak tersedia

1.124. Sudut  77 1.125. Masa konstruksi jalan sementara pengalihan lalu lintas 1 hari
derajat

50
1.126. Panjang jalan alternatif KM

1.127. Catatan

59 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

GEOMETRIK LERENG JALAN Lembar 4

1.201 Jenis lereng 3 1. Lereng alam 2. Lereng galian/timbunan

1.202. Lereng alam

1.202.1. Panjang lereng m 1.202.2. Panjang m 1.202.3. Tinggi lereng m 1.202.4. Sudut
derajat
kemiringan lereng lereng

1.203. Lereng galian/timbunan

1.203.1 Panjang lereng 30 m 1.203.2. Panjang 15.2 m 1.203.3. Tinggi lereng 15 m 1.203.4. Sudut 80
kemiringan lereng lereng derajat

1.204. Jumlah bahu sengkedan lereng

4a1. Lebar bahu sengkedan m 4a2. Panjang m 4a3. Tinggi sengkedan m 4a4. Sudut
derajat
kemiringan sengkedan
sengkedan
4b1. Lebar bahu sengkedan m 4b2. Panjang m 4b3. Tinggi sengkedan m 4b4. Sudut
derajat
kemiringan sengkedan
sengkedan
4c1. Lebar bahu sengkedan m 4c2. Panjang m 4c3. Tinggi sengkedan m 4c4. Sudut
derajat
kemiringan sengkedan
sengkedan
4d1. Lebar bahu sengkedan m 4d2. Panjang m 4d3. Tinggi sengkedan m 4d4. Sudut
derajat
kemiringan sengkedan
sengkedan
4e1. Lebar bahu sengkedan m 4e2. Panjang m 4e3. Tinggi sengkedan m 4e4. Sudut
derajat
kemiringan sengkedan
sengkedan

60 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

GEOMETRIK LERENG JALAN (LANJUTAN) Lembar 5

1
1.205. Bentuk lereng jalan

1. Lereng cembung 2. Lereng datar 3. Lereng cekung

1.206. Topografi lereng

v
1.206.1. Lereng Aluvium ada Tidak ada

v
1.206.2. Jejak keruntuhan ada Tidak ada

v
1.206.3. Garis lekuk atau overhang ada Samar terlihat Tidak ada

v
1.206.4. Lereng cekung atau debris ada Tidak ada

61 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

GEOLOGI LERENG Lembar 6

1 1. Tanah 2. Batuan 3. Campuran


1.301. Material lereng jalan

1.302. Keberadaan karakter khusus

v Ada Sedikit Tidak ada


1.302.1. keberadaan lempung swelling

v jelas terlihat Sedikit Tidak ada


1.302.2. keberadaan hancuran dan lapukan batuan

1.302.3. keberadaan tanah lunak diatas batuan dasar (base rock) Ada v Tidak ada

Ada v Tidak ada


1.302.4. keberadaan batuan keras diatas batuan lunak

v Ada Tidak ada


1.302.5. Keseluruhan batuan lunak

Ada v Tidak ada


1.302.6. Keseluruhan batuan keras

v Ada Tidak ada


1.302.7. keberadaan serpih atau sekis

Ada Tidak ada


1.302.8. Lainnya

1.303. Struktur geologi

Ada v Tidak ada


1.303.1. keberadaan patahan atau zona hancuran

Ada v Tidak ada


1.303.2. keberadaan zona alterasi

62 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

GEOLOGI LERENG (LANJUTAN) Lembar 7

Ada v Tidak ada


1.303.4. keberadaan struktur selain planar dan baji

Ada v Tidak ada


1.303.5. keberadaan struktur terobosan atau struktur cap rock

v Ada Tidak ada


1.303.6. keberadaan retakan atau bidang perlapisan

1. Tanah pasiran
1.304. Material timbunan
2. Tanah lempungan

3. Kerikil

4. Tidak diketahui

4 1. Segar 1.306. Jumlah set diskontinuitas 1. Masif, sedikit retakan tak beraturan
1.305. Tingkat pelapukan
2. lapuk sedang 2. Satu set kekar

3. Lapuk kuat 3. Satu set kekar dengan retakan tak beraturan

4. Tanah residual 4. Dua set kekar

5. Dua set kekar dengan retakan tak beraturan

6. Tiga set kekar

7. Tiga set kekar dengan retakan tak beraturan

8. Empat atau lebih set kekar

9. Batuan hancur, seperti tanah

63 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

KONSTRUKSI REKAYASA LERENG JALAN Lembar 8

1.401. Keberadaan kontruksi rekayasa lereng 1. Bronjong;

2. Dinding penahan beton/ pasangan batu;

3. Turap baja/beton;

4. Perkuatan tanah;

5. Vegetasi;

6. Beton mortar semprot;

7. Baut batuan (rock bolting);

8. Pagar pelindung longsor;

9. Beton penambal bergigi (dental concrete);

10. Jala baja (net);

11. Angker;

12. Beban kontra;

13. Cerucuk bambu/kayu;

14. Anyaman bambo;

15. Paku tanah (soil nailing);

16. Bored pile;

17. Daerah penangkap batuan;

18. Buffer wall;

19. Tiang pancang

20. Lain-lain (sebutkan )

1.402. Dimensi bangunan rekayasa lereng panjang lebar tinggi luas

64 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

KERUNTUHAN LERENG JALAN Lembar 9

1.501. Waktu terjadi 4/27/2017

1.502 Luas 3 1. Sangat kecil yaitu jika besarnya keruntuhan < 10 m3

2. Kecil yaitu jika besarnya keruntuhan 10 – 50 m3

3. Menengah yaitu jika besarnya keruntuhan 50 – 100 m 3


4. Agak besar yaitu jika besarnya keruntuhan 100 – 1000 m 3
5. Besar yaitu jika besarnya keruntuhan 1000 – 10000 m 3
6. Sangat besar yaitu jika besarnya keruntuhan > 10000m3

1.503. Letak 3
1. Puncak lereng 2. Permukaan lereng 3. Kaki lereng 4. Seluruh bagian lereng

65 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

KERUNTUHAN LERENG JALAN (LANJUTAN) Lembar 10

1
1.504. Jenis keruntuhan lereng

1. Keruntuhan

a. Keruntuhan tanah residual

b. Keruntuhan pada struktur kekar lepas

66 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

KERUNTUHAN LERENG JALAN (LANJUTAN) Lembar 11

2. Jatuhan batuan

3. Keruntuhan massa batuan

a. Keruntuhan planar b. Keruntuhan baji c. Jungkiran

67 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

KERUNTUHAN LERENG JALAN (LANJUTAN) Lembar 12

4. Longsoran

a. Longsoran rotasi b. Longsoran translasi

5. Aliran debris

68 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

KERUNTUHAN LERENG JALAN (LANJUTAN) Lembar 13

6. Keruntuhan timbunan

a. Keruntuhan timbunan pada lereng bawah b. Keruntuhan timbunan pada sungai yang memotong timbunan

1.505. Tinggi gawir keruntuhan 1.506. Sudut gawir keruntuhan


m derajat

69 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

BADAN DAN BAHU JALAN Lembar 14

1.601. Lebar perkerasan 5 1.602. Jenis perkerasan 1 1. Hotmix


m
2. Penetrasi

3. Beton

4. Beton semen

5. Kerikil tanah

1
1.603. Lebar bahu jalan m

DRAINASE

1.701. Drainase di sekitar lereng 1a, 2, 4 1. Drainase di bagian kaki lereng a. Saluran terbuka

b. Saluran pasangan batu dengan mortar

c. Saluran pasangan batu tanpa adukan (Aanstamping)

d. Saluran beton

e. Lain-lain (sebutkan )

2. Saluran terjunan

3. Saluran gendong

4. Subdrain;

5. Lain-lain (sebutkan )

1.702. Dimensi drainase di sekitar lereng panjang 30 m lebar 0,8 m tinggi 1,1 m
1a
panjang 10 m lebar 1m
2
panjang 7m lebar 0,1 m
4

INSTRUMENTASI

1.801. Ketersediaan 2 1. Ada


instrumentasi
2. Tidak ada

70 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

DOKUMENTASI Lembar 15

71 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

SKETSA Lembar 16

SKALA 1 : 100

72 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INVENTARISASI LERENG JALAN

SKETSA (LANJUTAN) Lembar 17

73 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran C
(Informatif)
Contoh rangkuman hasil inventarisasi lereng jalan

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT


BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INVENTARISASI LERENG Lembar 1

22
No provinsi Status jalan Provinsi
07°14'01.2"
Nama provinsi Jawa Barat Lintang
108°11'38.0"
Nomor ruas jalan 058 Bujur
Cidaun Cisela Cilaki
Nama ruas jalan Cuaca saat inventarisasi Cerah

Arah jalan Tanggung-Sukanagara Jenis lereng Runtuh


1000
No lereng 22058001A Volume lalu lintas, LHR
KM KM 171 +000 Bentuk lereng jalan Cembung

Bagian lereng Lereng atas Sudut  77 derajat


Masa konstruksi jalan
1 hari Panjang jalan alternatif 0 Lereng atas
sementara pengalihan lalu
lintas

Lereng bawah

Diameter Lebar Inventarisasi Lereng Jalan


Panjang Sudut
Deskripsi Hasil inventarisasi Panjang (m) Tinggi (m) Lebar (m) bangunan bangunan
Kemiringan (m) lereng (°) 0 10 20 30 (m)
rekayasa (m) rekayasa (m)
Bentang alam Perbukitan bergelombang
sedang/rendah
Tata guna lahan Tanah Kebun
Vegetasi Pohon, semak belukar,
Rumput = 21 - 40 %

Hidrologi Aliran permukaan (mata air)

Utilitas yang ada di sekitar lereng Jaringan listrik

Bangunan yang ada di lereng Jalan


Bangunan yang ada di bawah lereng Perumahan

Bangunan yang ada di atas lereng Irigasi

Keberadaan jalan inventarisasi Ada 10 0.8


Material lereng jalan Tanah 30 15,2 15 80

Topografi lereng Aluvium, jejak keruntuhan,


garis lekuk, lereng cekung
dan debris
Keberadaan karakter khusus Keberadaan lempung swelling

Keberadaan hancuran dan


lapukan batuan
Keseluruhan batuan lunak
keberadaan serpih atau sekis
Struktur geologi keberadaan retakan atau
Tingkat pelapukan bidang perlapisan
Tanah residual
Perkerasan Jalan Hotmix 30 5

Bahu Jalan Tanah 30 1

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT


74 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INVENTARISASI LERENG Lembar 2

22
No provinsi Status jalan Provinsi

Nama provinsi Jawa Barat Lintang 07°02'25.0"


Nomor ruas jalan 056 Bujur 107°54'34.8"
Sidangbarang-Cidaun, Cianjur Selatan
Nama ruas jalan Cuaca saat inventarisasi Cerah

Arah jalan Tanggung-Sukanagara Jenis lereng Longsor


1000
No lereng 22056001A Volume lalu lintas, LHR

KM KM 171+000 Bentuk lereng jalan Cembung

Bagian lereng Lereng atas Sudut b 77 derajat


Masa konstruksi jalan > 1 hari Panjang jalan alternatif 0 Lereng atas
sementara pengalihan lalu
lintas

Lereng bawah

Lereng bawah Lereng atas


Diameter Lebar Inventarisasi Lereng Jalan
Panjang Sudut
Deskripsi Panjang (m) Tinggi (m) Lebar (m) bangunan bangunan
Kemiringan (m) lereng (°) 0 10 20 30 (m)
rekayasa (m) rekayasa (m)
Drainase di sekitar lereng

Saluran terbuka Tertutup longsor 30 - 0.8

Saluran terjun Ada 10 0.8 1


Gorong-gorong Ada 6 1

Ketersediaan instrumentasi Tidak ada

Lereng runtuh

Waktu terjadi runtuh 27 April 2017

Luas runtuhan 70 m2
Letak runtuhan kaki lereng

Jenis runtuhan Longsoran gelincir rotasi

Kondisi longsoran Masih aktif


Perkiraan penyebab longsoran Pemotongan bagian bawah
lereng, masalah hidrologi

Material longsoran Tanah

Kerusakan jalan akibat longsoran Ada pengaruh, mengganggu


arus lalu-lintas

Kerusakan jalan akibat longsoran Seluruh badan jalan longsor


(pengaruhnya luas)

Potensi kerusakan jalan mendatang bila terjadi longsor Ada pengaruh, mengganggu
arus lalu-lintas

Nama petugas inventarisasi Dinny, Elan, Yuli Tanggal inventarisasi 4/28/2017 Supervisi Dinny Tanggal supervisi 5/30/2017

75 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYA T
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INVENTARISASI LERENG Lembar 3

76 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYA T
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INVENTARISASI LERENG Lembar 4

SKALA 1 : 100

77 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYA T
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INVENTARISASI LERENG Lembar 5

78 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


79 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran D
(Normatif)
Legenda sketsa

80 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Bibliografi

Geotechnical Engineering Office. Geotechnical Manual for Slopes, 2nd Edition, Hongkong.
2001
JICA dan JKR Malaysia. Guide To Roas Slope Maintenance and Disaster Management.
2002
USGS. Landslide Types and Processes. 2004

81 dari 81

JDIH Kementerian PUPR


Daftar nama dan lembaga

1. Pemrakarsa

Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Badan Penelitian dan
Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

2. Penyusun

Nama Lembaga
Dinny Kus Andiany, MT Pusat Litbang Jalan dan Jembatan
Cahya Ahmad Gumilar, M.Sc Pusat Litbang Jalan dan Jembatan
Dea Pertiwi, MT Pusat Litbang Jalan dan Jembatan
DR. IR. M. Eddie Soenaryo, M.Sc Pusat Litbang Jalan dan Jembatan
Elan Kadar, M.Sc Pusat Litbang Jalan dan Jembatan

JDIH Kementerian PUPR


Pd 12 - 2018- B
SE Menteri PUPR
Nomor : 12/SE/M/2018
Tanggal : 07 November 2018

PEDOMAN
Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil

Inspeksi lereng jalan

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


DAN PERUMAHAN RAKYAT

JDIH Kementerian PUPR


Daftar isi

Daftar isi .................................................................................................................................ii


Prakata .................................................................................................................................. iii
Pendahuluan ......................................................................................................................... iv
1 Ruang lingkup .................................................................................................................. 1
2 Acuan normatif ................................................................................................................. 1
3 Istilah dan definisi ............................................................................................................. 1
4 Ketentuan ......................................................................................................................... 5
4.1 Umum ............................................................................................................................. 5
4.2 Kategori inspeksi lereng jalan ......................................................................................... 6
4.3 Frekuensi dan waktu pelaksanaan inspeksi lereng jalan ................................................. 6
4.4 Informasi formulir inspeksi lereng jalan ........................................................................... 7
4.4.1 Tapak umum................................................................................................................. 7
4.4.2 Kondisi drainase ......................................................................................................... 10
4.4.3 Kondisi badan dan bahu jalan ..................................................................................... 11
4.4.4 Kondisi lereng ............................................................................................................. 13
4.4.5 Konstruksi rekayasa lereng ......................................................................................... 19
4.4.6 Kondisi keruntuhan ..................................................................................................... 20
4.4.7 Instrumentasi .............................................................................................................. 26
4.4.8 Foto dokumentasi ....................................................................................................... 26
4.4.9 Sketsa ........................................................................................................................ 27
4.5 Pelaksana inspeksi lereng jalan .................................................................................... 27
4.6 Peralatan ...................................................................................................................... 29
4.7 Format pelaporan inspeksi lereng jalan ......................................................................... 30
5 Prosedur inspeksi lereng jalan........................................................................................ 30
5.1 Penentuan lokasi inspeksi lereng jalan ......................................................................... 32
5.2 Pengambilan data inventarisasi dan data inspeksi sebelumnya .................................... 32
5.3 Penentuan kategori inspeksi lereng jalan ...................................................................... 32
5.4 Penentuan frekuensi inspeksi lereng jalan .................................................................... 33
5.5 Persiapan alat, pelaksana dan formulir inspeksi lereng jalan ........................................ 33
5.6 Pelaksanaan inspeksi lereng jalan ................................................................................ 33
Lampiran A .......................................................................................................................... 36
Lampiran B .......................................................................................................................... 51
Lampiran C .......................................................................................................................... 66
Lampiran D .......................................................................................................................... 71
Lampiran E ........................................................................................................................ 107
Lampiran F ........................................................................................................................ 144
Lampiran G ........................................................................................................................ 149
Lampiran H ........................................................................................................................ 184
Lampiran I.......................................................................................................................... 220
Lampiran J ......................................................................................................................... 224

JDIH Kementerian PUPR


Bibliografi ........................................................................................................................... 225

Gambar 1 - Penomoran lereng jalan ...................................................................................... 9


Gambar 2 - Retakan perkerasan dan retakan yang disebabkan oleh keruntuhan lereng
(Sumber : JICA dan JKR Malaysia, 2002) ....................................................... 11
Gambar 3 - Bagan alir inspeksi lereng jalan......................................................................... 31

Tabel 1 - Frekuensi inspeksi lereng jalan ............................................................................... 7


Tabel 2 - Nomor Provinsi ....................................................................................................... 7
Tabel 3 - Kualifikasi pelaksana inspeksi lereng jalan rutin .................................................... 28
Tabel 4 - Kualifikasi pelaksana inspeksi lereng jalan berkala ............................................... 28
Tabel 5 - Kualifikasi pelaksana inspeksi lereng jalan khusus ............................................... 28
Tabel 6 - Peralatan inspeksi lereng jalan ............................................................................. 29

ii

JDIH Kementerian PUPR


Prakata

Pedoman inspeksi ini disusun berdasarkan hasil kajian litbang jalan dan jembatan, yang
diawali dengan penelitian slope stability inventory (SSI) yang dikembangkan sejak tahun
1998 melalui kerja sama dengan transport road research laboratory (TRRL). Penelitian ini
selanjutnya dikembangkan menjadi basis data Bidang Geoteknik dan penelitian slope
disaster management system sejak tahun 2006 sampai tahun 2011.

Pedoman ini disusun oleh Komite Teknis 91-01 Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa
Sipil pada Subkomite Teknis 91-01-S2 Rekayasa Jalan dan Jembatan melalui Gugus Kerja
Balai Geoteknik Jalan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pedoman ini telah dibahas dalam rapat konsensus pada tanggal 06 Juni 2017 di Bandung
yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, yaitu perwakilan dari
produsen, konsumen, pakar, dan pemerintah

iii

JDIH Kementerian PUPR


Pendahuluan

Inspeksi lereng jalan merupakan salah satu bagian kegiatan yang terintegrasi dalam suatu
sistem manajemen lereng jalan, bersama-sama dengan inventarisasi, penilaian risiko,
mitigasi tingkat risiko, Basis data lereng Jalan dan pemeliharaan. Sistem manajemen lereng
jalan tersebut dilengkapi serangkaian pedoman yang tidak terpisah, meliputi :
1. Pedoman sistem manajemen lereng jalan;
2. Pedoman inventarisasi lereng jalan;
3. Pedoman inspeksi lereng jalan;
4. Pedoman penilaian tingkat risiko lereng jalan;
5. Pedoman mitigasi tingkat risiko lereng jalan;
6. Pedoman pemeliharaan lereng jalan.

Inspeksi lereng jalan terdiri atas inspeksi rutin, inspeksi berkala, dan inspeksi khusus. Setiap
inspeksi dilakukan dengan cara pengumpulan data dan pemeriksaan kondisi lereng, kondisi
konstruksi rekayasa lereng, kondisi drainase, kondisi badan dan bahu jalan, kondisi jalan
inspeksi, dan kondisi instrumentasi. Pelaksanaan inspeksi dilakukan dengan survei lapangan
yang menggunakan formulir atau formulir aplikasi berbasis android/iOS yang ditunjang oleh
beberapa peralatan.

Data hasil inspeksi direkam dan dikelola dalam suatu aplikasi basis data yang berbasis GIS
dan web serta dikenal dengan basis data lereng Jalan. Basis data tersebut mudah diakses
dengan android/IOS oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat umum.

iv

JDIH Kementerian PUPR


Inspeksi lereng jalan

1 Ruang lingkup

Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur inspeksi lereng jalan yang meliputi
inspeksi rutin, inspeksi berkala, dan inspeksi khusus untuk lereng alam dan lereng
buatan, yaitu lereng galian atau lereng timbunan, serta lereng alam dan lereng buatan
yang mengalami keruntuhan.

2 Acuan normatif

Dokumen referensi di bawah ini harus digunakan dan tidak dapat ditinggalkan untuk
melaksanakan pedoman ini.

SNI 03-1962-1990. Tata cara perencanaan penanggulangan keruntuhanan

Pd T-09-2005-B. Pedoman rekayasa penanganan keruntuhan lereng jalan pada tanah


residual dan batuan

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor


248/KPTS/M/2015. Penatapan ruas jalan dalam jaringan jalan primer menurut
fungsinya sebagai jalan arteri (JAP) dan jalan kolektor-1 )

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor :


250/KPTS/M/2015. Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Pekerjaan Umum
Nomor 567/KPTS/M/2010. Tentang rencana umun jaringan jalan nasional

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor


290/KPTS/M/2015. Penetapan ruas jalan menurut statusnya sebagai jalan nasional

Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 1 tahun
1997. Pemetaan penggunaan tanah perdesaan, penggunaan tanah perkotaan,
kemampuan tanah dan penggunaan simbol/warna untuk penyajian dalam peta

Guide To Road Slope Maintenance and Disaster Management, Jica dan JKR Malaysia.
2002

3 Istilah dan definisi

Untuk tujuan penggunaan pedoman ini, istilah dan definisi berikut digunakan.

3.1
aliran (flows)
gerakan tanah pada lokasi yang dangkal, di dekat permukaan, umumnya berupa
keruntuhanan aliran lumpur yang relatif cepat

3.2
anomali topografi
adanya perubahan garis kontur akibat adanya material longsoran regional
1 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


3.3
bahu sengkedan
jarak mendatar antara puncak lereng sengkedan bawah dan kaki lereng sengkedan
atas

3.4
bentang alam (terain)
bentuk permukaan ataupun dekat permukaan bumi yang mempunyai ciri fisik tertentu

3.5
diskontinuitas
ketidaksinambungan struktur geologi yang menyebabkan pelapisan batuan tidak
menerus, antara lain ketidakselarasan bidang pelapisan, kekar (joints), sesar (faults),
dan retak-pecah (fracture)

3.6
erosi alur (rill erosion)
akumulasi hasil erosi permukaan yang selanjutnya dibawa melalui sistim alur-alur kecil
yang mengalir

3.7
erosi fretting
erosi yang terjadi akibat terjadinya korosi pada tanah

3.8
erosi parit (gully erosion)
erosi alur yang semakin besar dan dalam karena aliran air yang lebih kuat

3.9
erosi permukaan/lembar (sheet erosion)
erosi permukaan yang terjadi lembar demi lembar (lapis demi lapis) mulai dari lapisan
yang paling atas

3.10
gelincir (slides)
keruntuhan massa tanah ataupun batuan yang bergerak pada suatu bidang

3.11
gelincir rotasi
keruntuhan yang umumnya terjadi pada lereng homogen dengan bidang keruntuhan
berbentuk lingkaran pada tempat yang dalam, dan masa tanah yang keruntuhan
cenderung menyatu

3.12
gelincir translasi
keruntuhan dengan bidang keruntuhan yang datar dan massa tanah dengan
keruntuhan berbentuk baji

2 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


3.13
inspeksi lereng khusus
pemeriksaan dan pencatatan terhadap kondisi-kondisi visual di lapangan yang
berkaitan dengan kondisi lereng jalan sebagai deteksi kelainan atau gejala-gejala
abnormal yang dilakukan secara khusus yaitu setelah terjadi gempa, terjadi hujan
dengan intensitas yang tinggi dan terus menerus, permintaan pelaksana rutin/berkala,
dan rekomendasi ahli geoteknik

3.14
inspeksi lereng rutin
jenis kegiatan pemeriksaan dan pencatatan kondisi lereng jalan secara rutin yang
dilakukan visual sesuai dengan interval tingkat risiko lerengnya

3.15
inspeksi lereng berkala
jenis kegiatan pemeriksaan dan pencatatan kondisi lereng jalan secara berkala yang
dilakukan visual dengan pengukuran-pengukuran sesuai interval tingkat risiko
lerengnya

3.16
inventarisasi lereng jalan
jenis kegiatan pengamatan dan pencatatan terhadap kondisi-kondisi visual di
lapangan yang merupakan data awal suatu lereng jalan

3.17
jalan desa
ruas Jalan yang menghubungkan kawasan dan/atau antarpermukiman di dalam desa
serta jalan lingkungan

3.18
jalan kabupaten/kota
ruas jalan yang menghubungkan antarkelurahan/desa

3.19
jalan nasional
ruas jalan yang menghubungkan antarprovinsi

3.20
jalan nonstatus
ruas jalan yang belum memiliki status

3.21
jalan provinsi
ruas jalan yang menghubungkan antarkabupaten/kota dalam sebuah provinsi

3.22
jatuhan (fall)
keruntuhanan yang disebabkan oleh keruntuhan tarik yang diikuti dengan jenis
keruntuhanan jatuh bebas akibat gravitasi

3 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


3.23
jatuhan batuan (rockfall)
jatuh bebas atau menggelinding batuan keras atau bongkah lereng, terjadi pada lereng
curam karena pengaruh gravitasi yang dikontrol oleh penyebaran retakan

3.24
jungkiran (topple)
jenis keruntuhanan memutar ke depan dari satu atau beberapa blok tanah (batuan)
terhadap titik pusat putaran di bawah massa batuan akibat gaya gravitasi dan atau
gaya dorong massa batuan dibelakangnya atau gaya akibat tekanan air yang mengisi
rekahan batuan

3.25
kondisi lereng jalan
kondisi topografi, geologi,dan hidrologi batuan/tanah di sekitar lereng jalan

3.26
lereng alam
lereng atau tebing yang terbentuk karena proses dan fenomena geologi

3.25
lereng galian
lereng yang terbentuk karena adanya pemotongan lereng alam

3.26
lereng jalan
lereng yang berada di bagian kiri, kanan, atas dan bawah suatu ruas jala

3.27
lempung mengembang (swelling clay)
lempung yang bersifat mengembang jika kena air/cairan dan bersifat pecah serta
mudah hancur ketika kering ketika terekspos di permukaan lereng

3.28
lereng timbunan
lereng yang terbentuk karena adanya penimbunan lereng alam

3.29
luas lereng
ukuran panjang lereng dengan panjang kemiringan lereng dengan karakteristik yang
sama

3.30
panjang kemiringan lereng (slope distance)
jarak miring lereng dari dasar lereng ke puncak lereng

3.31
panjang lereng (slope length)
ukuran panjang suatu lereng dengan karakteristik yang sama

4 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


3.32
pelapukan
proses perubahan dan penghancuran batuan, tanah, dan mineral serta bahan organik
dan material buatan melalui kontak dengan atmosfer bumi, air, dan organisme biologis

3.33
pengelupasan tipis (exfoliation)
proses pengelupasan batuan akibat adanya tekanan dan perubahan temperatur yang
ekstrim

3.34
sengkedan lereng (terasering)
kondisi lereng yang dibuat bertangga-tangga yang dapat diterapkan pada timbunan
atau galian yang tinggi

3.35
set diskontinuitas
kemenerusan kekar-kekar yang memiliki arah (strike) dan kemiringan (dip) yang sama
pada suatu lereng batuan

3.36
sudut lereng
sudut yang dibentuk oleh garis horizontal dengan kemiringan lereng

3.37
sudut sengkedan lereng
sudut yang dibentuk oleh garis horizontal dengan kemiringan lereng setiap sengkedan

3.38
tinggi lereng
ukuran tinggi suatu lereng dengan karakteristik yang sama

3.39
tinggi sengkedan lereng
jarak vertikal setiap sengkedan lereng jalan

4 Ketentuan

4.1 Umum
a. Inspeksi lereng jalan dilakukan terhadap lereng jalan yang datanya sudah terekam
di dalam basis data lereng jalan.
b. Inspeksi lereng jalan awal harus dilakukan bersamaan dengan inventarisasi lereng
jalan, yaitu inspeksi berkala lereng jalan.
c. Inspeksi lereng kedua dan selanjutnya dilakukan setelah inspeksi lereng berkala
awal sesuai dengan tingkat risiko lerengnya.
d. Inspeksi lereng jalan yang mengalami keruntuhan, tidak terbatas pada ruang milik
jalan.
e. Inspeksi lereng jalan awal menggunakan data sekunder dan hasil inventarisasi
lereng jalan yang disimpan dalam basis data lereng jalan.

5 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


f. Inspeksi lereng kedua dan seterusnya menggunakan data sekunder, hasil
inventarisasi, hasil inspeksi sebelumnya, tingkat risiko lereng, serta hasil
pemeliharaan sebelumnya yang disimpan dalam basis data lereng jalan.
g. Inspeksi lereng jalan dilakukan dengan pengamatan secara visual, menggunakan
formulir, beberapa alat penunjang, yang dilakukan dengan berjalan kaki di lereng
dan sekitarnya.
h. Formulir yang digunakan pada inspeksi lereng jalan adalah formulir cetak pada
Lampiran A, D, dan G, atau formulir aplikasi yang dapat dipasang ke dalam
komputer tablet atau telepon pintar (smartphone).
i. Jika terjadi perubahan tata guna lahan dilakukan inspeksi berkala.
j. Laporan inspeksi lereng jalan harus direkam ke dalam basis data lereng jalan.

4.2 Kategori inspeksi lereng jalan


a. Inspeksi lereng jalan terbagi dalam tiga kategori, yaitu inspeksi rutin, inspeksi
berkala dan inspeksi khusus.
b. Inspeksi rutin dilakukan secara visual terhadap daerah lereng untuk deteksi dini
kelainan atau gejala-gejala abnormal pada lereng jalan. Inspeksi ini dilakukan
menggunakan formulir A.
c. Inspeksi berkala dilakukan dengan pengukuran-pengukuran dengan alat
sederhana untuk memastikan bahwa lereng tidak mengalami penurunan kondisi
kemantapan, mengindentifikasi lereng yang kategori risikonya perlu ditingkatkan,
menilai kondisi/kinerja lereng, dan memeriksa apakah rekomendasi yang
disampaikan pada laporan inspeksi sebelumnya telah sepenuhnya dilaksanakan
inspeksi berkala. Inspeksi ini dilakukan menggunakan formulir D.
d. Inspeksi khusus
1. Inspeksi khusus dilakukan jika telah terjadi hujan dengan intensitas yang
tinggi yaitu mencapai 100 mm/hari, atau mencapai 70 mm/hari secara terus
menerus selama lebih dari dua jam, telah terjadi gempa, dan rekomendasi ahli
geoteknik, untuk memeriksa dan mengamati kondisi lereng yang
memperlihatkan gejala-gejala ketidakstabilan atau telah terjadi pergerakan
atau kestabilannya diragukan dan merekomendasikan tindakan selanjutnya
yang harus diambil untuk mencegah terjadinya keruntuhanan. Inspeksi ini
dilakukan menggunakan formulir G.
2. Inspeksi khusus dapat dilakukan berdasarkan permintaan pelaksana inspeksi
rutin dan pelaksana inspeksi berkala sebagai tindak lanjut terhadap hasil
inspeksi rutin atau inspeksi berkala, yaitu jika terjadi perubahan tata guna
lahan di sekitar lereng jalan sehingga perlu kajian dan evaluasi untuk
mempertimbangkan apakah lereng jalan perlu ditingkatkan kategori risikonya.

4.3 Frekuensi dan waktu pelaksanaan inspeksi lereng jalan


a. Frekuensi inspeksi rutin, berkala, dan khusus inspeksi kedua dan seterusnya
dilakukan dengan interval sesuai dengan
b.
c. Tabel 1 setelah inspeksi lereng awal, sesuai tingkat risiko lerengnya.
d. Jika terdapat kondisi khusus yang berkaitan dengan cuaca ekstrem atau bencana
alam, permintaan dari pelaksana inspeksi rutin, atau rekomendasi dari ahli
geoteknik berdasarkan hasil evaluasi terhadap laporan inspeksi rutin, institusi
pelaksana jalan dapat melakukan inspeksi khusus bila diperlukan, seperti pada
e.
f. Tabel 1.

6 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Tabel 1 - Frekuensi inspeksi lereng jalan
Jenis Interval yang disarankan
Inspeksi
Lereng risiko sangat Lereng risiko sedang Lereng risiko rendah
tinggi dan tinggi
Musim Musim Musim Musim Musim Musim
hujan kemarau hujan kemarau hujan kemarau
Inspeksi Setiap minggu Setiap bulan Setiap Setiap 2 Setiap 2 setiap 3
Rutin bulan bulan bulan bulan

Inspeksi Setiap bulan Setiap 3 Setiap 2 Setiap 4 Setiap 4 Setiap 5


Berkala bulan bulan bulan bulan bulan

Inspeksi Ketika hujan dengan intensitas yang tinggi mencapai 100 mm/hari atau mencapai
khusus 70 mm/hari secara terus menerus selama lebih dari dua jam, telah terjadi gempa,
dan rekomendasi ahli geoteknik
(Sumber : Geotechnical Engineering Office Hongkong, 2000-modifikasi)

4.4 Informasi formulir inspeksi lereng jalan

4.4.1 Tapak umum

a. Nomor provinsi
Nomor provinsi pada lereng jalan yang diinventarisasi mengacu pada Keputusan
Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor 248/KPTS/M/2015
yaitu pada Tabel 2 atau peraturan yang berlaku saat inspeksi dilakukan.

Tabel 2 - Nomor provinsi


No Nama Provinsi Kode Provinsi
1. Daerah Istimewa Aceh 01
2. Sumatra Utara 03
3. Sumatra Barat 05
4. Riau 09
5. Kepulauan Riau 10
6. Jambi 11
7. Bengkulu 13
8. Sumatra Selatan 15
9. Kepulauan Bangka Belitung 16
10. Lampung 17
11. DKI Jakarta 20
12. Banten 21

7 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Tabel 2 - Nomor provinsi (lanjutan)
No. Nama Provinsi Kode Provinsi
13. Jawa Barat 22
14. Jawa Tengah 24
15. Daerah Istimewa Yogyakarta 26
16. Jawa Timur 28
17. Kalimantan Barat 30
18. Kalimantan Tengah 32
19. Kalimantan Timur 34
20. Kalimantan Utara 35
21. Kalimantan Selatan 36
22. Bali 40
23. Nusa Tenggara Barat 42
24. Nusa Tenggara Timur 44
25. Sulawesi Utara 50
26. Gorontalo 51
27. Sulawesi Tengah 52
28. Sulawesi Barat 53
16. Jawa Timur 28
17. Kalimantan Barat 30
18. Kalimantan Tengah 32
19. Kalimantan Timur 34
20. Kalimantan Utara 35
21. Kalimantan Selatan 36
(Sumber : Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
nomor 248/KPTS/M/2015)

b. Nama provinsi
Nama provinsi lereng jalan yang diinspeksi. Nama provinsi mengacu pada
Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat nomor
248/KPTS/M/2015 pada Tabel 2 atau peraturan yang berlaku saat inspeksi
dilakukan.
c. Nomor ruas jalan
Nomor ruas jalan pada lereng yang diinspeksi sesuai dengan nomor ruas jalan
Bina Marga untuk jalan nasional, Dinas Bina Marga Provinsi untuk jalan provinsi
dan Dinas Bina Marga Kabupaten untuk jalan kabupaten sesuai Keputusan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor : 250/KPTS/M/2015 atau
peraturan yang berlaku saat inspeksi dilakukan.
d. Nama ruas jalan
Nama ruas jalan pada lereng yang diinspeksi sesuai dengan Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 250/KPTS/2015 atau peraturan
yang berlaku saat inspeksi dilakukan. Format arah dari (awal inventarisasi) dan
8 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


arah ke (akhir inventarisasi), sebagai contoh untuk ruas jalan: Sp. Kalianda-Bujung
Tenuk, berarti arah dari Sp. Kalianda ke Bujung Tenuk.

e. Arah jalan
Arah jalan pada saat melakukan inspeksi, yaitu dari kota terdekat ke kota terdekat
selanjutnya.
f. Nomor lereng
1. Nomor identitas lereng meliputi nomor provinsi, nomor ruas jalan, nomor urut
lereng yang ada di ruas jalan tersebut dan lokasi lereng dari jalan yaitu lereng
kiri jalan, lereng kanan jalan, lereng bawah atau lereng atas jalan seperti pada
Gambar 1.
2. Ketentuan kiri, kanan, atas, dan bawah jalan dari arah km yang terdekat.
3. Jika diperlukan nomor urut lereng baru diantara nomor lereng yang sudah
diinvetarisasi, gunakan nomor tambahan suffix. Nomor suffix diberikan dimulai
dari 1, 2 dan seterusnya. Sebagai contoh, suatu ruas jalan dengan nomor urut
lereng 001, 002, 003 dan 004, dilakukan inventarisasi baru pada lokasi antara
nomor urut lereng 001 dan 002, nomor inventarisasi baru tersebut diberikan
tambahan suffix menjadi 001.1 dan seterusnya.

No lereng 7 0 0 1 2 0 0 2 A
nomor nomor ruas jalan nomor urut lereng lereng
provinsi kiri
jalan

No lereng 7 0 0 1 2 0 0 2 B
nomor nomor ruas jalan nomor urut lereng lereng
provinsi kanan
jalan
Gambar 1 - Penomoran lereng jalan
g. Bagian lereng
Lokasi lereng dari jalan yaitu lereng kiri jalan, lereng kanan jalan, lereng bawah
atau lereng atas jalan dari arah km yang terdekat.
h. Kilometer
Angka kilometer lokasi yang diinventarisasi atau diinspeksi, dihitung mulai dari
kota pertama pada ruas jalan yang diamati. Pengisian angka kilometer jalan
bersifat opsional, artinya dapat diisikan jika terdapat datanya.
i. Koordinat
Kordinat posisi lokasi lereng pada ruas jalan yang diinspeksi yang diperoleh dari
GPS. Format koordinat yang berlaku adalah longitude-latitude (contoh: -
5.85646000, 105.74402000), dengan datum WGS 1984. Pengambilan koordinat
dilakukan di awal, tengah dan akhir lereng jalan.
j. Nama pelaksana inspeksi
Nama pelaksana yang melakukan inspeksi.
k. Tanggal inspeksi
Tanggal disertai bulan dan tahun saat dilakukan inspeksi.
l. Tanggal inspeksi sebelumnya
Tanggal disertai bulan dan tahun saat inspeksi sebelumnya dilakukan.
m. Jenis inspeksi
9 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Jenis inspeksi yang dilakukan adalah inspeksi rutin, berkala dan khusus.
n. Cuaca
Kondisi cuaca di lokasi pada saat inspeksi dilakukan, dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Hujan sangat lebat
2. Hujan;
3. Gerimis;
4. Mendung;
5. Cerah.
o. Kondisi jalan inspeksi
Kondisi jalan di bagian kaki, puncak dan semua bahu sengkedan lereng, dengan
pilihan sebagai berikut:
1. Dapat dilewati
2. Tidak dapat dilewati

4.4.2 Kondisi drainase

4.4.2.1 Inspeksi rutin

a. Saluran drainase
Kondisi saluran drainase di sekitar lereng pada saat diinspeksi rutin, dengan
pilihan sebagai berikut:
1. Air mengalir dan saluran bersih dari material penghambat seperti
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah, dan material penghambat lainnya;
2. Air mengalir namun ada vegetasi seperti rumput liar dll;
3. Air tersumbat/air tidak mengalir.
b. Dinding drainase
Kondisi dinding drainase di lokasi lereng pada saat inspeksi rutin, dalam keadaan
seperti pilihan berikut:
1. Baik;
2. Ada gompal;
3. Ada retak;
4. Bahan pengisi dan penutup sambungan hilang.

4.4.2.2 Inspeksi berkala

a. Kondisi saluran drainase di sekitar lereng pada saat diinspeksi berkala, dengan
pilihan sebagai berikut:
1. Air mengalir dan saluran bersih dari material penghambat seperti
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah, dan material penghambat lainnya;
2. Air mengalir namun ada vegetasi seperti rumput liar dll;
3. Air tersumbat/air tidak mengalir.
b. Dimensi tanda kerusakan sistem drainase pada saat diinspeksi berkala yaitu :
1. Gompal
Dimensi gompal pada sistem drainase meliputi panjang, lebar dan tinggi dalam
satuan meter persegi.
2. Retak
Dimensi retak pada pada sistem drainase meliputi lebar celah, dan panjang
dalam satuan meter.
c. Saluran bawah permukaan

10 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Kondisi saluran bawah permukaan di lokasi lereng timbunan pada saat inspeksi
berkala, dalam keadaan seperti pilihan berikut:
1. Tersumbat/air tidak mengalir atau tidak ada saluran;
2. Ujung saluran tidak dipelihara;
3. Pembengkokan (bending) atau kerusakan saluran.
4.4.2.3 Inspeksi khusus

a. Kondisi saluran drainase di sekitar lereng pada saat diinspeksi khusus, dengan
pilihan sebagai berikut:
1. Air mengalir dan saluran bersih dari material penghambat seperti
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah, dan material penghambat lainnya;
2. Air mengalir namun ada vegetasi seperti rumput liar dll;
3. Air tersumbat/air tidak mengalir.
b. Dimensi tanda kerusakan sistem drainase pada saat diinspeksi berkala yaitu :
1. Gompal
Dimensi gompal pada sistem drainase meliputi panjang, lebar dan tinggi dalam
satuan meter persegi.
2. Retak
Dimensi retak pada pada sistem drainase meliputi lebar celah, dan panjang
dalam satuan meter.
c. Saluran bawah permukaan
Kondisi saluran bawah permukaan di lokasi lereng timbunan pada saat inspeksi
berkala, dalam keadaan seperti pilihan berikut:
1. Tersumbat/air tidak mengalir atau tidak ada saluran
2. Ujung saluran tidak dipelihara;
3. Pembengkokan (bending) atau kerusakan saluran

4.4.3 Kondisi badan dan bahu jalan

4.4.3.1 Inspeksi rutin

a. Kondisi perkerasan jalan


Kondisi perkerasan jalan dilihat dari retakan dan ambles yang ditemukan di
perkerasan lokasi lereng jalan. Retakan dan ambles yang diinspeksi yang
disebabkan oleh keruntuhan lereng yang menerus dan ditemukan bagian yang
ambles seperti pada Gambar 2 (b). Jika retakan disebabkan umur perkerasan,
tidak saling berhubungan dan tidak disertai ambles seperti pada Gambar 2 (a)
maka tidak diinspeksi karena termasuk retakan perkerasan.

11 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


(a) Retakan perkerasan (b) Retak yang disebabkan oleh keruntuhan lereng
Gambar 2 - Retakan perkerasan dan retakan yang disebabkan oleh keruntuhan
lereng (Sumber : JICA dan JKR Malaysia, 2002)

b. Kondisi perkerasan jalan


Kondisi perkerasan jalan di lokasi lereng yang diinspeksi rutin, dengan pilihan
sebagai berikut:
1. Baik
2. Ada ambles;
3. Ada retak menerus.
c. Kondisi bahu jalan
1. Baik
2. Ada ambles;
3. Ada retakan menerus.

4.4.3.2 Inspeksi berkala

a. Kondisi perkerasan jalan


Kondisi perkerasan jalan dilihat dari retakan dan ambles yang ditemukan di
perkerasan lokasi lereng jalan. Retakan dan ambles yang diinspeksi yang
disebabkan oleh keruntuhan lereng yang menerus dan ditemukan bagian yang
ambles seperti pada Gambar 2 (b). Jika retakan disebabkan umur perkerasan,
tidak saling berhubungan dan tidak disertai ambles seperti pada Gambar 2 (a)
maka tidak diinspeksi karena termasuk retakan perkerasan.
b. Dimensi badan jalan
Dimensi tanda ketidakstabilan pada badan jalan pada saat diinspeksi berkala
yaitu :
1. Ambles
Dimensi ambles pada badan jalan meliputi kedalaman dalam satuan meter
dan luas dalam satuan meter persegi.
2. Retak menerus
Dimensi retak menerus pada badan jalan meliputi jenis retak, lebar celah, dan
panjang dalam satuan meter serta luas retak dalam satuan meter kubik.

4.4.3.3 Inspeksi khusus

a. Kondisi perkerasan jalan

12 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Kondisi perkerasan jalan dilihat dari retakan dan ambles yang ditemukan di
perkerasan lokasi lereng jalan. Retakan dan ambles yang diinspeksi adalah yang
disebabkan oleh keruntuhan lereng dengan retak menerus dan ditemukan bagian
yang ambles seperti pada Gambar 2 (b). Jika retakan disebabkan umur
perkerasan, tidak saling berhubungan dan tidak disertai ambles seperti pada
Gambar 2 (a) maka tidak diinspeksi karena termasuk retakan perkerasan
b. Dimensi tanda ketidakstabilan pada badan jalan pada saat diinspeksi khusus yaitu
:
1. Ambles
Dimensi ambles pada badan jalan meliputi kedalaman dalam satuan meter
dan luas dalam satuan meter persegi.
2. Retak menerus
Dimensi retak menerus pada badan jalan meliputi jenis retak, lebar celah, dan
panjang dalam satuan meter serta luas retak dalam satuan meter kubik.

4.4.4 Kondisi lereng


4.4.4.1 Inspeksi rutin
a. Kondisi lereng jalan
Tanda ketidakstabilan lereng jalan pada saat diinspeksi, dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Tidak ada;
2. Ada ambles;
3. Ada retak.
b. Kondisi permukaan lereng
Kondisi permukaan lereng pada saat diinspeksi, dengan pilihan sebagai berikut:
1. Baik;
2. Ada erosi permukaan;
3. Ada erosi alur;
4. Ada erosi parit.
c. Rembesan air
Keberadaan rembesan air pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
Lokasi rembesan air
Lokasi rembesan air pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Di bagian kaki lereng;
2. Di bagian tengah lereng;
3. Di bagian puncak lereng.
d. Utilitas
Kondisi utilitas di sekitar lereng pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Stabil;
2. Tidak stabil/miring.
e. Pohon di sekitar lereng
Kondisi pohon di sekitar lereng pada saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Tegak;
2. Miring;
3. Bergeser.
13 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


f. Cekungan/kolam
Keberadaan cekungan-cekungan pada lereng atau puncak lereng yang berpotensi
menjadi kolam genangan air pada saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
g. Mata air
Keberadaan mata air pada lereng pada saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
h. Vegetasi
Kondisi vegetasi pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Tumbuh;
2. Sebagian mati;
3. Keseluruhan vegetasi mati.
4.4.4.2 Inspeksi berkala

a. Dimensi tanda ketidakstabilan lereng


Dimensi tanda ketidakstabilan lereng jalan pada saat diinspeksi berkala yaitu :
1. Ambles
Dimensi ambles pada lereng meliputi kedalaman dalam satuan meter dan luas
dalam satuan meter persegi.
2. Retak
Dimensi retak pada lereng meliputi jenis retak, lebar celah, dan panjang dalam
satuan meter serta luas dalam satuan meter kubik.
b. Dimensi erosi permukaan lereng
1. Erosi permukaan
Luas erosi permukaan dalam satuan meter persegi.
2. Erosi alur
Kedalaman erosi alur dalam satuan meter dan luas erosi alur dalam satuan
meter kubik.
3. Erosi parit
Kedalaman erosi parit dalam satuan meter dan luas erosi alur dalam satuan
meter kubik.
4. Erosi fretting
Luas erosi fretting dalam satuan meter persegi.
c. Deformasi pada lereng
Deformasi yang terjadi pada lereng yang diinspeksi meliputi erosi parit, erosi alur,
erosi permukaan, erosi fretting, jatuhan batuan, pengelupasan, dan
pengembangan, dengan pilihan berikut:
1. Terlihat
2. Jejaknya ditemukan
3. Tidak ada
d. Deformasi pada lereng yang berdekatan
Deformasi yang terjadi pada lereng berdekatan dengan lereng yang diinspeksi
meliputi erosi parit, erosi alur, erosi permukaan, erosi fretting, jatuhan batuan,
pengelupasan, dan pengembangan, dengan pilihan berikut:
1. Terlihat
2. Jejaknya ditemukan
3. Tidak ada
e. Pengelupasan tipis batuan
14 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Keberadaan pengelupasan tipis batuan di lereng pada saat diinspeksi, dengan
pilihan berikut:
1. Terlihat;
2. Jejaknya ditemukan;
3. Tidak ada.
f. Lempung mengembang
Keberadaan lempung mengembang di lereng pada saat diinspeksi, dengan pilihan
berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
g. Rembesan air
Keberadaan rembesan air pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.

Lokasi rembesan air pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Di bagian kaki lereng;
2. Di bagian tengah lereng;
3. Di bagian puncak lereng.
h. Utilitas
Kondisi utilitas di sekitar lereng pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Stabil;
2. Tidak stabil/miring.
i. Pohon di sekitar lereng
Kondisi pohon di sekitar lereng pada saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Tegak;
2. Miring;
3. Bergeser.
j. Cekungan/kolam
Keberadaan cekungan-cekungan pada lereng atau puncak lereng yang berpotensi
menjadi kolam genangan air pada saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
k. Mata air
Keberadaan mata air pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
l. Basah pada kaki lereng timbunan
Kondisi basah pada kaki lereng timbunan saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
m. Jejak aliran air pada permukaan lereng timbunan
Jejak aliran air pada permukaan lereng timbunan dengan pilihan sebagai berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
n. Kondisi tanah dasar timbunan
Kondisi tanah dasar timbunan pada saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
15 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


1. Kaki lereng tidak stabil;
2. Lapisan tanah buruk;
3. Aluvium;
4. Kaki lereng stabil;
5. Tidak pasti.
o. Rembesan lereng timbunan
Rembesan yang terjadi pada lereng timbunan saat diinspeksi dengan pilihan
sebagai berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
p. Keberadaan anomali topografi
Keberadaan anomali topografi meliputi garis kontur yang terganggu, fitur
geografis, dan curam di puncak lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:

1. Jelas;
2. Sebagian;
3. Tidak jelas.
q. Garis kontur yang terganggu
Garis kontur yang terganggu seperti fitur geografi atau lereng yang curam di
bagian puncak, dengan pilihan sebagai berikut:
1. Jelas;
2. Sebagian;
3. Tidak jelas
r. Penggelembungan pada kaki lereng
Penggelembungan pada kaki lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
s. Vegetasi
Kondisi vegetasi pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Tumbuh;
2. Sebagian mati;
3. Keseluruhan vegetasi mati.

4.4.4.3 Inspeksi khusus

a. Dimensi tanda ketidakstabilan lereng


Dimensi tanda ketidakstabilan lereng jalan pada saat diinspeksi berkala yaitu :
1. Ambles
Dimensi ambles pada lereng meliputi kedalaman dalam satuan meter dan luas
dalam satuan meter persegi.
2. Retak
Dimensi retak pada lereng meliputi jenis retak, lebar celah, dan panjang dalam
satuan meter serta luas dalam satuan meter kubik.
b. Dimensi erosi permukaan lereng
1. Erosi permukaan
Luas erosi permukaan dalam satuan meter persegi.
2. Erosi alur

16 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Kedalaman erosi alur dalam satuan meter dan luas erosi alur dalam satuan
meter kubik.
3. Erosi parit
Kedalaman erosi parit dalam satuan meter dan luas erosi alur dalam satuan
meter kubik.
4. Erosi fretting
Luas erosi fretting dalam satuan meter dan luas erosi alur dalam satuan
meter persegi.
c. Deformasi pada lereng
Deformasi yang terjadi pada lereng yang diinspeksi meliputi erosi parit, erosi alur,
erosi permukaan, erosi fretting, jatuhan batuan, pengelupasan, dan
pengembangan, dengan pilihan berikut:
1. Terlihat
2. Jejaknya ditemukan
3. Tidak ada

d. Deformasi pada lereng yang berdekatan


Deformasi yang terjadi pada lereng berdekatan dengan lereng yang diinspeksi
meliputi erosi parit, erosi alur, erosi permukaan, erosi fretting, jatuhan batuan,
pengelupasan, dan pengembangan, dengan pilihan berikut:
1. Terlihat
2. Jejaknya ditemukan
3. Tidak ada
e. Pengelupasan tipis batuan
Keberadaan pengelupasan tipis batuan di lereng pada saat diinspeksi, dengan
pilihan berikut:
1. Terlihat;
2. Jejaknya ditemukan;
3. Tidak ada.
f. Lempung mengembang
Keberadaan lempung mengembang di lereng pada saat diinspeksi, dengan pilihan
berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
g. Rembesan air
Keberadaan rembesan air pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
Lokasi rembesan air pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Di bagian kaki lereng;
2. Di bagian tengah lereng;
3. Di bagian puncak lereng.
h. Utilitas
Kondisi utilitas di sekitar lereng pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Stabil;
2. Tidak stabil/miring.
i. Pohon di sekitar lereng
Kondisi pohon di sekitar lereng pada saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
17 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


1. Tegak;
2. Miring;
3. Bergeser.
j. Cekungan/kolam
Keberadaan cekungan-cekungan pada lereng atau puncak lereng yang berpotensi
menjadi kolam genangan air pada saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
k. Mata air
Keberadaan mata air pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.

l. Basah pada kaki lereng timbunan


Kondisi basah pada kaki lereng timbunan saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
m. Jejak aliran air pada permukaan lereng timbunan
Jejak aliran air pada permukaan lereng timbunan dengan pilihan sebagai berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
n. Kondisi tanah dasar timbunan
Kondisi tanah dasar timbunan pada saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Kaki lereng tidak stabil;
2. Lapisan tanah buruk;
3. Aluvium;
4. Kaki lereng stabil;
5. Tidak pasti.
o. Rembesan lereng timbunan
Rembesan yang terjadi pada lereng timbunan saat diinspeksi dengan pilihan
sebagai berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
p. Keberadaan anomali topografi
Keberadaan anomali topografi meliputi garis kontur yang terganggu, fitur
geografis, dan curam di puncak lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Jelas;
2. Sebagian;
3. Tidak jelas.
q. Garis kontur yang terganggu
Garis kontur yang terganggu seperti fitur geografi atau lereng yang curam di
bagian puncak, dengan pilihan sebagai berikut:
1. Jelas;
2. Sebagian;
3. Tidak jelas
r. Penggelembungan pada kaki lereng
18 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Penggelembungan pada kaki lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai
berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada.
s. Vegatasi
Kondisi vegetasi pada lereng saat diinspeksi dengan pilihan sebagai berikut:
1. Tumbuh;
2. Sebagian mati;
3. Keseluruhan vegetasi mati.

4.4.5 Konstruksi rekayasa lereng


4.4.5.1 Inspeksi rutin

a. Bangunan rekayasa yang diinspeksi rutin adalah dinding penahan tanah beton,
dinding penahan tanah mortar, beton semprot, bronjong.
b. Kondisi dinding penahan tanah/beton semprot pada saat diinspeksi rutin, dalam
keadaan seperti pilihan berikut:
1. Baik;
2. Tumbuh vegetasi/pohon;
3. Gompal;
4. Retak;
5. Suling-suling baik;
6. Tidak ada air yang mengalir dari suling-suling.
c. Bronjong
Kondisi bronjong pada saat diinspeksi rutin, dengan pilihan sebagai berikut:
1. Baik;
2. Tumbuh vegetasi/pohon;
3. Ambles;
4. Rusak.
d. Jaring tirai (tanpa bioteknik)
1. Tumbuh vegetasi;

4.4.5.2 Inspeksi berkala

a. Kondisi dan dimensi kerusakan dinding penahan tanah/beton semprot pada saat
diinspeksi berkala, dalam keadaan seperti pilihan berikut:
1. Tumbuh vegetasi/pohon;
2. Gompal;
Dimensi luas gompal dalam satuan meter kubik.
3. Retak;
Dimensi retak yang meliputi lebar celah dan panjang retak dalam satuan
meter.
4. Suling-suling baik;
5. Tidak ada air yang mengalir dari suling-suling.
b. Kondisi kerusakan bronjong pada saat diinspeksi berkala, dalam keadaan seperti
pilihan berikut:
1. Tumbuh vegetasi/pohon;
2. Kawat bronjong putus;
3. Batu bronjong hilang.
19 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


c. Kondisi jaring tirai pada saat diinspeksi berkala, dalam keadaan seperti pilihan
berikut:
1. Material jatuhan batuan yang terkumpul/menumpuk pada jaring
2. Komponen jaring tirai ada yang rusak
d. Kondisi daerah penangkap batuan pada saat diinspeksi berkala, dalam keadaan
seperti pilihan berikut:
1. Jatuhan batuan mencapai badan jalan

4.4.5.3 Inspeksi khusus

a. Kondisi dan dimensi kerusakan dinding penahan tanah/beton semprot pada saat
diinspeksi berkala, dalam keadaan seperti pilihan berikut:
1. Tumbuh vegetasi/pohon;
2. Gompal;
Dimensi luas gompal dalam satuan meter kubik.
3. Retak;
Dimensi retak yang meliputi lebar celah dan panjang retak dalam satuan
meter.
4. Suling-suling baik;
5. Tidak ada air yang mengalir dari suling-suling.
b. Kondisi kerusakan bronjong pada saat diinspeksi berkala, dalam keadaan seperti
pilihan berikut:
1. Tumbuh vegetasi/pohon;
2. Kawat bronjong putus;
3. Batu bronjong hilang.
c. Kondisi jaring tirai pada saat diinspeksi berkala, dalam keadaan seperti pilihan
berikut:
1. Material jatuhan batuan yang terkumpul/menumpuk pada jaring
2. Komponen jaring tirai ada yang rusak
d. Kondisi daerah penangkap batuan pada saat diinspeksi berkala, dalam keadaan
seperti pilihan berikut:
1. Jatuhan batuan mencapai badan jalan

4.4.6 Kondisi keruntuhan

4.4.6.1 Inspeksi rutin

a. Keruntuhan tanah
Keberadaan keruntuhan tanah atau batuan di lokasi inspeksi rutin, yaitu di
drainase, bahu dan badan jalan, dengan pilihan berikut:
1. Ada;
2. Tidak ada,

4.4.6.2 Inspeksi berkala

a. Waktu terjadi keruntuhan


Waktu terjadinya keruntuhan yang meliputi hari, tanggal, bulan, dan tahun.
b. Luas keruntuhan yang terjadi (dalam satuan meter persegi) yang diasumsikan
secara visual, dengan pilihan rentang berdasarkan kategori berikut ini:
1. Sangat kecil, yaitu jika luasnya keruntuhan < 10m2;
20 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


2. Kecil, yaitu jika luasnya keruntuhan 10 – 50 m2;
3. Menengah, yaitu jika luasnya keruntuhan 51 – 100 m2;
4. Agak besar, yaitu jika luasnya keruntuhan 101 – 1000 m2;
5. Besar, yaitu jika luasnya keruntuhan 1001 – 10000 m2;
6. Sangat besar, yaitu jika luasnya keruntuhan > 10000m2.
c. Letak keruntuhan
1. Posisi keruntuhan lereng terhadap badan jalan untuk mengetahui besarnya
pengaruh keruntuhan terhadap efekvifitas penggunaan jalan.
2. Letak keruntuhan terhadap badan jalan, yaitu :
a) Puncak lereng;
b) Permukaan lereng;
c) Kaki lereng;
d) Seluruh bagian lereng.
d. Jenis keruntuhan
Jenis keruntuhan yang terjadi, dengan pilihan sebagai berikut :
1. Keruntuhan
2. Jatuhan batuan
3. Keruntuhan massa batuan
4. Longsoran
5. Aliran debris
6. Keruntuhan timbunan
e. Geometri keruntuhan
Dimensi keruntuhan diinspeksi dengan mengukur tinggi dan sudut gawir
keruntuhan, masing-masing dalam satuan meter dan derajat. Sudut keruntuhan
yang diukur merupakan sudut dari material lereng yang mengalami keruntuhan,
dalam satuan derajat
f. Kondisi keruntuhan
Kondisi umum keruntuhan pada saat dilakukan inspeksi, yaitu :
1. Masih aktif atau bergerak;
2. Baru berhenti bergerak atau sekarang mantap;
3. Mantap, tetapi masih ada tanda-data gerakan
4. Erosi sampingan atau gerak merayap;
5. Keruntuhanan lama, sekarang mantap.
g. Perkiraan penyebab keruntuhan
Penyebab terjadinya keruntuhan yang dapat diestimasi oleh petugas inspeksi
secara visual, yaitu:
1. Pemotongan lereng yang terlalu tegak;
2. Pemotongan bagian bawah lereng;
3. Erosi pada kaki lereng;
4. Adanya bidang lapisan tanah lunak;
5. Masalah hidrologi;
6. Erosi air secara umum;
7. Buruknya konstruksi penahan lereng.
h. Kerusakan jalan akibat keruntuhan
Kerusakan jalan yang diakibatkan oleh keruntuhan yang terjadi dengan pilihan,
meliputi :
1. Tidak ada pengaruh yang cukup berarti;
2. Sedikit mengganggu kelancaran drainase;
3. Sedikit mengganggu kelancaran arus lalu lintas;
4. Menutup sebagian jalan (dapat disingkirkan);
5. Ada pengaruh, mengganggu arus lalu lintas;
6. Seluruh badan jalan keruntuhan (pengaruhnya luas);
21 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


7. Pengaruhnya sangat luas, perlu relokasi jalan; .
8. Bencana alam, kerusakan berat dan sangat luas yang menimbulkan kerugian
materi cukup besar, bahkan kadang-kadang menelan korban jiwa.
i. Potensi kerusakan jalan akibat keruntuhan
Potensi kerusakan jalan mendatang jika terjadi keruntuhan kembali, dengan
pilihan, meliputi:
1. Tidak ada pengaruh yang cukup berarti;
2. Sedikit mengganggu kelancaran drainase;
3. Sedikit mengganggu kelancaran arus lalu lintas;
4. Menutup sebagian jalan (dapat disingkirkan);
5. Ada pengaruh, mengganggu arus lalu lintas;
6. Seluruh badan jalan keruntuhan (pengaruhnya luas);
7. Pengaruhnya sangat luas, perlu relokasi jalan;
8. Bencana alam, kerusakan berat dan sangat luas yang menimbulkan kerugian
materi cukup besar, bahkan kadang-kadang menelan korban jiwa.
j. Sejarah keruntuhanan
Riwayat keruntuhanan skala besar pada pada lereng yang diinspeksi.
Keruntuhanan ini dapat dikenali dengan interpretasi foto udara, dengan pilihan
sebagai berikut :
1. Ada
2. Tidak ada
k. Jatuhan batuan
Keberadaan jatuhan batuan di lokasi inspeksi rutin yaitu di drainase, bahu dan
badan jalan, dengan pilihan berikut:
1. Ada
2. Tidak ada
l. Aliran debris
1. Luas lereng aliran debris dengan kemiringan daerah rawan aliran debris lebih
dari 15° dengan pilihan berikut ini:
a) Lebih dari 0,50 km2
b) Antara 0,15 km2 sampai 0,50 km2
c) Kurang dari 0,15 km2
2. Kemiringan daerah rawan aliran debris
Kemiringan daerah rawan aliran debris dengan pilihan berikut ini :
a) Lebih 40°
b) Antara 30° sampai 40°
c) Kurang dari 30°
3. Luas lereng keseluruhan dengan demiringan lebih dari 30°
Luas lereng keseluruhan yang kemiringannya lebih dari 30°, dibagi dalam tiga
pilihan berikut ini :
a) Lebih dari 0,20 km2
b) Di antara 0,08 km2 dan 0,20 km2
c) Kurang dari 0,08 km2
m. Luas rumput dan semak
Luas permukaan lereng yang tertutup oleh rumput dan semak belukar yang kurang
dari 10 m2 dan konstruksi rekayasa lereng yang tidak stabil, dengan pilihan
sebagai berikut :
1. Lebih dari 0,20 km2,

22 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


2. Di antara 0,02 km2 dan 0,20 km2
3. Kurang dari 0,02 km2.
n. Rekam jejak aliran debris
Keberadaan aliran debris yang terjadi baik masa lalu ataupun tidak, harus di
rekam untuk mendapatkan frekuensi kejadian dengan pilihan aliran debris. Jika
terdapat rekam jejak aliran debris, maka dicatat dengan pilihan sebagai berikut :
1. Ada
2. Tidak ada
o. Keberadaan retakan baru, lereng curam
Keberadaan retakan baru dan lereng curam pada lereng yang diinspeksi.
Perubahan bentuk ini di identifikasi dengan interpretasi dari peta topografi dan foto
udara dan secara visual dilapangan dengan pilihan sebagai berikut :
1. Ada
2. Tidak ada
p. Adanya bagian lereng yang diperbaiki
Adanya bagian lereng yang diperbaiki seperti permukaan lereng, konstruksi
rekayasa lereng, dengan pilihan sebagai berikut :
1. Ada
2. Tidak ada
q. Garis lekuk
Keberadaan garis lekuk di lereng yang diinspeksi, dengan pilihan sebagai berikut :
1. Ada
2. Sedang
r. Pola retakan
Keberadaan pola retakan dan dimensinya di lereng yang diinspeksi, dengan
pilihan sebagai berikut :
1. Retakan reguler dengan interval > 1m
2. Retakan reguler dengan interval < 1m
3. Retak tidak beraturan
4. Tidak ada retakan
s. Lebar retakan
Lebar retakan lereng yang diinspeksi, dengan pilihan sebagai berikut :
1. Retakan reguler dengan interval > 1m
2. Retakan reguler dengan interval < 1m
3. Retak tidak beraturan
4. Tidak ada retakan

4.4.6.3 Inspeksi khusus

a. Waktu terjadi keruntuhan


Waktu terjadinya keruntuhan yang meliputi hari, tanggal, bulan, dan tahun.
b. Luas keruntuhan yang terjadi (dalam satuan meter persegi) yang diasumsikan
secara visual, dengan pilihan rentang berdasarkan kategori berikut ini:
1. Sangat kecil, yaitu jika luasnya keruntuhan < 10m2;
2. Kecil, yaitu jika luasnya keruntuhan 10 – 50 m2;
3. Menengah, yaitu jika luasnya keruntuhan 51 – 100 m2;
4. Agak besar, yaitu jika luasnya keruntuhan 101 – 1000 m2;
5. Besar, yaitu jika luasnya keruntuhan 1001 – 10000 m2;
6. Sangat besar, yaitu jika luasnya keruntuhan > 10000m2.
c. Letak keruntuhan

23 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


1. Posisi keruntuhan lereng terhadap badan jalan untuk mengetahui besarnya
pengaruh keruntuhan terhadap efekvifitas penggunaan jalan.
2. Letak keruntuhan terhadap badan jalan, yaitu :
a) Puncak lereng;
b) Permukaan lereng;
c) Kaki lereng;
d) Seluruh bagian lereng.
d. Jenis keruntuhan
Jenis keruntuhan yang terjadi, dengan pilihan sebagai berikut :
1. Keruntuhan
2. Jatuhan batuan
3. Keruntuhan massa batuan
4. Longsoran
5. Aliran debris
6. Keruntuhan timbunan
e. Geometri keruntuhan
Dimensi keruntuhan diinspeksi dengan mengukur tinggi dan sudut gawir
keruntuhan, masing-masing dalam satuan meter dan derajat. Sudut keruntuhan
yang diukur merupakan sudut dari material lereng yang mengalami keruntuhan,
dalam satuan derajat
f. Kondisi keruntuhan
Kondisi umum keruntuhan pada saat dilakukan inspeksi, yaitu :
1. Masih aktif atau bergerak;
2. Baru berhenti bergerak atau sekarang mantap;
3. Mantap, tetapi masih ada tanda-data gerakan
4. Erosi sampingan atau gerak merayap;
5. Keruntuhanan lama, sekarang mantap.
g. Perkiraan penyebab keruntuhan
Penyebab terjadinya keruntuhan yang dapat diestimasi oleh petugas inspeksi
secara visual, yaitu:
1. Pemotongan lereng yang terlalu tegak;
2. Pemotongan bagian bawah lereng;
3. Erosi pada kaki lereng;
4. Adanya bidang lapisan tanah lunak;
5. Masalah hidrologi;
6. Erosi air secara umum;
7. Buruknya konstruksi penahan lereng.
h. Kerusakan jalan akibat keruntuhan
Kerusakan jalan yang diakibatkan oleh keruntuhan yang terjadi dengan pilihan,
meliputi :
1. Tidak ada pengaruh yang cukup berarti;
2. Sedikit mengganggu kelancaran drainase;
3. Sedikit mengganggu kelancaran arus lalu lintas;
4. Menutup sebagian jalan (dapat disingkirkan);
5. Ada pengaruh, mengganggu arus lalu lintas;
6. Seluruh badan jalan keruntuhan (pengaruhnya luas);
7. Pengaruhnya sangat luas, perlu relokasi jalan;
8. Bencana alam, kerusakan berat dan sangat luas yang menimbulkan kerugian materi
cukup besar, bahkan kadang-kadang menelan korban jiwa.
i. Potensi kerusakan jalan akibat keruntuhan
24 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Potensi kerusakan jalan mendatang jika terjadi keruntuhan kembali, dengan
pilihan, meliputi:
1. Tidak ada pengaruh yang cukup berarti;
2. Sedikit mengganggu kelancaran drainase;
3. Sedikit mengganggu kelancaran arus lalu lintas;
4. Menutup sebagian jalan (dapat disingkirkan);
5. Ada pengaruh, mengganggu arus lalu lintas;
6. Seluruh badan jalan keruntuhan (pengaruhnya luas);
7. Pengaruhnya sangat luas, perlu relokasi jalan;
8. Bencana alam, kerusakan berat dan sangat luas yang menimbulkan kerugian materi
cukup besar, bahkan kadang-kadang menelan korban jiwa.
j. Sejarah keruntuhanan
Riwayat keruntuhanan skala besar pada pada lereng yang diinspeksi.
Keruntuhanan ini dapat dikenali dengan interpretasi foto udara, dengan pilihan
sebagai berikut :
1. Ada
2. Tidak ada
k. Jatuhan batuan
Keberadaan jatuhan batuan di lokasi inspeksi rutin yaitu di drainase, bahu dan
badan jalan, dengan pilihan berikut:
1. Ada
2. Tidak ada
l. Aliran debris
1. Luas lereng aliran debris dengan kemiringan daerah rawan aliran debris lebih
dari 15° dengan pilihan berikut ini:
a) Lebih dari 0,50 km2
b) Antara 0,15 km2 sampai 0,50 km2
c) Kurang dari 0,15 km2
2. Kemiringan daerah rawan aliran debris
Kemiringan daerah rawan aliran debris dengan pilihan berikut ini :
a) Lebih 40°
b) Antara 30° sampai 40°
c) Kurang dari 30°
3. Luas lereng keseluruhan dengan demiringan lebih dari 30°
Luas lereng keseluruhan yang kemiringannya lebih dari 30°, dibagi dalam tiga
pilihan berikut ini :
a) Lebih dari 0,20 km2
b) Di antara 0,08 km2 dan 0,20 km2
c) Kurang dari 0,08 km2
m. Penutup permukaan lereng. Luas rumput dan semak
Luas permukaan lereng yang tertutup oleh rumput dan semak belukar yang kurang
dari 10 m dan konstruksi rekayasa lereng yang tidak stabil.
1. Lebih dari 0,20 km2,
2. Di antara 0,02 km2 dan 0,20 km2
3. Kurang dari 0,02 km2.
n. Rekam jejak aliran debris

25 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Keberadaan aliran debris yang terjadi baik masa lalu ataupun tidak harus di rekam
untuk mendapatkan frekuensi kejadian dengan pilihan aliran debris. Jika terdapat
rekam jejak aliran debris, maka dicatat dengan pilihan sebagai berikut :
1. Ada
2. Tidak ada
o. Keberadaan retakan baru dan lereng curam
Keberadaan retakan baru dan lereng curam pada lereng yang diinspeksi.
Perubahan bentuk ini di identifikasi dengan interpretasi dari peta topografi dan foto
udara dan secara visual dilapangan dengan pilihan sebagai berikut :
1. Ada
2. Tidak ada
p. Adanya bagian lereng yang diperbaiki
Adanya bagian lereng yang diperbaiki seperti permukaan lereng, konstruksi
rekayasa lereng, dengan pilihan sebagai berikut :
1. Ada
2. Tidak ada
q. Garis lekuk
Keberadaan garis lekuk di lereng yang diinspeksi, dengan pilihan sebagai berikut :
1. Ada
2. Sedang
r. Pola retakan
Keberadaan pola retakan dan dimensinya di lereng yang diinspeksi, dengan
pilihan sebagai berikut :
5. Retakan reguler dengan interval > 1m
6. Retakan reguler dengan interval < 1m
7. Retak tidak beraturan
8. Tidak ada retakan
t. Lebar retakan
Lebar retakan lereng yang diinspeksi, dengan pilihan sebagai berikut :
5. Retakan reguler dengan interval > 1m
6. Retakan reguler dengan interval < 1m
7. Retak tidak beraturan
8. Tidak ada retakan

4.4.7 Instrumentasi

Pemeriksaan instrumentasi di lokasi lereng jalan yang diinspeksi baik rutin, berkala dan
khusus, dengan pilihan sebagai berikut:
a. Baik;
b. Ada kerusakan, masih berfungsi;
c. Tidak berfungsi.

4.4.8 Foto dokumentasi

a. Foto dokumentasi merupakan dokumen rekaman gambar keadaan sekitar lereng


yang diinspeksi.
b. Foto dokumentasi harus memberikan gambaran kondisi lapangan dalam arah
melintang dan memanjang jalan serta detail dengan keterangan, juga tampak atas
yang dapat memberikan gambaran kondisi lereng secara lengkap dan informatif.
c. Foto diambil dari arah kilometer/STA kecil.
26 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


d. Untuk bangunan pelengkap lainnya dan bangunan pengaman diambil fotonya dari
arah samping dan arah depan bangunan dimaksud.
e. Pada foto agar diberikan keterangan mengenai lokasi, jenis foto yang dimaksud,
tanggal bulan/tahun pengambilan foto.
f. Foto dokumentasi direkam ke dalam basis data lereng jalan dan disimpan ke
dalam perangkat penyimpan data (CD, DVD, harddisk, dll) sebagai arsip.

4.4.9 Sketsa

a. Lokasi sekitar lereng harus digambarkan dengan sketsa situasi dan sketsa
penampang melintang dan memanjang.
b. Dalam sketsa situasi lereng jalan minimal harus dicantumkan, antara lain :
1. Ruang manfaat jalan yang meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan
ambang pengamannya serta bangunan utilitas;
2. Ruang milik jalan;
3. Garis ketinggian lereng;
4. Letak dan macam bangunan konstruksi lereng;
5. Letak dan macam drainase, gorong-gorong dan arah aliran airnya;
6. Letak dan macam bangunan utilitas;
7. Letak dan macam rambu jalan (patok KM dll);
8. Letak sungai dan arah aliran sungai (jika ada);
9. Letak alur aliran air dan genangan;
10. Letak mata air;
11. Daerah timbunan, daerah galian, daerah keruntuhan/jatuhan batuan;
12. Indikasi ketidakmantapan lereng seperti erosi, ambles dengan retakan dll;
13. Daerah terasiring;
14. Arah jalan ke kota atau tempat yang terdekat;
15. Jenis material penyusun lereng;
16. Arah utara magnetis.
c. Sketsa potongan melintang jalan minimal harus dicantumkan :
1. Bentuk penampang melintang;
2. Lokasi penampang lereng;
3. Sumbu jalan;
4. Bagian-bagian jalan dan ukurannya;
5. Bagian-bagian konstruksi lereng yang ada dan ukurannya;
6. Bagunan pelengkap jalan yang tepat terletak pada irisan tersebut;
7. Bangunan utilitas yang tepat terletak pada irisan tersebut;
8. Drainase dan gorong-gorong yang tepat terletak pada irisan tersebut.
d. Sketsa potongan memanjang jalan minimal harus dicantumkan :
1. Bentuk penampang memanjang;
2. Lokasi penampang lereng;
3. Lokasi jalan;
4. Bagian-bagian Konstruksi lereng yang ada dan ukurannya;
5. Bagunan pelengkap jalan yang tepat terletak pada irisan tersebut;
6. Bangunan utilitas yang tepat terletak pada irisan tersebut;
7. Drainase dan gorong-gorong yang tepat terletak pada irisan tersebut.

4.5 Pelaksana inspeksi lereng jalan

a. Pelaksana inspeksi rutin harus memenuhi kualifikasi pada Tabel 3 dan pelaksana
inspeksi berkala harus memenuhi kualifikasi pada Tabel 4.
27 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Pelaksana inspeksi khusus harus memenuhi kualifikasi
b. Tabel 5.

Tabel 3 - Kualifikasi pelaksana inspeksi lereng jalan rutin

No. Posisi Kualifikasi

1. Penilik lereng - Minimum SMK Teknik Sipil


jalan - Pengalaman minimum 1 tahun dalam pelaksanaan
inspeksi dan/atau pemeliharaan jalan
- Pernah mengikuti pelatihan inspeksi dan
pemeliharaan lereng jalan

Tabel 4 - Kualifikasi pelaksana inspeksi lereng jalan berkala

No. Posisi Kualifikasi

1. Pelaksana - Minimum S1 Teknik Sipil


inspeksi - Memiliki sertifikasi muda keahlian geoteknik
- Pernah mengikuti pelatihan sistem manajemen
lereng jalan
- Pengalaman 3 tahun dalam desain jalan
- Minimum S1 Geologi
- Pernah mengikuti pelatihan sistem manajemen
lereng jalan
- Pengalaman 1 tahun dalam desain jalan

Tabel 4 - Kualifikasi pelaksana inspeksi lereng jalan berkala (lanjutan)


No. Posisi Kualifikasi

2. Asisten - Minimum SMK Teknik Sipil


pelaksana - Pengalaman minimum 1 tahun dalam pelaksanaan
inspeksi inspeksi dan pemeliharaan jalan
- Pernah mengikuti pelatihan inspeksi dan
pemeliharaan lereng jalan

Tabel 5 - Kualifikasi pelaksana inspeksi lereng jalan khusus


No. Posisi Kualifikasi

28 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


1. Pelaksana - Minimum S1 Teknik Sipil
inspeksi - Memiliki sertifikasi keahlian madya geoteknik
- Pengalaman minimum 3 tahun dalam desain jalan
- Menguasai mekanika tanah
- Menguasai prosedur sistem manajemen lereng
jalan
- Mempunyai pengalaman dalam penanganan
keruntuhanan jalan
- Pernah mengikuti pelatihan sistem manajemen
lereng jalan
- Minimum S1 Geologi
- Pengalaman minimum 2 tahun dalam desain jalan
- Menguasai mekanika batuan
- Menguasai prosedur sistem manajemen lereng
jalan
- Mempunyai pengalaman dalam penanganan
keruntuhanan jalan
- Pernah mengikuti pelatihan sistem manajemen
lereng jalan
2. Asisten - Minimum SMK Teknik Sipil
Pelaksana - Pengalaman minimum 1 tahun dalam pelaksanaan
inspeksi inspeksi dan pemeliharaan jalan
- Pernah mengikuti pelatihan inspeksi dan
pemeliharaan lereng jalan
3. Surveyor - Minimum SMK Pengukuran/Geodesi
- Pengalaman minimum 3 tahun dalam pemetaan
terrestrial
- Mempunyai pengalaman dalam pemetaan situasi,
khususnya untuk penanganan kestabilan lereng
atau keruntuhanan

4.6 Peralatan
Peralatan inspeksi lereng jalan rutin, berkala dan khusus sesuai Tabel 6.

Tabel 6 – Peralatan inspeksi lereng jalan


No Inspeksi khusus Inspeksi berkala Inspeksi rutin
1. GPS jenis navigasi GPS jenis navigasi GPS jenis navigasi
Kamera berwarna dan Kamera berwarna dan Kamera berwarna dan
2.
digital digital digital
Komputer tablet atau Komputer tablet atau Komputer tablet atau telepon
3. telepon pintar berbasis telepon pintar berbasis pintar berbasis android versi
android versi 5 atau iOS; android versi 5 atau iOS; 5 atau iOS;
Rambu-rambu pengaman Rambu-rambu Rambu-rambu pengaman
4.
lalu lintas pengaman lalu lintas lalu lintas
Peralatan pengaman Peralatan pengaman Peralatan pengaman pribadi
pribadi (rompi pengaman, pribadi (rompi (rompi pengaman, topi/safety
5. topi/safety helmet, alat pengaman, topi/safety helmet, alat P3K, sepatu
P3K, sepatu pengaman) helmet, alat P3K, sepatu pengaman)
pengaman)
Alat pengukur sudut lereng Alat pengukur sudut Alat tulis
6.
lereng
7. Meteran atau roll meter 50 Meteran atau roll meter Formulir inspeksi lereng jalan

29 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


No Inspeksi khusus Inspeksi berkala Inspeksi rutin
1. GPS jenis navigasi GPS jenis navigasi GPS jenis navigasi
Kamera berwarna dan Kamera berwarna dan Kamera berwarna dan
2.
digital digital digital
Komputer tablet atau Komputer tablet atau Komputer tablet atau telepon
3. telepon pintar berbasis telepon pintar berbasis pintar berbasis android versi
android versi 5 atau iOS; android versi 5 atau iOS; 5 atau iOS;
Rambu-rambu pengaman Rambu-rambu Rambu-rambu pengaman
4.
lalu lintas pengaman lalu lintas lalu lintas
Peralatan pengaman Peralatan pengaman Peralatan pengaman pribadi
pribadi (rompi pengaman, pribadi (rompi (rompi pengaman, topi/safety
5. topi/safety helmet, alat pengaman, topi/safety helmet, alat P3K, sepatu
P3K, sepatu pengaman) helmet, alat P3K, sepatu pengaman)
pengaman)
Alat pengukur sudut lereng Alat pengukur sudut Alat tulis
6.
lereng
m 50 m rutin
8. Kompas geologi Kompas geologi
9. Alat tulis Alat tulis
Formulir inspeksi lereng Formulir inspeksi lereng
10.
jalan berkala/khusus jalan berkala/khusus
11. Drone Drone
Alat pengukur untuk Alat lain yang diperlukan
12.
pemetaan

4.7 Format pelaporan inspeksi lereng jalan

Format pelaporan inspeksi baik rutin, berkala dan khusus lereng jalan minimal
mencakup seperti berikut :
a. Kata pengantar;
b. Daftar isi;
c. Daftar gambar;
d. Daftar tabel;
e. Pendahuluan;
f. Ruang lingkup;
g. Lingkup wilayah;
h. Data inventarisasi dan/atau inspeksi lereng jalan sebelumnya;
i. Pelaksanaan inspeksi lereng jalan;
j. Penutup
1. Kesimpulan;
2. Saran;
k. Daftar pustaka;
l. Lampiran
1. Rangkuman hasil inspeksi lereng jalan;
2. Foto-foto.

5 Prosedur inspeksi lereng jalan


Inspeksi lereng lereng jalan dimulai dengan penentuan lokasi inspeksi, pengumpulan
dan pengkajian data sekunder, pemilihan kategori inspeksi lereng jalan, penentuan
frekuensi inspeksi lereng jalan, persiapan alat, pelaksana dan formulir inspeksi.
Selanjutnya, pelaksanaan inspeksi lereng jalan dan diakhiri dengan pelaporan.
Prosedur inspeksi lereng jalan tersebut ditunjukkan pada Gambar 3.
30 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Mulai

Penentuan lokasi inspeksi lereng jalan

Pengambilan data inventarisasi dan data


inspeksi sebelumnya

Penentuan kategori inspeksi lereng jalan

Inspeksi rutin sesuai frekuensi Inspeksi berkala sesuai frekuensi

Persiapan alat, pelaksana dan Formulir A atau Persiapan alat, pelaksana dan Formulir D atau
aplikasi Inslope inspeksi rutin aplikasi Inslope inspeksi berkala

Tidak
Memenuhi ? Tidak
Memenuhi ?

Ya Ya

 Pasang kerucut lalu lintas dibelakang dan  Pasang kerucut lalu lintas dibelakang dan
didepan mobil didepan mobil
 Pendataan tapak umum sesuai ketentuan  Pendataan tapak umum sesuai ketentuan
4.4.1 dengan mengisi formulir Lampiran A 4.4.1 dengan mengisi formulir Lampiran D
lembar 1 atau aplikasi Inslope inspeksi rutin lembar 1 atau aplikasi Inslope inspeksi berkala
folder A. folder A.
 Lakukan inspeksi kondisi jalan inspeksi  Lakukan inspeksi kondisi jalan inspeksi sesuai
sesuai ketentuan 4.4.1 butir o dengan ketentuan 4.4.1 butir o dengan mengisi
mengisi formulir Lampiran A lembar 1 atau formulir Lampiran D lembar 1 atau aplikasi
aplikasi Inslope inspeksi rutin folder B. Inslope inspeksi berkala folder B.
 Lakukan inspeksi kondisi sistem drainase  Lakukan inspeksi kondisi sistem drainase
dengan ketentuan 4.4.2.1 dengan mengisi dengan ketentuan 4.4.2.2 dengan mengisi
formulir Lampiran A lembar 2-4 atau aplikasi formulir Lampiran D lembar 2-5 atau aplikasi
Inslope inspeksi rutin folder C. Inslope inspeksi berkala folder C.
 Lakukan inspeksi kondisi badan dan bahu  Lakukan inspeksi kondisi badan dan bahu
jalan sesuai ketentuan 4.4.3.1dengan jalan sesuai ketentuan 4.4.3.2 dengan mengisi
mengisi formulir Lampiran A lembar 5 atau formulir Lampiran D lembar 6-7 atau aplikasi
aplikasi Inslope inspeksi rutin folder D. Inslope inspeksi berkala folder D.
 Lakukan inspeksi kondisi lereng jalan sesuai  Lakukan inspeksi kondisi lereng jalan sesuai
ketentuan 4.4.4.1 dengan mengisi formulir ketentuan 4.4.4.2 dengan mengisi formulir
Lampiran A lembar 6-9 atau aplikasi Inslope Lampiran D lembar 8-16 atau aplikasi Inslope
inspeksi rutin folder E. inspeksi berkala folder E.
 Lakukan inspeksi kondisi bangunan  Lakukan inspeksi kondisi bangunan rekayasa
Konstruksi lereng jalan sesuai ketentuan lereng jalan sesuai ketentuan 4.4.5.2 dengan
4.4.5.1 dengan mengisi formulir Lampiran A mengisi formulir Lampiran D lembar 17-20
lembar 10-12 atau aplikasi Inslope inspeksi atau aplikasi Inslope inspeksi berkala folder F.
rutin folder E.  Lakukan inspeksi kondisi keruntuhan sesuai
 Lakukan inspeksi kondisi keruntuhan sesuai ketentuan 4.4.6.2 dengan mengisi formulir
ketentuan 4.4.6.1 dengan mengisi formulir Lampiran D lembar 21-32 atau aplikasi Inslope
Lampiran A lembar 12 atau aplikasi Inslope inspeksi berkala folder G.
inspeksi rutin folder F.  Lakukan inspeksi kondisi instrumentasi
 Ambil foto sesuai dengan ketentuan 4.4.8 dengan ketentuan 4.4.7 dengan mengisi
 Perekaman data inspeksi rutin ke basis data formulir Lampiran D lembar 33 atau aplikasi
lereng jalan sesuai ketentuan 4.1 Inslope inspeksi berkala folder H.
 Pembuatan laporan inspeksi rutin sesuai  Ambil foto sesuai dengan ketentuan 4.4.8
ketentuan 4.7  Buat sketsa Sesuai ketentuan 4.4.9
 Perekaman data inspeksi berkala ke basis
data lereng jalan sesuai ketentuan 4.1
 Pembuatan laporan inspeksi berkala sesuai
ketentuan 4.7

Gambar 3 – Bagan alir inspeksi lereng jalan

31 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


1

Ada perubahan tata guna Ya


lahan ?

Tidak

- Terjadi hujan dengan intensitas tinggi Ya


terus menerus ? Inspeksi khusus
- Terjadi bencana alam ?
- Ada permintaan pelaksana inspeksi rutin ?
- Ada rekomendasi ahli geoteknik ? Persiapan alat, pelaksana dan Formulir G atau atau aplikasi
Inslope inspeksi khusus

Tidak
Tidak
Memenuhi ?

Ya
 Pasang kerucut lalu lintas dibelakang dan didepan mobil
 Pendataan tapak umum sesuai ketentuan 4.4.1 dengan
mengisi formulir Lampiran G lembar 1 atau aplikasi Inslope
inspeksi khusus folder A.
 Lakukan inspeksi kondisi sistem drainase dengan ketentuan
4.4.2.3 dengan mengisi formulir Lampiran G lembar 2-5
atau aplikasi Inslope inspeksi khusus folder B.
 Lakukan inspeksi kondisi badan dan bahu jalan sesuai
ketentuan 4.4.3.3 dengan mengisi formulir Lampiran G
lembar 6-7 atau aplikasi Inslope inspeksi khusus folder C.
 Lakukan inspeksi kondisi lereng jalan sesuai ketentuan
4.4.4.3 dengan mengisi formulir Lampiran G lembar 8-16
atau aplikasi Inslope inspeksi khusus folder D.
 Lakukan inspeksi kondisi bangunan rekayasa lereng jalan
sesuai ketentuan 4.4.5.3 dengan mengisi formulir Lampiran
G lembar 17-20 atau aplikasi Inslope inspeksi khusus folder
E.
 Lakukan inspeksi kondisi keruntuhan sesuai ketentuan
4.4.6.3 dengan mengisi formulir Lampiran G lembar 21-32
atau aplikasi Inslope inspeksi khusus folder F.
 Lakukan inspeksi kondisi instrumentasi dengan ketentuan
4.4.7 dengan mengisi formulir Lampiran G lembar 33 atau
aplikasi Inslope inspeksi khusus folder G.
 Ambil foto sesuai dengan ketentuan 4.4.8
 Lakukan pemetaan dengan alat ukur sesuai ketentuan 4.6
 Buat sketsa sesuai ketentuan 4.4.9
 Perekaman data inspeksi berkala ke basis data lereng
jalansesuai ketentuan 4.1
 Pembuatan laporan inspeksi khusus sesuai ketentuan 4.7

Selesai

Gambar 3 – Bagan alir inspeksi lereng jalan (lanjutan)

5.1 Penentuan lokasi inspeksi lereng jalan

Lokasi inspeksi lereng dilakukan sesuai dengan ketentuan 4.1.

5.2 Pengambilan data inventarisasi dan data inspeksi sebelumnya

a. Pengambilan data inventarisasi dan data inspeksi sebelumnya sesuai ketentuan 4.1.
b. Data-data sekunder tersebut dibawa pada saat inspeksi.

5.3 Penentuan kategori inspeksi lereng jalan


Penentuan kategori inspeksi lereng jalan sesuai ketentuan 4.2.
32 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


5.4 Penentuan frekuensi inspeksi lereng jalan

Penentuan frekuensi pelaksanaan inspeksi lereng jalan didasarkan tingkat risiko lereng jalan
sesuai ketentuan 4.3.

5.5 Persiapan alat, pelaksana dan formulir inspeksi lereng jalan

a. Peralatan sebagaimana pada ketentuan 4.6 disiapkan dan diperiksa dalam kondisi baik.
b. Pelaksana inspeksi lereng ditunjuk sesuai ketentuan 4.5.
c. Formulir inspeksi lereng disiapkan sesuai ketentuan 4.4. jika inspeksi yang dilakukan
inspeksi rutin menggunakan Lampiran A atau aplikasi Inslope inspeksi rutin, jika inspeksi
yang dilakukan inspeksi berkala menggunakan Lampiran D atau aplikasi Inslope inspeksi
berkala, dan jika yang dilakukan inspeksi khusus menggunakan Lampiran G atau
aplikasi Inslope inspeksi khusus.
a. Jika menggunakan aplikasi formulir inspeksi lereng maka aplikasi tersebut harus
dipasang terlebih dahulu pada komputer tablet. Cari aplikasi bernama Inslope di
playstore atau iOS kemudian pasang aplikasi tersebut. Setelah aplikasi terpasang,
masukan nama pengguna beserta kode sandi. Nama pengguna beserta kode sandi
sesuai ketentuan pusjatan (kirim surat elektronik ke admin.lereng@pusjatan.pu.go.id).
Pilih jenis inspeksi lereng jalan yang akan dilakukan kemudian cari nomor lereng yang
telah diinventarisasi.

5.6 Pelaksanaan inspeksi lereng jalan

a. Pemasangan kerucut lalu lintas dibelakang dan didepan mobil inspeksi pada saat tiba
dilokasi inspeksi.
b. Tandai area/ lokasi yang akan diinspeksi dengan GPS sesuai ketentuan 4.4.1 butir i.
Tulislah koordinat lokasi di formulir inspeksi, jika menggunakan formulir aplikasi lokasi
inspeksi akan langsung tertandai.
c. Inspeksi lereng jalan dilakukan sesuai kategori inspeksi dengan ketentuan pasal 4.4.
1. Inspeksi rutin
a) Pendataan tapak umum sesuai ketentuan 4.4.1 dengan mengisi formulir
Lampiran A lembar 1, yaitu nomor provinsi sesuai Tabel 2 , nama provinsi
sesuai Tabel 2, nomor ruas jalan, nomor ruas jalan, nama ruas jalan, arah
jalan, nomor lereng, bagian lereng, kilometer, nama pelaksana inspeksi,
tanggal inspeksi, tanggal inspeksi awal/sebelumnya, dan cuaca saat inspeksi.
Jika menggunakan aplikasi inslope inspeksi rutin, data tapak umum telah terisi
otomatis dari data inventarisasi, lakukan pengisian tanggal inspeksi, nama
pelaksana inspeksi, dan cuaca saat inspeksi pada folder A.
b) Lakukan inspeksi kondisi jalan inspeksi sesuai ketentuan 4.4.1 butir o dengan
mengisi formulir Lampiran A lembar 1, jika menggunakan aplikasi inslope
inspeksi rutin, buka dan isi folder B.
c) Lakukan inspeksi kondisi sistem drainase yaitu saluran dan dinding sesuai
dengan letaknya dengan ketentuan 4.4.2.1 dengan mengisi formulir Lampiran A
lembar 2-4, jika menggunakan aplikasi inslope inspeksi rutin, buka dan isi folder
C.
d) Lakukan inspeksi kondisi badan dan bahu jalan sesuai ketentuan 4.4.3.1
dengan mengisi formulir Lampiran A lembar 5, jika menggunakan aplikasi
inslope inspeksi rutin, buka dan isi folder D.

33 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


e) Lakukan inspeksi kondisi lereng jalan yaitu tanda ketidakstabilan lereng,
permukaan lereng, rembesan air, utilitas, pohon disekitar lereng,
cekungan/kolam, mata air, dan vegetasi sesuai ketentuan 4.4.4.1 dengan
mengisi formulir Lampiran A lembar 6-9, jika menggunakan aplikasi inslope
inspeksi rutin, buka dan isi folder E.
f) Lakukan inspeksi kondisi konstruksi rekayasa lereng jalan sesuai ketentuan
4.4.5.1 dengan mengisi formulir Lampiran A lembar 10-12, jika menggunakan
aplikasi inslope inspeksi rutin, buka dan isi folder F. Kemudian pilih tindak
lanjut pemeliharaan rutin yang sesuai.
g) Lakukan inspeksi kondisi lereng keruntuhan sesuai ketentuan 4.4.6.1 dengan
mengisi formulir Lampiran A lembar 12, jika menggunakan aplikasi inslope
inspeksi rutin, buka dan isi folder G. Kemudian pilih tindak lanjut pemeliharaan
rutin yang sesuai
h) Ambil foto-foto kondisi setiap bagian-bagian lereng sesuai ketentuan 4.4.8.
i) Rekam semua hasil inspeksi rutin yang berupa berkas ke dalam formulir yang
ada ke dalam basis data lereng jalan sesuai ketentuan 4.1.
j) Pembuatan laporan inspeksi rutin lereng jalan sesuai dengan ketentuan 4.7.
2. Inspeksi berkala
a) Pendataan tapak umum sesuai ketentuan 4.4.1 dengan mengisi formulir
Lampiran D lembar 1, yaitu nama provinsi sesuai Tabel 2, nomor ruas jalan,
nomor ruas jalan, nama ruas jalan, arah jalan, nomor lereng, bagian lereng,
kilometer, nama pelaksana inspeksi, tanggal inspeksi, tanggal inspeksi
awal/sebelumnya, dan cuaca saat inspeksi. Jika menggunakan aplikasi inslope
inspeksi berkala, data tapak umum telah terisi otomatis dari data inventarisasi,
lakukan pengisian tanggal inspeksi, nama pelaksana inspeksi dan cuaca saat
inspeksi pada folder A.
b) Lakukan inspeksi kondisi jalan inspeksi sesuai ketentuan 4.4.1 butir o dengan
mengisi formulir Lampiran D lembar 1, jika menggunakan aplikasi inslope
inspeksi berkala, buka dan isi folder B.
c) Lakukan inspeksi kondisi sistem drainase sesuai dengan letaknya, sesuai
ketentuan 4.4.2.2 dengan mengisi formulir Lampiran D lembar 2-5, jika
menggunakan aplikasi inslope inspeksi berkala, buka dan isi folder C.
d) Lakukan inspeksi kondisi badan dan bahu jalan sesuai ketentuan 4.4.3.2
dengan mengisi formulir Lampiran D lembar 6-7. Jika menggunakan aplikasi
inslope inspeksi berkala, buka dan isi folder D.
e) Lakukan inspeksi kondisi lereng jalan yaitu tanda ketidakstabilan lereng,
permukaan lereng, deformasi lereng, pengelupasan tipis batuan, lempung
mengembang, rembesan air, utilitas, pohon disekitar lereng, cekungan/kolam,
mata air, lereng timbunan, keberadaan anomali topografi, garis kontur yang
terganggu, penggelembungan pada kaki lereng, dan vegetasi sesuai ketentuan
4.4.4.2 dengan mengisi formulir Lampiran D lembar 8-16. Jika menggunakan
aplikasi inslope inspeksi berkala, buka dan isi folder E.
f) Lakukan inspeksi kondisi konstruksi rekayasa lereng jalan sesuai ketentuan
4.4.5.2 dengan mengisi formulir Lampiran D lembar 17-20, Jika menggunakan
aplikasi inslope inspeksi berkala, buka dan isi folder F.
g) Lakukan inspeksi kondisi lereng keruntuhan sesuai ketentuan 4.4.6.2 dengan
mengisi formulir Lampiran A lembar 21-32, jika menggunakan aplikasi inslope
inspeksi berkala, buka dan isi folder G.
h) Lakukan inspeksi kondisi instrumentasi yang ada di lokasi sesuai ketentuan
4.4.7 dengan mengisi formulir Lampiran D lembar 33, jika menggunakan
aplikasi inslope inspeksi berkala, buka dan isi folder H.
i) Ambil foto-foto kondisi setiap bagian-bagian lereng sesuai ketentuan 4.4.8

34 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


j) Buat sketsa yang berkaitan dengan area yang diinspeksi dengan potensi atau
bahaya geoteknik sesuai ketentuan 4.4.9.
k) Rekam semua hasil inspeksi berkala yang berupa berkas ke dalam formulir
yang ada ke dalam basis data lereng jalan sesuai ketentuan 4.1.
l) Pembuatan laporan inspeksi berkala lereng jalan sesuai dengan ketentuan 4.7.
3. Jika terjadi perubahan tata guna lahan maka dilakukan inspeksi berkala sesuai
ketentuan pasal 4.1, pasal 4.2 dan pasal 4.3.
4. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terus menerus, terjadi bencana alam,
permintaan pelaksana inspeksi rutin/berkala dan ada rekomendasi ahli geoteknik
maka dilakukan inspeksi khusus sesuai ketentuan pasal 4.1, pasal 4.2 dan pasal 4.3
sebagai berikut:
a) Pendataan tapak umum sesuai ketentuan 4.4.1 dengan mengisi formulir
Lampiran G lembar 1, yaitu nama provinsi sesuai Tabel 2, nomor ruas jalan,
nomor ruas jalan, nama ruas jalan, arah jalan, nomor lereng, bagian lereng,
kilometer, nama pelaksana inspeksi, tanggal inspeksi, tanggal inspeksi
awal/sebelumnya, dan cuaca saat inspeksi. Jika menggunakan aplikasi inslope
inspeksi khusus, data tapak umum telah terisi otomatis dari data inventarisasi,
lakukan pengisian tanggal inspeksi, nama pelaksana inspeksi dan cuaca saat
inspeksi pada folder A.
b) Lakukan inspeksi kondisi sistem drainase sesuai dengan letaknya, sesuai
ketentuan 4.4.2.3 dengan mengisi formulir Lampiran G lembar 2-5, jika
menggunakan aplikasi inslope inspeksi khusus, buka dan isi folder B.
c) Lakukan inspeksi kondisi badan dan bahu jalan sesuai ketentuan 4.4.3.3 dengan
mengisi formulir Lampiran G lembar 6-7. Jika menggunakan aplikasi inslope
inspeksi khusus, buka dan isi folder C.
d) Lakukan inspeksi kondisi lereng jalan sesuai ketentuan 4.4.4.3 dengan mengisi
formulir Lampiran G lembar 8-16, jika menggunakan aplikasi inslope inspeksi
khusus, buka dan isi folder D.
e) Lakukan inspeksi kondisi konstruksi rekayasa lereng jalan sesuai ketentuan
4.4.5.3 dengan mengisi formulir Lampiran G lembar 17-20, jika menggunakan
aplikasi inslope buka inspeksi khusus, dan isi folder E.
f) Jika lokasi lereng tersebut keruntuhan maka lakukan inspeksi kondisi lereng
keruntuhan sesuai ketentuan 4.4.6.3 dengan mengisi formulir Lampiran G
lembar 21-32, jika menggunakan aplikasi inslope inspeksi khusus, buka dan isi
folder F.
g) Lakukan inspeksi kondisi instrumentasi yang ada di lokasi sesuai ketentuan 4.4.7
dengan mengisi formulir Lampiran G lembar 33, jika menggunakan aplikasi
inslope inspeksi khusus, buka dan isi folder G.
h) Ambil foto-foto kondisi setiap bagian-bagian lereng sesuai ketentuan 4.4.8
i) Lakukan pemetaan dengan alat ukur sesuai ketentuan 4.6.
j) Buat sketsa yang berkaitan dengan area yang diinspeksi dengan potensi atau
bahaya geoteknik sesuai ketentuan 4.4.9.
k) Rekam semua hasil inspeksi berkala yang berupa berkas ke dalam formulir yang
ada ke dalam basis data lereng jalan sesuai ketentuan 4.1.
l) Pembuatan laporan inspeksi khusus lereng jalan sesuai dengan ketentuan 4.7 .

35 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran A
(Normatif)
Formulir inspeksi rutin lereng jalan
INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 1

1.100. Nomor provinsi 1.101. Nama provinsi 1.102. Nomor ruas jalan 1.103. Nama ruas jalan

1.104. Arah jalan ke

1.105. Nomor lereng


1.106. Bagian lereng

1.107. Kilometer ke

1.108. Koordinat GPS 1.109. Pelaksana inspeksi

1.110. Tanggal inspeksi awal 1.111. Tanggal inspeksi


sebelumnya

1.112. Tanggal inspeksi saat 1.113. Cuaca saat inspeksi 1. Hujan sangat lebat
ini
2. Hujan

3. Gerimis

4. Mendung

5. Cerah

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Jalan inspeksi

2.1.200. Jalan inspeksi 2.1.201. Jalan inspeksi dapat dilewati 2.1.201. Jalan inspeksi dapat dilewati

2.1.201. Jalan inspeksi tidak dapat 2.1.201. Jalan inspeksi dapat dilewati
dilewati

36 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 2

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.1.310. Saluran di kaki lereng 2.1.311. Air mengalir dan saluran bersih 2.1.311. Air mengalir dan saluran bersih
dari material penghambat seperti dari material penghambat seperti
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah
dan material penghambat lainnya dan material penghambat lainnya

2.1.312. Air mengalir namun ada vegetasi 2.1.312. Air mengalir namun ada
seperti rumput liar dll vegetasi seperti rumput liar dll

2.1.313. Tersumbat/air tidak mengalir 2.1.313. Tersumbat/air tidak mengalir

2.1.314. Gompal 2.1.314. Gompal

2.1.315. Retak 2.1.315. Retak

2.1.316. Bahan pengisi dan penutup 2.1.316. Bahan pengisi dan penutup
sambungan hilang sambungan hilang

37 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 3

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.1.320. Saluran gendong 2.1.321. Air mengalir dan saluran bersih 2.1.321. Air mengalir dan saluran bersih
dari material penghambat seperti dari material penghambat seperti
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah
dan material penghambat lainnya dan material penghambat lainnya

2.1.322. Air mengalir namun ada vegetasi 2.1.322. Air mengalir namun ada
seperti rumput liar dll vegetasi seperti rumput liar dll

2.1.323. Tersumbat/air tidak mengalir 2.1.323. Tersumbat/air tidak mengalir

2.1.324. Gompal 2.1.324. Gompal

2.1.325. Retak 2.1.325. Retak

2.1.326. Bahan pengisi dan penutup 2.1.326. Bahan pengisi dan penutup
sambungan hilang sambungan hilang

38 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 4

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.1.330. Saluran terjunan 2.1.331. Air mengalir dan saluran bersih 2.1.331. Air mengalir dan saluran bersih
dari material penghambat seperti dari material penghambat seperti
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah
dan material penghambat lainnya dan material penghambat lainnya

2.1.332. Air mengalir namun ada vegetasi 2.1.332. Air mengalir namun ada
seperti rumput liar dll vegetasi seperti rumput liar dll

2.1.333. Tersumbat/air tidak mengalir 2.1.333. Tersumbat/air tidak mengalir

2.1.334. Gompal 2.1.334. Gompal

2.1.335. Retak 2.1.335. Retak

2.1.336. Bahan pengisi dan penutup 2.1.336. Bahan pengisi dan penutup
sambungan hilang sambungan hilang

39 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 5

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Badan dan bahu Jalan

2.1.400. Badan jalan 2.1.401. Baik 2.1.401. Baik

2.1.402. ambles 2.1.402. ambles

2.1.403. Retak 2.1.403. Retak

Bahu Jalan

2.1.500. Bahu Jalan 2.1.501. Baik 2.1.501. Baik

2.1.502. ambles 2.1.502. ambles

2.1.503. Retak 2.1.503. Retak

40 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 6

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng
2.1.610. Tanda ketidakstabilan 2.1.611. Tidak ada 2.1.611. Tidak ada
lereng

2.1.612. ambles 2.1.612. ambles

2.1.613. Retak 2.1.613. Retak

2.1.620. Permukaan lereng 2.1.621. Baik 2.1.621. Baik

2.1.622. Erosi permukaan 2.1.622. Erosi permukaan

2.1.623. Erosi alur 2.1.623. Erosi alur

2.1.624. Erosi parit 2.1.624. Erosi parit

41 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 7

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng (lanjutan)

2.1.630. Rembesan air 2.1.631. Ada 2.1.631. Ada

2.1.632. Tidak ada 2.1.632. Tidak ada

2.1.640 Lokasi rembesan air 2.1.641. Ada 2.1.641. Ada

2.1.642. Di bagian kaki lereng 2.1.642. Di bagian kaki lereng

2.1.643. Dibagian tengah lereng 2.1.643. Dibagian tengah lereng

2.1.644. Dibagian puncak lereng 2.1.644. Dibagian puncak lereng

2.1.645. Tidak ada 2.1.645. Tidak ada

42 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 8

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng (lanjutan)

2.1.650. Utilitas 2.1.651. Stabil 2.1.651. Stabil

2.1.652. Tidak stabil/miring 2.1.652. Tidak stabil/miring

2.1.660. Pohon disekitar 2.1.661. Tegak 2.1.661. Tegak


lereng

2.1.662. Miring 2.1.662. Miring

2.1.663. Bergeser 2.1.663. Bergeser

43 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 9

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng (lanjutan)

2.1.670. Cekungan/kolam 2.1.671. Ada 2.1.671. Ada

2.1.672. Tidak ada 2.1.672. Tidak ada

2.1.680. Mata air 2.1.681. Ada 2.1.681. Ada

2.1.682. Tidak ada 2.1.682. Tidak ada

2.1.690. Vegetasi 2.1.691. Tumbuh 2.1.691. Tumbuh

2..692. Sebagian mati 2..692. Sebagian mati

2.1.693. Keseluruhan vegetasi mati 2.1.693. Keseluruhan vegetasi mati

44 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 10

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bangunan rekayasa lereng

2.1.710. Dinding Penahan 2.1.711. Baik 2.1.711. Baik


Tanah

2.1.712. Tumbuh vegetasi /pohon 2.1.712. Tumbuh vegetasi /pohon

2.1.713. Gompal 2.1.713. Gompal

2.1.714. Retak : 2.1.714. Retak :

2.1.715. Suling -suling baik 2.1.715. Suling -suling baik

2.1.716. Tidak ada air yang mengalir dari 2.1.716. Tidak ada air yang mengalir dari
suling-suling suling-suling

45 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 11

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bangunan rekayasa lereng

2.1.720. Beton semprot 2.1.721. Baik 2.1.721. Baik

2.1.722. Tumbuh vegetasi /pohon 2.1.722. Tumbuh vegetasi /pohon

2.1.723. Gompal 2.1.723. Gompal

2.1.724. Retak : 2.1.724. Retak :

2.1.725. Suling-suling baik 2.1.725. Suling-suling baik

2.1.726. Tidak ada air yang mengalir dari 2.1.726. Tidak ada air yang mengalir dari
suling-suling suling-suling

46 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 12

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bangunan rekayasa lereng

2.1.730. Bronjong 2.1.731. Baik 2.1.731. Baik

2.1.732. Tumbuh vegetasi /pohon 2.1.732. Tumbuh vegetasi /pohon

2.1.733. ambles 2.1.733. ambles

2.1.734. Rusak 2.1.734. Rusak

2.1.740 Jaring tirai (tanpa 2.1.741. Tumbuh vegetasi 2.1.741. Tumbuh vegetasi
bioteknik)

2.1.750 Daerah penangkap 2.1.751. Terdapat jatuhan batuan pada 2.1.751. Terdapat jatuhan batuan pada
batuan daerah penangkap batuan daerah penangkap batuan

Runtuh
2.1.810. Longsor tanah, 2.1.811. Ada 2.1.811. Ada
batuan di drainase, bahu dan
badan jalan

2.1.812 Tidak ada 2.1.812 Tidak ada

47 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 12

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bangunan rekayasa lereng

2.1.730. Bronjong 2.1.731. Baik 2.1.731. Baik

2.1.732. Tumbuh vegetasi /pohon 2.1.732. Tumbuh vegetasi /pohon

2.1.733. ambles 2.1.733. ambles

2.1.734. Rusak 2.1.734. Rusak

2.1.740 Jaring tirai (tanpa 2.1.741. Tumbuh vegetasi 2.1.741. Tumbuh vegetasi
bioteknik)

2.1.750 Daerah penangkap 2.1.751. Terdapat jatuhan batuan pada 2.1.751. Terdapat jatuhan batuan pada
batuan daerah penangkap batuan daerah penangkap batuan

Runtuh
2.1.810. Longsor tanah, 2.1.811. Ada 2.1.811. Ada
batuan di drainase, bahu dan
badan jalan

2.1.812 Tidak ada 2.1.812 Tidak ada

48 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN JALAN Lembar 13
Dokumentasi

49 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI RUTIN JALAN Lembar 14
Sketsa

50 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran B
(Informatif)
Contoh formulir inspeksi rutin lereng jalan

51 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 1

1.100. Nomor provinsi 22 1.101. Nama provinsi Jawa Barat 1.102. Nomor ruas jalan 058 1.103. Nama ruas jalan Cidaun Cisela Cilaki

1.104. Arah jalan Tanggeung ke Sukanagara

1.105. Nomor lereng 22 058 001 A Kiri


1.106. Bagian lereng

1.107. Kilometer 171+000 ke

1.108. Koordinat GPS 07°14'01.2" 1.109. Pelaksana inspeksi Cahya, Yuli, Feri

108°11'38.0"

1.110. Tanggal inspeksi awal 5/5/2017 1.111. Tanggal inspeksi 6/23/2016


sebelumnya

1.112. Tanggal inspeksi saat 12/5/2017 1.113. Cuaca saat inspeksi 3 1. Hujan sangat lebat
ini
2. Hujan

3. Gerimis

4. Mendung

5. Cerah

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Jalan inspeksi

2.1.200. Jalan inspeksi 2.1.201. Jalan inspeksi dapat dilewati 2.1.201. Jalan inspeksi dapat dilewati
v

2.1.201. Jalan inspeksi tidak dapat 2.1.201. Jalan inspeksi dapat dilewati
dilewati

52 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 2

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.1.310. Saluran di kaki lereng 2.1.311. Air mengalir dan saluran bersih 2.1.311. Air mengalir dan saluran bersih
dari material penghambat seperti dari material penghambat seperti
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah
dan material penghambat lainnya dan material penghambat lainnya

2.1.312. Air mengalir namun ada vegetasi 2.1.312. Air mengalir namun ada
seperti rumput liar dll vegetasi seperti rumput liar dll

2.1.313. Tersumbat/air tidak mengalir 2.1.313. Tersumbat/air tidak mengalir


v v

2.1.314. Gompal 2.1.314. Gompal

2.1.315. Retak 2.1.315. Retak

2.1.316. Bahan pengisi dan penutup 2.1.316. Bahan pengisi dan penutup
sambungan hilang sambungan hilang

53 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 3

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.1.320. Saluran gendong 2.1.321. Air mengalir dan saluran bersih 2.1.321. Air mengalir dan saluran bersih
v dari material penghambat seperti v dari material penghambat seperti
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah
dan material penghambat lainnya dan material penghambat lainnya

2.1.322. Air mengalir namun ada vegetasi 2.1.322. Air mengalir namun ada
seperti rumput liar dll vegetasi seperti rumput liar dll

2.1.323. Tersumbat/air tidak mengalir 2.1.323. Tersumbat/air tidak mengalir

2.1.324. Gompal 2.1.324. Gompal

2.1.325. Retak 2.1.325. Retak


v v

2.1.326. Bahan pengisi dan penutup 2.1.326. Bahan pengisi dan penutup
sambungan hilang sambungan hilang

54 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 4

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.1.330. Saluran terjunan 2.1.331. Air mengalir dan saluran bersih 2.1.331. Air mengalir dan saluran bersih
dari material penghambat seperti dari material penghambat seperti
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah
dan material penghambat lainnya dan material penghambat lainnya

2.1.332. Air mengalir namun ada vegetasi 2.1.332. Air mengalir namun ada
seperti rumput liar dll vegetasi seperti rumput liar dll

2.1.333. Tersumbat/air tidak mengalir 2.1.333. Tersumbat/air tidak mengalir

2.1.334. Gompal 2.1.334. Gompal

2.1.335. Retak 2.1.335. Retak

2.1.336. Bahan pengisi dan penutup 2.1.336. Bahan pengisi dan penutup
sambungan hilang sambungan hilang

55 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 5

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Badan dan bahu Jalan

2.1.400. Badan jalan 2.1.401. Baik 2.1.401. Baik


v v

2.1.402. ambles 2.1.402. ambles

2.1.403. Retak 2.1.403. Retak

Bahu Jalan

2.1.500. Bahu Jalan 2.1.501. Baik 2.1.501. Baik

2.1.502. ambles 2.1.502. ambles

2.1.503. Retak 2.1.503. Retak

56 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 6

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng
2.1.610. Tanda ketidakstabilan 2.1.611. Tidak ada 2.1.611. Tidak ada
lereng

2.1.612. ambles 2.1.612. ambles


v v

2.1.613. Retak 2.1.613. Retak


v v

2.1.620. Permukaan lereng 2.1.621. Baik 2.1.621. Baik

2.1.622. Erosi permukaan 2.1.622. Erosi permukaan

2.1.623. Erosi alur 2.1.623. Erosi alur

2.1.624. Erosi parit 2.1.624. Erosi parit

57 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 7

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng (lanjutan)

2.1.630. Rembesan air 2.1.631. Ada 2.1.631. Ada


v v

2.1.632. Tidak ada 2.1.632. Tidak ada

2.1.640 Lokasi rembesan air 2.1.641. Ada 2.1.641. Ada

2.1.642. Di bagian kaki lereng 2.1.642. Di bagian kaki lereng


v v

2.1.643. Dibagian tengah lereng 2.1.643. Dibagian tengah lereng

2.1.644. Dibagian puncak lereng 2.1.644. Dibagian puncak lereng

2.1.645. Tidak ada 2.1.645. Tidak ada

58 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 8

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng (lanjutan)

2.1.650. Utilitas 2.1.651. Stabil 2.1.651. Stabil


v v

2.1.652. Tidak stabil/miring 2.1.652. Tidak stabil/miring

2.1.660. Pohon disekitar 2.1.661. Tegak 2.1.661. Tegak


lereng

2.1.662. Miring 2.1.662. Miring


v v

2.1.663. Bergeser 2.1.663. Bergeser


v v

59 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 9

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng (lanjutan)

2.1.670. Cekungan/kolam 2.1.671. Ada 2.1.671. Ada

2.1.672. Tidak ada 2.1.672. Tidak ada

2.1.680. Mata air 2.1.681. Ada 2.1.681. Ada


v v

2.1.682. Tidak ada 2.1.682. Tidak ada

2.1.690. Vegetasi 2.1.691. Tumbuh 2.1.691. Tumbuh

2..692. Sebagian mati 2..692. Sebagian mati

2.1.693. Keseluruhan vegetasi mati 2.1.693. Keseluruhan vegetasi mati

60 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 10

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bangunan rekayasa lereng

2.1.710. Dinding Penahan 2.1.711. Baik 2.1.711. Baik


Tanah

2.1.712. Tumbuh vegetasi /pohon 2.1.712. Tumbuh vegetasi /pohon

2.1.713. Gompal 2.1.713. Gompal

2.1.714. Retak : 2.1.714. Retak :

2.1.715. Suling -suling baik 2.1.715. Suling -suling baik

2.1.716. Tidak ada air yang mengalir dari 2.1.716. Tidak ada air yang mengalir dari
suling-suling suling-suling

61 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 11

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bangunan rekayasa lereng

2.1.720. Beton semprot 2.1.721. Baik 2.1.721. Baik

2.1.722. Tumbuh vegetasi /pohon 2.1.722. Tumbuh vegetasi /pohon

2.1.723. Gompal 2.1.723. Gompal

2.1.724. Retak : 2.1.724. Retak :

2.1.725. Suling-suling baik 2.1.725. Suling-suling baik

2.1.726. Tidak ada air yang mengalir dari 2.1.726. Tidak ada air yang mengalir dari
suling-suling suling-suling

62 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN P ENELIT IAN DAN PENGEM BANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 12

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Bagian-bagian lereng
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bangunan rekayasa lereng

2.1.730. Bronjong 2.1.731. Baik 2.1.731. Baik

2.1.732. Tumbuh vegetasi /pohon 2.1.732. Tumbuh vegetasi /pohon

2.1.733. ambles 2.1.733. ambles

2.1.734. Rusak 2.1.734. Rusak

2.1.740 Jaring tirai (tanpa 2.1.741. Tumbuh vegetasi 2.1.741. Tumbuh vegetasi
bioteknik)

2.1.750 Daerah penangkap 2.1.751. Terdapat jatuhan batuan pada 2.1.751. Terdapat jatuhan batuan pada
batuan daerah penangkap batuan daerah penangkap batuan

Runtuh
2.1.810. Longsor tanah, 2.1.811. Ada 2.1.811. Ada
batuan di drainase, bahu dan
badan jalan

2.1.812 Tidak ada 2.1.812 Tidak ada

63 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI RUTIN JALAN Lembar 13


Dokumentasi

64 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI RUTIN JALAN Lembar 14


Sketsa

65 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran C
(Informatif)
Contoh rangkuman inspeksi rutin lereng jalan

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT


BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN

22
No provinsi Bagian lereng Atas

Nama provinsi Jawa Barat Status jalan Provinsi


07°14'01.2"
Nomor ruas jalan 058 Lintang
Cidaun Cisela Cilaki 108°11'38.0"
Nama ruas jalan Bujur
Lereng atas
Arah jalan Tanggung-Sukanagara Cuaca saat inspeksi Cerah
No lereng 22058001A Jenis lereng Galian

KM 171+000 Lereng bawah

Diameter Lebar Inspeksi Rutin Lereng Jalan


Panjang Sudut Lereng
Deskripsi Kondisi Panjang (m) Tinggi (m) Lebari (m) bangunan bangunan 0 10 20 30(m)
kemiringan (m) (deg)
rekayasa (m) rekayasa (m)

INSPEKSI RUTIN AWAL


jalan inspeksi Baik 10 0.8

Sistem drainase di sekitar lereng

Saluran terbuka Tertutup longsor 30 - 0.8

Saluran terjun Air mengalir, bersih, ada retak 10 0.8 1


(0.05 x 0.5)
Gorong-gorong Baik 7 1

Perkerasan Jalan Baik 30 28

Bahu Jalan Baik 30 1


Lereng

Amblas Amblas 16 2 1.3

Retak Membentuk crown 16 2 1.3

Rembesan air Mengalir

Utilitas Stabil

Pohon di sekitar lereng Miring, bergeser

Mata air Mengalir

66 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Diameter Lebar Inspeksi Rutin Lereng Jalan
Panjang Sudut Lereng
Deskripsi Kondisi Panjang (m) Tinggi (m) Lebari (m) bangunan bangunan
kemiringan (m) (deg) 0 10 20 30(m)
rekayasa (m) rekayasa (m)

INSPEKSI RUTIN TERKINI


jalan inspeksi Baik 10 0.8
Sistem drainase di sekitar lereng
Saluran terbuka Tertutup longsor 30 - 0.8
Saluran terjun Air mengalir, bersih, ada retak 10 0.8 1
(0.05 x 0.5)
Perkerasan Jalan Baik 30 28
Bahu Jalan Baik 30 1
Lereng
Amblas Amblas 16 2 1.3
Retak Membentuk crown 16 2 1.3
Rembesan air Mengalir
Utilitas Stabil
pohon di sekitar lereng Miring, bergeser
Mata air Mengalir

Nama petugas inspeksi Cahya, Yuli, Feri Tanggal inspeksi 12/5/2017 Supervisi Dinny Tanggal 12/5/2017

67 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYA T
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 2


Inspeksi Awal Inspeksi Terkini

68 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYA T
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 3

SKALA 1 : 100

69 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYA T
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI RUTIN LERENG JALAN Lembar 4

SKALA 1 : 100

70 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran D
(Normatif)
Formulir inspeksi berkala lereng jalan
INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 1

1.100. Nomor provinsi 1.101. Nama provinsi 1.102. Nomor ruas jalan 1.103. Nama ruas jalan

1.104. Arah jalan ke

1.105. Nomor lereng


1.106. Bagian lereng

1.107. Kilometer ke

1.108. Koordinat GPS 1.109. Pelaksana inspeksi

1.110. Tanggal 1.111. Tanggal inspeksi sebelumnya


inspeksi awal

1.112. Tanggal 1.113. Cuaca saat inspeksi 1. Hujan sangat lebat


inspeksi saat ini
2. Hujan

3. Gerimis

4. Mendung

5. Cerah

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Jalan inspeksi

2.2.200. Jalan inspeksi 2.2.201. Dapat dilewati 2.2.201. Dapat dilewati

2.2.201. Tidak dapat dilewati 2.2.201. Tidak dapat dilewati

71 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 2

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.2.310. Saluran di kaki 2.2.311. Air mengalir dan saluran 2.2.311. Air mengalir dan saluran bersih dari
lereng/saluran samping bersih dari material penghambat material penghambat seperti vegetasi/rumput
seperti vegetasi/rumput liar, liar, runtuhan, sampah dan material
runtuhan, sampah dan material penghambat lainnya
penghambat lainnya
2.2.312. Air mengalir namun ada 2.2.312. Air mengalir namun ada vegetasi
vegetasi seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.2.313. Tersumbat/air tidak 2.2.313. Tersumbat/air tidak mengalir


mengalir

2.2.314. Gompal 2.2.314. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.2.315. Retak : 2.2.315. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

72 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 3

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.2.320. Saluran 2.2.321. Air mengalir dan saluran 2.2.321. Air mengalir dan saluran bersih dari
gendong bersih dari material penghambat material penghambat seperti vegetasi/rumput
seperti vegetasi/rumput liar, liar, runtuhan, sampah dan material
runtuhan, sampah dan material penghambat lainnya
penghambat lainnya
2.2.322. Air mengalir namun ada 2.2.322. Air mengalir namun ada vegetasi
vegetasi seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.2.323. Tersumbat/air tidak 2.2.323. Tersumbat/air tidak mengalir


mengalir

2.2.324. Gompal 2.2.324. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.2.325. Retak : 2.2.325. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

73 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 4

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.2.330. Saluran 2.2.331. Air mengalir dan saluran 2.2.331. Air mengalir dan saluran bersih dari
terjunan bersih dari material penghambat material penghambat seperti vegetasi/rumput
seperti vegetasi/rumput liar, liar, runtuhan, sampah dan material
runtuhan, sampah dan material penghambat lainnya
penghambat lainnya
2.2.332. Air mengalir namun ada 2.2.332. Air mengalir namun ada vegetasi
vegetasi seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.2.333. Tersumbat/air tidak 2.2.333. Tersumbat/air tidak mengalir


mengalir

2.2.334. Gompal 2.2.334. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.2.335. Retak : 2.2.335. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

74 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 5

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.2.340. Saluran bawah 2.2.341. Tidak ada saluran 2.2.341. Tidak ada saluran permukaan
permukaan permukaan

2.2.342. Tersumbat/air tidak 2.2.342. Tersumbat/air tidak mengalir


mengalir

2.2.343. Ujung saluran permukaan 2.2.343. Ujung saluran permukaan tidak


tidak dipelihara dipelihara

2.2.344. Pembengkokan (bending) 2.2.344. Pembengkokan (bending) atau


atau kerusakan saluran permukaan kerusakan saluran permukaan

75 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 6

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Badan Jalan

2.2.400. Badan jalan 2.2.401. Baik 2.2.401. Baik

2.2.402. ambles 2.2.402. ambles

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.2.403. Retak 2.2.403. Retak

Jenis Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

Luas : Luas :

76 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 7

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Badan Jalan

2.2.500. Bahu Jalan 2.2.501. Baik 2.2.501. Baik

2.2.502. ambles 2.2.502. ambles

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.2.503. Retak 2.2.503. Retak

Jenis Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

Luas : Luas :

77 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 8

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.610. Tanda 2.2.611. Tidak ada 2.2.611. Tidak ada


tidakstabilan lereng

2.2.612. ambles 2.2.612. ambles

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.2.613. Retak 2.2.613. Retak

Jenis : Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

78 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 9

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.620. Erosi 2.2.621. Baik 2.2.621. Baik

2.2.622. Erosi permukaan 2.2.622. Erosi permukaan

Luas : Luas :

2.2.623. Erosi alur 2.2.623. Erosi alur

Kedalaman : Kedalaman :

Luas : Luas :

2.2.624. Erosi parit 2.2.624. Erosi parit

Kedalaman : Kedalaman :

Luas : Luas :

79 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 10

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.620. Erosi 2.2.625. Erosi freting 2.2.625. Erosi freting

Luas : Luas :

Luas : Luas :

2.2.630 Deformasi 2.2.631. Terlihat 2.2.631. Terlihat


pada lereng

2.2.632. Jejaknya 2.2.632. Jejaknya ditemukan


ditemukan

2.2.633. Tidak ada 2.2.633. Tidak ada

2.2.640. Deformasi 2.2.641. Terlihat 2.2.641. Terlihat


pada lereng yang
berdekata

2.2.642. Jejaknya 2.2.642. Jejaknya ditemukan


ditemukan

2.2.643. Tidak ada 2.2.643. Tidak ada

80 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 11

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.650. Pengelupasan 2.2.651. Terlihat 2.2.641. Terlihat


tipis batuan

2.2.652. Jejaknya ditemukan 2.2.642. Jejaknya ditemukan

2.2.653. Tidak ada 2.2.643. Tidak ada

2.2.652. Tidak ada 2.2.652. Tidak ada

2.2.660. Lempung 2.2.661. Ada 2.2.661. Ada


Mengembang
(swelling )

2.2.662. Tidak ada 2.2.662. Tidak ada

81 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 12

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.670. Rembesan air 2.2.671. Ada 2.2.671. Ada

2.2.672. Tidak 2.2.672. Tidak

2.2.673. Di bagian kaki lereng 2.2.673. Di bagian kaki lereng

2.2.674. Dibagian tengah lereng 2.2.674. Dibagian tengah lereng

2.2.675. Dibagian puncak lereng 2.2.675. Dibagian puncak lereng

82 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 13

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.680. Utilitas 2.2.681. Stabil 2.2.681. Stabil

2.2.682. Tidak stabil/miring 2.2.682. Tidak stabil/miring

2.2.690. Pohon 2.2.691. Tegak 2.2.691. Tegak


disekitar lereng

2.2.692. Miring 2.2.692. Miring

2.2.693. Bergeser 2.2.693. Bergeser

2.2.700. 2.2.701. Ada 2.2.701. Ada


Cekungan/kolam

2.2.702. Tidak ada 2.2.702. Tidak ada

83 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 14

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.710 Mata air 2.2.711. Ada 2.2.711. Ada

2.2.712. Tidak ada 2.2.712. Tidak ada

2.2.720. Basah pada 2.2.721. Ada 2.2.721. Ada


kaki lereng timbunan

2.2.722. Tidak ada 2.2.722. Tidak ada

2.2.730. Jejak aliran air 2.2.731. Ada 2.2.731. Ada


pada permukaan
lereng pada timbunan

2.2.732. Tidak ada 2.2.732. Tidak ada

84 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 15

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bagian-bagian lereng

2.2.740. Kondisi tanah 2.2.741. Kaki lereng tidak stabil 2.2.741. Kaki lereng tidak stabil
dasar pada timbunan

2.2.742. Lapisan tanah buruk 2.2.742. Lapisan tanah buruk

2.2.743. Aluvium 2.2.743. Aluvium

2.2.744. Kaki lereng 2.2.744. Kaki lereng stabil


stabil

2.2.745. Tidak pasti 2.2.745. Tidak pasti

2.2.750. Rembesan 2.2.751. Ada 2.2.751. Ada


dari lereng timbunan

2.2.752. Tidak ada 2.2.752. Tidak ada

85 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 16

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.760. Garis kontur 2.2.761. Jelas 2.2.761. Jelas


yang terganggu, fitur
geografi, curam di
puncak lereng

2.2.762. Sebagian 2.2.762. Sebagian

2.2.762. Tidak Jelas 2.2.762. Tidak Jelas

2.2.770. 2.2.771. Ada 2.2.771. Ada


Penggelembungan
pada kaki lereng

2.2.772. Tidak ada 2.2.772. Tidak ada

2.2.780. Vegetasi 2.2.781. Tumbuh 2.2.781. Tumbuh

2.2.782. Sebagian mati 2.2.782. Sebagian mati

2.2.783. Keseluruhan vegetasi mati 2.2.783. Keseluruhan vegetasi mati

86 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 17

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.790. Dinding 2.2.791. Baik 2.2.791. Baik


Penahan Tanah

2.2.792. Tumbuh vegetasi /pohon 2.2.792. Tumbuh vegetasi /pohon

2.2.793. Gompal 2.2.793. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.2.794. Retak : 2.2.794. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

87 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 18

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.2.795. Suling-suling baik 2.2.795. Suling-suling baik

2.2.796. Tidak ada air yang mengalir 2.2.796. Tidak ada air yang mengalir dari
dari suling-suling suling-suling

2.2.800. Beton 2.2.801. Baik 2.2.801. Baik


semprot

2.2.802. Tumbuh vegetasi /pohon 2.2.802. Tumbuh vegetasi /pohon

2.2.803. Gompal 2.2.803. Gompal

Dimensi: Dimensi:

88 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 19

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.2.800. Beton 2.2.804. Retak : 2.2.804. Retak :


semprot

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

2.2.805. Suling-suling baik 2.2.805. Suling-suling baik

2.2.806. Tidak ada air yang mengalir 2.2.806. Tidak ada air yang mengalir dari
dari suling-suling suling-suling

89 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 20

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.2.810. Bronjong 2.2.811. Baik 2.2.811. Baik

2.2.812. Tumbuh vegetasi /pohon 2.2.812. Tumbuh vegetasi /pohon

2.2.813. Kawat bronjong putus 2.2.813. Kawat bronjong putus

2.2.814. Batu 2.2.814. Batu bronjong hilang


bronjong hilang

2.2.820. Jaring tirai 2.2.821. Material jatuhan batuan yang 2.2.821. Material jatuhan batuan yang
terkumpul/menumpuk pada jaring terkumpul/menumpuk pada jaring

2.2.882. Komponen jaring tirai ada 2.2.882. Komponen jaring tirai ada yang rusak
yang rusak

2.2.830. Daerah 3.831. Jatuhan batuan mencapai 3.831. Jatuhan batuan mencapai badan jalan
penangkap batuan badan jalan

90 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 21

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.840. Waktu terjadi


keruntuhan

2.2.850. Luas 2.2.851. Sangat kecil yaitu jika 2.2.851. Sangat kecil yaitu jika besarnya
keruntuhan besarnya keruntuhan < 10m2 keruntuhan < 10m2

2.2.852. Kecil yaitu jika besarnya 2.2.852. Kecil yaitu jika besarnya keruntuhan
keruntuhan 10 – 50 m2 10 – 50 m2

2.2.853. Menengah yaitu jika 2.2.853. Menengah yaitu jika besarnya


besarnya keruntuhan 51 – 100 m2 keruntuhan 51 – 100 m2

2.2.854. Agak besar yaitu jika 2.2.854. Agak besar yaitu jika besarnya
besarnya keruntuhan 101 – 1000 m2 keruntuhan 101 – 1000 m2

2.2.855. Besar yaitu jika besarnya 2.2.855. Besar yaitu jika besarnya keruntuhan
keruntuhan 1001 – 10000 m2 1001 – 10000 m2

2.2.856. Sangat besar yaitu jika 2.2.856. Sangat besar yaitu jika besarnya
besarnya keruntuhan > 10000m2 keruntuhan > 10000m2

91 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 22

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.860.Letak 2.2.861. Puncak lereng 2.2.861. Puncak lereng


keruntuhan

2.2.862. Permukaan lereng 2.2.862. Permukaan lereng

2.2.863. Kaki lereng 2.2.863. Kaki lereng

2.2.864. Seluruh bagian lereng 2.2.864. Seluruh bagian lereng

2.2.870. Jenis 2.2.871. Keruntuhan 2.2.871. Keruntuhan


keruntuhan

2.2.872. Jatuhan batuan 2.2.872. Jatuhan batuan

92 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 23

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.870. Jenis 2.2.873. Keruntuhan massa batuan 2.2.873. Keruntuhan massa batuan
keruntuhan

Keruntuhan planar Keruntuhan planar

Keruntuhan baji Keruntuhan baji

Jungkiran Jungkiran
2.2.874. Longsoran 2.2.874. Longsoran

2.2.875. Aliran debris 2.2.875. Aliran debris

93 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 24

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.876. Keruntuhan timbunan 2.2.876. Keruntuhan timbunan

2.2.880.Tinggi gawir
keruntuhan

2.2.890. Sudut gawir


keruntuhan

2.2.900.Kondisi 2.2.901. Masih aktif atau bergerak 2.2.901. Masih aktif atau bergerak
keruntuhan

2.2.902. Baru berhenti bergerak atau 2.2.902. Baru berhenti bergerak atau
sekarang mantap sekarang mantap

2.2.903. Mantap, namun masih ada 2.2.903. Mantap, namun masih ada tanda-data
tanda-data gerakan gerakan

2.2.904. Erosi sampingan atau gerak 2.2.904. Erosi sampingan atau gerak merayap
merayap

2.2.905. keruntuhan lama, sekarang 2.2.905. keruntuhan lama, sekarang mantap


mantap

94 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 25

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.910 Perkiraan 2.2.911. Pemotongan lereng yang 2.2.911. Pemotongan lereng yang terlalu
penyebab keruntuhan terlalu tegak tegak

2.2.912. Pemotongan bagian bawah 2.2.912. Pemotongan bagian bawah lereng


lereng

2.2.913. Erosi pada kaki lereng 2.2.913. Erosi pada kaki lereng

2.2.914. Adanya bidang lapisan 2.2.914. Adanya bidang lapisan tanah lunak
tanah lunak

2.2.915. Masalah hidrologi 2.2.915. Masalah hidrologi

2.2.916.Erosi air secara umum 2.2.916.Erosi air secara umum

2.2.917. Buruknya konstruksi 2.2.917. Buruknya konstruksi penahan lereng


penahan lereng

95 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 26

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.920. Kerusakan 2.2.921. Tidak ada pengaruh yang 2.2.921. Tidak ada pengaruh yang cukup
jalan akibat keruntuhan cukup berarti berarti

2.2.922. Sedikit mengganggu 2.2.922. Sedikit mengganggu kelancaran


kelancaran drainase drainase

2.2.923. Sedikit mengganggu 2.2.923. Sedikit mengganggu kelancaran arus


kelancaran arus lalu lintas lalu lintas

2.2.924. Menutup sebagian jalan 2.2.924. Menutup sebagian jalan (dapat


(dapat disingkirkan) disingkirkan)

2.2.925. Ada pengaruh, 2.2.925. Ada pengaruh, mengganggu arus


mengganggu arus lalu-lintas lalu-lintas

96 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 27

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.920. Kerusakan 2.2.926. Seluruh badan jalan 2.2.926. Seluruh badan jalan longsor
jalan akibat keruntuhan longsor (pengaruhnya luas) (pengaruhnya luas)

2.2.927. Pengaruhnya sangat luas, 2.2.927. Pengaruhnya sangat luas, perlu


perlu relokasi jalan relokasi jalan

2.2.928. Bencana alam, kerusakan 2.2.928. Bencana alam, kerusakan berat dan
berat dan sangat luas yang sangat luas yang menimbulkan kerugian
menimbulkan kerugian materi cukup materi cukup besar, bahkan kadang-kadang
besar, bahkan kadang-kadang menelan korban jiwa.
menelan korban jiwa.
2.2.930. Potensi 2.2.931. Tidak ada pengaruh yang 2.2.931. Tidak ada pengaruh yang cukup
kerusakan jalan cukup berarti berarti
mendatang bila terjadi
keruntuhan

2.2.932. Sedikit mengganggu 2.2.932. Sedikit mengganggu kelancaran


kelancaran drainase drainase

2.2.933. Menutup sebagian jalan 2.2.933. Menutup sebagian jalan (dapat


(dapat disingkirkan) disingkirkan)

2.2.934. Ada pengaruh, 2.2.934. Ada pengaruh, mengganggu arus


mengganggu arus lalu-lintas lalu-lintas

97 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 28

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.930. Potensi 2.2.935. Seluruh badan jalan longsor 2.2.935. Seluruh badan jalan longsor
kerusakan jalan (pengaruhnya luas) (pengaruhnya luas)
mendatang bila terjadi
keruntuhan

2.2946. Pengaruhnya sangat luas, 2.2946. Pengaruhnya sangat luas, perlu


perlu relokasi jalan relokasi jalan

2.2.937. Bencana alam, kerusakan 2.2.937. Bencana alam, kerusakan berat dan
berat dan sangat luas yang sangat luas yang menimbulkan kerugian
menimbulkan kerugian materi cukup materi cukup besar, bahkan kadang-kadang
besar, bahkan kadang-kadang menelan korban jiwa.
menelan korban jiwa.
2.2.940. Sejarah 2.2.941. Ada 2.2.941. Ada
keruntuhan

2.2.942. Tidak ada 2.2.942. Tidak ada

2.2.951. Ada 2.2.951. Ada

2.2.952. Tidak ada 2.2.952. Tidak ada

98 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 29

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.960. Luas aliran 2.2.961. 2.2.961.


debris

≥ 0,50 km2 ≥ 0,50 km2

2.2.962. 2.2.962.

0,15 km2  A < 0,50 km2 0,15 km2  A < 0,50 km2

2.2.963. 2.2.963.

≥ 0,50 km2 ≥ 0,50 km2

2.2.970. Kemiringan 2.2.971. 2.2.971.


daerah rawan aliran
debris
≥ 40° ≥ 40°

2.2.972. 2.2.972.

30°   < 40° 30°   < 40°

2.2.973. 2.2.973.

< 30 ° < 30 °

99 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 30

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.980. Area lereng 2.2.981. 2.2.981.


keseluruhan dengan
kemiringan lebih dari
30° ≥ 0,20 km2 ≥ 0,20 km2

2.2.982. 2.2.982.

0,08 km2  A < 0,20 km2 0,08 km2  A < 0,20 km2

2.2.983. 2.2.983.

< 0,08 km2 < 0,08 km2

2.2.990. Luas rumput 2.2.991. 2.2.991.


dan semak

≥ 0,20 km2 ≥ 0,20 km2

2.2.992. 2.2.992.

0,02 km2  A < 0,2 km2 0,02 km2  A < 0,2 km2

2.2.993. 2.2.993.

< 0,02 km2 < 0,02 km2

100 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 31

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Alisan debris

2.2.1000. Rekam jejak 2.2.1001. Ada 2.2.1001. Ada


aliran

2.2.1002. Tidak ada 2.2.1002. Tidak ada

2.2.1010. Keberadaan 2.2.1011. Ada 2.2.1011. Ada


retakan baru, rayapan
(creeping )

2.2.1012. Tidak ada 2.2.1012. Tidak ada

2.2.1030. Adanya 2.2.1031. Ada 2.2.1031. Ada


bagian yang diperbaiki

2.2.1032. Tidak ada 2.2.1032. Tidak ada

101 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 32

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Massa batuan

2.2.1040. Garis lekuk 2.2.1041. Jelas 2.2.1041. Jelas

2.2.1042. Sedang 2.2.1042. Sedang

2.2.1050. Pola retakan 2.2.1051. Retakan beraturan, interval 2.2.1051. Retakan beraturan, interval > 1 m
>1m

2.2.1052. Retakan beraturan, interval 2.2.1052. Retakan beraturan, interval ≤ 1 m


≤1m

2.2.1053. Retakan tidak beraturan 2.2.1053. Retakan tidak beraturan

2.2.1150. Lebar 2.2.1151. Besar, ≥ 20 mm 2.2.1151. Besar, ≥ 20 mm


retakan

2.2.1152. Kecil, 5 mm - 20 mm 2.2.1152. Kecil, 5 mm - 20 mm

2.2.1153. Tidak ada, < 5 mm 2.2.1153. Tidak ada, < 5 mm

102 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 33

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Instrumentasi

2.2.1060. 2.2.1061. Baik 2.2.1061. Baik


Instrumentasi

2.2.1062. Ada kerusakan, masih 2.2.1062. Ada kerusakan, masih berfungsi


berfungsi

2.2.1063. Tidak berfungsi 2.2.1063. Tidak berfungsi

103 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 34

Dokumentasi

104 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 35

Sketsa

105 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 34

Sketsa

106 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran E
(informatif)
Contoh formulir inspeksi berkala lereng jalan

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT


BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nas uti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indones i a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pus j atan@pus jatan.pu.g o.i d

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 1

1.100. Nomor provinsi 22 1.101. Nama provinsi Jawa Barat 1.102. Nomor ruas jalan 058 1.103. Nama ruas jalan Cidaun Cisela Cilaki

1.104. Arah jalan Tanggeung ke Sukanagara

1.105. Nomor lereng 22 058 001 A Kiri


1.106. Bagian lereng

1.107. Kilometer KM 131+050 ke

1.108. Koordinat GPS 07°14'01.2" 1.109. Pelaksana inspeksi Dinny, Cahya, Yuli, Feri

108°11'38.0"

1.110. Tanggal 1.111. Tanggal inspeksi sebelumnya


inspeksi awal

1.112. Tanggal 1.113. Cuaca saat inspeksi 3 1. Hujan sangat lebat


inspeksi saat ini
2. Hujan

3. Gerimis

4. Mendung

5. Cerah

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Jalan inspeksi

2.2.200. Jalan inspeksi 2.2.201. Dapat dilewati 2.2.201. Dapat dilewati


v

2.2.201. Tidak dapat dilewati 2.2.201. Tidak dapat dilewati

107 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 3

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.2.320. Saluran 2.2.321. Air mengalir dan saluran bersih dari 2.2.321. Air mengalir dan saluran bersih dari
gendong material penghambat seperti material penghambat seperti vegetasi/rumput
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah dan liar, runtuhan, sampah dan material
material penghambat lainnya penghambat lainnya

2.2.322. Air mengalir namun ada vegetasi 2.2.322. Air mengalir namun ada vegetasi
seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.2.323. Tersumbat/air tidak mengalir 2.2.323. Tersumbat/air tidak mengalir

2.2.324. Gompal 2.2.324. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.2.325. Retak : 2.2.325. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

108 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 2

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.2.310. Saluran di kaki 2.2.311. Air mengalir dan saluran 2.2.311. Air mengalir dan saluran bersih dari
lereng/saluran samping bersih dari material penghambat material penghambat seperti vegetasi/rumput
seperti vegetasi/rumput liar, liar, runtuhan, sampah dan material
runtuhan, sampah dan material penghambat lainnya
penghambat lainnya
2.2.312. Air mengalir namun ada 2.2.312. Air mengalir namun ada vegetasi
vegetasi seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.2.313. Tersumbat/air tidak 2.2.313. Tersumbat/air tidak mengalir


v mengalir

2.2.314. Gompal 2.2.314. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.2.315. Retak : 2.2.315. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

109 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 4

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.2.330. Saluran 2.2.331. Air mengalir dan saluran bersih dari 2.2.331. Air mengalir dan saluran bersih dari
terjunan material penghambat seperti material penghambat seperti vegetasi/rumput
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah dan liar, runtuhan, sampah dan material
material penghambat lainnya penghambat lainnya

2.2.332. Air mengalir namun ada vegetasi 2.2.332. Air mengalir namun ada vegetasi
seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.2.333. Tersumbat/air tidak mengalir 2.2.333. Tersumbat/air tidak mengalir

2.2.334. Gompal 2.2.334. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.2.335. Retak : 2.2.335. Retak :


v

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

110 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 5

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.2.340. Saluran bawah 2.2.341. Tidak ada saluran 2.2.341. Tidak ada saluran permukaan
permukaan permukaan

2.2.342. Tersumbat/air tidak 2.2.342. Tersumbat/air tidak mengalir


mengalir

2.2.343. Ujung saluran permukaan 2.2.343. Ujung saluran permukaan tidak


tidak dipelihara dipelihara

2.2.344. Pembengkokan (bending) 2.2.344. Pembengkokan (bending) atau


atau kerusakan saluran permukaan kerusakan saluran permukaan

111 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


112 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 6

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Badan Jalan

2.2.400. Badan jalan 2.2.401. Baik 2.2.401. Baik

2.2.402. ambles 2.2.402. ambles

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.2.403. Retak 2.2.403. Retak

Jenis Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

Luas : Luas :

113 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 7

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Badan Jalan

2.2.500. Bahu Jalan 2.2.501. Baik 2.2.501. Baik

2.2.502. ambles 2.2.502. ambles

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.2.503. Retak 2.2.503. Retak

Jenis Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

Luas : Luas :

114 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 8

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.610. Tanda 2.2.611. Tidak ada 2.2.611. Tidak ada


tidakstabilan lereng

2.2.612. ambles 2.2.612. ambles


v

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.2.613. Retak 2.2.613. Retak


v

Jenis : Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

115 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nasuti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesi a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 9

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.620. Erosi 2.2.621. Baik 2.2.621. Baik

2.2.622. Erosi permukaan 2.2.622. Erosi permukaan


v

Luas : 250 m2 Luas :

2.2.623. Erosi alur 2.2.623. Erosi alur

Kedalaman : Kedalaman :

Luas : Luas :

2.2.624. Erosi parit 2.2.624. Erosi parit

Kedalaman : Kedalaman :

Luas : Luas :

116 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 10

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.620. Erosi 2.2.625. Erosi freting 2.2.625. Erosi freting

Luas : Luas :

Luas : Luas :

2.2.630 Deformasi 2.2.631. Terlihat 2.2.631. Terlihat


pada lereng

2.2.632. Jejaknya 2.2.632. Jejaknya ditemukan


ditemukan

2.2.633. Tidak ada 2.2.633. Tidak ada

2.2.640. Deformasi 2.2.641. Terlihat 2.2.641. Terlihat


pada lereng yang
berdekata

2.2.642. Jejaknya 2.2.642. Jejaknya ditemukan


ditemukan

2.2.643. Tidak ada 2.2.643. Tidak ada

117 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 11

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.650. Pengelupasan 2.2.651. Terlihat 2.2.641. Terlihat


tipis batuan

2.2.652. Jejaknya ditemukan 2.2.642. Jejaknya ditemukan

2.2.653. Tidak ada 2.2.643. Tidak ada

2.2.652. Tidak ada 2.2.652. Tidak ada

2.2.660. Lempung 2.2.661. Ada 2.2.661. Ada


Mengembang
(swelling )

2.2.662. Tidak ada 2.2.662. Tidak ada

118 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 12

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.670. Rembesan air 2.2.671. Ada 2.2.671. Ada


v

2.2.672. Tidak 2.2.672. Tidak

2.2.673. Di bagian kaki lereng 2.2.673. Di bagian kaki lereng


v

2.2.674. Dibagian tengah lereng 2.2.674. Dibagian tengah lereng

2.2.675. Dibagian puncak lereng 2.2.675. Dibagian puncak lereng

119 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 13

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.680. Utilitas 2.2.681. Stabil 2.2.681. Stabil


v

2.2.682. Tidak stabil/miring 2.2.682. Tidak stabil/miring

2.2.690. Pohon 2.2.691. Tegak 2.2.691. Tegak


disekitar lereng

2.2.692. Miring 2.2.692. Miring

2.2.693. Bergeser 2.2.693. Bergeser

2.2.700. 2.2.701. Ada 2.2.701. Ada


Cekungan/kolam

2.2.702. Tidak ada 2.2.702. Tidak ada

120 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 14

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.710 Mata air 2.2.711. Ada 2.2.711. Ada

2.2.712. Tidak ada 2.2.712. Tidak ada

2.2.720. Basah pada 2.2.721. Ada 2.2.721. Ada


kaki lereng timbunan

2.2.722. Tidak ada 2.2.722. Tidak ada

2.2.730. Jejak aliran air 2.2.731. Ada 2.2.731. Ada


pada permukaan
lereng pada timbunan

2.2.732. Tidak ada 2.2.732. Tidak ada

121 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 15

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bagian-bagian lereng

2.2.740. Kondisi tanah 2.2.741. Kaki lereng tidak stabil 2.2.741. Kaki lereng tidak stabil
dasar pada timbunan

2.2.742. Lapisan tanah buruk 2.2.742. Lapisan tanah buruk

2.2.743. Aluvium 2.2.743. Aluvium

2.2.744. Kaki lereng 2.2.744. Kaki lereng stabil


stabil

2.2.745. Tidak pasti 2.2.745. Tidak pasti

2.2.750. Rembesan 2.2.751. Ada 2.2.751. Ada


dari lereng timbunan

2.2.752. Tidak ada 2.2.752. Tidak ada

122 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 16

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.760. Garis kontur 2.2.761. Jelas 2.2.761. Jelas


yang terganggu, fitur
geografi, curam di
puncak lereng

2.2.762. Sebagian 2.2.762. Sebagian

2.2.762. Tidak Jelas 2.2.762. Tidak Jelas

2.2.770. 2.2.771. Ada 2.2.771. Ada


Penggelembungan
pada kaki lereng

2.2.772. Tidak ada 2.2.772. Tidak ada

2.2.780. Vegetasi 2.2.781. Tumbuh 2.2.781. Tumbuh

2.2.782. Sebagian mati 2.2.782. Sebagian mati

2.2.783. Keseluruhan vegetasi mati 2.2.783. Keseluruhan vegetasi mati

123 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 17

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.2.790. Dinding 2.2.791. Baik 2.2.791. Baik


Penahan Tanah

2.2.792. Tumbuh vegetasi /pohon 2.2.792. Tumbuh vegetasi /pohon

2.2.793. Gompal 2.2.793. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.2.794. Retak : 2.2.794. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

124 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 18

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.2.795. Suling-suling baik 2.2.795. Suling-suling baik

2.2.796. Tidak ada air yang mengalir dari 2.2.796. Tidak ada air yang mengalir dari
suling-suling suling-suling

2.2.800. Beton 2.2.801. Baik 2.2.801. Baik


semprot

2.2.802. Tumbuh vegetasi /pohon 2.2.802. Tumbuh vegetasi /pohon

2.2.803. Gompal 2.2.803. Gompal

Dimensi: Dimensi:

125 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 19

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.2.800. Beton 2.2.804. Retak : 2.2.804. Retak :


semprot

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

2.2.805. Suling-suling baik 2.2.805. Suling-suling baik

2.2.806. Tidak ada air yang mengalir dari 2.2.806. Tidak ada air yang mengalir dari
suling-suling suling-suling

126 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 20

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.2.810. Bronjong 2.2.811. Baik 2.2.811. Baik

2.2.812. Tumbuh vegetasi /pohon 2.2.812. Tumbuh vegetasi /pohon

2.2.813. Kawat bronjong putus 2.2.813. Kawat bronjong putus

2.2.814. Batu 2.2.814. Batu bronjong hilang


bronjong hilang

2.2.820. Jaring tirai 2.2.821. Material jatuhan batuan yang 2.2.821. Material jatuhan batuan yang
terkumpul/menumpuk pada jaring terkumpul/menumpuk pada jaring

2.2.882. Komponen jaring tirai ada yang 2.2.882. Komponen jaring tirai ada yang rusak
rusak

2.2.830. Daerah 3.831. Jatuhan batuan mencapai badan jalan 3.831. Jatuhan batuan mencapai badan jalan
penangkap batuan

127 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.go.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 21

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.840. Waktu terjadi


keruntuhan

2.2.850. Luas 2.2.851. Sangat kecil yaitu jika besarnya 2.2.851. Sangat kecil yaitu jika besarnya
keruntuhan keruntuhan < 10m2 keruntuhan < 10m2

2.2.852. Kecil yaitu jika besarnya keruntuhan 2.2.852. Kecil yaitu jika besarnya keruntuhan
10 – 50 m2 10 – 50 m2

2.2.853. Menengah yaitu jika besarnya 2.2.853. Menengah yaitu jika besarnya
keruntuhan 51 – 100 m2 keruntuhan 51 – 100 m2

2.2.854. Agak besar yaitu jika besarnya 2.2.854. Agak besar yaitu jika besarnya
keruntuhan 101 – 1000 m2 keruntuhan 101 – 1000 m2

2.2.855. Besar yaitu jika besarnya 2.2.855. Besar yaitu jika besarnya keruntuhan
keruntuhan 1001 – 10000 m2 1001 – 10000 m2

2.2.856. Sangat besar yaitu jika besarnya 2.2.856. Sangat besar yaitu jika besarnya
keruntuhan > 10000m2 keruntuhan > 10000m2

128 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nasuti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesi a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 22

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.860.Letak 2.2.861. Puncak lereng 2.2.861. Puncak lereng


keruntuhan

2.2.862. Permukaan lereng 2.2.862. Permukaan lereng

2.2.863. Kaki lereng 2.2.863. Kaki lereng

2.2.864. Seluruh bagian lereng 2.2.864. Seluruh bagian lereng

2.2.870. Jenis 2.2.871. Keruntuhan 2.2.871. Keruntuhan


keruntuhan v

2.2.872. Jatuhan batuan 2.2.872. Jatuhan batuan

129 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nas uti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indones i a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pus jatan@pus jatan.pu.g o.i d

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 23

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.870. Jenis 2.2.873. Keruntuhan massa batuan 2.2.873. Keruntuhan massa batuan
keruntuhan

Keruntuhan planar Keruntuhan planar

Keruntuhan baji Keruntuhan baji

Jungkiran Jungkiran
2.2.874. Longsoran 2.2.874. Longsoran

2.2.875. Aliran debris 2.2.875. Aliran debris

130 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nas uti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indones i a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pus j atan@pus jatan.pu.g o.i d

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 24

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.876. Keruntuhan timbunan 2.2.876. Keruntuhan timbunan

2.2.880.Tinggi gawir
keruntuhan

2.2.890. Sudut gawir


keruntuhan

2.2.900.Kondisi 2.2.901. Masih aktif atau bergerak 2.2.901. Masih aktif atau bergerak
keruntuhan

2.2.902. Baru berhenti bergerak atau 2.2.902. Baru berhenti bergerak atau
sekarang mantap sekarang mantap

2.2.903. Mantap, namun masih ada tanda- 2.2.903. Mantap, namun masih ada tanda-data
data gerakan gerakan

2.2.904. Erosi sampingan atau gerak 2.2.904. Erosi sampingan atau gerak merayap
merayap

2.2.905. keruntuhan lama, sekarang mantap 2.2.905. keruntuhan lama, sekarang mantap

131 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 25

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.910 Perkiraan 2.2.911. Pemotongan lereng yang terlalu 2.2.911. Pemotongan lereng yang terlalu
penyebab keruntuhan tegak tegak

2.2.912. Pemotongan bagian bawah lereng 2.2.912. Pemotongan bagian bawah lereng

2.2.913. Erosi pada kaki lereng 2.2.913. Erosi pada kaki lereng

2.2.914. Adanya bidang lapisan tanah lunak 2.2.914. Adanya bidang lapisan tanah lunak

2.2.915. Masalah hidrologi 2.2.915. Masalah hidrologi

2.2.916.Erosi air secara umum 2.2.916.Erosi air secara umum

2.2.917. Buruknya konstruksi penahan 2.2.917. Buruknya konstruksi penahan lereng


lereng

132 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 26

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.920. Kerusakan 2.2.921. Tidak ada pengaruh yang cukup 2.2.921. Tidak ada pengaruh yang cukup
jalan akibat keruntuhan berarti berarti

2.2.922. Sedikit mengganggu kelancaran 2.2.922. Sedikit mengganggu kelancaran


drainase drainase

2.2.923. Sedikit mengganggu kelancaran 2.2.923. Sedikit mengganggu kelancaran arus


arus lalu lintas lalu lintas

2.2.924. Menutup sebagian jalan (dapat 2.2.924. Menutup sebagian jalan (dapat
disingkirkan) disingkirkan)

2.2.925. Ada pengaruh, mengganggu arus 2.2.925. Ada pengaruh, mengganggu arus
lalu-lintas lalu-lintas

133 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 27

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.920. Kerusakan 2.2.926. Seluruh badan jalan longsor 2.2.926. Seluruh badan jalan longsor
jalan akibat keruntuhan (pengaruhnya luas) (pengaruhnya luas)

2.2.927. Pengaruhnya sangat luas, perlu 2.2.927. Pengaruhnya sangat luas, perlu
relokasi jalan relokasi jalan

2.2.928. Bencana alam, kerusakan berat 2.2.928. Bencana alam, kerusakan berat dan
dan sangat luas yang menimbulkan kerugian sangat luas yang menimbulkan kerugian
materi cukup besar, bahkan kadang-kadang materi cukup besar, bahkan kadang-kadang
menelan korban jiwa. menelan korban jiwa.

2.2.930. Potensi 2.2.931. Tidak ada pengaruh yang cukup 2.2.931. Tidak ada pengaruh yang cukup
kerusakan jalan berarti berarti
mendatang bila terjadi
keruntuhan

2.2.932. Sedikit mengganggu kelancaran 2.2.932. Sedikit mengganggu kelancaran


drainase drainase

2.2.933. Menutup sebagian jalan (dapat 2.2.933. Menutup sebagian jalan (dapat
disingkirkan) disingkirkan)

2.2.934. Ada pengaruh, mengganggu arus 2.2.934. Ada pengaruh, mengganggu arus
lalu-lintas lalu-lintas

134 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 28

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.930. Potensi 2.2.935. Seluruh badan jalan longsor 2.2.935. Seluruh badan jalan longsor
kerusakan jalan (pengaruhnya luas) (pengaruhnya luas)
mendatang bila terjadi
keruntuhan

2.2946. Pengaruhnya sangat luas, perlu 2.2946. Pengaruhnya sangat luas, perlu
relokasi jalan relokasi jalan

2.2.937. Bencana alam, kerusakan berat dan 2.2.937. Bencana alam, kerusakan berat dan
sangat luas yang menimbulkan kerugian sangat luas yang menimbulkan kerugian
materi cukup besar, bahkan kadang-kadang materi cukup besar, bahkan kadang-kadang
menelan korban jiwa. menelan korban jiwa.

2.2.940. Sejarah 2.2.941. Ada 2.2.941. Ada


keruntuhan

2.2.942. Tidak ada 2.2.942. Tidak ada

2.2.951. Ada 2.2.951. Ada

2.2.952. Tidak ada 2.2.952. Tidak ada

135 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 29

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.960. Luas aliran 2.2.961. 2.2.961.


debris

≥ 0,50 km2 ≥ 0,50 km2

2.2.962. 2.2.962.

0,15 km2  A < 0,50 km2 0,15 km2  A < 0,50 km2

2.2.963. 2.2.963.

≥ 0,50 km2 ≥ 0,50 km2

2.2.970. Kemiringan 2.2.971. 2.2.971.


daerah rawan aliran
debris
≥ 40° ≥ 40°

2.2.972. 2.2.972.

30°   < 40° 30°   < 40°

2.2.973. 2.2.973.

< 30 ° < 30 °

136 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 30

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.2.980. Area lereng 2.2.981. 2.2.981.


keseluruhan dengan
kemiringan lebih dari
30° ≥ 0,20 km2 ≥ 0,20 km2

2.2.982. 2.2.982.

0,08 km2  A < 0,20 km2 0,08 km2  A < 0,20 km2

2.2.983. 2.2.983.

< 0,08 km2 < 0,08 km2

2.2.990. Luas rumput 2.2.991. 2.2.991.


dan semak

≥ 0,20 km2 ≥ 0,20 km2

2.2.992. 2.2.992.

0,02 km2  A < 0,2 km2 0,02 km2  A < 0,2 km2

2.2.993. 2.2.993.

< 0,02 km2 < 0,02 km2

137 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 31

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Alisan debris

2.2.1000. Rekam jejak 2.2.1001. Ada 2.2.1001. Ada


aliran

2.2.1002. Tidak ada 2.2.1002. Tidak ada

2.2.1010. Keberadaan 2.2.1011. Ada 2.2.1011. Ada


retakan baru, rayapan
(creeping )

2.2.1012. Tidak ada 2.2.1012. Tidak ada

2.2.1030. Adanya 2.2.1031. Ada 2.2.1031. Ada


bagian yang diperbaiki

2.2.1032. Tidak ada 2.2.1032. Tidak ada

138 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 32

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Massa batuan

2.2.1040. Garis lekuk 2.2.1041. Jelas 2.2.1041. Jelas

2.2.1042. Sedang 2.2.1042. Sedang

2.2.1050. Pola retakan 2.2.1051. Retakan beraturan, interval > 1 m 2.2.1051. Retakan beraturan, interval > 1 m

2.2.1052. Retakan beraturan, interval ≤ 1 m 2.2.1052. Retakan beraturan, interval ≤ 1 m

2.2.1053. Retakan tidak beraturan 2.2.1053. Retakan tidak beraturan

2.2.1150. Lebar 2.2.1151. Besar, ≥ 20 mm 2.2.1151. Besar, ≥ 20 mm


retakan

2.2.1152. Kecil, 5 mm - 20 mm 2.2.1152. Kecil, 5 mm - 20 mm

2.2.1153. Tidak ada, < 5 mm 2.2.1153. Tidak ada, < 5 mm

139 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 33

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Instrumentasi

2.2.1060. 2.2.1061. Baik 2.2.1061. Baik


Instrumentasi

2.2.1062. Ada kerusakan, masih berfungsi 2.2.1062. Ada kerusakan, masih berfungsi

2.2.1063. Tidak berfungsi 2.2.1063. Tidak berfungsi

140 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 34

Dokumentasi

141 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 34

Sketsa

SKALA 1 : 100

142 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 35

Sketsa

143 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran F
(informatif)
Contoh hasil inspeksi berkala lereng jalan

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT


BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN

22
No provinsi Bagian lereng Atas

Nama provinsi Jawa Barat Status jalan Provinsi


07°14'01.2"
Nomor ruas jalan 058 Lintang
Cidaun Cisela Cilaki 108°11'38.0"
Nama ruas jalan Bujur
Lereng atas
Arah jalan Tanggung-Sukanagara Cuaca saat inspeksi Cerah
No lereng 22056001A Jenis lereng Longsor Lereng bawah
KM 171+000 inspeksi awal

Diameter Lebar Inspeksi Berkala Lereng Jalan


Panjang Sudut Lereng
Deskripsi Panjang (m) Tinggi (m) Lebar (m) bangunan bangunan 0 10 20 30(m)
kemiringan (m) (deg)
rekayasa (m) rekayasa (m)

INSPEKSI BERKALA AWAL


jalan inspeksi Baik 10 0.8

Sistem drainase di sekitar lereng

Saluran terbuka Tertutup longsor 30 - 0.8

Saluran terjun Air mengalir, bersih, ada retak (0.05 x 10 0.8 1


0.5)
Gorong-gorong Baik 6 1

Perkerasan Jalan Baik 30 5

Bahu Jalan Baik 30 1

Lereng

Amblas Ada 16 2 1.3

Retak Membentuk crown 16 2 1.3

Rembesan air Mengalir, dibagian kaki lereng

Utilitas Stabil

Pohon di sekitar lereng Miring, bergeser

Mata air Mengalir

144 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Diameter Lebar Inspeksi Berkala Lereng Jalan
Panjang Sudut Lereng
Deskripsi Panjang (m) Tinggi (m) Lebari (m) bangunan bangunan 0 10 20 30(m)
kemiringan (m) (deg)
rekayasa (m) rekayasa (m)

INSPEKSI BERKALA AWAL


Keberadaan cekungan-cekungan pada Tidak ada
lereng atau puncak lereng yang berpotensi
menjadi kolam genangan air
Mata air Ada
Lereng longsor
Waktu terjadi longsor 27 April 2017 16 15.3 15 80
Luas longsoran 70 M2
Letak longsoran kaki lereng
Jenis longsor Keruntuhan tanah
Kondisi longsoran Masih aktif
Perkiraan penyebab longsoran Pemotongan bagian bawah lereng,
masalah hidrologi

Material longsoran Tanah


Kerusakan jalan akibat longsoran Ada pengaruh, mengganggu arus lalu-
lintas
Kerusakan jalan akibat longsoran Seluruh badan jalan longsor
(pengaruhnya luas)

Potensi kerusakan jalan mendatang bila terjadi Ada pengaruh, mengganggu arus lalu-
longsor lintas

Nama petugas inspeksi Dinny, Cahya, Yuli, Feri Tanggal inspeksi 28/4/2017 Supervisi Dinny Tanggal 28/4/2017

145 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYA T
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 2


Inspeksi Awal

146 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYA T
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 3

SKALA 1 : 100

147 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYA T
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI BERKALA LERENG JALAN Lembar 4

SKALA 1 : 100

148 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran G
(Normatif)
Formulir inspeksi khusus lereng jalan

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 1

1.100. Nomor provinsi 1.101. Nama provinsi 1.102. Nomor ruas jalan 1.103. Nama ruas jalan

1.104. Arah jalan ke

1.105. Nomor lereng


1.106. Bagian lereng

1.107. Kilometer ke

1.108. Koordinat GPS 1.109. Pelaksana inspeksi

1.110. Tanggal 1.111. Tanggal inspeksi sebelumnya


inspeksi awal

1.112. Tanggal 1.113. Cuaca saat inspeksi 1. Hujan sangat lebat


inspeksi saat ini
2. Hujan

3. Gerimis

4. Mendung

5. Cerah

149 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 2

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.3.310. Saluran di kaki 2.3.311. Air mengalir dan saluran bersih 2.3.311. Air mengalir dan saluran bersih dari
lereng/saluran samping dari material penghambat seperti material penghambat seperti vegetasi/rumput
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah liar, runtuhan, sampah dan material
dan material penghambat lainnya penghambat lainnya

2.3.312. Air mengalir namun ada vegetasi 2.3.312. Air mengalir namun ada vegetasi
seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.3.313. Tersumbat/air tidak mengalir 2.3.313. Tersumbat/air tidak mengalir

2.3.314. Gompal 2.3.314. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.2.315. Retak : 2.2.315. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

150 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 3

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.3.320. Saluran 2.3.321. Air mengalir dan saluran bersih 2.3.321. Air mengalir dan saluran bersih dari
gendong dari material penghambat seperti material penghambat seperti vegetasi/rumput
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah liar, runtuhan, sampah dan material
dan material penghambat lainnya penghambat lainnya

2.3.322. Air mengalir namun ada vegetasi 2.3.322. Air mengalir namun ada vegetasi
seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.3.323. Tersumbat/air tidak mengalir 2.3.323. Tersumbat/air tidak mengalir

2.3.324. Gompal 2.3.324. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.3.325. Retak : 2.3.325. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

151 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 4

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.3.330. Saluran 2.3.331. Air mengalir dan saluran bersih 2.3.331. Air mengalir dan saluran bersih dari
terjunan dari material penghambat seperti material penghambat seperti vegetasi/rumput
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah liar, runtuhan, sampah dan material
dan material penghambat lainnya penghambat lainnya

2.3.332. Air mengalir namun ada vegetasi 2.3.332. Air mengalir namun ada vegetasi
seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.3.333. Tersumbat/air tidak mengalir 2.3.333. Tersumbat/air tidak mengalir

2.3.334. Gompal 2.3.334. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.3.335. Retak : 2.3.335. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

152 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 5

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.3.340. Saluran bawah 2.3.341. Tidak ada pipa 2.3.341. Tidak ada pipa
permukaan

2.3.342. Tersumbat/air tidak mengalir 2.3.342. Tersumbat/air tidak mengalir

2.3.343. Ujung pipa tidak dipelihara 2.3.343. Ujung pipa tidak dipelihara

2.3.344. Pembengkokan (bending) atau 2.3.344. Pembengkokan (bending) atau


kerusakan pipa kerusakan pipa

153 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 6

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Badan Jalan

2.3.400. Badan jalan 2.3.401. Baik 2.3.401. Baik

2.3.402. ambles 2.3.402. ambles

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.3.403. Retak 2.3.403. Retak

Jenis Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

Luas : Luas :

154 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 7

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Badan Jalan

2.3.500. Bahu Jalan 2.3.501. Baik 2.3.501. Baik

2.3.502. ambles 2.3.502. ambles

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.3.503. Retak 2.3.503. Retak

Jenis Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

Luas : Luas :

155 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 8

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.610. Tanda 2.3.611. Tidak ada 2.3.611. Tidak ada


tidakstabilan lereng

2.3.612. ambles 2.3.612. ambles

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.3.613. Retak 2.3.613. Retak

Jenis : Jenis :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

156 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 9

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.620. Erosi 2.3.621. Baik 2.3.621. Baik

2.3.622. Erosi permukaan 2.3.622. Erosi permukaan

Luas : Luas :

2.3.623. Erosi alur 2.3.623. Erosi alur

Kedalaman : Kedalaman :

Luas : Luas :

2.3.624. Erosi parit 2.3.624. Erosi parit

Kedalaman : Kedalaman :

Luas : Luas :

157 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 10

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.620. Erosi 2.3.625. Erosi freting 2.3.625. Erosi freting

Luas : Luas :

Luas : Luas :

2.3.630 Deformasi 2.3.631. Terlihat 2.3.631. Terlihat


pada lereng

2.3.632. Jejaknya 2.3.632. Jejaknya ditemukan


ditemukan

2.3.633. Tidak ada 2.3.633. Tidak ada

2.3.640. Deformasi 2.3.641. Terlihat 2.3.641. Terlihat


pada lereng yang
berdekata

2.3.642. Jejaknya 2.3.642. Jejaknya ditemukan


ditemukan

2.3.643. Tidak ada 2.3.643. Tidak ada

158 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 11

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.650. Pengelupasan 2.3.651. Terlihat 2.3.651. Terlihat


tipis batuan

2.3.652. Jejaknya ditemukan 2.3.652. Jejaknya ditemukan

2.3.653. Tidak ada 2.3.653. Tidak ada

2.3.652. Tidak ada 2.3.652. Tidak ada

2.3.660. Lempung 2.3.661. Ada 2.3.661. Ada


Mengembang
(swelling )

2.3.662. Tidak ada 2.3.662. Tidak ada

159 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 12

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.670. Rembesan air 2.3.671. Ada 2.3.671. Ada

2.3.672. Tidak 2.3.672. Tidak

2.3.673. Di bagian kaki lereng 2.3.673. Di bagian kaki lereng

2.3.674. Dibagian tengah lereng 2.3.674. Dibagian tengah lereng

2.3.675. Dibagian puncak lereng 2.3.675. Dibagian puncak lereng

160 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 13

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.680. Utilitas 2.3.681. Stabil 2.3.681. Stabil

2.3.682. Tidak stabil/miring 2.3.682. Tidak stabil/miring

2.3.690. Pohon 2.3.691. Tegak 2.3.691. Tegak


disekitar lereng

2.3.692. Miring 2.3.692. Miring

2.3.693. Bergeser 2.3.693. Bergeser

2.3.700. 2.3.701. Ada 2.3.701. Ada


Cekungan/kolam

2.3.702. Tidak ada 2.3.702. Tidak ada

161 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 14

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.710 Mata air 2.3.711. Ada 2.3.711. Ada

2.3.712. Tidak ada 2.3.712. Tidak ada

2.3.720. Basah pada 2.3.721. Ada 2.3.721. Ada


kaki lereng timbunan

2.3.722. Tidak ada 2.3.722. Tidak ada

2.3.730. Jejak aliran air 2.3.731. Ada 2.3.731. Ada


pada permukaan
lereng pada timbunan

2.3.732. Tidak ada 2.3.732. Tidak ada

162 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 15

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bagian-bagian lereng

2.3.740. Kondisi tanah 2.3.741. Kaki lereng tidak stabil 2.3.741. Kaki lereng tidak stabil
dasar pada timbunan

2.3.742. Lapisan tanah buruk 2.3.742. Lapisan tanah buruk

2.3.743. Aluvium 2.3.743. Aluvium

2.3.744. Kaki lereng 2.3.744. Kaki lereng stabil


stabil

2.3.745. Tidak pasti 2.3.745. Tidak pasti

2.2.750. Rembesan 2.3.751. Ada 2.3.751. Ada


dari lereng timbunan

2.3.752. Tidak ada 2.3.752. Tidak ada

163 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 16

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.760. Garis kontur 2.3.761. Jelas 2.3.761. Jelas


yang terganggu, fitur
geografi, curam di
puncak lereng

2.3.762. Sebagian 2.3.762. Sebagian

2.3.762. Tidak Jelas 2.3.762. Tidak Jelas

2.3.770. 2.3.771. Ada 2.3.771. Ada


Penggelembungan
pada kaki lereng

2.3.772. Tidak ada 2.3.772. Tidak ada

2.3.780. Vegetasi 2.3.781. Tumbuh 2.3.781. Tumbuh

2.3.782. Sebagian mati 2.3.782. Sebagian mati

2.3.783. Keseluruhan vegetasi mati 2.3.783. Keseluruhan vegetasi mati

164 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 17

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.790. Dinding 2.3.791. Baik 2.3.791. Baik


Penahan Tanah

2.3.792. Tumbuh vegetasi /pohon 2.3.792. Tumbuh vegetasi /pohon

2.3.793. Gompal 2.3.793. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.3.794. Retak : 2.3.794. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

165 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 18

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.3.795. Suling-suling baik 2.3.795. Suling-suling baik

2.3.796. Tidak ada air yang mengalir dari 2.3.796. Tidak ada air yang mengalir dari
suling-suling suling-suling

2.3.800. Beton 2.3.801. Baik 2.3.801. Baik


semprot

2.3.802. Tumbuh vegetasi /pohon 2.3.802. Tumbuh vegetasi /pohon

2.3.803. Gompal 2.3.803. Gompal

Dimensi: Dimensi:

166 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 19

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.3.800. Beton 2.3.804. Retak : 2.3.804. Retak :


semprot

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

2.3.805. Suling-suling baik 2.3.805. Suling-suling baik

2.3.806. Tidak ada air yang mengalir dari 2.3.806. Tidak ada air yang mengalir dari
suling-suling suling-suling

167 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 20

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.3.810. Bronjong 2.3.811. Baik 2.3.811. Baik

2.3.812. Tumbuh vegetasi /pohon 2.3.812. Tumbuh vegetasi /pohon

2.3.813. Kawat bronjong putus 2.3.813. Kawat bronjong putus

2.3.814. Batu 2.3.814. Batu bronjong hilang


bronjong hilang

2.3.820. Jaring tirai 2.3.821. Material jatuhan batuan yang 2.3.821. Material jatuhan batuan yang
terkumpul/menumpuk pada jaring terkumpul/menumpuk pada jaring

2.3.882. Komponen jaring tirai ada yang 2.3.882. Komponen jaring tirai ada yang rusak
rusak

2.3.830. Daerah 3.3.831. Jatuhan batuan mencapai badan 3.3.831. Jatuhan batuan mencapai badan
penangkap batuan jalan jalan

168 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 21

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.840. Waktu terjadi


keruntuhan

2.3.850. Luas 2.3.851. Sangat kecil yaitu jika besarnya 2.3.851. Sangat kecil yaitu jika besarnya
keruntuhan keruntuhan < 10m2 keruntuhan < 10m2

2.3.852. Kecil yaitu jika besarnya 2.3.852. Kecil yaitu jika besarnya keruntuhan
keruntuhan 10 – 50 m2 10 – 50 m2

2.3.853. Menengah yaitu jika besarnya 2.3.853. Menengah yaitu jika besarnya
keruntuhan 51 – 100 m2 keruntuhan 51 – 100 m2

2.3.854. Agak besar yaitu jika besarnya 2.3.854. Agak besar yaitu jika besarnya
keruntuhan 101 – 1000 m2 keruntuhan 101 – 1000 m2

2.3.855. Besar yaitu jika besarnya 2.3.855. Besar yaitu jika besarnya keruntuhan
keruntuhan 1001 – 10000 m2 1001 – 10000 m2

2.3.856. Sangat besar yaitu jika besarnya 2.3.856. Sangat besar yaitu jika besarnya
keruntuhan > 10000m2 keruntuhan > 10000m2

169 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 22

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.860.Letak 2.3.861. Puncak lereng 2.3.861. Puncak lereng


keruntuhan

2.3.862. Permukaan lereng 2.3.862. Permukaan lereng

2.3.863. Kaki lereng 2.3.863. Kaki lereng

2.3.864. Seluruh bagian lereng 2.3.864. Seluruh bagian lereng

2.3.870. Jenis 2.3.871. Keruntuhan 2.3.871. Keruntuhan


keruntuhan

2.3.872. Jatuhan batuan 2.3.872. Jatuhan batuan

170 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 23

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.870. Jenis 2.3.873. Keruntuhan massa batuan 2.3.873. Keruntuhan massa batuan
keruntuhan

Keruntuhan planar Keruntuhan planar

Keruntuhan baji Keruntuhan baji

Jungkiran Jungkiran
2.3.874. Longsoran 2.3.874. Longsoran

2.3.875. Aliran debris 2.3.875. Aliran debris

171 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 24

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.876. Keruntuhan timbunan 2.3.876. Keruntuhan timbunan

2.3.880.Tinggi gawir
keruntuhan

2.3.890. Sudut gawir


keruntuhan

2.3.900.Kondisi 2.3.901. Masih aktif atau bergerak 2.3.901. Masih aktif atau bergerak
keruntuhan

2.3.902. Baru berhenti bergerak atau 2.3.902. Baru berhenti bergerak atau
sekarang mantap sekarang mantap

2.3.903. Mantap, namun masih ada tanda- 2.3.903. Mantap, namun masih ada tanda-data
data gerakan gerakan

2.3.904. Erosi sampingan atau gerak 2.3.904. Erosi sampingan atau gerak merayap
merayap

2.3.905. keruntuhan lama, sekarang 2.3.905. keruntuhan lama, sekarang mantap


mantap

172 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 25

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.910 Perkiraan 2.3.911. Pemotongan lereng yang terlalu 2.3.911. Pemotongan lereng yang terlalu
penyebab keruntuhan tegak tegak

2.3.912. Pemotongan bagian bawah 2.3.912. Pemotongan bagian bawah lereng


lereng

2.3.913. Erosi pada kaki lereng 2.3.913. Erosi pada kaki lereng

2.3.914. Adanya bidang lapisan tanah 2.3.914. Adanya bidang lapisan tanah lunak
lunak

2.3.915. Masalah hidrologi 2.3.915. Masalah hidrologi

2.3.916.Erosi air secara umum 2.3.916.Erosi air secara umum

2.3.917. Buruknya konstruksi penahan 2.3.917. Buruknya konstruksi penahan lereng


lereng

173 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 26

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.920. Kerusakan 2.3.921. Tidak ada pengaruh yang cukup 2.3.921. Tidak ada pengaruh yang cukup
jalan akibat keruntuhan berarti berarti

2.3.922. Sedikit mengganggu kelancaran 2.3.922. Sedikit mengganggu kelancaran


drainase drainase

2.3.923. Sedikit mengganggu kelancaran 2.3.923. Sedikit mengganggu kelancaran arus


arus lalu lintas lalu lintas

2.3.924. Menutup sebagian jalan (dapat 2.3.924. Menutup sebagian jalan (dapat
disingkirkan) disingkirkan)

2.3.925. Ada pengaruh, mengganggu arus 2.3.925. Ada pengaruh, mengganggu arus
lalu-lintas lalu-lintas

174 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 27

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.920. Kerusakan 2.3.926. Seluruh badan jalan longsor 2.3.926. Seluruh badan jalan longsor
jalan akibat keruntuhan (pengaruhnya luas) (pengaruhnya luas)

2.3.927. Pengaruhnya sangat luas, perlu 2.3.927. Pengaruhnya sangat luas, perlu
relokasi jalan relokasi jalan

2.3.928. Bencana alam, kerusakan berat 2.3.928. Bencana alam, kerusakan berat dan
dan sangat luas yang menimbulkan sangat luas yang menimbulkan kerugian
kerugian materi cukup besar, bahkan materi cukup besar, bahkan kadang-kadang
kadang-kadang menelan korban jiwa. menelan korban jiwa.

2.3.930. Potensi 2.3.931. Tidak ada pengaruh yang cukup 2.3.931. Tidak ada pengaruh yang cukup
kerusakan jalan berarti berarti
mendatang bila terjadi
keruntuhan

2.3.932. Sedikit mengganggu kelancaran 2.3.932. Sedikit mengganggu kelancaran


drainase drainase

2.3.933. Menutup sebagian jalan (dapat 2.3.933. Menutup sebagian jalan (dapat
disingkirkan) disingkirkan)

2.3.934. Ada pengaruh, mengganggu arus 2.3.934. Ada pengaruh, mengganggu arus
lalu-lintas lalu-lintas

175 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 28

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.930. Potensi 2.2.935. Seluruh badan jalan longsor 2.2.935. Seluruh badan jalan longsor
kerusakan jalan (pengaruhnya luas) (pengaruhnya luas)
mendatang bila terjadi
keruntuhan

2.3.946. Pengaruhnya sangat luas, perlu 2.3.946. Pengaruhnya sangat luas, perlu
relokasi jalan relokasi jalan

2.3.937. Bencana alam, kerusakan berat 2.3.937. Bencana alam, kerusakan berat dan
dan sangat luas yang menimbulkan sangat luas yang menimbulkan kerugian
kerugian materi cukup besar, bahkan materi cukup besar, bahkan kadang-kadang
kadang-kadang menelan korban jiwa. menelan korban jiwa.

2.3.940. Sejarah 2.3.941. Ada 2.3.941. Ada


keruntuhan

2.3.942. Tidak ada 2.3.942. Tidak ada

2.3.951. Ada 2.3.951. Ada

2.3.952. Tidak ada 2.3.952. Tidak ada

176 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 29

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.960. Luas aliran 2.3.961. 2.3.961.


debris

≥ 0,50 km2 ≥ 0,50 km2

2.3.962. 2.3.962.

0,15 km2  A < 0,50 km2 0,15 km2  A < 0,50 km2

2.3.963. 2.3.963.

≥ 0,50 km2 ≥ 0,50 km2

2.3.970. Kemiringan 2.3.971. 2.3.971.


daerah rawan aliran
debris
≥ 40° ≥ 40°

2.3.972. 2.3.972.

30°   < 40° 30°   < 40°

2.3.973. 2.3.973.

< 30 ° < 30 °

177 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 30

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.980. Area lereng 2.3.981. 2.3.981.


keseluruhan dengan
kemiringan lebih dari
30° ≥ 0,20 km2 ≥ 0,20 km2

2.3.982. 2.3.982.

0,08 km2  A < 0,20 km2 0,08 km2  A < 0,20 km2

2.3.983. 2.3.983.

< 0,08 km2 < 0,08 km2

2.2.990. Luas rumput 2.3.991. 2.3.991.


dan semak

≥ 0,20 km2 ≥ 0,20 km2

2.3.992. 2.3.992.

0,02 km2  A < 0,2 km2 0,02 km2  A < 0,2 km2

2.3.993. 2.3.993.

< 0,02 km2 < 0,02 km2

178 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 31

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Alisan debris

2.3.1000. Rekam jejak 2.3.1001. Ada 2.3.1001. Ada


aliran

2.3.1002. Tidak ada 2.3.1001. Ada

2.3.1010. Keberadaan 2.3.1011. Ada 2.3.1011. Ada


retakan baru, rayapan
(creeping )

2.3.1012. Tidak ada 2.3.1012. Tidak ada

2.3.1030. Adanya 2.3.1031. Ada 2.3.1031. Ada


bagian yang diperbaiki

2.2.1032. Tidak ada 2.2.1032. Tidak ada

179 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 32

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Massa batuan

2.3.1040. Garis lekuk 2.3.1041. Jelas 2.3.1041. Jelas

2.3.1042. Sedang 2.3.1042. Sedang

2.3.1050. Pola retakan 2.3.1051. Retakan beraturan, interval > 1 2.3.1051. Retakan beraturan, interval > 1 m
m

2.3.1052. Retakan beraturan, interval ≤ 1 2.3.1052. Retakan beraturan, interval ≤ 1 m


m

2.3.1053. Retakan tidak beraturan 2.3.1053. Retakan tidak beraturan

2.3.1150. Lebar 2.3.1151. Besar, ≥ 20 mm 2.3.1151. Besar, ≥ 20 mm


retakan

2.3.1152. Kecil, 5 mm - 20 mm 2.3.1152. Kecil, 5 mm - 20 mm

2.3.1153. Tidak ada, < 5 mm 2.3.1153. Tidak ada, < 5 mm

180 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 33

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Instrumentasi

2.3.1060. 2.3.1061. Baik 2.3.1061. Baik


Instrumentasi

2.3.1062. Ada kerusakan, masih berfungsi 2.3.1062. Ada kerusakan, masih berfungsi

2.3.1063. Tidak berfungsi 2.3.1063. Tidak berfungsi

181 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 34

Dokumentasi

182 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 35

Sketsa

183 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran H
(Normatif)
Contoh formulir inspeksi khusus lereng jalan

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT


BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 1

1.100. Nomor provinsi 22 1.101. Nama provinsi Jawa Barat 1.102. Nomor ruas jalan 183 1.103. Nama ruas jalan Sukanagara-Cibeber

1.104. Arah jalan Sukanagara ke Cibeber

1.105. Nomor lereng 22 183 001 B Kanan


1.106. Bagian lereng

1.107. Kilometer KM 90 +100 ke

1.108. Koordinat GPS 1.109. Pelaksana inspeksi Yuli, Cahya, Feri


07°14'01.2"
108°11'38.0"

1.110. Tanggal 24 Februari 2017 1.111. Tanggal inspeksi sebelumnya


inspeksi awal

1.112. Tanggal 1.113. Cuaca saat inspeksi


inspeksi saat ini 4 1. Hujan sangat lebat
2. Hujan

3. Gerimis

4. Mendung

5. Cerah

184 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 2

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.3.310. Saluran di kaki 2.3.311. Air mengalir dan saluran bersih 2.3.311. Air mengalir dan saluran bersih dari
lereng/saluran samping dari material penghambat seperti material penghambat seperti vegetasi/rumput
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah liar, runtuhan, sampah dan material
dan material penghambat lainnya penghambat lainnya

2.3.312. Air mengalir namun ada vegetasi 2.3.312. Air mengalir namun ada vegetasi
seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.3.313. Tersumbat/air tidak mengalir 2.3.313. Tersumbat/air tidak mengalir


2.3.314. Gompal 2.3.314. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.2.315. Retak : 2.2.315. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

185 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 3

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.3.320. Saluran 2.3.321. Air mengalir dan saluran bersih 2.3.321. Air mengalir dan saluran bersih dari
gendong dari material penghambat seperti material penghambat seperti vegetasi/rumput
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah liar, runtuhan, sampah dan material
dan material penghambat lainnya penghambat lainnya

2.3.322. Air mengalir namun ada vegetasi 2.3.322. Air mengalir namun ada vegetasi
seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.3.323. Tersumbat/air tidak mengalir 2.3.323. Tersumbat/air tidak mengalir

2.3.324. Gompal 2.3.324. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.3.325. Retak : 2.3.325. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

186 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 4

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.3.330. Saluran 2.3.331. Air mengalir dan saluran bersih 2.3.331. Air mengalir dan saluran bersih dari
terjunan dari material penghambat seperti material penghambat seperti vegetasi/rumput
vegetasi/rumput liar, runtuhan, sampah liar, runtuhan, sampah dan material
dan material penghambat lainnya penghambat lainnya

2.3.332. Air mengalir namun ada vegetasi 2.3.332. Air mengalir namun ada vegetasi
seperti rumput liar dll seperti rumput liar dll

2.3.333. Tersumbat/air tidak mengalir 2.3.333. Tersumbat/air tidak mengalir

2.3.334. Gompal 2.3.334. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.3.335. Retak : 2.3.335. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

187 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 5

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Sistem drainase

2.3.340. Saluran bawah 2.3.341. Tidak ada pipa 2.3.341. Tidak ada pipa
permukaan

2.3.342. Tersumbat/air tidak mengalir 2.3.342. Tersumbat/air tidak mengalir

2.3.343. Ujung pipa tidak dipelihara 2.3.343. Ujung pipa tidak dipelihara

2.3.344. Pembengkokan (bending) atau 2.3.344. Pembengkokan (bending) atau


kerusakan pipa kerusakan pipa

188 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nasuti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesi a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 6

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Badan Jalan

2.3.400. Badan jalan 2.3.401. Baik 2.3.401. Baik

2.3.402. ambles 2.3.402. ambles


Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.3.403. Retak 2.3.403. Retak

Jenis Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

Luas : Luas :

189 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 7

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Badan Jalan

2.3.500. Bahu Jalan 2.3.501. Baik 2.3.501. Baik

2.3.502. ambles 2.3.502. ambles

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.3.503. Retak 2.3.503. Retak

Jenis Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

Luas : Luas :

190 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 8

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.610. Tanda 2.3.611. Tidak ada 2.2.611. Tidak ada


tidakstabilan lereng

2.3.612. ambles 2.2.612. ambles

Kedalaman Kedalaman

Luas : Luas :

2.3.613. Retak 2.2.613. Retak


Jenis : Jenis

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

191 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 9

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.620. Erosi 2.3.621. Baik 2.3.621. Baik

2.3.622. Erosi permukaan 2.3.622. Erosi permukaan

Luas : Luas :

2.3.623. Erosi alur 2.3.623. Erosi alur

Kedalaman : Kedalaman :

Luas : Luas :

2.3.624. Erosi parit 2.3.624. Erosi parit

Kedalaman : Kedalaman :

Luas : Luas :

192 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nasuti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesi a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 10

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

0 2.3.625. Erosi freting 2.2.625. Erosi freting

Luas : Luas :

Luas : Luas :

2.3.630 Deformasi 2.3.631. Terlihat 2.2.631. Terlihat


pada lereng 

2.3.632. Jejaknya 2.2.632. Jejaknya ditemukan


ditemukan

2.3.633. Tidak ada 2.2.633. Tidak ada

2.3.640. Deformasi 2.3.641. Terlihat 2.2.641. Terlihat


pada lereng yang
berdekata

2.3.642. Jejaknya 2.2.642. Jejaknya ditemukan


ditemukan

2.3.643. Tidak ada 2.2.643. Tidak ada

193 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 11

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.650. Pengelupasan 2.3.651. Terlihat 2.3.651. Terlihat


tipis batuan

2.3.652. Jejaknya ditemukan 2.3.652. Jejaknya ditemukan

2.3.653. Tidak ada 2.3.653. Tidak ada

2.3.652. Tidak ada 2.3.652. Tidak ada

2.3.660. Lempung 2.3.661. Ada 2.3.661. Ada


Mengembang
(swelling )

2.3.662. Tidak ada 2.3.662. Tidak ada

194 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 12

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.670. Rembesan air 2.3.671. Ada 2.3.671. Ada

2.3.672. Tidak 2.3.672. Tidak

2.3.673. Di bagian kaki lereng 2.3.673. Di bagian kaki lereng

2.3.674. Dibagian tengah lereng 2.3.674. Dibagian tengah lereng

2.3.675. Dibagian puncak lereng 2.3.675. Dibagian puncak lereng

195 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 13

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.680. Utilitas 2.3.681. Stabil 2.3.681. Stabil

2.3.682. Tidak stabil/miring 2.3.682. Tidak stabil/miring

2.3.690. Pohon 2.3.691. Tegak 2.3.691. Tegak


disekitar lereng

2.3.692. Miring 2.3.692. Miring

2.3.693. Bergeser 2.3.693. Bergeser

2.3.700. 2.3.701. Ada 2.3.701. Ada


Cekungan/kolam

2.3.702. Tidak ada 2.3.702. Tidak ada

196 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 14

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.710 Mata air 2.3.711. Ada 2.3.711. Ada


2.3.712. Tidak ada 2.3.712. Tidak ada

2.3.720. Basah pada 2.3.721. Ada 2.3.721. Ada


kaki lereng timbunan

2.3.722. Tidak ada 2.3.722. Tidak ada

2.3.730. Jejak aliran air 2.3.731. Ada 2.3.731. Ada


pada permukaan
lereng pada timbunan

2.3.732. Tidak ada 2.3.732. Tidak ada

197 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 15

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Bagian-bagian lereng

2.3.740. Kondisi tanah 2.3.741. Kaki lereng tidak stabil 2.3.741. Kaki lereng tidak stabil
dasar pada timbunan

2.3.742. Lapisan tanah buruk 2.3.742. Lapisan tanah buruk

2.3.743. Aluvium 2.3.743. Aluvium

2.3.744. Kaki lereng 2.3.744. Kaki lereng stabil


stabil

2.3.745. Tidak pasti 2.3.745. Tidak pasti

2.2.750. Rembesan 2.3.751. Ada 2.3.751. Ada


dari lereng timbunan

2.3.752. Tidak ada 2.3.752. Tidak ada

198 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 16

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.760. Garis kontur 2.3.761. Jelas 2.3.761. Jelas


yang terganggu, fitur
geografi, curam di
puncak lereng

2.3.762. Sebagian 2.3.762. Sebagian

2.3.762. Tidak Jelas 2.3.762. Tidak Jelas

2.3.770. 2.3.771. Ada 2.3.771. Ada


Penggelembungan
pada kaki lereng

2.3.772. Tidak ada 2.3.772. Tidak ada

2.3.780. Vegetasi 2.3.781. Tumbuh 2.3.781. Tumbuh

2.3.782. Sebagian mati 2.3.782. Sebagian mati

2.3.783. Keseluruhan vegetasi mati 2.3.783. Keseluruhan vegetasi mati

199 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 17

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Lereng

2.3.790. Dinding 2.3.791. Baik 2.3.791. Baik


Penahan Tanah

2.3.792. Tumbuh vegetasi /pohon 2.3.792. Tumbuh vegetasi /pohon

2.3.793. Gompal 2.3.793. Gompal

Dimensi: Dimensi:

2.3.794. Retak : 2.3.794. Retak :

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

200 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 18

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.3.795. Suling-suling baik 2.3.795. Suling-suling baik

2.3.796. Tidak ada air yang mengalir dari 2.3.796. Tidak ada air yang mengalir dari
suling-suling suling-suling

2.3.800. Beton 2.3.801. Baik 2.3.801. Baik


semprot

2.3.802. Tumbuh vegetasi /pohon 2.3.802. Tumbuh vegetasi /pohon

2.3.803. Gompal 2.3.803. Gompal

Dimensi: Dimensi:

201 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 19

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.3.800. Beton 2.3.804. Retak : 2.3.804. Retak :


semprot

Lebar celah : Lebar celah :

Panjang : Panjang :

2.3.805. Suling-suling baik 2.3.805. Suling-suling baik

2.3.806. Tidak ada air yang mengalir dari 2.3.806. Tidak ada air yang mengalir dari
suling-suling suling-suling

202 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 20

Bagian-bagian Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


lereng Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Rekayasa Lereng (lanjutan)

2.3.810. Bronjong 2.3.811. Baik 2.3.811. Baik

2.3.812. Tumbuh vegetasi /pohon 2.3.812. Tumbuh vegetasi /pohon

2.3.813. Kawat bronjong putus 2.3.813. Kawat bronjong putus

2.3.814. Batu 2.3.814. Batu bronjong hilang


bronjong hilang

2.3.820. Jaring tirai 2.3.821. Material jatuhan batuan yang 2.3.821. Material jatuhan batuan yang
terkumpul/menumpuk pada jaring terkumpul/menumpuk pada jaring

2.3.882. Komponen jaring tirai ada yang 2.3.882. Komponen jaring tirai ada yang rusak
rusak

2.3.830. Daerah 3.3.831. Jatuhan batuan mencapai badan 3.3.831. Jatuhan batuan mencapai badan
penangkap batuan jalan jalan

203 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 21

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.840. Waktu terjadi Feb-17


keruntuhan

2.3.850. Luas 2.3.851. Sangat kecil yaitu jika besarnya 2.3.851. Sangat kecil yaitu jika besarnya
keruntuhan keruntuhan < 10m2 keruntuhan < 10m2

2.3.852. Kecil yaitu jika besarnya 2.3.852. Kecil yaitu jika besarnya keruntuhan
 keruntuhan 10 – 50 m2 10 – 50 m2

2.3.853. Menengah yaitu jika besarnya 2.3.853. Menengah yaitu jika besarnya
keruntuhan 51 – 100 m2 keruntuhan 51 – 100 m2

2.3.854. Agak besar yaitu jika besarnya 2.3.854. Agak besar yaitu jika besarnya
keruntuhan 101 – 1000 m2 keruntuhan 101 – 1000 m2

2.3.855. Besar yaitu jika besarnya 2.3.855. Besar yaitu jika besarnya keruntuhan
keruntuhan 1001 – 10000 m2 1001 – 10000 m2

2.3.856. Sangat besar yaitu jika besarnya 2.3.856. Sangat besar yaitu jika besarnya
keruntuhan > 10000m2 keruntuhan > 10000m2

204 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nasuti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesi a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 22

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.860.Letak 2.3.861. Puncak lereng 2.3.861. Puncak lereng


keruntuhan

2.3.862. Permukaan lereng 2.3.862. Permukaan lereng

2.3.863. Kaki lereng 2.3.863. Kaki lereng


2.3.864. Seluruh bagian lereng 2.3.864. Seluruh bagian lereng

2.3.870. Jenis 2.3.871. Keruntuhan 2.3.871. Keruntuhan


keruntuhan 

2.3.872. Jatuhan batuan 2.3.872. Jatuhan batuan

205 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nasuti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesi a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 23

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.870. Jenis 2.3.873. Keruntuhan massa batuan 2.3.873. Keruntuhan massa batuan
keruntuhan

Keruntuhan planar Keruntuhan planar

Keruntuhan baji Keruntuhan baji

Jungkiran Jungkiran
2.3.874. Longsoran 2.3.874. Longsoran

2.3.875. Aliran debris 2.3.875. Aliran debris

206 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nas uti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indones i a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pus j atan@pus jatan.pu.g o.i d

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 24

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.876. Keruntuhan timbunan 2.3.876. Keruntuhan timbunan

2.3.880.Tinggi gawir
keruntuhan

2.3.890. Sudut gawir


keruntuhan

2.3.901. Masih aktif atau bergerak 2.3.901. Masih aktif atau bergerak

2.3.902. Baru berhenti bergerak atau 2.3.902. Baru berhenti bergerak atau
sekarang mantap sekarang mantap

2.3.903. Mantap, namun masih ada tanda- 2.3.903. Mantap, namun masih ada tanda-data
 data gerakan gerakan

2.3.904. Erosi sampingan atau gerak 2.3.904. Erosi sampingan atau gerak merayap
merayap

2.3.905. keruntuhan lama, sekarang 2.3.905. keruntuhan lama, sekarang mantap


mantap

207 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 25

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.910 Perkiraan 2.3.911. Pemotongan lereng yang terlalu 2.3.911. Pemotongan lereng yang terlalu
penyebab keruntuhan tegak tegak

2.3.912. Pemotongan bagian bawah 2.3.912. Pemotongan bagian bawah lereng


lereng

2.3.913. Erosi pada kaki lereng 2.3.913. Erosi pada kaki lereng

2.3.914. Adanya bidang lapisan tanah 2.3.914. Adanya bidang lapisan tanah lunak
lunak

2.3.915. Masalah hidrologi 2.3.915. Masalah hidrologi

2.3.916.Erosi air secara umum 2.3.916.Erosi air secara umum

2.3.917. Buruknya konstruksi penahan 2.3.917. Buruknya konstruksi penahan lereng


lereng

208 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 26

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.920. Kerusakan 2.3.921. Tidak ada pengaruh yang cukup 2.3.921. Tidak ada pengaruh yang cukup
jalan akibat keruntuhan berarti berarti

2.3.922. Sedikit mengganggu kelancaran 2.3.922. Sedikit mengganggu kelancaran


drainase drainase

2.3.923. Sedikit mengganggu kelancaran 2.3.923. Sedikit mengganggu kelancaran arus


arus lalu lintas lalu lintas

2.3.924. Menutup sebagian jalan (dapat 2.3.924. Menutup sebagian jalan (dapat
 disingkirkan) disingkirkan)

2.3.925. Ada pengaruh, mengganggu arus 2.3.925. Ada pengaruh, mengganggu arus
lalu-lintas lalu-lintas

209 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 27

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.920. Kerusakan 2.3.926. Seluruh badan jalan longsor 2.3.926. Seluruh badan jalan longsor
jalan akibat keruntuhan (pengaruhnya luas) (pengaruhnya luas)

2.3.927. Pengaruhnya sangat luas, perlu 2.3.927. Pengaruhnya sangat luas, perlu
relokasi jalan relokasi jalan

2.3.928. Bencana alam, kerusakan berat 2.3.928. Bencana alam, kerusakan berat dan
dan sangat luas yang menimbulkan sangat luas yang menimbulkan kerugian
kerugian materi cukup besar, bahkan materi cukup besar, bahkan kadang-kadang
kadang-kadang menelan korban jiwa. menelan korban jiwa.

2.3.930. Potensi 2.3.931. Tidak ada pengaruh yang cukup 2.3.931. Tidak ada pengaruh yang cukup
kerusakan jalan berarti berarti
mendatang bila terjadi
keruntuhan

2.3.932. Sedikit mengganggu kelancaran 2.3.932. Sedikit mengganggu kelancaran


drainase drainase

2.3.933. Menutup sebagian jalan (dapat 2.3.933. Menutup sebagian jalan (dapat
 disingkirkan) disingkirkan)

2.3.934. Ada pengaruh, mengganggu arus 2.3.934. Ada pengaruh, mengganggu arus
lalu-lintas lalu-lintas

210 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 28

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.930. Potensi 2.2.935. Seluruh badan jalan longsor 2.2.935. Seluruh badan jalan longsor
kerusakan jalan (pengaruhnya luas) (pengaruhnya luas)
mendatang bila terjadi
keruntuhan

2.3.946. Pengaruhnya sangat luas, perlu 2.3.946. Pengaruhnya sangat luas, perlu
relokasi jalan relokasi jalan

2.3.937. Bencana alam, kerusakan berat 2.3.937. Bencana alam, kerusakan berat dan
dan sangat luas yang menimbulkan sangat luas yang menimbulkan kerugian
kerugian materi cukup besar, bahkan materi cukup besar, bahkan kadang-kadang
kadang-kadang menelan korban jiwa. menelan korban jiwa.

2.3.940. Sejarah 2.3.941. Ada 2.3.941. Ada


keruntuhan

2.3.942. Tidak ada 2.3.942. Tidak ada


2.3.951. Ada 2.3.951. Ada

2.3.952. Tidak ada 2.3.952. Tidak ada

211 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 29

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.960. Luas aliran 2.3.961. 2.3.961.


debris

≥ 0,50 km2 ≥ 0,50 km2

2.3.962. 2.3.962.

0,15 km2  A < 0,50 km2 0,15 km2  A < 0,50 km2

2.3.963. 2.3.963.

≥ 0,50 km2 ≥ 0,50 km2

2.3.970. Kemiringan 2.3.971. 2.3.971.


daerah rawan aliran
debris
≥ 40° ≥ 40°

2.3.972. 2.3.972.

30°   < 40° 30°   < 40°

2.3.973. 2.3.973.

< 30 ° < 30 °

212 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 30

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Keruntuhan

2.3.980. Area lereng 2.3.981. 2.3.981.


keseluruhan dengan
kemiringan lebih dari
30° ≥ 0,20 km2 ≥ 0,20 km2

2.3.982. 2.3.982.

0,08 km2  A < 0,20 km2 0,08 km2  A < 0,20 km2

2.3.983. 2.3.983.

< 0,08 km2 < 0,08 km2

2.2.990. Luas rumput 2.3.991. 2.3.991.


dan semak 
≥ 0,20 km2 ≥ 0,20 km2

2.3.992. 2.3.992.

0,02 km2  A < 0,2 km2 0,02 km2  A < 0,2 km2

2.3.993. 2.3.993.

< 0,02 km2 < 0,02 km2

213 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 31

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Alisan debris

2.3.1000. Rekam jejak 2.3.1001. Ada 2.3.1001. Ada


aliran

2.3.1002. Tidak ada 2.3.1001. Ada

2.3.1010. Keberadaan 2.3.1011. Ada 2.3.1011. Ada


retakan baru, rayapan
(creeping )

2.3.1012. Tidak ada 2.3.1012. Tidak ada

2.3.1030. Adanya 2.3.1031. Ada 2.3.1031. Ada


bagian yang diperbaiki

2.2.1032. Tidak ada 2.2.1032. Tidak ada

214 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 33

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Instrumentasi

2.3.1060. 2.3.1061. Baik 2.3.1061. Baik


Instrumentasi

2.3.1062. Ada kerusakan, masih berfungsi 2.3.1062. Ada kerusakan, masih berfungsi

2.3.1063. Tidak berfungsi 2.3.1063. Tidak berfungsi

215 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 33

Inspeksi Awal/sebelumnya Inspeksi Saat Ini


Keruntuhan
Kondisi Dokumentasi Kondisi Dokumentasi
Instrumentasi

2.3.1060. 2.3.1061. Baik 2.3.1061. Baik


Instrumentasi

2.3.1062. Ada kerusakan, masih berfungsi 2.3.1062. Ada kerusakan, masih berfungsi

2.3.1063. Tidak berfungsi 2.3.1063. Tidak berfungsi

216 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 34

Dokumentasi

217 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 34

Sketsa

218 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 35

Sketsa

219 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran I
(Informatif)
Contoh hasil inspeksi khusus lereng jalan

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT


BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl .A.H Nasuti on No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesi a Tel p (022) 7802251 Fax (022) 7802726 emai l : pusjatan@pusjatan.pu.g o.i d

RANGKUMAN INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN

22
No provinsi Bagian lereng Atas

Nama provinsi Jawa Barat Status jalan Provinsi


Nomor ruas jalan 183 Lintang 07°02'25.0"
Sukanagara-Cibeber
Nama ruas jalan Bujur 107°54'34.8"
Sukanagara-Cibeber Lereng atas
Arah jalan Cuaca saat inventarisasi Mendung
No lereng 22183001B Jenis lereng Galian Lereng bawah
KM KM 90 +100

Panjang Diameter Lebar Inspeksi khusus Lereng Jalan


Panjang Sudut Lereng
Deskripsi Kondisi kemiringan Tinggi (m) Lebar (m) bangunan bangunan
(m) (deg) 0 10 20 30(m)
(m) rekayasa (m) rekayasa (m)
Instrumentasi Tidak ada

Sistem drainase di sekitar lereng


Saluran terbuka Tertutup longsor

Perkerasan Jalan Amblas, banyak paching 30 7

Bahu Jalan Baik 30 1

Lereng

Retak Membentuk crown 5 1 0.5

Utilitas Stabil

Mata air Mengalir

Panjang Diameter Lebar Inspeksi khusus Lereng Jalan


Panjang Sudut Lereng
Deskripsi Kondisi kemiringan Tinggi (m) Lebar (m) bangunan bangunan
(m) (deg) 0 10 20 30(m)
(m) rekayasa (m) rekayasa (m)
Lereng longsor
Waktu terjadi longsor 30 25 70

Luas longsoran 70 m2
Letak longsoran kaki lereng

Jenis longsor Gelincir rotasi

Kondisi longsoran Masih aktif


Perkiraan penyebab longsoran Pemotongan bagian bawah
lereng, masalah hidrologi

Material longsoran Tanah


Kerusakan jalan akibat longsoran Ada pengaruh, mengganggu
arus lalu-lintas
Kerusakan jalan akibat longsoran Seluruh badan jalan longsor
(pengaruhnya luas)

Potensi kerusakan jalan mendatang bila terjadi Ada pengaruh, mengganggu


longsor arus lalu-lintas

Nama petugas inspeksi Cahya, Yuli Tanggal inspeksi 4/28/2017 Supervisi Dinny Tanggal 29/4/2017

220 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 2


Inspeksi Awal

221 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 3

222 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DAN PERUMAHAN RAKYAT
BADAN PENELITIAN D AN P ENGEM BANG AN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jl.A.H Nasution No.264 P.O BOX 2 Bandung 40294 Indonesia Telp (022) 7802251 Fax (022) 7802726 email: pusjatan@pusjatan.pu.g o.id

RANGKUMAN INSPEKSI KHUSUS LERENG JALAN Lembar 4

223 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Lampiran J
(Normatif)
Legenda sketsa

224 dari 224

JDIH Kementerian PUPR


Bibliografi

Geotechnical Manual for Slopes, 2nd Edition, Geotechnical Engineering Office. 2001.

225 dari 225

JDIH Kementerian PUPR


Daftar nama dan lembaga

1. Pemrakarsa

Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Badan Penelitian dan
Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

2. Penyusun

Nama Lembaga
Dinny Kus Andiany, MT Pusat Litbang Jalan dan Jembatan
Cahya Gumilar, ST Pusat Litbang Jalan dan Jembatan
DR. IR. M. Eddie Soenaryo, M.Sc Pusat Litbang Jalan dan Jembatan
Elan Kadar, M.Sc Pusat Litbang Jalan dan Jembatan

JDIH Kementerian PUPR