Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

ANTENATAL CARE (ANC)

Di Susun Oleh :

1. Maria Agustina
2. Flara Noperlia
3. Mega Adelina
4. Nemi Sulianti
5. Nenny Octaria
6. Angga Recha
7. M. Faisal
8. Siti Ramlah

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN


MUHAMMADIYAH PONTIANAK
TAHUN 2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

ANTENATAL CARE (ANC)

Topik Penyuluhan : Antenatal Care (ANC)

Pokok Bahasan : Definisi, manfaat, tujuan, alasan dilakukan pemeriksaan,


tujuan kunjungan K1-K4, tanda-tanda bahaya dalam
kehamilan.

Sasaran : Warga Ibu hamil di Perumahan Gang Wonodadi 2

Tempat : Perumahan Gang Wonodadi 2 No.13

Hari/Tanggal : Kamis, 29 November 2018

Waktu : Pukul 08.30 sampai selesai

Persentasi : M. Faisal

Moderator : Mega Adelina

Fasilitator : 1. Maria Agustina

2. Flara Noperlia

3. Nemi Sulianti
4. Nenny Octaria
5. Angga Recha

Observasi : Siti Ramlah


A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan pemahaman peserta penyuluhan
tentang Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan K1-K4 menjadi lebih baik, dan
mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan penyuluhan peserta mampu :
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan peserta mengetahui
tentang:
1. Definisi Pemeriksaan Kehamilan

2. Manfaat Pemeriksaan Kehamilan


3. Tujuan Pelayanan Antenatal
4. Alasan dilakukan pemeriksaan Kehamilan
5. Tujuan kunjungan K1
6. Tujuan Kunjungan k2
7. Tujuan Kunjungan k3 dan k4
8. Tanda-tanda bahaya dalam kehamilan
C. Metode

Penyuluhan dilakukan dengan cara :

1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi

Penyuluh menjelaskan tentang materi yang dibawakan dan memberikan


kesempatan bertanya pada peserta dan mendiskusikannya.
D. Media

Media yang digunakan dalam penyuluhan antara lain :

1. LCD
2. Laptop
3. Leaflet

E. Materi Penyuluhan
1. Definisi Pemeriksaan Kehamilan
2. Manfaat Pemeriksaan Kehamilan
3. Tujuan Pelayanan Antenatal
4. Alasan dilakukan pemeriksaan Kehamilan
5. Tujuan kunjungan K1
6. Tujuan Kunjungan k2
7. Tujuan Kunjungan k3 dan k4

F. Proses Kegiatan Penyuluhan


a. Pembukaan
a. Menyiapkan diri
b. Mengucapkan salam pembuka
c. Menyampaikan tujuan
2. Penyampaian materi
a. Definisi Pemeriksaan Kehamilan
b. Manfaat Pemeriksaan Kehamilan
c. Tujuan Pelayanan Antenatal
d. Alasan dilakukan pemeriksaan Kehamilan
e. Tujuan kunjungan K1
f. Tujuan Kunjungan k2
g. Tujuan Kunjungan k3 dan k4

b. Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya.


c. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta.
d. Penutup
a. Menyimpulkan topic diskusi bersama-sama.
b. Evaluasi
c. Memberikan reinforcement positip terhadap jawaban yang diberikan oleh
sasaran (peserta).
d. Menutup acara dengan mengucapkan salam penutup.
G. Evaluasi
1. Mengajukan pertanyaan lisan
a. Tes awal apa saja manfaat pemeriksaan kehamilan ?
b. Tes akhir apa saja alasan di lakukan pemeriksaan kehamilan ?

MATERI

A. PEMERIKSAAN KEHAMILAN K1- K4


1. Definisi ANC
Pemeriksaan antenatal care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan
untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Sehingga mampu
menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya
kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba, 2009).

2. Tujuan umum dari ANC


Tujuan Umum dari ANC adalah sebagai berikut :
a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan
tumbuh kembang janin.
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, maternal dan sosial
ibu dan bayi.
c. Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama
hamil, termasuk riwayat penyakti secara umum, kebidanan dan
pembedahan.
d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu
maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
e. Mempesiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI
Eksklusif.
f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi
agar dapat tumbuh kembang secara normal.
g. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.

3. Tujuan khusus
Tujuan khusus dari tindakan ANC adalah
a. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai
dalam kehamilan,persalinan,dan nifas.
b. Mengenali dan mengobati penyulit-penyulit yang mungkin diderita sedini
mungkin.
c. Menurunkan angka morbilitas ibu dan anak.
d. Memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga
berencana, kehamilan, persalinan, nifas dan laktasi.

4. Definisi Pemeriksaan Kehamilan


Pemeriksaan kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan
secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor
kesehatan ibu dan janin agar tercapai kehamilan yang optimal.
Dalam bahasa program kesehatan ibu dan anak, kunjungan antenatal ini
diberi kode angka K yang merupakan singkatan dari kunjungan. Pemeriksaan
antenatal yang lengkap adalah K1, K2, K3 dan K4. Hal ini berarti, minimal
dilakukan sekali kunjungan antenatal hingga usia kehamilan 28 minggu, sekali
kunjungan antenatal selama kehamilan 28-36 minggu dan sebanyak dua kali
kunjungan antenatal pada usia kehamilan diatas 36 minggu.
Selama melakukan kunjungan untuk asuhan antenatal, para ibu hamil
akan mendapatkan serangkaian pelayanan yang terkait dengan upaya
memastikan ada tidaknya kehamilan dan penelusuran berbagai kemungkinan
adanya penyulit atau gangguan kesehatan selama kehamilan yang mungkin
dapat mengganggu kualitas dan luaran kehamilan. Identifikasi kehamilan
diperoleh melalui pengenalan perubahan anatomi dan fisiologi kehamilan
seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Bila diperlukan, dapat dilakukan uji
hormonal kehamilan dengan menggunakan berbagai metoda yang tersedia.

5. Manfaat Pemeriksaan Kehamilan


1. Pemeriksaan kehamilan ini penting karena berguna dalam :
2. Mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu.
3. Memonitor kesehatan ibu dan janin supaya persalinannya aman.
4. Agar tercapainya kesehatan bayi yang optimal.
5. Mendeteksi dan mengatasi dini komplikasi dan penyakit kehamilan yang
mungkin dapat muncul misalnya :
a. Hipertensi dalam kehamilan
b. Diabetes dalam kehamilan
c. Anemi
d. Janin dengan berat badan rendah
e. Kehamilan anggur
f. Plasenta previa (ari-ari menutup jalan lahir)
g. Infeksi dalam kehamilan misalnya keputihan atau infeksi saluran kemih dll

6. Alasan dilakukan pemeriksaan Kehamilan


Ada 6 alasan penting untuk mendapatkan asuhan antenatal, yaitu:
1. Membangun rasa saling percaya antara klien dan petugas kesehatan
2. Mengupayakan terwujudnya kondisi terbaik bagi ibu dan bayi yang
dikandungnya
3. Memperoleh informasi dasar tentang kesehatan ibu dan kehamilannya
4. Mengidentifikasi dan menatalaksana kehamilan risiko tinggi
5. Memberikan pendidikan kesehatan yang diperlukan dalam menjaga kualitas
kehamilan
6. Menghindarkan gangguan kesehatan selama kehamilan yang akan
membahayakan keselamatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.

7. Tujuan kunjungan K1
K1 Kehamilan adalah kontak ibu hamil yang pertama kali dengan petugas
kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan seorang ibu hamil sesuai
standar pada Trimester pertama kehamilan, dimana usia kehamilan 1 sampai 12
minggu dengan jumlah kunjungan minimal satu kali
Meliputi :
1. Identitas/biodata
2. Riwayat kehamilan
3. Riwayat kebidanan
4. Riwayat kesehatan
5. Pemeriksaan kehamilan
6. Pelayanan kesehatan
7. Penyuluhan dan konsultasi
Serta mendapatkan pelayanan 7T yaitu :
1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
2. Ukur Tekanan Darah
3. Skrinning status imunisasi Tetanus dan berikan Imunisasi Tetanus Toxoid (TT)
bila diperlukan
4. Ukur tinggi fundus uteri
5. Pemberian Tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan
6. Test Laboratorium (rutin dan Khusus)
7. Temu wicara (konseling), termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan. Atau yang terbaru 10T yaitu
dengan menambahkan 7T tadi dengan:
8. Nilai status Gizi (ukur lingkar lengan atas)
9. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
10. Tata laksana kasus.
Cakupan K1 yang rendah berdampak pada rendahnya deteksi dini kehamilan
berisiko, yang kemudian mempengaruhi tingginya AKB dan AKI.
Tujuan k1 :
1. Menjalin hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan klien
2. mendeteksi komplikasi-komplikasi/masalah yang dapat diobati sebelum
mengancam jiwa ibu
3. Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorum, anemia karena (-
) Fe atau penggunaan praktek tradisional yang merugikan
4. Memulai mempersiapkan kelahiran dan memberikan pendidikan. Asuhan itu
penting untuk menjamin bahwa proses alamiah dari kalahiran berjalan normal
dan tetap demikian seterusnya.
5. mendorong perilaku yang sehat (gizi, latihan dan kebersihan, istirahat dan
sebagainya) bertujuan untuk mendeteksi dan mewaspadai.
6. Memfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu maupun bayinya dengan
jalan menegakkan hubungan kepercayaan dengan ibu
7. Mengidentifikasi faktor risiko dengan mendapatkan riwayat detail kebidanan
masa lalu dan sekarang, riwayat obstetrik, medis, dan pribadi serta keluarga.
8. Memberi kesempatan pada ibu dan keluarganya mengekspresikan dan
mendiskusikan adanya kekhawatiran tentang kehamilan saat ini dan kehilangan
kehamilan yang lalu, persalinan, kelahiran atau puerperium.
K1 ini mempunyai peranan penting dalam program kesehatan ibu dan anak
yaitu sebagai indikator pemantauan yang dipergunakan untuk mengetahui
jangkauan pelayanan antenatal serta kemampuan program dalam menggerakkan
masyarakat.

8. Tujuan Kunjungan k2
K2 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada
trimester II (usia kehamilan 12 – 28 minggu) dan mendapatkan pelayanan 7T atau
10T setelah melewati K1.
Tujuan k2 :
1. Menjalin hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan klien
2. mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam jiwa
3. Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorum, anemia karena (-
) Fe atau penggunaan praktek tradisional yang merugikan
4. Memulai mempersiapkan kelahiran dan memberikan pendidikan. Asuhan itu
penting untuk menjamin bahwa proses alamiah dari kalahiran berjalan normal
dan tetap demikian seterusnya
5. Mendorong perilaku yang sehat (gizi, latihan dan kebersihan, istirahat dan
sebagainya) bertujuan untuk mendeteksi dan mewaspadai.
6. Kewaspadaan khusus mengenai PIH (Hipertensi dalam kehamilan), tanyakan
gejala, pantau TD (tekanan darah), kaji adanya edema dan protein uria.
7. Pengenalan koplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya
8. Penapisan pre-eklamsia, gameli, infeksi, alat rerproduksi dan saluran
perkemihan.
9. Mengulang perencanaan persalinan.

9. Tujuan Kunjungan k3 dan k4


K3 dan K4 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya
pada trimester III (28-36 minggu dan sesudah minggu ke-36) dua kali kunjungan
akhir) dan mendapatkan pelayanan 7T setelah melewati K1 dan K2.
Tujuan k4
1. Sama dengan kunjungan I dan II
2. Palpasi abdomen
3. Mengenali adanya kelainan letak dan persentase yang memerlukan kehahiran
RS.
4. Memantapkan persalinan Mengenali tanda-tanda persalinan.
Kunjungan antenatal yang di anjurkan sebaiknya dilakukan paling sedikit 4
kali selama kehamilan, yaitu:
1. Satu kali pada trimester pertama
2. Satu kali pada trimester kedua
3. Dua kali pada trimester ketiga

B. TANDA-TANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN


Setiap ibu hamil tentu berharap bisa menjalani kehamilannya dengan mudah
dan persalinan yang lancar. Karenanya, perlu mengetahui hal-hal yang biasanya
menyertai jalannya proses kehamilan. Selain itu wanita hamil juga harus mengenali
beberapa tanda bahaya pada kehamilan supaya bisa segera mencari pertolongan
medis.
1. Mual dan muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum)
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada saat
hamil sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan menyebabkan keadaan
umum tubuh ibu hamil memburuk. Sebenarnya, mual dan muntah merupakan
hal yang biasa dialami oleh ibu hamil pada kehamilan trimester pertama (3
bulan pertama kehamilan), kurang lebih pada 6 pekan setelah haid terakhir dan
umumnya terjadi selama 10 pekan. Tetapi, mual dan muntah ini akan menjadi
masalah yang sangat mengganggu jika terjadi secara berlebihan, yaitu ketika
terlalu sering dan parah sehingga ibu hamil tidak bisa makan dan minum.
Akibatnya, janin terkena imbasnya dehidrasi dan kekurangan gizi. Di samping
itu, mual dan muntah di masa kehamilan (hiperemesis) juga bisa
mengakibatkan rusaknya organ hati dan robeknya selaput lendir kerongkongan
dan lambung sehingga terjadi pendarahan di saluran cerna. Jika tidak dirawat
dan mendapat penanganan yang memadai, hiperemesis bisa menjurus pada
kekurangan gizi dan dapat membahayakan ibu serta janin yang dikandungnya.

2. Kurang darah (anemia)


Anemia ditandai dengan lemah, letih, lesu, pucat, pusing (kadang
berkunang-kunang) dan sering sakit-sakitan. Anemia atau kurang darah
merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu.
Ibu hamil yang anemia tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh ibu dan janin
akan nutrisi dan oksigen yang dibawa dalam darah, sehingga pertumbuhan janin
terganggu. Pada saat melahirkan, wanita yang menderita anemia dapat
mengalami syok karena kehilangan banyak darah dan bahkan berisiko pada
kematian.

3. Berat badan ibu hamil tidak naik


Selama kehamilan, ibu diharapkan mengalami penambahan berat badan
sedikitnya 6 kg. Ini sebagai petunjuk adanya pertumbuhan janin. Tidak adanya
kenaikan berat badan yang diharapkan menunjukkan kondisi gizi yang buruk
pada ibu hamil dan menunjukkan adanya pertumbuhan janin yang terhambat.
4. Nyeri kepala, gangguan penglihatan, kejang dan atau koma, tekanan darah
tinggi
Keluhan di atas merupakan sebagian pertanda adanya preeklamsia.
Selain itu juga ada gejala lain, seperti pandangan kabur/ganda, muntah-
muntah, nyeri pada perut bagian tengah/atas, tangan dan kaki bengkak, jarang
buang air kecil, fungsi hati terganggu, kadar trombosit turun dan sesak napas.
Biasanya terjadi pada usia kehamilan 20 pekan (akhir trimester 2 atau pada
trimester 3) walau juga dapat dijumpai lebih awal. preeklamsia dapat diikuti
terjadinya preeklampsia yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
pencegahan dan penanggulangan Pre Eklampsia, sebaagai berikut :
a. Diet yang tepat dan sesuai.
Karena penyebab pastinya belum diketahui, maka pencegahan utama
yang baik adalah meminta ibu hamil untuk mengurangi konsumsi garam,
meski dianggap tidak efektif menurunkan risiko preeklamsia. Diet yang
dianjurkan cukup protein, rendah karbohidraat, lemak dan garam.
b. Periksalah kehamilan secara teratur
untuk mengetahui kondisi ibu dan janin. Preklamsia yang terdiagnosa
lebih awal, akan memudahkan dokter menyarankan terapi yang tepat untuk
ibu dan janinnya.
c. Perbanyak minum
Sangat dianjurkan ibu hamil untuk minum dalam jumlah yang banyak
tiap hari. Minuman yang baik adalah air putih, karna air akan mendorong
garam ke luar tubuh. Dengan banyak minum akan membuat lebih sering ke
toilet sehingga dapat membawa kelebihan garam bias terbawa keluar,
selain itu juga mengurangi aktivitas. Minimal minum 2 liter per hari.
5. Gerakan janin berkurang atau tidak ada
Di usia 5 bulan kehamilan, ibu sebaiknya memantau gerakan janin,
biasanya 3 kali setiap jamnya. jika pola pergerakannya berubah (berhenti atau
melamban), ini berarti terjadi sesuatu dengan janin yang dikandung. Segera
berkonsultasi dengan bidan atau dokter.

6. Penyakit Ibu yang berpengaruh terhadap kehamilan


Beberapa ibu yang memiliki penyakit seperti kencing manis (diabetes
mellitus), penyakit jantung, anemia, dan penyakit lain yang bisa berpengaruh
pada kehamilan, hendaknya sering kontrol dan berkonsultasi dengan dokter.
Hal ini untuk meminimalisir akibat buruk yang bisa muncul dan
membahayakan jiwa ibu maupun janin yang dikandung. Bahkan, dianjurkan
untuk mempersiapkan diri ketika merencanakan untuk hamil.

7. Ketuban pecah dini (KPD)


Ketuban pecah dini adalah keluarnya cairan ketuban dari vagina setelah
kehamilan berusia 22 pekan. Ketuban dinyatakan pecah lebih dini jika terjadi
sebelum proses persalinan berlangsung. Jika ibu hamil mengalami ketuban
pecah dini, hendaknya segera memeriksakan diri ke bidan atau dokter, karena
kondisi tersebut dapat mempermudah terjadinya infeksi pada kandungan yang
dapat membahayakan ibu maupun janinnya. Ada kemungkinan juga, cairan
yang keluar tersebut bukan air ketuban, melainkan urine akibat adanya tekanan
pada kandung kemih ketika rahim semakin besar. Untuk membedakan apakah
cairan yang merembes tersebut adalah air ketuban atau urine, coba buang air
kecil. Jika setelah itu cairan terus keluar, berarti air ketuban sudah pecah.

8. Pendarahan
Pendarahan dapat terjadi pada usia kehamilan berapapun, dan bisa
menjadi pertanda adanya bahaya yang mengancam, baik pada ibu maupun janin
yang dikandung. Perdarahan sangat ringan tanpa rasa sakit atau nyeri adalah
hal yang biasa terjadi, tapi pendarahan pada awal kehamilan juga bisa
menjadi tanda keguguran.
Pendarahan pada usia kehamilan 4-9 bulan dapat menunjukkan plasenta letak
rendah dalam rahim dan dapat menutup jalan lahir. Perdarahan pada akhir
kehamilan dapat merupakan tanda plasenta terlepas dari rahim. Pendarahan
yang hebat dan terus menerus setelah melahirkan dapat menyebabkan ibu
kekurangan darah dan merupakan tanda bahaya dimana ibu bersalin harus
segera mendapat pertolongan yang tepat dari bidan atau dokter.

9. Demam tinggi
Demam tinggi dapat disebabkan karena infeksi atau penyakit lain. Di
samping itu, ibu hamil lebih rentan terjangkit pilek dan flu. Meskipun demikian,
suami harus tanggap hubungi dokter jika demam berlangsung lebih dari 24 jam
dan suhu tubuh di atas 37,5°C walaupun tidak menunjukkan gejala flu atau
pilek. Hendaknya ibu hamil yang mengalami demam tinggi segera
memeriksakan diri ke dokter supaya mendapat penanganan yang tepat terkait
demam yang dialaminya. Demam tinggi yang tidak ditangani dengan tepat
dapat meningkatkan risiko terjadinya persalinan prematur.

10. Jatuh atau terbentur


Jika terjadi benturan pada perut ataupun terjatuh hingga terjadi
kontraksi, adanya rembesan cairan, atau perdarahan, segera hubungi unit gawat
darurat.

11. Pingsan
Jangan anggap remeh pingsan saat hamil. Bisa jadi, ini adalah
awal masalah yang lebih serius seperti gangguan peredaran darah atau jantung.
Pingsan dapat terjadi akibat otak ibu hamil tidak mendapatkan suolai oksigen
cukup untuk metabolisme, hal ini juga berdampak pada janin.

DAFTAR PUSTAKA

Budisantoso. 2006. Panduan Diagnosis Keperawatan Nanda 2005-2006.


Primamedika, Jakarta

Coad J, 2007. Anatomi & Fisiologi untuk Bidan. Surabaya: Erlangga. 263.

Salmah. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC

www.kesehatanmuslim.com/mengenal-9-tanda-bahaya-pada-kehamilan

www.alodokter.com/bunda-hati-hati-dengan-tanda-bahaya-kehamilan-ini

www.ibu-hamil.web.id/2015/02/10-tanda-bahaya-kehamilan-trimester-pertama-
pdf.html