Anda di halaman 1dari 3

Nama : Arvina Devi Widhihastuti

Nim : 1810104300

Persepsi dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehamilan di antara


perempuan HIV positif di provinsi Maputo di pedalaman, Mozambik - penelitian
kualitatif.

Faktor penyebabnya adalah Kebanyakan wanita tidak mengikuti saran medis


yang disarankan sebelum kehamilan. Hal ini terutama disebabkan oleh persepsi
bahwa pengambilan keputusan tentang kehamilan dianggap sebagai masalah
pribadi yang tidak memerlukan konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan.
Selain itu, stigmatisasi perempuan yang hidup dengan HIV, kurangnya
pengetahuan tentang kebutuhan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan
kesehatan sebelum kehamilan, dan kehamilan yang tidak diinginkan karena
penggunaan kontrasepsi yang tidak memadai merupakan faktor penting.

Situasi Epidemiologi Menyoroti bahaya infeksi, pemerintah menjalankan


kampanye untuk mempromosikan tes dan pengobatan HIV, penggunaan
kontrasepsi untuk semua pria dan wanita tanpa memandang status HIV mereka,
dan penghindaran perilaku seksual berisiko. Selain itu, konseling, tes dan
pengobatan serta metode kontrasepsi HIV disediakan gratis di semua fasilitas
kesehatan. Meskipun kampanye ini dan ketersediaan konseling dan pengobatan
HIV, penelitian mengungkapkan contoh tinggi dari kehamilan yang tidak
diinginkan telah menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap saran medis yang
direkomendasikan telah lemah.

Literatur yang masih ada juga menunjukkan bahwa kejadian kehamilan tak
terduga terkait dengan rendahnya penggunaan kontrasepsi modern serta
kurangnya penggunaan kondom. Sebuah survei nasional Mozambik mengenai
malaria dan HIV yang dilakukan pada tahun 2015 menunjukkan bahwa hanya
27% wanita menikah dewasa (15–49 tahun) dan 50% wanita dewasa yang belum
menikah menggunakan alat kontrasepsi modern. Kurangnya penggunaan
kontrasepsi modern sebagian besar terkait dengan kesalahpahaman tentang cara
pengendalian kelahiran ini. Selain itu, sebagian besar penduduk Mozambik
menggunakan metode pengendalian kelahiran tradisional seperti jamu, jimat dan
pesona2 percaya bahwa mereka mencegah kehamilan.

Dampak Hiv/aids adalah Tingkat kematian semakin tinggi karena AIDS ini
merupakan penyakit yang mudah menular dengan perantaraan virus yang
menyerang system kekebalan tubuh manusia. Di kalangan remaja, tingkat penerus
bangsa semakin sedikit karena sebagian besar masyarakat yang terinfeksi penyakit
ini adalah remaja. Kurangnya jumlah remaja akan memberikan dampak negatif
bagi perkembangan ekonomi, politik dan aspek lainnya yang berhubungan dengan
kelangsungan hidup suatu Negara. Bagi sebagian masyarakat yang terbebas dari
penyakit ini menjadi paranoid dan hidup dengan tidak nyaman terhadap sekitarnya
karena mereka merasa tidak aman dan takut terkena penyakit ini pula. Jumlah
pengeluaran dan anggaran pemerintah semajin besar karena mereka ingin
melakukan segala upaya agar masyarakatnya dapat terbebas dari penyakit ini dan
jika pemerintah terus terpaku terhadap masalah pemberantasan penyakit
HIV/AIDS kemungkinan besar penyelesaian untuk masalah lainnya akan
terbengkalai.
Upaya penanggulangannya bisa menggunakan HIV dapat dicegah dengan : A
B C D E : Absen sex. Menghindari hubungan sex (Abstinence), Bersikap setia.
Menghindari ganti-ganti pasangan. (Be faithfull), Cegah dengan kondom.
Menggunakan kondom jika hubungan sex dengan banyak pasangan. (Condom),
Dilarang menggunakan narkoba, terutama narkoba suntik dengan jarum bekas
secara bergantian. (Drug), Edukasi.ajari teman dan pasangan kita.
Peran bidan Bidan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat
berwenang melaksanakan deteksi dini, melaksanakan pertolongan pertama,
merujuk dan memberikan penyuluhan infeksi menular seksual (IMS),
penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya (NAPZA) serta
penyakit lainnya Berbagai pemberi pelayanan : Antenatal dan persalinan,
Keluarga berencana, Pelayanan kesehatan reproduksi remaja, Deteksi dini
merujuk, IMS termasuk HIV/AIDS, Masalah klimakterium/menopause, Konselor
HIV/AIDS, Bila sudah dilatih dan mendapat lisensi.
DAFTAR PUSTAKA

AM, Kimayo S, Braitstein P. Health facility barriers to HIV linkage and retention
in western Kenya. BMC Services Research. 2014;14:646. https: // doi.
org/10.1186/s12913-014-0646-6. 64.

Koto MV, Maharaj P. Difficulties facing healthcare workers in the era of AIDS
treatment in Lesotho. Sahara J: Journal of Social Aspects of HIV/AIDS.
2016; 13 (1). https://doi.org/10.1080/17290376.2016.1179588.

Bagnol B, Mariano E. Cuidados consigo mesma: sexualidade e erotismo na


provincia de Tete, Moçambique. Physis Revista de Saúde Colectiva. Rio de
Janeiro. 2009;19(2):387–404. 61.

Clouse K, Schawartz S, Rie AV, Bassett J, Yende N, Pettifor A. “What


theywanted was to give birth; nothing else”. Barriers to retention in option
B+ Cuinhane et al. BMC Women's Health (2018) 18:166 Page 21 of 21 HIV
care among postpartum women in South Africa. J Dapatkan Deficit Deficit
Syndr. 2014;67(1):e12–8. 62.

Gruskin S. Pregnancy decision of women living with HIV: the need for
multidisciplinary perspectives. Reproductive Health Matters.
2012;20(39S):1–4. 63.