Anda di halaman 1dari 22

STANDARISASI MUTU PELATIH PEMBINA PRAMUKA

TINGKAT NASIONAL
STANDARISASI MUTU PELATIH PEMBINA PRAMUKA TINGKAT NASIONAL

I. REVITALISASI BIDANG PENDIDIKAN DAN LATIHAN KEPRAMUKAAN (UNTUK ANGGOTA


DEWASA)

1. Revitalisasi komponen proses pendidikan dan Pelatihan meliputi :


a. Sumber daya manusia
1) Pelatih Pembina Pramuka
Meningkatkan kegairahan dan kemampuan Pelatih Pembina melalui: Penyegaran Pelatih,
menghidupkan Korps Pelatih, Pitaran Pelatih, Seminar, Workshop kepelatihan, mendorong agar
Pelatih tetap memiliki Gugusdepan.

2) Pembina Pramuka
Meningkatkan kegairahan dan kemampuan Pembina Pramuka melalui Karang Pamitran, Gelang
Ajar, memperbaiki kualitas lulusan KMD dan KML sesuai dengan kemampuan kemahiran golongan
masing – masing, sehingga bisa diikuti oleh Pembina Pramuka yang baru dan memperbanyak
kursus-kursus penunjang keterampilan Kepramukaan.

3) Mabi
Mabi menpunyai peran yang sangat strategis dalam memberikan dukungan dan
bimbingan dalam perkembangan Gerakan Pramuka. Agar dukungan dan bimbingan berlangsung
terus-menerus dan tepat pada sasarannya maka para mabi perlu mendapatkan pelatihan atau
kursus Mabi, setidaknya Kursus Orientasi Mabi.

4) Instruktur
Instruktur, adalah orang dewasa yang diperlukan oleh Gerakan Pramuka karena keahlian
khususnya yang diperlukan oleh “Satuan Gerakan Pramuka”, atau “Pendidikan dan
Keterampilan/keahlian tertentu” yang dibutuhkan oleh Gerakan Pramuka. Untuk itu perlu setidaknya
mengetahui tentang “Prinsip Dasar Kepramukaan” dan “Metode Kepramukaan”, melalui kursus
Orientasi, atau kursus secara moduler.

5) Pamong Saka
Agar Kursus berjalan dengan baik perlu “segera” ada penyusunan dan pembakuan
Bahan Ajar/Bahan Serahan Kursus Pamong Saka (selama ini bahan masih belum ad atau belum
baku), selanjutnya disosialisasikan pada Pinsaka dan Pamong Saka, mengadakan kursus Pamong
Saka, pemantauan dan pengembangan kegiatan.

6) Instruktur Saka
Segera dilakukan penyusunan, pembakuan bahan Ajar Kursus Instruktur Saka, disosialisasi bahan
ajar tersebut pada Pinsaka dan Pamong Saka, mengadakan kursus Instruktur Saka, pemantauan
dan pengembangan kegiatan hasil kursus oleh kwartirnya.

7) Andalan
Sebagai orang yang diandalkan dan pembuat kebijakan di Kwartirnya, hendaknya mengerti dan
memahami dengan benar tentang Gerakan Pramuka, untuk itu andalan sangat dianjurkan untuk
mengikuti (walaupun tidak penuh) kursus-kursus kepramukaan – Kursus Orientasi, Kursus Andalan,
KMD, KML. Selanjutnya Kwarnas hendaknya segera menyusun materi Kursus untuk Andalan.

8). Dukungan
Imbalan/akriditas. Sebagian besar Pembina/Pelatih/Pamong Saka/Instruktur dalam Gerakan
Pramuka 90% adalah guru, atau PNS. Mereka sangat memerlukan:
(1) Imbalan non-materi. Membina Pramuka saat ini aktivitasnya tidak dapat dijadikan KUM untuk
naik pangkat, baik bagi guru maupun PNS yang lain, oleh karena itu Kwarnas sangat perlu sekali
memperjuangkan hal tersebut sehingga pengabdian guru/PNS dalam Gerakan Pramuka memiliki
nilai bagi mereka.
(2) Imbalan materi. Pembina/Pelatih/Pamong Saka/Instruktur perlu penggantian uang transportasi
dan pakaian seragam. Imbalan materi ini sangat sederhana tetapi diperlukan sebagai bentuk
perhatian yang dapat mendorong motivasi kerja.
(3) Bagi karyawan Kwartir atas prestasi dalam bidang tugasnya lebih-lebih yang diperoleh selama
pengabdiannya di gugudepan dan Pelatihan, harus mendapat tanda penghargaan juga diatur
secara khusus oleh Kwarnas.

9) Manajeman Kepelatihan
Menata kembali struktur – personalia Lemdika atas dasar azas manfaat, demokratis – lewat forum
lemdika, bottom up system. Pemilihan Kepala Lemdikanas dipilih oleh para Kepala Lemdikada
seluruh Indonesia. Pemilihan Kepala Lemdikada dipilih oleh para Kepala Lemdikacab di wilayahnya,
dan pemilihan Kepala Lemdikacab dipilih oleh para pelatih dalam forum Pitaran Pelatih Cabang.

10) Regenerasi, proses perkaderan dilakukan berkesinambungan secara terus-


menerus, tidak boleh berhenti, sebagai tuntutan zaman. Berdasarkan keputusan/kesepakatan
Kalemdika seluruh Indonesia dalam setiap kegiatan pelatihan maka proporsi persentasi pelatih:
10% dari pelatih golongan tua (65 tahun ke atas); 40% (50 tahun s.d 64 tahun) golongan tengah;
dan 50% golongan muda (di bawah 50 tahun).

2). Materi Pendidikan dan Pelatihan


Meninjau kembali, memperbaiki, menyesuaikan, dan bahkan menyusun yang belum ada,
sesuai dengan tuntutan kemajuan dan kebutuhan masyarakat. Hal yang perlu di susun,
direview antara lain:
a) Bahan-bahan Kursus

 Bahan Kursus Orientasi, (direview)


 Bahan Kursus KMD, (direview)
 Bahan Kursus KML, (direview)
 Bahan Kursus KPD, (direview)
 Bahan Kursus KPL, (direview)
 Bahan Kursus Pamong Saka – 7 Saka, (disusun)
 Bahan Kursus Instruktur Saka – 7 Saka. (disusun)
 Kursus Kewirausahaan (disusun/ direview)
 Kursus Pembina Gudep (disusun)
 Kursus Pembina Profesional Tingkat Dasar (disusun/ direview)
 Pelatihan Instruktur Kegiatan Alam Terbuka (disusun)
 Pelatihan Manajemen Dasar (disusun/ direview)
 Pelatihan Manejemen Lanjutan (disusun)

b) Bahan SKU/SKK
Perbaikan kurikulum latihan bagi orang dewasa harus diikuti kurikulum bagi peserta didik terutama
SKU, demikian pula sebaliknya perbaikan SKU harus diikuti penyesuaian Bahan Kursus terutama
KMD & KML.. Hasil review sebelum di SK kan oleh Kwarnas sebaiknya diujicobakan
c) Hide Curriculum:
Yang tidak kalah pentingnya dalam revitalisasi kurikulum adalah kurikulum yang tersembunyi yakni
hal-hal yang dirancang atau tidak dirancang yang intinya untuk meningkatkan kualitas mental &
fisik; yang dalam hal ini sangat tergantung pada:
a) Pengalaman pelatih
b) Sikap Pelatih (suasana hati pelatih saat itu), sikap panitia dan sikap para komponen pendukung
lainnya dalam pendidikan & latihan
c) Kebersihan, kenyamanan tempat pendidikan dan latihan
d) Suasana sekitar lingkungan tempat pendidikan dan latihan
e) Pelayanan administrasi Kwartir yang berkaitan dengan kursus.

3). Metode Latihan


a). Konservasi dan improvisasi metode latihan yang telah dikuasai (remedial &
pengembangan) – Misal: Ceramah, dialog, resitasi, diskusi: buzz methods, panel, kelompok,
ceramah bervariasi, demonstrasi, penugasan/ resitasi, role playing dan sosio drama.
b). Mempelajari, mengadopsi, mengadaptasi, mengkombinasikan metode latihan yang baru
(enrichment) – Misal: The Power of Two; Everyone is the teacher here; Snow ball; Based method;
Fish bowl; meta-plan country-fair; dll
c). Menciptakan sendiri metode latihan yang menarik
Hal ini bisa dilakukan melalui Semiloka, Pitaran Pelatih, atau Gelang Ajar, dalam waktu yang cukup,
karena sebenarnya masing-masing daerah sudah memiliki potensi untuk itu, tinggal share dan care.
d) Simulasi /Study Lapangan.

4). Sarana dan Prasarana Latihan


a). Pemberdayaan Sarana dan Prasarana yang telah ada. Kantor Lemdika, Ruang Latihan,
Tempat Penginapan, Bumi Perkemahan, Audio Viasual Aids, Perlengkapan Praktek, Buku-buku
Referensi Kursus, Alat Komunikasi, Komputer, Internet, Kendaraan/ Sarana Angkutan,
Perpustakaan, Laboratorium (Gudep dengan Satuan Lengkap, Bengkel, Pangkalan Saka, dll).
b). Pengembangan Sarana dan Prasarana yang telah ada. Biasanya perlengkapan Olah Raga
dan Seni; Perlengkapan ODSAG (Out Door Scout Activity Game) yang terstandar.
c). Pengadaan Sarana dan Prasarana yang belum ada. Radio Pendidikan; IT; Website tersendiri;
Majalah Pendidikan dan latihan; Multi Media Training Center;
d). Menciptakan Sarana dan Prasarana yang modern, menarik dan bermanfaat. Sarana
terpadu antara a, b, c, dan BUMP (badan usaha milik Pramuka).

b. Revitalisasi Komponen In-put


1). Rekruitmen calon Pembina yang mau aktif di Gudep melalui proses yang telah sama atau
mendekati seperti yang telah ditetapkan oleh APR atau melalui mekanisme yang lebih sederhana
dan baik.
2). Persyaratan mengikuti pendidikan dan latihan diperketat terutama yang akan menjadi Pelatih,
sehingga setiap pelatih dapat diteladani
3). Andalan sebagai decission maker diupayakan bersedia mengikuti Pendidikan dan Latihan
Kepramukaan.
4) Mabi sebagai pendukung Gerakan Pramuka mempunyai peran yang sangat penting dalam
mengikuti pelatihan kepramukaan minimal orientasi

c. Revitalisasi Out-Put
Bagi para lulusan kursus (Pendidikan dan latihan), agar bergiat maka:
1) Diaktifkan kembali Supervisi, Penelitian, Evaluasi, dan Monitoring (SPEM) dari Kwartirnya bagi
Pembina Pramuka atau Pelatih Pembina Pramuka Pasca Kursus. Masa pengembangan dan
bimbingan bagi Pembina oleh Pelatih harus tetap dilaksanakan secara efektif, sehingga mencapai
tingkat Mahir lengkap.
2) Diadakan Reward yang sistematis, dan berkesinambungan bagi Pembina, dan
Palatih dijajaranya melalui usulan dari Gudep dan Kwartirnya
3) Diadakan punishment. Misal: Pencabutan tanda-tanda Mahir Lengkap, dan kepelatihan bagi
pembina atau pelatih yang sudah tidak mau aktif lagi, atau melakukan pelanggaran terhadap kode
kehormatan Gerakan Pramuka.

d. Revitalisasi Out-Come
1). Bagi lulusan KMD, KML, diupayakan terus aktif di gugus-depan, pemilihan Gudep tergiat,
Kwarcab tergiat, Kwarda tergiat dihidupkan kembali.
2). Agar kegiatan di Gudep menjadi hidup, para alumnus peserta kursus tidak hanya sekadar asal
ikut kursus, maka setelah selesai kursus dibuat mekanisme yakni penyerahan pembina hasil kursus
oleh Kwaran/atau kwarcab, ke Gugus-depannya.
3). Penerbitan SHB (Surat Hak Bekerja) kepada seluruh Pembina Gudep yang aktif dilaksanakan
kembali setiap tahunnya.
4). Bagi lulusan KPD & KPL, harus tetap aktif di Gugusdepan, sebagai laboratoriumnya, dan tetap
memfungsikan dirinya sebgai konsultan bagi para Pembina Pramuka.
5). Kwarcab menerbitkan SHL (Surat Hak Latih), bagi para Pelatih yang aktif setiap periodenya.

1. 1. PENGKAYAAN METODE LATIHAN

Sangat banyak metode-metode pendidikan dan latihan yang tidak dikuasai oleh pelatih,
sungguhpun setiap pelatih sejak dahulu telah mengetahui 4 kali lipat jenis-jenis metode pengajaran
dibandingkan dengan seorang guru/dosen. Namun perkembangan jaman dan karena kepramukaan
dilaksanakan di alam terbuka maka sangat perlu bagi pelatih untuk memperoleh remidial dan
enrichment metode latihan sebagai berikut:

1. Improvisasi metode latihan konservatif


2. Mempelajari metode latihan modern
3. Mempelajari Audio Visual Aids dan IT
4. Mempelajari internet, misalnya: pembuatan email dan pengoperasiannya, masuk dalam
goup atau mail list, bahkan Pelatih hendaknya dapat memberikan hal ini kepada para
Pembina Pramuka sehingga “tidak akan pernah ketinggalan informasi”, tidak menduga-
duga, dan sekedar mendengar-dengar dari orang lain.

Bahan Acuan Pengkayaan Metode Latihan


(1) Ancangan Tata Ruang Kelas:
(a) Huruf U;
(b) Corak Tim;
(c) Meja Konferensi:
(d) Lingkaran;
(e) Work Station;
(f) Break-out grouping;
(g) Susunan Chevron;
(h) Kelas tradisional; (i) auditorium.
(2) Metode memperoleh partisipasi peserta didik:
(a) Diskusi terbuka.
(b) Kartu Respon;
(c) Polling;
(d) Diskusi Kelompok Kecil;
(e) Partner Belajar;
(f) Whips. Langkah: Ketika proses berlangsung, permasalahan/topik sudah diutarakan, maka
kelilingilah kelompok, dan dapatkan respon pendek pada persoalan kunci. Gunakan Whips ketika
ingin memperoleh sesuatu dari peserta secara cepat. Contoh: “Perubahan yang akan saya buat di
Kwarcab saya setelah pelatihan ini adalah…”
(g) Panel;
(h) Fishbowl;
(i) Game;
(j) Memanggil Pembicara Berikutnya;

(3) Membuat peserta didik solid dan aktif sejak awal:


(a) Strategi membangun tim yang solid dan dinamik di awal pendidikan dan latihan
(dilakukan dengan salah satu dari metode-metode tersebut):
- 1. Trading Place. Strategi ini memungkinkan peserta didik lebih saling mengenal, tukar-
menukar pendapat mempertimbangkan gagasan, nilai, atau pemecahan berbagai masalah. Contoh:
Masalah Pembinaan Gudep. Masing-masing peserta diminta menulis di kertas apa masalahnya dan
jika ada bagaimana solusinya. Kemudian mereka diminta berjalan satu-persatu berkeliling, dan
nanti dipertukarkan dengan teman yang lain.
- 2. Who is in Class. Teknik ini untuk berburu teman sehobi/sepandangan. Contoh: Peserta
diminta menulis warna kesukaan; bulan kelahiran, lamanya menjadi Pembina/Pelatih dst. Kemudian
mereka diminta mencari teman yang memiliki kesamaan paling sedikit 3 kategori untuk menjadi
teman kelompoknya.
- 3. Prediction. Cara yang mengagumkan untuk saling kenal dan menimbulkan kesan yang
dalam. Bentuk mereka dalam kelompok kecil. Dalam kelompok tersebut secara bergiliran seorang
diminta ke tengah lingkaran, kemudian Tutor mengajukan pertanyaan yang telah disusun
sebelumnya. Pertanyaan pertama misalkan: Musik apa yang anda sukai? – Ia tidak perlu menjawab
tetapi teman lain yang harus menebak sehingga jawabannya tertebak. Ajukan pertanyaan lain
misal: Berapa jam anda tidur malam, dst. Yang lain menebak. Ajukan pertanyaan lagi: Berapa
saudara kandung anda, anda nomor berapa? Dst. Untuk itu di tiap kelompok harus ada
pendampingnya.
- 4. TV Commercial. Strategi ini bila dalam kelompok tersebut sudah saling kenal. Satu
kelompok dibuat tidak lebih dari 6 orang. Tiap kelompok supaya mengiklankan pelajaran yang
tertera dalam jadwal. Iklan hendaknya berupa slogan. Contoh: “Tanpa PDK dan MK pendidikan
kepramukaan tiada artinya”. Sebutkan pula hasil-hasil (produk) yang akan diperoleh dalam PDK
dan MK.
- 5. The Company You Keep. Upayakan Ruang Kelas tidak ada kursi sehingga mereka bisa
bergerak bebas. Mulailah dengan pertanyaan pertama misalnya: (1) Siapa lahir di bulan Januari
sampai Juni supaya berada di kiri saya, sedangkan yang lahir di bulan Juli sampai Desember
supaya berdiri di kanan saya. – Di sini akan terjadi 2 kelompok. Selanjutnya diajukan pertanyaan
ke2, misalkan (2) Yang berjenis kelamin putera supaya memisahkan diri dengan yang puteri. –
Akan diperoleh 4 kelompok. (3) Yang namanya dimulai dari A sampai M agar membentuk kelompok
sendiri, memisahkan diri dari yang namanya N sampai Z. – Akan terbentuk 8 kelompok, dan
sebagainya. Teruskan sampai mereka terbentuk kelompok yang sangat kecil. Setiap terbentuk
kelompok baru mintalah mereka agar saling berjabat tangan.
- 6. Team get away/Building monument. Berikan di tiap-tiap kelompok kartu, atau apapun
yang jumlahnya cukup banyak, kemudian mintakan mereka untuk menyusunnya,(bisa disesuaikan
dengan makna/simbol materi pelajaran yang akan diberikan). Mintakan tiap-tiap kelompok untuk
menjelaskan monumennya.
- 7. Reconnecting lesson. Setelah waktu penyajian sudah akan habis maka berilah
pertanyaan misalkan: (1) Apa yang masih anda ingat tentang pelajaran terakhir kita? (2) Sudahkah
anda melakukan sesuatu atau terangsang untuk melakukan sesuatu setelah selesai pelajaran tadi?
(3) Apa yang ada dalam pikiran anda (kekhawatiran, kecemasan) karena ada sesuatu dalam
pelajaran tadi? (4) Bagaimana perasan anda hari ini? Jawaban bisa dibuat opsi, ditayangkan di
layar, yang menyenangkan – Bisa saja jawabannya “Saya merasa seperti sebuah pisang busuk”. –
Terakhir hubungkan dengan pelajaran yang akan segera dimulai.
- 8. The great wind blows. Strategi ini sangat segar dan membuat mereka bergerak serta
tertawa. Atur kursi secara melingkar. Tidak satupun kursi yang kosong. Satu kursi di tengah.
Buatlah kriteria pada mereka (seperti permainan mangga, jeruk, apel). Tapi bisa dihubungkan
dengan kemahiran misal S, G, T.
- 9. Setting Class Ground Rules = boleh sama caranya dengan class question atau Question
Student Have). Setiap peserta diberi kertas Metaplan. Setiap orang diminta menulis 3 norma atau
nilai yang penting dalam hidup. Kemudian diedarkan dengan ketukan/peluit ke arah kanan. Setiap
membaca kertas dari teman sebelah kirinya ia memberikan satu tanda garis pada yang kata atau
pernyataan yang dianggap penting dan cocok, bila tidak dianggap penting tidak perlu
ditulis. Demikianlah sampai 17 ketukan atau 10 ketukan, maka akan terdapat nilai/norma yang
paling banyak mendapat coretan. Nilai itulah yang merupakan nilai kesepakatan bersama.

(b) Strategi penilaian secara cepat/ On The Spot Assessment. Strategies (Untuk mengetahui
minat atau kemampuan awal terhadap materi yang akan disajikan. Dilakukan dengan cara
menggunakan salah satu metode sebagai berikut:
- 10. Assessment Search/Penelitian untuk Penilaian. Cara yang menarik dalam memberi
tugas secara cepat dalam waktu bersamaan, belajar bekerjasama. Buat 3 atau 4 pertanyaan yang
menyangkut (1) Pengetahuan mereka terhadap mata pelajaran tersebut. (2) Sikap mereka terhadap
pelajaran tersebut. (3) Pengalaman mereka yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut. (3)
Latar Belakang mereka. (4) Keinginan atau harapan mereka terhadap pelajaran tersebut. Ingat tidak
boleh ada jawaban yang “open-ended”. Terakhir mintalah di tiap-tiap kelompok untuk
mensummary/meringkas jawaban anggota kelompoknya.
- 11. Question Student Have. Metode diambil jika terlalu banyak pertanyaan sehingga mana
yang sebenarnya menjadipersoalan atau permasalahan kelas. Caranya = Setting Class Ground
Rules.
- 12. Instant Assessment. Beri mereka kartu atau lembar jawaban. Pertanyaan ini
menggembirakan, dan bukan seperti ujian, tetapi esensinya merupakan penilaian yang cepat.
Pertanyaan tertutup dengan multiple choice atau true-false. Boleh juga mereka menjawab dengan
mengacungkan kertas Hijau, Kuning, atau Merah. Hijau setuju, kuning ragu-ragu, Merah menolak.

(c) Strategi melibatkan peserta didik dalam belajar cepat/Immediate Learning Involvement
Strategies (Strategi ini dibangun untuk memunculkan keingintahuan, dan merangsang berpikir
mereka terhadap materi yang ingin kita sajikan. Dilakukan dengan cara menggunakan salah satu
dari metode berikut ini:
- 13. Active Knowledge Sharing. Caranya hampir sama dengan Assessment Search, tetapi
pertanyaannya berkisar pada bahan pelajaran (misalkan definisi, konsep, event, informasi).
- 14. Rotating Trio Exchange. Diskusi tiga-orang, tiga orang, kemudian berganti partner,
tetapi tetap tiga-tiga. Bahan diskusi adalah sesuatu yang menghasilkan variasi opini, misalkan:
“Bagaimana seandainya pakaian seragam itu diganti, bagaimana sebaiknya”. Cara ini bisa
dikembangkan dengan Snow ball discussion strategic.
- 15. Go to Your Post. Langkah diskusi (1) Letakkan tanda-tanda di sekitar ruang kelas.
Tanda-tanda ini merupakan preferensi misalkan: - topik-topik atau keterampilan, minat, peserta
didik. – Pertanyaan tentang isi pelajaran. – Nilai-nilai yang berbeda misalnya: uang.., jabatan…,
ketenaran…, keluarga. – Karakteristik gaya personal yang berbeda. Dst. (2) Mintalah kepada
mereka untuk memilih pos diskusi. (3) Sebelum melaporkan hasil tanyakan kenapa mereka memilih
tema tersebut/ salah satu mewakili atau dengan cara brain-storming, (4) Laporan hasil diskusi. (5)
Evaluasi singkat (6) Kesimpulan.
- 16. Lightening The Learning Climate. Strategi ini menciptakan suasana belajar in-formal.
Langkah-langkah: (1) Jelaskan bahwa latihan ini akan menyenangkan, bila mereka semakin serius
terhadap materi pelajaran yang didiskusikan. (2) Bagilah mereka ke dalam kelompok-kelompok
kecil. (3) Bagikan kepada mereka lembar penugasan untuk tiap-tiap kelompok yang berdeda.
Contoh tugas: (a) Bagaimana Kwartir Nasional yang paling ideal (paling opresif) – atau yang tidak
bisa dilakukan dalam praktek, tetapi bisa dibayangkan. (b) Ciptakan suatu diet yang sama sekali
tidak ada nutrisi/gizinya. (c) Bentuklah suatu Gudep yang Pembinanya (Yanda – Bunda; pak Cik
dan Bu Cik para Menteri dan Isteri Menteri; anggota Gudepnya adalah anak-anaknya sendiri, anak
stafnya, anak pembantunya. Dst. (4) Hasil diskusi dipanelkan. – Apabila mereka benar-benar serius
maka bisa terlahir sebuah inovasi, dan improvisasi sistem.
- 17. True or False. Kegiatan kolaboratif ini merangsang merangsang peserta didik untuk
terlibat langsung dalam materi yang kita sajikan. Langkah: (1) Buat daftar pertanyaan dalam kartu
separuh dari kartu-kartu tersebut, separuhnya adalah benar. Contoh: (a) Memberi uang pada
pengemis adalah salah; (b) Memberi uang pada pengemis adalah perbuatan yang benar. (c)
Menjadi Pembina Pramuka agar mudah berkenalan dengan orang-orang besar adalah benar. (d)
Menjadi Pembina Pramuka agar mudah berkenalan dengan orang-orang besar adalah perbuatan
yang salah. Dst. (2) Bagilah mereka ke dalam kelompok yang benar dan ke dalam kelompok yang
salah. (3) Ketika waktu selesai mintalah kepada mereka untuk menyatakan opininya apakah
statement tersebut menurut mereka benar atau menurut mereka salah. (4) Beri tanggapan balik.
(5) Tunjukkan bahwa opini positif itu penting. Opini positif tidak mesti harus membenarkan
pernyataan.

(4) Membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara aktif.
Strategi ini merupakan jalan masuk untuk mendapatkan pemahaman tentang pengetahuan,
keterampilan dan sikap. Belajar pengetahuan kognitif meliputi mendapatkan informasi dan konsep;
termasuk menganalisis dan menerapkan terhadap situasi baru. Belajar afektif melibatkan pengujian
dan klarifikasi perasaan dan preferensi, peserta didik dilibatkan dalam menilai diri sendiri dan
hubungan personalnya terhadap materi pengajaran. Belajar seperti itu melalui proses pencarian.
(a) Pengajaran Kelas Penuh/ Full Class Learning: Proses pembelajaran dengan dibimbing
secara interaktif, sehingga ditemukan berbagai strategi dalam menyajikan informasi. Dilakukan
dengan cara:
- 18. Inquiring Minds Want to Know/Menggali Pikiran Keingintahuan: Dimulai dengan
pertanyaan sehari-hari yang mereka tahu – Misal: Apa manfaat menjadi anggota Pramuka; Apakah
Kode Kehormatan itu; Untuk apa diperlukan Kode Kehormatan; Mengapa pendidikan kita kalah
bobot dengan Malaysia dst. ;
- 19. Listening Team/ Tim Pendengar: Sebelum Ceramah dimulai Tim dibentuk menjadi 4,
yakni Tim 1 = Penanya, Tim 2 = Orang yang setuju; Tim 3 = Orang yang tidak setuju; Tim 4 =
Pemberi Contoh yang mendemonstrasikan hal yang diceramahkan. Selesai ceramah, diskusi maut
dan diakhiri dengan sajian Tim 4.
- 20. Guided Note Taking/ Catatan Terbimbing: Dilakukan dengan memberikan blangko
pokok-pokok sajian/ sub bab yang akan diceramahkan kepada seluruh peserta, sehingga sewaktu
ceramah mereka tinggal mengisi materi yang penting dan contoh-contoh yang dianggap perlu.
Ketika selesai penyajian, catatan sudah jadi dalam kondisi baik. Cara ini lebih baik daripada
memberikan hand-out kepada peserta didik.
- 21. Lecture Bingo/Kuliah Bingo: Cara ini hampir sama dengan Guide Note Taking, tapi
dimainkan dengan kartu. Tiap sub pokok bahasan diberi warna berbeda. Tiap kartu berisi kisi-kisi 3
X 3. Namun cara dikhawatirkan mereka lebih tertarik bermainnya daripada isi materinya.
- 22. Synergetic Teaching/ Pengajaran Sinergetik: Dilakukan dengan membagi peserta didik
menjadi 2 bagian yang jumlah orangnya sama. Kelompok 1 berada di ruang lain membaca teks;
Kelompok 2 diberikan ceramah. Kemudian dibalik Kelompok 1 diberi ceramah, kelompok dua diberi
teks. Kemudian mereka dikumpulkan sepasang-sepasang dari kelompok 2 dan 1 tersebut untuk
membuat rumusan, simpulan, atau yang lebih berat review materi pelajaran.
- 23. Meet The Guest/ Jumpa Tamu Ahli: Sebelum tamu ahli diundang peserta telah
berdiskusi tentang topik yang akan dibahas. Kemudian disampaikan cara bertanya secara singkat
model jumpa pers. Selanjutnya tamu ahli masuk, menyampaikan Key-note speech, dilanjutkan
dengan dialog model jumpa pers. Pasti asyiik.
- 24. Acting Out/Metode peran peserta: Dilakukan jika materi perlu penghayatan bukan hanya
sekedar dipahami. Topik misalnya Musyawarah Cabang. Buat kartu warna-warni, dengan beraneka
bentuk dan bagikan kartu tersebut kepada peserta untuk selanjutnya mereka menyusun prosedur
Mucab. Bisa dilanjutkan dengan sosio-drama.
- 25. What’s My Line/ Apa Giliran Saya: Pendekatan ini untuk membantu memahami materi
kognitif secara segar. Caranya Kelas dibagi menjadi 2 bagian tau lebih. Tulislah potongan-potongan
kertas. Misalnya: Aku adalah BP; Aku adalah Penegak Bantara; Aku adalah Sri Sultan HB; Aku
adalah KH Dewantara; Aku adalah Sistem Among, dst. Berikan separuh potongan kertas tsb pada
kelompok 1, dan separuhnya pada kelompok 2, secara rahasia. Masing-masing kelompok supaya
memilih tamu misteri yang dapat memberikan orientasi pada “Peran yang dimainkan”. Kemudian
Tamu Misteri 1 menyebutkan kriteria tentang siapa dia. Misalnya aku telah meninggal sekarang.
Jasaku besar terhadap kepramukaan. (kelompok lain diminta menebak siapa dia..bila belum bisa
dilanjutkan) Aku pernah di tahun 1907 mengadakan perkemahan di Brownsea Island….dst sampai
tertebak siapa dia. Selanjutnya tamu misteri dari kelompok 2.
- 26. Video Critic: Dilakukan dengan menayangkan suatu video, namun sebelumnya peserta
diminta melihat beberapa faktor yakni – Realisme para aktor – Relevansi – Saat-saat yang tidak
bisa dilupakan – Organisasi Isi – Aplikabilitas/penerapan terhadap kegiatan dalam Gerakan
Pramuka.

(b) Merangsang Diskusi Kelas/Stimulating Class Discussion:


- 27. Active Debate/Perdebatan Aktif. Debat dapat dipakai sebagai alat pembelajaran yang
bermanfaat. Langkah: (1) Buat kelas menjadi 2 kelompok. (2) Masing-masing dibagi lagi ke dalam
Kelompok pertama adalah kelompok “pro”, kelompok 2 adalah kelompok “kontra”. Kalau kelasnya
besar bagi menjadi 4, 6 atau 8 kelompok. Separuh “pro” separuhnya “kontra”. (3) Siapkan statement
yang menimbulkan pro atau kontra. Misalnya: (a) Begitu pentingnya Gudep, sehingga bila gudep
sudah berjalan dengan baik maka Kwartir Ranting sampai Kwartir Nasional tidak penting lagi. (b)
Setiap andalan harus seorang Pelatih, sehingga Gerakan Pramuka berjalan on the track. (c) Kriteria
andalan itu hanya dua pertama ia paham Pramuka, kedua dia punya akses untuk membesarkan
Pramuka. Selain itu harus minggir. Dst. (4) Masing-masing kelompok berdiskusi. Buat posisi bersaf
dan berhadap-hadapan antara kelompok pro dan kelompok kontra. Teknik bicara diatur perwakilan
tetapi bergantian. (5) Setelah terjadi perdebatan gabungkan kembali ke dalam kelompok
semula. (6) Buat kesimpulan umum.
- 28. Town Meeting/Rapat Kota. Format ini cocok untuk kelas besar, sehingga setiap
anggota dapat ikut terlibat diskusi. Langkah: (1) Pilih topik materi pengajaran yang menarik,
jelaskan seobjektif mungkin. Sebelum penyajian sampaikan bahwa nanti akan ada pembicara
berikutnya dari peserta. (2) Dalam penyajian beri informasi sejelas mungkin, beri latar belakang
masalahnya dari sudut pandang yang berbeda. (3) Kini giliran pembicara berikutnya “tunjuk yang
dari wajahnya meyakinkan bahwa ia paham akan semua persoalan yang telah dikemukakan”,
batasi waktunya (4) Pembicara kedua menunjuk pembicara berikutnya atas dasar tawaran yang
bersedia mengacungkan tangan. – Dorong untuk berbicara singkat dan efektif. (5) Teruskan selagi
pembicaraan tersebut masih berguna.
- 29. Three Stage Fish Bowl Decision/Keputusan diskusi FB 3 langkah. Metode ini adalah
format diskusi yang di dalamnya terdapat sebagaian peserta diskusi yang membentuk lingkaran
mengelilingi peserta diskusi. Langkahnya sebagai berikut:
(1) Buatlah 3 pertanyaan yang saling berkaitan. Misalnya saja materi Kiasan
Dasarpertanyaannya: (a) Apakah kiasan dasar itu?; (b) Apa hubungan Kiasan Dasar dengan
nama-nama Golongan dalam Gerakan Pramuka yakni: Siaga, Penggalang, Penegak, dan
Pandega?, (c) Apa ada hubungannya Kiasan Dasar dengan Pakaian Seragam dalam Gerakan
Gerakan Pramuka, bagaimana hubungannya?
(2) Buatlah 3 kelompok diskusi. Kelompok I berada di lingkaran paling dalam; kelompok dua di
lingkaran kedua mengelilingi kelompok dua; Kelompok tiga berada di luar sendiri mengelilingi
kelompok tiga.
(3) Diskusi dimulai dari kelompok 1. Setelah selesai Kelompok 1. Kelompok 2 di suruh masuk ke
arena diskusi dan memberi komentar, Kelompok 1 diminta keluar berada di posisi kelompok
2. Selanjutnya Komentar dari Kelompok 3, dengan cara serupa. Diteruskan dengan kesimpulan
hasil diskusi.
- 30. Expanding Panel/ Memperluas Panel. Kegiatan ini merupakan cara terbaik untuk
merangsang diskusi dan memberikan kesempatan bagi para peserta didik untuk saling mengenal,
menjelaskan, dan mengklarifikasi berbagai isu. Langkahnya: (1) Pilih persoalan yang sangat
merangsang untuk didiskusikan. (2) Pilih 4 atau enam orang terbaik dari mereka untuk berdiskusi
sebagai kelompok panel. (3) Sisanya dibagi menjadi 3 kelompok berada di luar lingkaran diskusi
dibentuk seperti tapal kuda. Mulailah lemparkan persoalan yang menggigit tadi kepada kelompok
Panel untuk didiskusikan. Moderator anda pegang sendiri. (4) Berilah kelompok luar yang terdiri dari
3 kelompok tersebut berkomentar setelah diskusi di dalam menjadi hangat. Kalau perlu provokasi
mereka untuk kelompok pro dan kontra. (5) Akhirnya pisahkanlah kelompok panel tersebut
masukkan ke dalam kelompok mereka untuk melanjutkan diskusi.
- 31. Point-Counterpoint. Diskusi ini merupakan teknik yang bagus untuk memperoleh
pemahaman yang lebih mendalam untuk isue yang kompleks. Jalannya mirip debat tapi tidak
formal. Langkah: (1) Pilih masalah yang memiliki dua sisi atau lebih. Misalnya Kelompok I siapa
yang mendukung “Seragam Pramuka hendaknya berbeda warna dan tanda-tandanya untuk S, G,
T, D, Pembina, Pelatih”. Kelompok II mendukung Seragam Pramuka berbeda setangan lehernya
saja untuk masing-masing jenjang S, G, T, D, Pembina, Pelatih”, Kelompok III mempertahankan
seragam yang masih ada sekarang tidak perlu berubah. Kelompok IV setangan lehernya saja yang
berubah, tetapi diperlakukan untuk semua golongan. masing-masing (2) Bagi kelas menjadi
kelompok-kelompok sesuai dengan bidang-bidang tersebut, masing-masing kelompok harus punya
alasan yang rasional. (3) Tiap kelompok harus mendukung bidangnya masing-masing nantinya
dalam perdebatan. (4) Perdebatan bisa dimulai. (5) Simpulkan bahwa dari hasil argumennya
masing-masing secara jujur sebenarnya mana dukungan anda yang sebenarnya, bisa dengan
menambahkan alasan yang lain.
- 32. Reading Aloud/Membaca Keras. Kegiatan ini untuk memfokuskan perhatian secara
mental dan merangsang diskusi. Langkah: (1) Cari teks yang cukup menarik untuk dibaca yang
tidak lebih dari 500 kata. (2) Perkenalkan teks tersebut kepada peserta didik, jelaskan poin-poinnya.
(3) Bagi teks tersebut ke dalam alinea-alinea. Dan bagikan masing-masing alinea tersebut untuk
dibaca oleh relawan peserta didik. (4) Suruh mereka membaca keras bagian-bagian yang berbeda.
Ketika bacaan sedang berjalan hentikan di beberapa tempat untuk menentukan poin-poin mana
yang telah dibaca oleh mereka secara bersamaan. (5) Minta beberapa dari mereka menjelaskan
pointer yang dibaca oleh relawan 1, 2, dan 3 pada satu orang. Begitu seterusnya. Di sinilah mereka
belajar berkonsentrasi.
- 33. Trial by Jury/Pemeriksaan oleh Pengadilan. Teknik ini adalah cara belajar
berargumen. Mereka mensimulasikan peran Saksi, Jaksa, Pembela, Hakim dan Pegawai
Pengadilan yang lain. Atau peran-peran yang ada di Kwartir. Contoh masalah misalnya SK Kwarnas
yang tidak cocok lagi, misal tentang Gugus Depan; SKU; Struktur Lemdika; dst. Tiap peran bisa
dimainkan oleh lebih dari 1 orang.
(c) Pertanyaan yang singkat/jitu (Prompting Questions). Peserta didik dipacu untuk
menemukan atau merumuska pertanyaan-pertanyaan yang tajam yang dapat menjelaskan materi
yang telah disampaikan.
- 34. Learning Starts With a Question/Belajar Memulai dengan Sebuah Pertanyaan:
Teknik belajar ini membuat peserta lebih aktif dan mereka dapat mencari pola tentang bahan ajar
yang akan disampaikan. Langkah: (1) Bagikan hand-out materi. Atau selebaran yang memiliki arti
luas tetapi tidak detail (2) Buat mereka berpasang-pasangan, suruh masing-masing menjelaskan
dan membuat tanda tanya atas hal-hal yang tidak dimengerti sebanyk mungkin. (3) Ubah mereka
menjadi kwartet, mungkin bagian-bagian yang tidak dimengerti akan terjawab di kelompok (4)
Kembali ke diskusi kelas, dan jawab dengan singkat hal-hal yang tidak dimengerti oleh mereka,
tetapi lebih baik jika ada di antara mereka yang telah paham untuk lebih dulu menjawabnya.
- 35. Planted Questions/ Pertanyaan yang Telah Ditanamkan: Teknik ini sebenanya pelatih
memberikan informasi, yang nantinya dapat dipergunakan sebagai jawaban atas pertanyaan yang
telah diberikan sebelumnya. Langkah: (1) Susun pertanyaan secara berurutan dan tulislah tiap-tiap
pertanyaan ke dalam satu kartu. (2) Berikan kartu-kartu tersebut kepada peserta sebelumnya yang
peserta lain tidak boleh tahu. Berilah nomor pada kartu-kartu tersebut atau kode. Misalnya
pertanyaan nomor 1, kodenya pelatih menggaruk kepala. Pertanyaan nomor 2 kodenya pelatih
memegang hidung, dst. (3) Mulailah anda memberikan materi dan ketika tiba gilirannya, garuklah
kepala anda, maka peserta yang harus bertanya pertanyaan nomor 1 akan bertanya yang peserta
lain tidak tahu, pertanyaan itu akan tepat sekali pada sasaran dan selanjutnya anda menjelaskan
kembali sampai anda pegang hidung, dst. Sampai selesai pemberian materi.
- 36. Role Reversal Question/Peran Pemutaran Pertanyaan: Metode ini sangat menarik,
seperti halnya metode dialog tetapi menariknya karena perubahan peran yang dimainkan dalam
interaksi belajar atas. Langkah: (1) Mintalah mereka seluruh kelas untuk menjadi pelatih, dan anda
sebagai sebagai peserta didik, buat kontrak dengan cara humor. (2) Mulailah anda bertanya
misalnya – Sudikah kakak-kakak menjelaskan……; Mohon apa perbedaan ….. dan ……. Dst.
Dengan memutar pertanyaan nanti akan muncul pertanyaan dari mereka dan ini sangat menarik,
silahkan coba.

(d) Belajar dengan bekerjasama/Collaborative Learning: Cara terbaik belajar dengan


memberikan tugas belajar yang disesuaikan, dan diselesaikan oleh kelompok kecil. Memang ini
tidak selalu efektif karena adanya peran yang kadangkala tidak seimbang.
- 37. Information Search/Mencari Informasi: Materi ini sama dengan Open book
Examination (ujian buka buku). Gunanya untuk mengatasi materi yang membosankan. Langkah: (1)
Bagilah hand-out atau materi pembelajaran, atau selebaran, atau diktat. (2) Susun pertanyaan-
pertanyaan secara sistematis yang akan dilontarkan. (3) Minta mereka untuk menjawabnya; (4) Beri
evaluasi atau rewards atas jababan tersebut sehingga terjadi persaingan. (5) Kembangkan
pertanyaan sehingga terjadi pengembangan materi atas hand-out yang diberikan.
- 38. The Study Group/Kelompok Belajar: Metode ini memberikan mereka tanggung-jawab
yang besar atas materi yang diberikan. Langkah: (1) Berilah materi yang akan disampaikan dan
suruhlah mereka nantinya membaca setelah terbentuk kelompok. (2) Bentuklah kelompok atau
regu-regu belajar dan suruh mereka mencari ruangan yang enak dan tenang. (3) Berilah mereka
rambu-rambu yang mencakup sistematika isi. (4) Pada waktu yang ditentukan mintakanlah
kelompok tersebut presentasi.
- 39. Card Sort/Kartu Seleksi. Kegiatan ini adalah kolaboratif untuk menyampaikan konsep,
penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek. Kegiatan ini cocok bila peserta sudah lelah/kegiatan
dalam jam-jam ngantuk. Langkah: (1) Buat materi yang akan disajikan digolong-golongkan, dan
ditulis dalam kartu kecil-kecil, diberi nomor urut. Sebaiknya tiap golongan dibedakan warnanya.
Jumlahnya upayakan sebanyak peserta, apabila kelebihan peserta, berikan saja kartu kosong –
atau tuliskan judul lagu, yang mendapat kartu kosong semuanya suruh ke depan menyanyi atau
menari nantinya. (2) Kocok kartu-kartu tersebut dan bagikan kepada seluruh peserta. (3) Berikan
perintah yang memiliki satu warna agar bergabung, dan susunlah menjadi satu pointer-pointer
pokok sajian, dan diminta mereka memahaminya. (4) Berikan giliran kepada mereka untk
menyajikan boleh lewat perwakilan atau masing-masing menjelaskan sendiri-sendiri. Tentu saja
urut – anda tadi sudah membedakan warnanya jadi mudah. Misalnya warna hijau maju menyajikan,
dan seterusnya. (5) Simpulkan.
- 40. Learning Tournament/Belajar Melalui Turnamen. Teknik ini dikembangkan oleh
Robert Slavin dkk. Kegiatan ini menggabungkan antara pengajaran dan kompetisi. Langkah: (1)
Susun materi dalam pertanyaan-pertanyaan. (2) Jelaskan singkat materi yang akan disajikan cukup
10 menit saja. (3) Bagi mereka ke dalam kelompok yang sama. (4) Beri pertanyaan kepada masing-
masing kelompok – dan diberi skor untuk masing-masing jawaban yang dikemukakan oleh
kelompok/ di sini perlu asisten pelatih. (5) Ulangi pertanyaan ke kelompok pertama dan seterusnya.
(6) Bacakan hasil skor. (7) Simpulkan.
- 41. The Power of Two/Gabungan Dua Kekuatan. Kegiatan ini merupakan penggabungan
pemikiran 2 orang. Langkah: (1) Susun pertanyaan yang akan mereka jawab untuk masing-masing
individu, misalnya 10 pertanyaan. (2) Masing-masing individu diminta menjawab pertanyaan-
pertanyaan tersebut sendiri-sendiri. (3) Kemudian diminta mereka untuk berpasangan silahkan
memilih pasangan sendiri-sendiri. (3) Mintakan pasangan tersebut untuk menjawab pertanyaan. (4)
Panelkan hasil jawaban pasangan tersebut – pilih jawaban yang paling tepat. Cara lain: Dari
kelompok dua tadi diminta untuk mendiskusikan menjadi kelompok 4 terus panelkan, atau diminta
jadikan kelompok 8, atau sampai 16, 32 dan sebagainya – panelkan. Hasilnya pasti akan lebih baik,
sehingga hanya ditemukan dua jawaban kelompok saja.
- 42. Team Quiz. Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan tanggung-jawab peserta
melalui cara yang menyenangkan. Langkah: (1) Susun materi yang akan dipresentasikan menjadi
3 bagian. (2) Bentuk peserta menjadi 3 tim, tim A, tim B, tim C. (3) Jelaskan materi I secara singkat.
(4) Tim A suruh membuat pertanyaan kepada tim B, dan setelah dijawab kemudian pertanyaan
ditujuakan kepada Tim C, atas materi I yang baru disajikan. (5) Pelatih menjelaskan materi II. (6)
Tim B diminta buat pertanyaan ditujukan kepada tim C. dan ke tim A. (7) Jelaskan materi III. (8)
Suruh Tim C buat pertanyaan untuk tim A dan tim B. (9) Simpulkan

(e) Mengajar Teman Sebaya/Peer Teaching: Pelajaran benar-benar dikuasai apabila peserta
didik sudah bisa mengajarkan pelajaran tersebut kepada orang lain dengan baik.
- 43. Group-to Group Exchange/Pertukaran dari Kelompok ke Kelompok: Sudah dikenal
dengan nama Meta-plan Country Fair.
- 44. Jigsaw Learning/Belajar Secara Jigsaw: Sama dengan group-to group exchange,
hanya saja bahan yang diberikan kepada peserta dibuat berurutan dalam satu topik. Langkahnya:
(1) Sub topik 1 berikan kepada kelompok A, sub topik 2 kepada kelompok B, sub topik 3 pada
kelompok C. (2) Masing-masing kelompok berdiskusi. (3) Pilih tiap-tiap kelompok 1 pembicara. (4)
Masing-masing pembicara berbicara di depan kelompoknya masing-masing, apabila sudah
dianggap tepat dan bagus baru diangkat menjadi konsulat. (5) Instruksikan Konsulat kelompok A
memberikan pengajaran kepada kelompok B, Konsulat kelompok B menyampaikan di kelompok C,
dan konsulat kelompok C menyampaikan di kelompok A. (6) Putar lagi Konsulat kelompok A
menyampaikan di C, konsulat B menyampaikan di A, konsulat C menyampaikan di B. (7)
Simpulkan.
- 45. Everyone Is a Teacher Here/Setiap Peserta Didik Guru Juga. Kegiatan ini
memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk aktif, hanya saja kalau kelompoknya
lebih dari 15 - 20 orang kurang efektif sebaiknya dibagi. Misalnya jumlah peserta 50 orang
sebaiknya dibagi 3 atau 4. Perlu asisten pelatih sejumlah kelompok yang ada. Langkah: (1) Bahan
diskusi sebaiknya adalah bahan yang rata-rata mereka sudah kenal atau sudah paham tinggal
mengembangkan. (2) Bagi kelas besar tersebut menjadi kelas kecil. (3) Bagikan mereka kartu dan
diminta untuk membuat pertanyaan tentang topik yang sedang dibahas di masing-masing
kelompok. (4) Kocok pertanyaan-pertanyaan tersebut dan bagikan kembali kepada mereka secara
acak. (5) Mintakan tiap orang untuk menjawab pertanyaan yang diterima, dan si pembuat
pertanyaan akan menambah atau meluruskan jawaban.
- 46. Peer Lessons/Pengajaran Teman Sebaya. Langkah: (1) Bagilah kelas kedalam
kelompok kecil sebanyak sub-pokok bahasan yang akan diberikan. (2) Berikan sub pokok bahasan
tersebut kepada tiap-tiap kelompok – dianjurkan malam harinya, sehingga mereka bisa menyiapkan
sebelum tidur sehingga pagi harinya masing-masing bisa presentasi dengan baik. (3) Berikan cara-
cara presentasi yang baik – boleh dilakukan dengan “team Teaching. (4) Mintakan mereka
presentasisesuai urutan sub pokok bahasannya. (5) Hargailah usaha mereka. Simpulkan.
- 47. In The News/ Dalam Berita. Langkah: (1) Mintalah setiap peserta didik membawa
sebuah artikel, berita, editorial,atau kartun. (2) Tempelkan judul-judul artikel, berita di papan. (3)
Bagi mereka ke dalam kelompok-kelompok kecil 3 atau 4 kelompok. (4) Mintakan kepada mereka
masing-masing kelompok mendiskusikan artikel/berita yang ditempel dipapan. (5) Beri waktu
masing-masing kelompok untuk mendiskusikannya. (6) Pilihlah perwakilan masing-masing
kelompok untuk mempresentasikan.
- 48. Poster Session/Pelajaran dengan Menggunakan Poster. Caranya sama dengan
nomor 47, hanya ini berupa poster. Di sini yang penting adalah bagaimana tiap-tiap kelompok
tersebut memberikan interpretasi terhadap sebuah fenomena yang tertera dalam poster tersebut,
dan menarasikan dalam bentuk ceritera atau esai.

(f) Belajar Mandiri/Independent Learning: Sebagai pengkayaan dari belajar kelas penuh, dan
belajar kolaborasi. Belajar sendiri dengan mengembangkan kemampuan memfokuskan dan
merefleksikan.
- 49. Imagine/Mengkhayal: (Cukup Jelas).
- 50. Writing in The Here and Now/Menulis di Sini dan Sekarang: (Cukup Jelas).
- 51. Mind Maps/Peta Pikiran: (Cukup Jelas).
- 52. Action Learning/Belajar Tindakan: (Cukup Jelas).
- 53. Learning Journals/Belajar Jurnal: (Cukup Jelas).
- 54. Learning Contract/Kontrak Belajar: Sudah dikenal

(g) Belajar Afektif/ Affective Learning: Digunakan untuk menguji sikap-sikap, perasaan, nilai-
nilai. Untuk meyakinkan pada diri peserta akan nilai-nilai baru.
- 55. Seeing How It Is/ Melihat Bagaimana Ia: (Cukup Jelas).
- 56. Billboard Ranking/Papan Rangking: (Cukup Jelas).
- 57. What? So What? Now What?/ Apa.., Lalu Apa…, Sekarang Apa: (Cukup Jelas).
- 58. Active Self Assessment/Penilaian Diri Aktif: (Cukup Jelas).
- 59. Role Models/Beberapa Model Peran: Sudah dikenal.

(h) Pengembangan Kecakapan/Skill Development: Melatih keterampilan baru secara efektif dan
memperoleh umpan balik yang sempurna.
- 60. The Firing Line/Garis Tembak: (Sudah Cukup Jelas).
- 61. Active Observation and Feedback/ Observasi dan Umpanbalik Aktif: (Sudah Cukup
Jelas).
- 62. Nonthreatening Role Playing/Bermain Peran Yang Tidak Menakutkan: (Sudah Cukup
Jelas).
- 63. Triple Role Playing/Bermain Peran Klipatan Tiga: (Sudah Cukup Jelas).
- 64. Rotating Roles/Bermain Bergilir: (Sudah Cukup Jelas).
- 65. Modeling The Way/Mempola Cara: (Sudah Cukup Jelas).
- 66. Silent Demonstration/Demonstrasi Bisu: Sudah dikenal
- 67. Practice-Rehearsal Pairs/Gladi Resik Berpasangan: (Sudah Cukup Jelas).
- 68. I am The…../Saya Adalah….: (Sudah Cukup Jelas).
- 69. Curveballs/Bola-bola Lengkung: (Sudah Cukup Jelas).
- 70. Advisory Group/Kelompok Penasihat: (Sudah Cukup Jelas).
-

(5) Cara Belajar Agar Tidak Mudah Lupa


(a) Strategi meninjau ulang/Reviewing Strategies:
- 71. Index Card Match/ Permainan Kartu Indeks: (Sudah Cukup Jelas).
- 72. Topical Review/ Meninjau Topik: Sudah dikenal
- 73. Giving Questions and Getting Answers: Sudah dikenal
- 74. Crossword Puzzle: Sudah dikenal
- 75. Leopardy Review/Tinjauan Berbahaya: (Sudah Cukup Jelas).
- 76. Colledge Bowl/Panci Ajaran: (Sudah Cukup Jelas).
- 77. Student Recap/Rangkuman Peserta Didik: (Sudah Cukup Jelas).
- 78. Hollywood Squares Review/ Peninjauan Tanah Lapang Holiwud: (Sudah Cukup Jelas).
-
(b) Penilaian diri/ Self Assesment. Refleksi akhir atas apa yang telah dipelajari, apa yang
dibutuhkan, sampai di mana kecakapan saya.
- 79. Reconsidering/Pertimbangan Ulang: (Sudah Cukup Jelas).
- 80. Return To Your Investment/Kembali Kepada Investasimu: (Sudah Cukup Jelas). (Sudah
Cukup Jelas).
- 81. Gallery of Learning/ Galery Belajar: (Sudah Cukup Jelas).
- 82. Physical Self Assessment/Penilaian Diri Secara Pisik: (Sudah Cukup Jelas).
- 83. Assessment Collage/Kertas Penilaian: (Sudah Cukup Jelas).
-
(c) Perencanaan Masa Depan/Future Planning. Sebuah sukses dari belajar, apabila ia bisa
merencanakan bagaimana langkah ke depannya dari hasil belajar tersebut. Inilah Strateginya.
- 84. Keep On Learning/Belajar Terus Menerus: (Sudah Cukup Jelas).
- 85. Bumper Stickers/Stiker-Stiker Raksasa: Sudah dikenal
- 86. I hereby Resolve/Dengan ini Saya Putuskan: (Sudah Cukup Jelas).
- 87. Follow Up Question/Pertanyaan Lanjutan: (Sudah Cukup Jelas).
- 88. Sticking To It/Bertahan Pada Apa Yang Telah Direncanakan: (Sudah Cukup Jelas).
-
(d) Sentimen terakhir/Final Sentiment. Pengembangan rasa akrab pada teman atau benda yang
ada di kelasnya, penghargaan dan ucapan selamat tinggal kawan, dapat membangun belajar aktif.
- 89. Goodbye Scrabble: (Sudah Cukup Jelas).
- 90. Connection/Koneksi: Sudah dikenal
- 91. Class Photo/Foto Kelas: Sudah dikenal
- 92. Final Exams/Ujian Akhir: Sudah dikenal
-

1. 2. PENGKAYAAN SCOUTING SKILL

Meliputi metode dan teknik penyampaian/penyajian/pembelajaran keterampilan kepramukaan.


Materi ini bisa dikayakan dan dikembangkan dari keterampilan

1. tradisional
2. modern

Scouting Skill atau Ketrampilan Kepramukaan meliputi:


1) Pioneering ; jenisnya meliputi:
. Simpul dan tali
. Ikatan.
2) Survival jenisnya meliputi:
. Obstacle/ halang rintang,
. Survival / gladi tangguh.
3) Olah raga ; jenisnya meliputi:
. Kesehatan, masalah penyakit, gizi, obat-obatan.
. Kekuatan, senam, aerobik, fisical fitness.
4) Pengembaraan; jenisnya meliputi:
- Hiking.
- Navigasi darat – (rasi bintang, cuaca).
- Isyarat ( Morse & Semaphore).
- Menaksir (tinggi, lebar, arus, berat).
- Peta (pita, lapangan, daerah, topografi, sketsa panorama).
- Kompas.
- Odsa (Out Doors Scout Activity).
5) Pengabdian masyarakat, jenisnya meliputi:
- Dapur umum.
- Evakuasi medis.
- UPGD / P3K
- SAR – Gurila.

1. Memberi bekal pengetahuan dan ketrampilan kepada orang dewasa dalam Gerakan
Pramuka.
2. Penyampaian materi melalui:

1) Kursus Pembina Pramuka dan Pelatih.


2) Kursus Khusus.
3) Kegiatan lain misal: Karang Pamitran, Gelang Ajar, Pitaran Pelatih.
4) Dalam pembuatan program untuk peserta didik perlu selalu diingat 3 kebijakan:

 menjaman.
 Bermanfaat.
 Sesuai aturan dalam Gerakan Pramuka.

BAHAN RUJUKAN SCOUTING SKILL


Keterampilan kepramukaan merupakan kebutuhan untuk dimiliki peserta didik/kaum
muda/pramuka, karena masyarakat mempunyai asumsi bahwa seseorang pramuka pasti memiliki
keterampilan kepramukaan yang dapat digunakan sebagai modal dalam kehidupanya sehari - hari
di masyarakat.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut diatas, Pembina Pramuka dituntut agar memiliki
seperangkat keterampilan kepramukaan. Keterampilan kepramukaan oleh Pembina Pramuka
dapat difungsikan sekaligus sebagai media pendidikan/pembinaan watak peserta didik.

Keterampilan kepramukaan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Keterampilan Spiritual
2. Keterampilan Emosional
3. Keterampilan Manajerial
4. Keterampilan Fisik
5. Keterampilan Mengenal Alam
6. Keterampilan Sosial
Keterampilan Spiritual
Keterampilan Spiritual ialah keterampilan sikap dan perilaku seseorang Pramuka
yang dalam keseharian mencerminkan perwujudan:
a. pengamalan kaidah - kaidah agama yang dianutnya.
b. pengalaman Prinsip Dasar Kepramukaan
c. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
d. pengamalan Pancasila

Keterampilan Emosional
Keterampilan Emosional ialah keterampilan menata dan menguasai emosi, sehingga yang
bersangkutan dapat menjadi Pramuka yang :

1. cermat dalam menghadapi masalah


2. bijak dalam mengambil tindakan
3. adil dalam mengambil keputusan
4. sabar
5. tidak tergesa - gesa dalam menentukan sikap
6. tabah, dan tahan dalam menghadapi penderitaan, cobaan, tidak putus asa,
7. menghormati lawan bicara
8. sopan dan santun dalam berbicara, bersikap, dan bertindak
9. hormat kepada orang tua, dan orang yang lebih tua

Keterampilan Manajerial
Keterampilan Manajerial ialah keterampilan merencanakan dan mengelola kegiatan sehingga
mencapai kesuksesan. Keterampilan manajerial, yang penting adalah:

1. kepemimpinan (memiliki kemampuan dalam hal hubungan interpersonal,


memberi/menyampaikan informasi, memutuskan atau interpersonal role, information role,
dan decission role).
2. perencanaan, pemrograman, pengorganisasian atau pengaturan, dan kemampuan
melaksanakan kegiatan
3. administrasi
4. membangun jaringan,
5. memonitor, mensupervisi, mengevaluasi, membina
6. penyusunan pelaporan

Keterampilan Fisik
Keterampilan Pisik ialah keterampilan yang secara pisik menjadi kebutuhan peserta didik bekal
dalam mengatasi tantangan/rintangan. Yang tergolong keterampilan fisik[1], antara lain ialah:
a. Tali - temali
ialah keterampilan dengan menggunakan dasar tali, dikelompokkan dalam :
* SIMPUL, ialah ikatan pada tali, diantaranya :
- simpul ujung tali
simpul untuk menjaga agar tali tidak terurai
- simpul mati
simpul untuk menyambung dua tali yang sama besar
- simpul anyam
simpul untuk menyambung dua tali yang tidak sama besarnya dalam
kondisi kering, atau memulai membuat sebuah anyaman.
- Simpul anyam berganda
simpul untuk menyambung dua tali yang tidak sama besarnya dalam
kondisi basah atau kering
- simpul erat
untuk memulai suatu ikatan
- simpul pangkal
simpul digunakan untuk permulaan ikatan
- simpul tiang
simpul untuk mengikat leher binatang agar tidak terjerat dan masih
dapat bergerak bebas.
- simpul tarik
simpul digunakan untuk menuruni tebing/pohon dan tidak akan kembali
- simpul kursi
gunanya untuk mengangkat dan menurunkan orang atau barang.
- simpul kembar
simpul untuk menyambung dua tali yang sama besar dan dalam kondisi licin atau basah.
- simpul jangkar
digunakan untuk membuat tandu darurat.

* IKATAN
- ikatan palang
ikatan untuk membentuk palang yang bersudut 90 derajat
- ikatan silang
ikatan untuk membentuk tongkat bersilangan dan talinya membentuk diagonal

b. Memahami peta, kompas dan cara menggunakannya


- membaca peta topografi
- membuat peta pita
- membuat panorama sket
- memahami kompas dan cara penggunaannya

c. Isyarat dan Sandi


- membaca dan mengirim isyarat dengan semaphore
- membaca dan mengirim isyarat dengan morse, dengan menggunakan : peluit, bendera,
senter, pesawat telegraph
- memecahkan/membaca macam-macam sandi, kita harus
- menemukan dan memahami terlebih dahulu apa yang menjadi kunci
sandi yang ada.

d. Menaksir
- menaksir tinggi pohon/tiang
- menaksir lebar sungai
- menaksir kuat lemahnya arus sungai
- menaksir berat, dll

Olah raga dan mengemudi


Berenang, menyelam, menunggang kuda, mendaki gunung/ climbing, oleh raga “permainan” baik
yang tradisional maupun yang modern (sepak bola, volley, sepak takrau, main egrang, layang-
layang, dlsb), mengendarai sepeda, sepeda motor, dan mobil.

. Keterampilan Mengenal Alam


a. Kabut
1) kabut tipis dan merata pertanda cuaca baik
2) terang benderang di pagi hari pertanda buruk
3) kabut di gunung-gunung pertanda akan turun hujan
4) udara sejuk dan berembun di pagi hari pertanda akan turun hujan di
siang hari.
b. Matahari
1) matahari terbit berwarna kemerah-merahan dan diliputi garis-garis
awan hitam pertanda akan ada hujan
2) matahari terbit berwarna kemerahan yang terang pertanda cuaca baik
3) matahari terbit kemerahan dan dicampuri garis-garis awan
kekuning-kuningan pertanda akan hujan lebat
4) matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan pertanda akan
ada hujan
5) warna merah pada saat matahari terbenam pertanda akan terjadi angin yang cukup
kencang
c. Binatang
1) semut, akan tetap berada dalam liangnya bila cuaca akan buruk, tetapi akan keluar dari
liangnya dan berjalan mondar-mandir bila cuaca akan tetap baik
2) ayam, akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan menandakan bahwa
hujan tidak akan berlangsung lama; tetapi kalau ayam tersebut berteduh saat hujan turun pertanda
bahwa hujan akan berlangsung lama
3) lalat, akan tetap hinggap di tembok apabila akan turun hujan; apabila beterbangan kian
kemari pertanda cuaca cerah.
4) cacing, pada malam hari menimbun tanah berbutir-butir di kebun pertanda akan datang
hujan, dan bila cacing keluar dari liangnya menandakan hujan akan turun lama.
5) tanda-tanda lain jika cuaca akan buruk :
- kucing, duduk dengan membelakangi api sambil mengusap-usap kepalanya dengan kaki
depannya yang dibasahi dengan mulutnya.
- burung-burung, membasahi bulunya dengan paruhnya
- burung-burung laut beterbangan menuju darata harimau, dan binatang lainnya turun gunung
bila gunung akan meletus.

d. Tanaman:
1) Daun tanaman yang dimakan ulat, berartitidak beracun sehingga dapat dimakan manusia.
2) Biji-bijian atau buah-buah yang dimakan binatang seperti keluang, tupai dan sebagainya
dapat dimakan manusia.
3) Daun-daunan yang berwarna merah, dapat ditumbuk digunakan untukobat luka.
4) Daun-daunan yang berwarna merah dapat dimakan.
5) Jenis tanaman begonia, yang banyak tumbuh di lereng gunung batangnya rasanya agak
asam dapat dimakan, dan menghilangkan rasa lelah.
6) Jenis-jenis tanaman obat

9. Keterampilan Sosial
Keterampilan sosial ialah keterampilan-keterampilan yang muncul/timbul karena dorongan
kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat, di antaranya terhadap kebutuhan masyarakat, di
antaranya :
a. Keterampilan PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
diantaranya :
1) keterampilan tentang kesehatan lapangan
2) keterampilan dapur umum
3) keterampilan tentang evakuasi
4) keterampilam Search And Rescue (SAR)
b. Keterampilan tentang kesehatan masyarakat
c. Keterampilan tentang pengamanan masyarakat
1) keterampilan pengamanan TKP (Tempat Kejadian Perkara)
2) keterampilan pemadam kebakaran
3) keterampilan konservasi tanah dan air
d. Keterampilan yang didorong oleh minat dan bakat anggota Pramuka, yakni antara lain di bidang
kesakaan (Satuan karya: Dirgantara, Bahari, Bhayangkara, Taruna Bumi, Bakti Husada, Wana
Bakti, dan Kencana.
f. Keterampilan berkomunikasi .
1). Komunikasi inter-personal (keterampilan bertegus sapa yang baik,
menulis surat yang baik, menerima saran/ kritik dengan baik,
menjalin persahabatan/ brotherhood, kemitraan)
2). Komunikasi massa (pidato, menjelaskan permasalahan,
memecahkan masalah sosial, dlsb).
3). Komunikasi intra-personal (mengkoreksi diri sendiri, introspeksi,
dan retrospeksi).
4). Ketrampilan menggunakan alat-alat komunikasi: tilpun, radio,
komputer, internet (down load, up load, browsing, chating, dll).

10. Keterampilan Intelektual


Keterampilan intelektual yang diberikan dalam kepramukaan adalah peningkatan daya talar
anggota Pramuka, yang biasanya diberikan lewat permainan, atau kegiatan yang berkaitan dengan
orientering (survival). Keterampilan ini tidak seperti yang diberikan dalam sekolah formal.
Jenis-jenis keterampilan intelektual dalam kepramukaan antara lain:
1) Permainan Kim
2) Jigsaw, menjodohkan potongan-potongan
3) Navigasi
4) Improvisasi dari bahan setempat.
5) Problem solving atas masalah-masalah sosial, budaya, pendidikan, dll.

Setiap kegiatan kepramukaan biasanya telah mengembangkan beberapa keterampilan sekaligus,


misalnya saja latihan rutin kepramukaan, kegiatan hiking (mencari jejak); orientering atau jungle
survival; wisata, dlsb.

Namun demikian kegiatan yang sekaligus mengembangkan keenam jenis keterampilan tersebut di
atas adalah kegiatan perkemahan. Di sini peserta didik atau anggota Pramuka belajar mandiri dan
mengendalikan diri sebagai inti pemahaman dan penghayatan dari keenam keterampilan tersebut.

1. 3. ANALISIS: RRA, PRA, SWOT, ZOPP,

Dijelaskan sendiri oleh Kalemdikanas. Para pelatih dihadapkan berbagai kasus atau permasalahan
yang harus dihadapai oleh seorang “Pelatih atau Lemdika”, dengan metode:
1. Rapid Rural Appraisal (memecahkan masalah masyarakat atau institusi di mana di situ
belum ada potensi untuk dapat menyelesaikan sendiri, sehingga perlu bantuan dari luar).

1. 2. Participation Rural Appraisal (memecahkan masalah masyarakat


atau institusi di mana di situ sudah ada potensi untuk dapat menyelesaikan masalahnya
sendiri, “pelatih” tinggal membantu meng arrange program sehingga keberhasilnnya
ditentukan oleh tingkat partisipasi mereka sendiri).
3. SWOT sudah dikenal oleh pelatih, tetapi di sini dikembangkan dengan analisis data,
sehingga diketahui keberadaan masyarakat atau institusi tersebut berada di kuadran berapa.
Dengan demikian pada kondisi awal telah dapat diprediksikan sampai di mana tingkat
keberhasilannya, dan disampaikan teknik antispasi pengubahan dari weakness dan threat menjadi
peluang dan kekuatan

Contoh format Analisis SWOT untuk menentukan strategi:

Faktor Internal

Faktor
Eksternal
Kekuatan/STRENGTH

Kelemahan/WEAKNESS

Peluang (Oportunity)

Strategi (SO)

Strategi (WO)

Tantangan (TREATH)

Strategi (ST)

Strategi (WT)

1. i. Ziel Orientere Project Plannung. Adalah analisis pemecahan masalah yang


sangat teliti, mencari akar masalah sedalam-dalamnya, mencari tujuan yang diperjuangkan
(goal attainment), dan beberapa alternatif yang dapat diperhitungkan tingkat
keberhasilannya.

DRAFT STANDARISASI PELATIH PEMBINA PRAMUKA

ASPEK-ASPEK YANG HENDAK DIUKUR

1. SUMBER DAYA MANUSIA.


1. Usia
2. Pendidikan Formal
3. Pendidikan Kepramukaan
4. Kesehatan
5. Jabatan dalam Gerakan Pramuka
6. Frekuensi Kepelatihan
7. Keikutsertaan dalam kegiatan kwartir
8. Wawasan nasional
9. Karya tulis di bidang kepramukaan

1. 2. SCOUTING SKILL
1. Menggunakan kompas
2. Pertolongan Pertama
3. Sandi/
4. Peta topography dan peta pita
5. Compass
6. Panorama
7. Pionering
8. Orientering/junggle survival
9. Hiking/climbing

1. 3. KETERAMPILAN MANAJERIAL
1. Peran sebagai information role
2. interpersonal role
3. decission role (peran dalam mengambil keputusan)

1. 4. SIKAP DAN PERILaKU


1. Kecerdasan spiritual
2. Kecerdasan emosional
3. Kecerdasan sosial
4. Kecerdasan Intelektual
5. Kecerdasan fisik

1. 5. POTENSI KEPELATIHAN
1. Kemampuan mengelola kursus
1. Kemampuan membimbing peserta masa pengembangan

[1] Sesungguhnya keterampilan fisik ini dalam praktek latihan senantiasa tetap bersenyawa dengan
jenis keterampilan yang lain.

RIWAYAT DASA DARMA


Sejak berdirinya organisasi gerakan pramuka tahun 1961 tentu dasa dharma yang kita kenal sekarang
tidaklah seperti itu, beberapa kali terjadi perubahan. Mulai tahun 1961 sampai dengan tahun 1978
terjadi empat kali perubahan dan sampailah ke Dasa Dharma yang kini dipakai. Perubahan-perubahan
tersebut adalah :
1961. 1961 – 1966
Dasa Darma sebagai lampiraan KEPRES 238 TAHUN 1961. Hasil rumusan Panitia V Pembentukan
Gerakan Pramuka.
1. Pramuka itu dapat dipercaya
2. Pramuka itu setia
3. Pramuka itu sopan dan perwira
4. Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka
5. Pramuka itu penyayang sesama makhluk
6. Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa
7. Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah
8. Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran
9. Pramuka itu hemat dan cermat
10.Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.

II. 1966 – 1974


1966 HASIL MUKER ANPUDA ( NAMA SEBELUM MUNAS )
1. Kami Pramuka Indonesia, bertakwa kepada Tuhan YME
2. Kami Pramuka Indonesia, berjiwa pancasila dan patriot Indonesia yang setia
3. Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat
4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemulyaan Indonesia
5. Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila
6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya dan berbudi luhur
7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermat dan bersahaja
8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran
9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dg rasa tanggungjawab dan gembira utk dapat berguna
10.Kami Pramuka Indonesia, berwatak kasatria dan bertindak dg disiplin.

III. 1974 – 1978


( KESEPAKATAN MUNAS BUKIT TINGGI ) Berdasarkan amanat MPP 1970 dan Munas
1974,merekomendasikan perubahan teks Dasa Darma Hasil Lokakarya perubahan teks Dasa Darma di
Cibubur. Tanggal 25 – 26 September 1978
Dasa Darma Pramuka PRAMUKA ITU :
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Kasih sayang sesama manusia dan cinta alam
3. Patriot yang sopan dan perwira
4. Suka bermusyawarah dan patuh
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, riang dan terampil
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, setia dan berani
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10.Suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.
IV. 1978
MUNAS GERAKAN PRAMUKA DI MANADO ( SULUT ) Mengeluarkan memorandum tentang perumusan
(ulang ) Dasa Darma. – diterbitkan SK Kwartir Nasional Nomor. 036 / KN/ 79.
( Dasa Darma yang dipergunakan seperti saat ini )
Pramuka itu :
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10.Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.