Anda di halaman 1dari 7

TUGAS AKHIR M2 BAHASA INDONESIA

ROSLINDAWATI,S.Pd,SD
NO PESERTA : 19060402710035
KELAS “ F “

Setelah Anda mempelajari semua materi Modul 2 dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan
Kegiatan Belajar 4 untuk menambah pemahaman Anda tentang materi,tersebut
kerjakanlah tugas di bawah ini.

1. Kembangkanlah ide pokok tentang "peranan penting pembelajaran Bahasa Indonesia


di SD" menjadi sebuat teks tulisan minimal terdiri atas dua pargaraf, lalu analisis
contoh fonem, morfem, imbuhan, kata depan, kata majemuk, frase, dan kalimat dari
teks tersebut!
2. Analisislah contoh Kompetensi Dasar dalam Kurikulum 2013 yang muatan materinya
berkaitan dengan membaca, menulis, berbicara, menyimak, dan sastra anak.
3. Pilihlah salah satu KD yang berkaitan dengan membaca, menulis, menyimak,
berbicara, dan sastra anak kemudian rumuskan contoh langkah-langkah pembelajaran
dengan menerapkan pendekatan whole language di sekolah dasar
JAWABAN

1. ‘Peranan penting pembelajaran Bahasa Indonesia di SD’’


Idepokok tentang" peranan penting pembelajaran Bahasa Indonesia di SD" Dapat
dikembangkan bahwa Pembelajaran bahasa Indonesia mengacu pada kurikulum yang telah
ditetapkan oleh peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 tahun 2015.
Mendikbud mencabut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2009
tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) menjadi
Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Ada beberapa perbedaan mendasar dari Ejaan yang
Disempurnakan (EYD) dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).
Kemampuan berbahasa anak berkembang bersama pertambahan usianya. Ketika baru
lahir, seorang bayi hanya dapat meronta dan menangis jika basah, lapar, atau sakit. Usia
tiga minggu ia dapat tersenyum dan mulai bereaksi terhadap rangsangan. Usia dua sampai
tiga bulan, ia mulai mengeluarkan bunyi-bunyi vokal. Usia enam bulan ia mulai pandai
mengucapkan suku kata dan tidak lama kemudian meraban. Menjelang usia satu tahun, ia
sudah memahami beberapa nama benda dan dapat mengucapkan kata-kata seperti papa,
mama, dan baba.
Setelah berumur satu tahun, ia pandai membuat satu kata, dilanjutkan dengan membuat
kalimat dua kata seperti basa-basi. Perbendaharaan kata pada usia menjelang dua tahun
bertambah dengan pesat, demikian pula kemampuannya dalam membuat kalimat yang lebih
panjang. Ia sering kali mencoba menggunakan kata-kata baru, meniru orang dewasa. Pada
usia prasekolah ia boleh dikatakan telah menguasai bahasa ibunya seperti orang dewasa
disekitarnya. Waktu antara masa bayi dan masa prasekolah merupakan waktu yang paling
penting dalam perkembangan seseorang. Itulah masa yang paling baik untuk belajar bahasa
yang disebut usia keemasan untuk belajar berbahasa.

Contoh Analisis pada kalimat di atas adalah


a. Fonem, contoh fonem /t/ pada awal kata dibaca terpisah contohnya pada kata tahun,
dan fonem /t/ pada akhir kata pesat dibaca tidak terpisah
b. Morfem contoh morfem pada kalimat diatas adalah basa-basi
c. Imbuhan, contoh imbuhan pada kalimat diatas adalah keemasan
d. Kata depan, contoh kata depan pada kalimat diatas adalah pada usia
e. Kata majemuk, contoh kata majemuk pada kalimat diatas adalah suku kata
f. frase. Contoh kata depan pada kalimat diatas adalah usia keemasan
2. Analisislah contoh Kompetensi Dasar dalam Kurikulum 2013 yang muatan
materinya berkaitan dengan membaca, menulis, berbicara, menyimak, dan
sastra anak.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai
berikut.
1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara
lisan maupun tulis.
2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan
bahasa Negara
3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk
berbagai tujuan
4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta
kematangan emosional dan social
5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus
budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan
intelektual manusia Indonesia.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan
berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Mendengarkan
2. Berbicara
3. Membaca
4. Menulis.
Pada akhir pendidikan di SD/MI, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya sembilan
buku sastra dan nonsastra.

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


Kelas I, Semester 1

MENDENGARKAN
Standar Kompetensi
1. Memahami bunyi bahasa, perintah, dan dongeng yang dilisankan
Kompetensi Dasar
1.1 Membedakan berbagai bunyi bahasa
1.2 Melaksanakan sesuatu sesuai dengan perintah atau petunjuk sederhana
1.3 Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita

BERBICARA
Standar Kompetensi
2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi, secara lisan dengan perkenalan dan
tegur sapa, pengenalan benda dan fungsi anggota tubuh, dan deklamasi.
Kompetensi Dasar
2.1 Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun
2.2 Menyapa orang lain dengan menggunakan kalimat sapaan yang tepat dan bahasa yang
santun
2.3 Mendeskipsikan benda-benda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat
sederhana
2.4 Mendeklamasikan puisi anak dengan lafal dan intonasi yang sesuai

MEMBACA
Standar Kompetensi
3. Memahami teks pendek dengan membaca nyaring
Kompetensi Dasar
3.1 Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
3.2 Membaca nyaring kalimat sederhana dengan lafal dan intonasi yang tepat

MENULIS
Standar Kompetensi
4. Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, dan
menyalin.
Kompetensi Dasar
4.1 Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf
4.2 Menebalkan berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf
4.3 Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku atau papan tulis dengan benar
4.4 Melengkapi kalimat yang belum selesai berdasarkan gambar
4.5 Menyalin puisi anak sederhana dengan huruf lepas
Kelas I, Semester 2
MENDENGARKAN
Standar Kompetensi
5. Memahami wacana lisan tentang deskripsi benda-benda di sekitar dan dongeng
Kompetnsi Dasar
Kompetensi Dasar
5.1 Mengulang deskripsi tentang benda-benda di sekitar
5.2 Menyebutkan isi dongeng

BERBICARA
Standar Kompetensi
6. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan gambar,
percakapan sederhana, dan dongeng
Kompetensi Dasar
6.1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang
mudah dimengerti
6.2 Melakukan percakapan sederhana dengan menggunakan kalimat dan kosakata yang
sudah dikuasai
6.3 Menyampaikan rasa suka atau tidak suka tentang suatu hal atau kegiatan dengan
alasan sederhana
6.4 Memerankan tokoh dongeng atau cerita rakyat yang disukai dengan ekspresi yang
sesuai

Berbicara
Standar Kompetensi
6. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan gambar,
percakapan sederhana, dan dongeng
Kompetensi Dasar
6.1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang
mudah dimengerti
6.2 Melakukan percakapan sederhana dengan menggunakan kalimat dan kosakata yang
sudah dikuasai
6.3 Menyampaikan rasa suka atau tidak suka tentang suatu hal atau kegiatan dengan
alasan sederhana
6.4 Memerankan tokoh dongeng atau cerita rakyat yang disukai dengan ekspresi yang
sesuai
Membaca
Standar Kompetensi
7. Memahami teks pendek dengan membaca lancar dan membaca puisi anak
Kompetensi Dasar
7.1 Membaca lancar beberapa kalimat sederhana yang terdiri atas 3-5 kata dengan intonasi
yang tepat
7.2 Membaca puisi anak yang terdiri atas 2-4 baris dengan lafal dan intonasi yang tepat

Menulis
Standar Kompetensi
8. Menulis permulaan dengan huruf tegak bersambung melalui kegiatan dikte dan menyalin
Kompetensi Dasar
8.1 Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru dengan huruf tegak bersambung
8.2 Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung

3. Pilihlah salah satu KD yang berkaitan dengan membaca, menulis, menyimak,


berbicara, dan sastra anak kemudian rumuskan contoh langkah-langkah
pembelajaran dengan menerapkan pendekatan whole language di sekolah dasar

Kompetensi Dasar
6.1 Menjelaskan isi Vidio atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah
dimengerti

Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan whole language


a. Tahap Persiapan
Guru harus mengetahui konsep pembelajaran dan langkah-langkah pembelajarannya.
Guru juga harus mempersiapkan bahan dan materi pembelajarannya
b. Tahap pelaksanaan
Guru melaksanakan pembelajaran dengan memadukan keterampilan bahasa sesuai
dengan langkah-langkah pembelajaran yang telah dipersiapkannya
c. Tahap evaluasi
Guru melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hasil kerja siswa

Contoh pendekatan language


Ketika pembelajaran dengan mengamati sebuah video, yaitu:
a. Guru meminta siswa untuk menyimak video yang ditonton oleh siswa
b. Kemudian, guru meminta siswa untuk menuliskan kembali apa yang telah ditontonnya
c. Lalu, siswa diminta untuk membacakan apa yang telah ditulisnya tersebut
d. Setelah itu, guru melakukan koreksi terhadap hasil kerja siswa, mulai dari penggunaan
kata dan kalimat sederhana yang tepat, memperhatikan letak dan penggunaan huruf
capital, ejaan, dan tanda baca yang tepat.
e. Terakhir, siswa diminta untuk memperbaiki hal-hal yang masih keliru dari hasil kerjanya
tesebut
Dari kegiatan ini, siswa dapat juga mendapatkan pengetahuan dan melakukan penilaian
terhadap hasil kerjanya dengan hasil kerja teman-temannya.