Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Di bidang elektronika, definisi antena adalah transformator/struktur transmisi


antara gelombang terbimbing (saluran transmisi) dengan gelombang ruang bebas atau
sebaliknya. Antena adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah
teleskop radio, TV, radar, dan semua alat komunikasi nirkabel lainnya. Sebuah antena
adalah bagian vital dari suatu pemancar atau penerima yang berfungsi untuk
menyalurkan sinyal radio ke udara. Bentuk antena bermacam macam sesuai dengan
desain, pola penyebaran dan frekuensi dan gain. Panjang antena secara efektif adalah
panjang gelombang frekuensi radio yang dipancarkannya.

1.2 Perumusan Masalah


Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan satu permasalahan untuk
diselesaikan:
1. Apakah antena dipole dan monopole

1.3 Tujuan
Mengetahui pengertian, fungsi dalam kehidupan sehari hari, dan polaradiasi dari
antena dipole dan monopole

1
BAB II
ISI

2.1 Antena Monopole

A. Definisi dan Sejarah


Antena monopole diciptakan pertama kali oleh sang penemu radio yaitu
Guglielmo Marconi pada tahun 1895, yang menemukan pengertian bahwa jika
menempelkan satu terminal pemancar pada kawat panjang yang tergantung di udara
dan satu sisi masuk ke bumi atau grounding maka akan dapat mengirimkan signal
jarak jauh. Beberapa orang menyebut antena ini adalah antena Marconi.

Antena Monopole adalah sebuah antena radio yang berbentuk batang lurus
terbuat dari konduktor yang dipasang tegak lurus di antara beberapa jenis bahan
konduktif yang disebut ground plane.

Sinyal yang dipancarkan (signal dari transmitter ke antena) atau diterima


(signal dari pemancar yang diteima oleh antena ) oleh antena monopole berada pada
batang konduktor antena monopole yang terpasang tegak diantara beberapa batang
atau permukaan konduktif. Koneksi kabel antena adalah satu pada ujung bawah
batang konduktor monopole dan satu lagi dengan sisi ground plane.

Monopole termasuk jenis resonan antena, fungsi batang sebagai resonator


untuk gelombang radio, dengan osilasi gelombang radio terdiri dari tegangan dan
arus. Panjang antena ditentukan oleh panjang gelombang yang digunakan.

Gambar 1

2
Beberapa macam antena monopole antara lain adalah: Monopole seperempat
glombang. Yaitu antena yang memiliki panjang sekitar ¼ panjang gelombang radio.

B. Karakteristik Antena Monopole

Antena monopole memiliki omdirectional pola radiasi, yaitu memancarkan


kekuatan sama dengan arah azimut yang tegak lurus dengan antena tetapi daya
radiasinya bervariasi tergantung sudut elevasinya, dengan radiasi memancar ke nol
zenit, pada sumbu antena. Ini memancarkan gelombang radio vertikal terpolarisasi.
Biasanya antena monopole dipasang vertikal dan hanya terdapat satu kutub.

Impedansi antena Monopole = ½ Impedansi Antena Dipole.


Impedansi ini berubah sesuai dengan tinggi antena dari bumi dan rasio panjang /
diameter dari konduktor, dan objek yang mengelilinginya. Kabel coaxial 50Ω
biasanya digunakan untuk menyambungkan power ke antena.

Gambar 2

C. Fungsi Antena Monopole

Dalam kehidupan sehari-hari antena dipole sering digunakan pada Siaran komersial
pada AM-band (500-1500 KHz), Pelayanan komunikasi land mobile, Pemancar dan
Penerima Radio.

3
2.2 Antena Dipole

A. Definisi dan Sejarah

Antena dipol adalah antena radio yang dapat dibuat dari kabel sederhana,
dengan pengisi berada di tengah elemen driven. Antena ini terdiri dari dua buah
logam konduktor atau kabel, berorientasi sejajar dan kolinier dengan lainya (segaris
dengan yang lainya), dengan sela kecil di tengahnya.Tegangan frekuensi radio
diterapkan pada tengah-tengah di antara dua konduktor. Antena ini adalah antena
paling sederhana dan praktis dari sudut pandang secara teoretis. Antena ini digunakan
sebagai antena, terutama antena "telinga kelinci", antena televisi tradisional, dan
sebagai elemen driven pada berbagai jenis antena, seperti pada antena Yagi. Antena
dipol ditemukan oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama Heinrich Hertz sekitar
tahun 1886 dialah orang yang merintis eksperimen dengan gelombang radio.

Antena Dipole adalah antena yang hanya memiliki dua buah elemen yang
tersambung dengan inner pada ujung coax, pada ujung tersebut disambungkan ke
sebuah logam dengan panjang ¼ dan bagian coaxnya dihubungkan dengan logam
sepanjang ¼ lambda lagi.

Antena dipole bisa berupa satu kawat saja yang disebut single wire dipole ,
dua buah kawat yang disambungkan kedua ujungnya yang disebut two wire folded
dipole atau terdiri dari tiga kawat yang semua ujungnya disambung yang disebut
three wire folded dipole.

Gambar 3

4
B. Karakteristik Antena Dipole

Antena ini memiliki panjang yang lebih pendek dari panjang gelombangnya.
Antena ini memiliki daya tahan radiasi yang rendah dan reaktansi yang tinggi,
membuat antena ini tidak efisien, tetapi antena ini sering digunakan untuk panjang
gelombang yang amat panjang. Dipol yang panjangnya setengah dari panjang
gelombang sinyal, juga sering disebut dipol setengah gelombang, dan lebih efisien.
Dalam teknik radio, istilah dipol biasanya bermakna sebuah setengah gelombang
dipol. Pada antena dipole, pancaran ke arah tegak lurus bentangannya besar sedang
pancaran ke samping kecil (bi-directional)

C. Fungsi Antena Dipole

Antena dipol sudah umum digunakan untuk menangkap sinyal UHF pada televisi.
Tetapi, antena ini dipasang berada di dalam ruangan.

Gambar 4

5
2.3 Menghitung Lambda dan Matching Impedance

Cepat rambat gelombang sama dengan cahaya ialah 300.000.000 meter/detik,


sedangkan gelombang tersebut bergetar sejumlah f cycle/detik (f = frekuensi).

λ = (300.000.000 m/det) / ( f cycle/det )

λ = 300 / f

Panjang 1 lambda pada pengantar listrik adalah 0,95 kali, jika dimasukkan
dalam rumus menjadi:

λ = (300 / f ) x 0,95

Untuk mencari panjang antena ¼ lambda maka:

¼ λ = (75 / f ) x 0,95

Contoh : Hitunglah panjang kawat tembaga yang dibutuhkan untuk membuat antena
dipole yang bekerja pada frekuensi 7.050 MHz?

¼ λ = (75 / f ) x 0,95

¼ λ = (75 / 7,050) x 0,95

¼ λ = 10,11 Meter

Antena dipole untuk frekuensi 7.050 MHz, dengan rumus di atas akan
didapatkan panjang setiap sayapnya 10 meter ini dinamakan panjang theoritis.
Perhitungan theoritis ini mutlak diperlukan agar kita bisa memulai percobaan.

Matching Impedance adalah cara atau teknik yang dipakai untuk


menyesuaikan dua impedansi yang tidak sama, dalam konteks ini adalah impedansi
karakteristik saluran dengan impedansi beban. Contoh kasusnya yaitu : Berapakah
impedansi karakteristik yang diperlukan untuk transformator ¼ λ yang dipakai untuk
menghubungkan beban 25 Ω ke suatu saluran transmisi 50 Ω ?

Karena ZL dan Zin keduanya bil. Real, maka dapat dicari nilai Zo’ menggunakan
pers: 𝑍_𝑜′=√(𝑍𝐿 *𝑍𝑖𝑛 )=√(25∗50)=35.3 Ω

6
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan yang dipaparkan pada makalah ini, dapat disimpulkan


bahwa :
 Antena Monopole adalah sebuah antena yan memiliki satu kutub
berbentuk batang lurus terbuat dari konduktor yang dipasang tegak lurus
di antara beberapa jenis bahan konduktif yang disebut ground plane.
 Antena Dipole adalah antena yang hanya memiliki dua buah elemen yang
tersambung dengan inner pada ujung coax.
 Antena Monopole memiliki polaradiasi Omnidirectional dan Antena
Dipole memiliki polaradiasi Bi-Directional
5.1 Saran
Mencari Referensi yang lebih konkrit pada jurnal atau paper.

7
DAFTAR PUSTAKA

Antena Dipole, diakses dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Antena_dipol (Kamis, 12


Juli 2018)

Antena Monopole, diakses dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Antena_monopole


(Kamis, 12 Juli 2018)

Darwis, Rizadi Sasmita. 2018. Teknik Matching. Slide Power Point Pertemuan 9
mata kuliah Antena dan Propagasi

Pengertian Antena dan Parameter Karakteristiknya, diakses dari :


https://teknikelektronika.com/pengertian-antena-parameter-karakteristiknya/
(Kamis, 12 Juli 2018)

Antena Monopole Dan Dipole Dan Cara Matching, diakses dari : http://abi-
blog.com/antena-monopole-dan-dipole-dan-cara-matching/ (Kamis, 12 Juli
2018)