Anda di halaman 1dari 18

SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Kata Pengantar

Pedoman ini diperbarui dari pedoman yang disusun tahun 2009. Secara umum isi
pedoman tidak mengalami perubahan, kami hanya menambahkan contoh tentang
bagaimana hasil akhir praktikum diharapkan.

Visualisasi struktural diharapkan tidak saja berguna untuk menganalisis struktur


sosial, namun bisa juga digunakan untuk melakukan analisis struktur tulisan, yaitu
dengan cara mengidentifikasi konsep pembentuk tulisan.

Kami berharap bahwa visualisasi struktural ini memberikan bekal bagi mahasiswa
untuk memahami tulisan orang lain, melakukan konstruksi pemikiran baru dengan
cara melakukan sintesis dari pemikiran orang lain, menjadi ide baru.

Semoga panduan praktikum ini dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa untuk
melakukan analisis visualisasi struktural.

1
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Jadilah seekor burung, yang bisa terbang bebas menentukan arah tujuan
hidup. Mungkin banyak tantangan yang harus dihadapi, harus selalu kreatif,
agar dapat melayang, melanglang buana. Jangan pernah hidup seperti bola,
yang diam dan selalu pasif, yang arah gerakannya sangat tergantung kepada
tendangan kaki atau pukulan tangan orang lain.

Berfikirlah bebas, bukan bebas tanpa batas, tetapi dalam kebebasan


yang tetap berada pada sebuah koridor keimanan, ketaqwaan dan keilmuan.

Say No to “Academic Crime”

2
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Pendahuluan

Salah satu pokok bahasan penting dalam sosiologi adalah struktur sosial.
Struktur sosial sering didefinisikan berbeda oleh para ahli ilmu sosial, bahkan sering
disalingpertukarkan atau disatukan dengan organisasi sosial. Pemahanan ini
berusaha untuk menawarkan sebuah definisi struktur sosial, dengan harapan akan
mengurangi kegiatan perdebatan, dan meningkatkan pengkajian keilmuan dan
langkah praktis yang dapat diberikan dari analisis tentang struktur sosial. Struktur
sosial selalu berubah dan dua dimensi penting struktur adalah: (1) kapasitas ruang
dan (2) titik kritis struktur sosial.
Salah satu keuntungan praktis dari analisis struktural ini adalah untuk
mengetahui tingkat kejenuhan sebuah struktur dalam masyarakat, atau kapasitas
ruang struktur sosial. Jika sebuah inovasi dalam bentuk ide, organisasi sosial atau
benda fisik akan diintegrasikan ke dalam sebuah struktur, maka harus diketahui
kondisi struktur sosial yang ada. Jika tidak diketahui kondisinya, maka dalam banyak
kasus introduksi tersebut tidak bisa berintegrasi ke dalam struktur. Apabila ini terjadi,
maka akan banyak kerugian yang diderita oleh berbagai pihak, pihak pembaharu
maupun masyarakat itu sendiri.
Dimensi lain dari analisis struktural adalah titik kritis struktur sosial, yaitu
suatu kondisi di mana struktur sudah tidak dapat lagi berfungsi di dalam
memfasilitasi proses pertukaran sosial. Atau dengan kata lain struktur sosial sudah
menjadi social limiting factor, yaitu menjadi pembatas sosial-budaya dalam
beradaptasi.
Oleh karena itulah analisis dengan visualisasi struktural ini sangat relevan
untuk kita pelajari bersama, agar kita mampu menyediakan informasi secara visual
tentang struktur sosial, di satu sisi, dan di sisi yang lain, kita berpeluang untuk
mengantisipasi perubahan sosial masyarakat.

3
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Visualisasi Struktural

Filosofi Visualisasi Struktural


1. Selalu berusaha meningkatkan kapasitas ruang struktur sosial agar memiliki daya
tampung seoptimal mungkin.
2. Berupaya keras untuk menjauh dari titik kritis struktur sosial, agar mampu
membangun kehidupan sosial yang berkeadilan.

Analisis Struktural
Unsur-unsur dalam Analisis Struktural:
1. Visualisasi Struktural
2. Status dan Peran dalam struktur
3. Pembentukan jaringan struktural (keturunan, politik, ekonomi, campuran)
4. Sistem nilai dan norma dominan
5. Menemukan unsur kekuasaan

Tujuan
Tujuan dari Visualisasi Struktural adalah:
1. Mencari peluang memperluas kapasitas ruang struktur sosial
2. Mencari jalan keluar atau menjauh dari titik kritis struktur sosial
3. Mengendalikan dan mengantisipasi perubahan sosial

Teknik Analisis
1. Identifikasi Status dan Peran
2. Pemetaan Jaringan antar Status dalam Struktur
3. Penentuan Pembentukan Jaringan
4. Penentuan Nilai Dominan
5. Deskripsikan Norma dalam Interaksi antar status
6. Identifikasi adanya kekuasaan dalam interaksi antar status
7. Menyusun struktur hipotesis

4
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Prosedur Pelaksanaan Praktikum

1. Pembentukan Kelompok
Praktikum Sosiologi Perikanan kali ini akan dibagi menjadi sejumlah kelompok
(disesuaikan dengan jumlah mahasiswa), masing-masing kelompok
beranggotakan 4 orang mahasiswa.

2. Bahan Praktikum
Setiap kelompok mencari artikel sebagai bahan penyusunan visualisasi
struktural.

3. Mekanisme Kerja
Setelah mendapatkan bahan 3 (tiga) artikel yang berkaitan dengan
Sosiologi Perikanan, setiap kelompok diharuskan membuat Visualisasi
struktural dari artikel tersebut.
Visualisasi struktural dapat diawali dengan mengidentifikasi status dan
peran aktor di masing-masing artikel dan memetakan jaringan antar status
dan sistem stratifikasi yang digunakan.
Penentuan pembentuk jaringan dan penentuan nilai dominan adalah
langkah selanjutnya, yang nantinya digunakan untuk mendiskripsikan norma
dalam interaksi antar status dari aktor yang ada.
Norma dalam interaksi antar status dari aktor merupakan modal untuk
mengidentifikasi adanya gejala kekuasaan dalam interaksi antar status dari
aktor yang ada, dan selanjutnya digunakan untuk menyusun struktur hipotetis.

4. Laporan Praktikum
Laporan praktikum sosiologi perikanan tahun ajaran 2015/2016 diketik
rapi dengan 1,5 spasi pada kertas A4; Font Arial 11; margin kiri 4 cm, margin
kanan-atas-bawah 3 cm; Set up page number on bottom-center. Laporan
akhir praktikum dijilid dengan sampul kertas mika warna putih/transparan.

5
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

5. Penutup
Ingatlah bahwa cara yang paling baik untuk belajar adalah dengan banyak
membaca, menganalisis dan menulis. Anda tak akan bisa berenang kalau
tidak terjun ke dalam air, juga anda tidak akan bisa naik sepeda kalau tidak
pernah belajar naik sepeda.

6
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

CONTOH
Langkah pertama (Analisis masing – masing artikel)

Artikel – 1
1. Judul artikel :
“Perkembangan Teknologi Dunia dan Persoalan yang Dihadapi Indonesia”

2. Identifikasi Status dan Peran

7
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

3. Visualisasi Struktural

4. Kriteria Analisis/komentar
1. Kapasitas ruang struktur sosial dunia, jangan sampai menjadi titik kritis bagi
Indonesia.
2. Lembaga-lembaga dan kerjasama regional, harus memperkuat posisi Indonesia
dalam melakukan perdagangan dalam sistem global.
3. Indonesia perlu meningkatkan kapasitas ruangnya, terutama untuk
menumbuhkan iklim riset agar menghasilkan produk yang mampu bersaing
dengan produk negara-negara maju, agar bangsa ini tidak mencapai titik
kritisnya.

8
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Artikel – 2
1. Judul artikel 2 :
“Tindakan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Propinsi Jawa Timur
dalam Mengurangi Industri Pencemar Air Sungai di Era Otonomi Daerah.

2. Identifikasi Status dan Peran

9
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

3. Visualisasi Struktural Artikel

4. Kriteria Analisis/komentar
 Bagaimana sistem pengendalian dampak lingkungan dilaksanakan oleh
Bapedalda?
 Bagaimana prosedur pengaduan dilakukan?
 Jika sebuah pencemaran terjadi, artinya pihak pencemar telah melanggar
pasal-pasal dari UU-PLH, UU-KSDA&E dan Peraturan tentang B3
 Apakah yang membangun menjadi sebuah struktur ?
 Sampai mana Penegak Hukum menjalankan perannya?
 Memperluas Kapasitas Ruang
 Atau mempersempit dan bahkan mendekati titik kritis?

10
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Artikel – 3

1. Judul artikel :
“Kehidupan Berorganisasi Sebagai Modal Sosial Komunitas Jakarta”

2. Identifikasi Status dan Peran

11
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

3. Visualisasi Struktural Artikel

4. Kriteria Analisis/komentar
 Apakah pengembangan modal sosial mampu meningkatkan kapasitas ruang
struktur sosial di komunitas perumahan?
 Apakah kelembagaan LKMD dan PKK mampu menjadi “aktor organisasi”
yang mampu meningkatkan kapasitas modal sosial masyarakat sehingga
menjauh dari titik kritisnya?

12
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Langkah kedua (Penggabungan visualisasi struktural)

1. Tampilkan Visualisasi Struktural dari dua atau lebih artikel dengan memilih
sistem tertentu dari visualisasi tersebut untuk menemukan “benang merah”-nya.

Artikel – 1

Artikel – 2

13
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Artikel – 3

Gabungan dari ketiga artikel

14
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

2. Memilih social problem

3. Menentukan solusi dengan memilih sistem utama sebagai benang merah

Contoh :
sistem yang dipakai untuk benang merah adalah “ Sistem Pengendalian Dam[ak
Lingkungan Yang Efektif”

4. Identifikasi status pembentuk struktur  Daftarkan elemen struktur “ status dan


Peran” yang baru

15
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

5. Menyusun Desain Visualisasi Struktural

6. Kriteria Analisis/komentar

 Sampai manakah MNC mampu mempengaruhi kebijakan Pemerintah Pusat?


 Sampai mana Pemerintah melindungi warga untuk memperoleh hak,
kewajiban dan peran dalam lingkungan hidup yang layak sesuai UU 23/1997
(Bab III, Pasal 5, 6 dan 7).
 Sampai mana Perguruan Tinggi menjalankan Tri Dharmanya, demikian juga
LSM memperjuangkan keadilan bagi warga
 Apakah badan pengedali dampak lingkungan menjalanan perannya dengan
baik, sesuai dengan standard operation procedure?

16
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Langkah ketiga “ Pembuatan Mind Map”

Contoh :

1. Menentukan inti dari tulisan/artikel minimal 7 artikel


a. Rambo (1985) membahas keterkaitan antara ekosistem dengan sistem
sosial.
b. Moran (1982), Sukadana (1983), Koentjaraningrat (1985) : manusia
bagian integral ekosistem, beradaptasi dan ber-evolusi.
c. Brown (1982) daya dukung lingkungan berkurang dan masuk hari ke-29.
d. Ismawan (1999) adanya resiko ekologis dalam pembangunan.
e. Nuitja (1992) tantangan negara bahari bagi nelayan.
f. Salim (1992) terabaikannya dimensi ekologis pada proses
pembangunan = kesinambungan.
g. Simarmata (1992) analisis ekonomi untuk mengukur pencemaran.

2. Mengkonstruk dari ekstrak (inti) tulisan artikel menjadi sebuah mind map

17
SOSIOLOGI PERIKANAN 2014-15

Penutup

Demikian pedoman penyusunan praktikum mata kuliah sosiologi perikanan ini


dibuat dengan harapan setelah melaksanakan praktikum ini mahasiswa mampu
melakukan analisis dengan visualisasi struktural pada kehidupan sehari - hari
sehingga berpeluang mengantisiapasi perubahan sosial masyarakat yang semakin
berkembang seiring dengan teknologi.

Daftar Pustaka

Hamidi, J. dan M. Fadli. 2004. “Tindakan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan


Propinsi Jawa Timur dalam Mengurangi Industri Pencemar Air Sungai di
Era Otonomi Daerah (Studi Kasus PT. AKN Mojokerto” dalam Jurnal Ilmu-
Ilmu Sosial Vol.16 Nomor 1. Feb. 2004. Halaman 11-19.
Hartanto, Agung Eko. 1997. “Perkembangan Teknologi Dunia dan Persoalan yang
Dihadapi Indonesia” dalam ANALISIS CSIS. Tahun XXVI. No. 5. Sep-Okt.
Halaman: 522-534.
Ibrahim, Linda Darmajanti. 2002. “Kehidupan Berorganisasi Sebagai Modal Sosial
Komunitas Jakarta” dalam MASYARAKAT (Jurnal Sosiologi) No. 11 Tahun
2002. Halaman: 62-88

18