Anda di halaman 1dari 9

1.

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pelestarian air adalah aspek yang penting dalam kehidupan yang berkelanjutan. Salah satu
metode untuk mengurangi konsumsi air bersih dan yang telah digunakan sejak dahulu adalah
dengan memanfaatkan air hujan. Indonesia yang berada di khatulistiwa memiliki dua musim,
yaitu musim hujan dan musim kemarau, dimana musim hujan terjadi selama enam bulan
dalam setahun. Hal tersebut dapat menjadi keuntungan, jika diatur dan dikelola dengan
sistem yang baik, Salah satu pemanfaatan air yang dapat mendukung hal tersebut adalah
dengan membuat sistem pemanenan air hujan pada konstruksi gedung atau rumah. Berikut
ini disajikan bagan alir dalam proses pemanenan air hujan.

Gambar 1.1 Proses Pemanenan Air Hujan (Rainwater Harvesting)

Sumber: Heather Kinkade-Levario, Design for Water_Rainwater Harvesting

Air hujan merupakan air yang terbentuk dari siklus hidrologi, dimana pada prosesnya
dipengaruhi oleh iklim yang ada. Kualitas air hujan berdasarkan perjalanan/siklus hidrologinya
dapat tercemar oleh kotoran burung atau polusi di udara seperti senyawa SO2, varians NOx
dan lain-lain, sehingga akan diperlukan proses mekanik dan kimia untuk membuatnya layak

1
diminum. Meskipun demikian air hujan masih layak digunakan untuk kebutuhan lain, yaitu
penyiraman tanaman, penyiraman toilet, bahkan untuk mencuci pakaian (Gould and Nissen-
Petersen 1999).

1.2. Tujuan Pekerjaan


Terdapat dua tujuan yang menjadi pencapaian dalam pekerjaan desain sistem pemanenan air
hujan pada Integrated Building ini:
1. Untuk mengurangi jumlah konsumsi air bersih untuk gedung yang berasal dari
Perusahaan Air Minum yang ada di kota setempat
Keuntungan:
 Melestarikan air
 Mengurangi biaya untuk fasilitas sambungan air bersih yang masuk ke dalam
gedung
2. Untuk meminimalisir aliran permukaan ketika terjadi intensitas hujan banjir tahunan
Keuntungan:
 Mengurangi aliran yang terkontaminasi dari gedung ke sistem drainase primer
yang berada di lingkungan sekitar.
 Meminimalisir kontribusi aliran permukaan pada daerah tangkapan air gedung,
sehingga dengan adanya perubahan tata guna lahan menjadi gedung resiko
banjir menjadi kecil.

Berikut ini ilustrasikan pergerakan air pada gedung Integrated Building Soekarno-Hatta.

Gambar 1.2 Pergerakan aliran air pada gedung IB Soetta

1.3. Lokasi Pekerjaan


Lokasi pekerjaan berada di Area Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Provinsi
Banten.

2
1.4. Rencana Desain
Berikut ini langkah-langkah yang akan dilakukan dalam desain sistem pemanenan air hujan
pada gedung Integrated Building Soekarno-Hatta:
1. Tentukan/definisikan batasan kebutuhan pemilik gedung
2. Tentukan persyaratan kualitas air
3. Analisis Hidrologi:
 Analisis pola curah hujan harian dan bulanan
 Analisis daerah tangkapan air hujan
 Analisis debit andalan
 Analisis debit banjir
4. Analisis potensi dan kebutuhan air
5. Analisis kapasitas tampungan sesuai kebutuhan
6. Desain sistem pengolahan air hujan
7. Pembuatan gambar rencana dan laporan desain

2. ANALISIS HIDROLOGI
2.1.1. Analisis Pola Curah Hujan
Data curah hujan yang digunakan untuk analisis hidrologi diambil dari data hujan dari stasiun
Meteorologi Soekarno Hatta, yang tercatat dalam interval selama 20 tahun (1997 – 2016),
yang disajikan pada tabel berikut ini,

Tabel 2.1 Jumlah Curah Hujan Bulanan Stasiun Meteorologi Soekarno Hata (1997 – 2016)

No Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des TOTAL

1 1997 517 143 72 135 55 6 17 14 14 17 76 60 1,126


2 1998 244 250 295 119 200 79 87 35 85 190 35 43 1,664
3 1999 316 238 59 14 79 28 145 59 28 154 55 300 1,474
4 2000 402 379 77 166 185 47 0 99 26 55 103 26 1,566
5 2001 220 265 190 95 80 91 74 15 39 106 133 198 1,505
6 2002 316 720 692 173 179 28 38 115 7 4 1 10 2,283
7 2003 21 37 163 64 61 79 6 0 20 30 108 55 643
8 2004 366 132 545 151 56 160 13 57 0 5 15 99 1,600
9 2005 163 470 259 227 156 227 162 46 150 68 114 121 2,163
10 2006 156 238 307 250 94 36 98 13 1 0 11 94 1,298
11 2007 118 68 569 207 168 52 42 57 14 23 50 58 1,425
12 2008 490 133 833 114 350 25 57 17 57 5 98 134 2,311
13 2009 142 531 339 209 106 98 69 41 12 33 80 129 1,788
14 2010 71 422 161 128 121 31 281 239 145 127 344 164 2,231
15 2011 96 194 14 112 116 36 68 117 0 10 31 44 837
16 2012 145 180 76 203 201 72 68 1 0 7 67 72 1,094

3
No Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des TOTAL
17 2013 192 712 210 134 146 148 2 0 60 48 18 144 1,812
18 2014 673 681 712 262 213 61 95 112 46 45 17 86 3,005
19 2015 230 478 368 149 63 110 8 11 1 15 23 98 1,554
20 2016 162 208 553 42 49 121 195 166 110 141 259 94 2,100

Rata-rata 252 324 325 148 134 77 76 61 41 54 82 101

Tabel 2.2 Curah Hujan Harian Maksimum (mm)

Data Curah Hujan Stasiun Meteorologi Soekarno Hatta


Maksimum Curah Hujan Harian dalam Bulanan (mm)
No Tahun Maksimum
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des

1 1997 103 61 13 52 13 2 16 5 4 5 27 30 103


2 1998 60 108 72 50 33 20 26 12 37 46 13 15 108
3 1999 62 37 30 7 21 17 97 51 16 64 22 97 97
4 2000 70 60 23 95 44 15 0 49 13 19 23 10 95
5 2001 84 67 56 44 48 32 31 14 15 60 45 80 84
6 2002 62 88 77 73 68 15 32 42 7 4 1 4 88
7 2003 4 15 23 19 35 43 4 0 7 14 51 21 51
8 2004 115 54 115 31 35 59 5 28 0 4 8 27 115
9 2005 46 129 45 53 69 158 38 32 73 22 50 58 158
10 2006 72 45 50 46 41 12 62 8 1 0 6 28 72
11 2007 35 24 124 92 49 23 17 53 9 22 19 37 124
12 2008 153 47 316 45 99 9 26 17 39 4 41 43 316
13 2009 46 107 39 67 51 38 21 30 7 25 39 32 107
14 2010 38 79 28 74 67 10 106 45 37 30 67 31 106
15 2011 17 56 7 22 23 9 31 37 0 9 20 17 56
16 2012 76 26 16 39 101 31 22 1 0 4 30 37 101
17 2013 29 135 74 61 56 71 2 0 29 24 7 45 135
18 2014 397 104 97 96 82 13 23 37 35 23 11 26 397
19 2015 72 79 128 27 20 88 8 6 1 9 17 30 128
20 2016 48 78 148 16 16 49 113 45 28 54 51 31 148

2.1.2. Luas Daerah Tangkapan Air Hujan


Terdapat 2 rencana bangunan gedung parkir yang akan dibangun, yaitu gedung parkir 1 yang
orientasinya berada di sebelah selatan area pengembangan dan gedung parkir 2 yang
orientasi posisinya berada di sebelah utara. Daerah tangkapan air hujan yang digunakan
adalah lantai teratas dari kedua gedung parkir tersebut

4
Luas daerah tangkapan air pada gedung parkir 1, yang berada di sebelah selatan ini adalah
10.000 m2

Luas daerah tangkapan air pada atap gedung parkir 2 yang berada di sebelah utara adalah
12.770 m2

2.1.3. Potensi Debit Andalan


Perhitungan potensi debit andalan dihitung dengan menggunakan formula di bawah ini.
𝑄 = 𝐶𝐴 × 𝑅 × 𝐸
Dimana,

5
𝑄 = Debit (m3/s)
𝐶𝐴 = Daerah Tangkapan Air yang berasal dari atap (m2)
𝑅 = Curah Hujan Efektif Bulanan (mm/bulan)
𝐸 = Efektifitas Permukaan Tangkapan Air

Sumber: Heather Kinkade-Levario, Design for Water_Rainwater Harvesting

Potensi debit andalan yang digunakan adalah probabilitas hujan 80 % yang berasal dari data
kumulatif bulanan selama 20 tahun, yang diperoleh dari stasiun meteorology Soekarno Hatta.

Tabel 2.3 Curah Hujan Efektif Bulanan

Hujan (mm/bulan)
m P (%)
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nop Des
1 5 673 720 833 262 350 227 281 239 150 190 344 300
2 10 517 712 712 250 213 160 195 166 145 154 259 198
3 15 490 681 692 227 201 148 162 117 110 141 133 164
4 20 402 531 569 209 200 121 145 115 85 127 114 144
5 25 366 478 553 207 185 110 98 112 60 106 108 134
6 30 316 470 545 203 179 98 95 99 57 68 103 129
7 35 316 422 368 173 168 91 87 59 46 55 98 121
8 40 244 379 339 166 156 79 74 57 39 48 80 99
9 45 230 265 307 151 146 79 69 57 28 45 76 98
10 50 220 250 295 149 121 72 68 46 26 33 67 94
11 55 192 238 259 135 116 61 68 41 20 30 55 94
12 60 163 238 210 134 106 52 57 35 14 23 50 86
13 65 162 208 190 128 94 47 42 17 14 17 35 72
14 70 156 194 163 119 80 36 38 15 12 15 31 60
15 75 145 180 161 114 79 36 17 14 7 10 23 58
16 80 142 143 77 112 63 31 13 13 1 7 18 55
17 85 118 133 76 95 61 28 8 11 1 5 17 44
18 90 96 132 72 64 56 28 6 1 0 5 15 43
19 95 71 68 59 42 55 25 2 0 0 4 11 26
20 100 21 37 14 14 49 6 0 0 0 0 1 10

6
Dengan input luasan tangkapan air atap dan faktor efisiensi tangkapan atap bangunan maka
potensi debit andalan yang dapat digunakan setiap bulan dalam satu tahun adalah sebagai
berikut

Tabel 2.4 Potensi Debit Andalan

Bulan Jumlah Hari Hujan R80% Q80 (m3/det) Volume (liter)


Januari 31 142.2 0.026 2,256,081
Februari 28 143 0.029 2,511,856
Maret 31 76.9 0.014 1,220,061
April 30 111.6 0.021 1,829,615
Mei 31 63 0.012 999,530
Juni 30 30.7 0.006 503,308
Juli 31 12.7 0.002 201,492
Agustus 31 12.6 0.002 199,906
September 30 1.4 0.000 22,952
Oktober 31 7.2 0.001 114,232
Nopember 30 17.5 0.003 286,902
Desember 31 55.2 0.010 875,778
Total 365 674 0.128 11,021,713

Potensi Debit Andalan Q80%


3,000,000

2,500,000

2,000,000

1,500,000
Volume (Liter)

1,000,000

500,000

3. ANALISIS KEBUTUHAN AIR


Kebutuhan air per hari untuk kedua bangunan gedung parkir ini adalah sebagai berikut
Demand
Building 6,188 liter/day
Outdoor 50,322 liter/day
Total 56,510 liter/day

7
4. SIMULASI NERACA AIR
Berdasarkan hasil perhitungan potensi debit andalan dan kebutuhan air yang telah disajikan
di atas maka selanjutnya dilakukan simulasi neraca air selama 3 tahun. Asumsi Tampungan
yang digunakan adalah sebesar 2x kebutuhan air dalam 1 bulan, dalam hal ini tampungan air
yang digunakan adalah sebesar 400.000 liter. Berikut ini hasil simulasi yang telah dilakukan.

Volume of
Rata-rata Selisih
R80% Volume Water in Overflow
Tahun-1 Pemakaian Tampungan-
mm (liter) Tank (liter)
Air Kebutuhan
(Litres)

January 142 2,713,501 188,218 2,525,283 -


February 143 2,728,985 188,218 2,540,766 400,000 2,140,766
March 77 1,449,652 188,218 1,261,434 400,000 861,434
April 112 2,121,253 188,218 1,933,035 400,000 1,533,035
May 63 1,180,625 188,218 992,406 400,000 592,406
June 31 555,474 188,218 367,256 400,000 - 32,744
July 13 207,093 188,218 18,875 400,000 - 381,125
August 13 205,158 188,218 16,939 400,000 - 383,061
September 1 11,613 188,218 - 176,606 223,394 - 400,000
October 7 100,643 188,218 - 87,575 312,425 - 400,000
November 18 299,995 188,218 111,776 400,000 - 288,224
December 55 1,029,659 188,218 841,441 400,000 441,441
674 12,580,425 2,258,620 10,321,805
Tahun ke-2
January 142 2,713,501 188,218 2,525,283 400,000 2,125,283
February 143 2,728,985 188,218 2,540,766 400,000 2,140,766
March 77 1,449,652 188,218 1,261,434 400,000 861,434
April 112 2,121,253 188,218 1,933,035 400,000 1,533,035
May 63 1,180,625 188,218 992,406 400,000 592,406
June 31 555,474 188,218 367,256 400,000 - 32,744
July 13 207,093 188,218 18,875 400,000 - 381,125
August 13 205,158 188,218 16,939 400,000 - 383,061
September 1 11,613 188,218 - 176,606 223,394 - 400,000
October 7 100,643 188,218 - 87,575 312,425 - 400,000
November 18 299,995 188,218 111,776 400,000 - 288,224
December 55 1,029,659 188,218 841,441 400,000 441,441
Tahun ke-3
January 142 2,713,501 188,218 2,525,283 400,000 2,125,283
February 143 2,728,985 188,218 2,540,766 400,000 2,140,766
March 77 1,449,652 188,218 1,261,434 400,000 861,434
April 112 2,121,253 188,218 1,933,035 400,000 1,533,035
May 63 1,180,625 188,218 992,406 400,000 592,406
June 31 555,474 188,218 367,256 400,000 - 32,744
July 13 207,093 188,218 18,875 400,000 - 381,125
August 13 205,158 188,218 16,939 400,000 - 383,061

8
September 1 11,613 188,218 - 176,606 223,394 - 400,000
October 7 100,643 188,218 - 87,575 312,425 - 400,000
November 18 299,995 188,218 111,776 400,000 - 288,224
December 55 1,029,659 188,218 841,441 400,000 441,441

Gambaran Simulasi Neraca Air pada tahun ke-2 berdasarkan hasil perhitungan di sajikan pada
tabel berikut ini.

Simulasi Neraca Air Tahun-2


3,000,000

2,500,000

2,000,000
Volume (liter)

1,500,000

1,000,000

500,000

-
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Q80 (liter) 2,713,501 2,728,985 1,449,652 2,121,253 1,180,625 555,474 207,093 205,158 11,613 100,643 299,995 1,029,659
Overflow (liter) 2,125,283 2,140,766 861,434 1,533,035 592,406 - - - - - - 441,441
Tampungan 400,000 400,000 400,000 400,000 400,000 400,000 400,000 400,000 223,394 312,425 400,000 400,000
Unmet Demand 0 0 0 0 0 0 0 0 176,605.6 87,574.93 0