Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

BIOMEDIK

CAIRAN TUBUH
AIR (PELARUT) DAN ELEKTROLIT (ZAT TERLARUT)

DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr. Salfuddin Sirajuddin. Ms.

KESMAS C

ALFRIDA SANDA
(K011181380)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT (FKM)


PRODI KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR

1
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan karuniaNya
yang telah memberikan kesehatan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
konsep larutan dan implementasinya. Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk melaksanakan tugas
mata kuliah biomedik.
Dalam penyusunan makalah ini, tentu saja terdapat banyak manfaat dan pengalaman yang kami
peroleh. Namun, kami sadar bahwa terdapat banyak sekali kekurangan yang terdapat dalam makalah ini.
Untuk itu dengan kerendahan hati kami akan senang apabila pembaca dapat memberikan kritik dan saran
yang membangun sehingga kedepannya akan menjadi lebih baik.
Akhir kata kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan partisipasinya. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.

Makassar, 09 Oktober 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………………..……………………………………...….….…..1


KATA PENGANTAR …………………………………………………...………………...……….....……2
DAFTAR ISI …………………………………….………………………………………..………...……...3

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG …………………………………………………...……...……4
B. RUMUSAN MASALAH ………………………………………………...……...……4
C. TUJUAN UMUM ...…………………………………………...………….…...……...4
D. TUJUAN KHUSUS ….………………………...…..………………...……………….4
E. MANFAAT PENULISAN……………………..…………………...………………...4

BAB II PEMBAHASAN
A. CAIRAN TUBUH……..……………………………………………...……………....5
1.1 Air …………..…………………………………………………......……………..5
1.2 Elektrolit………………………………………………...………...……………...5
B. GANGGUAN AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN ELEKROLIT DALAM
TUBUH.…………………………………………………………...………..………...8

BAB III PENUTUP


3.1 KESIMPULAN …………………………………………………..………………….10
3.2 SARAN ……………………………………………………………...………………10

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….....………………...……..11

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Diperkirakan 45-80% dari berat badan pada individu yang sehat terdiri dari cairan. Volume
cairan ini bervariasi tergantung dari berbagai factor yaitu usia, jenis kelamin, dan lemak tubuh. Bayi
mempunyai volume cairan lebih banyak dari orang dewasa, dan makin tua usia seseorang jumlah cairan
ini makin berkurang. Begitu pula wanita mempunyai volume cairan lebih sedikit dari pria karena tubuh
wanita mempunyai banyak lemak disbanding pria. Cairan tubuh ini terutama terdiri dari air dan zat
terlarut, yaitu elektrolit, non elektrolit dan koloid.
Air merupakan zat makanan terpenting bagi kehidupan, karena sebagian besar tubuh manusia
terdiri dari air. Seseorang dapat bertahan hidup tanpa makanan dalam waktu beberapa hari, tetapi tanpa
air hanya mampu bertahan 3 hari saja. Begitu pula dengan elektrolit (elektrolit adalah senyawa di dalam
larutan yang berdisosiasi menjadi partikel yang bermuatan (ion) positif atau negatif) yang mempunyai
peranan sangat penting dalam aktivitas semua sel. Elektrolit yang terdapat dalam cairan tubuh adalah
natrium, kalium, kalsium, klorida, bikarbonat, magnesium, sulfat, fosfat dan asam organik
Begitu pentingnya air dan elektrolit ini di dalam tubuh sehingga keberadaannya perlu
dipertahankan dalam jumlah tertentu dan konsentrasi yang seimbang agar sel-sel dalam tubuh berfungsi
secara optimal. Perubahan dalam jumlah cairan dan konsentrasi elektrolit yang terkandung didalamnya
dapat menimbulkan berbagai masalah yang jika tidak seberapa mendapatkan penanganan yang tepat
dapat menyebabkan kerusakan organ bahkan kematian mendadak. Oleh karena itu kebutuhan cairan
dan elektrolit ini termasuk kebutuhan dasar manusia yang utama yang sama pentingnya dengan
keberadaan oksigen
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan cairan tubuh?
2. Apa saja bentuk elektrolit dalam tubuh beserta penjelasannya?
3. Gangguan apa saja yang ditimbulkan akibat dari ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh?
4. Apa penyebab timbulnya gangguan akibat ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh?

C. TUJUAN UMUM
Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan
mengenai cairan dalam tubuh manusia yang berupa air dan elektrolit. Selain itu tujuan dari penulisan
makaalah ini untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen.

D. TUJUAN KHUSUS
1. Untuk mengetahui penjelasan mengenai cairan tubuh.
2. Untuk mengetahui bentuk elektrolit dalam tubuh beserta penjelasannya.
3. Untuk mengetahui gangguan yang ditimbulkan akibat ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
4. Untuk mengetahui penyebab timbulnya gangguan akibat ketidakseimbangan elektrolit dalam
tubuh.

E. MANFAAT
Makalah ini dibuat untuk menambah wawasan khususnya mengenai pentingnya cairan dalam
tubuh manusia. Dengan dibuatnya makalah ini penulis mengharapkan agar pembaca dapat memahami

4
segala materi yang ada didalamnya sehingga pembaca mendapatkan ilmu pengetahuan dan
menghindari segala gangguan akibat ketidakseimbangan cairan dalam tubuh.

BAB II
PEMBAHASAN
A. CAIRAN TUBUH
Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). Zat
terlarut disini berupa elektolit, non-elektrolit dan koloid.
1.1 Air
Selain berperan sebagai pelarut, di dalam tubuh air juga mempunyai fungsi yang penting, yaitu:
 Sebagai media transportasi bagi zat makanan dan oksigen menuju sel dan sisa
 metabolism sel ke organeliminasi,
 Mengantarkan hormone dari organ penghasil menuju sel/organ target,
 Memudahkan proses metabolism di dalamsel
 Sebagai pelarut elektrolit dan nonelektrolit,
 Membantu dalam mempertahankan suhutubuh,
 Memudahkan pencernaan daneliminasi,
 Sebagai pelumas jaringan,dan
 Sebagai pembentuk struktur tubuh.

1.2 Elektrolit
Elektrolit Setelah bergabung dengan air, elektrolit ini ada yang menjadi bermuatan listrik
positif disebut kation, yaitu: Na, K, Ca, Mg, dan bermuatan listrik negatif disebut anion, yaitu: Cl
dan HCO3. Untuk mempertahankan keadaan fisiologis yang stabil rasio anion dengan kation serta
konsentrasinya disetiap kompartemen harus seimbang dan relatif menetap. Jenis elektrolit yang
berada di tiap kompartemen adalah sama tetapi konsentrasinya berbeda. Elektrolit utama di
ekstrasel adalah natrium dan klorida, sedangkan elektrolit utama intrasel adalah kalium dan fosfat.
Adanya perubahan konsentrasi elektrolit dan atau rasio anion dan kation akan menimbulkan
perubahan aktivitas sel yang dapat membahayakan kehidupan.
1. Natrium
Natrium adalah kation terbanyak dalam cairan ekstrasel, jumlahnya bisa mencapai 60
mEq per kilogram berat badan dan sebagian kecil (sekitar 10-14 mEq/L) berada dalam cairan
intrasel. Lebih dari 90% tekanan osmotik di cairan ekstrasel ditentukan oleh garam yang
mengandung natrium, khususnya dalam bentuk natrium klorida (NaCl) dan natrium bikarbonat
(NaHCO3) sehingga perubahan tekanan osmotik pada cairan ekstrasel menggambarkan
perubahan konsentrasi natrium. Perbedaan kadar natrium intravaskuler dan interstitial
disebabkan oleh keseimbangan Gibbs-Donnan, sedangkan perbedaan kadar natrium dalam
cairan ekstrasel dan intrasel disebabkan oleh adanya transpor aktif dari natrium keluar sel yang
bertukar dengan masuknya kalium ke dalam sel (pompa Na+ K+)2,4,9-10. Jumlah natrium
dalam tubuh merupakan gambaran keseimbangan antara natrium yang masuk dan natrium yang
dikeluarkan. Pemasukan natrium yang berasal dari diet melalui epitel mukosa saluran cerna

5
dengan proses difusi dan pengeluarannya melalui ginjal atau saluran cerna atau keringat
dikulit.3-5,11-12. Pemasukan dan pengeluaran natrium perhari mencapai 48-144 mEq.
Jumlah natrium yang keluar dari traktus gastrointestinal dan kulit kurang dari 10%.
Cairan yang berisi konsentrasi natrium yang berada pada saluran cerna bagian atas hampir
mendekati cairan ekstrasel, namun natrium direabsorpsi sebagai cairan pada saluran cerna
bagian bawah, oleh karena itu konsentrasi natrium pada feses hanya mencapai 40mEq/L4.
Keringat adalah cairan hipotonik yang berisi natrium dan klorida. Kandungan natrium
pada cairan keringat orang normal rerata 50 mEq/L. Jumlah pengeluaran keringat akan
meningkat sebanding dengan lamanya periode terpapar pada lingkungan yang panas, latihan
fisik dan demam1,4
Ekskresi natrium terutama dilakukan oleh ginjal. Pengaturan eksresi ini dilakukan
untuk mempertahankan homeostasis natrium, yang sangat diperlukan untuk mempertahankan
volume cairan tubuh. Natrium difiltrasi bebas di glomerulus, direabsorpsi secara aktif 60-65%
di tubulus proksimal bersama dengan H2O dan klorida yang direabsorpsi secara pasif, sisanya
direabsorpsi di lengkung henle (25-30%), tubulus distal (5%) dan duktus koligentes (4%).
Sekresi natrium di urine <1%. Aldosteron menstimulasi tubulus distal untuk mereabsorpsi
natrium bersama air secara pasif dan mensekresi kalium pada sistem renin-angiotensin-
aldosteron untuk mempertahankan elektroneutralitas.
Natrium sendiri dapat dijumpai dalam makanan seperti bacon (daging babi yang
dikukus dan diasinkan), ham (daging babi yang diasinkan),sosis, kecap, mustard, keju, sayuran
kalengan, roti, sereal dan makanan kecil yang asin. Natrium dieksresikan dari tubuh melalui
ginjal,sebagian kecil melalui feses, dan perspirasi. Natrium berfungsi dalam:
 Mengatur volume cairan dalamtubuh
 Berpartisipasi dalam membentuk dan transmisi impuls saraf.

2. Kalium
Sekitar 98% jumlah kalium dalam tubuh berada di dalam cairan intrasel. Konsentrasi
kalium intrasel sekitar 145 mEq/L dan konsentrasi kalium ekstrasel 4-5 mEq/L (sekitar 2%).
Jumlah konsentrasi kalium pada orang dewasa berkisar 50-60 per kilogram berat badan (3000-
4000 mEq). Jumlah kalium ini dipengaruhi oleh umur dan jenis kelamin. Jumlah kalium pada
wanita 25% lebih kecil dibanding pada laki-laki dan jumlah kalium pada orang dewasa lebih
kecil 20% dibandingkan pada anak-anak.
Perbedaan kadar kalium di dalam plasma dan cairan interstisial dipengaruhi oleh
keseimbangan Gibbs-Donnan, sedangkan perbedaan kalium cairan intrasel dengan cairan
interstisial adalah akibat adanya transpor aktif (transpor aktif kalium ke dalam sel bertukar
dengan natrium).
Jumlah kalium dalam tubuh merupakan cermin keseimbangan kalium yang masuk dan
keluar. Pemasukan kalium melalui saluran cerna tergantung dari jumlah dan jenis makanan.
Orang dewasa pada keadaan normal mengkonsumsi 60-100 mEq kalium perhari (hampir sama
dengan konsumsi natrium). Kalium difiltrasi di glomerulus, sebagian besar (70-80%)
direabsorpsi secara aktif maupun pasif di tubulus proksimal dan direabsorpsi bersama dengan
natrium dan klorida di lengkung henle.19-20 Kalium dikeluarkan dari tubuh melalui traktus
gastrointestinal kurang dari 5%, kulit dan urine mencapai 90%.

6
Kalium banyak dijumpai dalam sayuran seperti brokoli, kentang, dan buah-buahan
seperti: pisang, persik, kiwi, apricot, jeruk, melon, prune dan kismis. Kalium terdapat dalam
jumlah yang banyak dalam sekresi gastrointestinal, saliva dan perspirasi.Fungsi Kalium adalah:

 Sebagai regulator utama bagi aktivitas enzim seluler


 Berperanan penting dalam proses transpisi impuls listrik terutama dalam saraf
 Membantu dalam pengaturan keseimbangan asam basa melalui pertukarannya dengan
hydrogen.

3. Klorida
Klorida merupakan anion utama dalam cairan ekstrasel. Pemeriksaan konsentrasi
klorida dalam plasma berguna sebagai diagnosis banding pada gangguan keseimbangan asam-
basa, dan menghitung anion gap.
Jumlah klorida pada orang dewasa normal sekitar 30 mEq per kilogram berat badan.
Sekitar 88% klorida berada dalam cairan ekstraseluler dan 12% dalam cairan intrasel.
Konsentrasi klorida pada bayi lebih tinggi dibandingkan pada anak-anak dan dewasa.
Keseimbangan Gibbs-Donnan mengakibatkan kadar klorida dalam cairan interstisial
lebih tinggi dibanding dalam plasma. Klorida dapat menembus membran sel secara pasif.
Perbedaan kadar klorida antara cairan interstisial dan cairan intrasel disebabkan oleh perbedaan
potensial di permukaan luar dan dalam membran sel.
Jumlah klorida dalam tubuh ditentukan oleh keseimbangan antara klorida yang masuk
dan yang keluar. Klorida yang masuk tergantung dari jumlah dan jenis makanan. Kandungan
klorida dalam makanan sama dengan natrium. Orang dewasa pada keadaan normal rerata
mengkonsumsi 50-200 mEq klorida per hari, dan ekskresi klorida bersama feses sekitar 1-2
mEq perhari. Drainase lambung atau usus pada diare menyebabkan ekskresi klorida mencapai
100 mEq perhari. Kadar klorida dalam keringat bervariasi, rerata 40 mEq/L. Bila pengeluaran
keringat berlebihan, kehilangan klorida dapat mencapai 200 mEq per hari. Ekskresi utama
klorida adalah melalui ginjal.
Kloridadijumpai dalam makanan yang banyak mengandung natrium, produk susu dan
daging. Fungsi klorida:
 Bersama-sama dengan natrium berperan dalam mempertahankan tekanan osmotic darah
 Memegang peranan dalam keseimbangan asam basa

4. Kalsium
Kalsium merupakan elektrolit terbanyak di dalam tubuh. Lebih dari 99% dari seluruh
kalsium dalam tubuh terdapat dalam tulang dan membutuhkan kalsium gigi dalam bentuk
terionisasi. Setiap hari rata-rata orang dewasa membutuhkan kalsium sekitar 1 gram. Pada
anak-anak, wanita dalam keadaan hamil, menyusui, dan menapouse kebutuhan ini lebih tinggi
lagi. Kalsium banyak terdapat dalam susu, keju, kacang yang dikeringkan, dan sedikit dalam
daging dan sayur-sayuran. Fungsi kalsium:
 Mempunyai peran penting dalam transmisi impuls saraf dan pembentukan Darah
 Sebagai katalis dalam kontraksi otot, kekuatan kontraksi terutama otot jantung secara
langsung berhubungan dengan konsentrasi ion calsium dalam plasma
 Diperlukan dalam absorpsi vitamin B12 untuk digunakan oleh sel-sel tubuh
 Berperan sebagai katalis bagi aktivitas beberapa zat kimia tubuh
 Penting untuk menguatkan tulang dan gigi
 Untuk membangun ketebalan dan kekuatan membrane sel

7
5. Maganesium
Magnesium terbanyak dijumpai di intrasel dan terdapat pada sel jantung,tulang, saraf
dan jaringan otot dan merupakan kation terpenting kedua setelah kalium. Setiap hari rata-rata
orang dewasa memerlukan magnesium sekitar 18-30 mEq. Pada anak-anak dibutuhkan lebih
banyak lagi. Magnesium paling banyak dijumpai dalam makanan terutama sayur-sayuran,
kacang tanah, ikan, semua padi-padian, dan kacangmerah. Fungsi magnesium penting:
 Untuk metabolisme karbohidrat dan protein
 Dalam beberapa reaksi yang berhubungan dengan enzim-enzim tubuh
 Untuk sintesa protein dan DNA, transkripsi DNA dan RNA, serta translasi RNA
 Dalam mempertahankan kalium intrasel
 Membantu dalam mempertahankan aktivitas listrik dalam membrane sel saraf dan sel otot.

6. Bikarbonat
Bikarbonat dan asam karbonat merupakan buffer basa utama di dalam tubuh. Fungsi
bikarbonat:
 mempunyai peranan yang sangat penting dalam keseimbangan asam basa.
7. Fosfat
Ion fosfat merupakan anion terbanyak di intrasel. Fungsi fosfat:
 Membantu mempertahankan keseimbangan asam basa
 Terlibat dalam reaksi kimia yang penting di dalam tubuh seperti mengefektifkan beberapa
vitamin B, membantu meningkatkan aktivitas saraf dan otot, dan berperan serta dalam
metabolisme karbohidrat
 Penting dalam pembelahan sel dan transmisi trait heriditer.

B. GANGGUAN AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN ELEKTROLIT DALAM TUBUH


Penyakit yang ditimbulkan akibat ketidakseimbangan cairan dalam tubuh sangat banyak,
beberapa diantaranya yaitu:
a. Hiponatremia
Seseorang dikatakan hiponatremia, bila konsentrasi natrium plasma dalam tubuhnya
turun lebih dari beberapa miliekuivalen dibawah nilai normal (135-145 mEq/L). Hiponatremia
biasanya berkaitan dengan hipo-osmolalitas.
Penyakit ini disebabkan oleh Kehilangan natrium klorida pada cairan ekstrasel atau
penambahan air yang berlebihan pada cairan ekstrasel akan menyebabkan penurunan
konsentrasi natrium plasma. Kehilangan natrium klorida primer biasanya terjadi pada dehidrasi
hipo-osmotik seperti pada keadaan berkeringat selama aktivitas berat yang berkepanjangan,
berhubungan dengan penurunan volume cairan ekstrasel seperti diare, muntah-muntah, dan
penggunaan diuretik secara berlebihan.
Hiponatremia juga dapat disebabkan oleh beberapa penyakit ginjal yang menyebabkan
gangguan fungsi glomerulus dan tubulus pada ginjal, penyakit addison, serta retensi air yang
berlebihan (overhidrasi hipo-osmotik) akibat hormon Antidiuretik. Kepustakaan lain
menyebutkan bahwa respons fisiologis dari hiponatremia adalah tertekannya pengeluaran ADH
dari hipotalamus (osmolaritas urine rendah).
Pseudohiponatremia dapat dijumpai pada penurunan fraksi plasma, yaitu pada kondisi
hiperlipidemia dan hiperkolesterolemia, hiperproteinemia dan hiperglikemia serta kelebihan
pemberian manitol dan glisin.
b. Hipernatremia

8
hipernatremia bila konsentrasi natrium plasma meningkat di atas normal.
hipernatremia berkaitan dengan hiper-osmolalitas.
Penyebab penyakit ini dikarenakan peningkatan konsentrasi natrium plasma karena
kehilangan air dan larutan ekstrasel (dehidrasi hiperosmotik pada diabetes insipidus) atau
karena kelebihan natrium dalam cairan ekstrasel seperti pada overhidrasi osmotik atau retensi
air oleh ginjal dapat menyebabkan peningkatan osmolaritas & konsentrasi natrium klorida
dalam cairan ekstrasel.
Kepustakaan lain menyebutkan bahwa hipernatremia dapat terjadi bila ada defisit
cairan tubuh akibat ekskresi air melebihi ekskresi natrium atau asupan air yang kurang.
Misalnya pada pengeluaran air tanpa elektrolit melalui insensible water loss atau keringat, diare
osmotik akibat pemberian laktulose atau sorbitol, diabetes insipidus sentral maupun
nefrogenik, diuresis osmotik akibat glukosa atau manitol, gangguan pusat rasa haus di
hipotalamus akibat tumor atau gangguan vaskular.
c. Hipokalemia
Bila kadar kalium kurang dari 3,5 mEq/L disebut sebagai hipokalemia. Penyebab hipokalemia
dapat dibagi sebagai berikut :
a. Asupan Kalium Kurang
Orang tua yang hanya makan roti panggang dan teh, peminum alkohol yang berat sehingga
jarang makan dan tidak makan dengan baik, atau pada pasien sakit berat yang tidak dapat
makan dan minum dengan baik melalui mulut atau disertai oleh masalah lain misalnya pada
pemberian diuretik atau pemberian diet rendah kalori pada program menurunkan berat
badan dapat menyebabkan hipokalemia.
b. Pengeluaran Kalium Berlebihan
Pengeluaran kalium yang berlebihan terjadi melalui saluran cerna seperti muntah-muntah,
melalui ginjal seperti pemakaian diuretik, kelebihan hormon mineralokortikoid
primer/hiperaldosteronisme primer (sindrom bartter atau sindrom gitelman) atau melalui
keringat yang berlebihan. Diare, tumor kolon (adenoma vilosa) dan pemakaian pencahar
menyebabkan kalium keluar bersama bikarbonat pada saluran cerna bagian bawah
(asidosis metabolik). Licorice (semacam permen) yang mengandung senyawa yang bekerja
mirip aldosteron, dapat menyebabkan hipokalemia jika dimakan berlebihan.
c. Kalium Masuk ke Dalam Sel
Kalium masuk ke dalam sel dapat terjadi pada alkalosis ekstrasel, pemberian insulin,
peningkatan aktivitas beta-adrenergik (pemakaian β2- agonis), paralisis periodik
hipokalemik, dan hipotermia.
d. Hiperkalemia
Kadar kalium lebih dari 5,3 mEq/L disebut sebagai hiperkalemia. Peningkatan kalium plasma
3-4 mEq/L dapat menyebabkan aritmia jantung, konsentrasi yang lebih tinggi lagi dapat
menimbulkan henti jantung atau fibrilasi jantung. Hiperkalemia dapat disebabkan oleh :
a. Keluarnya Kalium dari Intrasel ke Ekstrasel
Kalium keluar dari sel dapat terjadi pada keadaan asidosis metabolik bukan oleh asidosis
organik (ketoasidosis, asidosis laktat), defisit insulin, katabolisme jaringan meningkat,
pemakaian obat penghambat-β adrenergik, dan pseudohiperkalemia.
b. Berkurangnya Ekskresi Kalium melalui Ginjal
Berkurangnya ekskresi kalium melalui ginjal terjadi pada keadaan hiperaldosteronisme,
gagal ginjal, deplesi volume sirkulasi efektif, pemakaian siklosporin atau akibat koreksi
ion kalium berlebihan dan pada kasus-kasus yang mendapat terapi angiotensin-converting
enzyme inhibitor dan potassium sparing diuretics. Commented [1]:

9
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
e. Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). Zat
terlarut yang saya jelaskan disini berupa elektolit. Elekteolit terdiri dari Natrium, Kalium,
Klorida, Magnesium, Kalsium, Bikarbonat dan Fosfat. Dimana zat elekteolit tersebut sangat
berguna dalam tubuh manusia. Jika elektrolit dalam tubuh mengalami ketidakseimbangan
maka, akan menimbulkan banyak gangguan . Beberapa diantaranya yaitu : Hiponatremia,
Hipernatremia, Hipokalemia dan Hiperkalemia

B. SARAN
Setiap manusia harus mencukupi dan menyeimbangi cairan dalam tubuhnya, baik air maupun
elektrolit. Hal tersebut perlu dilakukan agar terhindar dari gangguan akibat ketidakseimbangan yang
ditimbulkan. Kebutuhan cairan tersebut dapat diperoleh dengan selalu mengkonsumsi air mineral
maupun minuman yang mengandung elektrolit.

10
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/arti
cle/download/48/43&ved=2ahUKEwiRl4udiPbdAhVLLI8KHVgrDYwQFjAAegQIBhAB&usg=AOvVa
w1qqVfijjnvfX28wHnr8vtr
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://ners.unair.ac.id/site/index.php/downlo
ad/category/6-bidang-akademik%3Fdownload%3D99:modul-pembelajaran-pemenuhan-kebutuhan-
cairan-
elektrolit&ved=2ahUKEwiR15yEqfjdAhXaXn0KHZflA9QQFjAFegQIABAB&usg=AOvVaw0LXWSZ
0Qie_FKc1NG0qBu4
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PE
ND._KESEHATAN_%26_REKREASI/PRODI._KEPERAWATAN/197011022000121-
HAMIDIE_RONALD_DANIEL_RAY/Bahan_Kuliah/CAIRAN_TUBUH.pdf&ved=2ahUKEwiRl4udiP
bdAhVLLI8KHVgrDYwQFjAJegQIABAB&usg=AOvVaw1Ee4ZzopguRoNNIhmBVBKP

11