Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN HASIL

DEWAN PENGURUS KEGIATAN


PENYULUHAN ANTI
DAERAH (DPD) NARKOBA DAN
PERGERAKAN ANTI PENYALAHGUNAAN
NAPZA NUSANTARA NARKOBA

AMARTHA
DPD PANNA KABUPATEN GARUT
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji Sukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang


telah memberikan Rahmat dan Hidayah-NYA kepada kami
sehingga kami dapat menyusun laporan kegiatan penyuluhan
Anti Narkoba/ NAPZA.
Laporan ini adalah sebagai bukti tertulis hasil dari
kegiatan penyuluhan bahaya Anti Narkoba/ NAPZA. Sebagai
salah satu bentuk tanggung jawab kami sebagai organisasi
yang bergerak di bidang Anti Narkoba.
Laporan ini dapat diselesaikan namun dalam
penulisannya kami menemui beberapa kendala berkat
bimbingan, arahan dan dukungan dari berbagai pihak
akhirnya kami dapat menyelesaikan laporan kegiatan
penyuluhan Anti Narkoba/ NAPZA di beberapa wilayah/
sekolah.
Kami pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih
kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moril
maupun materil sehingga laporan ini dapat terselesaikan.
Terimakasih ini kelompok sampaikan kepada :
1. Dewan Pembina DPD PANNA Kabupaten Garut,
2. Kepala BNNK Garut,
3. Satres Narkoba Polres Garut
4. Semua Stakeholder yang ada di kabupaten Garut,
5. Bapak/Ibu Guru serta Tokoh Masyarakat di wilayah
Kabupaten Garut
6. Seluruh Jajaran DPD PANNA Kabupaten Garut yang
telah membantu baik ide, moril dan materil.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini


masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kami masih
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
bagi penulis khususnya dan bagi perkembangan umumnya.
Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi
pembaca.

Garut, 25 Juli 2018


Penulis

DPD PANNA Kabupaten Garut


LAPORAN HASIL KEGIATAN
PENYULUHAN ANTI NARKOBA/ NAPZA

A. LATAR BELAKANG
Peredaran narkoba di Indonesia saat ini, benar benar
sudah sangat memprihatinkan. Bisa dikatakan, Indonesia
saat ini sudah dalam kondisi SOS Narkoba. Jika hal ini
tidak mendapatkan perhatian serius, Indonesia masa depan
akan sangat berbahaya. Indonesia tak hanya jadi pusat
produksi dan distribusi terbesar narkoba di Asia, juga
konsumen terbesar di dunia. Dampaknya masa depan
bangsa akan hancur.
Hasil konferensi 172 negara di Wina beberapa waktu
lalu memberikan gambaran yang mengerikan dimana 800
narkoba jenis baru ata New Psychoactive Substance (NPS)
telah menyerbu dunia, terhitung 71 jenis diantaranya sudah
masuk Indonesia. Demikian disampaikan Deputi
Pemberdayaan Masyarakat BNN, Dunan Ismail Asja saat
menjadi nara sumber dalam sebuah talkshow di Bandung,
Minggu 15 April 2018, ia juga menambahkan, saat ini
prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 1,7% atau
3,3 juta orang. Pada saat yang sama Kapolda Jabar, Agung
Budi Maryoto menyampaikan strategi penanggulangan
narkoba adalah dengan preventif, promotif dan penegakan
hukum. Menurutnya himbauan tentang bahaya narkoba
tidak hanya dalam konteks penegakkan hukum, namun
juga edukasi pada masyarakat.
Menurut data Komisi Perlindungan Anak (KPAI)
mencatat dari 87 Juta populasi anak di Indonesia, sebanyak
5,9 Juta di antaranya menjadi pecandu narkoba. KPAI juga
menyebutkan menangani 2.218 kasus terkait masalah
kesehatan dan napza yang menimpa anak anak. Sebanyak
15,69% diantaranya kasus anak pecandu narkoba dan 8,1%
kasus anak sebagai pengedar narkoba (Komisioner Bidang
Kesehatan KPAI, Siti Hikmawatty 06 Maret 2018)
Bahaya narkoba sudah merasuk dalam kehidupan
kita, bahkan telah membahayakan bangsa. Ini memang
bukan persoalan ringan karena perdagangan narkoba telah
memiliki jaringan internasional. Meurut data BNN pengguna
narkoba di Indonesia meningkat menjadi 5,9 juta, jumlah
narkoba hingga november 2015 mencapai 5.9 juta dari
sebelumnya hanya 4,2 juta pengguna.
Narkoba yang juga sering disebut NAPZA adalah
singkatan dari Narkotika dan obat-obatan terlarang yang
sering disalah gunakan. Penyalahgunaan obat adalah:
Pemakaian di luar indikasi medik, tanpa petunjuk/ resep
dokter, pemakaian sendiri.
Sepanjang tahun 2015 BNN telah mengungkap
sebanyak 102 kasus. Narkotika dan TPPU yang merupakan
sindikat jaringannasional dan internasional, dimana
sebanyak 82 kasus telah P21. Kasus-kasusyang telah
diungkap tersebut melibatkan 202 tersangka yang terdiri
dari 174 WNI dan 28 WNA. Berdasarkan seluruh kasus
Narkotika yang telah diungkap, BNN telah menyita barang
bukti sejumlah 1.780.272,364 gram sabu kristal; 1.200
mililiter sabu cair; 1.100.141,57 gram ganja; 26 biji ganja;
95,86 canna chocolate; 303,2 gram happy cookies; 14,94
gram hashish; 606.132 butir ekstasi; serta cairan prekursor
sebanyak 32.253 mililiter dan 14,8 gram.Sedangkan dalam
kasus TPPU total asset yang berhasil disita oleh BNN senilai
Rp 85.109.308.337.
B. TUJUAN

1. Tujuan Umum
Laporan ini merupakan bukti tertulis dari hal
kegiatan penyuluhan bahaya penyalahgunaan NAPZA
yang sudah dilakukan. Sebagai salah satu bukti
tanggung jawab kami sebagai organisasi Pergerakan Anti
Narkoba .

2. Tujuan Khusus
a. Sebagai pertanggung jawaban kegiatan penyuluhan
bahaya penyalahgunaan NAPZA.
b. Sebagai media menyampaikan informasi hasil kegiatan
penyuluhan bahaya penyalahgunaan NAPZA.
c. Sebagai bahan untuk evaluasi kegiatan rutin
organisasi

C. TEMPAT DAN WAKTU PENYULUHAN

NO TANGGAL TEMPAT SASARAN


1. 11 Juni 2018 Aula Desa Pakuwon Remaja
Kecamatan Cisurupaan
2. 13 Juli 2018 Ruang Kelas Yayasan Siswa/i Baru
Bani Zain Sururon, Desa MTs dan SMA
Sarimukti Kecamatan Sururon
Pasirwangi
3. 19 Juli 2018 Mesjid SMKN 14 Garut, Siswa/i Baru
Desa Padasuka SMKN 14
Kecamatan Pasirwangi
D. HASIL KEGIATAN

1. Persiapan
Persiapan dalam perencanaan kegiatan penyuluhan
Anti Narkoba/ NAPZA dilakukan 2 minggu sebelum acara
penyuluhan, Surat Permohonan Sosialisasi/ Penyuluhan
di sampaikan 3 hari sebelumnya, undangan disampaikan
melalui lisan dan tulisan di kegiatan sebelumnya,
persiapan alat, tempat dan perlengkapan lainnya di
laksanakan 3 hari sebelum kegiatan.

2. Pelaksanaan
Juml.
NO TEMPAT TANGGAL/ WAKTU
PESERTA
1. Aula Desa Pakuwon 11 Juni 2018, 50 Orang
Kecamatan Cisurupan Jam 16.00 - 18.00
2. Yayasan Bani Zain 13 Juli 2018, 150 Orang
Sururon Sarimukti Jam 09.00 – 11.00
3. SMKN 14 Garut 19 Juli 2018 75 Orang
Jam 10.00 – 12.00

Sebelum dilakukan penyuluhan bahaya


penyalahgunaan NAPZA, peserta diberikan pengarahan
untuk masuk kedalam ruangan yang telah disiapkan,
Acara dimulai dengan pembukaan, pemberian sambutan
(Kades Pakuwon dan Ketua DPD PANNA Garut untuk di
Pakuwon, Sambutan dari Pimpinan Yayasan Bani Zain
Sururon dan Ketua DPD PANNA Garut untuk
penyuluhan Di Yayasan Bani Zain Sururon, Sambutan
Kepala Sekolah dan Perwakilan DPD PANNA Garut untuk
Penyuluhan di SMKN 14 Garut). Siswa di berikan
penyuluhan terkait informasi Anti Narkoba dan
penyalahgunaan Narkoba.
Setelah diberikan materi penyuluhan tentang Anti
Narkoba dan bahaya penyalahgunaan Narkoba siswa
diberikan kesempatan untuk bertanya terkait materi
penyuluhan yang belum di mengerti.
Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar,
antusias siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat
baik dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang
dilontarkan, siswa aktif mengungkapkan mengenai
pengetahuannya tentang Narkoba dan Penyalahgunaan
Narkoba, semua Siswa mengikuti kegiatan dari awal
sampai selesai.

3. Evaluasi Hasil
a. Struktur
Peserta yang hadir sebanyak ±95% dari daftar
undangan yang ada. Setingan tempat sesuai dengan
rencana yang telah dibuat, penyuluhan Anti Narkoba
dan bahaya penyalahgunaan Narkoba berjalan dengan
efektif, perlengkapan yang digunakan selama kegiatan
sudah cukup baik dan digunakan sebagaimana
fungsinya.

b. Proses
Pelaksanaan penyuluhan disesuaikan dengan
kesepakatan antara Tim Penyuluh DPD PANNA dan
Pihak Penyelenggara, dan semuanya berjalan sesuai
dengan jadwal yang direncanakan, penyuluhan
dimulai dengan pembukaan penyuluhan oleh
moderator, setelah itu pemaparan materi penyuluhan
terkait Anti Narkoba dan bahaya penyalahgunaan
Narkoba oleh penyuluh, dilanjut dengan sesi tanya
jawab bagi peserta yang ingin menanyakan terkait
NAPZA, sesi terakhir adalah sesi penutupan yang di
akhiri dengan doa Bersama juga Foto bersama. Semua
peserta bagi para remaja atau siswa sudah cukup
kompak dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan
antusias siswa terhadap kegiatan penyuluhan sangat
baik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta
yang datang mengikiuti kegiatan penyuluhan Anti
Narkoba dan bahaya penyalahgunaan Narkoba

c. Hasil
1) Peserta mengikuti kegiatan penyuluhan hingga
selesai.
2) Siswa dapat menjelaskan pengertian narkoba
3) Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis narkoba
4) Siswa dapat menjelaskan usaha pencegahan dari
narkoba
5) Siswa dapat menyebutkan efek yang ditimbulkan
dari narkoba.
6) Siswa dapat menyebutkan tanda-tanda umum
penyalahgunaan narkoba.
7) Siswa dapat menyebutkan sikap menghadapi
penyalahgunaan narkoba.

4. ANALISA SWOT
a. Kekuatan
 Kegiatan ini mampu mengumpulkan 95% dari
target yang diharapkan. Kegiatan ini didukung oleh
kepala Desa dan Kepala Sekolah yang telah
membantu menginformasikan kepada siswanya.
Kemampuan penyuluh yang mampu
mengkondisikan kegiatan agar interaktif membuat
daya tarik tersendiri sehingga kegiatan penyuluhan
hidup.
 Kekompakan seluruh jajaran DPD PANNA
Kabupaten Garut dan kesiapan seluruh jajaran
dalam memberikan edukasi serta penyuluhan
dengan tanpa pamrih juga semangat tinggi.
b. Kelemahan
 Kurangnya materi penyuluhan dalam hal
penambahan video edukasi kepada siswa.
 Keterbatasan Tenaga Penyuluh Terlatih di DPD
PANNA, hal ini akan sedikit menghambat massif-
nya sosialisasi dan penyuluhan di Kabupaten
Garut.
 DPD PANNA tidak akan selalu bisa mengontrol dan
memberikan penyuluhan di tempat yang sama
dalam waktu dekat.
c. Peluang
Kedekatan Pengurus DPD PANNA dengan Seluruh
Stakeholder yang ada sudah terjalin dengan baik
sehingga Tim Penyuluh DPD PANNA memiliki banyak
peluang untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan.
d. Ancaman
Peserta yang datang pada saat penyuluhan memiliki
latar belakang atau sikap yang labil sesuai dengan
masa perkembangan remaja sehingga mudah
terpengaruh terhadap hal-hal yang dapat merugikan
dirinya sehingga materi yang disampaikan perlu
memakai bahasa yang ringan agar semua peserta
mampu memahami.

5. Solusi Pemecahan Masalah


a. Mengadakan pelatihan penyuluh bagi semua jajaran
DPD PANNA Kabupaten Garut,
b. Mengadvokasi Dinas Pendidikan untuk memasukkan
program Anti Narkoba dan Penyalahgunaan Narkoba
ini ke dalam program ekstra kulikuler di sekolah
sekolah,
c. Membuat atau membentuk kader / pelopor Anti
Narkoba dan Penyalahgunaan Narkoba di sekolah-
sekolah yang telah diberikan penyuluhan, agar
kedepannya para pelopor atau siswa ini yang akan
memberikan penyuluhan dan mengingatkan sesama
siswa jika ada yang terjerambab dalam
penyalahgunaan narkoba secara simultan ke adik
kelasnya.
DOKUMENTASI PENYULUHAN ANTI NARKOBA DAN
PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Penyuluhan Tanggal 11 Juni 2018 di Aula Desa Pakuwon, Foto Bersama Panitia
dan Penyuluh Anti Narkoba dari DPD PANNA Kabupaten Garut
Foto bersama Ketua DPD PANNA beserta Jajaran dengan Ketua Yayasan Bani
Zain Sururon Sarimukti Kecamatan Pasirwangi dan Foto saat penyuluhan Anti
Narkoba kepada siswa/i baru di yayasan tersebut tanggal 13 Juli 2018
Foto bersama Staff Pengajar dan siswa/i serta foto Penyuluhan Anti Narkoba di SMKN 14
Garut Kecamatan Pasirwangi Tanggal 19 Juli 2018