Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

“MENGENALI TANDA BAHAYA KEHAMILAN”

Disusun Untuk Memenuhi Syarat Penugasan Departemen Maternitas

Di Puskemas Pakis Kabupaten Malang

Disusun Oleh:

Rachmat Fajar Noor 180070300011040

Hendrimina Melga Helince Suki 180070300011052

Maria Yasinta Erina 180070300011060

I Kade Adi Gunawan 180070300011075

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2019
HALAMAN PERSETUJUAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

“MENGENALI TANDA BAHAYA KEHAMILAN”

Disusun Untuk Memenuhi Syarat Penugasan

Departemen Maternitas

Oleh:

Rachmat Fajar Noor 180070300011040

Hendrimina Melga Helince Suki 180070300011052

Maria Yasinta Erina 180070300011060

I Kade Adi Gunawan 180070300011075

Telah diperiksa kelengkapannya pada:

Hari :

Tanggal :

Dan dinyatakan memenuhi kompetensi

Mengetahui,

Pembimbing Akademik, Perseptor Klinik,

Dr. Asti Melani Astari,S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat Susiari A.Md.Keb


SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MENGENALI TANDA BAHAYA KEHAMILAN

Topik : Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan


Sasaran : Ibu Hamil di Posyandu
Hari/Tanggal : Sabtu, 09 Februari 2019
Waktu : 09.00-09.30 WIB
Tempat : Posyandu (Puskesmas Pakis)

A. LATAR BELAKANG
Masa kehamilan merupakan periode yang sangat penting untuk menjaga agar ibu dan
janin yang akan dilahirkan dalam keadaan sehat. Pada kehamilan dapat tejadi berbagai
komplikasi dan penyulit yang dapat membahayakan keadaan ibu dan janin bahkan dapat
berdampak pada kematian baik ibu maupun janinnya.
Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia menempati urutan tertinggi di Asia tenggara.
Data hasil Profil kesehatan Indonesia tahun 2017 AKI di indonesia sebesar 305/100.000
kelahiran hidup. Jawa timur merupakan salah satu provinsi dengan angka kematian ibu
(AKI) yang tinggi kematian ibu dapat disebabkan oleh banyak hal termasuk adanya
penyulit/komplikasi pada masa kehamilan.Keterlambatan penanganan penyulit atau
komplikasi pada kehamilan ini dapat menyebabkan kemtian pada ibu dan janinnya.
Oleh karena kelompok merasa penting untuk memberikan penyuluhan kesehatan
tentang “Tanda dan bahaya dalam Kehamilan” agar para ibu hamil dapat mengetahui apa
saja yang menjadi tanda dan bahaya dalam kehamilan sehingga apabila terjadi pada
dirinya dapat segera diambil keputusan yang cepat untuk penanganannya.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, diharapkan sasaran mampu
memahami tentang tanda dan bahaya kehamilan

1. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu:

a. Menjelaskan tentang pengertian tanda bahaya kehamilan


b. Menjelaskan tentang macam-macam tanda bahaya dalam kehamilan
c. Menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan jika ditemukan tanda dan bahaya
dalam kehamilan.
d. Menjelaskan tentang pencegahan tanda dan bahaya dalam kehamilan

C. POKOK BAHASAN
Tanda Bahaya dalam Kehamilan

D. SUB POKOK BAHASAN


1. Pengertin tanda bahaya dalam kehamilan
2. Macam-macam tanda bahaya dalam kehamilan
3. Apa yang harus dilakukan jika terjadi tanda dan bahaya dalam kehaamilan
4. Pencegahan tanda bahaya kehamilan

E. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Diskusi dan tanya jawab

F. MEDIA
Leaflet dan Lembar Balik
G. PROSES PELAKSANAAN

No. Tahapan & Waktu Kegiatan Penyaji Kegiatan Sasaran

1. Pembukaan  Memberi salam  Menjawab salam


 Memperkenalkan  Mendengarkan dan
(5 menit) anggota kelompok dan memperhatikan
pembimbing
 Menjelaskan tujuan dan  Memperhatikan dan
materi yang akan mendengarkan
diberikan
 Melakukan kontrak  Menyepakati kontrak
waktu
2. Kegiatan  Menggali pengetahuan  Menanggapi dan
sasaran tentang tanda menjelaskan
(20 menit) bahaya dalam
kehamilan
 Memberikan  Memperhatikan dan
reinforcement positif mendengarkan
 Menjelaskan pengertian  Memperhatikan dan
tanda bahaya mendengarkan
kehamilan
 Menjelaskan macam-  Memperhatikan dan
macam tanda bahaya mendengarkan
dalam kehamilan  Memperhatikan dan
 Menjelaskan apa yang mendengarkan
harus dilakukan jika
terjadi tanda dan
bahaya dalam
kehamilan  Memperhatikan dan
 Menjelaskan cara mendengarkan
mencegah tanda dan
bahaya dalam
kehamilan.  Memberikan
 Memberi kesempatan pertanyaan/feed back
sasaran untuk bertanya
 Memberikan
reinforcement positif  Memperhatikan dan
 Meminta masukan dari mendengarkan
pembimbing akademik
dan atau pembimbing
klinik
3. Penutup  Evaluasi validasi  Menyimak
 Menyimpulkan  Memperhatikan dan
(5 menit) bersama-sama mendengarkan
 Mengucapkan terima  Memperhatikan dan
kasih mendengarkan
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
penutup
H. Pengorganisasian
1. Penyaji : Maria Yasinta Erina, S.Kep
2. Moderator : I Kadek Adi Gunawan, S.Kep
3. Fasilitator : Rachmat Fajar Noor Kusuma, S.Kep
4. Observer : Hendrimina Melga Helince Suki, S.Kep

I. Uraian Tugas
1. Moderator
- Bertanggung jawab dalam kelancaran diskusi pada penyuluhan
- Memperkenalkan anggota kelompok dan pembimbing
- Menyepakati bahasa yang akan digunakan selama penyuluhan dengan sasaran
- Menjelaskan tujuan dan materi yang akan diberika
- Menyepakati kontrak waktu
- Mengarahkan diskusi pada hal yang terkait pada tujuan diskusi
2. Penyaji
- Bertangung jawab memberikan penyuluhan
- Memahami topik penyuluhan
- Mengeksplore pengetahuan sasaran tentang tanda bahaya dalam kehamilan
- Menjelaskan tanda bahaya dalam kehamilan dengan bahasa yang mudah
dipahami oleh sasaran
- Memberikan reinforcement positif atas partisipasi aktif sasaran
c. Fasilitator
- Menjalankan absensi penyuluhan dan mengawasi proses penyuluhan
- Memperhatikan presentasi dari penyaji dan memberi kode pada moderator jika
ada ketidaksesuaian dengan dibantu oleh observer.
- Memotivasi peserta untuk aktif berperan dalam diskusi, baik dalam mengajukan
pertanyaan maupun menjawab pertanyaan.
- Membagikan leaflet di akhir acara.
5. Observer
- Mengoreksi kesesuaian penyuluhan dengan jadwal dan target
- Mengamati jalannya kegiatan penyuluhan
- Memberikan laporan evaluasi penyuluhan dengan merujuk ke SAP
6. Pembimbing
- Memberikan arahan dan masukan terhadap kelancaran penyuluhan.
- Mengevaluasi laporan dari observer.

J. Setting Tempat

Keterangan :
: Penyaji & Moderator
: Fasilitator
: Observer

K. Evaluasi

Evaluasi yang akan dilakukan adalah:

1. Evaluasi Struktur
1) Pengorganisasian dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan.
2) Kontrak dengan peserta pada H-1, diulangi kontrak pada hari H.
3) Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai satuan acara penyuluhan.
4) Ibu hamil dan pengunjung Poli KIA ± 5-10 orang ditempat penyuluhan sesuai
kontrak yang disepakati.
2. Evaluasi Proses
Partisipasi aktif dan peran serta sasaran dalam kegiatan penyuluhan

3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit peserta mampu :
a. 75% sasaran mampu menyebutkan pengertian tanda bahaya kehamilan
b. 75% sasaran mampu menjelaskan macam-macam tanda bahaya kehamilan
c. 75% sasaram mampu menjelaskan apa yang harus dilakukan jika terjaditanda
bahaya dalam kehamilan.
d. 75% sasaran mampu menjelaskan cara mencegah tanda bahaya dalam kehamilan.
Lampiran Materi
TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN

A. Pengertian
Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya
yang dapat terjadi selama kehamilan/periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan atau
tidak terdeteksi lebih dini bisa menyebabkan persalinan prematur (persalinan sebelum
waktunya), bayi cacat, hingga kematian ibu dan janin (Manuaba. 2010).

B. Macam-macam tanda-tanda bahaya kehamilan


1. Trimester 1
a) Mual dan Muntah Berlebihan
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar
dan sering didapatkan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi
hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala–gejala ini
kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung
selama kurang lebih 10 minggu.
Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60%
multigravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala–gejala ini menjadi lebih
berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon
estrogen dan HCG dalam serum. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan
dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual muntah yang berat dapat
berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan
keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah disebut hiperemisis gravidarum
yang dapat membahayakan ibu dan janin.

b) Perdarahan pervaginam
Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Perdarahan
yang terjadi pada awal kehamilan yaitu perdarahan yang sedikit atau spotting
sekitar waktu pertama haidnya. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi, dan
ini normal terjadi. Namun, Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam
yang berhubungan dengan kehamilan dapat berupa pertanda adanya : abortus,
kehamilan mola, kehamilan ektopik. Perdarahan yang tidak normal, yang terjadi
pada awal kehamilan adalah berwarna merah, perdarahan yang banyak, atau
perdarahan dengan nyeri.
c) Nyeri Perut bagian bawah
Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang kemungkinan
merupakan gejala utama pada kehamilan ektopik atau abortus, dapat juga
disebabkan oleh sebab lain.
Nyeri perut bagian bawah dapat ditemukan pada Apendisitis, Peritonitis,
Kista ovarium, Sistitis, Pielonefritis akut, Peritonitis.
d) Selaput Kelopak Mata Pucat
Selaput kelopak mata pucat merupakan salah satu tanda anemia. Anemia
dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan hemoglobin dibawah 11
gr% pada trimester I. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi
dan perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya saling berinteraksi. Anemia
pada trimester I bisa disebabkan karena mual muntah pada ibu hamil dan
perdarahan pada ibu hamil trimester I.

2. Trimester 2
a) Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan
ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukan
suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang hebat, menetap
dan tidak hilang dengan beristirahat. Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut,
ibu mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi kabur atau terbayang.
Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat
menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian.
b) Penglihatan Kabur
Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat disebabkan oleh sakit
kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan meningkatkan
resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menimbulkan
kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan. Perubahan
penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsia. Masalah
visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah
perubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang,
melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang.
Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda
yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia.
Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan
di korteks cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme pembuluh
darah).
c) Bengkak pada muka atau tangan
Bengkak adalah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh,
dan dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari
tangan dan muka. Bengkak pretibial yang ringan sering ditemukan pada
kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis
preeklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang
normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan
kaki. Bengkak yang mengkhawatirkan ialah bengkak yang muncul mendadak
dan cenderung meluas.
Bengkak biasa menjadi menunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-
tanda antara lain: jika muncul pada muka dan tangan, bengkak tidak hilang
setelah beristirahat, bengkak disertai dengan keluhan fisik lainnya, seperti: sakit
kepala yang hebat, pandangan mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda
anemia, gagal jantung atau pre-eklampsia (Uswhaaja, 2009).
d) Gerakan Janin Berkurang
Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 22 minggu atau
selama persalinan.

3. Trimester 3
a) Perdarahan pervaginam
Perdarahan pada kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum bayi
dilahirkan disebut sebagai perdarahan pada kehamilan lanjut atau perdarahan
antepartum.
Gejala dan tanda Faktor Penyulit lain Diagnosis
utama predisposisi
- Perdarahan tanpa Grande multipara - Syok Plasenta
nyeri, usia gestasi - perdarahan setelah previa
>22 minggu koitus
- Darah segar atau - Tidak ada
kehitaman dengan kontraksi uterus
bekuan - Bagian terendah
- Perdarahan dapat janin tidak masuk
terjadi setelah miksi PAP
atau defekasi, - Kondisi janin
aktivitas fisik, normal atau terjadi
kontraksi koitus gawat janin
- Perdarahan dengan - Hipertensi - Syok yang tidak Solusio
nyeri intermitten - Versi luar sesuai dengan plasenta
atau menetap - Trauma abdomen jumlah darah yang
- Warna darah - Poligidramnion keluar
kehitaman dan cair - Gemelli - Anemia berat
tetapi mungkin ada - Defisiensi gizi - Melemah atau
bekuan jika solusio hilangnya gerakan
relatif baru janin
- Jika ostium terbuka - Gawat janin atau
terjadi perdarahan hilangnya denyut
warna merah segar jantung janin
- Uterus tegang dan
nyeri
Selain kedua penyebab utama tersebut, perdarahan pada kehamilan lanjut dapat
pula disebabkan oleh hal lain misalnya ruptur uteri atau gangguan pembekuan darah.
Gejala dan tanda Faktor predisposisi Penyulit lain Diagnosis
utama
- Perdarahan intra - Riwayat SC - Syok atau takhikardia Rupture
abdominal dan - Partus lama atau - Adanya cairan bebas uteri
atau vaginal kasep intra abdominal
- Nyeri hebat - Disproporsi kepala - Hilangnya gerak dan
sebelum - Kelainan DJJ
perdarahan dan letak/presentasi - Bentuk uterus
syok yang - Persalinan abnormal atau
kemudian hilang traumatik kontumnya tidak jelas
setelah terjadi - Nyeri raba atau tekan
regangan hebat diding perut dan
pada perut bawah bagian janin mudah
dipalpasi
- Perdarahan - Solusio plasenta - Perdarahan gusi - Gangguan
berwarna merah - Janin mati dalam - Gambaran memar pembekuan

segar rahim bawah kulit darah

- Uji pembekuan - Eklampsia - Perdarahan dari


darah tidak - Emboli air ketuban tempat suntikan dan
menunjukkan jarum infuse
adanya bekuan
darah setelah 7
menit
- Rendahnya faktor
pembekuan darah,
fibrinogen,
trombosit,
fragmentasi sel
darah merah
b) Gerakan janin tidak terasa
Apabila ibu hamil tidak merasakan gerakan janin sesudah usia kehamilan 22
minggu atau selama persalinan, maka waspada terhadap kemungkinan gawat janin
atau bahkan kematian janin dalam uterus. Gerakan janin berkurang atau bahkan
hilang dapat terjadi pada solusio plasenta dan ruptur uteri. Janin harus bergerak
paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu
makan dan minum dengan baik.

c) Nyeri perut yang hebat


Nyeri perut kemungkinan tanda persalinan preterm, ruptur uteri, solusio
plasenta. Nyeri perut hebat dapat terjadi pada ruptur uteri disertai shock, perdarahan
intra abdomen dan atau pervaginam, kontur uterus yang abnormal, serta gawat janin
atau DJJ tidak ada.

d) Keluar air ketuban sebelum waktunya


Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah apabila terjadi sebelum persalinan
berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau
meningkatnya tekanan intra uteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga karena adanya
infeksi yang dapat berasal dari vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan
adanya cairan ketuban di vagina. Penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan
tes lakmus (nitrazin test) merah menjadi biru (Winknjosastro, 2012)

e) Deman Tinggi
Jika suhu ibu hamil > 38oC merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat
merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan. Demam dapat disebabkan oleh
infeksi dalam kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme patogen ke dalam tubuh
ibu hamil yang kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau gejala-gejala penyakit.
Pada infeksi berat dapat terjadi demam dan gangguan fungsi organ vital.

f) Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan
terjadinya gejala–gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati dan muntah. Bila semakin
berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang
dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia.
C. Yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Tanda Bahaya Kehamilan
1. Jangan panik
2. Mencari dan mempersiapkan transportasi
3. Segera bawa ibu ke puskesmas, Rumah sakit atau pelayanan kesehatan yang lain.

D. Cara Mencegah Tanda Bahaya Kehamilan


a. Pemeriksaan kehamilan (Antenatal care) secara rutin.
b. Mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan 1 porsi lebih banyak daripada
sebelum hamil.
Sebaiknya mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti telur,
susu, hati, ikan, daging, kacang-kacangan (tahu, oncom, kedelai, kacang hijau,
sayuran berwarna hijau tua (kangkung, bayam) dan buah-buahan (jeruk, buah naga,
jambu biji dan pisang). Selain itu tambahkan substansi yang memudahkan
penyerapan zat besi seperti vitamin C, air jeruk, daging ayam dan ikan. Sebaliknya
substansi penghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi harus dihindari.
c. Istirahat cukup. Tidur malam paling sedikit 6-7 jam dan usahakan siangnya
tidur/berbaring 1-2 jam.
d. Olahraga ringan secara teratur.
e. Menjaga kebersihan diri
- Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum makan, setelah
buang air besar dan buang air kecil.
- Menyikat gigi secara benar dan teratur minimal setelah sarapan dan sebelum tidur.
- Mandi 2 kali sehari
- Bersihkan payudara dan daerah kemaluan dan ganti pakaian dan pakaian dalam
setiap hari
f. Hindari stres, jangan melakukan pekerjaan berat atau beresiko dan jangan capek.
g. Pentingnya dukungan dari keluarga.
h. Bila timbul tanda bahaya kehamilan segera periksakan ke tenaga kesehatan atau
tempat pelayanan kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA

Kusmiyati. (2008). Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta: Fitramaya. 139-40.


Manuaba. 2010. Pengantar Kuliah Obsetri. Jakarta: Arcan
Rianti, S. P., & Resmisari. (2009). Buku saku obstetri dan ginekologi. Edisi 9. Jakarta:
EGC.
Winknjosastro, 2012. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawiroharjo
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
TINGGI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN
Jalan Veteran Malang – 65145
Telp. (0341) 551611 Pes. 213.214; 569117, 567192 – Fax (62)(0341) 564755
e-mail: sekr.fk@ub.ac.id http:fk.ub.ac.id
JAWA TIMUR - INDONESIA

Daftar Hadir Penyuluhan Departemen Maternitas


Hari/Tanggal : Sabtu, 09 Februari 2019
Jam :
Tempat :

No. Nama Alamat TTD


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Perseptor Klinik Pembimbing Akademik