Anda di halaman 1dari 12

STRATEGI PELAKSANAAN PADA PASIEN PERILAKU

KEKERASAN

OLEH

NI PUTU NITA AYU SANDRA

NIM. P07120216058

KELAS 3B DIV KEPERAWATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN KEPERAWATAN

2018
SP: Pasien Dengan Perilaku Kekerasan

TAHAP/FASE KALIMAT PERAWAT KALIMAT PASIEN


1.Orientasi
 Salam  Om swastyastu,selamat  Om swastyastu,selamat
terapeutik pagi ibu pagi
 Perkenalkan saya perawat  Nama saya S
sandra,nama ibu siapa bu?
 Nah ibu S,hari ini saya  Baiklah bu
yang bertugas untuk
merawat ibu

 Validasi  Bagaimana perasaan ibu  Hari ini saya merasa


hari ini? baik walaupun ada
sedikit perasaan kesal
dan jengkel
 Apa yang sedang ibu  Saya hanya berpikir
pikirkan? bagaimana saya
mengendalikan emosi
saya saat menghadapi
anak-anak saya karena
saya menyadari saya
kerap kali meluapkan
emosi saya dengan
kekerasan

 Kontrak  Baiklah bu,bagaimana jika  Baik bu


(topik,waktu, kita berbincang-bincang
dan tempat) mengenai masalah yang
ibu hadapi  Baiklah saya setuju
 Di ruangan ini cukup
nyaman,bagaimana jika
kita lakukan di ruangan ini
saja selama 10 menit?

 Tujuan  Nah ibu,tujuan dari


pertemuan ini yaitu untuk
membantu ibu mengontrol
emosi dan
mengekspresikan marah
yang sehat tanpa melukai
orang lain maupun diri ibu
sendiri agar tidak berakhir
pada perilaku kekerasan
yang sebelumnya ibu
lakukan kepada anak-anak
ibu..
2. Kerja  Baiklah bu,tadi ibu  Saya merasa kesal
mengatakan bahwa ibu karena anak-anak saya
merasa kesal dan tidak bisa diatur dan
jengkel,apa yang diarahhkan,setiap saya
menyebabkan ibu merasa melihat anak-anak
kesal dan jengkel? saya,saya ingat dengan
almarhum suami saya
Anak-anak saya
mengacak-acak isi
ruangan tanpa merapikan
kembali

 Lalu apakah karena  Bukan hanya itu yang


mendapati rumah dalam membuat saya kesal dan
keadaan berantakan,ibu marah,saat saya
marah dengan anak-anak mengarahkan mereka
ibu? untuk tidak membuat
onar,mereka tidak
mendengar,mereka
berlarian sambil
berteriak-teriak membuat
keributan. Mereka sangat
sulit untuk dikendalikan.
Mereka mengingatkan
saya dengan suami yang
sudah 6 bulan
meninggalkkan saya

 Apa yang ibu lakukan saat  Saat saya mulai marah


ibu sudah tidak bisa dan emosi,saya sulit
mengendalikan anak-anak untuk
ibu? mengendalikannya,lalu
saya membentak ana-
anak saya untuk
mengekspesikan
kemarahan saya,
mencubit dan memukul
anak-anak saya jika
mereka dalam jangkauan
saya,saya melempar acak
barang-barang yang
paling dekat dengan
saya. Pernah juga anak
saya terkena vas bunga
yang saya lempar dan
melukai tangan anak
saya,dan melukai kaki
saya karena tidak
sengaja saya menginjak
pecahannya

 Apakah ibu mengetahui  Iya saya mengetauinya


bahwa tindakan yang ibu
lakukan adalah perilaku
kekerasan?
 Bisakah ibu sebutkan  Setahu saya tanda-
tanda-tanda perilaku tandanya seperti
kekerasan? marah,kesal,jengkel,kein
ginan untuk memukul
seseorang,melempar
barang,membentak-
bentak,wajah merah

 Bagus sekali ibu sudah  Terimakasih bu


mengetahui tanda-tanda
perilaku kekerasan

 Sejauh ini apa yang ibu  Sesaat setelah saya


rasakan setelah ibu membentak dan
membentak,mencubit,mel melempar barang-barang
empar barang-barang dan yang ada di sekitar
memukul anak-anak ibu? saya,saya merasa rasa
marah saya
terlampiaskan dan mulai
mereda,tetapi setelah
beberapa menit saya
merasa bersalah karena
telah mencubit,atau
memukul anak-anak
saya.

 Menurut ibu,apakah akibat  Saya menyadari anak-


dari perilaku kekerasan anak saya menjadi takut
yang telah ibu lakukan dan menghindari saya.
selama ini? Mereka tidak mau bicara
dengan saya. Bahkan
saya merasa ada jarak
yang lebar antara saya
dan anak-anak saya.
Mereka menganggap
saya tidak seperti ibu
mereka,dan mereka
semakin tidak dapat
diarahkan karena tidak
mau mendengar kata-
kata saya.

 Mendiskusika  Benar sekali bu,anak ibu


n kemampuan menjadi takut jika melihat
dan aspek ibu,semakin sulit
positif yang diatur,dan dapat melukai
masih anak-anak serta diri ibu
dimiliki sendiri
pasien
 Apakah usaha yang sudah  Saya sudah berusaha
ibu lakukan untuk untuk menahan emosi
mengurangi kebiasaan agar tidak meluap-luap
berperilaku kekerasan dan mengeluarkan nada
yang ibu lakukan? suara yang membentak
dan berteriak. Tetapi
cara tersebut kurang
berefek untuk meredakan
amarah saya
 Membantu  Bagus sekali ibu sudah  Terimakasih bu
pasien dapat memiliki usaha untuk
menilai mengurangi kebiasaan ibu
kemampuan
yang dapat  Dengan berusaha menahan  Karena upaya yang
digunakan emosi yg sudah coba ibu sebelumnya kurang
lakukan,apakah ibu akan berdampak untuk
terus menggunakan upaya meredakan amarah,saya
tersebut saat ibu marah? akan mencoba cara lain
saja.

 Membantu  Baiklah bu,saya memiliki  Baiklah saya akan


pasien untuk tiga saran,yaitu ibu mencobanya
memilih atau melakukan tarik nafas
menetapkan dalam,memukul
kegiatan yang bantal,dan berdoa teratur
sesuai dengan untuk mengendalikan
kemampuan emosi ibu,bagaimana?

 Melatih  Nah,untuk tarik nafas


kegiatan yang dalam, langkah pertama
sudah dipilih yaitu rasakan udara masuk
pasien sesuai melalui hidung,Tarik nafas
kemampuann dan hitung sampai 5
ya dan sampai perut ibu terisi
menyusun udara Langkah kedua,
rencana tahan nafas dan hitung
kegiatan sampai hitungan ke
5,langkah ketiga,keluarkan
udara lewat mulut dengan
5 hitungan. Ulangi hingga
ibu merasa tenang

 Bagaimana apakah ibu  Saya sudah mengerti bu


sudah mengerti?
 Bisakah ibu mengulangi  Baiklah saya akan
langkah-langkahnya? mencoba, pertama Tarik
nafas dengan pernafasan
perut,Tarik nafas sampai
hitungan ke lima,lalu
tahan nafas sampai
hitungan ke
lima,hembuskan nafas
melalui mulut dengan 5
hitungan.

 Bagus sekali,ibu sudah  Terimakasih bu


bisa melakukannya
dengan benar..
 Cara tarik nafas dalam ini  Baik bu,tetapi
bisa ibu lakukan untuk bagaimana jika cara
mengatur emosi ibu,agar tersebut tidak berhasil?
tidak meluap-luap
 Nah bu,jika cara tarik  Baiklahh bu,apakah ada
nafas dalam tidak berhasil cara khusus yang harus
mengatur emosi dan saya lakukan?
amarah,ibu dapat
mengungkapkan marah
yang sehat tanpa melukai
orang lain maupun diri ibu
sendiri yaitu dengan
memukul-mukul bantal
untuk menyalurkan emosi

 Tidak ada langkah khusus  Baiklah bu,akan saya


bu,saat ibu merasa emosi coba
dan amarah ibu tidak
terkendali,jauhi sumber
kemarahan ibu,ambilah
sebuah bantal tan pukullah
bantal tersebut sekeras
yang ibu bisa
 Bagaimana bu,apakah ibu  Iya bu,saya paham
sudah paham?
 Saya sarankan juga ibu  Iya bu,saya setuju.
sembahyang yang teratur Setelah saya
ya bu,karena dengan sembahyang dan berdoa
berdoa dan sembahyang biasanya saya menjadi
bisa menenangkan hati lebih tenang
dan jiwa ibu,apakah ibu
setuju dengan apa yang
saya katakan?
 Nah ibu bisa melakukan  Baik bu
tiga hal tersebut jika ibu
merasa marah,kesal,atau
jengkel ya bu

3. Terminasi  Bagaimana perasaan ibu  Saya merasa sedikit lega


setelah kita berbincang- karena ada orang yang
bincang mengenai masalah mau mendengarkan
ibu? masalah saya. Saya juga
senang karena masalah
perilaku kekerasan yang
kerap saya lakukan dapat
berkurang.

 Lalu bagaimana perasaan  Saya merasa cara


ibu setelah melakukan tersebut cukup efektif
teknik tarik nafas untuk meredam emosi
dalam,teknik memukul saya agar tidak menjurus
bantal untuk meredakan pada perilaku kekerasan
amarah dan emosi ibu?

 Baik bu
 Ibu bisa melakukan cara-
cara tersebut setiap ibu
merasa marah,kesal,atau
jengkel ya bu

  Baik bu saya setuju


Kontrak  Baiklah ibu,hari ini waktu
untuk saya sudah habis,untuk
kegiatan pertemuan selanjutnya 3
selanjutnya hari lagi di jam dan tempat
yang sama ya bu
 Pada pertemuan
selanjutnya,kita akan
berlatih cara lain untuk
meredakan amarah dan
mengendalikan emosi ya
bu,apakah ibu setuju?
 Untuk saat ini belum ada
 Apakah masih ada yang
bu..
ingin ibu diskusikan
kepada saya?
 Baiklah bu,karena tidak  Baiklah bu,terimakasih
ada yang ingin ibu kembali
diskusikan,saya sudahi
sampai disini. Saya pamit
ya bu,terimakasih atas
kerjasamanya. Sampai
jumpa tiga hari lagi bu
Denpasar,02 November 2018

Nama Pembimbing / CT Nama Mahasiswa

I Gusti Ayu Harini,SKM.,M.Kes Ni Putu Nita Ayu Sandra

NIP.196412311985032011 NIM. P07120216058