Anda di halaman 1dari 8

Paper Psikologi Sosial

Dicision-Making Process

Sany Mega Septiana (Q-11113002)

Psikologi A

Prodi Psikologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin
1. Definisi Pengambilan Keputusan (Decision Making)

Proses decision making merupakan proses pengambilan keputusan dengan


melibatkan berbagai pertimbangan dan pertentangan yang terjadi sehingga terlihat
dilematis dalam diri individu untuk mengambil keputusan.

Pengambilan keputusan adalah proses membuat pilihan dari sejumlah


alternatif untuk mencapai hasil yang diinginkan (Eisenfuhr, 2011). Keputusan yang
efektif membutuhkan pemahaman yang rinci tentang realitas dan lingkungan sosial.
Semua dari kita, setiap harinya dihadapkan dengan berbagai keputusan. Sebagian
kecil memiliki konsekuensi yang rendah, sementara yang lain tergantung pada
keberadaan kita.

Pengambilan keputusan (decision making) adalah proses memilih apa yang


harus lakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan konsekuensi pilihan yang
berbeda (Brockman & Russell, 2009; Walker, 2001).

Walker (2001) menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan juga


merupakan alat yang dapat membantu kita atau sebuah anggota keluarga untuk
mencapai tujuan, mendapatkan kontrol lebih besar atas hidup kita, serta membantu
kita menjadi lebih puas dengan kualitas hidup yang kita miliki.

2. Dasar-Dasar Pengambilan Keputusan


Dalam mengambil sebuah keputusan ada beberapa dasar-dasar pengambilan
keputusan yang perlu diperhatikan. Dasar-dasar pengambilan keputusan tersebut
dapat digunakan sesuai permasalahannya. Keputusan dapat diambil berdasarkan
perasaan, dapat pula keputusan dibuat berdasarkan rasio. Selain tergantung kepada
permasalahannya, pengambilan keputusan juga tergantung kepada individu yang
membuat keputusan. Adapun dasar-dasar pengambilan keputusan menurut Terry
(Syamsi, 2000) yaitu, sebagai berikut:
a. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi,
b. Pengambilan keputusan berdasarkan rasional,
c. Pengambilan keputusan berdasar-kan fakta,
d. Pengambilan keputusan berdasar-kan pengalaman dan
e. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang
3. Teori Pengambilan Keputusan

Dalam decision-making theories (teori pengambilan keputusan) menjelaskan


bahwa individu mengevaluasi untung/rugi dan manfaat dari berbagai macam tindakan
dan akan memilih alternatif terbaik berdasarkan pertimbangan yang logis dan rasional.
Seseorang akan lebih memilih alternatif yang memberinya imbalan atau manfaat
terbesar dengan biaya terkecil.pengambilan keputusan juga menggunakan perhitungan
pro (manfaat) dan kontra (kerugian) dari beberapa macam tindakan dan kemudian
memilih yang terbaik. Kekuatan relatif dari untung dan rugi ini akan menentukan
pilihan yang diambil.

Expectacy-value theory (teori perkiraan nilai) memperluas gagasan tentang


teori untung rugi dengan menambahkan elemen penilaian kemungkinan bahwa
kemungkinan maisng-maisng pilihan akan terwujud (Edwards, 1954, dalam Taylor, et
al.., 2009). Teori ini menyatakan bahwa keputusan akan didasarkan pada kombinasi
dari dua faktor, yaitu; (1) nilai dari setiap hasil atau alternatif yang mungkin, dan (2)
kemungkinan, atau “perkiraan” bahwa masing-masing hasil akan lahir dari keputusan
yang diambil.

Seperti yang telah dijelaskan dalam decision-making theories, terkadang


keputusan yang kita ambil mengikuti prosedur rasional.

4. Tahap-Tahap Pengambilan Keputusan

Ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan.


Adapun tahapan-tahapan menurut Herbart A. Simon (Asnawir, 2006), setidaknya ada
tiga tahap yang ditempuh dalam pengambilan keputusan, yaitu :

1. Tahap Penyelidikan.
Tahap ini dilakukan dengan mempelajari lingkungan atas kondisi yang memerlukan
keputusan.
2. Tahap Perancangan.
Tahap ini dilakukan mendaftar, mengembangan, serta menganalisaan arah tindakan
yang mungkin dilakukan.
3. Tahap Pemilihan.
Tahap ini mulai dilakukan kegiatan pemilihan arah tindakan dari semua yang ada.
4. Langkah-Langkah Dalam Proses Pengambilan Keputusan (Decision Making)

Terdapat beberapa langkah dalam proses pembentukan keputusan. Adapun


langkah-langkah tersebut yaitu:

a. Keadaan, masalah atau situasi. Proses pengambilan keputusan diawali dengan situasi
atau masalah yang harus ditangani dan diselesaikan. Hal ini dapat membantu untuk
menuliskan masalah.
b. Mertimbangkan tujuan dan nilai-nilai. Tujuan yang telah ditetapkan untuk diri sendiri
dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kita anut. Dengan mengetahui nilai-nilai dan tujuan,
maka dapat membantu individu untuk menentukan apa yang diinginkan.
c. Mentukan pilihan. Dalam mengambil keputusan, individu dapat mencari berbagai
pilihan sebanyak mungkin untuk menyelesaikan masalah atau situasi yang sedang
dialami individu tersebut. Semakin banyak pilihan yang dipikirkan, maka semakin
besar kemungkinan individu akan menemukan solusi yang sesuai dengan masalah
atau situasi yang sedang dihadapi oleh individu tersebut. Pilihan-pilihan tersebut
dapat juga diperoleh dengan cara mencari informasi dari teman-teman, keluarga, dan
sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya.
d. Mampu mertimbangkan konsekuensi atau pro dan kontra dari setiap pilihan. Ketika
seorang individu mampu mempertimbangkan konsekuesi atau pro dan kontra dari
setiap pilihannya, mana individu tersebut dapat dengan mudah mengetahui dampak
positif ataupun negatif dari setiap pilihan yang telah ditentukan.
e. Memilih pilihan terbaik. Berdasarkan konsekuensi positif dan negatif dari setiap
alternatif, individu dapat memilih opsi yang paling sesuai dengan tujuan, nilai-nilai,
dan sumber daya yang tersedia.
f. Tindakan pada keputusan. Setelah membuat keputusan, penting untuk individu
menempatkan keputusan itu ke dalam tindakan. Hal ini dapat membantu untuk
membuat langkah-langkah tindakan serta daftar bagaimana rencana selanjutnya untuk
melaksanakan keputusan yang telah diambil.
g. Menerima tanggung jawab. Ketika seorang individu membuat keputusan, individu
tersebut harus dapat menerima tanggung jawab untuk setiap resiko atau konsekuensi
yang dialami atau diterimanya.
h. Mengevaluasi hasil. Langkah terakhir dari proses ini yaitu untuk menganalisis hasil
dari keputusan yang telah diambil. Analisis ini akan membantu individu untuk
menentukan efektivitas proses pengambilan keputusan.
5. Teknik Pengambilan Keputusan
Ada 3 teknik yang dapat dilakukan dalam pengambilan keputusan dalam
kelompok menurut Syamsi (2000). Adapun teknik-teknik tersebut yaitu, sebagai
berikut:
a. Teknik Delphi.

Teknik ini merupakan teknik yang memacu kreatifitas dengan menggunakan


berbagai pertimbangan ide untuk mencapai konsensus keputusan. Teknik Delphi
ini dilakukan guna menghindari hubungan langsung yang kurang kondusif atau
kurang harmonis, karena menonjolnya ide yang lebih bagus dari salah seorang
dibandingkan dengan ide yang lain. Dengan adanya teknik Delphi ini dapat
dihindarkan perasaan tersinggung bagi yang ide yang kalah baik. Tetapi teknik
Delphi ini memiliki kelemahan, yaitu hanya untuk menghindarkan individu dari
rasa tidak enak saja. Sehingga tidak diberikan kesempatan berkomunikasi secara
langsung.

b. Teknik kelompok nominal.

Merupakan teknik yang mampu memacu kreativitas dengan mengarahkan orang


pada pertemuan terstruktur memalui sedikit komunikasi verbal. Teknik ini
dilakukan pada pertemuan kelompok secara struktural yang bertugas untuk
memberikan tanggapan dan saran secara tertulis. Kemudian, masing-masing
individu diminta untuk menuliskan ide pokok atau pendapatnya di white board
secara bergantian. Kemudian pendapat-pendapat yang telah tertulis itu dibicarakan
bersama secara terbuka. Setiap ide dibicarakan sampai tuntas. Apabila tidak ada
kata sepakat bulat, maka perlu diadakan voting.

c. Brainstorming

Merupakan salah satu teknik yang dapat memacu kreativitas dengan memunculkan
ide melalui diskusi nonkritikal.

6. Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

Dalam proses membuat keputusan dapat menjadi kompleks karena didalam


proses pengambilan keputusan terdapat sejumlah besar faktor yang mempengaruhi
proses pengambilan keputusan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses
pengambilan keputusan dibagi menjadi 2 yaitu faktor khusus dan faktor eksternal.

a. Faktor khusus:
- Nilai-nilai dalam diri inidividu tersebut
- Tujuan dan prioritas
b. Faktor eksternal:
- Nilai-nilai dalam suatu budaya dan masyarakat yang dianut oleh individu tersebut
- Agama yang dianut oleh individu tersebut
- Pengaruh media
- Teman sebaya
- Keluarga.

Dalam proses pengambilan keputusan tidak terlepas dari dinamika kelompok.


Diamana dalam suatu dinamika kelompok sangat dipengaruhi oleh jumlah individu
sebagai anggota kelompok yang bersangkutan. Nilai-nilai atau norma yang dimiliki
oleh kelompok tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap cara berpikir, menanggapi
suatu gejala sosial dan tingkah laku seseorang. Perubahan sikap (attitude), pendapat
(opinion) dan tingkah laku (behavior) dalam menanggapi rangsangan-rangsangan
sosial akan disesuaikan dengan norma kelompok.

Walker (2001), juga menjelaskan bahwa dalam pengambilan keputusan


penentuan sebuah tujuan sangat diperlukan, karena dengan ditentukannya sebuah
tujuan dalam proses pengambilan keputusan, dapat membantu menentukan pilihan
dan mengatur suatu tindakan. Secara khusus, tujuan merupakan hasil akhir bahwa
individu, keluarga, atau masyarakat telah menuju kearah tujuan yang telah disepakati
atau yang telah ditetapkan dan diri individu maupun kelompok, baik itu tujuan yang
bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain tujuan, nilai-nilai pribadi juga mempengaruhi pengambilan keputusan.


Dengan adanya nilai dalan diri individu, maka individu tersebut percaya dan
menyadari bahwa akan ada dampak dari setiap perilakunya. Nilai juga dapat
membantu menentukan pilihan dan konsekuensi dari pilihan dalam keputusan proses
pembuatan.
7. Kelebihan dan Kelemahan Pengambilan Keputusan

Ada beberapa kelebihan serta kelemahan dalam pengambilan keputusan.


Adapun beberapa kelebihan dari pengambilan keputusan secara kelompok adalah :

a. Keputusan dapat lebih cepat ditentukan atau diambil karena tidak perlu menunggu
persetujuan dari rekan lainnya,
b. Memperkecil kemungkinan terjadinya pertentangan pendapat dan
c. Jika pimpinan atau manajer yang mengambil keputusan itu memiliki kemampuan
yang tinggi dan berpengalaman luas dalam bidang yang akan diputuskan, maka
keputusannya berkemungkinan besar tepat.

Berikut adalah kelemahan pengambilan keputusan secara kelompok, yaitu :

a. Bagaimanapun tingginya kepandaian dan kemampuan pimpinan atau manajer, tetap


memiliki berbagai keterbatasan.
b. Keputusan yang terlalu cepat diambil dan tidak meminta pendapat orang lain
seringkali kurang tepat dan
c. Jika terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat menjadi beban yang
berat bagi pimpinan itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA

Brockman, MS, & Russell, ST (2009). Decision-making/reasoning skills. Building


Partnerships for Youth: National 4-H Council and the University of Arizona.
Indrawani. 2010. Pengambilan Keputusan Individu dan Kelompok. [Online]. Tersedia:
http://www.mdp.ac.id/materi/2012-2013-1/SI348/052103/SI348-052103-999-5.ppt.
Diakses pada tanggal 7 Desember 2014, pukul : 10.00 WITA.
Lunenburg, Fred C. (2010). The Decision Making Process. National Forum Of
Educational Administration And Supervision Journal, 27, page: 4.
Walker, K. (2001). Decision Making. K-State Research and Extension, Manhattan, KS.
Taylor, Shelly E., Peplau, Letitia Anne, Sears, David O. 2009. Psikologi Sosial Edisi
Kedua Belas. Jakarta: Kencana Media Group.
Vasilescu, Cezar. (2011). Effective Strategic Decision Making. Journal of Defense
Resources Management, Vol.2.