Anda di halaman 1dari 12

MODUL 10

MATA KULIAH : AKUNTANSI BIAYA

DISUSUN OLEH :

LUSIA SRI ARINI, SPd, MM

PROGRAM PERKULIAHAN KELAS KARYAWAN

PRODI S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MERCUBUANA JAKARTA

2011

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 1 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
MATERI

A. Organization for labor cost accounting & control

B. Accounting personel – related costs

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 2 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
PENGENDALIAN TENAGA KERJA

Biaya tenaga kerja dalam perusahaan manufaktur dapat dibedakan menjadi :

1. Biaya tenaga kerja langsung (direct labor) : yaitu biaya tenaga yang
dapat ditelusuri kepada produk yang dihasilkan, merupakan biaya
utama untuk menghasilkan produk dan jasa tertentu, dan secara
langsung diidentifikasikan kepada produk.

2. Biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labor) : merupakan biaya


tenaga kerja selain biaya tenaga kerja langsung yang berhubungan
dengan proses produksi untuk menghasilkan produk dan jasa tertentu.

A. ORGANIZATION FOR LABOR COST ACCOUNTING & CONTROL

A.1 PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA

Pengendalian biaya tenaga kerja dimulai dari penempatan tenaga


kerja, perencanaan skedul produksi, penyusunan anggaran biaya
tenaga kerja, waktu penyelesaian pekerjaan dan perencanaan upah
insentif.

A.2 PRODUKTIVITAS TENAGA KEJA (LABOR PRODUCTIVITY)

Produktifitas Tenaga kerja bisa didefinisikan sebagai ukuran prestasi


produksi dengan menggunakan tenaga kerja manusia sebagai tolak
ukur. Produktifitas adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan
seorang pekerja atau dengan kata lain sebagai efisiensi yang
mengubah sumber daya manusia menjadi suatu produk dan jasa
tertentu.

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 3 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Produktifitas yang lebih tinggi dapat dicapai melalui proses yang lebih
baik, peralatan yang moderen atau faktor-faktor lain yang
meningkatkan pemanfaatan sumber daya secara maksimal.

A.3 PENGUKURAN PRODUKTIFITAS

Tujuan pengukuran produktifitas adalah untuk menampilkan suatu


indeks yang lebih akurat kepada manajemen yang digunakan untuk
membandingkan hasil nyata dengan standar prestasi yang ditetapkan.
Pengukuran yang paling umum digunakan adalah kuantitas keluar
perjam kerja, yang hanya memperhitungkan satu masukan yaitu
pekerja, perhitungan seperti ini mempunyai titik lemah karena
mengabaikan faktor-faktor lain seperti manajemen, peralatan yang
digunakan, produk dan jasa yang digunakan dalam proses produksi
dan modal yang digunakan.

A.4 TUNTUTAN MUTU

Produktifitas tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap mutu produk


dan biaya yang disebut sebagai ”Biaya tuntutan mutu (Quality of
Conformance Cost). Tuntutan mutu mengacu pada kadar sampai
dimana suatu produk memenuhi spesifikasinya yaitu kelayakannya
untuk digunakan.

Biaya ini dapat dikelompokkan ke dalam empat jenis :

1. Biaya Pencegahan (prevention cost)

Adalah biaya yang berhubungan dengan perancangan,


pengimplementasian, dan pemeliharaan sistem mutu. Dalam hal
ini mencakup biaya biaya pengendalian perekayasaan mutu,
perencanaan mutu untuk setiap departemen, program pelatihan

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 4 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
yang berkaitan dengan mutu, kerjasama dengan suplier
pengadaan bahan yang akan digunakan.

2. Biaya penilaian Mutu (appraisal cost)

Adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjamin agar bahan dan


produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang diinginkan.
Dalam biaya ini mencakup pemeriksaan bahan baku, produk
dalam proses, produk jadi, pengujian yang dilakukan di
laboratorium, pengjian lapangan.

3. Biaya kegagalan internal (internal failure cost)

Adalah biaya yang berhubungan dengan bahan dan produk yang


tidak memenuhi standar mutu yang mengakibatkan kerugian bagi
perusahaan sebelum produk sampai ke tangan
konsumen/pemesan. Biaya ini mencakup biaya pengerjaan
kembali produk cacat sebelum dikirim, biaya reparasi, biaya waktu
akibat pengerjaan kembali dari produk cacat dan biaya dari bahan
sisa.

4. Biaya kegagalan eksternal (external failure cost)

Adalah biaya yang terjadi akibat produk bermutu rendah dikirim


kepada pelanggan. Biaya ini meliputi biaya perbaikan produk yang
dikembalikan, biaya penangan keluhan pelanggan dan biaya untu
memperbaiki citra perusahaan.

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 5 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
B. ACCOUNTING PERSONEL – RELATED COST

B.1 Premi Lembur (overtime Premium)

Adalah upah yang diberikan kepada pekerja diluar upah regular


karena ada pekerjaan tambahan diluar pekerjaan rutin, adanya target
penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan perusahaan.

Premi lembur dibayarkan kepada karyawan yang bekerja melebihi jam


kerja maksimal dalam suatu periode tertentu sesuai dengan ketentuan
yang diatur dalam peraturan tenaga kerja misalnya 40 jam seminggu.

Premi lembur yang dibayarkan kepada seluruh pegawai pabrik


(termasuk tenaga kerja langsung maupun tidak langsung) akan
dibebankan sebagai bagian dari overhead pabrik dan tidak
dibebankan pada pesanan tertentu.

Rumus Premi Lembur :

Premi lembur = Jumlah jam kerja lembur x Tambahan imbalan


untuk kerja lembur

Contoh soal :

Seorang pekerja di Departemen Penyelesaian dibayar $10.00 per


jam. Dia dibayar satu setengah kali lipat untuk lembur. Waktu kerja
regular adalah 40 jam seminggu. Selama seminggu dia bekerja 48
jam. Berapa penghasilan dia selama seminggu ?

Jawab :

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 6 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Jam kerja Regular ( $ 10.00 x 40 jam ) = $ 400.00

Lembur ( $ 10.00 x 8 jam ) = $ 120.00

Premi lembur ( $ 4.00 x 8 jam ) = $ 32.00 +

Total penghasilan selama seminggu = $ 552.00

B.2 Upah Cuti ( Vacation Pay )

Adalah upah yang dibayarkan kepada pekerja yang mengambil cuti


sesuai dengan ketentuan perusahaan. Biaya ini tidak dibebankan ke
akun barang dalam proses karena dalam periode waktu cuti para
karyawan tersebut tidak merupakan karyawan produktif. Dengan
demikian honorarium cuti bukanlah termasuk biaya tenaga kerja
langsung (direct labor cost) dan akan dibebankan ke biaya overhead
pabrik.

Contoh soal :

Miranda telah bekerja pada pabrik selama lima tahun, oleh karena itu
Miranda mempunyai hak cuti selama dua minggu. Gaji
tetap/standar/regular Miranda Rp 1.500.000 perminggu. Berapakah
upah cuti yang akan diterima oleh Miranda ?

Jawab :

Perhitugan upah Reguler dan upah cuti saat Mira mengambil cuti:

Upah reguler mingguan = Rp. 1.500.000,-


Upah cuti (2 x Rp.1.500.000,-) = Rp. 3.000.000,-
Jumlah mingguan pembebanan upah cuti 52 minggu – 2 minggu = 50
minggu
Upah cuti yang dibebankan setiap minggu:

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 7 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
Rp. 3.000.000
50 minggu
= Rp. 60.000

B.3 Dana Pensiun

Program dana pensiun merupakan program yang dibuat sebagian


perusahaan untuk menyediakan jaminan hari tua bagi seluruh
karyawan.

Biaya pensiun dapat dikelompokkan sebagai overhead pabrik, beban


pemasaran, atau beban umum dan administrasi tergantung dari
klaisfikasi dari pekerja atau karyawan tersebut.

Tujuan dana Pensiun

1. Aspek ekonomis

Mempertahankan karyawan yang memimliki potensi, cerdas,


trampil dan produktif yang diharapkan dapat mengembangkan
perusahaan

2. Aspek sosial

Kehidupan karyawan dan keluarganya cukup terjamin apabila


karyawan pensiun atau meninggal dunia

Sistem Pembayaran Pensiun

• Pembayaran secara sekaligus (lump-sum)


• Pembayaran secara berkala

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 8 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
• Faktor dalam perhitungan pensiun :
– Gaji pokok terakhir
– Masa kerja
– Faktor penghargaan

Untuk mengetahui berapa besar dana yang harus disediakan program


dana pensiun ,perlu diperhatikan:

1. Berapa Jumlah Karyawan yang pensiun setiap tahunnya

2. Jumlah Nominal yang harus dibayar ke setiap karyawan


berdasarkan perhitungan aktuaris.

3. Berapa lama masanya dana pensiun akan dibayar

4. Jumlah pendapatan yang akan ditanam dari Penyisihan dana


pensiun

5. Santunan yang dibayar Kepada karyawan sebelum mencapai


usia pensiun

6. Biaya dana pensiun.

Contoh :

David bekerja di PT. Citra Gardeni, memperoleh gaji pokok Rp Rp


2.700.000/bulan, tunjangan masa kerja Rp 240.000/bulan, dia bekerja
dari tgl. 06 September 1988 s/d 06 September 2010 , Jika dia

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 9 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
pengajukan pension di tgl. 06 September 2010, berapakah dana
pensiun yang dia terima ?

Jawab :

Gaji pokok = Rp 2.700.000

Tj. Masa krj = Rp 240.000

Total = Rp 2.940.000

Masa kerja = 06 September 1988 – 06 September 2010 = 22 th

Hak-hak yang harus diterima :

- Uang pesangon = 2 x 9 bln upah ( gaji pokok + tunj.


Kerja )

= 2 x 9 x Rp 2.940.000

= Rp 52.920.000

- Uang penghargan = 1 x 8 bln upah ( gaji pokok + tunj.


Kerja )

= 1 x 8 x Rp 2.940.000

= Rp 23 520.000

- Uang pengganti hak-hak = 15% x (uang pesangon + uang


penghargaan)

= 15% x Rp 76.440.000

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 10 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
= Rp 11.466.000

Jadi total dana pension yang diterima = Rp 52.920.000

Rp 23.520.000

Rp 11.466.000+

Rp 87.906.000

Kesimpulan

Disamping gaji dan upah normal atau pokok yang dihitung berdasarkan
jumlah jam kerja normal atau jumlah unit yang dihasilkan, masih terdapat
elemen-elemen lainnya yang merupakan biaya tenaga kerja seperti : upah
lembur dan premi lembur dan biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan
biaya tenaga kerja.

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 11 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana
DAFTAR PUSTAKA

Bastian,busatamI dan Nurlela . AKUNTANSI BIAYA , Mitra wacana media ,

Jakarta 2009

Akuntansi Biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 12 Lusia Sri Arini, S.Pd. MM. Universitas Mercu Buana