Anda di halaman 1dari 1

ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa tambahan cairan lain, seperti susu formula,

jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat, seperti pisang, bubur susu,
biskuit, bubur nasi, dan nasi tim, kecuali vitamin dan mineral dan obat (Roesli, 2000). Selain itu,
pemberian ASI eksklusif juga berhubungan dengan tindakan memberikan ASI kepada bayi hingga
berusia 6 bulan tanpa makanan dan minuman lain, kecuali sirup obat. Setelah usia bayi 6 bulan,
barulah bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI, sedangkan ASI dapat diberikan sampai 2
tahun atau lebih (Prasetyono, 2005).

Pemberian ASI (PP-ASI). Masalah ini diperparah dengan gencarnya promosi susuformula dan
kurangnya dukungan dari masyarakat, termasuk institusi yangmemperkerjakan perempuan yang
belum memberikan tempat dan kesempatanbagi ibu menyusui di tempat kerja (seperti ruang ASI).

Menurut data Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan tahun 2010 pencapaianASI Eksklusif umur 0-6
bulan sebesar 35,9% sangat jauh dari harapan yangditargetkan 80% (Dinkes Kalsel, 2010).
Pemerintah meningkatkan cakupan ASIeksklusif, dibuktikan dengan dikeluarkannya Kepmenkes
RINo.450/MENKES/SK/VI/2004 tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI) secaraeksklusif pada bayi di
Indonesia.

Dalam rekomendasi tersebut dijelaskan bahwauntuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan


kesehatan yang optimal, bayiharus diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Selanjutnya,
demitercukupinya nutrisi bayi, maka ibu mulai memberikan makanan pendamping ASIhingga bayi
berusia 2 tahun atau lebih (Depkes RI, 2015).