Anda di halaman 1dari 3

I.

Pengertian dan hubungan konsumsi tabungan pendapatan


Konsumsi agregat merupakan penjumlahan dari pengeluaran seluruh rumah
tangga yang ada dalam perekonomian yang merupakan komponen terpenting dalam
pengeluaran agregat. Konsumsi adalah komponen tunggal terbesar dari GNP
mencangkup 66% dari sedangkan GDP 50-60% pengeluaran total melebihi
komposisi komponen lainnya dalam GDP. Komponen utama dari konsumsi adalah
perumahan, kendaraan bermotor, makanan dan pelayanan kesehatan. Konsumsi
masyarakat semakin mengembang terus menerus sehingga menyebabkan teori
konsumsi yang merupakan teori yang membahas bagaimana konsumen memuaskan
kebutuhannya dengan pembelian atau penggunaan barang dan jasa. Pelaku konsumen
akan memutuskan berupa berapa jumlah barang dan jasa yang akan dibeli dalam
berbagai situasi.
Berkaitan dengan konsumsi Marginal Propurity To Consume (MPC) yang
merupakan komponen utama dari multiplier sebab apablia terjadi perubahan pada
konsumsi maka tingkat keseimbangan pendapatan juga akan berubah. Konsumsi
memiliki peranan yang penting dalam jangka panjang yaitu dalam pertumbuhan
ekonomi sebab menentukan tingkat tabungan, selain itu konsumsi tidak kalah penting
dalam jangka pendek sebab berperan dalam permintaan agregat. Adapun menurut
pertumbuhan solow tingkat tabungan atau saveing rate adalah penentu utama dalam
kemakmuran perekonomian. Tingkat tabungan akan menunjukan persentase
pendapatan suatu generasi yang disimpan untuk masa depan. Adapun hubungan
konsumsi, tabungan, pendapatan:
II. Fungsi Konsumsi APC dan MPC
Fungsi konsumsi menunjukan hubungan hubungan antara tingkat pengeluaran
konsumsi dengan tingkat pendapatan disposibel perorangan. Titik impas (break
even point) terjadi bilamana tingkat pengeluaran tepat sama dengan pendapatan
disposibel. Persamaan untuk fungsi konsumen ialah:

Keterangan :
C = tingkat konsumsi
C = a + bY
Y= tingkat pendapatan
C = a + bYd
b = kecondongan konsumsi marjinal
Untuk b = 0 ≤ b ≤ 1
a = konsumsi autonomos (ketika y = 0)
Yd = Pendapatan disposibel
a. Kecendrungan Mengonsumsi Marjinal (MPC)
Perbandingan antara pertambahan konsumsi (ΔC) dengan pertambahan

pendapatan disposibel (ΔY).

Nilai MPC dapat dihitung dengan :


ΔC
MPC = ΔY dimana 0 ≤ MPC ≤ 1

Kurva konsumsi berbentuk garis lurus. Kurva konsumsi yang sudut


kemiringannya lebih kecil dari sudur 45 derajat menunjukkan MPC tidak
mungkin lebih besar dari satu. Nilai MPC akan semakin kecil pada saat
pendapatan disposibel meningkat sebab pertambahan konsumsi semakin
menurun bila pendapatandisposibel meningkat.

b. Kecendrungan Mengonsumsi Rata-rata (APC)


Perbanddiingan antara tingkat konsumsi (c) dengan tingkat pendapatan disposibel
ketika konsumsi dilakukan. Nilai APC dapat dihitung dengan :
𝐶
APC = 𝑌𝑑

Karena besarnya MPC < 1, maka APC < 1. Mula-mula APC lebih besar daripada
MPC tetapi semakin lama semakin menurun.

III. Fungsi tabungan, APS dan MPS


Fungsi tabungan adalah kurva yang menggambarkan sifat hubungan
antara tingkat tabungan rumah tangga dengan pendapatan nasional
(pendapatan disposibel) dalam perekonomian. Persamaan untuk fungsi
tabungan adalah :
Keterangan :
S = -a + (1-b)Y
S = Tabungan
S = - a + (1-b) Yd Y = Pendapatan
Yd = Pendapatan disposibel
a = Konsumsi otono( ketika y=0)
b = Kecendrungan konsumsi marginal

Fungsi tabungan memotong sumbu datar ketika S= 0

a. Kecenderungan Menabung Marjinal (MPS)

Perbandingan antara pertmbahan tabungan (ΔS) dengan pertambahan pendapatan

disposibel (ΔYd). Nilai MPS dapat dihitung:


ΔS
MPS = ΔYd

MPS meningkatkan kemiringan kurva tabungan


b. Kecendrungan Mendatang Rata-rata (APS)
Perbandingan antara tabungan (S) dengan pendapatan disposibel (Yd)
Nilai APS dapat dihitung :
𝑆
APS = 𝑌𝑑

Nilai APS semakin besar apabila pendapatan disposibel bertambah.