Anda di halaman 1dari 6

14

BAB III

PEMBAHASAN

Ibu hamil menderita anemia pada K1 Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap pada

tahun 2014 dapat dilihat pada grafik dan pembahasan berikut ini:

A. Frequensi Kunjungan Ibu Hamil K1

Grafik 3.1
Distribusi Frequensi Kunjungan Ibu Hamil K1 di Puskesmas Sidomulyo
Rawat Inap dan Faskes Wilayah Kerja Tahun 2014

Pada Grafik 3.1 diatas dapat terlihat bahwa jumlah ibu hamil yang

melakukan pemeriksaan K1 tercatat di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap secara

kumulatif pada tahun 2014 adalah sebanyak 718 Ibu hamil dengan angka

kunjungan dalam 3 bulan terakhir ditahun 2014 pada bulan Oktober sebanyak 40

14
15

ibu hamil, Nopember sebanyak 60 ibu hamil, dan desember sebanyak 52 ibu

hamil.
B. Perbandingan Pemeriksaan Ibu hamil K1 di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap

daan fasilitas kesehatan lainnya di wilayah kerja Puskesmas Sidmulyo Rawat

Inap Pekanbaru
Grafik 3.2
Distribusi PerbandinganPemeriksaan Ibu Hamil K1 di Puskesmas
Sidomulyo Rawat Inap dan faskes wilayah kerja Tahun 2014

Pada grafik 3.2 diatas dapat terlihat bahwa jumlah selama tahun 2014 Ibu

hamil K1 yang datang ke Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru

sebanyak 529 (74%) dan sebanyak 189 (26%) Ibu Hamil K1 datang ke Faskes

lainnya seperti praktek Bidan swasta (BPS) dan dokter praktek swasta (DPS)

maupun kesehatan laiinya yang melaporkan ibu hamil K1ke Puskesmas

Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru.


Penulis menilai Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru telah

berhasil merangkul faskes yang ada diwilayah kerjanya ditandai dengan

dilaporkannya data pencatatan ibu hamil K1 yang berkunjung ke faskes tersebut

ke Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru.


C. Persentase Ibu hamil K1.
Grafik 3.3
16

Distribusi PersentaseIbu Hamil K1 di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap


Kota Pekanbaru Tahun 2014

Pada grafik 3.3 diatas dapat terlihat bahwa jumlah persentaseIbu hamil

K1 yang tercatat dan terdata di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap secara

kumulatif pada tahun 2014 adalah sebanyak 718 dari jumlah sasaran sebanyak

714 diperoleh persentase sebanyak 100,6 %.


Jumlah kunjungan tersebut merupakan total kunjungan Ibu hamik K1

yang datang melakukan pemeriksaan pertama kali sewaktu kehamilan ke

Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap. Persentase diatas menunjukkan ibu hamil K1

sudah tercapai bahkan sedikit melebihi dengan persentase 100,6%. Penulis

berasumsi bahwa tercapainya program tersebut berkat petugas di Puskesmas

Sidomulyo Rawat Inap khususnya program KIA bekerja optimal sampai dengan

home visit maupun pemantaun melalui telpon. Didukung juga dengan promosi

kesehatan mengenai pentingnya K1 kehamilan dan adanya dokter spesialis

kandungan yang juga menambah faktor pendukung tercapainya program K1

kehamilan tersebut.
D. Frequensi Usia Ibu Hamil K1
Grafik 3.4
17

Distribusi Usia Ibu Hamil K1di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota
Pekanbaru Tahun 2014

Pada grafik 3.4 diatas Usia Ibu hamil K1 yang berkunjung secara

kumulatif selama tahun 2014 dapat terlihat sebanyak 168 ibu (24%) kategori

usia remaja akhir, sebanyak 418 (58%) ibu kategori usia dewasa awal, dan

sebanyak 162 ibu (24%) kategori usia dewasa akhir.


Terlihat di grafik3.6 bahwa lebih dari separuh (58%) ibu hamil K1 yang

datang ke Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap secara kumulatif pada tahun 2014

berusia dewasa awal yang berarti usia dimana seorang ibu sangat produktif

dalam kehamilan.
E. Frequensi Kadar Hb Ibu hamil K1
Grafik 3.4
Distribusi Kadar Hb Ibu Hamil K1yang melakukan pemeriksaan Hb di
Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru Tahun 2014
18

Pada grafik 3.4diatas dapat terlihat bahwa hasil pemeriksaan kadar Hb

Ibu Hamil K1 yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Sidomulyo Rawat

Inap Kota pekanbaru sebanyak 324 (61%) ibu hamil dengan kadar Hb > 11gr/dl

dan sebanyak 205 (39%)) ibuhamil dengan kadar Hb < 11gr/dl.


Punulis berasumsi keadaan ini cukup mengkwatirkan karena sebanyak

205 Ibu hamil K1 kadar Hb <11 gr/dl, sebagaimana yang dijelaskan Depkes RI

(2008) bahwa kadar hb < 11 gr/dl dikatakanan ibu hamil anemia. Ditakutkan

adanya komplikasi yang timbul karena anemia ini baik pada ibu maupun janin.
Pernyataan ini sejalan dengan Syaifuddin (2006) yang menyatakan

sebanyak 75% ibu hamil dengan anemia berada di negara berkembang dan

indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan kejadian anemia

pada ibu hamil cukup tinggi sebanyak 63%.


F. Frequensi Persentase Hb normal (<11) Ibu hamil K1 dengan kunjungan total ibu

hamil K1.
Grafik 3.6
Distribusi Persentase Hb Normal (<11) Ibu Hamil K1di Puskesmas
Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru Tahun 2014
19

Pada grafik 3.6 diatas dapat terlihat bahwa persentase Ibu hamil K1 yang

tercatat di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru dari semua total

ibu hamil K1 sebanyak 45% Ibu hamil dengan hb < 11 g/dl. Penulis berasumsi

keadaaan ini harus segara ditindaklanjuti karena menurut Depkes RI (2008)

kadar Hb Ibu hamil harus diatas 11 g/dl dalam arti kata 100% ibu hamil harus

Hb > 11 g/dl.