Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

( SAP )
HIPERTENSI

Disusun oleh:

1. Handika Catur
2. Unik Afidah
3. Purista
4. Dharana Lestaria
5. Rosario

S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KARYA HUSADA SEMARANG
TAHUN AJARAN 2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Kardiovaskuler


Sub Pokok Bahasan : Hipertensi
Sasaran : Pasien Hipertensi di Puskesmas Telogosari
Kulon
Target : Semua pasien yang mengalami Hipertensi
Hari dan tanggal Pelaksanaan : Kamis, 21 Desember 2017
Waktu : 09.00-10.00
Tempat : Jl. Taman Satriomanah No. 2, Telogosari
Kulon, Pedurungan, Kota semarang

I. LATAR BELAKANG
Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan
darah diastolik ≥ 90 mmHg, atau bila pasien memakai obat antihipertensi
(Mansjoer Arif, 2007).
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah peresisten, dimana
tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90
mmHg (Smeltzer, 2002).
Silent Killer, itulah sebutan yang diberikan utuk hipertensi. Mengapa
demikian ? Ada dua alasan. Pertama, penderitanya sering kali tidak
menyadari dan tidak merasakan suatu gangguan atau gejala. Kedua, jika
tekanan darah tidak terkontrol dengan baik, risiko kematian semakin besar
bagi penderitanya.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah sebuah kondisi medis saat
seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Akibatnya,
volume darah meningkat dan saluran darah menyempit. Oleh karena itu,
jantung harus memompa lebih keras untuk menyuplai oksigen dan nutrisi ke
setiap sel di dalam tubuh.
Tekanan darah tinggi dapat membebani jantung dan pembuluh darah
secara berlebihan sehingga mempercepat penyumbatan pembuluh arteri.
Hipertensi yang terjadi terus menerus menyebabkan meningkatnya risiko
terhadap stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal kronik (dr.
Myra, 2008).
Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di negara
berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, di
perkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan
pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini.
Angka-angka prevalensi hipertensi di Indonesia telah banyak dikumpulkan
dan menunjukkan, di daerah pedesaan masih banyak penderita yang belum
terjangkau oleh pelayanan kesehatan. Baik dari segi case-finding maupun
penatalaksanaan pengobatan yang jangkauannya masih sangat terbatas dan
sebagian besar penderita hipertensi tidak mempunyai keluhan. Prevalensi
terbanyak berkisar antara 6 sampai dengan 15% tetapi angka-angka ekstrim
rendah seperti di Ungaran, Jawa Tengah 1,8%; Lembah Balim Pegunungan
Jaya Wijaya, Irian Jaya 0,6%; dan Talang Sumatera Barat 17,8%. Nyata di
sini, dua angka yang dilaporkan oleh kelompok yang sama pada 2 daerah
pedesaan di Sumatera Barat menunjukkan angka yang tinggi. Oleh sebab itu
perlu diteliti lebih lanjut, demikian juga angka yang relatif sangat rendah.
Survai penyakit jantung pada usia lanjut yang dilaksanakan Boedhi Darmojo,
menemukan prevalensi hipertensi tanpa atau dengan tanda penyakit jantung
hipertensi sebesar 33,3% (81 orang dari 243 orang tua 50 tahun ke atas).
Wanita mempunyai prevalensi lebih tinggi dari pada pria. Dari kasus-kasus
tadi, ternyata 68,4% termasuk hipertensi ringan (diastolik 95¬104 mmHg),
28,1% hipertensi sedang (diastolik 105¬129 mmHG) dan hanya 3,5% dengan
hipertensi berat (diastolik sama atau lebih besar dengan 130 mmHg).
Hipertensi pada penderita penyakit jantung iskemik ialah 16,1%, suatu
persentase yang rendah bila dibandingkan dengan prevalensi seluruh populasi
(33,3%), jadi merupakan faktor risiko yang kurang penting. (http://kedai-
obat.blogspot.com/2010/04/prevalensi-hipertensi.html diunduh pada tanggal
21 Februari 2015).
Hipertensi dapat berakibat fatal jika tidak dikendalikan, apalagi kondisi
ini sering tidak menimbulkan gejala pada penderitanya sehingga tidak
disadari sampai terjadi kerusakan fatal pada organ tubuh.
Hipertensi dapat menimbulkan beberapa gangguan, diantaranya pada
otak, mata, jantung, dan ginjal. Pada otak bisa menyebabkan stroke dengan
pecahnya pembuluh darah di otak dan kelumpuhan, pada mata bisa
menyebabkan retinopati hipertensi atau perdarahan pada selaput bening retina
mata, pada jantung dapat menyebabkan gagal jantung, serangan jantung, dan
pada ginjal dapat menyebabkan penyakit ginjal kronik dan gagal ginjal
terminal (dr. Myra, 2008).

II. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit,
diharapkan 85% pasien dapat memahami tentang Hipertensi.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1x30 menit pasien
dapat:
a. Menjelaskan kembali pengertian hipertensi dengan bahasanya
sendiri dengan benar.
b. Menyebutkan 4 dari 7 penyebab hipertensi dengan baik
c. Menyebutkan 5 dari 8 tanda dan gejala hipertensi dengan baik
d. Menyebutkan contoh makanan (5) yang dianjurkan untuk penderita
Hipertensi
e. Menyebutkan 4 dari 8 penatalaksanaan hipertensi dengan baik

III. STRATEGI PELAKSANAAN


Hari dan tanggal Pelaksanaan : Kamis, 21 Desember 2017
Waktu : 30 menit
Tempat : Jl. Taman Satriomanah No. 2, Telogosari
Kulon, Pedurungan, Kota semarang

IV. KEGIATAN PENYULUHAN


No Tahap Waktu Kegiatan Media
1 Pembukaan 5 menit  Salam perkenalan -
 Menjelaskan kontrak dan
tujuan pertemuan
2 Pelaksanaan 20 menit Menjelaskan tentang : Leaflet
 pengertian hipertensi
 penyebab hipertensi
 tanda dan gejala hipertensi
 diit hipertensi
 cara mengatasi dan
mencegah hipertensi
 membuka sesion
pertanyaan
 diskusi dengan keluarga
3. Penutup 5 menit  mengajukan pertanyaan
pada keluarga
 memberikan reiforcemen
positif atas jawaban yang
diberikan
 menutup pepembelajaran
dengan salam

V. METODE
Metode yang digunakan adalah :
1. ceramah
2. diskusi / tanya jawab

VI. MEDIA DAN ALAT


Media yang digunakan adalah :
1. Leaflet

VII.SEETING TEMPAT
: audience
: Penguji
: Penyuluh

VIII. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
 Kesepakatan dengan masyarakat (waktu dan tempat).
 Kesiapan materi penyaji.
 Tempat yang digunakan nyaman dan mendukung.
2. Evaluasi Proses
 Pasien bersedia sesuai dengan kontrak waktu yang ditentukan.
 Pasien antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak
diketahuinya.
 Pasien menjawab semua pertanyaan yang telah diberikan.
3. Evaluasi Hasil
 Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan.
 Adanya kesepakatan antara pasien dengan mahasiswa dalam
melaksanakan implementasi selanjutnya.
 85% pasien paham tentang hipertensi.

IX. DAFTAR PERTANYAAN


Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi diharapkan
keluarga mampu menjawab pertanyaan:
1. Jelaskan kembali pengertian hipertensi dengan bahasanya sendiri
dengan benar. Menurut WHO, batas tekanan darah yang masih
dianggap normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama atau
diatas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi (Soeparman, 1999).
2. Sebutkan 4 dari 7 penyebab hipertensi dengan baik.
Penyebab dasarnya tidak diketahui, tetapi ada faktor yang mendukung
terjadinya hipertensi seperti:
a. Asupan garam yang tinggi
b. Stress psikologis
c. Faktor genetic (keturunan)
d. Kurang olah raga
e. Kebiasaan hidup yang tidak baik seperti merokok dan alkohol
f. Penyempitan pembuluh darah oleh lemak/kolesterol tinggi
g. Keturunan (genetik)
3. Sebutkan 5 dari 8 tanda dan gejala hipertensi dengan baik.
Tanda gejala yang dirasakan oleh penderita
a. Kepala pusing
b. Gemeter, tremor
c. Mudah marah
d. Mual dan muntah
e. Rasa berat di tengkuk
f. Jantung berdebar – debar
g. Denyut Nadi cepat
h. Lelah dan lemas
4. Sebutkan contoh makanan (5) yang dianjurkan untuk penderita
Hipertensi
Makanan yang dianjurkan yaitu :
a. Sumber karbohidrat : biskuit, singkong, roti, tepung, mie, tapioka,
nasi
b. Sumber protein nabati : Tahu, tempe dan kacang-kacangan
c. Sumber vitamin (buah dan sayuran) segar, jeruk, pisang, melon,
tomat.
5. Sebutkan 4 dari 8 penatalaksanaan Hipertensi dengan baik
Penatalaksanaan hipertensi antata lain :
a. Periksakan tekanan darah secara teratur
b. Diit
 Menghindari makanan yang berlemak
 Mengurangi asin atau garam
c. Menjaga keseimbangan berat badan
d. Hindari minum minuman keras (beralkohol) dan kurangi/hentikan
merokok
e. Istirahat yang cukup
f. Hindari stress
g. Olah raga yang teratur
h. Taati petunjuk pemakian obat dari dokter

DAFTAR PUSTAKA

 Dr. Tom Smith. 1986. Kesehatan Populer Tekanan Darah Tinggi.


ARCAN : Jakarta

 Carpenito, Lynda Jual. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8.


Monica Ester, SKp. EGC : Jakarta

 SUB.DIT Perawatan Kesehatan Masyarakat. 1982. Perawatan Pada Usia


Lanjut. Depkes RI : Jakarta

 Effendy Nasrul. (1998). Dasa-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.


Edisi 2. EGC : Jakarta
 Wahyu Nugroho, SKM. 1992. Buku Kedokteran. Edisi 1. Perawatan Lanjut
Usia. EGC : Jakarta

Lampiran Materi

HIPERTENSI

A. Pengertian
Kenaikan tekanan darah sistolik  160 mmHg dan tekanan darah diastolik 
140 mmHg. Jika tekanan darah anda adalah 170/100 mmHg maka :
Sistoliknya : 170 mmHg dan diastoliknya : 100 mmHg.
Jenis Hipertensi :
1. Hipertensi Ringan : jika tekanan darah diastoliknya 90- 104 mmHg
2. Hipertensi Sedang : jika tekanan darah diastoliknya 105-114 mmHg
3. Hipertensi Berat : jika tekanan darah diastoliknya  115 mmHg

B. Penyebab
1. Stress
2. Merokok
3. Obesitas (Kegemukan)
4. Alkohol
5. Faktor keturunan
6. Faktor lingkungan : bising, gaduh

C. Tanda dan Gejala


1. Sakit kepala
2. Pusing
3. Lemas
4. Sesak nafas
5. Kesemutan
6. Kelelahan
7. Rasa berat di tengkuk

D. Komplikasi
1. Penyakit Jantung : Gagal Jantung
2. Penyakit Ginjal : Gagal Ginjal
3. Otak : Serangan Stroke
E. Pengobatan
Pengobatan dini pada hipertensi sangatlah penting untuk mencegah
komplikasi.
1. Pengobatan Farmakologis : dengan menggunakan obat atas ijin dokter.
2. Pengobatan Non Farmakologis : tanpa menggunakan obat.
- Mengurangi asupan garam dan
lemak
- Mengurangi asupan alkohol
- Berhenti merokok
- Menurunkan berat badan bagi yang kegemukan
- Olah raga teratur seperti : Jogging, Jalan cepat, Bersepeda, Berenang
- Menghindari ketegangan
- Istirahat
- Hidup tenang

F. Pencegahan
1. Kontrol teratur
2. Minum obat teratur
3. Diit : rendah garam dan rendah lemak

G. Makanan yang dianjurkan


1. Sayur-sayuran hijau
2. Buah-buahan
3. Ikan laut
4. Telur boleh dikonsumsi maksimal 2 butir dalam 1 minggu
5. Daging ayam ( jangan dengan kulitnya karena banyak mengandung
lemak )

H. Makanan yang dihindari


1. Makanan yang diawetkan : Chicken nugets, mie, minuman kaleng dll.
2. Daging-daging warna merah segar seperti hati ayam, sosis sapi, daging
sapi, daging kambing
I. Pengobatan dengan obat tradisional
1. Air belimbing
2. Air rebusan daun salam.
3. Air mentimun/ lalapan mentimun
4. Air daun seledri
5. Air mengkudu/ pace
6. Bawang putih

J. Cara membuat obat tradisional


a. Air belimbing
Alat dan bahan :
(1) Buah belimbing secukupnya (4-6) untuk satu gelas
(2) Parutan / blender
(3) Air hangat
Cara membuat :
(1) Buah belimbing dicuci dengan air hangat kemudian diparut / diblender.
(2) Hasil parutan diperas dan disaring, tambahkan air hangat.
(3) Air belimbing diminum 2 kali sehari pagi dan sore, minum 1 gelas.

b. Air rebusan daun salam


Bahan yang diperlukan :
(1) 7-10 lembar daun slam.
(2) Air bersih 3 gelas @ 200 cc.
(3) Panci/ periuk untuk merebus.
Cara pembuatan :
(1) Daun salam direbus dengan tiga gelas air hingga menjadi satu gelas.
(2) Air diminum 2 kali sehari pagi dan sore tiap kali minum 1/2 gelas.
c. Air mentimun
Alat dan bahan yang diperlukan :
(1) Mentimun (2 buah).
(2) Parutan/ blender.
(3) Air hangat untuk mencuci.
Cara pembuatan :
(1) Mentimun dicuci dengan air hangat kemudian diparut atau diblender.
(2) Hasil parutan diperas/ jika air disaring, tanpa ditambah bahan-bahan
lain sampai menjadi 1 gelas (@200).
(3) Air diminum 2 kali sehari pagi dan sore tiap kali minum 1 gelas.
Selain itu mentimun yang sudah dicuci bisa langsung dimakan sebagai
lalapan.

d. Air daun seledri


Alat dan bahan yang digunakan :
(1) Satu genggam daun seledri.
(2) Blender/ alat penumbuk.
(3) Setengah gelas (100 cc) air matang yang hangat.
Cara pembuatan :
(1) Daun seledri dicuci bersih dengan air hangat.
(2) Dun seledri ditumbuk atau diblender sampai halus dan ditambah
dengan setengah gelas air hangat.
(3) Saring air seledri tersebut.
(4) Air diminum 2 kali sehari tiap minum setengah gelas.

e. Air mengkudu/ pace


Bahan yang diperlukan :
(1) Buah pace matang 2 buah.
(2) Air matang.
(3) Alat penyaring.
(4) 2 sendok madu.
Cara membuat :
(1) Buah pace yang sudah matang dicuci dengan air hangat.
(2) Buah pace dihancurkan dengan sendok, buang bijinya, peras dan saring
airnya.
(3) Campurkan air sari pace dengan air matang yang hangat sampai menjadi
satu gelas air.
(4) Tambahkan madu.
Air diminum 2 kali sehari pagi dan sore tiap kali minum 1 gelas.