Anda di halaman 1dari 34

I.

PENDHULUAN
PENJELASAN
UMUM UPS
II. UPS DI PT.MJIS
III. SYSTEM
CONTROL
PHILOSOPHY
UPS PT.MJIS
IV. HISTORY
KEJADIAN &
TINDAKAN YANG
DILAKUKAN
V. TINDAKAN
SEMENTARA
VI. KESIMPULAN
VII. SARAN
VIII. PENUTUP

Dilaporkan oleh :
Indra gunawan
&
Team Electric
Rotary kiln
Oktober 2015 Divisi maintenance
Dinas electric
BERITA ACARA
MTC.BA.ERK.003.MJIS.IX.2015

PT.MERATUS JAYA
IRON & STEEL

UPS Rotary Kiln Jl.Kodeco Km.10,5


Desa Sarigadung,
Kec. Simpang Empat
Batulicin, Kab.Tanah
Bumbu, Kalimantan–
Selatan 72171
INDONESIA

Web Site :
www.meratusjaya.co.id

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 1 of 34


1. PENDAHULUAN

1.1. PENJELASAN UMUM UPS


Definisi UPS
UPS merupakan serangkaian peralatan electronic yang fungsi utamanya
sebagai penyedia listrik cadangan (Backup Power) pada beberapa peralatan
penting di PT.MJIS seperti Server DCS ABB dan Supply Power Ke Penggerak
Mula Switchgear agar mendapatkan Sumber listrik secara terus-menerus
dalam waktu tertentu terutama pada saat Supply listrik utama (PLN atau
dari Power Plant) Blackout atau padam, UPS juga disebut sebagai baterry
Backup (Uninterruptible Power Supply)
UPS atau Uninterruptible Power System, dapat mengurangi gangguan-
gangguan kelistrikkan, mampu bekerja independen meskipun kehilangan
Supply Power dari PLN atau dri Power Plant. UPS juga berfungsi sebagai
buffer (perantara) antara Power Supply dengan peralatan elektronik yang
kita gunakan.

1.2. FUNGSI UPS SEBAGAI PROTEKSI


Selain sebagai Backup Power UPS juga berfungsi sebagai proteksi bagi
beban-beban kritis terhadap terhadap gangguan-gangguan listrik. Jenis-
jenis Gangguan Supply Daya Listrik
a. Gangguan Noise
Kwalitas sumber tegangan (volt) yang tidak bagus atau cendrung naik
turun atau tidak stabil dimana cos Ø yang berubah-ubah, meskipun
persentasenya kecil atau misalkan standarnya tegangan rendah 220 volt
terjadi naik atau turun antara 200 Volt s/d 240 Volt itu dianggap noise.
Jika selisihnya besar, biasanya bertahap. Noise semacam ini biasa dapat
diatasi memakai AVR atau Stavolt. UPS yang berkualitas bagus biasanya
juga sanggup ngatasi masalah Noise walaupun tidak menggunakan AVR
terpisah.
Untuk tegangan Menengah 380 Volt yang banyak digunakan oleh
gedung-gedung atau dunia industry secara umum beban yang sering
digunakan, terutama adalah beban induktif, seperti motor listrik, lampu
TL, heater dsb. Dengan adanya beban induktif ini menyebabkan nilai cos
Ø selalu berubah-ubah. Standar dari PLN adalah minimal 0.85, Untuk
memperbaiki faktor daya ini, maka disarankan menggunakan kapasitor
bank, yang berfungsi sebagai kompensator dari beban-beban induktif.
Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 2 of 34
b. Gangguan Blackout
Gangguan ini terjadi sumber daya listrik utama padam secara tiba-tiba,
hal ini dapat merusak beberapa perangkat electronic, pada saat inilah
Fungsi dasar UPS untuk mengatasi Blackout.
c. Brownout-Sag
Gangguan ini terjadi jika tegangan dari sumber listrik utama turun (drop)
dan naik lagi dalam waktu yang sangat cepat, drop tegangan yang terjadi
sampai separuh dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian
detik. Kita kadang bisa mendeteksi adanya Brownout ini ketika lampu di
ruangan seperti berkedip. Penyebab Brownout pada umumnya adalah
karena adanya tambahan beban berat (heavy load) di jaringan listrik,
misalnya ada yang mengoperasikan mesin listrik atau mesin produksi
yang berkapasitas besar. Brownout ini lebih berpotensi menimbulkan
masalah dibanding Blackout.
d. Surge and Spike
Kebalikan dari Brownout/Sag, Gangguan ini terjadi jika tegangan dari
sumber listrik utama melonjak dan turun lagi (kembali) dalam waktu
yang sangat cepat. Naiknya bisa sampai puluhan kali dari yang
seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Maksudnya jika
tegangan normal listrik 380 Volt terjadi surge yang dapat membuat
tegangan melonjak menjadi 2000 volt atau bahkan 10000 volt. Penyebab
Surge pada umumnya adalah karena ada berhentinya beban berat (heavy
load) di jaringan listrik, misalnya pas mesin listrik atau mesin produksi
kapasitas besar dimatikan. Surge juga bisa terjadi ketika main Power
kembali nyala/hidup setelah terjadinya Blackout. Istilah Spike lebih
sering dipakai untuk lonjakan tegangan akibat petir (lightning strikes).
UPS berkualitas tinggi biasanya juga dilengkapi dengan Surge Protector.

1.3. FUNGSI DASAR DARI UPS


 Dapat memberikan energi listrik sementara ketika terjadi kegagalan daya
pada listrik utama (PLN atau dari Power Plant) Blackout atau padam.
 Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera
menghidupkan genset sebagai pengganti listrik utama.
 Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera
melakukan back up data dan mengamankan sistem operasi (OS) dengan

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 3 of 34


melakukan shutdown pada perangkat computer sesuai prosedur ketika
listrik utama padam.
 Mengamankan sistem komputer dari gangguan-gangguan listrik yang
dapat mengganggu sistem komputer baik berupa kerusakan software,
data maupun kerusakan hardware.
 UPS secara otomatis dapat melakukan stabilisasi tegangan ketika terjadi
perubahan tegangan pada input sehingga tegangan output yang
digunakan oleh sistem komputer berupa tegangan yang stabil.
 UPS dapat melakukan diagnosa dan management terhadap dirinya
sendiri sehingga memudahkan pengguna untuk mengantisipasi jika
akan terjadi gangguan terhadap sistem sumber ower listrik.

1.4. JENIS-JENIS UPS BERDASARKAN CARA KERJANYA

a. Line-Interactive UPS
Pada UPS jenis ini diberi tambahan alat AVR (Automatic Voltage
Regulator) yang berfungsi mengatur tegangan dari Supply daya listrik ke
peralatan.
UPS Line-interaktif identik dengan garis-aktif, dengan pengecualian
menambahkan tap-switching regulator (AVR), dan melewati listrik secara
langsung melalui unit ini saat ada Supply listrik.
Selama operasi normal UPS jenis ini biasanya menyediakan cadangan
Battery dan menawarkan perlindungan lebih tinggi pada tegangan
transient dari trip.
Hal ini memerlukan penambahan tap-switching regulator dengan
tegangan otomatis. Ketika terjadi kondisi tegangan brownout utilitas
rendah, AVR UPS Line-interaktif secara otomatis memerintahkan switch
transformator untuk menambah atau meningkatkan tegangan output.
AVR juga mengurangi tegangan keluaran saat kondisi tegangan listrik

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 4 of 34


tinggi. Tegangan output regulasi untuk sebagian besaran UPS Line-
interaktif berkisar antara ± 25%.

b. On-line UPS
Pada UPS jenis ini terdapat 1 rectifier dan 1 inverter yang terpisah.
Pada saat terjadi blackout, Supply daya ke rectifier akan diblok
sehingga akan ada arus DC dari battery ke inverter yang kemudian
diubah menjadi AC.
UPS Line-interaktif memberikan perlindungan terhadap:
 Utility pemadaman
 Tegangan berlebih
 Arus kejut
 Tegangan output yang terputus saat transfer ke Battery

c. Off-line UPS
UPS jenis ini untuk module rectifier dan inverter berada dalam satu
unit. Dalam keadaan gangguan, pada saat terjadi blackout switch akan
berpindah sehingga Supply daya dari Supply utama terblok. Akibatnya
akan mengalirkan arus DC dari Battery menuju Inverter. Pada Off-line
UPS, arus listrik akan melalui UPS selama perangkat masih terhubung
ke sumber listrik . Selama operasi normal, UPS jenis ini biasanya
menyediakan cadangan Battery jangka pendek dan menawarkan
perlindungan lebih tinggi tegangan transient dari strip. Off-line UPS
untuk inverter DC-AC sambungan bank Battery untuk diperpanjang.
Pengaturan tegangan output yang sangat sederhana (± 15% sampai ±
25%). Off-line UPS memberikan perlindungan terhadap:
 Utility pemadaman
 Penstabil tegangan

Output tegangan drop-out selama transfer ke Battery Kebanyakan Off-


line desain tidak memiliki output sinewaver dan tidak mendukung.
Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 5 of 34
Di PT.MJIS menggunakan jenis On-line UPS

1.5. KOMPONEN UTAMA PADA UPS


a. Rectifier
Rectifier merupakan module electronic yang
dipakai untuk merubah tegangan AC
(alternating Current) menjadi DC (Direct
Current), yang berfungsi sebagai charger
untuk mengisi battery, selain itu Rectifier mempunyai kemampuan
mengalirkan daya output sebesar 125-130% pada saat normal dalam
kondisi beban penuh ke inverter dan pada saat itu juga dapat
mempertahankan muatan di dalam battery. Batasan sebuah sistem UPS
yang baik menurut standar (NEMA) National Electical Manufacturer
Association adalah dapat memberikan daya 100% terus-menerus
(continous load) dan 2 jam pada beban 125% tanpa terjadi
penurunan kinerja (kerusakan).

b. Inverter
Kualitas inverter merupakan penentu dari
kualitas daya yang dihasilkan oleh suatu
sistem UPS. Inverter berfungsi merubah
tegangan DC dari Module Rectifier menjadi
tegangan AC yang berupa sinyal sinus
setelah melalui pembentukan gelombang dan rangkaian filter. Tegangan
output yang dihasilkan harus stabil baik amplitudo tegangan maupun
frekuensinya, distorsi yang rendah, tidak terdapat tegangan transien.
Selain itu, sistem inverter perlu adanya rangkaian umpan-balik

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 6 of 34


(feedback) dan rangkaian regulator untuk menjaga agar didapatkan
tegangan konstan.

c. Static Switch
Karakteristik penting yang ada pada UPS adalah
adanya Switch Time atau Transfer Time, yaitu
waktu yang diperlukan oleh Static Switch untuk
pindah dari sumber listrik utama ke sumber listrik
cadangan pada saat sumber listrik utama
mengalami gagal berfungsi atau pemadaman.
Static Switch atau Saklar pemindah dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
elektromekanikal dan statik. Sakelar
elektromekanikal menggunakan relay-relay yang
salah satu terminal mendapatkan supplay tegangan
dan yang lain dari sistem UPS. Sistem sakelar statis menggunakan
komponen semikonduktor, seperti SCR. Penggunaan SCR akan lebih
baik karena operasi pemindahan yang dilakukan dengan SCR hanya
membutuhkan waktu 3 sampai 4 ms, sedangkan pada sakelar
elektromekanikal sekitar 50 sampai 100 ms.

d. Battery
Battery atau akumulator adalah sebuah sel listrik dimana di dalamnya
berlangsung proses elektrokimia yang reversible (dapat berbalikan)
dengan efisiensinya yang tinggi. Yang dimaksud dengan proses
elektrokimia reversible adalah di dalam Battery dapat berlangsung
proses pengubahan kimia menjadi tenaga listrik (proses pengosongan),
dan sebaliknya dari tenaga listrik menjadi tenaga kimia, pengisian
kembali dengan cara regenerasi dari elektroda-elektroda yang dipakai,
yaitu dengan melewatkan arus listrik dalam arah (polaritas) yang
berlawanan di dalam sel. Battery berfungsi untuk penyimpan daya listrik
sementara. Battery mengalirkan arus searah (DC) dan memiliki banyak
tipe. Battery dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Battery basah dan
Battery kering atau dapat diisi ulang dan tak dapat diisi ulang. Battery
yang digunakan pada UPS adalah Battery yang dapat diisi ulang yaitu
jenis Battery Nikel Kadmium. Karena sering terjadi pemadaman listrik
hal yang paling penting back-up Battery harus kembali berfungsi
optimal.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 7 of 34


KARAKTERITIK BATTERY DI UPS PT.MJIS
UPS Battery terdiri dari blok Battery yang terhubung secara seri untuk
memberikan nominal DC tegangan input yang dibutuhkan untuk UPS
inverter. Autonomy Time yang diperlukan (autonomy time adalah waktu
bahwa Battery dapat menjaga Supply ke beban pada saat terjadi
pemadaman sumber daya utama) dibatasi oleh satuan ukur Ampere
hours, individual blok Battery dalam beberapa kasus ini bisa berarti
beberapa string yang terhubung secara paralel.

Untuk melakukan kegiatan perawatan battery sesuai dengan prosedur,


dapat dilakukan karena UPS system dilengkapi dengn MCB yang berada
didekat terminal Battery dan kabel Power Supply tegangan DC dari
battery serta control langsung terconnect ke UPS.

Jika beberapa set Battery terhubung secara paralel dan digunakan untuk
meningkatkan autonomy time, harus ada penambahan system section
agar dapat dilakukan perawatan di salah satu sel battery sementara yang
lain tetap beroperasi.

Temperature Considerations
Kinerja Battery tergantung pada suhu ruangan battery. Kapasitas dan
autonomy time untuk battery baru beroperasi pada 20°C. Kapasitas
Battery akan meningkat sebesar 1% untuk setiap kenaikan temperature
1°C hingga 25 ° C.
Jika Battery digunakan pada temperature ruang di atas >25°C, maka
akan mengakibatkan life time battery berkurang, akibat yang ditimbulkan
kapasitas dan kemampuan autonomy time dari UPS akan berkurang lebih
cepat. Jika Battery digunakan pada temperature ruang di bawah <20°C
maka akan mengurangi kapasitas Battery sekitar 1% sampai 1,5 % per
1°C.
Sebagai contoh, jika Battery dicoba selama musim dingin pada suhu
sekitar 5°C kapasitas Battery hanya bisa mencapai 77,5 % dari nilai
desain karena autonomy time ditentukan temperature lingkungan,
ventilasi, jarak, float voltage and ripple current semua mempengaruhi
suhu Battery. Temperature yang merata pada battery akan menyebabkan
distribusi tegangan juga tidak merata yang juga dapat menyebabkan
masalah oleh karena itu penting untuk menjaga suhu ruangan bahkan
seluruh rangkaia Battery secara keseluruhan.
Valve-regulated cells diatur sangat sensitif terhadap suhu dan harus
dioperasikan pada suhu antara 15°C dan 25°C. Untuk membantu
mempertahankan range temperature Battery biasanya float charged di
set pada 2.25V/sel.
Ketika Battery dipasang berdekatan dengan modul UPS, Battery yang
dijadikan acuan dalam menentukan maksimum temperature ruang,
bukan UPS. Artinya, dalam kasus setting Valve-regulated, Suhu harus
dijaga antara 15°C dan 25°C, dan bukan antara 0°C dan 40°C.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 8 of 34


2. UPS (UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY) DI PT.MJIS
(lihat Dokument: GA Drawing Control Room & BOM For UPS)

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 9 of 34


Di PT.MJIS menggunakan UPS type HIPULE Series dengan Rating: 35 kVA, Power: 32
kW, SPL.Feature: 6 Pulse, Output Voltage: 22VAC, Frequency: 50Hz, Current Rting:
180 Amp, Battery Output: 480 VDC, Number of Lead Acid Cell: 204 cells (34 blocks)
Manufacture Emerson India.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 10 of 34


Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 11 of 34
UPS Hipulse Emerson yang digunakan pada PT.MJIS, terpasang diantara
perangka yang dianggap kritis, yaitu server DCS ABB dan Switchgear starting.
Pada prinsifnya UPS yang terpasang di PT.MJIS ini Dapat mengontrol daya listrik
dengan baik tetap stabil secara konsisten jika terjadi penurunan nilai dibawah
range operasi.
Dari spesifikasi dan informasi manual book UPS PT.MJIS memiliki kelebihan
diantaranya:
1. Meningkat Kualitas Daya
UPS memiliki tegangan internal dan frekuensi regulator sendiri yang
memastikan bahwa output dapat tetap dipertahankan dalam toleransi
independen dari fluktuai tegangan dan frekuensi pada jaringan listrik PLN.
2. Meningkat penolakan noise
Dengan meneruskan daya input AC ke daya DC, dan kemudian mengubahnya
kembali ke listrik AC, pada saat yang sama akan menimbulkan noise
frequency pada gelombang input dari sumber listrik, namun UPS dapat secara
efektif mengisolasi dan dari output UPS akan keluar Power listrik dengan noise
yang sudah tidak ada.
3. Perlindungan Pemadaman Listrik
Jika daya listrik gagal, UPS akan mengambil alih Supply Power listrik dari
sumber Battery.

UPS pada dasarnya beroperasi sebagai conversi daya AC ke DC dan dikembalikan


ke AC dan sepenuhnya di control oleh silicon-controlled resistor (SCR) dengan
prinsif kerja Bridge Rectifier tegangan AC di rubah menjadi DC.

Tegangan DC dari rectifier juga digunakan untuk mengisi Battery yang dilengkapi
dengan temperature compensated battery charging system, pada saat pengisian
Battery control temperature inilah yang memutuskan proses pengisian dimana
saat battery telah penuh temperaturnya akan naik, hal ini dimaksudkan untuk
Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 12 of 34
memperpanjang usia Battery dan untuk inverter diperkuat dengan
memanfaatkan Gate Bipolar Transistor (IGBT) switching space vector pulse width
modulation (SVPWM) yang juga dipergunakan pada tahapan konversi kedua,
yaitu, reconverting tegangan DC kembali ke tegangan AC

Selama operasi normal, rectifier dan inverter akan aktif dalam memberikan daya
listrik pada beban dan secara bersamaan juga mengisi daya listrik ke Battery.
Dan jika terjadi kegagalan Supply daya listrik atau PLN blackout, rectifier tidak
berfungsi hanya module inverter yang berfungsi dimana sumber daya berasal dari
Battery dan Supply daya listrik ini akan dipertahankan pada kondisi ini sampai
Battery sepenuhnya habis dan UPS tidak berfungsi. Battery dinyatakan kosong
jika nilai pembancaan Battery diasumsikan ketika tegangan Battery berada di
bawah nilai yang ditetapkan (yaitu, 330Vdc untuk sistem 400Vac).
Periode dimana beban dapat dipertahankan pada saat terjadi kegagalan daya
listrik atau blackout sering disebut sebagai sistem "Autonomy Time” dimana
lamanya tergantung dari kapasitas battery (A/Hr).

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 13 of 34


3. SYSTEM CONTROL PHILOSOPHY UPS PT.MJIS

Saat Normal Operasi


Saat operasi normal, yaitu ketika sumber daya listrik ada tersupply ke UPS maka
Rectifier, Inverter aktif dan Statis Switch juga aktif untuk menghubungkan output
inverter ke busbar beban, lalu Battery Circuit Breaker (BCB) juga close dan
Battery recharge tetap standby di busbar DC.

Saat sumber Power listrik utama padam


Jika Supply daya listrik utama padam, maka rectifier akan mati secara otomatis,
sedangkan inverter akan terus beroperasi karena ada sumber daya listrik yang di
supplay dari battery untuk waktu yang bergantung pada beban dan kapasitas
dari battery itu sendiri. Jika Supply daya listrik utama belum juga tersupplay
dalam jangka waktu ini dan kemampuan supplay dari battery telah menurun
maka inverter akan mati secara otomatis dan terjadi alarm serta akan muncul
pesan pada display panel UPS. Pada saat terjadinya alarm untuk beberapa saat
load atau beban tidak akan terganggu hingga kemampuan Supply Power dari
battery benar-benar habis.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 14 of 34


Saat sumber Power listrik utama tersupplay kembali
Ketika sumber Power listrik utama tersupplay kembali, rectifier akan berfungsi
kembali secara otomatis dan secara bertahap mensupplay daya listrik ke inverter
dan pada saat yang sama terjadi pengisian battery. Dan selama proses ini
berlangsung tidak akan terjadi gangguan pada beban.

Battery di Matikan (di Off)


Peristiwa ini hanya dilakukan pada saat melakukan perawataan Battery
(Preventive Maintenance) yaitu dengan cara meng-off-kan MCCB (CB-1) sehingga
rectifier dan inverter yang beroperasi, pada saat ini UPS akan tetap terus
berfungsi dan memenuhi semua kriteria kinerja steady-state, berbeda dengan
kejadian sumber Power listrik utama padam dimana ada jangka waktu yang
ditentukan oleh kemampuan kapasitas Battery dalam mem-Backup sumber daya
listrik ke beban.

Module UPS Error


Pada saat terjadi masalah di module-module UPS seperti module Inverter maka
module Statis Switch secara otomatis akan mentransfer sumber daya listrik ke
beban melalui jalur bypass tanpa ada gangguan. Kemudian lakukan perbaikan.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 15 of 34


Overload atau kelebihan beban
Dalam hal kelebihan beban atau over load pada output inverter yang terjadi
berlangsung lebih lama (lihat tabel Electrical characteristics inverter output) pada
spesifiksi UPS, inverter akan shut down dan Switch Statis secara otomatis akan
mentransfer beban ke bypass listrik tanpa gangguan. Jika kelebihan beban atau
over load sudah kembali ke normal suplay power listrik akan kembali diambil alih
oleh inverter, pada control display UPS akan terjadi alarm, hal ini akan terjadi
terus menerus.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 16 of 34


Maintenance bypass
MCCB Bypass juga di sediakan dalam UPS, yang di fungsikan pada saat
melakukan preventive maintenance, dimana pada saat melakukan perawatan
bypass breaker ini diaktifkan maka Supply Power listrik ke beban akan tetap
tersedia untuk sementara hal ini juga dapat dilakukan pada saat trouble
shooting.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 17 of 34


4. HISTORY KEJADIAN DAN TINDAKAN YANG DILAKUKAN

Hari Sabtu tanggal 19 September 2015 jam: 14:38:17 WITA telah terjadi failure
UPS EMERSON, sementara kapasitas daya Battery masih tersimpan dan
terindikasi pada display monitor tersebut masih berkapasitas 75%, jika melihat
dari standar di manual book dinyatakan masih layak (good).

Sedangkan berdasarkan pengalaman sejak beroperasi pabrik walaupun supply


power utama (Power Plant atau PLN) padam lebih dari 5 ~ 6 jam system UPS
masih dapat bekerja dan membackup system Power untuk DCS dan RIO panel
system ABB. Walaupun System UPS EMERSON 40KA kapasitas dayanya tinggal
25% UPS system masih dapat berfungsi memenuhi kebutuhan power untuk DCS
RK & Switchgear.

Adapun urutan kejadian tersebut kami sampaikan sebagai berikut:

4.1. Peristiwa ini ada kaitannya dengan kejadian rusaknya Potensial


Transformer switchgear di power system Rotary Kiln yang terjadi pada
tanggal 15 September 2015
4.2. Dan sejak tangal 16 september 2015 hingga Tanggal, 19 September Genset
Emergency RK, juga sedang mengalami kerusakan pada bearing pulley
(adjuster v-belt penggerak fan radiator) sehingga sistem pendinginan pada
engine tidak berfungsi, hal ini mengakibatkan power tidak dapat disupply
sama sekali oleh GENSET emergency RK ppada saat PLN padam.
4.3. Pada hari Sabtu Tanggal, 19 September 2015 team Electrik Power Plant
melaporkan pembacaan pada metering Switchgear di Power Plant
terindikasi phasa Y tidak terbaca yang mengakibatkan pembacaan
metering tidak akurat dan proteksi tidak berfungsi.
4.4. Teringat akan kejadian pada poin (4.1) maka di coba untuk supply power
menuju Rotary Kiln dilepas/dimatikan, dan ternyata pembacaan metering
serta system proteksi di switchgear Power Plant kembali normal.
4.5. Setelah berkordinasi serta menimbang maka kami (team Electrik PT.MJIS)
memutuskan monitoring metering serta proteksi terhadap kondisi Power
Supply internal dan external terpenting yang seharusnya tetap di
pertahankan adalah yang di Power Plant, maka diputuskan melepas fuse
Phasa Y pada switchgear Rotary Kiln dengan konsekwensi:
a. Satu-satunya system proteksi yang diandalkan hanyalah pada
Switchgear Power Plant untuk seluruh proteksi Incoming Switchgear
Rotary Kiln, trafo distribusi unit J, AJ dan BJ, gangguan Ground fault,
Short circuit, Under Voltage, Hight Voltage, kegagalan dalam internal
seluruh dan gangguan-gangguan lain yang tidak safety.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 18 of 34


b. Switchgear RK difungsikan hanya untuk Switch On Power atau saklar
penghubung agar tegangan dari Power Plant/PLN dapat masuk ke
Rotary Kiln tanpa Proteksi.
4.6. Pada hari Sabtu Tanggal, 19 September 2015 dalam kondisi Power lisrik
ke Rotary Kiln yang diputus (poin 4.3.) dan dalam keadaan Blackout
dikarenakan Power tidak tersupply dari Emergency Genset RK maupun
PLN, tiba-tiba control Switchgear yang mendapatkan sumber Power
Backup dari UPS Rotary Kiln mati, normalnya Supply Power untuk
control Switchgear dan Power PLC diback-up oleh UPS. Namun UPS yang
di design bisa bertahan lebih dari 8 jam tiba-tiba juga mati.
4.7. Untuk mengatasi hal tersebut, dan Power listrik untuk kebutuhan Rotary
Kiln dapat tersupply dari PLN, maka kami memutuskan untuk melakukan
modifikasi Power Supply yang diambil dari MCC Power Plant, untuk
disupply kan ke UPS agar Control Switchgear dapat berfungsi. Modifikasi
Power Supply tersebut diambil dari panel Distribusi yang ada di area
Bagging Lumpy. Yang kebetulan Power Supply Bagging System berasal
dari MCC Power Plant, dari situ Power dialirkan menuju UPS yang
kemudin dapat digunakan untuk mengaktifkan Vacuum Circuit Breaker
(VCB) switchgear Incomer Rotary Kiln.

4.8. Setelah UPS diberi Power listrik yang berasal dari Power Plant melalui
panel Distribusi bagging Lump, ternyata unit UPS tetap tidak bisa
berfungsi, dengan indikasi pada Display UPS SCR block. sehingga control
Switchgear juga belum dapat aliran listrik artinya Power juga belum dapat
disupply dari Power Plant/PLN ke Rotary Kiln.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 19 of 34


4.9. Melihat hal tersebut setelah dilakukan koordinasi antara team Electric
dengan team Instrument, maka secara bersama-sama melakukan
pengecekan terhadap unit UPS. pada unit UPS terdapat MCCB Q3 - 3P
250A (MAINTENANCE BYPASS SW), dimana MCCB Q3 dapat difungsikan
pada saat UPS mengalami gangguan atau kerusakan, ataupun sedang
melakukan perawatan, sehingga Power yang berasal dari PLN maupun
Genset dapat langsung mengalir melalui MCCB Q3 menuju beban.
Adapun load dari unit UPS tersebut diantaranya adalah Supply Power
untuk Control Switchgear dan Supply Power untuk DCS RK. Setelah
Power listrik masuk melalui MCCB Q3 - (MAINTENANCE BYPASS SW),
maka pada sore hari akhirnya control Switchgear baru bisa difungsikan
kembali, dan VCB pada IN-coming dapat Energize/Close sehingga Power
dari Power Plant/PLN dapat didistribusikan menuju Rotary Kiln.

4.10. Pada Tanggal, 21 September 2015 Emergency Genset RK telah selesai di


perbaiki team mekanik sehingga dapat dioperasikan, namun dikarenakan
control Switchgear masih diambilkan dari MCC Power Plant (Poin 4.7.)
maka untuk menghindari tabrakan Power listrik antara PLN dan
Emerency Genset maka pada hari itu test emergency genset RK tidak
dapat dilakukan sebelum dilakukan modifikasi control.
4.11. Pada Tanggal, 22 September 2015 modifikasi control selesai dilakukan,
cara kerja control tersebut adalah:
 Pada saat Power listrik Normal yang berasal dari Power Plant/PLN,
MCCB yang di OFF-kan adalah MCBB 1 dan MCCB 2 di ON-kan,
secara otomatis kotaktor yang aktif menSupply Power menuju UPS
adalah, Kontactor nomor 2.
 Pada saat Power listrik yang berasal dari Power Plant/PLN Blackout,
maka MCCB yang di OFF-kan adalah MCBB 2 dan MCCB 1 di ON-
kan secara otomatis disaat Emergency Genset Rotary Kiln di
operasikan, kontaktor yang aktif menSupply Power menuju UPS
adalah Kontactor 1
Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 20 of 34
Catatan:
Modifikasi control Power Supply ini hanya berlaku dan dipergunakan selama UPS
masih dalam keadaan belum Normal, jika UPS sudah Normal maka Modifikasi ini
harus di bongkar dan di kembalikan seperti semula.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 21 of 34


4.12. Pada Tanggal yang sama, 22 September 2015, secara bersamaan
dilakukan pengecekan unit UPS yang dilakukan oleh 2 Dinas Electric &
Instrument.

4.13. Check Error yang terjadi melalui Indikasi display yang ada di panel dan
di temukan indikasi Inverter Off kemudian Block serta SCR Failure

4.14. Mengkondisikan MCCB (Q1 dan Q2) ke posisi OFF dan Q3 ke posisi
Maintenance Bypass, sehingga aman melakukan pengecekan dan
analisa.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 22 of 34


4.15. Cleaning bagian dalam panel UPS dan Battery menggunakan vacuum &
kuas.

4.16. Cek semua protection Power baik input maupun output (konndisi semua
Fuse) untuk meyakinkan semua Fuse masih dalam kondisi yang baik

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 23 of 34


4.17. Pada saat dilakukan pengecekan UPS, diketahui MCCB (CB1) yang
berfungsi sebagai pembatas Supply rectifier menuju Charger battery
terindikasi MCCB tersebut lepas/tidak dapat di switch ON, menemukan
kerusakan pada MCCB (CB1) tersebut, maka diputuskan untuk
mengganti MCCB tersebut dengan MCCB spare, setelah itu dilakukan
pegetesan dan hasilnya MCCB (CB1) sudah berfungsi kembali.

4.18. Setelah proses Cleaning selesai, maka dilakukan pengetesan dengan cara
mengoperasikan UPS secara normal kemudian dilanjutkan dengan
pengukuran UPS diantaranya:
a. Mengukur Out-put Module Rectifier, diketahui pada unit rectifier
masih mengeluarkan Power 455-500 VDC artinya, pada unit rectifier
tidak ada permasalahan.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 24 of 34


b. Mengukur Out-put Module Inverter, diketahui out-put Power pada
module Inverter TIDAK TERBACA, seharusnya terbaca tegangan out-
put 240 VAC, artinya ada permasalahan di module Inverter. hal ini
dibuktikan dari 4 Led indikasi di module Inverter salah satunya
redup.

4.19. Setelah di ketahui untuk Pengukuran Out-put Module Inverter, TIDAK


TERBACA (poin 4.18.b.) maka dilakukan pembongkaran module
Inverter.

Pembongkaran module Inverter dilakukan untuk mengetahui kondisi dan


mengukur SCR (Silicon Control Rectifier) dan inipun diperkuat dengan
tampilan monitor yang menuliskan “SCR Failure”, untuk Module Inverter
UPS Emerson yang ada di PT.MJIS menggunakan SCR IGBT
FF300R12KE3 dan SCR ini terpasang di belakang module Inverter.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 25 of 34


SCR sendiri merupakan perangkat semikonduktor yang mempunyai
perilaku cenderung tetap on setelah diaktifkan dan cenderung tetap off
setelah dimatikan (bersifat histeresis) dan biasa digunakan sebagai saklar
elektronik, protektor, dan lain sebagainya.
Sifat SCR dalam kondisi normal antara Anoda dan Katoda tidak
menghantar seperti dioda biasa. Anoda dan Katoda akan terhubung
setelah pada Gate diberi trigger minimal sebesar 0,9 Volt lebih positif dari
Katoda. SCR akan tetap menghantar walaupun trigger pada Gate telah
dilepas. SCR akan kembali ke kondisi tidak menghantar setelah masukan
tegangan pada Anoda dilepas.
Kode IGBT merupakan singkatan dari Insulated Gate Bipolar Transistor.
Dari sini dapat kita ketahui bahwa IGBT merupakan salah satu jenis
Transistor. Bedanya dengan transistor:
 IGBT memiliki impedansi input yang sangat tinggi sehingga tidak
membebani rangkaian pengendalinya (atau sering disebut rangkaian
driver).
 Kemudian disisi output, IGBT memiliki tahanan(Roff) yang sangat besar
pada saat tidak menghantar, sehingga arus bocor sangat kecil.
 Sebaliknya pada saat menghantar, tahanan pensaklaran (Ron) sangat
kecil, mengakibatkan tegangan jatuh (voltage drop) lebih kecil daripada
transistor pada umumnya.
 Disamping itu, IGBT memiliki kecepatan pensaklaran/frekuensi kerja
yang lebih tinggi dibanding transistor lainnya.
 Oleh sebab itulah mengapa IGBT sering digunakan dalam drive (alat
penggerak motor) dan Inverter yang membutuhkan arus yang besar dan
beroperasi di tegangan tinggi, karena memiliki efisiensi yang lebih baik
dibanding jenis transistor lainnya.
Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 26 of 34
4.20. Setelah SCR berhasil dikeluarkan, maka dilakukan pengukuran terhadap
2 unit SCR menggunakan Multitester.

Dari hasil pengukuran SCR, diyakinin SCR no 2 mengalami kerusakan


dan harus di ganti.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 27 of 34


5. TINDAKAN SEMENTARA
Untuk saat ini, UPS tidak difungsikan dan untuk Supply Power ke Control
Switchgear dan ke DCS dilakukan dengan cara:
5.1. Mengaktifkan MCCB Q3 Maintenance Bypass Switch (lihat Poin 4.9.)
5.2. Pada saat Power listrik di Backup oleh Emergency Genset maka tindakan
yang dilakukan adalah mengaktifkan modifikasi control (lihat poin 4.11.)
5.3. Untuk menjaga supaya tidak terjadi kerusakan yang fatal pada perangkat
DCS ABB 800 Xa sangat disarankan kepada dinas Instrument & Control
untuk membuat schedule startup & shutdown DCS secara normal (start up
jam: 08:30 WITA dan shutdown jam: 16:30 WITA), sesuai dengan jadwal
pemadaman yang dilakukan oleh PLN, schedule ini dilakukanan sampai
kondisi UPS bisa dikembalikan normal operasi.

6. KESIMPULAN
6.1. Untuk di ketahui kerusakkan UPS pernah terjadi pada masa project yaitu:
 tgl. 21 Desember 2011 hingga 21 April 2012 dimana Terjadi kegagalan
Supply Power ke DCS ABB di Rotary Kiln yang mengakibatkan matinya
Server Engineering Station dan Clien Station DCS, hal ini dikarenakan
terjadinya kerusakan pada Electronic Module yang terpasang pada panel
UPS Emerson Unit, dari surat ABB yg di tujukan pada PT.KE (seperti
lampiran gambar) di ketahui ada beberapa kerusakan yang terjadi.
 Dan pada tgl. 15 Mei 2012 pihak ABB membuatkan laporan yang
ditujukan ke PT.KE,
 Pada tgl. 05 Juli 2012 baru dilakukan perbaikan oleh team Emerson dari
India dan team ABB.
 Vendor Emerson dari India, mengganti module PCA UPS Logic PCB 240
V 1PH 7400M/Hipulse (100221021031 rev-14) yang terpasang dengan
card cadangan yang dibawa oleh vendor tersebut. Namun kondisi UPS
masih belum normal sehingga card PCA UPS Logic yang baru dilepas
dan memasang kembali card yang lama.
 Selanjutnya pihak vendor melakukan penggantian card PCA HVI 1 Phase
240 Volt (100208011021 rev-4) yang lama dengan part yang baru
kemudian dilakukan perbaikan (penyolderan) pada soket yang
mengalami lost connection.
 Test Selama 1 hari dengan tujuan untuk observation data UPS, dan
mengisi batery.
 Dilakukan Simulasi Power off, UPS bekerja Normal.
 Data Terakhir Voltage 460 VAC battery 100%
 UPS telah beroperasi sesuai dengan fungsinya
Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 28 of 34
 Pada saat itu masih ada alarm yang belum teratasi dan terbaca di
monitor yaitu “Battery Ground Fault”, namun menurut penjelasan
vendor Alarm tersebut tidak berpengaruh terhadap kinerja UPS

6.2. Kejadian kerusakan UPS tgl. 19 September 2015, merupakan kejadian ke-
2 sejak pabrik (PT.MJIS) beroperasi dari bulan November 2012 hingga
Oktober 2015 (± 3 Tahun), melihat history yang terjadi pada UPS Emerson
dan dari data yang diperoleh selama melakukan analisa sejak tanggal 22
September 2015 dapat kami simpulkan bahwa kemungkinan terjadinya
kerusakan pada SCR juga di sebabkan oleh tegangan Supply yang tidak
stabil. Beberapa factor penyebab kerusakan UPS disebabkan diantaranya:
 Sejak tanggal 12 Agustus 2015 dan setiap jam 18.00 s/d 23.00 WITA
hingga berita acara ini dibuat di wilayah Batulicin dan khususnya di
PT.MJIS sering terjadi pemadaman sumber daya Listrik oleh PLN
Batulicin, hal ini menyebabkan kinerja UPS hampir setiap hari
mengalamin proses stop operasi secara tidak normal dn hampir setiap
hari melakukan Backup Power dalam waktu ± 4jam.
 Kwalitas listrik yang berasal dari PLN sering tidak stabil sedangkan di
pihak PT.MJIS tidak memiliki system proteksi penstabil tegangan input.
 Temperatur ruangan dan internal panel juga menjadi salah satu pemicu
rusaknya SCR, suhu pada ruangan Marshalling dimana UPS terpasang
saat ini bekisar 30°C, seharusnya ±20oC (standar IEC), temperature
standart ini tidak dapat tercapai. Meskipun sudah terpasag 5 unit AC
namun masih kurang maksimal.
 Melihat kondisi pabrik yang cendrung berdebu maka penjadwalan serta
pelaksanaan Preventive Maintenance harus lebih sering dilakukan.
 Life time SCR yang cepat menurun hal ini dampak dari temperature yang
di terima SCR tersebut terlalu tinggi.

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 29 of 34


 Heatsink sebagai penghantar panas tidak maksimal menyerap panas
SCR.

7. SARAN
UPS merupakan peralatan yang tergolong vital, yang mana kerusakan yang terjadi
pada UPS akan menyebabkan berhentinya proses produksi, disamping itu
kwalitas Power yang keluar dari UPS sudah sangat baik sehingga aman di
ergunakan oleh control Switchgear dn Server DCS ABB, maka beberapa saran
dari kami sekiranya dapat dijadikan perhatian oleh semua pihak, diantaranya:

7.1. Permintaan SCR harap segera di adakan sebelum starup Rotary Kiln
dilakukan.

7.2. Mengadakan sparepart UPS yang tergolong vital.

LIST SPAREPART UPS EMERSON YANG DI REKOMENDASIKAN


No Sparepart Jumlah
1 CAP AC 10MFD 450VAC TY: COMAR.8164004 1
2 CAP ELE 10000UF 315VDC NSF10000315K90W,ALCON 1
3 CAP PPR 150UF 300VAC 10% DUCATI PPM 416.74.6008 1
4 FUSE BASE 400A,600V (AS PER P/N 7190039126) 3
5 FUSE SEMI 160A-600 TY:170M1419-19030140 3
6 FUSE SEMI 200A-600 000 BUSSMANN 170M1420 3
7 FUSE SEMI 300-1000 TY GSG 1000/300(EE) 3
8 PCA – AC – DC POWER SUPPLY 7400M/HIPULSE 1
9 PCA DC – DC POWER SUPPLY ASSY(2811) 7400M/HP 1
10 PCA INVERTER LOGIC 1PH UPS 240/110V 7400M/HP 1
11 PCA RC BOARD FOR SCR 7400M/HIPULSE 1
12 PCA RECTIFIER LOGIC PCB ASSY (7401) 7400M/HP 1
13 PCA RECTIFIER DRIVER BOARD 7400M HIPULSE UPS 1
14 PCA STATIC SWITCH DRIVER FOR 3PH HIPULSE UPS 1
15 PCA UNSYNC TRANSFER 7400M/HIPULSE 1
16 PCA-IGBT DRIVER BOARD SICE 7400 & HI-PULSE 1
17 SCR TWIN PACK 1400V,250A RMS IXYS MCC 162-16io 1 1
18 SCR TWIN PACK 1600V,95A IXYS MCC 95-16, MD7LC9716 1
19 SCR INNFINEON IGBT FF300R12KE3 2
20 IGBT, HEATSINK MOUNTED, DUAL, 300A, 1200V,1450W, EUPEC 1
21 SWITCH 250A 3POLE DIRECT HANDLE SOCOMEC 26023025 1
22 SWITCH MICRO 1NO+1NC AUX SOCOMEC 2699 0031 1
23 SWITCH SLIDE S/W 1POLE, SPDT 1101M2CQ 21 250VAC 1

7.3. Perlu melakukan pengecheckan system Grounding di lingkungan


PT.MJIS untuk memastikan system Grounding masih berada pada nilai
Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 30 of 34
standar, dimana grounding yang tidak standar mengakibatkan system
proteksi terhadap gangguan gelombang transient akan mengganggu system
UPS, system grounding yang baik akan menjadi filter arus surge petir.

7.4. Perlu dilakukan kajian ulang terhadap pemanfaatan UPS, dimana UPS
hanya di aplikasikan untuk beban linier seperti komputer, lampu
emergenci, serta ruang server, atau mesin atm. Tapi kadang kita pakai
untuk mesin menghasilkan induksi seperti motor listrik. Semuanya cepat
merusak Power inverter

7.5. Perlu dilakukan kajian ulang terhadap Load yang menggunakan Power
UPS Hal ini terjadi karena tidak adanya seleksi atau installasi yang jelas
beban mana yang benar – benar di perlukan untuk UPS.

7.6. Perlu dilakukan kajian ulang lebih detail efek dari “battery ground
fault”, karena setiap alarm akan meng “hold” proses start-up. Dimana
indikasi “Battery Ground Fault” yang telah terjadi sejak project ternyata
tidak berpengaruh terhadap performance UPS, hal ini diasumsikan ada
perlakuan khusus untuk memanipulasi “Battery Ground Fault” tersebut
agar UPS bisa start-up.

7.7. Perlu dilakukan kajian Power Quality yang digunakan PT.MJIS baik dari
PLN ataupun berasal dari pembangkit PT.MJIS sendiri dengan melibatkan
pihak ketiga yang kompeten serta terdaftar, hal ini sangat perlu
dilakukan untuk mengantisipasi secara dini kerusakan Peralatan yang
sensitive terhadap kwalitas sumber Power yang kurang baik, terutama
terhadap beberapa kwalitas
 Power SAG
Yaitu tegangan listrik turun dalam waktu sesaat sampai dengan
dibawah 80-85% dari tegangan normal. Penyebabnya adanya startup
beban (peralatan listrik/elektronik) yang cukup besar.
 Power Surge / Spike
Yaitu tegangan listrik naik dalam waktu sesaat sampai dengan di atas
110% dari tegangan normal. Sedangkan spike merupakan kejadian
dimana tegangan listrik naik begitu cepat dalam sesaat sehingga
dapat mencapai 5KV-60 KV. Penyebabnya biasanya pada saat kita
mematikan beban yang berat atau bisa juga jaringan listrik terkena
petir. Gangguan ini dapat menyebabkan kerusakan pada hardware.
 Undervoltage
Dikenal juga dengan istilah BrownOut terjadi saat tegangan listrik
turun / berkurang dalam waktu beberapa lama bisa hitungan menit,
Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 31 of 34
sampai hitungan hari. Penyebabnya beban listrik yang berlebihan
sehingga pasokan listrik berkurangi atau adanya beban pada saat
baban puncak misal malam hari. Hal ini dapat menyebabkan
peralatan listrik atau elektronik menjadi rusak.
 Overvoltage
Hal ini kebalikan dari undervoltage. Hal ini akan menyebabkan
perangkat komputer atau peralatan elektronik menjadi panas dan
cepat rusak.
 Electrical Line Noise / Common Mode Disturbances
Gelombang listrik terganggu sehingga bentuk gelombangnya tidak
bersih tetapi seperti berambut. Hal ini terjadi karena gangguan
frekuensi radio, petir, Neutral-Grounding pada instalasi listrik jelek,
atau bisa juga sisebabkan oleh peralatan listrik atau elektronik yang
menghasilkan frekuensi yang tinggi. Gangguan ini dapat
menyebabkan error pada harddisk dan kerusakan pada hardware
computer dan server DCS.
 Frequency Variation
Frekuensi variation ini adalah frekuensi listrik yang selalu berubah-
ubah. Umumnya di Indonesia frekuensi listriknya 50 Hz. Hal ini dapat
menyebabkan hilang data, sistem menjadi crash dan rusaknya
Peralatan Server DCS.
 Switching Transient
Turunnya tegangan secara tiba-tiba dalam waktu kisaran beberapa
nanosecond /nano detik. Waktu yang terjadinya lebih pendek
daripada sebuah spike dan hanya terjadi beberapa nanosecond.
Gangguan ini dapat menyebabkan kerusakan yang terlalu
cepat/premature failure.
 Harmonic Distortion
Gelombang listrik yang terdistorsi sehingga gelombang listriknya
kacau tidak sinusoidal lagi. Hal ini dapat disebabkan karena
switching Power Supply, motor listrik, Trafo. Gangguan ini dapat
menyebabkan komunikasi data misalnya pada jaringan LAN dan
Server DCS menjadi error, peralatan listrik/elektronik cepat panas,
dan kerusakan pada hardware komputer.

7.8. Perlu dilakukan kajian khusus terhadap UPS PT.MJIS, diantaranya:


 Efek phasa terbalik terhadap incoming UPS.
 Efek panjang dan diameter kabel terhadap range drop voltage
minimum UPS
 Efek beda voltase antara by pass dengan walk-in Inverter
 Perbaiki kabel Supply
Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 32 of 34
 Evaluasi tap-changer Transformer untuk mendapatkan Voltase yang
standart.

7.9. Perlu perencanaan atau Schedule Perawatan (Preventive Maitenance)


terhadap UPS

7.10. Perlu penambahan Capacitor Bank, dimana fungsi kapasitor bank


diantaranya:
 Menghindari kenaikan arus/suhu pada perangakat Electrical
 Memaksimalkan pemakaian daya (kVA)
 Menghemat daya/efesiensi
 Menghindari Drop Line Voltage
 Mengawetkan Instalasi & Peralatan Listrik (Life Time)
 Mengurangi rugi– rugi lainnya pada instalasi listrik

7.11. Perlu dibuatkan program perawatan yang jelas terhadap system


pendingin ruangan (AC), karena dampak temperature ruang yang tidak
standar di Marshalling room sangat berpotensi terhadap kerusaskan
module Electronik serta memperpendek life time dari battery, suhu pada
ruangan Marshalling room saat ini bekisar 30°C dari yang seharusnya
±20oC (standar IEC), temperature standart ini tidak dapat tercapai.

8. PENUTUP

Demikianlah Berita Acara ini kami buat sesuai dengan kerjadian yang sebenarnya
dan kami mohon maaf jika berita acara ini terlalu panjang dan sedikit terlambat
kami sampaikan, hal ini dikarenakan waktu yang kami butuhkan dalam perbaikan
dan waktu meng-analisa masalah yang kami lakukan pada saat kejadian belum bisa
segera menyimpulkan akar pemasalahan.

Bersama dengan berita acara ini pula kami dari Dinas Electric berharapan semua
saran-saran yang telah kami utarakan dapat SEGERA dipahami oleh pihak
Managemen PT.MJIS dan segera dapat memberikan keputusan guna mendukung
kami dalam melakukan Improvement terutama di perangkat UPS yang ada di Rotary
Kiln dan Power Plant.

Dan sekali lagi kami mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian maupun
tulisan, apabila ada masukan serta saran lain dari rekan-rekan sesama karyawan
Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 33 of 34
serta dari para pimpinan maka kami dengan senang hati untuk dapat
mendiskusikanya, karena apa yang kami lakukan semata-mata demi dan untuk
kebaikan perusahaan (PT.MJIS), dan semoga Berita Acara ini dapat menjadi
tambahan pengetahuan bagi teman-teman karyawan khususnya di Dinas Electric.

Salam.

Team Dinas Electric

Batulicin, 8 Oktober 2015


Dilaporkan oleh, Diketahui oleh,

(Indra Gunawan) (M.Ikrar Rachfudin)


Electrical Superintendent Maintenance Manager

Dinas Electric\Berita Acara UPS Rotary Kiln\September 2015 P a g e 34 of 34