Anda di halaman 1dari 4

SYAHADATAIN SEBAGAI PONDASI DASAR UMAT ISLAM

Hani Mayapri

Prodi Teknik Elektronika Telekomunikasi, Program Diploma 4, Politeknik Caltex Riau,


Jl. Umban Sari (Patin) No. 1 Rumbai Pekanbaru-Riau 28265

Abstrak
Syahadatain atau dua kalimah syahadat merupakan kalimat yang utama dan pertama yang harus
diucapkan dan dipahami apabila seseorang masuk Islam dan bagi seluruh umat Islam pada umumnya.
Syahadatain ini mengandung dua pengertian yang sangat mendasar yaitu bahwa tiada Ilah selain Allah
dan Muhammad SAW adalah Rasulullah. menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan kajian
kepustakaan (Library Research) diharapkan mampu mengungkapkan secara cermat mengenai pentingnya
syahadatain sebagai pondasi dasar umat islam. Islam yang dibangun dengan syahadatain ini harus terus
dijaga karena jika syahadatain sudah roboh, maka umat islam dan agama islam akan roboh juga.
Sehingga syahadat memiliki makna yang besar karena syahadat sebagai pondasi utama yang harus
diperjuangkannya.

Kata kunci: pilar agama, syahadatain

1. Pendahuluan Dalam pendekatan Ilmu Akidah Islam,


syahadat dikenal dengan Syahadatain (dua
Setiap agama mememiliki bacaan yang syahadat). Artinya bahwa syahadat itu, hanya
sakral atau khusus. Biasanya bacaan tersebut disandarkan kepada Allah dan Rasul-Nya.
merupakan bacaan kunci sebagai ciri khas dan Syahadat yang pertama perjanjian yang
identitas yang menunjukkan agama yang bersifat Uluhiyyah, karena menggunakan
bersangkutan. Demikian pula dengan Islam. lafadz Ilaha, dari manusia kepada Allah; dan
Kalimat syahadat merupakan kalimat syahadat yang kedua bersifat Kerasulan;
yang tidak asing lagi dikalangan umat islam, karena menggunakan lafadz Rasulullah dari
namun demikian sejauh manakah makna umat kepada utusan Allah.
syahadat ini dipahami dan diamalkan dalam
kehidupan sehari-hari umat Islam. 2. Metode
Syahadat berasal dari bahasa arab, Metode yang digunakan dalam
secara etimologi (bahasa) mengandung makna penulisan jurnal ini adalah metode deskriptif
Persaksian; perjanjian. Adapun pengertian kualitatif berdasarkan kajian kepustakaan
secara terminology (istilah): “Persaksian atau (Library Research). Melalui metode ini,
perjanjian seorang hamba kepada Allah dan diharapkan mampu mengungkapkan secara
Rasul-Nya” yang direalisasikan dalam bentuk cermat mengenai urgensi objek kajian dengan
lisan. Syahadat merupakan rukun (pilar) agama menganalisis dan mensintesiskan informasi-
Islam yang pertama. Ia merupakan kunci dari informasi relevan dengan topik yang dibahas.
diterima dan sahnya segala bentuk perbuatan Dalam tulisan ini, penulis menggagas ide
ibadah umat Islam, karenanya ketika seseorang tentang pentingnya syahadatain sebagai
masuk agama Islam yang pertama kali pondasi dasar umat islam.
diwajibkan adalah membaca dua kalimat
syahadat.
3. Hasil dan Pembahasan Dua kalimah syahadat ini merupakan
Syahadat memiliki posisi yang sangat satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Ini
penting dalam Islam, karena dengan syahadat berarti bahwa apabila seseorang bersaksi tiada
dapat mendapatkan kenikmatan yang abadi Ilah selain Allah maka ia juga harus
baik di dunia maupun diakhirat. Syahadat mempercayai bahwa Muhammad SAW adalah
menjadi pondasi utama dalam ilmu ke-Islam- pembawa risalah yang harus diikuti.
an yaitu keimanan/ketauhidan dan Ma’na Laa Ilaaha Illallah Secara umum
peribadatan/ibadah. Sehingga syahadat kalimat ini terdiri atas dua bagian yaitu Laa
memiliki makna yang besar bagi para nabi dan Ilaaha (tiada Ilah) dan Illallah (selain Allah).
ulama dalam perjuangan dakwahnya karena "Laa" yang terdapat pada kalimat "Laa Ilaaha
syahadat sebagai pondasi utama yang harus Illallah" adalah merupakan muruf nafi
diperjuangkannya. (penghilangan) yang menghilangkan segala
jenis, dalam hal ini yang di nafi-kan adalah
Sebagai rukun Islam pertama syahadat segala jenis Ilah. Illa adalah huruf istisna
merupakan pintu masuknya Islam, dan (pengecualian) yang mengecualikan Allah
karenanya dibebankan kewajiban-kewajiban dengan segala jenis Ilah yang di nafi-kan.
pada mukallaf. Sehingga untuk dapat Bentuk kalimat seperti ini disebut kalimat
mengamalkan syahadat tersebut perlu manfi (negatif) lawan dari kalimat mutsabat
mengetahui makna yang terkandung di (positif). Kata Illa telah meng"itsbat"kan
dalamnya. kalimat yang negatif (manfi). Dalam bahasa
Arab, itsbat setelah nafi mempunyai maksud
membatasi (Al Hasru), dan taukid
(menguatkan). Dengan demikian ‘Laa Ilaaha
Illallah’ berarti membuang seluruh ilah dan
illahllah berarti menetapkan Allah sebagai
satu-satunya Ilah yang sebenar-benarnya
berhak di sembah. Oleh karena itu nafi
Bagi seseorang yang mengucapkan (menghilangkan) ilah-ilah yang ada harus
kalimah syahadat ini ada 3 syarat yang disertai dengan itsbat (menetapkan) Allah
diperlukan agar syahadatnya diterima oleh sebagai ilah yang tunggal dalam kehidupan.
Allah SWT yaitu: Jadi kedua hal itu tidak dapat dipisahkan.
 Mengetahui ma’nanya dengan benar, "Ilah" di dalam bahasa Arab memiliki
 Membenarkan dengan sungguh-sungguh di akar kata alaha yang berarti antara lain :
hati (tashdiq), tenteram, lindungan, cinta, dan sembah. Hal ini
 Ikhlas yakni mengerti apa yang dia sesuai dengan firman Allah :
persaksikan dengan benar.
Allah berfirman di dalam Al Qur’an :  "Orang-orang yang beriman dan hati
"Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka menjadi tenteram dengan
tiada Ilah kecuali Allah" (QS. mengingat Allah. Ingatlah bahwa hanya
Muhammad(47) : 19) dengan mengingat Allah hati menjadi
Juga di dalam surat Az Zukhruf ayat 86 tenteram"(QS. Ar Ra’ad(13) : 28)
Allah berfirman :  "Adapun orang yang beriman amat sangat
"Kecuali mereka yang menyaksikan cintanya kepada Allah" (QS. Al Baqarah(2)
kebenaran dan mereka mengerti" (QS Az : 165)
Zukhruf (43) : 86)
 "Aku berlindung kepada Allah bahwa aku
termasuk golongan orang-orang yang jahil" Persaksian Laa Ilaaha Illallah diatas tidak
(QS. Al Baqarah(2) : 67) akan terwujud secara benar dalam kehidupan
sehari-hari tanpa mengikuti petunjuk yang
Jika seseorang memperhambakan diri diberikan Rasulullah Muhammad SAW maka
terhadap sesuatu maka ia akan mengikutinya, persaksian terhadap kerasulan Nabi
memuliakan, mengagungkan, mematuhi dan Muhammad SAW dijadikan sebagai salah satu
tunduk kepadanya serta bersedia dari dua kalimah syahadat yang merupakan
mengorbankan kemerdekaan yang dimiliki. pintu gerbang untuk memasuki Dienul Islam.
Allah SWT adalah satu-satunya Yang Rasulullah merupakan contoh teladan yang
Memiliki dan Yang Menguasai langit dan bumi utama bagi setiap muslim dan keteladanan ini
dan segala isinya. Oleh karena itu Dialah yang bersifat total baik secara vertikal kepada Allah
menciptakan (Al Khaliq), Yang Memberi rizqi yang berupa ibadah-ibadah khusus maupun
(Ar Raziq) dan Dia pula yang Mengelola (Al yang bersifat horisontal kepada sesama
Mudabbir). Allah Ta’ala adalah satu-satunya makhluk yang berupa ibadah-ibadah yang
yang wajib di taati jadi Dialah yang bersifat umum. Hal ini difirmankan oleh Allah
menentukan segala hukum dan segala aturan di dalam surat Al Ahzab ayat 21 yaitu :
(Al Hakim), Yang Melindungi (Al Wali), dan "Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Dia lah yang menjadi tumpuan harapan dan Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu
kepada-Nya-lah ditujukan segala amalan (Al (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)
Ghayah) dan pada puncaknya Dialah yang Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia
Maha disembah satu-satunya (Al Ma’bud) banyak menyebut Allah" (QS. Al Ahzab(33) :
Dengan demikian maka kalimat Laa 21)
Ilaaha Illallah mengandung beberapa
pengertian sebagai yaitu: Ma’na Syahadatain jika dipahami dengan
 Laa khaliqa Illallah (Tiada Pencipta kecuali benar maka akan mendatangkan dampak yang
Allah), positif bagi setiap pribadi muslim, yang antara
 Laa Raziqa Illallah (Tiada Pemberi Rizqi lain dapat diukur dari sikap yang lahir darinya
kecuali Allah), yaitu cinta (mahabbah) dan Ridho. Seorang
 Laa Mudabbira Illallah(Tiada Pengelola muslim harus memberikan cintanya yang
kecuali Allah), tertinggi kepada Allah SWT kemudian kepada
 Laa Hakima Illallah (Tiada Pembuat Rasulullah SAW dan berjihad di jalan Allah
Hukum kecuali Allah), SWT
 Laa Waliyya Illallah (Tiada Pelindung Setiap muslim hendaknya ridha Allah
kecuali Allah), sebagai Rabb-Nya. Islam sebagai agamanya,
dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul yang
 Laa Ghayata Illallah (Tiada Tujuan kecuali
diikutinya. Hal ini sesuai dengan sabda
Allah),
Rasulullah Saw :
 Laa Ma’buda Illallah (Tiada Sesembahan
"Barangsiapa mengatakan,’Aku Ridla
kecuali Allah).
Allah Rabbku, dan Islam agamaku, dan
Muhammad Nabi (Rasul) ku’ wajib baginya
Di dalam Al Qur’an Allah berfirman :
masuk surga" (HR. Abu Dawud)
"Dan sesungguhnya Kami telah
Cinta dan ridho itu diwujudkan dengan
mengutus rasul pada tiap-tiap ummat (untuk
tha’at kepada Allah dan Rasul-Nya. ketha’atan
menyerukan) : Sembahlah Allah (saja) dan
ini sebagai bukti rasa cinta yang mendalam
jauhilah thaghut itu....." (QS. An Nahl(16) :
sehingga mau melakukan apapun yang
36)
diperintahkan oleh yang dicintainya dan
meninggalkan apapun yang dilarang olehnya.
Allah mengutus Rasul pada setiap umat agar Kusumo, Fajar Ali. (2016). Makna Syahadatain. http://f-
adikusumo.staff.ugm.ac.id/artikel/syahadat.html
ditaati ajaran yang disampaikannya, untuk Hasseo,Annyong. (2011). Pengertian Syahadatain.
membawa manusia menuju kebahagiaan di http://harribel.blogspot.co.id/2011/01/pengertian-
dunia dan di akhirat. syahadatain.

Pertanyaan
4. Kesimpulan Silvi Oktavia Sari
Bagaimana hukumnya jika ada orang yang
Dari uraian diatas maka dapatlah setelah mengucapkan syahadat dia merasa
disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan menyesal?
Ilah adalah segala sesuatu yang mendominasi Jawab
dan menguasai diri kita. Maka Laa Ilaaha Sikap menyesalnya dia akan kalimat syahadat
Illallah juga dapat diartikan sebagai ‘Tiada yang telah ia ucapkan sebelumnya membuat ke
segala sesuatu yang mendominasi diri kita islamannya gugur atau murtad, karena ia tidak
selain daripada kekuasaan Allah semata’. ingin mengikuti peraturan islam, tidak ikhlas,
Dengan demikian jelaslah bahwa dan tidak berserah diri kepada allah sehingga
persaksian dua kalimah syahadat itu memilki ia menyesal.
makna yang sangatlah penting bagi pondasi
dasar umat islam. Karena membawa dampak
yang sangat baik bagi seorang pribadi muslim
dan umat islam. Seorang pribadi muslim akan
selalu menyertakan Allah SWT dan Rasulnya
di dalam setiap tindakannya dan selalu
mengembalikan segala sesuatu yang terjadi
hanya kepada kekuasaan Allah semata
sehingga akan tercipta seorang pribadi muslim
yang kuat lahir dan bathin.
Daftar Pustaka

Arifin ,Muhammad. (2013) Syahadat Sebagai Intisari


Aqidah Islam.http://www.angipin.id/2013
/09/syahadat-sebagai-intisari-aqidah-islam.html
Unknown. (2016). Kedudukan 2 kalimat syahadat dalam
islam. https://almanhaj.or.id/4291-kedudukan-
dua-kalimat-syahadat-dalam-islam.html
Akadhinta,Amrullah (2008). Inilah Pilar Agamamu.
https://muslim.or.id/412-penjelasan-rukun-islam-
2.html.
Sulistyawan, Abu Zacky. (2014). Syahadat Sebagai
Intisari Aqidah Islam. http://abuzacky-
sulistyawan.blogspot.co.id/2014/09/syahadat-
sebagai-intisari-aqidah-islam.html
Unknown. (2016). Mengenal Pilar Islam Pertama.
http://islamitudamaidanindah.blogspot.co.id/2012
/08/mengenal-pilar-islam-pertama-
syahadatain.html
Wikipedia. (2016). Rukun Islam.
https://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Islam