Anda di halaman 1dari 8

1.

SKORING DAN PRIORITAS MASALAH

Diagnosa 1: Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan ketidakmampuan klien merawat


kesehatan anggota keluarga

Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

Sifat masalah

 Tidak/kurang sehat 3
 Ancaman kesehatan 2 1
 Krisis/keadaan 1
sejahtera

Kemungkinan masalah untuk


diubah

 Dengan mudah 2 2
 Hanya sebagian 1
 Tidak dapat 0

Potensial masalah untuk


dicegah

 Tinggi 3 1
 Cukup 2
 Rendah 1

Menonjolnya masalah

 Masalah berat, harus 2


segera ditangani
 Ada masalah tetapi 1 1
tidak perlu segera
ditangani
 Masalah tidak 0
dirasakan

Jumlah
Diagnosa 2: Kesiapan meningkatkan kesehatan anak usia balita berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

Sifat masalah Menurut klien benaradanya An.


Z sudah lama tidak diimunisasi.
 Tidak/kurang sehat 3 Dahulu pernah mau disuntik
 Ancaman kesehatan 2 1
tetapi An. Z sakit sehingga harus
 Krisis/keadaan 1 ditunda dan sampai sekrang
sejahtera belum disuntik lagi.

Kemungkinan masalah untuk Klien mengatakan ini mudah


diubah saja jika An.Z dapat dibawa ke
Posyandu atau Puskesmas untuk
 Dengan mudah 2 2
dapat diimunisasi.
 Hanya sebagian 1
 Tidak dapat 0

Potensial masalah untuk Klien mengatakan memang


dicegah penting skali untuk An. Z dapat
menerima imunisasi. Klien
 Tinggi 3 1
memilihoption cukup.
 Cukup 2
 Rendah 1

Menonjolnya masalah Klien merasa masalah ini dapat


diselesaikan nanti saja. Klien
 Masalah berat, harus 2 mengatakan ini masalah penting
segera ditangani tetapi An. Z sampai saat ini tetap
 Ada masalah tetapi 1 1 aktif dan jarang sakit, sehingga
tidak perlu segera masalah ini dapat diselesaikan
ditangani nanti.
 Masalah tidak 0
dirasakan

Jumlah
Diagnosa 3: Kurang pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan klien mengenal
masalah kesehatan.
Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

Sifat masalah

 Tidak/kurang sehat 3
 Ancaman kesehatan 2 2
 Krisis/keadaan 1
sejahtera

Kemungkinan masalah untuk


diubah

 Dengan mudah 2 2
 Hanya sebagian 1
 Tidak dapat 0

Potensial masalah untuk


dicegah

 Tinggi 3 1
 Cukup 2
 Rendah 1

Menonjolnya masalah

 Masalah berat, harus 2


segera ditangani
 Ada masalah tetapi 1 1
tidak perlu segera
ditangani
 Masalah tidak 0
dirasakan

Jumlah
RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA

Diagnosa Tujuan Umum Evaluasi


No Keperawatan & Intervensi Rasional
Keluarga Tujuan Khusus Kriteria Standar
1 Perubahan perfusi Setelah dilakukan 3x Respon Klien Mandiri Mandiri
jaringan kunjungan dan verbal, mengetahuai
berhubungan memberikan asuhan afektif, dan penyakit dan 1. Mendorong klien 1. Skrining
dengan keperawatan keluarga, psikomotor cara untuk menggunakan kesehatan
ketidakmampuan pemahaman klien menghindari fasilitas kesehatan diperlukan untuk
klien merawat tentang cara merawat penyakit yang ada untuk mengetahui
kesehatan anggota penyakit dapat bertambah memeriksakan perkembangan
keluarga meningkat secara parah kesehatan kondisi klien
bertahap. 2. Mengajarkan klien 2. Olahraga dapat
cara mengontrol dilakukan untuk
hipertensi dengan memperlancar
Kriteria hasil:
olahraga ringan aliran darah
- Klien dapat
Edukasi dalam tubuh
menyebutkan
1. Mengedukasikan Edukasi
intervensi yang
klien tentang 1. Klien perlu
dilakukan untuk
penyakit hipertensi mengetahui
mengobati penyakit
2. Mengedukasikan tentang penyakit
- Klien dapat
pola hidup yang hipertensi dan
mempraktikan
sehat agar tekanan akibat dari
intervensi yang
darah tetap stabil penyakit
diajarkan
2. Pola hidup yang
baik dapat
mencegah
terjadinya
peningkatan
tekanan darah.

2 Nyeri akut Setelah dilakukan 3x Respon Klien dapat Mandiri Mandiri


berhubungan kunjungan dan verbal, memahami
dengan memberikan asuhan afektif, dan penyebab 1. Melakukan 1. Dapat
ketidakmampuan keperawatan keluarga, psikomotorik nyeri dan pengkajian nyeri menganalisa
klien mengenal klien dapat mengenal cara secara komprehensif intervensi yang
masalah kesehatan penyebab nyeri dan menangani 2. Mengajarkan teknik tepat kepada
penanganan nyeri jika nyeri jika relaksasi napas klien
nyeri muncul kembali. muncul dalam 2. Napas dalam
kembali 3. Diskusikan diet atau membantu pasien
menu yang sesuai merilekskan
Kriteria Hasil
sebagai pengurang tubuh sehingga
- Klien dapat
faktor pemicu mengurangi nyeri
mendemonstrasikan
terjadinya nyeri 3. Diskusi dapat
teknik relaksasi
Edukasi meningkatkan
- Klien paham
1. Edukasikan tentang pengetahuan dan
tentang penyebab
penyakit asam urat memberikan
nyeri dan cara
dan penanganannya. pilihan kepada
menghindari
2. Edukasikan diet klien mengenai
yang sesuai untuk kesehatannya
penyakit asam urat Edukasi
dan pantangannya. 1. Meningkatkan
pengetahuan
klien mengenai
penyakit yang
diderita
2. Meningkatkan
pengetahuan
klien mengenai
pola makan yang
sehat sesuai
keadaan klien.

3
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

No.
Tanggal Diagnosa TUK Implementasi Evaluasi Paraf
Keperawatan
17/08/ 2 Setelah dilakukan 3x Melakukan pengkajian nyeri Subjektif: Berti
2018 kunjungan dan memberikan komprehensif. Klien mengatakan - Klien mengatakan nyeri yang Patrick
asuhan keperawatan saat ini merasakan nyeri tetapi tidak dirasakan berkurang.
keluarga, klien dapat terlalu mengganggu. - Klien mengatakan tidak tahu
mengenal penyebab nyeri P: Pasien mengatakan 2 hari lalu penyebab nyeri karena apa
dan penanganan nyeri jika makan kacang panjang.
nyeri muncul kembali. Q: Nyeri yang dirasakan seperti Objektif:
nyut-nyutan kecil - Klien terlihat kebingungan saat
Kriteria Hasil R: Nyeri dirasakan pada daerah jari- bertanya
- Klien dapat jari - Klien terlihat mempraktikan
mendemonstrasikan S: Skala nyeri A/I 2/1 teknik tarik napas dalam
teknik relaksasi T: Nyeri akan mereda sendiri. Saat dengan baik
- Klien paham tentang ini pasien tidak mengonsumsi obat - Klien terlihat dapat beraktivitas
penyebab nyeri dan cara apapun seperti biasa tanpa gangguan
menghindari akibat nyeri
Melakukan edukasi tentang
penanganan nyeri dengan menarik Analisa:
napas dalam. Respon pasien, pasien - Klien dapat melakukan teknik
dapat mempraktikan teknik tarik napas dalam dengan baik
relaksasi napas dalam dengan baik
- Klien tidak dapat mengetahui
penyebab terjadinya nyeri dan
masih mengonsumsi kacang-
kacangan
Planning:
- Berikan edukasi tentang pola
makan yang harus ditaati pada
klien dengan asam urat
- Dorong klien menyusun pola
makan setiap hari sesuai pola
makan penyakit asam urat