Anda di halaman 1dari 51

Klinik Dokter Keluarga FK UWKS No.

RM : 16710314

Berkas Pembinaan Keluarga Nama KK : Ny. A

Tanggal kunjungan pertama kali 16 Oktober 2018

Nama pembina keluarga pertama kali : -

DM Home Visite : Hendro Kusdianto, S.Ked

LAPORAN KASUS KEDOKTERAN KELUARGA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia sebagai masyarakat dunia berkomitmen untuk ikut merealisasikan

tercapainya Millenium Development Goals (MDGs) yang bertujuan untuk

meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan masyarakat pada tahun 2015.

Pada MDGs tersebut kesehatan merupakan unsur dominan karena secara

langsung maupun tidak langsung delapan agenda MDGs berkaitan dengan aspek

kesehatan. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah Indonesia

dalam mencapai target MDGs pada tahun 2015 seperti rencana pembangunan

jangka menengah yang terencana untuk pencapaian agenda MDGs yang terkait

langsung terhadap kesehatan (Kemenkes RI, 2015). Penyakit tidak menular

(PTM) salah satunya adalah Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu jenis
2

penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan setiap tahun di negara-negara

seluruh dunia.

Diabetes melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang

yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat

penurunan sekresi insulin yang progresif (American Diabetes Association 2015).

Diabetes melitus berhubungan dengan risiko aterosklerosis dan merupakan

predisposisi untuk terjadinya kelainan mikrovaskular seperti retinopati, nefropati

dan neuropati (Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu 2009). Data Riskesdas

(2013) menunjukkan bahwa proporsi diabetes di Indonesia pada tahun 2013

meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2007. Proporsi diabetes

melitus di Indonesia sebesar 6,9 %, toleransi glukosa terganggu (TGT) sebesar

29,9% dan glukosa darah puasa (GDP) terganggu sebesar 36,6%. Proporsi

penduduk di pedesaan yang menderita diabetes melitus hampir sama dengan

penduduk di perkotaan. Prevalensi diabetes melitus meningkat dari 1,1 persen

(2007) menjadi 2,1 persen (2013) (Riset Kesehatan Dasar. 2013, Komplikasi

Kronik Diabetes 2009).

1.2 Rumusan Masalah

Apakah ada hubungan antara kondisi pasien dengan keadaan keseluruhan

baik yang menyangkut kehidupan keluarga, sosial dan ekonomi, lingkungan

maupun pelayanan kesehatan yang diperoleh oleh pasien?


3

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui hubungan antara kondisi pasien dengan keadaan keseluruhan baik

yang menyangkut kehidupan keluarga sosial dan ekonomi, lingkungan maupun

pelayanan kesehatan yang diperoleh oleh pasien

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengidentifikasi pasien berdasarkan klinis dan karakteristik.

2. Mengidentifikasi pasien berdasarkan konsep kedokteran keluarga (struktur,

bentuk, fungsi, siklus kehidupan, pola interaksi, pola hidup)

3. Mengidentifikasi lingkungan keluarga (sosial, ekonomi, budaya, kesehatan)

4. Mengidentifikasi masalah faktor perilaku dan non perilaku

5. Menentukan prioritas masalah dan rencana intervensi (POA Kegiatan

Intervensi)

1.4 Manfaat

1. Bagi Institusi Pendidikan dan Dokter Muda

a. Sebagai pengalaman riil di lapangan melakukan proses pendataan yang di

analisis secara holistik tentang hubungan antara penyakit dengan faktor

perilaku, lingkungan dan pelayanan kesehatan.

b. Mengetahui peran serta sarana pelayanan kesehatan pada penatalaksaan

penyakit di masyarakat.

c. Memupuk sikap peduli dan sikap menolong sebagai bekal menjadi

seorang dokter.
4

2. Bagi Pasien dan Keluarganya

Memberikan wawasan dan pemahaman kepada pasien dan keluarganya

mengenai penyakitnya dan penanganannya agar tidak menyebabkan

komplikasi yang berat.

3. Bagi Institusi Kesehatan

Manfaat home visit ini bagi pelayanan kesehatan adalah sebagai sumber

evaluasi dalam memberikan pelayanan terhadap penyakit Diabetes Melitus

sehingga bisa dicari solusinya bersama.

4. Manfaat bagi Puskesmas

Adapun manfaat home visit ini bagi puskesmas adalah sebagai pengetahuan

dan sumber evaluasi dalam peningkatan pelayanan terhadap penyakit

Diabetes Melitus serta penanganannya dan sehingga dapat mewujudkan

suatu program layanan primer yang dapat mengatasi permasalahan dalam

penyakit ini.
5

BAB II

HASIL KEGIATAN KUNJUNGAN RUMAH

2.1 Identitas Penderita

Nama : Ny. A

Umur : 55 Tahun

Jenis kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Wiraswasta

Pendidikan : SD

Agama : Islam

Alamat : Desa Pulosari Rt 003/Rw 004 Kec. Prambon Kab.Sidoarjo

Suku : Jawa

Tanggal periksa : 15 oktober 2018

Asuransi kesehatan : BPJS Mandiri

2.2 Anamnesis

1. Keluhan Utama : Badan terasa lemas

2. Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien datang ke puskesmas Pasien datang diantar oleh Anak


permpuannya ke Puskesmas Medaeng dengan keluhan Badan terasa lemas.
Keluhan ini terutama terjadi setiap hari saat berjualan. Pasien mengeluh sering
mengantuk. Hingga saat ini keluhan masih dirasakan. Pasien juga mengeluh
sering merasa lapar. Pasien memiliki kebiasaan buruk, saat merasa lapar
6

pasien makan camilan. pasien juga mengeluh kaki kesemutan dan mengalami
penurunan berat badan sejak 6 bln terakhir. Keluhan lain seperti nyeri perut
juga dialamai oleh pasien.

3. Riwayat Penyakit Dahulu :

- Riwayat Hipertensi : disangkal

- Riwayat Asma : disangkal

- Riwayat Alergi Obat : disangkal

- Riwayat Sakit Jantung : disangkal

4. Riwayat Penyakit Keluarga

- Riwayat keluarga dengan penyakit serupa : disangkal

- Riwayat Hipertensi : disangkal

- Riwayat Diabetes Melitus : disangkal

5. Riwayat Kebiasaan

Pasien lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. karena sudah tidak


bekerja, Pasien rutin meminum obat. Kebiasaan mengkonsumsi makanan
manis.

- Merokok :-

- Kebersihan badan : Mandi 2x sehari

- Olah raga : jalan kaki, setiap pagi hari


7

6. Riwayat Sosial Ekonomi

Pasien tinggal bersama anak dan menantu. Pasien saat ini tinggal di

daerah padat penduduk, dengan kondisi rumah yang terkesan cukup rapi.

Rumah berukuran 6x9 meter persegi dan letaknya berdekatan dengan rumah

tetangga. Sirkulasi udara dan pencahayaan rumah kurang baik. Pekerjaan

pasien adalah penjual pecel diwarung dengan pendapatan berkisar Rp.

800.000,00 per bulan, dan dibantu oleh anak salah satu anakya dalam

melakukan pekerjaan rumah tangga. Pengeluaran keluarga pasien berupa

biaya untuk kecukupan hidup sehari-hari seperti membeli bahan makanan,

membayar tagihan listrik, dan membayar tagihan air. Biaya hidup pasien

sehari-hari ditanggung oleh suami serta menantunya.

7. Riwayat Gizi

Pasien untuk makan sehari-harinya biasanya 3 kali dengan porsi 1

piring nasi dan lauk pauk seperti ayam, telur dan tahu-tempe. Pasien jarang

memakan sayur-sayuran. Pasien sering mengonsumsi air putih, lebih jarang

meminum air sirup dan teh manis. Pola makan pasien juga tidak teratur

dimana selain makanan utama pasien juga mengkonsumsi camilan berupa

gorengan dan kue dalam waktu yang cukup sering.

2.3 Anamnesis Sistem

a. Kulit : warna kulit sawo matang

b. Kepala : sakit kepala (-), pusing (-), rambut kepala tidak rontok, luka

pada kepala (-), benjolan/borok di kepala (-)


8

c. Mata : pandangan mata berkunang-kunang (-), penglihatan

terkadang kabur (+), ketajaman baik

d. Hidung : tersumbat (-), mimisan (-)

e. Telinga : pendengaran berkurang (-), berdengung (-), keluar

cairan (-)

f. Mulut : sariawan (-), mulut kering (+), lidah terasa pahit (+)

g. Tenggorokan : nyeri telan (-),

h. Pernafasan : sesak nafas (-), batuk lama (-) , mengi (-), batuk darah

(-)

i. Kadiovaskuler : berdebar-debar (-), nyeri dada (-), ampeg (-)

j. Gastrointestinal : mual (-), muntah (-), diare (-), nafsu makan menurun (-

), BAB lancer (-), nyeri perut (+)

k. Genitourinaria : BAK lancar, 3-4 kali/hari warna kuning pekat agak

lebih cair dan jumlah cukup

l. Neuropsikiatri : Neurologik : kejang (-), lumpuh (-)

m. Psikiatrik : emosi stabil, mudah marah (-)

n. Muskuloskeletal : kaku sendi (-), nyeri tangan dan kaki (-), nyeri otot (-)

o. Ekstremitas : Atas : bengkak (-), sakit (-)

Bawah : bengkak (-), sakit (-)

2.4 Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan Umum

kesadaran compos mentis (GCS E4V5M6), status gizi kesan cukup.


9

2. Tanda Vital dan Status Gizi

 Tanda Vital

Nadi : 88x/menit, regular, sis cukup, simetris

Pernafasan : 20 x/menit

Suhu : 36,60C

Tensi : 100/60 mmHg

 Status gizi ( Kurva NCHS ) :

BB : 44 kg

TB : 155 cm

BB/(TB)2 = 70/(1.50)2 = 26,5

BMI < 18,5 = Kurang

BMI 18,5 – 23,9 = Normal

BMI 25 – 26,9 = Overweight (gizi lebih)

BMI ≥27 = Obesitas

Status Gizi Gizi Lebih

3. Kulit

Warna : Sawo matang, ikterik (-), sianosis (-)

Kepala : Bentuk mesocephal, tidak ada luka, rambut tidak mudah

dicabut, atrofi m. temporalis(-), makula (-), papula (-), nodula (-), kelainan

mimik wajah/bells palsy (-)


10

4. Mata

Conjunctiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil isokor (3mm/3mm), reflek

kornea (+/+), wama kelopak (coklat kekitaman), katarak (-/-),

radang/conjunctivitis/uveitis (-/-)

5. Hidung

Nafas cuping hidung (-), sekret (-), epistaksis (-), deformitas hidung (-),

hiperpigmentasi (-), sadle nose (-)

6. Mulut

Bibir pucat (-), bibir kering (+), lidah kotor (-), papil lidah atrofi (-), tepi lidah

hiperemis (-), tremor (-)

7. Telinga

Nyeri tekan mastoid (-), sekret (-), pendengaran berkurang (-), cuping telinga

dalam batas normal

8. Tenggorokan

Tonsil membesar (-), pharing hiperemis (-)

9. Leher

Trakea ditengah, pembesaran kelenjar tiroid (-), pembesaran kelenjar limfe (-

), lesi pada kulit (-)

10. Thoraks

Simetris, retraksi interkostal (-), retraksi subkostal (-)

 Cor :
11

I : ictus cordis tak tampak

P: ictus cordis tak kuat angkat

P: batas kiri atas : SIC U 1 cm lateral LPSS

batas kanan atas : SIC II LPSD

batas kiri bawah : SIC V 1 cm lateral LMCS

batas kanan bawah : SIC IV LPSD

batas jantung kesan tidak melebar

A: BJ I-II intensitas normal, regular, bising (-)

 Pulmo : Statis (depan dan belakang)

I : pengembangan dada kanan sama dengan kiri

P : fremitus raba kiri sama dengan kanan

P : sonor/sonor

A: suara dasar vesikuler (+/+)

suara tambahan RBK (-/-), whezing (-/-)

Dinamis (depan dan belakang)

11. Abdomen

I : dinding perut sejajar dengan dinding dada, venektasi (-)

A : BU (+) normal

P : soepel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tak teraba

P : tympani seluruh lapang perut


12

12. Sistem Collumna Vertebralis

I : deformitas (-), skoliosis (-), kiphosis (-), lordosis (-)

P : nyeri tekan (-)

P : NKCV(-)

13. Ektremitas: palmar eritema (-/-)

akral dingin oedem

14. Sistem genetalia: tidak dilakukan

15. Pemeriksaan Neurologik

Fungsi Luhur : dalam batas normal

Fungsi Vegetatif : dalam batas normal

Fungsi Sensorik : dalam batas normal

Fungsi motorik

16. Pemeriksaan Psikiatrik

Penampilan : sesuai umur, perawatan diri cukup

Kesadaran : kualitatif tidak berubah; kuantitatif compos mentis

Afek : appropriate
13

Psikomotor : normoaktif

Proses pikir : bentuk :realistik

isi : waham(-), halusinasi (-), ilusi(-)

arus : koheren

Insight : baik

2.5 Pemeriksaan Penunjang

Cek gula darah ± 2 Minggu yang lalu

GDA : 302 cmg/dl

2.6 Resume

Dari Anamnesis didapatkan :

Pasien datang ke puskesmas Pasien datang diantar oleh Anak permpuannya ke

Puskesmas Medaeng dengan keluhan Badan terasa lemas. Keluhan ini terutama

terjadi setiap hari saat berjualan. Pasien mengeluh sering mengantuk. Hingga saat

ini keluhan masih dirasakan. Pasien juga mengeluh sering merasa lapar. Pasien

memiliki kebiasaan buruk, saat merasa lapar pasien makan camilan. pasien juga

mengeluh kaki kesemutan dan mengalami penurunan berat badan sejak 6 bln

terakhir. Keluhan lain seperti nyeri perut juga dialamai oleh pasien.
14

Pada pemeriksaan fisik di dapatkan keadaan umum cukup, status gizi normal

(gizi lebih) dengan BMI = 26,5. Nadi : 90x/menit, respirasi rate : 20x/menit,

suhu:36,6 C, tensi : 100/60 mmHg. Dari pemeriksaan penunjang kadar gula

darah 2 minggu yang lalu 477 mg/dl.

Tanda vital T:100/60, N: 86 x/menit, RR: 20 x/menit, S:36,6°C, BB: 45 kg,

TB: 155 cm, status gizi, normal.

2.7 Patient Disease Centered

Diagnosis Biofisik : Diabetes Melitus Tipe 2

Diagnosis Psikologis :-

Diagnosis Sosial Ekonomi dan Budaya

1) Penyakitnya tidak begitu mengganggu aktivitas sehari-hari

2) Kondisi lingkungan dan rumah kurang sehat yaitu keadaan lingkungan

yang kurang bersih.

2.8 Penatalaksanaan

Prinsip penatalaksanaan penderita adalah:

1) Non Medika mentosa

a. Jika terdapat keluhan, segera periksa kembali ke puskesmas/RS agar

segera mendapatkan penanganan.

b. Edukasi kepada pasien tentang kepatuhan minum obat.

c. Edukasi kepada pasien tentang terapi nutrisi/diet pada diabetes.

d. Olahraga secara teratur yang disesuaikan dengan kondisi tubuh.

e. Edukasi tentang penyulit/komplikasi diabetes melitus


15

2. Medikamentosa

Pendekatan terapeutik

- Inf. RL 1 flash cepat

- D 40% 2 flash + drip Neurobion 1 amp

Oral

- Glibenclamide 1-0-0 a.c

- Metformine 2 x 1 d.c

- Antasida 3 x 1 a.c

- Pamol 3 x 1

- Vit B complek 2 x 1

2.9 Follow Up

Tanggal 03 Oktober 2018

S : Pasien mengatakan badan lemas (+). kepala pusing bliur-bliur (+), perut

terasa penuh (sebah)(+), demam (+). Mual (+), muntah(+).

O : Keadaan umum : Solmolen

T : 110/70 mmHg, Nadi 80x/m, RR 20x/m, Tax : 360C

GDA = 300 mg/dl

A : Diabetes Melitus tipe 2

P :

- Inf. RL 1 flash cepat

- D 40% 2 flash + drip Neurobion 1 amp

- Ranitidin 2 x 1 amp

- Ondansentron 2 x 1 amp
16

Oral

- Glibenclamide 1-0-0

- Metformine 2 x 1

- Antasida 3 x 1 a.c

- Pamol 3 x 1

- Vit B complek 2 x 1

Tanggal 10 Oktober 2018

S : Pasien post MRS kontrol dengan keluhan kaki kesemutan (+), nyeri sendi

(+), batuk pilek (+).

O : Keadaan umum : baik, Compos Mentis

T : 100/760 mmHg, Nadi 80x/m, RR 20x/m, Tax : 360C

GDA = 160 mg/dl

A : Diabetes Melitus tipe 2

P :

- Glibenclamide 1-0-0

- B complek 2 x 1

- dyphenhidramine 3 x 1

- Piroxicam 2 x 1

Non Medikamentosa

Edukasi tentang kepatuhan minum obat, diet dan olahraga.


17

BAB III

IDENTIFIKASI KELUARGA DAN FAKTOR LINGKUNGAN

3.1 FAKTOR KELUARGA

3.1.1 STRUKTUR KELUARGA

Keluarga Ny. A termasuk keluarga patriakal dimana yang dominan dan

memegang kekuasaan dalam keluarga adalah suami Ny. A.

3.1.2 BENTUK KELUARGA

Alamat lengkap : Desa Pulosari Rt 003/Rw 004 Kec. Prambon kab. Sidoarjo

Bentuk Keluarga : Nuclear family

Diagram 1. Genogram Keluarga Ny. A

Dibuat tanggal 18 oktober 2018

Sumber informasi : Informasi dari Ny. A

Keterangan :
18

: Laki-laki

: Perempuan

: Pasien

: Meninggal dunia

3.1.3 FUNGSI KELUARGA

A. APGAR SCORE (SESUAIKAN DENGAN SUPRIANA, 2010)

1) ADAPTATION

Selama ini dalam menghadapi masalah keluarga, pasien selalu pertama kali

membicarakannya kepada anak dan menantunya lalu mengungkapkan apa yang

diinginkannya dan menjadi keluhannya. Dukungan dari keluarga kepadanya

sangat memberinya motivasi untuk sembuh dan teratur minum obat.

2) PARTNERSHIP

Ny. A hanya bekerja dirumahnya, selain itu hubungan dengan keluarga

sangat harmonis dan hubungan dengan masyarakat disekitar rumah juga

harmonis.

3) GROWTH

Ny.A sadar bahwa ia harus bersabar dalam menghadapi penyakitnya

walaupun kadang menganggunya terutama dalam menjalankan aktivitas

sehari-hari guna mengurus kehidupannya.

4) AFFECTION

Ny.A merasa hubungan kasih sayang dan interaksinya dengan keluarga cukup baik.

Bahkan perhatian yang dirasakannya bertambah, ia menyayangi keluarganya, begitu

pula sebaliknya.
19

5) RESOLVE

Ny.A merasa cukup puas dengan kebersamaan dan waktu yang ia dapatkan

dari semua anggota keluarganya, meskipun jarang bertemu dengan anak

perumpuan pertamanaya, tetapi komunikasi via telepon tidak pernah terputus.

APGAR Ny. A Terhadap Keluarga Sering/selalu Kadang- Jarang/tidak


kadang
A Saya puas bahwa saya dapat kembali ke
keluarga saya bila saya menghadapi masalah

P Saya puas dengan cara keluarga saya


membahas dan membagi masalah dengan
saya
G Saya puas dengan cara keluarga saya
menerimadan mendukung keinginan saya
untuk melakukan kegiatan baru atau arah
hidup yang baru
A Saya puas dengan cara keluarga saya
mengekspresikan kasih sayangnya dan
merespon emosi saya seperti kemarahan,
perhatian dll
R Saya puas dengan cara keluarga saya dan
saya membagi waktu bersama-sama

Total poin = 10 fungsi keluarga dalam keadaan baik

Total poin dari APGAR keluarga Tn. S dan Ny. A adalah 10. Hal ini

menunjukkan bahwa fungsi fisiologis yang dimiliki keluarga Ny. A dan

keluarganya dalam keadaan baik. Hubungan antar individu dalam keluarga

tersebut terjalin baik.


20

B. SCREEM SCORE

KET
SUMBER PATOLOGI

Sosial Interaksi sosial yang baik antar anggota _


keluarga juga dengan saudara partisipasi
mereka dalam masyarakat cukup meskipun
banyak keterbatasan.
Cultural Kepuasan atau kebanggaan terhadap budaya _
baik, hal ini dapat dilihat dari pergaulan
sehari-hari baik dalam keluarga maupun di
lingkungan, banyak tradisi budaya yang
masih diikuti. Sering mengikuti acara-acara
yang bersifat hajatan, sunatan, dll.
Menggunakan bahasa jawa, tata krama dan
kesopanan
Religius Pemahaman agama cukup baik. Sholat 5 –
waktu di jalani dengan baik. Dan setiap
Agama menawarkan
sholat sebisa mungkin mereka sholat
pengalaman spiritual yang
bersama. Di dalam rumah pasien juga
baik untuk ketenangan
memiliki tempat beribadah khusus yang tidak
individu yang tidak
tercampur dengan ruangan lain.
didapatkan dari yang lain

Ekonomi Ekonomi keluarga ini tergolong menengah +


ke bawah, untuk kebutuhan primer bisa
terpenuhi dan mampu mencukupi kebutuhan
sekunder tanpa mengabaikan skala prioritas
kebutuhan sehari-hari. Pasien memiliki kartu
BPJS namun tidak membayar dengan teratur.
Edukasi Pendidikan anggota keluarga yang masih +
kurang.
Medical Mampu menggunakan pelayanan kesehatan _
yang memadai. Dalam mencari pelayanan
Pelayanan kesehatan
kesehatan keluarga ini biasanya
puskesmas memberikan
menggunakan Puskesmas hal ini mudah
perhatian khusus terhadap
dijangkau karena letaknya dekat
kasus pasien
21

C. KESIMPULAN

Pasien dan keluarga mempunyai masalah dalam fungsi patologis yang

meliputi : ekonomi (pasien dan keluarganya memiliki kesulitan ekonomi),

dan edukasi (pendidikan pasien dan keluarga kurang). Keterbatasan

ekonomi dan edukasi berpengaruh dalam menghadapi penyakit.

3.1.4 SIKLUS KELUARGA

Dinamika Keluarga : Siklus Kehidupan Keluarga ( Duvall )

Berdasarkan hasil anamnesis pasien keluarga Ny. A termasuk dalam siklus

ketujuh menurut Duvall di mana tahap orang tua usia menengah (usia 60

tahun-an).
22

3.1.5 POLA INTERAKSI KELUARGA

Suami

Anak

Anak

Mantu

Istri (pasien)
Keterangan :

: Hubungan baik

: Hubungan tidak baik

Hubungan antara Ny. A dan keluarganya baik dan dekat.

3.1.6 Pertanyaan Sirkuler

1. Ketika pasien jatuh sakit apa yang harus dilakukan oleh keluarganya ?

Jawab :
23

keluarga pasien langsung mengantarkan pasien berobat ke puskesmas dan

rutin melakukan kontrol terhadap kesehatan pasien

2. Ketika pasien seperti itu apa yang dilakukan anggota keluarga yang lain?

Jawab:

Ikut mendukung dan membantu apa yang telah diputuskan. Bila perlu ikut

ke puskesmas menemani dan menjaga pasien.

3. Jika butuh dirawat inap, izin siapa yang dibutuhkan?

Jawab:

Dibutuhkan izin dari suami pasien sebagai kepala keluarga. Jika tidak ada,

anaknya dapat menggantikan untuk memberikan izin.

4. Siapa anggota keluarga yang terdekat dengan pasien?

Jawab:

Anggota keluarga yang terdekat dengan pasien adalah suaminya.

5. Selanjutnya siapa?

Jawab:

Selanjutnya adalah anak pasien.

6. Siapa yang secara emosional jauh dari pasien?

Jawab: tidak ada.

7. Siapa yang selalu tidak setuju dengan pasien?

Jawab :

Suami dan anak pasien selalu tidak setuju dengan pasien apabila hal

tersebut dapat mengganggu kesehatan pasien.

8. Siapa yang biasanya tidak setuju dengan anggota keluarga lainnya?

Jawab :
24

Tidak ada. Keluarga pasien selalu mendukung hal-hal yang positif dan

tidak setuju apabila hal tersebut negatif dan dan mengganggu kesehatan

keluarganya.

3.2 FAKTOR LINGKUNGAN

3.2.1 LINGKUNGAN

A. Lingkungan Sekitar

Daerah desa Kedung rejo ini merupakan daerah dataran rendah. Luas

wilayah desa Kedung rejo 155.873 Ha. Jumlah penduduk desa Kedung rejo

8.872 jiwa, jumlah rumah tangga 2.549.

B. Gambar Lingkungan Rumah

Keluarga ini tinggal di sebuah rumah berukuran 6 x 9m2. Rumah

tidak memiliki pintu pagar. Terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 dapur,

1 kamar mandi yang memiliki fasilitas jamban. Dalam masing masing kamar

terdapat 1 kasur. Pencahayaan di kamar tidur kurang, sedangkan pencahayaan

di ruang tamu cukup. Ventilasi kurang memadai karena di kamar tidur tidak

terdapat jendela. Terdapat 1 pintu keluar yaitu pada bagian depan. Jendela

ada 3 buah di ruang tamu dan disetiap kamar tidurnya namun yang sering

dibuka hanya jendela ruang tamu.

Lantai rumah sebagian besar terbuat dari keramik. Atap rumah

tersusun dari plafon. Dinding rumah terbuat dari tembok dan dicat. Perabotan

rumah tangga tampak cukup. Sumber air untuk kebutuhan sehari-harinya

keluarga ini menggunakan mesin pompa air yang di gabungkan dengan air

PDAM. Memiliki septictank yang berjarak sekitar 5 meter dari jamban di


25

dalam rumah. Pengelolaan sampah dan limbah baikk karena pasien

membuang sampah pada tempat pembuangan sampah.

Pasien saat ini tinggal di daerah yang padat penduduknya, dengan

kondisi rumah yang terkesan rapi dan bersih, serta letaknya berdekatan

dengan rumah tetangga, dan ventilasi kurang. Secara keseluruhan kebersihan

terkesan baik.

C. Denah Rumah

:Pintu

:Jendela WC

:Septic tank

Dapur
K.Tidur

Warung
26

3.2.2 AKSES PELAYANAN KESEHATAN

Jarak antara rumah pasien dengan pelayanan kesehatan tergolong masih dekat

(kurang lebih 1 km) dari Puskesmas Prambon.

3.2.3 Identifikasi Faktor Perilaku Dan Non Perilaku Keluarga

1. Faktor Perilaku

Ny. A adalah seorang ibu dengan tiga orang anak dimana sehari-hari pasien

hanya di rumah saja dan bekerja sebagai penjaga warung di rumahnya. Suami

pasien bekerja sebagai kuli bangunan. Anak pertama dan kedua pasien sudah

menikah, bekerja dan tinggal di wilayah sekitar tempat tinggal pasien.

Hubungan pasien dalam keluarga cukup rukun. Suami dan anaknya selalu

memberikan perhatian kepada pasien. Untuk perekonomian pasien dibantu oleh

anak - anaknya.

2. Faktor Non Perilaku

Dipandang dari segi ekonomi, pasien ini termasuk keluarga ekonomi

menengah ke bawah. Pasien ini sumber penghasilannya dari diri sendiri dan

dibantu oleh anak - anaknya yang sudah bekerja untuk memenuhi kebutuhan

rumah tangga.

Rumah yang dihuni keluarga ini kurang memadai karena belum memenuhi

dalam pemenuhan standar kesehatan. Lantai hanya ruang tamu yang beralaskan

keramik, pencahayaan ruangan kurang, ventilasi kurang terutama di kamar tidur,

dan terdapat fasilitas MCK bagi keluarga namun kurang memenuhi syarat.

Sampah keluarga dibuang ditempat pembuangan sampah yang terletak beberapa

meter dari rumah dan merupakan pembuangan sampah untuk beberapa kepala
27

keluarga. Pembuangan limbah keluarga sudah memenuhi sanitasi lingkungan

karena limbah keluarga dialirkan ke septic tank di belakang rumah yang jaraknya

sudah jauh dari sumur yang ada. Fasilitas kesehatan yang sering dikunjungi oleh

keluarga ini jika sakit, Puskesmas Prambon.


28

BAB IV
DAFTAR MASALAH

4.1 Masalah Aktif

Gaya hidup tidak teratur

4.2 Faktor Risiko

1. Pola makan yang tidak sesuai anjuran

2. Lingkungan rumah yang kurang sehat

3. Minum obat yang tidak teratur

4. Kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya

4.3 Diagram Permasalahan Kesehatan Pasien (H.L Blum)

Konsep hidup sehat dari H.L Blum merupakan suatu konsep yang masih

digunakan secara luas dalam identifikasi dan pembahasan masalah sebagai dasar

suatu intervensi yang akan dilakukan di masyarakat. Menurut H.L Blum ada

empat faktor utama yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat yang

merupakan faktor determinan sebagai penyebab timbulnya masalah

kesehatan.Keempat faktor tersebut terdiri dari faktor perilaku/gaya hidup (life

style), faktor lingkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya), faktor pelayanan

kesehatan (jenis cakupan dan kualitasnya) dan faktor genetik (keturunan).


29

Genetik

Lingkunga Derajat Pelayanan


n Kesehatan Kesehatan

Perilaku

Diagram 1. Konsep Derajat Kesehatan Menurut H.L Blum

Faktor Perilaku
Faktor Genetik
 Kurangnya pengetahuan Faktor Pelayanan kesehatan
Tidak ditemukan
ibu tentang Diabetes  Kurangnya edukasi dan
Mellitus dan konseling terhadap pasien
komplikasinya dan keluarga pasien
 Ketidakteraturan dalam  Kurangnya monitoring dan
meminum obat evaluasi terhadap pasien
Diabetes Melitus dan
 Pola makan yang tidak PASIEN
Komplikasinya
sesuai anjuran Ny. A (55 Tahun)
 Kunjungan rumah belum
 Kurangnya berolahraga optimal
 Tidak melakukan  Kurangnya komunikasi
pembayaran kartu BPJS nakes dan pasien
secara rutin  Kurangnya media
Faktor Lingkungan informasi/promosi kesehatan

 Kondisi sosial ekonomi


menengah kebawah
 Tingkat pendidikan yang rendah
 Kurangnya pengetahuan keluarga
dan masyarakat tentang penyakit
Diabetes Mellitus dan
komplikasinya
 Dukungan dari keluarga dan
masyarakat yang masih belum
optimal untuk menjaga pola
hidup sehat
30

Diagram 1. Identifikasi Permasalahan Kesehatan Pasien

(menggambarkan hubungan antara timbulnya masalah kesehatan yang ada

dengan berbagai faktor-faktor risiko yang ada dalam kehidupan pasien)

4.4 Daftar Masalah Kesehatan

No. TEORI BLUM MASALAH KETERANGAN


1. PERILAKU A a. Kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian
Diabetes Mellitus
b. Ketidak teraturan dalam meminum obat
c. Pola makan yang tidak sesuai anjuran
d. Kurangnya berolahraga
e. Kurangnya mengkonsumsi sayur dan buah
f. Menyukai makan dan minum yang manis
g. Tidak teratur kontrol gula darah
2. LINGKUNGAN B a. Rendahnya tingkat pendidikan
b. Kondisi sosial ekonomi menengah kebawah
3. PELAYANAN C a. Kurangnya edukasi dan konseling terhadap
KESEHATAN pasien dan keluarga
b. Kurangnya monitoring dan evaluasi terhadap
pasien Diabetes Mellitus
c. Kunjungan rumah belum optimal
d. Kurangnya media informasi/ promosi
kesehatan
e. Kurangnya komunikasi nakes dan pasien
4.5 Identifikasi Penyebab Masalah Fish Bone

INPUT PROSES
Rendahnya motivasi pasien
untuk berobat ke puskesmas
Tidak ada anggaran dalam Pengetahuan pasien
menunjang pola hidup sehat yang masih rendah
tentang penyakit Pasien tidak mengikuti petunjuk pola hidup
Diabetes Mellitus sehat dari puskesmas
Sarana untuk menunjang dan komplikasinya Belum optimalnya pola
hidup sehat kurang memadai Pemahaman pasien Kurang berolahraga & Pola Makan tidak
hidup sehat
yang masih rendah dilingkungan keluarga teratur
mengenai pola dan masyarakat
Sudah ada petunjuk pola hidup
hidup sehat
sehat dari puskesmas
Pasien tidak Kartu untuk askes layanan
membayar iuran BPJS kesehatan tidak dapat
Dukungan keluarga yang kurang

Gaya Hidup NY.


digunakan

A yang kurang
untuk menjaga pola hidup sehat secara rutin

sehat
Kondisi sosial ekonomi Tingkat pendidikan yang
menengah kebawah rendah

Kurangnya informasi kepada Akses pasien untuk


masyarakat mengenai penyakit Diabetes memperoleh pelayanan
Mellitus dan Komplikasinya kesehatan masih kurang

LINGKUNGAN

33
34

Dari konsep fish bone diatas maka dapat ditemtukan permasalahan yang

terjadi pada pasien yaitu

a. Faktor Input

1). Pendidikan yang kurang

Pendidikan Ny. A dan keluarga rata-rata hanya hingga sekolah

menengah atas, hal ini menyebabkan kurangnya informasi terkait dengan

ilmu kesehatan yang didapatkan oleh pasien dan keluarga.

2). Pengetahuan yang rendah tentang penyakit DM dan

komplikasinya

Pengetahuan pasien tentang penyakit DM sangat kurang, hal ini

ditunjukan dengan bagaimana pasien tidak teratur minum dan gaya hidup

yang tidak sehat

3). Pasien penderita DM

4). Sosial ekonomi rendah

Pasien bekerja sebagai penjaga warung, dengan penghasilan per

bulan kurang lebih 2.000.000 rupiah

5). Motivasi diri untuk sehat yang kurang

6). Tidak terlaksananya pola hidup yang sehat

b. Faktor Proses

1). Kebiasaan pasien yang kurang menjaga bagaiamana akibat dari

komplikasi yang dideritanya.

2). Penyuluhan yang terkait dengan penyakit degeneratif sudah

sering dilakukan oleh puskesmas namun masih saja banyak


35

masyarakat yang belum paham mengenai komplikasi DM hal

ini menunjukkan kurangnya efektif.

3). Ketidakpatuhan minum obat.

4). Pola makan yang tidak terjaga.

5). Kurangnya aktifitas fisik.

6). Prioritas anggaran tidak diutamakan untuk penyakitnya

sehingga teratur kurang teratur dalam minum obat.

7). Kurangnya dukungan dari masyarakat.

c. Faktor Lingkungan

1). Kondisi sosial ekonomi yang menengah kebawah

2). Kurangnya informasi tentag DM dan komplikasinya,

3). Tingkat pendidikan yang rendah

4). Akses pelayanan kesehatan yang kurang.


36

BAB V

PATIENT MANAGEMENT

5.1 Patient Centered Management

Medikamentosa

Pendekatan terapeutik

- Glibenclamide 1-0-0 a.c

- Metformine 2 x 1 d.c

- Antasida 3 x 1 a.c

Non medikamentosa

a. Rencana promosi dan pendidikan kesehatan kepada pasien dan kepada

keluarga :

1) Memberikan motivasi kepada keluarga untuk memperbaiki pola makan

dan kurangi minuman yang mengandung banyak gula

2) Memberikan motivasi kepada pasien untuk keteraturan meminum obat

3) Memberikan motivasi kepada pasien untuk rajin berolahraga

4) Baik dokter maupun keluarga harus memberikan motivasi sehingga

mental pasien menjadi lebih kuat dalam menghadapi penyakit dan

masalah ekonominya.

b. Rencana edukasi penyakit kepada pasien dan keluarga

1) Menjelaskan dan memberikan informasi kepada pasien tentang penyakit

diabetes mellitus dan komplikasinya


37

2) Menjelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa untuk mencegah

penyakit ini dengan pola hidup sehat seperti rutin minum obat, rajin

berolahraga, kurangi makan dan minum yang mengandung banyak gula

3) Mengajarkan pada keluarga pasien untuk menandai tanggalan di

kalender setelah minum obat agar tidak terlewat.

5.2 Prevensi Bebas Penyakit untuk Keluarga Lainnya ( Orangtua, Dan

Keluarga Lainnya )

Pada prinsipnya secara pencegahan diabetes melitus tipe 2 adalah mengenai

pola hidup sehat baik terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar agar

terhindar dari berbagai penyakit :

a. Bagi keluarga biasakan menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

Biasakan makan makanan bergizi, menghindari makanan dan minuman

yang manis, dan beraktivitas minimal 30 menit per hari.

b. Edukasi tentang diabetes melitus merupakan penyakit keturunan

sehingga keluarga dianjurkan untuk memeriksakan diri ke fasilitas

kesehatan secara teratur.

Langkah-langkah di atas merupakan solusi untuk menghindari risiko

terjadinya diabetes mellitus bagi anggota keluarga dan tentunya pasien

sendiri. Kondisi sosial ekonomi menengah kebawah pada pasien

mengakibatkan keseriusan pasien yang kurang untuk melakukan pengobatan.


38

BAB VI

PEMBAHASAN

6.1 Prioritas Masalah (Tabel Scoring)

No. PARAMETER MASALAH


A B C
1. Prevalence 5 3 3
2. Severity 4 2 2
3. Rate % increase 4 2 3
4. Degree of unmeeted 5 3 2
5. Social benefit 5 3 3
6. Public concern 5 3 3
7. Technical feasibility study 2 2 2
8. Resources availability 4 3 3
Jumlah 34 21 20
Rerata 4,25 2,62 2,5

6.2 Prioritas Penyelesaian Masalah

Tabel 2. Prioritas Penyelesaian Masalah

No Masalah Efektivitas Efesiensi Hasil

M I V C P=
(MxIxV)/C

1 Perilaku 5 4 3 2 30
Penyuluhan tentang pentingnya pengetahuan mengenai
penyakit Diabetes Mellitus dan Komplikasinya
2 Lingkungan 5 4 3 3 20
Membudayakan pola hidup sehat dengan mengaktifkan
kembali kegiatan senam di lingkungan masyarakat
3 Tenaga kesehatan 5 3 4 4 15
Melakukan revitalisasi petugas kesehatan dan kader
kesehatan tentang penyakit degeneratif, Diabetes
Mellitus dan komplikasinya
Keterangan :

P : Prioritas jalan keluar

M : Magnitude, besarnya masalah yang bisa diatasi apabila solusi ini dilak

sanakan (turunnya prevalensi dan besarnya masalah lain)


39

I : Implementation, kelanggengan selesainya masalah

V : Vulnerability, sensitifnya dalam mengatasi masalah

C : Cost, biaya yang diperlukan

Berdasarkan hasil skoring ini maka diketahui bahwa kurangnya

pengetahuan pasien tentang penyakit yang di deritanya menjadi permasalahan

utama, dengan mengatasi permasalahan utama tersebut diharapakan dapat

meningkatkan derajat kesehatan pasien tersebut. Hal ini akan di rencakanan

untuk diselesaikan dalam Gant Chart berikut sebagai rencana program

peningkatan efektivitas dalam pengobatan pasien.


40

6.3 Uraian Program Kerja

Tabel VII.1 Rencana Usulan Kegiatan (RUK)

No Kegiatan Target Tujuan Sasaran Lokasi Waktu Volume Hasil yang


Kegiatan Diharapkan

1. Peningkatan Memahami Pengetahuan Penderit Balai Agu- 1x Warga desa


pengetahuan pentingnya warga desa a DM Desa Sep paham akan
masyarakat gejala dan tentang dan Kedung pentingnya
dengan komplikasi diabetes keluarga rejo diabetes
penyuluhan diabetes mellitus nya, mellitus,
tentang diabetes mellitus meningkat masyara khususnya
mellitus dan kat desa gejala dan
komplikasinya Kedung komplikasin
rejo ya

2. Membudayakan Membiasak Kualitas Masyara Puskes Agu 1 minggu Penderita


life style yang baik an aktivitas hidup warga kat desa mas sekali DM dapat
dengan fisik secara desa Kedung terkontrol
mengaktifkan rutin dan membaik rejo gula
kembali kegiatan teratur darahnya,
senam prolanis menghindari
resiko
terkena DM
dengan
aktivitas
fisik yang
cukup

3. Revitalisasi Pengetahua Pengawasan Staf Balai Mei 1x Pengetahuan


pengetahuan dan n dan dan puskesm Desa dan
pemahaman pemahaman pengobatan as dan Kedung pemahaman
tentang DM dan tentang DM penderita kader rejo petugas
komplikasinya dan DM lebih desa kesehatan
bagi petugas komplikasi optimal Kedung dan kader
kesehatan dan nya dapat rejo kesehatan
kader kesehatan diterapkan desa
desa ke meningkat.
masyarakat
Masyarakat
desa
semakin
41

banyak yang
mendapat
informasi
dan
memahami
penyakit
DM dan
komplikasin
ya
42

5 RENCANA KEGIATAN PENYULUHAN DIABETES MELLITUS


DI DESA KEDUNG REJO KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2018

VOLUM KEBUTUHA
E LOKASI TENAGA N
KEGIATA TAR KEGIA RINCIAN PELAKSA PELAKS JAD PELAKSAN
NO N SASARAN GET TAN KEGIATAN NAAN ANA WAL AAN

* Menginformasikan
PERENCA
peningkatan penderita
NAAN
PTM
Rapat
* Internal * Mensosialisasikan * Gedung
koordinasi
Puskesmas 2x rencana kegiatan * LCD
lintas sektor Balai Desa Staf
1. 100% pertemua penyuluhan Diabetes Mei *ATK
dan lintas Kedung rejo Puskesmas
* Eksternal n Mellitus dan * Meja kursi
program,
Puskesmas komplikasinya * Konsumsi
serta
*Membentuk tim
pembentuka
gabungan pihak internal
n tim
dan eksternal puskesmas

* Masyarakat
dan keluarga Mendata jumlah * Kader * Daftar
yang 1x masyarakat desa kesehatan keluarga di
Desa Mei-
2. Inventarisasi menderita DM 100% pertemua Pekarungan, baik yang desa desa
Kedung rejo Juni
sasaran * Masyarakat n menderita DM maupun * Staf Pekarungan
desa Kedung tidak puskesmas *ATK
rejo

* Membekali tenaga
dengan
pengetahuan tentang
diabetes mellitus * Gedung
* Dokter * Membuat leaflet dan * ATK
Menyiapkan 1x
* Perawat banner tentang diabetes Puskesmas * Banner
3. tenaga, 100% pertemua Tim Mei
* Kader mellitus dan Medaeng * Leaflet
sarana, dan n
kesehatan desa komplikasinya * LCD
undangan
*Membuat soal pre test * Dana
dan post test
*Membuat undangan
kegiatan penyuluhan
Presensi peserta
PELAKSA * Masyarakat 1x penyuluhan Balai Desa Tim * Gedung
4. NAAN dan keluarga 100% pertemua Mei
Kedung rejo *ATK
Penyuluhan yang n Camat
Pembukaan * Banner
Diabetes menderita DM Sukodono
* Leaflet
43

Mellitus * Masyarakat Pre test Tim * Lembar


dan desa kedung pretest dan
Ka
Komplikasin rejo post test
Pengarahan Puskesmas
ya * LCD
Staf * Soundsystem
Pemaparan materi Puskesmas * Meja kursi
* Konsumsi
Staf
Diskusi Puskesmas
Post test Tim
Ka
Penutup Puskesmas

*Monev KEGIATAN :
Evaluasi hasil pretest dan
* Penderita post test peserta
MONITOR
DM dan penyuluhan
ING &
keluarganya
EVALUASI * Tim
di Desa 2x *Monev PROGRAM * Puskesmas
5. Kegiatan 80% * Staf Juni * ATK
kedung rejo sebulan KEGIATAN : * Posbindu
penyuluhan Puskesmas
*Masyarakat Mendata jumlah
dan program
Desa kedung kehadiran di Posbindu
kegiatan
rejo dan Prolanis bulan Juni,
baik peserta baru
maupun lama
44

BAB VII

PENUTUP

7.1 KESIMPULAN

1. Dari kondisi klinis dan pemeriksaan penunjang Ny. A di dapatkan kondisi

klinis dalam batas normal dan Gula Darah Acak 200 g/dL

2. Keluarga Ny. A termasuk keluarga patriakal dimana yang dominan dan

memegang kekuasaan dalam keluarga adalah suami Ny. A.

3. Total poin dari APGAR keluarga Tn. S dan Ny. A adalah 10 dan SCREEM

Score positif pada faktor ekonomi dan edukasi . Hal ini menunjukkan bahwa

fungsi fisiologis yang dimiliki keluarga Ny.A dan keluarganya dalam

keadaan baik, namun ekonomi keluarga termasuk menengah ke bawah dan

tingkat pendidikan (edukasi) rendah.

4. Berdasarkan hasil anamnesis pasien keluarga Ny. A termasuk dalam siklus

ketujuh menurut Duvall di mana tahap orang tua usia menengah (usia 50

tahun-an).

5. Hubungan antara Ny. A dan keluarganya baik dan dekat.

6. Rumah Ny. A belum memenuhi standar kesehatan.


45

7.2 SARAN

a. Promotif

Edukasi penderita dan keluarga mengenai diabetes melitus dan

komplikasinya, cara pengobatannya oleh petugas kesehatan atau dokter

yang menangani.

b. Preventif

a. Patuh tentang ketentuan petugas kesehatan dan Dokter

b. Minum obat teratur sesuai dosis yang diberikan dokter

c. Memeriksakan diri secara teratur ke Puskesmas

d. Mengelola kehidupan agar tidak terlalu capek dan tidak berfikir keras

e. Olahraga secara teratur yang disesuaikan dengan kondisi tubuh

c. Kuratif

a. Pengobatan sedini mungkin komplikasi Diabetes Mellitus

b. Pengobatan yang tepat sesuai pengobatan yang rasional

c. Keteraturan minum obat


46

DAFTAR PUSTAKA

American Diabetes Association. 2015. Classification and Diagnosis of Diabetes.

Diabetes Care; Vol 38(Suppl. 1): S8-16.

Boedisantoso, R.A., Soegondo, S., Suyono, S., Waspadji, S., Yulia, Tambunan

dan Gultom. 2009. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta:

FKUI.

Riset Kesehatan Dasar. 2013. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan

Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Republik Indonesia

Riset Kesehatan Dasar. 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan

Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Waspadji, S. 2009. Komplikasi Kronik Diabetes: Mekanisme Terjadinya,

Diagnosis dan Strategi Pengelolaan. Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam,

Ed V, Jilid III. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam.


47

LAMPIRAN

FOTO Rumah Ny. A


48
49
50
51
52
53