Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH BAN DAN RODA

Dosen pengampu : IR,DRS EKO EDI POER., SE., M.MPd., MM.

Disusun oleh :
Agung Abdillah ( NIM : 160513609664 )
Bahiyal Naufal ( NIM : 160513609626 )
Lukman ( NIM : )
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
JURUSAN TEKNIK MESIN, FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karunianya kami dapat menyelesaikan makalah “Roda dan Ban” ini guna
memenuhi salah satu tugas.
Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada bapak IR,DRS EKO EDI
POER., SE., M.MPd., MM. selaku dosen mata kuliah Sistem Chassis dan
pembimbing dalam penyusunan makalah ini, juga kepada rekan-rekan yang telah
memberi dukungan untuk penyusunan makalah ini.
Besar harapan saya mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi
rekan-rekan, khususnya bagi penulis. Apabila dalam penyusunan makalah ini
terdapat kalimat atau bahasa yang kurang berkenan saya mohon maaf yang sebesar-
besarnya. Untuk itu kami mengharapkan ritik dan saran yang membangun dari guna
mencapai penyempuraan laporan penyusun kedepan.

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ban merupakan satu-satunya komponen mobil yang berhubungan langsung dengan
permukaan jalan. Ban berbeda dengan roda, roda adalah komponen yang terdiri dari pelek,
ban dan komponen pendukung lain. Oleh karena itu ban tidak dapat berdiri sendiri tapi
harus dipasang pada pelek.
Ban mempunyai konstruksi yang kompleks, tidak seperti yang kita lihat pada bagian
luarnya. Adapun komponen ban diantaranya adalah carcass atau cassing, tread, sidewall,
breaker, belt, bead

B. Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini supaya kami :
1. Dapat mengetahui Roda
2. Dapat mengetahui tentang Ban
BAB II
PEMBAHASAN
RODA DAN BAN

SEJARAH SINGKAT RODA dan BAN

Roda sebagai bagian vital kendaraan atau mesin, mula pertama ditemukan oleh
orang Sumeria pada 3.500 tahun SM. Di Mesopotamia, ditemukan pula sebuah benda bulat
dengan poros di bagian tengahnya, diperkirakan sebuah tatakan untuk membuat tembikar
dari masa yang sama. Ini membuktikan bahwa pada saat itu orang mulai tahu prinsip kerja
gerak lingkaran.

Selanjutnya, pada 3000 SM, kereta dorong mulai dikenal di Asiria, kemudian
berlanjut di Lembah Indus. Sedangkan masyarakat Eropa Daratan dan Tengah baru
mengenal kereta dorong sekitar 1000 SM, malah Inggris baru pada tahun 500 SM.

Pada tahun 1515 orang menemukan wheel-lock, roda yang bisa diputar dan
berhenti oleh sebuah benda pengganjal. Prinsip ini kemudian dikembangkan menjadi roda
gerigi pemantik bom - dan korek api.

Dunia teknik sangat terbantu oleh penemuan roda. Dari mesin es krim sampai
PLTA, menis jahit sampai pesawat ulang-alik, sepeda sampai mobil balap formula.
Perkembangan roda sebagai penggerak kendaraan kemudian tak dapat dilepaskan dari
perkebangan ban, yang ditentukan oleh peran Robert William Thomson dan John Boyd
Dunlop.
Misalnya ban berkode 215/65R15 89H. Angka '215' adalah lebar telapak ban dalam
satuan ukuran milimeter. '65' (Aspek Rasio), adalah rasio/perbandingan antara ketebalan
profil ban dengan lebar telapak ban. Angka 65 di sini mengisyaratkan tinggi/tebal ban
adalah 65% dari lebar telapak ban.

'R' (konstruksi), adalah pola jalinan benang/kawat yang memperkuat konstruksi


ban. 'R' di sini berarti ban tersebut memiliki pola jalinan berpola radial. Jika 'B' berarti ban
tersebut mempunyai konstruksi sabuk bias (bias belted). Untuk 'D' maka berarti
konstruksinya adalah bias diagonal (diagonal bias).

Angka 15 berikutnya adalah ukuran diameter rim/pelek dalam satuan inci dan
angka '89' mengisyaratkan beban maksimal (load index) yang diizinkan pada ban
bersangkutan. Sesuai dengan standar industri ban maka kode tersebut memiliki kapasitas
beban maksimal sebesar 580 kilogram di tiap ban. Huruf "H' terakhir merupakan indikator
kecepatan maksimal.

Jadi ban berkode 215/65R15 89H adalah ban dengan lebar telapak 215mm,
ketebalan ban dengan aspek rasio 65%x215(mm)=129(mm), berjenis radial untuk rim atau
pelek berdiameter 15 inci, mampu dibebani seberat 580 kg dengan batas kecepatan aman
maksimal 210 km.

Pengetian Roda
Roda adalah obyek berbentuk lingkaran, yang bersama dengan sumbu, dapat
menghasilkan suatu gerakan dengan gesekan kecil dengan cara bergulir. Contoh umum
ditemukan dalam penerapan dalam transportasi. Istilah roda juga sering digunakan untuk
obyek-obyek berbentuk lingkaran lainnya yang berputar.

Fungsi

1. Menahan seluruh berat kendaraan

Dalam hal menahan beban, yang paling berpengaruh adalah tekanan angin, karena
angin dalam ban berfungsi untuk menopang berat kendaraan dan muatan.

2. Memindahkan tenaga ke permukaan jalan

Ban berfungsi untuk meneruskan gaya gerak dan pengeraman ke permukaan jalan,
hal ini berkaitan dengan kinerja traksi dan pengereman. Yang berpengaruh dalam hal ini
adalah pattern atau kembangan dari ban.

3. Memindahkan gaya pengereman ke permukaan jalan

4. Menjadikan sistem kemudi dapat bekerja

Ban sangat penting dalam mengontrol arah kendaraan, hal ini akan menentukan
kemampuan bermanuver dan kestabilan dalam berkendara.
5. Mengurangi kejutan yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak rata

Tekanan angin dan type ban (radial/ bias) sangat berpengaruh dalam meredam
guncangan awal sebelum diredam lagi oleh suspensi. Ban tipe radial mampu meredam
guncangan lebih baik daripada ban tipe bias.

Roda kendaraan terdiri dari dua bagian utama yaitu ban dan pelek (velg). Ban
merupakan bagian dari roda kendaraan yang langsung bersinggungan dengan permukaan
jalan.

Konstruksi ban kendaraan terdiri dari carcass, tread, sidewall, breaker dan bead.

Bagian Ban
1. Tapak (Tread)
2. Belt (rigid breaker)
3. Carcass
4. Garis dalam (Inner Liner)
5. Bead wire
Carcass

Merupakan rangka ban yang keras, berfungsi untuk menahan udara yang
bertekanan tinggi, tetapi harus cukup flexibel untuk meredam perubahan beban dan
benturan

Tread

Berfungsi untuk melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang


dsebabkan oleh permukaan jalan

Sidewall

Adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi carcass
terhadap kerusakan dari luar

Breaker

Terletak antara carcass dan tread yang memperkuat daya rekat keduanya, dan
meredam kejutan yang timbul dari permukaan jalan ke carcass

Bead

Berfungsi untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh oleh karena berbagai gaya
yang bekerja

Karakteristik Ban Bias dan Radial Ban Bias

Kenyamanan cukup baik


Umur dan kemampuan lebih rendah

Ban Radial

Umur pemakaian lebih lama


Peningkatan panas kecil
Stabilitas pengendalian baik
Daya pengereman lebih baik
Rolling resistance (hambatan gesekan) kecil
Kenyamanan kurang dan pengemudian terasa lebih berat

Keuntungan Ban Tubeless

Jika ban tertusuk paku atau benda tajam lainnya, ban tidak menjadi kempes secara
sekaligus, karena lapisan dalamnya menghasilkan efek merapatkan sendiri. Sehingga
pengemudi tidak kehilangan kontrol kendaraan
Transfer radiasi panas akan lebih baik, karena udara dalam ban berhubungan langsung
dengan pelek
Tipe Tapak Ban Rib

Jalan rata, kecepatan tinggi untuk berbagai jenis mobil


Tahanan putar (rolling resistance) lebih kecil
Kendaraan mudah dikendalikan
Suara yang ditimbulkan kecil
Tenaga tariknya kurang baik

Lug

Jalan tidak rata, dan lunak untuk truk dan industri


Tenaga tarik baik
Rolling resistance cukup tinggi
Tread lebih mudah aus tidak merata
Suara lebih besar

Rib and lug

Jalan rata maupun tidak rata untuk sedan, truk kecil bus
Kendaraan lebih stabil
Kemampuan pengendaraan dan pengereman lebih baik

Block

Jalan berlumpur dan bersalju


Kemampuan pengendaraan dan pengereman lebih baik
Mengurangi slip pada jalan berlumpur/ bersalju
Lebih cepat aus
Rolling resistance lebih besar

Saat ini merek dan kembangan ban begitu bervariasi. Pada dasarnya, pola telapak ban
hanya terbagi menjadi tiga golongan utama, yakni
Searah(Directional),Simetris (Symmetric), dan Asimetris (Asymmetric).
Ketiga golongan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda untuk memenuhi
kebutuhan pengemudi yang berbeda-beda.

Searah (Directional)

Ban searah memiliki ciri telapak searah yang menyerupai anak panah atau pola
kembangannya berbentuk huruf "v".
Fitur:
• Menepis air dengan sempurna untuk pengendalian yang lebih
baik di permukaan basah maupun kering
• Performa dan pengereman yang lebih baik
• Biasanya tersedia dalam ukuran besar (15" keatas) dan memiliki indeks kecepatan
yang tinggi
Cocok untuk:
Pengemudi yang menyukai performa dan kecepatan tinggi.

Simetris (Symmetric)

Ban simetris biasanya memiliki telapak dengan desain rib yang


berkesinambungan atau blok. Kedua sisinya, baik sisi dalam maupun luar memiliki fitur
dan kegunaan yang sama. Pada umumnya ban dengan pola simetris memiliki alur yang
menyerupai gelombang.
Fitur:
• Nyaman dan sangat hening
• Alur utama untuk menepis air
Cocok untuk:
Pengemudi yang menyukai kenyamanan dan keheningan dalam berkendara.

Asimetris (Asymmetric)

Ban asimetris memiliki pola yang unik untuk membedakan kedua bagian sisinya.
Bagian luar ban biasanya memiliki desain alur yang lebih besar untuk menepis air dan
meningkatkan pengendalian pada jalan basah. Sedangkan bagian dalam ban memiliki alur
yang lebih kecil guna memperluas bidang yang berhentuhan dengan jalan sehingga ban
lebih stabil.
Fitur:
• Pengendalian yang baik di jalan basah maupun kering
• Pengendalian yang baik pada saat membelok pada
kecepatan tinggi
Cocok untuk:
Pengemudi yang menyukai performa tinggi.

Ban sendiri tidak dapat langsung dipasangkan ke kendaraan, melainkan


membutuhkan pelek. Ban akan dipasangkan dengan pelek, oleh sebab itu pelek roda
harus memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk menahan beban kendaraan yang
semuanya tertumpu pada bagian roda.

Terdapat dua tipe pelek roda yaitu pelek roda yang terbuat dari baja press
(pressed steel disch wheel) dan pelek roda yang terbuat dari bahan campuran besi tuang
(cast light alloy disc wheel).

PELEK DAN BAN


Pada umumnya roda yang digunakan pada mobil seperti terlihat pada gambar 1.
Roda dapat dibagi menjadi pelek dan ban. Pelek roda dan ban ini pada manusia dapat
diumpamakan sebagai kaki dan sepatu. Roda meluncur disepanjang jalan sambil memikul
berat kendaraan. Ban berfungsi meredam kejutan-kejutan yang ditimbulkan oleh keadaan
permukaan jalan dan mencegah kejutan ini berpindah ke body.

1). PELEK RODA (DISC WHEEL)


Ban tidak dapat dipasang langsung pada mobil, tetapi dipasang pada roda-roda,
biasanya pelek (disc wheel). Karena roda merupakan bagian penting yang menyangkut
keselamatan mengemudi, maka harus cukup kuat untuk menahan beban vertikal dan
horisontal, beban pengendaraan dan pengereman dan berbagai macam tenaga yang
tertumpu pada ban. Disamping itu roda harus seringan mungkin. Tambahan pula ban harus
dibalance dengan baik, dengan demikian dapat berputar lembut pada putaran tinggi, dan
pelek harus dibuat akurat agar dapat mengikat ban dengan baik.
a). TIPE PELEK RODA
Pada gambar 2. memperlihatkan sebuah model roda yang banyak digunakan pada
mobil penumpang. Beberapa roda ada yang menggunakan ruji-ruji, dan disc wheel yang
banyak digunakan ini terbuat dari baja plat yang dipres dalam bentuk tertentu. Rim dilaskan
menjadi satu dibagian luar disekeliling roda untuk memungkinkan pemasangan ban. Roda
dipasangkan pada hub atau poros ( axle shaft) dengan menggunakan empat atau enam buah
baut tanam (hub bolt). Mur roda dibuat sedemikian rupa sehingga pelek dapat
menempatkan posisinya dengan tepat dan center secara otomatis pada axle hub
saat pemasangan. Berat pembalans (balance weight) kadang-kadang ada terpasang diluar
disekeliling rim untuk membalance roda. Baut-baut yang dipasangkan pada roda disebut
baut-baut hub, dan tutup yang menutupi baut-baut ini disebut tutup roda (wheel drop).
Pelek roda dapat dibedakan menurut metode pembuatan dan bahannya.
Ada dua tipe yang umumnya digunakan sekarang : yaitu baja press dan campuran besi
tuang (cast light alloy).

PELEK BAJA PRESS


Pelek tipe (pressed-steel disc wheel) ini terdiri dari rim yang dilas. Disc dibuat dari
lembaran baja yang dipres.
Konstruksi seperti ini mudah untuk diproduksi dalam jumlah yang banyak. Pada
umumnya mobil menggunakan tipe inikarena tahan lama dan kualitasnya merata.

PELEK DARI BAHAN CAMPURAN BESI TUANG


Pelek (cast light-alloy disc wheel) ini terbuat daribahan campuran biasanya dari
aluminium atau magnesium.
Pada umumnya digunakan untuk mengurangi berat dan menambah penampilan
kendaraan.Pelek Baja Press Pelek dari Campuran Besi

Cara Membalance Roda Menggunakan Wheel Balancer

Tanda Tanda Roda Mobil Yang Memerlukan Balancing

1. Laju mobil mengarah ke kiri atau ke kanan


2. Getaran di lingkar kemudi
3. Kemudi atau setir terasa berat
4. Mobil terasa miring dan ban seolah kempis

Berikut Ini Cara Membalance Roda Menggunakan Wheel Balancer

A. Keselamatan Kerja
1. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
2. Gunakan pakaian kerja / wear pack
3. Ikutilah instruksi dari instruktur atau prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja
4. Gunakan tekanan kompresor yang sesuai dengan tekanan yang diijinkan
5. Bila perlu,mintalah buku manual ban yang menjadi training object

B. Alat Dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan langkah kerja, ialah :

Gb.Wheel Balancer

1. Kunci Roda.
2. Mesin Balance Roda (Wheel Balancer).
3. Width Measuring Gauge.
4. Amplas.
5. Timbel/Beban/Bobot Balancer.
6. Sepasang roda
7. Timah temple dan timah ketok
8. Tang potong
9. Sekrap

C. Langkah Kerja
Langkah kerja dalam melakukan praktek Balance Roda, ialah antara lain :

1. Sebelum dilakukan balance roda, terlebih dahulu mengendorkan mur roda pada
roda yang akan dibalance menggunakan kunci roda.
2. Setelah mur roda dikendorkan, kemudian mendongkrak kendaraan menggunakan
dongkrak, selanjutnya bagian yang didongkrak ditopang menggunakan jack
stand.
3. Selanjutnya, melepas mur roda dan melepas roda yang akan dibalance dari
kendaraan.
4. Setelah itu, memastikan tekanan ban dalam keadaan standar, berikutnya
membersihkan permukaan peleg roda dari bobot balancer sisa yang menempel,
serta segala kotoran pada permukaan peleg.
5. Kemudian, memasang roda yang akan dibalance ke dudukan roda pada Mesin
Balance Roda (Wheel Balancer) dan dikunci dengan menggunakan pengunci roda,
serta memastikan roda sudah terpasang dengan kuat.

Gb.Pemasangan Roda
Ke Wheel Balancer

6. Kemudian Nyalakan Wheel Balancer


7. Setelah itu atur angka angka yang ada pada papan wheel balancer.Angka yang
letaknya paling kiri,menunjukkan jarak wheel balancer dengan roda.Angka yang
letaknya di tengah,menunjukkan lebar pelek,Dan angka yang letaknya paling
kanan,menunjukkan diameter pelek.

Gb.Angka Angka Yang Ada Di


Wheel Balancer

8. Atur angka yang ada di sebelah kiri dengan menarik tuas wheel balancer ke
roda.Setelah itu Lepaskan tuasnya.Maka angka yang ada di sebelah kiri wheel
balancer,otomatis berubah sesuai pengukuran.Jika angkanya tidak sesuai dengan
pengukuran,maka ubah angkanya dengan menekan tombol a+ atau a-.
Gb.Pengukuran Wheel Balancer Ke
Roda

9. Setelah itu,atur angka yang letaknya di tengah.Angka yang letaknya di tengah


merupakan lebar roda.Di pelek terdapat kode kode yang menunjukkan lebar dan
diameter pelek.jika kodenya hilang atau tidak terlihat,maka ukurlah lebar pelek
menggunakan Width Measuring Gauge.Setelah itu,atur angkanya dengan menekan
tombol b+ atau b-.

Gb.Pengukuran Lebar Pelek


Gb.Pengaturan Lebar Ban Pada
Wheel Balancer

11. Setelah itu,atur angka yang letaknya dikanan.Angka yang letaknya di kanan
merupakan diameter roda.Di pelek terdapat kode kode yang menunjukkan lebar
dan diameter pelek.jika kodenya hilang atau tidak terlihat,maka ukurlah diameter
pelek menggunakan Width Measuring Gauge.Setelah itu,atur angkanya dengan
menekan tombol c+ atau c-.

Gb.Pengukuran Diameter Pelek


Gb.Pengaturan Diameter Pelek Pada
Wheel Balancer

13. Setelah itu,tutup penutup ban


14. Lalu tekan tombol start

Gb.Saat Menekan Tombol Start

15. Setelah itu,mesin bekerja.


16. Setelah mesin berhenti,buka penutup ban dan baca hasilnya.
17. Setelah itu,ambil bobot balancer dan pasang pada roda sesuai dengan angka yang
ditunjukkan pada mesin.Sebelum memasangnya pada roda,putar roda terlebih
dahulu sampai tanda di sebelah angka tsb penuh/satu garis lurus.Setelah itu,pasang
bobot balancer.Angka sebelah kiri menunjukkan bobot balance yang akan
dipasang pada sebelah kiri roda sebesar …gram.Begitu juga sebaliknya.

Gb.Pemasangan Bobot Balancer Pada


Roda

18. Setelah terpasang,tutup penutup ban lalu tekan tombol start lagi.
19. Lihat hasil pemeriksaan,jika hasilnya”Gud” sebelah dan yang sebelahnya
menunjukkan angka tertentu maka balancing belum jadi.Putar roda lagi sampai
tanda disebelah angka full.setelah itu,pasang lagi bobot balancer.
Gb.Pemasangan Ulang Bobot Balancer

20. Setelah itu,tutup penutup ban dan tekan tombol start.maka mesin bekerja.
21. Setelah mesin berhenti,lihat hasil pemeriksaan.Jika hasilnya”Gud….Gud”.Maka
roda telah berhasil dibalance.

Gb.Hasil Balancing Roda Pada Wheel


Balancer Yang Sukses

22. Setelah proses balance selesai,lepas roda dari Mesin Balance Roda (Wheel
Balancer), dengan melepas pengunci roda pada dudukan roda,
23. Setelah itu,lakukan pemasangan roda pada kendaraan.
Mendiagnosis kerusakan ban dan roda serta mengetahui peyebabnya
Aus tidak rata

Salah satu jenis ban rusak adalah aus yang tidak merata atau irregular
wear. Beberapa penyebab kerusakan jenis ini adalah tekanan angin yang kurang
atau lebih, spooring yang tidak pas, atau kaki-kaki dan suspensi yang tidak bekerja
dengan baik.
Karena itu, untuk mencegahnya, pastikan tekanan angin ban Anda standar
sesuai petunjuk. Kemudian, lakukan juga spooring atau menyeimbangkan
kedudukan roda secara berkala, serta memastikan kondisi sistem kaki-kaki dan
suspensi dalam keadaan baik.

Spot wear

Jenis kerusakan ban lainnya adalah spot wear yang ditandai dengan
rusaknya permukaan ban di bagian tertentu. Kerusakan ini timbul karena
pengemudi sering melakukan pengereman mendadak, suspensi yang rusak,
serta balance roda tidak bagus.
Karena itu, sesuai dengan penyebabnya, usahakan hindari pengereman
mendadak, ganti suspensi yang rusak, serta lakukan balancing secara berkala ke
bengkel.
Tread cut penetration

Saat ban tidak sengaja melindas benda tajam, maka kerusakan jenis ini
dapat terjadi. Karena itu, berhati-hatilah menggunakan mobil di jalanan rusak atau
di jalan yang terdapat banyak benda tajamnya.

Cut burst

Jenis yang keempat, cut burst, adalah kerusakan ban paling parah sehingga
tidak bisa lagi digunakan. Pada jenis ini, biasanya terjadi karena ban melindas
benda tajam atau bertekanan terlalu tinggi.
Sama seperti jenis sebelumnya, kerusakan ini bisa diantisipasi dengan
berhati-hati saat melewati jalanan rusak serta sesuaikan tekanan angin dengan
ukuran standar.
Tread chipping

Jenis kerusakan ban terakhir adalah tread chipping, Kerusakan ini ditandai
dengan alur ban yang rusak, tetapi tidak aus. Kerusakan jenis ini disebabkan karena
kondisi jalan kasar dan tajam, kasar ketika mengemudi, serta salah dalam
pemakaian tipe ban.
Karena itu, solusi untuk mencegah jenis kerusakan ini adalah pengemudi
harus mengurangi kecepatan saat melewati jalanan rusak, serta menggunakan tipe
ban yang sesuai dengan kondisi jalan.

Setiap ban memiliki tread wear indicator (TWI), yang berbentuk


segitiga dan terdapat pada sisi samping ban (side wall). TWI ini merupakan indikator
tingkat keausan ban dan bisa juga menjadi patokan untuk mengganti ban. Saat tapak ban
sudah melampaui indikator tersebut, terlihat garis melintang antara tapak ban, yang berarti
ban tersebut sudah tidak layak lagi untuk digunakan.

Ini Penyebab Pelek Rusak

1. Jalan rusak

Kerap melintas di jalan rusak, berlubang dan berbatu merupakan salah satu
penyebab rusaknya pelek. Kondisi yang sering timbul adalah peyang di sekitar bibir pelek.
Terlebih bila sering melintas di kondisi jalan rusak dengan kecepatan lebih dari 30 kpj.
"Tumbukan keras akan terjadi dan dapat dipastikan membuat pelek bengkok atau peyang.
Biasanya di bagian bibir, baik sisi luar maupun dalam," terang Alfin. Apalagi profil ban
yang dipakai tergolong tipis. Mengerem (hard braking) saat menghajar lubang karena
melaju terlalu cepat, juga sering membuat pelek pecah ataupun bengkok, terutama ban
depan. Itu disebabkan titik berat saat mengerem bertumpu di ban depan, lalu menghantam
lubang di permukaan yang agak tajam. Kondisi terparah, ban bisa pecah dan benjol di
bagian dinding (side wall). Jika jarak pengereman tidak mencukupi ketika hendak
menghajar lubang, ada baiknya melepas tekanan pedal rem sesaat sebelum masuk lubang.
Langkah tersebut mampu meminimalisasi dampak benturan, karena titik berat sudah
bergeser.
2. Ban

Penggunaan karet bundar yang tidak sesuai dengan karakter pelek bisa berpeluang
merusak bahkan mengganggu kenyamanan berkendara dan keselamatan. Ketika hendak
mengganti ban, lebih baik ikuti spesifikasi bawaan pabrik. Jika pelek tak lagi standar,
diskusikan dengan mekanik perihal spek ban yang cocok. Kecenderungan pelek rusak
karena penggunaan profil ketebalan ban yang terlalu minim dan tapak yang terlalu lebar
atau terlalu "narik" (gaya hella flush). Memasang ban off-road berukuran terlalu besar juga
tidak disarankan jika tidak sesuai dengan karakter dan material pelek.

Perhatikan juga fisik ban, untuk memperhatikan saatnya mengganti ban, antara
lain melalui tanda-tanda di bawah ini

Benjolan pada ban


Sebaiknya segera ganti ban yang benjol dengan yang baru, karena berpotensi untuk
terjadinya pecah ban

Banyak terdapat tambalan


Berpotensi untuk bocor seketika

Karet ban getas/pecah-pecah


Biasanya terdapat pada sisi samping ban
Tekanan angin

Selalu periksa tekanan angin ban. Karena jika kurang bisa menyebabkan pelek
bengkok di bagian bibir atau pengok. Penyebabnya hampir sama dengan ketika
menggunakan ban profil tipis. Sebaiknya pastikan tekanan angin sesuai dengan instruksi
pabrikan yang terdapat di dinding bagian dalam pintu.
Tekanan angin adalah hal yang paling penting dalam perawatan ban. Artinya, ban
harus diberi tekanan angin sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pabrik
pembuatnya dan bisa didapatkan di berbagai area kendaraan Anda, seperti di ujung pintu
pengemudi, di bagian bawah pintu atau di bagian dalam kotak penyimpanan di pintu
kendaraan.
Tekanan angin kurang dapat menyebabkan kerusakan bagian sidewall,
menurunnya kapasitas angkut beban, dan juga mengakibatkan borosnya bahan bakar.
Karenanya tekanan angin ban harus diperiksa secara berkala, paling tidak setiap dua
minggu sekali atau ketika hendak melakukan perjalanan jarak jauh.
Memeriksa tekanan angin ban sebaiknya pada saat ban dalam keadaan dingin. Bila
kendaraan baru saja dipakai, biarkanlah suhu ban turun sebelum diperiksa tekanan
anginnya.
Tekanan angin yang tidak tepat dapat membuat ban aus tidak merata.
Keausan di tengah disebabkan oleh tekanan angin yang terlalu tinggi karena pemakaian
kembangan ban bagian tengah yang berlebihan. Sebaliknya, tekanan yang terlalu rendah
mengakibatkan keausan pada kedua sisi bahu ban.

Tekanan yang sesuai


Menyebabkan keausan yang merata, sehingga ban tahan lebih lama

Tekanan yang kurang


Menyebabkan keausan pada bagian bahu, sehingga ban aus tidak merata

Tekanan yang berlebihan


Menyebabkan keausan pada bagian tengah, sehingga ban aus tidak merata

Alangkah baiknya menggunakan Nitrogen, Kelebihan Nitrogen :


• Tekanan nitrogen (N2) lebih stabil daripada oksigen (O2)
• Berat jenis yang lebih ringan dan partikelnya yang lebih besar,
membuat kebocoran ban ber-nitrogen lebih sedikit. sehingga tidak
membutuhkan pengisian yang terlalu sering
• Ban berkerja lebih optimal ketika berputar karena
sifatnya yang dingin
• Mengurangi keausan ban yang tidak merata
• Lebih hemat BBM
• Memperbaiki manuver
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Roda adalah obyek berbentuk lingkaran, yang bersama dengan sumbu, dapat
menghasilkan suatu gerakan dengan gesekan kecil dengan cara bergulir. Contoh umum
ditemukan dalam penerapan dalam transportasi.
Ban adalah peranti yang menutupi velg suatu . Ban adalah bagian penting
darikendaraan darat, dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan
ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta
memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan
percepatan dan mempermudah pergerakan. Sebagian besar ban yang ada sekarang,
terutama yang digunakan untukkendaraan bermotor, diproduksi dari karet sintetik,
walaupun dapat juga digunakan dari bahan lain seperti bajaSebuah ban (dalam Bahasa
Inggris Amerika dan Kanada Inggris) atau ban (di British bahasa Inggris, Selandia Baru
Inggris, Australia Inggris dan lain-lain) adalah meliputi berbentuk cincin yang cocok di
sekitar pinggiran roda untuk melindunginya dan memungkinkan performa kendaraan lebih
baik dengan menyediakan fleksibel bantalan yang menyerap shock sambil menjaga gulir
dalam kontak dengan tanah. Kata ITU Sendiri mungkin berasal Dari kata "dasi," Yang
merujuk ke Name of cincin baja Luar Roda gerobak kayu Yang mengikat kayu segmen
Bersama-sama (modem.jpg Etimologi Bawah). Kata itu sendiri mungkin berasal dari kata
"dasi," yang merujuk ke bagian cincin baja luar roda gerobak kayu yang mengikat segmen
kayu bersama-sama

B. Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan pelajarilah lebih dalam tentang Sistem Roda
dan Ban karena dengan mempelajari lebih dalam lagi maka kita akan mudah memahami
tentang Roda dan Ban.
DAFTAR PUSTAKA

http://danialmandala.blogspot.com/2013/12/materi-pengertian-fungsi-komponen-
cara.html

https://www.teknik-otomotif.com/2018/04/fungsi-dan-bagian-bagian-roda-
kendaraan.html

https://www.liputan6.com/otomotif/read/2265939/penting-kenali-macam-macam-
kerusakan-ban

https://otomotif.kompas.com/read/2013/12/21/1430475/Ini.Penyebab.Pelek.Rusak

http://ultratune.gamamulti.com/profile/spooring

http://karcool.com/

http://www.discounttire.com/dtcs/infoTireBalancing.dos

http://gardencitymobil.com/wheelbalance.html

http://www.discounttire.com/dtcs/infoTireBalancing.dos

http://www.pitstop.co.za/services.asp

http://www.discounttire.com/dtcs/infoTireBalancing.do

http://www.liverc.com/