Anda di halaman 1dari 5

EAT MORE, HEALTH MORE*

========Edisi 15========

Lanjutan edisi 15......

Nah...Setelah terjawab apakah anda termasuk Emotional Eater selanjutnya anda lihat dalam
kondisi apa biasanya anda mengalami E²? Termasuk dalam tipe manakah perilaku makan
anda?

Untuk mengetahui hal tersebut, Silahkan anda jawab YA atau TIDAK pernyataan-pernyataan
dalam tabel yang terlampir diatas.

Pernyataan-pernyataan nomor

1-3 = Depresi

4-6 = Kecemasan/ Stres

7-9 = Didorong Kemarahan

10-12 = Kebosanan

13-15 = Kesepian

16-18 = Happy Eating

Maksudnya bagaimana sih? Jadi, jika jawaban YA adalah di nomor 1-3 maka penyebab E²
anda adalah karena depresi. Dan seterusnya.

Setelah anda mengenali perasaan E², maka edisi selanjutnya akan kita bahas bagaimana
mengatasi E² tersebut.

Yuk kita Sehat Bersama

Saling support!!

Saling membantu..

Salam Bugar Bahagia..


EAT MORE HEALTH MORE

Tahukah anda bahan makanan yang miskin zat gizi?

Itulah salah satu yang akan kita bahas pada edisi 12 ini. Masih di pembahasan prinsip diet
REST yang kedua yaitu Gizi Seimbang.

GULA DAN MINYAK adalah bahan makanan miskin zat gizi. Dinamakan demikian karena
hanya mengandung satu jenis zat gizi. Gula hanya mengandung karbohidrat dan minyak
hanya mengandung lemak.

Maka jika konsumsi gula dan minyak anda berlebih dari anjuran dan konsumsi bahan
makanan lain kurang dari anjuran, maka akan dipastikan aneka ragam kebutuhan zat gizi
anda menjadi tidak terpenuhi.

Selain itu, gula dan minyak adalah bahan makanan dengan densitas energi tinggi (lihat edisi
3). Maksudnya adalah bahan makanan tersebut mempunyai jumlah energi yang lebih besar
dibandingkan dengan beratnya.

Sebagai contoh, dalam 100 gram gula pasir mengandung energi sebesar 385 kalori. Berbeda
dengan pepaya yang mempunyai densitas energi rendah, dalam 100 gram pepaya hanya
mengandung energi sebesar 45 kalori.

Demikian pula dengan minyak, dalam 100 gram minyak mengandung energi sebesar 1000
kalori. Sedangkan kangkung (densitas energi rendah), dalam 100 gram hanya mengandung
energi sebesar 25 kalori.

Wow....�

Ini artinya, jika anda menambahkan gula atau minyak dalam makanan yang anda konsumsi,
maka besar makanan relatif sama namun jumlah energi bertambah signifikan.

Sebagai contoh seperti ini, perbandingan antara telur rebus dan telur dadar. Dalam 1 butir
telur rebus terdapat energi sebesar 75 kalori, namun jika 1 butir telur ini di dadar
menggunakan minyak maka energinya akan bertambah menjadi 125 sampai 175 kalori.
Padahal besar makanan tetap 1 butir telur itu.

Memang keberadaan gula dan minyak berpengaruh terhadap rasa dan tekstur makanan,
sehingga penggunaannya diperbolehkan namun dengan pengaturan seperti yang telah
disampaikan sebelumnya.

Bagaimana dengan GARAM? Anjuran pengurangan konsumsi garam tidak hanya bagi
penderita hipertensi/ darah tinggi, namun ternyata konsumsi garam orang sehat juga tidak
boleh berlebih. Anjuran konsumsi garam atau tepatnya natrium anda dalam sehari tidak lebih
dari 2300 mg.
Jika diterjemahkan dalam makanan sehari maka, hidangan yang diolah alami dengan
penambahan bumbu alam atau rempah-rempah dan garam dapur dalam jumlah cukup,
kandungan natriumnya masih sesuai anjuran.

Namun jika anda menggunakan makanan yang diawetkan atau makanan instan, kemudian
juga menambahkan bumbu penyedap, bumbu instan atau bumbu yang diawetkan maka
kandungan natrium dalam hidangan anda akan lebih dari anjuran. Ditambah lagi jika snack
yang anda makan dalam sehari adalah snack dengan natrium tinggi seperti snack crispy
kemasan, tentu jumlah natriumnya akan semakin tinggi.

Sebagai contoh, kandungan natrium dalam 1 porsi mie instan berkisar antara 600-1000 mg.
Jika anda membuat sendiri 1 porsi mie rebus atau mie goreng hanya dengan bumbu alami
dan garam dapur maka kandungan natriumnya hanya 200-400 mg.

Berarti....

Apakah tidak boleh konsumsi makanan instan? Silahkan dikonsumsi dengan pengaturan
tertentu.

1. Frekuensi penggunaan dijarangkan.

2. Untuk mie instan dapat mengurangi jumlah bumbu instan yang digunakan, misal hanya
setengahnya.

3. Setelah mengkonsumsi makanan tinggi natrium, sebaiknya imbangi dengan banyak minum
air putih dan konsumsi makanan tinggi kalium yaitu buah, sayur, susu rendah lemak atau
yoghurt.

Dan...

Jangan lupa untuk selalu melihat informasi nilai gizi dalam makanan kemasan yang anda
konsumsi. Selain melihat jumlah energi, protein, lemak atau karbohidrat juga lihatlah
kandungan gula (sukrosa) dan natrium (sodium).