Anda di halaman 1dari 3

Hasil telusur di ruang rawat inap

Pokja PMKP

1. Melakukan supervisi di ruang safa bedah


a. Tim mutu :
1. Indikator asesmen awal kami menemukan untuk asessmen awal tdk ada
karena tdk ada form asesmen awal
2. Indikator aesmen nyeri,tidak ada yang di asesmen ulang karenayang akan
diasesmen ulang adalah yang pada asesmen awal masuk dalam nyeri katagori
sedang skala 1-3
3. Indikator pre oprasi di temukan belum semua form pra anestesi di isi oleh
dokter
4. Perbekalan farmasi sdh sesui sepertipermintaan
5. Indikator visit dokter sesui dengan batas waktu visit yang di tetapkan

b. Tim keselamatan pasien


Dari hasil telusur di Ruang Bedah dengan sample 2 bh status RM didapatkan hasil
sebagai berikut:
SKP 1
Mempunyai 15 EP. Pada saat telusur tim menemukan 12 EP yang dapat di nilai
dari sample 2 bh status RM. EP nya yaitu 1. Pemasangan gelang. 2. Pemasanagan
label ID obat RANAP. 3. Pemasangan label ID Specimen. 4. Pemasangan label ID
RM yang di isi. 5. Pemasangan label ID hasil RO. 6. Pemasangan label ID Diit.
Dari 12 EP ditemukan 7 EP yang sesuai standar, maka di dapat hasil 58,33%. RTL
Re-Edukasi ttg kepatuhan PIC dan PPA (Analis melakukan pelabelan ID pada
Specimen, Perawat dalam pelabelan ID RM yang di isi serta Radiografer dalam
pelabelan ID hasil RO). Peningkatan Monev pada Ka. Instalasi RANAP,
Laboratorium, Radiologi dan Ka. Ruangan Bedah, Laboratorium serta Radiologi.

SKP 2
Mempunyai 4 EP. Pada saat telusur tim menemukan 4 EP yang dapat di nilai dari
sample 2 bh status RM. EP nya yaitu 1. Hand Over Antar PPA. 2. Hand Over
Antar Unit. Dari 4 EP ditemukan 1 EP yang sesuai standar, maka di dapat hasil
25%. RTL Re-Edukasi ttg kepatuhan PIC dan PPA (Farmasi dan Gizi dalam
pengisian SOAP serta DPJP dalam memverifikasi hasil asuhan), kepatuhan PIC
dan PPA (Perawat RAJAL dan Perawat Bedah dalam pengisian Hand Over antar
unit). Peningkatan Monev pada Ka. Instalasi RAJAL, Farmasi dan RANAP serta
Ka.Ruangan RAJAL, Bedah, Gisi dan Farmasi.

SKP 3
TDD
SKP 4
Mempunyai 8 EP. Pada saat telusur tim menemukan 16 EP yang dapat di nilai dari
sample 2 bh status RM. EP nya yaitu 1. Visite dr. SpAn. 2. Lembar Konsul. 3.
Lembar assesmen Pre Anastesi. 4. SIA. 5. Pre Cek. 6. SIO. 7. Surgical Safety
Chek List. 8. Verifikasi dan lokasi prosedur pasien operasi.
Dari 16 EP ditemukan 5 EP yang sesuai standar, maka di dapat hasil 31,25%. RTL
Re-Edukasi ttg kepatuhan PIC dan PPA (dr. Sp.An dalam melakukan pengisian
lembar konsul, lembar assesmen pre anastesi, SIA), (Perawat Bedah dalam
pengisian lembar pre cek), ( DPJP dalam pengisian SIO dan verifikasi dan lokasi
prosedur pasien operasi), (Perawat OK dan Perawat Anastesi dalam pengisian
Surgical Safety chek list). Peningkatan Monev pada Ka. Instalasi IBS, RANAP
dan Ka. Ruangan OK, Anastesi, Bedah.

SKP 5
Dilakukan dengan sample 2 orang perawat , dengan 4 peluang melakukan HH
pada saat telusur di dapatkan hasil 4 peluang yang dilakukan secara standar
dengan hasil 100%. Selain perawat juga dilakukan 2 sample pada keluarga pasien,
dengan 4 peluang melakukan HH dan di dapat hasil 2 peluang yang dilakukan
secara standar dengan hasil 50%. RTL melakukan Re-Edukasi kepada keluarga
pasien. Memberdayakan IPCLN unit untuk lebih pro aktif.

SKP 6
Mempunyai 4 EP. Pada saat telusur tim menemukan 8 EP yang dapat di nilai dari
sample 2 bh status RM. EP nya yaitu 1. Assesmen awal. 2. Assesmen
Ulang/Lanjutan. 3. Langkah-langkah untuk mengurangi resiko jatuh. 4.
Pemasangan penandaan resiko jatuh.
Dari 8 EP ditemukan 2 EP yang sesuai standar, maka di dapat hasil 25%. RTL
Re-Edukasi ttg kepatuhan PIC dan PPA (Perawat RAJAL dalam pengisian
assesmen awal, Perawat Bedah dalam pengisian assesmen Ulang/Lanjutan).
Follow up Blangko langkah-langkah mengurangi resiko jatuh BELUM ada di
dalam status RM dan Label penandaan resiko jatuh. Peningkatan Monev pada Ka.
Instalasi RAJAL, RANAP, dan Ka. Ruangan RAJAL, RANAP serta Pihak
pengadaan blangko.

c. Tim manajemen resiko

Hasil temuan oleh dr. Hartini ( kabid pelayanan )

1. General consent = tandatangan tidak ada nama, kurang lengkap


2. Pasien bedah tidak masuk dari poliklinik, dokumen tidak lengkap, asessmen awal
poliklinik, status tidak ada map
3. Pemeriksaan kontrol pasien post op mata, pasien di transfer ke poliklinik untuk
pemeriksaan
4. TBAK tidak ditandatangani
5. Pengkajian ulang nyeri tidak dipindahkan ke form asessment nyeri lanjutan
6. Pengkajian edukasi rawat jalan tidak diisi
7. Verifikasi prosedur operasi tanda-tangan keluarga pasien tidak ada nama
8. Assesment awal rawat inap tidak ada, form tidak ada.
9. Yang menulis catatan yang di RM ada yang tidak mencantum nama
10. Transfer pasien sudah menggunakan selimut
11. Pagar barankard tidak digunakan
12. Komunikasi perawat dan pasien post op kurang lengkap
13. Post operasi tidak dilakukan asessment nyeri ulang
14. Inform consent tidak ada checklist penerima info
15. Pasien transfer dari poli ke OKA, tidak menggunakan lembar transfer.