Anda di halaman 1dari 2

Pada tanggal 13 November 2017, American Heart Association dan American College of

Cardiology mengeluarkan pedoman hipertensi terbaru. Guideline baru ini membahas tentang segala
pengelolaan hipertensi, baik yang baru maupun perbaikan dari tahun sebelumnya. Salah satu hal
yang patut kita ketahui dalam update guideline ini adalah perubahan definisi dan klasifikasi
hipertensi.
Definisi hipertensi dalam guideline terbaru adalah “tekanan darah dengan Systolic Blood Pressure
(SBP) ≥ 130mmHg atau tekanan darah dengan Diastolic Blood Pressure (DBP) ≥ 80mmHg”
Sebagai update, disebutkan ada 4 kategori tekanan darah, yaitu: (1) Normal; (2) Elevated;
(3)Hypertension: stage 1; (2) Hypertension: stage 2. Dalam guideline terbaru disebutkan
pulatreatment atau follow up dari setiap kategori tekanan darah, serta ketentuan dalam penggunaan
dan konsumsi obat penurun tekanan darah.
Selain klasifikasi tekanan darah, terdapat juga klasifikasi Hypertensive Crisis
Disebut sebagai hypertensive crisis apabila SBP > 180mmHg dan/atau DBP > 120mmHg. Ada 2
klasifikasi hypertensive crisis, yaitu: (1) Hypertensive urgency; (2) Hypertensive Emergency.
Penanganan sesuai kategori juga dijelaskan secara singkat di tabel, dan secara rinci
pada guideline lengkap.
1. Rekomendasi farmakologis
Pemberian obat disarankan untuk penderita hipertensi: stage 1 dan hipertensi: stage 2 dengan
riwayat cardio-vascular disease. Pemberian obat merupakan tindakan tambahan selain perlakuan
pola hidup sehat. Lebih rinci, dalam guideline juga disebutkan mengenai pemberian obat pada
kelompok/populasi masyarakat tertentu. Follow up kemudian dilakukan setiap bulan sesuai dengan
tabel.
2. Penekanan pada penyakit jantung dan pembuluh darah (cardio-vascular disease)
Pada pasien tanpa riwayat CVD, resiko rendah atherosclerosis (≤10%), dan tekanan
darah SBP≥ 140mmHg atau DBP ≥90 mmHg, pencegahan primer dapat dilakukan dengan
konsumsi obat penurun tekanan darah. Terkait obat secara rinci dijelaskan di guideline lengkap
terbaru.
3. Tidak ada kategori prehipertensi
4. Lebih banyak pasien hipertensi
Karena berubahnya parameter, maka bisa dipastikan lebih banyak pasien yang akan dikategorikan
dalam hipertensi dengan harapan adanya perubahan pola hidup sehat lebih dini
5. Kategori krisis hipertensi dan penanganannya
6. Fokus dalam pengukuran yang akurat
Secara umum disebutkan bahwa hindari merokok, konsumsi kafein, dan olahraga saat 30 menit
sebelum pemeriksaan, dan pasien tetap tenang selama pemeriksaan. Alat yang digunakan harus
berfungsi baik, dan memiliki ukuran cuff yang sesuai dengan lengan. Sebisa mungkin jangan
melakukan pengukuran tertutupi pakaian. Untuk pengukuran akuran lakukan 2-3 kali pada 2 lengan
berbeda.
Dalam trivia #94 ini kami menekankan pada perubahan parameter pada tabel yang diperlukan
dalam pengukuran tekanan darah sehari hari. Karena pada bagian definisi pada guideline
disebutkan bahwa “BP should be categorized as normal, elevated, or stage 1 or 2
hypertension to prevent and treat high BP” yang secara mudah dapat diartikan bahwa setiap
pengukuran harus dikategorikan dalam rangka mencegah dan/atau merawat kondisi tekananan
darah pasien.
Lampiran:
1. 2017 Hypertension Clinical Guidelines tersedia di https://goo.gl/oQeHRg
2. Hypertension Highlight 2017 tersedia di https://goo.gl/jZtyQB