Anda di halaman 1dari 40

BERITA ACARA SIDANG

NOMOR : 22/G/2018/PTUN.Kdi

(Pertama)

Sidang terbuka untuk Umum Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari yang
memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat
pertama dengan Acara Biasa yang dilangsungkan digedung yang ditentukan untuk
itu di Jalan Badak No. 7, Rahandouna, Kota Kendari, pada hari Selasa ,tanggal 12
Februari 2018, jam 09.00 Wita ,dalam sengketa antara : -------------------------------------

Saksi Manoppo, S.P, Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Mantan PNS Dinas


Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara, beralamat di j Jl. Dirgantara No. 58 B
Kendari;-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada : --------------------------------------------------------

1. ALWINTO AIDIN, SH., MH-------------------------------------------------------------------


2. BUSRAN QADRIANSYAH, SH., MH ------------------------------------------------------

Kesemuanya Kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Advokat/Penasehat Hukum


ALWINTO AIDIN, SH., MH dan Partners, beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 45,
Kendari, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 11
Februari 2018;---------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya disebut sebagai ------------------------------------------------------ PENGGUGAT

MELAWAN

GUBERNUR SULAWESI TENGGARA, berekedudukan di Komp. Bumi Praja


Andonuhu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.------------------------------------------

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada :---------------------------------------------------------

1. Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H----------------------------------------------------------------


2. Iksan Dinhas, S.H., M.H----------------------------------------------------------------------
3. Busran Tomaraja, S.H,-----------------------------------------------------------------------
4. Armin, S.H,---------------------------------------------------------------------------------------
5. Elisabeth Lambe, S.H.------------------------------------------------------------------------
Kesemuanya adalah PNS Pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi
Tenggara. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 180/1650/B.Huk & HAM
tanggal 11 Februari 2018, Selanjutnya disebut sebagai
...................................................................................................................TERGUGAT

Susunan Majelis Persidangan : ----------------------------------------------------------------------

1. ARI ARYA PURNAMA, SH., sebagai ....................... Hakim Ketua


2. AGUNG ADI GUNA, SH., sebagai .............................Hakim Anggota I
3. AORELYAH SRIMOVA, SH., sebagai ...................... Hakim Anggota II
4. EKAWATI,SH., sebagai ..............................................Panitera Pengganti

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua
Majelis, para pihak dipanggil masuk ke dalam Ruang Sidang dan dipersilahkan
menempati tempat yang telah ditetapkan dihadapan Majelis Hakim, yang untuk
selengkapnya;---------------------------------------------------------------------------------------------

Penggugat, hadir kuasa hukumnya Alwinto Aidin, SH., MH & Busran Qadriansyah,
SH., MH;----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tergugat, hadir kuasa hukumnya 1) Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H, 2) Iksan Dinhas,
S.H., M.H, 3) Busran Tomaraja, S.H, 4) Armin, S.H, 5) Elisabeth Lambe, S.H;----------

Selanjutnya, Hakim Ketua Majelis menjelaskan bahwa Acara Sidang hari ini
adalah Pembacaan Gugatan dan berdasarkan ketentuan pasal 74 Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Hakim Ketua Majelis
membacakan Surat Gugatan Penggugat Sebagai berikut;------------------------------------

Kendari, 12 Februari 2018

Kepada
Yth. Ketua Pengadilan
Tata Usaha Negara Kendari.
di-.
Jalan Badak No. 7, Rahandouna.
Kota Kendari

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini saya :


Nama : SAKSI MANOPPO, S.P.
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat tinggal : Jl. Dirgantara No. 58 B Kendari;
Pekerjaan : Mantan PNS Dinas Perkebunan Provinsi
Sulawesi
Tenggara;

Berdasarkan surat kuasa khusus Nomor : 001 / SKK / XI / 2018 tanggal 11 Februari
2018. memberikan kuasa kepada :
1. Nama : Alwinto Aidin, S.H., M.H
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Advokat, berkantor di Alwinto law, SH., MH &
Partners
2. Nama : Busran Qadriansyah, S.H., M.H
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Advokat, berkantor di Alwinto law, SH., MH &
Partners selanjutnya disebut sebagai
PENGGUGAT ;

Dengan ini Penggugat mengajukan gugatan terhadap Gubernur Sulawesi Tenggara,


berkedudukan di Komp. Bumi Praja Andonuhu Kota Kendari Sultra.
untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT ;

I. Objek Sengketa :
Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor: 888/15/2017/BKD, tanggal
15-10-2017, tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai
Negeri Sipil a.n. Saksi Manoppo, SP.;

II. Tenggang Waktu Gugatan :


Objek sengketa diketahui awal bulan Desember 2017 yang disampaikan via
telephon oleh Kasubag Kepegawaian Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi
Tenggara dan menerima Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara No.
888/15/2017/BKD, tanggal 03-11-2017, tentang Pemberhentian Tidak Dengan
Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil pada tanggal 15 Desember 2017 yang
diserahkan langsung oleh Kasubag Kepegawaian Dinas Perkebunan Provinsi
Sulawesi Tenggara di Kantor dinas perkebunan prov sultra, Selain surat
Keputusan Gubernur tersebut disertakan juga Surat Kepala Dinas
Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara No. 900/2004.A/Keuangan, tanggal
04 Desember 2017, Hal: Pengembalian Gaji.
Penggugat mengajukan permohonan gugatan dengan surat gugatan, tanggal
12 Februari 2018, dengan pertimbangan, Penggugat menerima objek
sengketa pada tanggal 15 Desember 2017, dengan demikian tenggang waktu
permohonan gugatan tidak melebihi 90 hari berdasarkan Pasal 55 Undang-
Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tetang Peradilan Tata Usaha Negara;

III. Kepentingan Penggugat Yang Dirugikan :


1. Kehilangan pekerjaan dan sulit pada umur-umur saat ini Penggugat untuk
mendapatkan lagi pekerjaan;
2. Tidak memperoleh penghasilan/gaji mengakibatkan kebutuhan hidup
keluarga sehari-hari dan biaya pendidikan anak tidak mencukupi;
3. Pengabdian Penggugat selama 31 tahun 6 bulan tidak diperhitungkan
untuk mendapatkan hak pensiun dan hukuman pemberhentian tidak
dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil menurut Penggugat terlalu
berat ditanggungkan atas kekhilafan dalam tugas kedinasan yang kami
tidak sadari (tidak sengaja).
Dengan demikian Penggugat mengajukan Gugatan Peradilan Tata Usaha
Negara berdasarkan Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang No. 5 Tahun 1986
Tentang Peradilan Tata Usaha Negara , karena merasa dirugikan atas
Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara No. 888/15/ 2017/BKD, tanggal 03-
11-2017, tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai
Negeri Sipil a.n. Saksi Manoppo, S.P. yang bertentangan dengan Pasal 87
ayat (2) UU No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara dan Pasal 248
ayat (2), Pasal 249 PP No. 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai
Negeri Sipil

IV. Posita/Alasan Gugatan :


1. Pengangkatan Penggugat sebagai CPNS berdasarkan Surat Keputusan
Sekretaris Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian No.
330/6291/2/1986, tanggal 15-2-1988, dengan masa kerja 3 tahun 00
bulan, pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil dan surat keputusan
kenaikan pangkat terakhir menjadi Penata Tk. I, Golongan Ruang III/d,
berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara No. PD.823.3-08,
tanggal 20-09-2012;
2. Tugas yang terakhir yang diberikan kepada Penggugat adalah Kepala
Seksi Pemasaran Hasil Perkebunan berdasarkan Keputusan Gubernur
Sulawesi Tenggara No. 821.24-02/III/2012, tanggal 8 Maret 2012. Masa
kerja keseluruhan 31 tahun 6 bulan sampai terbitnya Keputusan Gubernur
Sulawesi Selatan No. 888/15/2017/BKD, tanggal 03-11-2017, tentang
Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil,
merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan Surat Keputusan
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor:
800/SKEP/106/III/2015, tanggal 19 Maret 2015, tentang Penunjukkan dan
Pengangkatan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat
Penandatanganan Surat Perintah Membayar (PPSPM) dan Bendahara
Pengeluaran Lingkup Dinas Perkebunan Propinsi Sulawesi Tenggara
Tahun Anggaran 2015;
3. Masalah yang Penggugat alami berkaitan dengan Putusan Pengadilan
Negeri Kendari Nomor : 67/Pid.Sus.TPK/2015/PN.Kdi, tanggal 17 April
2018. Dengan melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang No. 31
Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;
4. Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil tidak
sesuai dengan Perundang-undangan antara lain :
a. Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara;
Pasal 87 ayat (2) diatur bahwa: “PNS dapat diberhentikan dengan
hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara berdasarkan
putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena
melakukan tindak pidana dengan hukuman pidana penjara paling
singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan tidak berencana.
Tergugat dengan semena-mena memberhentikan tidak dengan
hormat Penggugat (tanpa hak pensiun) tanpa memperhatikan Pasal
87 ayat (2) UU No. 5 Tahun 2014, di mana Penggugat dalam Putusan
Pengadilan Negeri Kendari yang telah berkekuatan hukum tetap,
dipidana hanya 1 (satu) tahun 1 (satu) bulan atas pidana yang
dilakukan tidak dengan sengaja
b. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 Tentang
Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) diatur:
 Pasal 284 ayat (2) bahwa: “PNS yang dipidana dengan pidana
penjara kurang dari 2 (dua) tahun berdasarkan putusan
pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena
melakukan tindak pidana tidak dengan berencana, tidak
diberhentikan sebagai PNS apabila tersedia lowongan jabatan”;
 Pasal 249 dijelaskan bahwa:
1) PNS yang tidak diberhentikan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 248, selama yang bersangkutan menjalani pidana
penjara maka tetap berstatus sebagai PNS dan tidak
menerima hak kepegawaiannya sampai diaktifkan kembali
sebagai PNS;
2) bahwa PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diaktifkan
kembali sebagai PNS apabila tersedia lowongan jabatan;
3) Dalam hal tidak tersedia lowongan jabatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (2), dalam jangka waktu paling lama 2
(dua) tahun, PNS yang bersangkutan diberhentikan dengan
hormat
4) PNS yang menjalani pidana penjara sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dan sudah berusia 58 (lima puluh delapan)
tahun, diberhentikan dengan hormat;-
c. Perbuatan melawan hukum dari Tergugat;
Bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum atas
posisi dan kedudukannya sebagai pihak yang paling merugikan atas
KTUN yang dikeluarkan Tergugat yakni pemecatan secara tidak
hormat tanpa disertai alasan yang jelas. Bahwa Tergugat telah
melanggar ketentuan perundang-undangan sebagaimana diatur:
Pasal 53 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata
Usaha Negara. KTUN yang digugat bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
“Badan atau Pejabat TUN telah menggunakan wewenangnya untuk
tujuan lain dari pada yang dimaksudkannya. Badan atau Pejabat TUN
pada waktu mengeluarkan KTUN setelah mempertimbangkan semua
kepentingan yang tersangkut tidak sampai pada suatu keputusan atau
tidak seharusnya sampai pada keputusan tersebut”;
d. Berdasarkan Pasal 10 Undang-Undang No. 30 tahun 2014 Tentang
Administrasi Pemerintahan dijelaskan bahwa untuk melaksanakan
pemerintahan yang baik harus memenuhi asas: kepastian hukum,
kemanfaatan, ketidakberpihakan, kecermatan, tidak
menyalahgunakan wewenang, keterbukaan, kepentingan umum dan
pelayanan baik;
Dalam melaksanakan tugas berdasarkan asas tersebut di atas tidak
ada niat Penggugat untuk menyalahgunakan wewenang dengan
memperkaya orang lain dan jika terdapat kerugian negara itu semata-
mata karena kekhilafan yang Penggugat tidak sengaja, dan hal ini
sesuai dengan Petikan Putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor:
96/Pid. Sus/2016/PN.MKS., pada angka 7 point 80, 81, dan 82 yang
bersangkutan telah mengembalikan kerugian negara tersebut;

V. Petitum/Tuntutan :
Berdsarkan penjelasan dan dasar peraturan di atas, mohon Pengadilan Tata
Usaha Negara untuk menerima Gugatan ini serta berkenan memutuskan
sebagai berikut:
1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Tata Usaha Negara yang
dikeluarkan oleh Tergugat berupa Keputusan Gubernur Sulawesi
Selatan No. 888/15/2017/BKD, tanggal 03-11-2017, tentang
Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil a.n.
Saksi Manoppo, SP.;
3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Keputusan Tata Usaha Negara
yang dikeluarkan oleh Tergugat berupa Keputusan Gubernur Sulawesi
Selatan No. 888/15/2017/BKD, tanggal 03-11-2017, tentang
Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil a.n.
Saksi Manoppo, SP.;
4. Mewajibkan Tergugat merehabilitasi/mengembalikan Penggugat sebagai
Pegawai Negeri Sipil sesuai perundang-undangan yang berlaku;
5. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara
ini;

Hormat Kami,
Penggugat,

SAKSI MANOPPO, S.P.

Selanjutnya setelah selesai membacakan gugatan, Hakim Ketua Majelis


menanyakan kepada kuasa Penggugat, apakah terhadap Surat Gugatan yang telah
dibacakan tersebut ada perubahan atau perbaikan ?-------------------------------------------

Atas pertanyaan Hakim Ketua Majelis, Kuasa Penggugat menyatakan tidak


ada perubahan dan bertetap pada gugatannya;--------------------------------------------------

Kemudian Hakim Ketua Majelis menanyakan Kepada Kuasa Hukum Tergugat


apakah telah siap dengan Jawabannya. Atas pertanyaan Hakim Ketua Majelis,
Kuasa Tergugat menyatakan sudah siap dengan jawabannya dan menyerahkannya
kepada Hakim ketua Majelis; -------------------------------------------------------------------------

Setelah memeriksa dan meneliti Jawaban Tergugat, hakim Ketua Majelis


membacakan Jawaban tergugat sebagai berikut;------------------------------------------------

Kendari, 19 Februari 2018

JAWABAN DALAM PERKARA


No. 22/G/2018/PTUN.Kdi.

Antara :

SAKSI MANOPPO, S.P. Selaku Penggugat.


Lawan
Gubernur Sulawesi Tenggara Selaku Tergugat.

Dengan hormat,
Untuk dan atas nama Tergugat dengan ini menyampaikan jawaban sebagai
berikut :
I. DALAM EKSEPSI :
1. Penggugat tidak mempunyai kepentingan Untuk Menggugat
2. Gugatan Penggugat diajukan telah Lewat Waktu/Daluwarsa.
3. dst………

II. DALAM POKOK PERKARA :


1. Bahwa sebelum menerbitkan objek gugatan, pada tanggal 13 Desember
2016, Tergugat telah menerbitkan Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara
Nomor: 887/02/2016/BKD tentang Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri
terhadap Saudara Saksi Manoppo, SP. Nip. 19640702 198801 1 001 PNS
pada Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara, karena Penggugat
sementara dalam penahanan Rumah Tahanan Negara di Lapas Kelas 2A
Kendari atas dugaan telah melakukan tindak pidana korupsi pada Proyek
Pengadaan Bibit Sambung Pucuk Kakao Dana APBN-P Tahun 2015 pada
Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara:
2. Bahwa Penggugat (sdr. Saksi Manoppo, M.P.) adalah Pegawai Negeri Sipil
pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah dijatuhi pidana
penjara berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada
Pengadilan Negeri Kendari, tanggal 18 April 2017, Nomor:
96/Pid.Sus/2016/PN.Mks. yang telah berkekuatan hukum tetap (in kracht van
gewijsde) karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah
melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi;

Maka berdasarkan segala alasan yang dikemukakan diatas, Tergugat mohon


kepada Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara ……………………. agar
berkenan memutuskan sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI
1. Menerima Eksepsi Tergugat ;
2. Menyatakan bahwa gugatan Penggugat ……….. ;

DALAM POKOK PERKARA


1. Menolak gugatan Penggugat seluruhnya atau setidak-tidaknya
menyatakan gugatan penggugat tidak diterima ;
2. Munghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ini.

Hormat Kami,
Kuasa Hukum Tergugat

Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H


Selanjutnya Hakim Ketua Majelis menanyakan kepada para Pihak apakah
masih ada hal-hal yang perlu disampaikan, para pihak menyatakan cukup, lalu
Hakim Ketua Majelis menyatakan bahwa Persidangan sudah cukup;----------------------
Bahwa oleh karena para pihak menyatakan tidak ada lagi hal-hal yang akan
disampaikan, maka Hakim Ketua Majelis menyatakan persidangan pada hari ini
cukup dan akan ditunda serta aakan dibuka kembali pada hari Senin, tanggal 26
Februari 2018 jam 08.00 Wita dengan acara Replik Penggugat;--------------------------

Selanjutnya Hakim Ketua Majelis menyampaikan kepada pihak Penggugat


dan Tergugat untuk datang menghadap pada hari, tanggal dan waktu Persidangan
yang telah ditentukan diatas dengan tidak perlu dipanggil lagi karena pemberitahuan
ini merupakan panggilan resmi Pengadilan. Selanjutnya, Persidangan dinyatakan
ditutup;-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikian Berita Acara Persidangan ini dibuat dan ditandatangani oleh Hakim
Ketua Majelis dan Panitera Pengganti;-------------------------------------------------------------

PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA MAJELIS

EKAWATI, SH. ARI ARYA PURNAMA, SH


BERITA ACARA SIDANG
NOMOR : 22/G/2018/PTUN.Kdi
(Lanjutan)
Sidang terbuka untuk Umum Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari yang
memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat
pertama dengan Acara Biasa yang dilangsungkan digedung yang ditentukan untuk
itu di Jalan Badak No. 7, Rahandouna, Kota Kendari, pada hari Selasa ,tanggal 19
Februari 2018, jam 09.00 Wita ,dalam sengketa antara : -------------------------------------

Saksi Manoppo, S.P, Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Mantan PNS Dinas


Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara, beralamat di j Jl. Dirgantara No. 58 B
Kendari;-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada : -------------------------------------------------------

1. ALWINTO AIDIN, SH., MH-------------------------------------------------------------------


2. BUSRAN QADRIANSYAH, SH., MH ------------------------------------------------------

Kesemuanya Kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Advokat/Penasehat Hukum


ALWINTO AIDIN, SH., MH dan Partners, beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 45,
Kendari, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 11
Februari 2018;---------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya disebut sebagai ------------------------------------------------------ PENGGUGAT

MELAWAN

GUBERNUR SULAWESI TENGGARA, berekedudukan di Komp. Bumi Praja


Andonuhu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada :---------------------------------------------------------

1. Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H----------------------------------------------------------------


2. Iksan Dinhas, S.H., M.H----------------------------------------------------------------------
3. Busran Tomaraja, S.H,-----------------------------------------------------------------------
4. Armin, S.H,---------------------------------------------------------------------------------------
5. Elisabeth Lambe, S.H.------------------------------------------------------------------------
Kesemuanya adalah PNS Pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi
Tenggara. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 180/1650/B.Huk & HAM
tanggal 11 Februari 2018, Selanjutnya disebut sebagai
...................................................................................................................TERGUGAT

Susunan Majelis Persidangan : ----------------------------------------------------------------------

1. ARI ARYA PURNAMA, SH., sebagai ....................... Hakim Ketua


2. AGUNG ADI GUNA, SH., sebagai .............................Hakim Anggota I
3. AORELYAH SRIMOVA, SH., sebagai ...................... Hakim Anggota II
4. EKAWATI,SH., sebagai ..............................................Panitera Pengganti

Setelah Sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Hakim
Ketua Sidang, Para Pihak dipanggil masuk kedalam ruang sidang dan dipersilahkan
menempati tempat yang telah ditetapkan dihadapan Majelis Hakim, yang untuk
selengkapnya; --------------------------------------------------------------------------------------------

Penggugat, hadir kuasa hukumnya Alwinto Aidin, SH., MH & Busran Qadriansyah,
SH., MH;----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tergugat, hadir kuasa hukumnya 1) Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H, 2) Iksan Dinhas,
S.H., M.H, 3) Busran Tomaraja, S.H, 4) Armin, S.H, 5) Elisabeth Lambe, S.H;----------

Selanjutnya Hakim Ketua Sidang menyampaikan bahwa Berita Acara Sidang


yang lalu, maka acara sidang kali ini adalah Replik Penggugat; ----------------------------
Atas pertanyaan Hakim Ketua Sidang Kuasa Penggugat menyatakan sudah
siap dengan Repliknya dan menyerahkan Ketua Hakim Sidang; ---------------------------
Setelah memeriksa dan meneliti Replkik Penggugat, Hakim Ketua Sidang
menyatakan Replik Penggugat sudah sebagaimana mestinya dan memasukannya
kedalam berkas perkara;

Kepada,
Yth. Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari
Pemeriksa Perkara Nomor 22/G/2018/PTUN.Kdi
Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari
di Kendari

Dengan hormat,
Untuk dan atas nama serta guna kepentingan hukum Saksi Mannopo, S.P.
selaku PENGGUGAT, berdasarkan surat kuasa tanggal 11 Februari 2018 kami yang
namanya disebut dibawah ini:
1. ALWINTO AIDIN, S. H., M. H.
2. BUSRAN QADRIANSYAH, S. H.
Kesemuanya adalah pejabat dan staff pada kantor advokat ALWINTO LAW, SH.,
MH & PARTNERS berkedudukan di Jl. Jendral Sudirman No. 45 Kendari dengan ini
hendak menyampaikan replik sehubungan dengan jawaban gugatan sebagaimana
yang telah disampaikan oleh TERGUGAT tertanggal 19 Februari 2018 sebagai
berikut:

JAWABAN TERGUGAT
Yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Bahwa sebelum menerbitkan objek gugatan, pada tanggal 13 Desember 2016,
Tergugat telah menerbitkan Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor:
887/02/2016/BKD tentang Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri terhadap
Saudara Saksi Manoppo, SP. Nip. 19640702 198801 1 001 PNS pada Dinas
Perkebunan Provinsi Sulawesi tenggara, karena Penggugat sementara dalam
penahanan Rumah Tahanan Negara di Lapas Kelas 1A kendari atas dugaan
telah melakukan tindak pidana korupsi pada Proyek Pengadaan Bibit Sambung
Pucuk Kakao Dana APBN-P Tahun 2015 pada Dinas Perkebunan Provinsi
Sulawesi tenggara:----------------------------------------------------------------------------------
2. Bahwa Penggugat (sdr. Saksi Manoppo, M.P.) adalah Pegawai Negeri Sipil pada
Pemerintah Provinsi Sulawesi tenggara yang telah dijatuhi pidana penjara
berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan
Negeri kendari, tanggal 18 April 2017, Nomor: 96/Pid.Sus/2016/PN.Kdi. yang
telah berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde) karena telah terbukti
secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999
Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;
Pasal 3:-------------------------------------------------------------------------------------------------
Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain
atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana
yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan
keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara
seumur hidup atau pidana penjara penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan
paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit
Rp.50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak
Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah);-----------------------------------------------------
3. Bahwa dalil-dalil Penggugat sebagaimana yang diuraikan dalam gugatannya poin
4 huruf a dan huruf b, adalah tidak benar dan tidak berdasar hukum oleh karena
penerbitan objek gugatan (Keputusan Gubernur Sulawesi Kendari, tanggal 3
November 2017, Nomor: 888/15/2017/BKD, yang menetapkan Pemberhentian
Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil kepada Saudara Saksi
Manoppo, M.P. Nip. 19640702 198801 1 001 Pegawai Negeri Sipil pada
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan) telah sesuai dengan peraturan
perundang-undangan, yaitu:-------------------------------------------------------------
a. Pasal 87 ayat (4) huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara:--------------------------------------------------------------------------
Pasal 87:-------------------------------------------------------------------------------------------
(1) ... ;-----------------------------------------------------------------------------------------------
(2) ... ;-----------------------------------------------------------------------------------------------
(3) ... ;-----------------------------------------------------------------------------------------------
(4) PNS diberhentikan tidak dengan hormat karena:---------------------------------
a. -----------------------------------------------------------------------------------------------
b. dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang
telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana
jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan
jabatan dan/atau tindak pidana umum;--------------------------------------------
c. ... ;-------------------------------------------------------------------------------------------
b. Pasal 250 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Manajemen Pegawai Negeri Sipil:----------------------------------------------------------
Pasal 250:-----------------------------------------------------------------------------------------
PNS diberhentikan tidak dengan hormat apabila:---------------------------------------
a. ... ;------------------------------------------------------------------------------------------------
b. dipidana dengan pidana penjara atau kurungan berdasarkan putusan
pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan
tindak pidana kejahatan Jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada
hubungannya dengan Jabatan dan/ atau pidana umum;--------------------------
4. Bahwa dalil-dalil Penggugat sebagaimana yang diuraikan dalam gugatannya poin
4 huruf c dan huruf d, adalah tidak benar dan tidak berdasar hukum karena
tindakan Tergugat dalam menerbitkan objek gugatan sama sekali bukanlah
perbuatan melawan hukum, tidak sedikit pun menyalahgunakan kewenangan
serta tidak ada satupun tindakan Tergugat yang bertentangan dengan Azas-azas
Umum Pemerintahan yang Baik;------------------------------------------------------------------
Tegasnya tindakan Tergugat menerbitkan objek gugatan semata-mata adalah
melaksanakan kewajiban hukum berdasarkan kewenangan yang ada pada
Tergugat sebagaimana yang telah diuraikan pada angka 3 di atas;---------------------

REPLIK TERHADAP JAWABAN TERGUGAT

1. Bahwa Penggugat dengan tegas menolak dalil-dalil Tergugat yang diajukan


dalam jawaban tertulis tertanggal 19 Februari 2018 Nomor 22/G/2018/PTUN.Kdi,
kecuali hal-hal yang diakui secara tegas oleh Penggugat
2. Bahwa tindakan Tergugat dalam menerbitkan Surat Keputusan Nomor Nomor:
888/15/2017/BKD tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil secara Tidak
Hormat, tanggal 03 November 2017 tidak memperhatikan asas-asas umum
pemerintahan yang baik yaitu asas kecermatan
3. Bahwa benar Surat Keputusan Nomor : 888/15/2017/BKD tentang
Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil secara Tidak Hormat, tanggal 03 November
2018 telah merugikan Penggugat
4. Bahwa tidak benar Tergugat dalam menerbitkan Surat Keputusan Nomor
888/15/2017/BKD tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil secara Tidak
Hormat, tanggal 03 November 2018 tidak dilakukan sesuai prosedur yang
berlaku dan sesuai dengan ketentuan undang-undang melalui pertimbangan
yang matang. Hal tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang karena tidak
didasarkan fakta yang ada dan disamping itu bertentangan dengan Undang-
undang yang berlaku (Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Manajemen Pegawai Negeri Sipil).
PENUNDAAN/PENANGGUHAN
Menyatakan agar Pelaksanaan Keputusan Surat Keputusan Nomor :
888/15/2017/BKD tentang tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil secara
Tidak Hormat, tanggal 03 November 2018 terhadap diri PENGGUGAT
ditunda/ditangguhkan selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang
berjalan sampai ada putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap

DALAM POKOK PERKARA


1. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya
2. Menyatakan batal atau tidak sah Surat Keputusan Nomor : 888/15/2017/BKD
tentang tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil secara Tidak Hormat,
tanggal 03 November 2018
3. Memerintahkan Tergugat untuk mencabut “Surat Keputusan” Nomor :
888/15/2017/BKD tentang tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil secara
Tidak Hormat, tanggal 03 November 2018
4. Menghukum Tergugat untuk membayar ongkos perkara

Kendari, 26 Februari 2018


Materai
6000

1. ALWINTO AIDIN, S. H., M. H

2. BUSRAN QADRIANSYAH, S. H., MH

Kemudian Hakim Ketua sidang menanyakan kepada para Pihak apakah


masih ada hal-hal yang perlu disampaikan, para pihak menyatakan cukup, lalu
Hakim Ketua Sidang menyatakan bahwa Persidangan sudah cukup;----------------------

Bahwa oleh karena tidak ada lagi hal-hal yang perlu disampaikan ,maka
persidangan pada hari ini sudah cukup dan ditunda serta akan dibuka kembali pada
hari Selasa, tanggal 19 Februari 2018, jam 10.00 Wita, dengan agenda acara Duplik
Tergugat;---------------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya Hakim Ketua Sidang memerintahkan kepada para pihak untuk


tetap hadir dalam persidangan pada hari, tanggal dan waktu yang telah ditetapkan
diatas dengan tidak perlu dipanggil lagi karena pemberitahuan ini merupakan
penggilan resmi Pengadilan, kemudian sidang ditutup;----------------------------------------

Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan ditanda tangani oleh
Hakim Ketua Sidang dan Panitera Pengganti; ---------------------------------------------------

PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA MAJELIS

EKAWATI, SH. ARI ARYA PURNAMA, SH


BERITA ACARA SIDANG
NOMOR : 22/G/2018/PTUN.Kdi
(Lanjutan)
Sidang terbuka untuk Umum Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari yang
memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat
pertama dengan Acara Biasa yang dilangsungkan digedung yang ditentukan untuk
itu di Jalan Badak No. 7, Rahandouna, Kota Kendari, pada hari Selasa ,tanggal 26
Februari 2018, jam 09.00 Wita, dalam sengketa antara sebagaimana sidang lalu ;----

Susunan Majelis Persidangan : ----------------------------------------------------------------------

1. ARI ARYA PURNAMA, SH., sebagai ....................... Hakim Ketua


2. AGUNG ADI GUNA, SH., sebagai .............................Hakim Anggota I
3. AORELYAH SRIMOVA, SH., sebagai ...................... Hakim Anggota II
4. EKAWATI,SH., sebagai ..............................................Panitera Pengganti

Setelah sidang dibuka untuk umum oleh Hakim Ketua Majelis, para pihak dipanggil
masuk kedalamj ruang sidang dsan dipersilahkan menempati tempat yang telah
ditetapkan dihadapan Majelis Hakim, yang selengkapnya;------------------------------------

Penggugat, hadir kuasa hukumnya Alwinto Aidin, SH., MH & Busran Qadriansyah,
SH., MH;----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tergugat, hadir kuasa hukumnya 1) Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H, 2) Iksan Dinhas,
S.H., M.H, 3) Busran Tomaraja, S.H, 4) Armin, S.H, 5) Elisabeth Lambe, S.H;----------

Selanjutnya Hakim Ketua Majelis menyampaikan bahwa Berita Acara Sidang


yang lalu, maka acara sidang kali ini adalah Duplik Tergugat; -------------------------------
Atas pertanyaan Hakim Ketua Majelis Kuasa Penggugat menyatakan sudah
siap dengan Dupliknya dan menyerahkan Ketua Hakim Majelis; ---------------------------
Setelah memeriksa dan meneliti Duplik Tergugat, Hakim Ketua Majelis
menyatakan Duplik Tergugat sudah sebagaimana mestinya dan memasukannya
kedalam berkas perkara sebagaimana terlampir;------------------------------------------------
Kendari, 05 Maret 2018

DUPLIK DALAM PERKARA


NO. 22/G/2018/PTUN.KDI
ANTARA:

SAKSI MANOPPO, S.P. SELAKU PENGGUGAT

LAWAN:

GUBERNUR SULAWESI TENGGARA SELAKU TERGUGAT

Kepada,
Yth. Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari
Pemeriksa perkara Nomor: 22/G/2018/PTUN.KDI
Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari
di Kendari

Dengan Hormat,
Untuk dan atas nama serta guna kepentingan hukum Gubernur Sulawesi
Tenggara selaku TERGUGAT, berdasarkan surat kuasa khusus Nomor:
180/1650/B.H.uk & HAM tanggal 11 Februari 2018 kami yang namanya tersebut
dibawah ini:
6. Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H,
7. Iksan Dinhas, S.H., M.H,
8. Busran Tomaraja, S.H,
9. Armin, S.H,
10. Elisabeth Lambe, S.H.
Kesemuanya adalah PNS Pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi
Sulawesi Tenggara dengan ini hendak menyampaikan Duplik sehubungan dengan
Replik sebagaimana yang telah disampaikan oleh PENGGUGAT tertanggal 26
Februari 2018 sebagai berikut:

DALAM REPLIK
1. Bahwa Penggugat dengan tegas menolak dalil-dalil Tergugat yang diajukan
dalam jawaban tertulis tertanggal 26 Februari 2018 Nomor
22/G/2013/PTUN.Kdi, kecuali hal-hal yang diakui secara tegas oleh
Penggugat
2. Bahwa tindakan Tergugat dalam menerbitkan Surat Keputusan Gubernur
sulawesi Tenggara Nomor: 888/15/2012/BKD,Tanggal 03-11-2017, tentang
pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negri Sipil A.N Saksi
Manoppo, SP, tidak memperhatikan asas-asas umum pemerintahan yang
baik.
3. Bahwa benar Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor:
888/15/2012/BKD,Tanggal 03-11-2017, tentang pemberhentian tidak dengan
hormat sebagai Pegawai Negri Sipil A.N Saksi Manoppo, SP telah merugikan
Penggugat.
4. Bahwa tidak benar Tergugat dalam menerbitkan Surat Keputusan Gubernur
Sulawesi Tenggara Nomor: 888/15/2012/BKD,Tanggal 03-11-2017, tentang
pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negri Sipil A.N Saksi
Manoppo, SP telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan sesuai
dengan ketentuan undang-undang melalui pertimbangan yang matang. Hal
tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang karena tidak didasarkan
fakta yang ada dan disamping itu bertentangan dengan Undang-undang yang
berlaku .

DUPLIK
Bahwa atas Replik tersebut diatas, TERGUGGAT mengajukan Duplik secara tertulis
sebagai berikut:
1. Bahwa Tergugat menolak seluruh dalil-dalil replik Penggugat
2. Bahwa Tergugat dalam menerbitkan objek gugatan berupa SK Nomor. Surat
Keputusan Gubernur sulawesi Tenggara Nomor: 888/15/2012/BKD,Tanggal 03-
11-2017, tentang pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negri
Sipil A.N Saksi Manoppo, SP tidak bertentangan dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan asas-asas pemerintahan
yang baik
3. Bahwa dalam proses penerbitan Surat Keputusan Gubernur sulawesi Tenggara
Nomor: 888/15/2012/BKD,Tanggal 03-11-2017, tentang pemberhentian tidak
dengan hormat sebagai Pegawai Negri Sipil A.N Saksi Manoppo, SP telah sesuai
dengan prosedur peraturan perundang-undangan yang berlaku serta telah
dilaksanakan secara prosedur sebagaimana diatur dalam ketentuan Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.

DALAM POKOK PERKARA


1. Menolak gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya
2. Menyatakan Surat Keputusan Gubernur sulawesi Tenggara Nomor:
888/15/2012/BKD,Tanggal 03-11-2017, tentang pemberhentian tidak dengan
hormat sebagai Pegawai Negri Sipil A.N Saksi Manoppo, SP yang dikeluarkan
oleh TERGUGAT sah
3. Menghukum PENGGUGAT untuk membayar biaya perkara

Kendari, 05 Maret 2018

Materai
6000

Ayik Muh. Syafei, S.H., M.H.

Selanjutnya Hakim Ketua Majelis menanyakan kepada para Pihak apakah


masih ada hal-hal yang perlu disampaikan, para pihak menyatakan cukup, lalu
Hakim Ketua Majelis menyatakan bahwa Persidangan sudah cukup;----------------------

Bahwa oleh karena tidak ada lagi hal-hal yang perlu disampaikan ,maka
persidangan pada hari ini sudah cukup dan ditunda serta akan dibuka kembali pada
hari senin, tanggal 05 Maret 2018, jam 09.00 Wita, dengan agenda acara
Pembuktian;---------------------------------

Selanjutnya Hakim Ketua Majelis memerintahkan kepada para pihak untuk


tetap hadir dalam persidangan pada hari, tanggal dan waktu yang telah ditetapkan
diatas dengan tidak perlu dipanggil lagi karena pemberitahuan ini merupakan
penggilan resmi Pengadilan, kemudian sidang ditutup;----------------------------------------
------------------------------------------
Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan ditanda tangani oleh
Hakim Ketua Majelis dan Panitera Pengganti; ---------------------------------------------------

PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA MAJELIS

EKAWATI, SH. ARI ARYA PURNAMA, SH


BERITA ACARA SIDANG
NOMOR : 22/G/2018/PTUN.Kdi
(Lanjutan)
Sidang terbuka untuk Umum Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari yang
memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat
pertama dengan Acara Biasa yang dilangsungkan digedung yang ditentukan untuk
itu di Jalan Badak No. 7, Rahandouna, Kota Kendari, pada hari Selasa ,tanggal 05
Maret 2018, jam 09.00 Wita ,dalam sengketa antara : -----------------------------------------

Saksi Manoppo, S.P, Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Mantan PNS Dinas


Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara, beralamat di j Jl. Dirgantara No. 58 B
Kendari;-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada : -------------------------------------------------------

3. ALWINTO AIDIN, SH., MH-------------------------------------------------------------------


4. BUSRAN QADRIANSYAH, SH., MH ------------------------------------------------------

Kesemuanya Kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Advokat/Penasehat Hukum


ALWINTO AIDIN, SH., MH dan Partners, beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 45,
Kendari, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 11
Februari 2018;---------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya disebut sebagai ------------------------------------------------------ PENGGUGAT

MELAWAN

GUBERNUR SULAWESI TENGGARA, berekedudukan di Komp. Bumi Praja


Andonuhu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada :---------------------------------------------------------

11. Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H----------------------------------------------------------------


12. Iksan Dinhas, S.H., M.H----------------------------------------------------------------------
13. Busran Tomaraja, S.H,-----------------------------------------------------------------------
14. Armin, S.H,---------------------------------------------------------------------------------------
15. Elisabeth Lambe, S.H.------------------------------------------------------------------------
Kesemuanya adalah PNS Pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi
Tenggara. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 180/1650/B.Huk & HAM
tanggal 11 Februari 2018, Selanjutnya disebut sebagai
...................................................................................................................TERGUGAT

Susunan Majelis Persidangan : ----------------------------------------------------------------------

5. ARI ARYA PURNAMA, SH., sebagai ....................... Hakim Ketua


6. AGUNG ADI GUNA, SH., sebagai .............................Hakim Anggota I
7. AORELYAH SRIMOVA, SH., sebagai ...................... Hakim Anggota II
8. EKAWATI,SH., sebagai ..............................................Panitera Pengganti

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua
Majelis, para pihak dipanggil masuk ke dalam Ruang Sidang dan dipersilahkan
menempati tempat yang telah ditetapkan dihadapan Majelis Hakim, yang untuk
selengkapnya;---------------------------------------------------------------------------------------------

Penggugat, hadir kuasa hukumnya Alwinto Aidin, SH., MH & Busran Qadriansyah,
SH., MH;----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tergugat, hadir kuasa hukumnya 1) Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H, 2) Iksan Dinhas,
S.H., M.H, 3) Busran Tomaraja, S.H, 4) Armin, S.H, 5) Elisabeth Lambe, S.H;----------

Kemudian Hakim Ketua Majelis menyampaikan bahwa sebagaimana Berita


Acara Sidang yang lalu, maka Acara Sidang hari ini adalah Pembuktian;-----------------

Selanjutnya atas pertanyaan Hakim Ketua Majelis Kuasa Penggugat


menyerahkan bukti-bukti surat sebanyak 6 (enam) yang ditandai dengan P-1 sampai
dengan P-13 yang perinciannya sebagai berikut :-----------------------------------------------

1. P-1 : Fotokopi sesuai dengan asli, Keputusan Gubernur Sulawesi


Selatan Nomor: 888/15/2017/BKD, tanggal 03 November 2017, tetang
Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas
nama Saksi Manoppo, S.P.; ----------------------------------------------------------------

2. P-2 : Fotokopi sesuai dengan petikan, Putusan Pengadilan Negeri


Makassar Nomor: 96/Pid.Sus/2016/PN.Mks., tanggal18 April 2017;----------
3. P-3 : : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Surat Keputusan Kepala
Kantor Wilayah Departemen Pertanian Propinsi SulawesiUtara, Nomor:
KP.340/86/III/1989, tanggal 31 Maret 1989,tentang Pengangkatan Calon
Pegawai Negeri Sipil menjadiPegawai Negeri Sipil, atas nama Saksi
Manoppo;-----------------------------------------------------------------------------------------
4. P-4 : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Petikan Keputusan Gubernur
Sulawesi Selatan, Nomor: PD.823.3-08, tanggal20 September 2012,
tentang Kenaikan Pangkat SaksiManoppo menjadi Penata
Golongan/Ruang III/d;---------------
5. P-5 : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Surat Pernyataan Pelantikan
Nomor: 877/402/Upeg, tanggal 13 Maret 2012,atas nama Saksi
Manoppo;-----------------------------------------------------------------------------------------
6. P-6 : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur SipilNegara, khusus
Pasal 86, Pasal 87, Pasal 140, dan Pasal141;-----------------------------------------
7. P-7 : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 11 tahun 2017 TentangManajemen Pegawai Negeri
Sipil, khusus Pasal 247 sampaidengan Pasal 251, dan Pasal 364;-----------
8. P-08 : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Undang-Undang
RepublikIndonesia Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan TataUsaha
Negara, khusus Pasal 52, Pasal 53, Pasal 54, Pasal143, Pasal 144, dan
Pasal 145;-----------------------------------------------------------------------------------------
9. P-09 : Fotokopi sesuai dengan asli, Tanda Terima Jaminan BPR
Hasamitra;----------------------------------------------------------------------------------------
10. P-10 : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Berita Acara Pelaksanaan
Putusan Pengadilan, tanggal 09 Mei 2017, atas nama SaksiManoppo;-----
11. P-11 : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Surat Lepas, Nomor aSurat:
W23.PAS.PAS1.01.01.02-621, tanggal 17 Agustu2017, atas nama Saksi
Manoppo, S.P.;----------------------------------------------------------------------------------

Bukti- bukti mana telah diberi materai secukupnya dan dicocokkan dengan
aslinya dipersidangan semuanya asli bukti P-11 fotocopy- fotocopy;
Kemudian Kuasa Tergugat menyerahkan bukti-bukti surat sebanyak 7 (tujuh)
yang ditandai dengan T-1 sampai dengan T-7 dan menyerahkan Ad. Informandum
yang diberi tanda ADT.1 sampai dengan ADT.4, yang perinciannya sebagai berikut:-

1. T-1 : Fotokopi sesuai dengan asli, Keputusan Gubernur


SulawesiSelatan Nomor: 888/15/2017/BKD, tanggal 03
November2017, Tentang Pemberhentian Tidak Dengan
HormatSebagai Pegawai Negeri Sipil, atas nama Saksi
Manoppo,S.P.;------------------------------------------------------------------------------
2. T-2 : Fotokopi sesuai fotokopi, Petikan Putusan Pengadilan
Negeri Makassar Nomor: 96/Pid.Sus/2016/PN. Mks.,tanggal 18 April
2017;-------------------------------------------------------------------------------------------
3. T-3 : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Keputusan Gubernur
Sulawesi Selatan Nomor: 887/02/2016/BKD, tanggal 13Desember
2016, Tentang Pemberhentian SementaraPegawai Negeri Terhadap
Saudara Saksi Manoppo, S.P.NIP. 19640702 198801 1 001 Pegawai
Negeri Sipil padaDinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan;---------
4. T-4 : Fotokopi sesuai dengan asli, Surat dari Saksi
Manoppo,S.P. kepada Kepala Dinas Perkebunan Provinsi
SulawesSelatan, tanggal 24 Agustus 2017, Perihal:
PermohonanPengaktifan Kembali sebagai PNS An. Saksi
Manoppo,S.P.;------------------------------------------------------------------------------
5. T-5 : Fotokopi sesuai dengan asli, Surat Kepala Dinas
Perkebunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,
Nomor:800/1517/Upeg, tanggal 11 September 2017,
Perihal:Pertimbangan Pengaktifan Kembali sebagai PNS, atasnama
Saksi Manoppo, S.P.;---------------------------------------------------------------------
6. T-6 : Fotokopi sesuai dengan asli, Tanda Terima Nomor SK:
888/15/2017/BKD;--------------------------------------------------------------------------
7. ADT-1 : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014
Tentang Aparatur Sipil Negara;-------------------------------------------------------
8. ADT-2 : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11
Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil;---------------------
9. ADT-3 : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun
2003 Tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan,
danPemberhentian Pegawai Negeri Sipil;-----------------------------------------

Bukti mana telah diberi materai secukupnya dan dicocokkan dengan aslinya
dipersidangan, semuanya sesuai dengan aslinya :----------------------------------------------

Selanjutnya hakim Ketua Majelis menanyakan kepada para pihak apakah


akan mengajukan saksi, bahwa Penggugat dan Tergugat tidak mengajukan saksi,
walaupun telah diberi kesempatan yang patut oleh Majelis Hakim;-------------------------

Selanjutnya hakim ketua majelis memerintahkan kepada para pihak untuk


tetap hadir dalam persidangan pada hari, tanggal dan waktu yang telah di tetapkan
di atas dengan perlu di panggil lagi karena pemberitahuan ini merupakan panggilan
resmi pengadilan, kemudian sudah di tutup;------------------------------------------------------

Demikian berita acara persidangan ini dibuat dan di tandatangani oleh Hakim
Ketua Majelis dan panitera pengganti;--------------------------------------------------------------

PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA MAJELIS

EKAWATI, SH. ARI ARYA PURNAMA, SH


BERITA ACARA SIDANG
NOMOR : 22/G/2018/PTUN.Kdi

(Lanjutan)

Sidang terbuka untuk Umum Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari yang
memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat
pertama dengan Acara Biasa yang dilangsungkan digedung yang ditentukan untuk
itu di Jalan Badak No. 7, Rahandouna, Kota Kendari, pada hari Selasa ,tanggal 12
Februari 2018, jam 09.00 Wita ,dalam sengketa antara : -------------------------------------

Saksi Manoppo, S.P, Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Mantan PNS Dinas


Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara, beralamat di j Jl. Dirgantara No. 58 B
Kendari;-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada : -------------------------------------------------------

1. ALWINTO AIDIN, SH., MH-------------------------------------------------------------------


2. BUSRAN QADRIANSYAH, SH., MH ------------------------------------------------------

Kesemuanya Kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Advokat/Penasehat Hukum


ALWINTO AIDIN, SH., MH dan Partners, beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 45,
Kendari, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 11
Februari 2018;---------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya disebut sebagai ------------------------------------------------------ PENGGUGAT

MELAWAN

GUBERNUR SULAWESI TENGGARA, berekedudukan di Komp. Bumi Praja


Andonuhu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada :---------------------------------------------------------

1. Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H----------------------------------------------------------------


2. Iksan Dinhas, S.H., M.H----------------------------------------------------------------------
3. Busran Tomaraja, S.H,-----------------------------------------------------------------------
4. Armin, S.H,---------------------------------------------------------------------------------------
5. Elisabeth Lambe, S.H.------------------------------------------------------------------------
Kesemuanya adalah PNS Pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi
Tenggara. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 180/1650/B.Huk & HAM
tanggal 11 Februari 2018, Selanjutnya disebut sebagai
...................................................................................................................TERGUGAT

Susunan Majelis Persidangan : ----------------------------------------------------------------------

1. ARI ARYA PURNAMA, SH., sebagai ....................... Hakim Ketua


2. AGUNG ADI GUNA, SH., sebagai .............................Hakim Anggota I
3. AORELYAH SRIMOVA, SH., sebagai ...................... Hakim Anggota II
4. EKAWATI,SH., sebagai ..............................................Panitera Pengganti

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua
Majelis, para pihak dipanggil masuk ke dalam Ruang Sidang dan dipersilahkan
menempati tempat yang telah ditetapkan dihadapan Majelis Hakim, yang untuk
selengkapnya;---------------------------------------------------------------------------------------------

Penggugat, hadir kuasa hukumnya Alwinto Aidin, SH., MH & Busran Qadriansyah,
SH., MH;----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tergugat, hadir kuasa hukumnya 1) Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H, 2) Iksan Dinhas,
S.H., M.H, 3) Busran Tomaraja, S.H, 4) Armin, S.H, 5) Elisabeth Lambe, S.H;----------
Kemudian Hakim Ketua Majelis menyampaikan bahwa sebagaimana Berita
Acara Sidang yang lalu, maka Acara Sidang hari ini adalah Kesimpulan Para
Pihak;--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Atas Pertanyaan Hakim Ketua Majelis Kuasa Penggugat menyerahkan


kesimpulannya diikuti oleh Kuasa Tergugat ;------------------------------------------------------

Setelah meneliti dan memeriksa kesimpulan para pihak Hakim Ketua Majelis
menyatakan kesimpulan sudah sebagaimana mestinya dan memerintahkan Panitera
Pengganti untuk memasukannya ke dalam berkas Perkara;----------------------------------

Kendari, 12 Maret 2018

Perihal : Kesimpulan Penggugat


Lampiran : Surat Kuasa Khusus

Kepada
Majelis Hakim Pemeriksa Perkara
Nomor G/2018/PTUN.Kdi.
Di Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari

KENDARI

Dengan Hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : SAKSI MANOPPO, S.P

Kewarganegaraan : Indonesia

Pekerjaan : Mantan PNS Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara

Tempat Tinggal : Jl. Dirgantara No. 58 B Kendari

Dengan ini memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada:

3. Nama : Alwinto Aidin, S.H., M.H


Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Advokat, berkantor di Alwinto law, SH., MH &
Partners
4. Nama : Busran Qadriansyah, S.H., M.H
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Advokat, berkantor di Alwinto law, SH., MH &
Partners
berdasarkan Surat Kuasa Khusus pada tanggal 11 Februari 2018 (terlampir)
untuk bertindak dan atas nama Pemberi Kuasa

Bahwa setelah mengikuti proses persidangan dalam perkara ini di Pengadilan


Tata Usaha Negara Kendari, proses jawab menjawab, pengajuan bukti-bukti, surat
serta memperhatikan jalannya persidangan maka dengan ini penggugat melalui
kuasa hukumnya akan mengajukan konklusi dalam perkara sebagai berikut:

1. Bahwa Penggugat telah mengajukan gugatannya sebagaimana dalam surat


gugatannya tertanggal 12 Februari 2018 dan terdaftar di Pengadilan Tata
Usaha Negara Palembang dibawah Registrasi
Nomor 215/TUN.G/2014/PTUN.Kdi.
2. Bahwa Penggugat dalam gugatannya pada pokoknya mendalilkan bahwa
yang menjadi objek gugatan dalam perkara ini adalah Pemecetan secara
tidak hormat dari tergugat dan perbuatan melawan hukum.
3. Bahwa TERGUGAT telah melanggar ketentuan perundang-undangan
sebagaimana berikut ini: Pasal 53 ayat 2 UU No. 5 Tahun 1986 Tentang
Peradilan Tata Usaha Negara. KTUN yang digugat bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Badan atau Pejabat TUN
telah menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain daripada yang
dimaksudkannya.
4. Bahwa Penggugat guna meneguhkan gugatannya serta untuk membuktikan
bahwa KTUN dalam perkara ini bertentangan dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku dan Asas-asas umum pemerintahan yang baik
maka dalam hal ini mengajukan bukti-bukti ke persidangan sebagai berikut:

Surat:

Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor: 888/15/2017/BKD, tanggal


15-10-2017, tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai
Negeri Sipil a.n. Saksi Manoppo, SP

Bahwa berdasarkan dalil dan bukti sebagaimana tersebut diatas, maka


Penggugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili
perkara ini agar kiranya berkenan untuk memutuskan yang amarnya sebagai
berikut:

Primair

6. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;


7. Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Tata Usaha Negara yang
dikeluarkan oleh Tergugat berupa Keputusan Gubernur Sulawesi
Selatan No. 888/15/2017/BKD, tanggal 03-11-2017, tentang
Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil a.n.
Saksi Manoppo, SP.;
8. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Keputusan Tata Usaha Negara
yang dikeluarkan oleh Tergugat berupa Keputusan Gubernur Sulawesi
Selatan No. 888/15/2017/BKD, tanggal 03-11-2017, tentang
Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil a.n.
Saksi Manoppo, SP.;
9. Mewajibkan Tergugat merehabilitasi/mengembalikan Penggugat sebagai
Pegawai Negeri Sipil sesuai perundang-undangan yang berlaku;
10. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara
ini;
Apabila majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memiliki
pendapat lain, penggugat mohon putusan seadil-adilnya.
Demikian kesimpulan ini kami sampaikan, semoga Tuhan yang Maha Esa
selalu menyertai Amiin…,

Hormat kami,
Advokat / Penasehat Hukum

1. ALWINTO AIDIN, SH., MH

2. BUSRAN QADRIANSYAH, SH., MH

Selanjutnya Hakim Ketua Majelis menanyakan kepada para pihak apakah


masih ada hal-hal yang ingin disampaikan, parapihak menyatakan cukup;---------------

Bahwa oleh karena tidak ada lagi hal-hal yang di sampaikan maka
persidangan pada hari ini sudah cukup dan di tunda serta akan di buka kembali
pada hari senin, tanggal 19 Maret 2018, jam 09.00 Wita, dengan agenda Acara
Putusan;----------------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya hakim ketua majelis memerintahkan kepada para pihak untuk


tetap hadir dalam persidangan pada hari, tanggal dan waktu yang telah di tetapkan
di atas dengan perlu di panggil lagi karena pemberitahuan ini merupakan panggilan
resmi pengadilan, kemudian sudah di tutup;------------------------------------------------------

Demikian berita acara persidangan ini dibuat dan di tandatangani oleh Hakim
Ketua Majelis dan Panitera Pengganti;-------------------------------------------------------------

PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA MAJELIS

EKAWATI, SH. ARI ARYA PURNAMA, SH


BERITA ACARA PUTUSAN
NOMOR : 22/G/2018/PTUN.Kdi

(Lanjutan)

Sidang terbuka untuk Umum Pengadilan Tata Usaha Negara Kendari yang
memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat
pertama dengan Acara Biasa yang dilangsungkan digedung yang ditentukan untuk
itu di Jalan Badak No. 7, Rahandouna, Kota Kendari, pada hari Selasa ,tanggal 19
Maret 2018, jam 09.00 Wita ,dalam sengketa antara : -----------------------------------------

Saksi Manoppo, S.P, Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Mantan PNS Dinas


Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara, beralamat di j Jl. Dirgantara No. 58 B
Kendari;-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada : -------------------------------------------------------

1. ALWINTO AIDIN, SH., MH-------------------------------------------------------------------


2. BUSRAN QADRIANSYAH, SH., MH ------------------------------------------------------

Kesemuanya Kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Advokat/Penasehat Hukum


ALWINTO AIDIN, SH., MH dan Partners, beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 45,
Kendari, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 11
Februari 2018;---------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya disebut sebagai ------------------------------------------------------ PENGGUGAT

MELAWAN

GUBERNUR SULAWESI TENGGARA, berekedudukan di Komp. Bumi Praja


Andonuhu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam hal ini memberikan kuasa kepada :---------------------------------------------------------

1. Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H----------------------------------------------------------------


2. Iksan Dinhas, S.H., M.H----------------------------------------------------------------------
3. Busran Tomaraja, S.H,-----------------------------------------------------------------------
4. Armin, S.H,---------------------------------------------------------------------------------------
5. Elisabeth Lambe, S.H.------------------------------------------------------------------------
Kesemuanya adalah PNS Pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi
Sulawesi Tenggara. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 180/1650/B.Huk &
HAM tanggal 11 Februari 2018, Selanjutnya disebut sebagai
...................................................................................................................TERGUGAT

Susunan Majelis Persidangan : ----------------------------------------------------------------------

1. ARI ARYA PURNAMA, SH., sebagai ....................... Hakim Ketua


2. AGUNG ADI GUNA, SH., sebagai .............................Hakim Anggota I
3. AORELYAH SRIMOVA, SH., sebagai ...................... Hakim Anggota II
4. EKAWATI,SH., sebagai ..............................................Panitera Pengganti

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua
Majelis, para pihak dipanggil masuk ke dalam Ruang Sidang dan dipersilahkan
menempati tempat yang telah ditetapkan dihadapan Majelis Hakim, yang untuk
selengkapnya;---------------------------------------------------------------------------------------------

Penggugat, hadir kuasa hukumnya Alwinto Aidin, SH., MH & Busran Qadriansyah,
SH., MH;----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tergugat, hadir kuasa hukumnya 1) Ayik Muh. Syafei., S.H., M.H, 2) Iksan Dinhas,
S.H., M.H, 3) Busran Tomaraja, S.H, 4) Armin, S.H, 5) Elisabeth Lambe, S.H;----------
Kemudian Hakim Ketua Majelis menyampaikan bahwa sebagaimana Berita
Acara Sidang yang lalu, maka Acara Sidang hari ini adalah Putusan;---------------------

Kemudian Hakim Ketua Majelis secara bergantian dengan Hakim Anggota


membacakan Putusan sebagaimana terlampir dalam berkas perkara yang amarnya
sebagai berikut :------------------------------------------------------------------------------------------

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan Gugatan Penggugat, tanggal 12


Februari 2018, sebagaimana telah diuraikan pada bagian „Tentang Duduknya
Sengketa‟ Putusan ini;----------------------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa Tergugat mengajukan Jawaban, tanggal 25 April 2018,


sebagaimana selengkapnya telah diuraikan pada bagian „Tentang Duduknya
Sengketa‟ Putusan ini-----------------------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa Penggugat dan Tergugat mengajukan bukti-bukti


sebagaimana diuraikan dalam bagian „Tentang Duduknya Sengketa‟ Putusan ini,
selengkapnya tercatat dan terlampir dalam Berita Acara Persidangan yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Putusan ini-------------------------------------

Menimbang, bahwa objek dalam sengketa tata usaha negara ini ialah:
“Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor: 888/15/2017/BKD, tanggal 03
November 2017, tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai
Negeri Sipil atas nama Saksi Manoppo, S.P. (Bukti P-01 = Bukti T-1, selanjutnya
disebut objek sengketa----------------------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa dengan mencermati objek sengketa a quo diperoleh fakta


hukum sebagai berikut: ---------------------------------------------------------------------------------

a) bahwa objek sengketa telah memenuhi unsur Keputusan Tata Usaha Negara
(KTUN) sesuai ketentuan Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo.
Pasal 87 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 Tentang
Administrasi Pemerintahan, karena: berupa penetapan tertulis, dibuat
Tergugat selaku Pejabat Tata Usaha Negara dalam ruang lingkup kekuasaan
eksekutif, memiliki dasar peraturan perundang-undangan, telah bersifat
konkrit, individual, dan final, serta menimbulkan akibat hukum berupa
pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)
terhadap warga masyarakat yang bernama Saksi Manoppo, S.P. (Penggugat)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
b) bahwa sengketa antara Penggugat dan Tergugat termasuk sengketa
Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagaimana dimaksud Penjelasan
Pasal 129 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014
Tentang Aparatur Sipil Negara yang berbunyi: “Yang dimaksud sengketa
Pegawai ASN adalah sengketa yang diajukan oleh pegawai ASN terhadap
keputusan yang dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian terhadap
seorang pegawai---------------------------------------------------------------------------------
c) bahwa dasar terbitnya ialah Pasal 87 ayat (4) huruf b UndangUndang
Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara jo.
Pasal 250 huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun
2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, bukan atas dasar adanya
pelanggaran disiplin PNS, yang mana dalam Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil,
tidak memuat ketentuan pelaksanaan upaya administratif sebagaimana
dimaksud Pasal 129 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, sehingga ketentuan Pasal 48 ayat (1)
dan ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986
Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, tidak dapat diterapkan dalam
sengketa a quo-----------------------------------------------------------------------------------
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum di atas, sengketa antara
Penggugat dan Tergugat ini, telah memenuhi syarat sengketa tata usaha negara
sesuai ketentuan Pasal 1 angka 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 51
Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986
Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sehingga menjadi kewenangan absolut
Peradilan Tata Usaha Negara untuk memeriksa, memutus, dan menyelesaikannya
sesuai ketentuan Pasal 47 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara-----------------------------------------------------

Menimbang, bahwa objek sengketa a quo merupakan keputusan


pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS atas nama Penggugat, sehingga
diperoleh fakta hukum bahwa Penggugat memiliki kepentingan untuk mengajukan
gugatan a quo sesuai ketentuan Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 5
Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara--------------------------------------------

Menimbang, bahwa Penggugat mendalilkan baru menerima objek sengketa a


quo pada tanggal 15 Desember 2017 yang diserahkan langsung Kasubag
Kepegawaian Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, yang
mana dalil Penggugat tersebut tidak dibantah oleh Tergugat, adapun Bukti T-7
menerangkan yang menerima objek sengketa a quo, pada tanggal 23 November
2017, ialah Pery Hempa (bukan Penggugat), sehingga Bukti T-7 pun tidak dapat
dijadikan dasar untuk membantah dalil Penggugat mengenai baru menerima objek
sengketa pada tanggal 15 Desember 2017, sedangkan Gugatan a quo didaftar di
Pengadilan Tata Usaha Negara Kendarii pada tanggal 07 Maret 2018, oleh
karenanya diperoleh fakta hukum bahwa Gugatan ini diajukan masih dalam
tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari untuk pengajuan gugatan sesuai ketentuan
Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 Tentang
Peradilan Tata Usaha Negara-------------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa dengan demikian tidak terdapat fakta hukum mengenai


formalitas gugatan yang dapat berakibat hukum kepada tidak diterimanya Gugatan a
quo, maka selanjutnya akan dipertimbangkan pokok sengketanya-------------------------

Menimbang, bahwa untuk tidak mengulangi hal yang sama, maka maksud
Gugatan Penggugat dan bantahan Tergugat dalam Jawabannya, ialah sebagaimana
telah diuraikan dalam „Tentang Duduknya Sengketa‟ Putusan ini;-- Menimbang,
bahwa berkaitan dengan jawab-jinawab tersebut di atas, melalui pemeriksaan di
persidangan terungkap fakta-fakta/fakta-fakta hukum sebagai berikut---------------------

a. bahwa Penggugat diangkat menjadi PNS di lingkungan Kantor Wilayah


Departemen Pertanian Propinsi Sulawesi Utara, terhitung mulai tanggal 1
April 1989 (vide Bukti P-05 yang bersesuaian dengan Bukti P-04------------------
b. b. bahwa kedudukan Penggugat terakhir sebagai PNS di lingkungan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Dinas Perkebunan dengan
pangkat Penata, Golongan/Ruang III/d, dan menduduki jabatan sebagai
Kepala Seksi Pemasaran Hasil (vide Bukti P-06 dan Bukti P-07 yang
merupakan fotokopi dari fotokopi, tetapi tidak dibantah Tergugat------------------
c. bahwa Penggugat diberhentikan sementara dari PNS, karena sedang
menjalani proses pemeriksaan tindak pidana (vide Bukti T-3 yang
bersesuaian dengan objek sengketa-------------------------------------------------------
d. bahwa Penggugat dinyatakan telah melakukan tindak pidana korupsi dengan
dipidana 1 (satu) tahun penjara (vide Bukti P-03 = Bukti T-2------------------------
e. bahwa Penggugat telah selesai menjalani hukuman atas Putusan Pengadilan
Negeri Kendarii sebagaimana dimaksud Bukti P-03 = Bukti T-2 (vide Bukti P-
12 dan Bukti P-13 yang merupakan fotokopi dari fotokopi, tetapi tidak
dibantah Tergugat, dan bersesuaian dengan Bukti P-03
f. bahwa atas dasar permohonan Penggugat (vide Bukti T-5), Kepala Dinas
Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara mengajukan pertimbangan untuk
pengaktifan kembali Penggugat sebagai PNS yang ditujukan kepada
Tergugat (vide Bukti T-6) ---------------------------------------------------------------------
g. bahwa selanjutnya Tergugat menerbitkan objek sengketa (vide Bukti P-01 =
Bukti T-1-------------------------------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa berdasarkan jawab-jinawab dan fakta-fakta hukum


sebagaimana diuraikan di atas, maka esensi permasalahan hukum dalam sengketa
a quo ialah mengenai------------------------------------------------------------------------------------

a. kewenangan Tergugat dalam menerbitkan objek sengketa a quo------------------


b. ketepatan penerapan dasar hukum penerbitan objek sengketa a quo, antara
Pasal 87 ayat (4) huruf b, atau Pasal 87 ayat (2), atau Pasal 87 ayat (4) huruf
d dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang
Aparatur Sipil Negara---------------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa Majelis Hakim selanjutnya akan mempertimbangkan


esensi permasalahan hukum tersebut di atas, sebagai berikut-------------------------------

Menimbang, bahwa dengan merujuk ketentuan Pasal 1 angka 14 Undang-


Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara,
kewenangan untuk pemberhentian Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) berada
pada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dan sesuai ketentuan Pasal 89
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil
Negara, ketentuan lebih lanjut mengenai pemberhentian, pemberhentian sementara,
dan pengaktifan kembali Pegawai Negeri Sipil (PNS) diatur dengan Peraturan
Pemerintah-------------------------------------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa Pasal 3 ayat (2) huruf d jo. Pasal 291 huruf b Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen
Pegawai Negeri Sipil, menentukan yang pada pokoknya Gubernur selaku PPK
Instansi Daerah Provinsi berwenang menetapkan pemberhentian PNS yang
menduduki: JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi) pratama, JA (Jabatan Administrasi), JF
(Jabatan Fungsional) ahli madya, JF ahli muda, JF ahli pratama, dan JF penyelia, JF
mahir, JF terampil, dan JF pemula-------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa berdasarkan objek sengketa (vide Bukti P-01 = Bukti T-1),
diperoleh fakta hukum mengenai Penggugat ialah Pegawai Negeri Sipil di
Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan Jabatan Pelaksana
pada Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berarti
menduduki Jabatan Administrasi (JA----------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa atas dasar fakta hukum tersebut di atas, Tergugat


berwenang untuk menerbitkan objek sengketa a quo, sesuai ketentuan Pasal 1
angka 14 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang
Aparatur Sipil Negara jo. Pasal 291 huruf b Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil------------

Menimbang, bahwa terbitnya objek sengketa a quo didasarkan Pasal 87 ayat (4)
huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur
Sipil Negara jo. Pasal 250 huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, yang menentukan pada
pokoknya PNS diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau
kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap karena
melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana yang ada
hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum-----------------------------------------

Menimbang, bahwa Pasal 252 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor


11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, menentukan yang pada
pokoknya pemberhentian sebagaimana dimaksud Pasal 250 huruf b Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen
Pegawai Negeri Sipil, ditetapkan terhitung sejak akhir bulan putusan atas
perkaranya memperoleh kekuatan hukum tetap--------------------------------------------------

Menimbang, bahwa Pasal 87 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia


Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara menentukan yang pada
pokoknya bahwa PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan
karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum
tetap karena melakukan tindak pidana dengan hukuman penjara paling singkat 2
(dua) tahun dan pidana yang dilakukan tidak berencana--------------------------------------

Menimbang, bahwa ketentuan Pasal 87 ayat (4) huruf d Undang-Undang


Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara
menentukan yang pada pokoknya bahwa PNS diberhentikan tidak dengan hormat
atas dasar dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan
hukum tetap, karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara paling singkat
2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan dengan berencana--------------------------------
Menimbang, bahwa setelah mencermati ketentuan Pasal 87 ayat (2), Pasal 87
ayat (4) huruf b, dan Pasal 87 ayat (4) huruf d Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, diketahui-----------------------------

a. PNS diberhentikan tidak dengan hormat, karena melakukan tindak pidana


jabatan atau yang ada hubungannya dengan jabatan, tanpa disyaratkan batas
lamanya pidana penjara yang dijatuhkan putusan pengadilan (vide Pasal 87
ayat (4) huruf b-----------------------------------------------------------------------------------
b. PNS diberhentikan tidak dengan hormat, karena melakukan tindak pidana
secara berencana, selain tindak pidana jabatan atau yang berkaitan dengan
jabatan, dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun-----------------------

Menimbang, bahwa fakta hukumya, Penggugat dinyatakan bersalah


melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan Putusan Pengadilan yang
berkekuatan hukum tetap sebagaimana Bukti P-03 = Bukti T-2, pada tanggal 18 April
2017, yang mana bila dihubungkan dengan Bukti P-06, Bukti P-07, dan Bukti T-3,
diketahui bahwa tindak pidana korupsi yang dilakukan Penggugat ialah berkaitan
dengan jabatan sebagai Kepala Seksi Pemasaran Hasil/PPK Satker Bun Tahun
Anggaran 2015--------------------------------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa atas dasar fakta hukum tersebut di atas, Tergugat


berkewajiban hukum untuk memberhentikan tidak dengan hormat Penggugat dari
PNS, yaitu pada akhir bulan Putusan Pengadilan sebagaimana Bukti P-03 = Bukti T-
2 memperoleh kekuatan hukum tetap, sesuai ketentuan Pasal 87 ayat (4) huruf b
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil
Negara jo. Pasal 250 huruf b dan Pasal 252 Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil------------

Menimbang, bahwa oleh karena terhadap pemberhentian Penggugat yang


tepat diterapkan secara hukum ialah ketentuan Pasal 87 ayat (4) huruf b Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara jo.
Pasal 250 huruf b dan Pasal 252 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, maka tindakan hukum
Tergugat dalam menerbitkan objek sengketa a quo, baik secara prosedur maupun
substansi, tidak melanggar Pasal 87 ayat (2) dan Pasal 87 ayat (4) huruf d Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara
beserta peraturan perundang-undangan pelaksanaannya------------------------------------

Menimbang, bahwa berdasarkan seluruh uraian pertimbangan hukum di atas,


tidak terdapat fakta hukum yang dapat dijadikan alasan hukum untuk menyatakan
adanya peraturan perundang-undangan dan/atau Azas-azas Umum Pemerintahan
yang Baik yang dilanggar Tergugat dalam penerbitan objek sengketa a quo,
sehingga Majelis Hakim berkeyakinan untuk menolak seluruh Gugatan Penggugat---

Menimbang, bahwa oleh karena Gugatan Penggugat ditolak seluruhnya,


sesuai ketentuan Pasal 110 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Penggugat dihukum untuk membayar
biaya perkara sejumlah yang tercantum dalam amar Putusan ini---------------------------

Menimbang, bahwa dengan mempedomani ketentuan Pasal 100 jo. Pasal


107 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan
Tata Usaha Negara, Majelis Hakim dalam memutus sengketa a quo hanya
mempertimbangkan bukti-bukti yang relevan dengan persoalan/masalah hukum
dalam sengketa antara Penggugat dan Tergugat, sedangkan terhadap bukti-bukti
yang selebihnya dipertimbangkan untuk tidak dijadikan dasar dalam memutus
sengketa a quo, namun tetap terlampir dalam berkas perkara yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Putusan ini; ---------------------------------------------------------

Mengingat, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986


Tentang Peradilan Tata Usaha Negara jis. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, serta peraturan
perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan sengketa ini; -----------------------

MENGADILI

1. Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;----------------------------------------


2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp.297.000
,- (Dua ratus Sembilan puluh Tujuh ribu Rupiah);---------------------------------------

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim


Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar pada hari Rabu, tanggal 04 Juli 2018,
oleh A., M.H., selaku Hakim Ketua Majelis ARI ARYA PURNAMA, SH, AGUNG ADI
GUNA, S.H. dan AORELYAH SRIMOVA, S.H., M.H., masing-masing selaku Hakim
Anggota. Putusan tersebut diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada
hari Rabu, tanggal 19 Maret 2018, oleh Majelis Hakim tersebut, dengan dibantu oleh
EKAWATI, S.H. selaku Panitera Pengganti Pengadilan Tata Usaha Negara
Makassar, dengan dihadiri Penggugat dan tanpa dihadiri Tergugat maupun
Kuasanya;--------------------------------------------------------------------------------------------------

Kemudian Hakim Ketua Majelis menyatakan bahwa dengan dibacakannya


Putusan dalam perkara ini, maka pemeriksaan perkara telah selesai dan
selanjuytnya sidang dinyatakan ditutup;------------------------------------------------------------
Demikian Berita Acara Putusan ini dibuat dengan ditandatangani oleh Hakim
Ketua Majelis dan Panitera Pengganti;-------------------------------------------------------------

PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA MAJELIS

EKAWATI, SH. ARI ARYA PURNAMA, SH