Anda di halaman 1dari 13
praetor nda DUD velo Kane 2185 Porawatan Maloklusi Anterior Open-Bite ( Laporan Kasus ) Erwin Siregar Abstrak Perauaten nploklusi dengan kelaingn dalan arah vertikal pads umumnya lebih “sulit dibandingkan dalan arah anteroposterior, dapat berupa menendek dan nenanjangnya tinggi nuke bewah. ‘Seorang remaja putri dengan keluhan babwa gigi geligi depsn ates dan bavah tidak dapat nengatup dengan kebiasasn buruk tongue thrust dan profil yang cenbung. Kemudian dilakukan perawatan Grtodonti dengan menggunakan alat cekat sistin Bess selena 14 bolen dan dibanto dengan menakei tongue crib untuk menghilangkan Kebiasaan buruk tongue thrust. ‘Dari hasil. perawatan, terlihat behwa konci keberhasilan terletak pada penanggulangan dalam menghilangkan kebiasaan boruk PendahnIuan Salah satu keleinen yang sering kita jumpai peda kasus-kasus nalokluei adalah kelainan dalan argh vertikal muka. Pengalanan- pengalaman dari pare shli manunjukkan, bahwa perewstan naloklusi dengan ketidakseimbangan woke dalan arah vertikel pada unumnya lebih sulit bile dibandingkan dengan kelainan dalam arsh antero— posterior. Kelainan dalam arah vertikal dapat terlinat sebedai nonendeknys tinggi muka bawsh, yang ditandai dengan gigitan delsn dan menanjengnya tinggi moka bawah, yang ditandai dengan gigitan verboka.? Anterior open-bite dapat mengenai dental, skeletal dan kombinasi kedvanya. Ortodontis, hal ini telah dibuktikan dengan bontuan tehnik sefalonetri, sehingga dapat dipelajeri hubungan antara oklusi gigi dengan keseimbangan skeletal dari muke.® Erwin Siregar,dra,Sp.Orth.,Bagian Ortodonti Fakultas Redokteran Gigi Universitas Indonesia 18 pisini penulis akan melaporkan hasil perawatan kasus saloké dengan kebiasaan juei dental anterior open-bite yang disertai poruk yaitu tongue thrust (=nenJuur-Julurten lidsh). Peraraien yasvg ini dilaimkan dengan alat cekat ortodonti sistin Beds: Keverhasilan perawaten Kasus ini bergentung pada hasil pemerike gaan yang teliti untuk menentuken faktor penyebab keleinan gehingga disgnosa, rencana perawatan dapat dibuat dengan tepat Tinjavan Pustaka Kelainan dento-fasial dalam arah vertikal terdapat dalen perbegai bentuk, mulai dari gigitan yang dalam, gigitan edge to edge sampai pads gigitan terbuka. Hubungan vertikal dipengarunt oleh kedudukan gigi molar dan insisif, pertunbuhan ramus dan corpus dari nandibula, pertumbuhen tulang basal dan tulang alveo- lar, aktivites dari otot-otot dan kebiasaan-kebiasean buruk.“ Tongue-thrvst, infantile swallowing yang menetap, reverse swal~ jowing adalah neropakan bentuk dari fungsi lidah yang tidak nor~ nal, Dan kelainan-kelainan ini secara unum disnggap berhubungann erat dengan anterior dental open-bite.>/6 Anterior open-bite terbagi dalan 2 kategori besar yaity dental open-bite tanpa digertei malformasi dari kraniofasial, digplasia dari kraniofasial yeng disertai dengan open-bite.? Beberapa kasus dental open-bite adalah dikarenakan erupsi yang terhambat dari gigi geligi anterior, dan beberapa diantaranya ungukkan korekei yang spontan tanpa perawatan bila hanbatan tereebut dihilangkan. Perlu diketahui juga bahwa erupsi gigi 19 tidak terjadi secara konstan, karena itu ada tahap tehap yang bersifat sementara dimana pada keadaan gigi belum erupsi senpurna mungkin terlihat euatu pseudo open-bite.(5) Susts naloklusi anterior open-bite dapat juga disebabkan olen adanya kebiasaan menggigit Jari, penelanan abnormal den karena adenya fektor-fektor skeletal. Pada unumnya, suatu anteri— or open-bite sering disertai adanya pola penelanan abnormel, namun pola penelanan ini lebih merupakan faktor sekunder.” Hasil analisa sefalonetri digunakan sebsgai slat untuk nenentuken dan harapan dari hesil perawatan. Keparshan dari suaty naloklusi open-bite dapat dilihat dari beberapa pengukuran kra~ niofasial yang dapat dibandingkan dengan nilai-nilai normal. Salah satu pengokuran yang penting adalah perbandingan entara upper anterior face height dengan lover snterior face height (UAFH/LAFH). Pengokuran dilakukan sepanjang N-Me dan terdapat nilei reta-rata dari UAFH/LAFH yaitu muka norms) adalah 0,810, muka dengan meloklusi open-bite adalah 0,686, muka dengan malok- lusi deep-bite adalah diatas 0,900. Beberspa peneliti nenemuken adanya penurunsn tinggi dari dento alveolar, namun keadaan ini tidak dijunpai pada kasus-kasus lain. Sebaliknya Isaacson melaporkan bahvs penderita-penderita open-bite mengalami peningkaten dari tinggi moka baweh tanpa disertai ervpsi yang berlebihen dari gigi insisif bawah, Perlu dipahami bahwa inklinaei akelal, sudut interincisal dan jaringan lonak adalah hel-hal yang banyak dipengarahi oleh perkenbangen struktur dento alveolar.20 Kin nenunjukkan kekurangan dari korek si skeletal open-bite yang dilakukan hanya dengen perawatan 20