Anda di halaman 1dari 2

Masalah kesehatan rongga mulut pada sindroma down

Orang-orang dengan sindrom down tidak memiliki masalah rongga mulut yang unik. Akan tetapi,
beberapa masalah cenderung sering terjadi dan bisa menjadi parah. Perwatan professional secara dini
dan perawatan harian di rumah dapat mengurangi keparahannya dan membuat penderita sindroma
down memiliki perbaikan kesehatan rongga mulut.9
1. Penyakit periodontal
Merupakan masalah rongga mulut yang paling utama pada penderita sindrom down, dimana anak cepat
mengalami penyakit periodontal. Sebagai akibatnya, kehilangan banyak gigi permanen anterior di usia
muda. Faktor lain yang mendukung termasuk oral hygiene buruk, maloklusi, bruksism, bentuk akar yang
konus, dan respon host yang abnormal, karena sistem imun yang menurun.9
2. Karies gigi
Anak-anak dan dewasa muda penderita sindrom down memiliki insidensi lebih tinggi terkena karies
dibandingkan dengan orang tanpa cacat mental. Beberapa gambaran rongga mulut anak dengan
sindroma down menunjukkan bahwa erupsi gigi sulung dan permanen yang terlambat, kehilangan gigi
permanen dan ukuran gigi yang kecil dengan space atau jarak satu sama lain yang memberikan
kemudahan untuk menghilangkan plak.9
3. Maloklusi
pada sebagian besar penderita sindrom down ditemukan maloklusi karena erupsi dari gigi permanen
yang terganggu dan tidak berkembangnya maksilla. Kecilnya maksilla menyebabkan terjadinya open
bite, posisi gigi yang jelek dan meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit periodontal dan karies
gigi.9
4. Anomali gigi
Keadaan anomali gigi umumnya terjadi pada sindrom down misalnya kongenitalis missing teeth lebih
sering terjadi pada penderita sindrom down daripada populasi umum. Gigi yang lebih sering tanggal
umumnya insisivus lateral dan premolar kedua rahang bawah.9

Penanganan gigi dan mulut pada penderita sindroma down


Pada penderita sindroma down dapat ditemukan adanya perubahan mental dan fisik yang akan
berpengaruh pada rongga mulut sebelum menentukan perawatan, medical history pasien harus
diketahui. Konsultasi antara dokter, keluarga dan perawat sangat penting unutk mendapatkan medical
history yang akurat. Selain itu, harus ditentukan siapa yang akan dimintai informed consent untuk
pelaksanaan perawatan pasien sindroma down.10
Secara umum penanganan gigi dan mulut untuk sindroma down yang dapat dilakukan dokter gigi:
1. Speech Pathologist dapat menolong untuk mengajari posisi lidah dan meningkatkan penyesuaian
terhadap otot-otot orofacial. Pada kasus-kasus berat, pembedahan lidah dapat diindikasikan.5
2. Alat orthodonsi diperlukan unutk mengawasi pencabutan gigi pada saat penanganan crowding.5
3. Ahli anastesi diperlukan pada kasus-kasus tertentu yang memerlukan perawatan yang lebih luas,
dengan obat-obatan anastesi, baik sedasi ringan maupun anastesi umum.5,11
4. Ahli gizi menginstruksikan kepada orang tua atau penjaga anak tentang makanan siplemen,
sehubungan dengan keterbatasan otot-otot pengunyahan anak sindroma down. 5,11
5. Pilcher ES. Dental care for patient with down syndrome.[serial online] 1997. [internet]. Available
from: http://www.altonweb.com/cs/downsyndrome/pilcher.html. Accessed Maret 13, 2008

11. James AW, McKown CG,Sander BJ, Jones JE. Dental problems in Disabled child dalam McDonald RE,
Avery DR, (ed) : Dentistry For Child And Adolescents, 6th, Mosby, St Louis. 1994; 529-533.