Anda di halaman 1dari 3

66

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

1. Penerapan Green Hospital di RSUP Persahabatan :


a. Pengelolaan Green Hospital di RSUP Persahabatan menjadi kebijakan
Rumah Sakit yang tanggung jawab pelaksanaannya diberikan kepada
Kepala Instalasi Sanitasi dan Pertamanan.
b. Tidak adanya definisi yang jelas dari tugas masing-masing staf dalam
melaksanakan program dan tidak adanya jalur komunikasi dengan
instalasi lain menyebabkan penerapan Green Hospital tidak optimal.
c. Dari 51 kriteria yang terdapat dalam tolok ukur penilaian Greenship,
RSUP Persahabatan memenuhi 9 kriteria (18%), yaitu : Community
Accessibility poin 1, 2 dan 3A, Site Landscaping poin 1, Policy and
Energy Management Plan poin P, Water Management Policy poin P,
Waste Management Policy poin P, Waste Management Practice poin
1,2,3 dan 4, Hazardous Waste Management, No smoking Campaign,
dan Environmental Tobacco Smoke Control.
d. RSUP Persahabatan memiliki unggulan dalam hal luas Ruang Terbuka
Hijau yang mencapai 70% dari total luas lahan yang dimiliki dan
pengelolaan limbah Rumah Sakit yang dilengkapi dengan laboratorium
lingkungan milik Rumah Sakit.

2. Penerapan Green Hospital di RSKD :


a. Tanggung jawab pengelolaan Green Hospital diberikan kepada Kepala
Instalasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang berkoordinasi dengan
instalasi lain yang ada di jajaran Direktorat Umum.
b. Adanya sertifikasi ISO 14001:2004 tentang Manajemen Lingkungan,
menunjang kinerja manajemen dalam menjalankan program kerja.
c. Dari 51 kriteria yang terdapat dalam tolok ukur penilaian Greenship,
RSKD memenuhi 11 kriteria (22%), yaitu Community Accessibility
67

poin 1, 2 dan 3A, Site Landscaping poin 1, Policy and Energy


Management Plan poin P, Water Management Policy poin P, Waste
Management Policy poin, Material Purchasing Policy, Waste
Management Practice poin 1,2,3 dan 4, Hazardous Waste Management,
Management of Used Good, No smoking Campaign, Environmental
Tobacco Smoke Control.

B. SARAN

Agar penerapan Green Hospital di RSUP Persahabatan dan RSKD


terlaksana secara efektif maka pihak manajemen perlu melakukan:
1. Menetapkan satu struktur kerja yang dipimpin oleh seseorang yang telah
tersertifikasi oleh Konsil Bangunan Hijau Indonesia yang terintegrasi di
dalam struktur operasional dan pemeliharaan sarana Rumah Sakit yang
bertugas menjaga penerapan konsep Green Hospital.
2. Meningkatkan pengetahuan manajemen puncak tentang Green Hospital
dengan pelatihan dan menghadiri seminar-seminar secara berkala yang
diadakan oleh organisasi seminat.
3. Meningkatkan pengetahuan tenaga pelaksana tentang Green Hospital
melalui pelatihan bersertifikasi yang diadakan oleh Konsil Bangunan Hijau
Indonesia atau mengikuti seminar-seminar yang diadakan oleh organisasi
seminat.
4. Komitmen dalam mendukung untuk menetapkan anggaran bagi program
kerja yang memiliki nilai-nilai (values) yang berwawasan Green Hospital.
5. Memberikan apresiasi kepada staf atau unit kerja terhadap usaha-usaha
yang kinerjanya yang berhasil menerapkan dan konsisten menjalankan
nilai-nilai (values) yang berwawasan Green Hospital.
6. Membuat klausul-klausul yang mendukung upaya penerapan Green
Hospital dalam setiap perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga yang
berkerjasama dengan Rumah Sakit.
68

7. Menerapkan kebijakan-kebijakan dan standar-standar yang dibuat oleh


pemerintah yang berhubungan dengan peningkatan kualitas lingkungan
dan penghematan energi baik yang diwajibkan maupun yang disarankan
untuk diterapkan sebagai upaya meningkatkan Green Performance.
8. Mengintegrasikan porgram Green Hospital dalam PROPER dengan target
pencapaian sekurang-kurangnya “Biru”