Anda di halaman 1dari 11

PANDUAN

PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI

Tindakan Nama Jabatan TandaTangan Tanggal

Disiapkan dr. Mila Fitriana MPP 15 Sep 2018

Kabid.
Diperiksa Dr.dr. Junita I, Sp.OG (K) 30 Sep 2018
Pelayanan Medis

Disetujui dr. Mukmin, M.Kes Direktur RS 01 Okt 2018

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 1


KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkah dan nikmatnya
Panduan Pelayanan dan Asuhan Terintegrasi RSIA Mutiara Bunda Tangerang telah selesai disusun.

Panduan Pelayanan dan Asuhan Terintegrasi ini dapat dijadikan acuan guna melaksanakan
pelayanan dan asuhan pasien.

Kami sadar bahwa Panduan Pelayanan dan Asuhan Terintegrasi ini masih jauh dari sempurna
sehingga membutuhkan masukan bagi penyempurnaan panduan ini.

Akhirnya, semoga Panduan Pelayanan dan Asuhan Terintegrasi ini dapat memberikan manfaat bagi
kita semua.

Tangerang, 15 September 2018

Penyusun

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 2


DAFTAR ISI

Halaman Sampul .......................................................................................................................... 1


Kata Pengantar ............................................................................................................................. 2
Daftar Isi ...................................................................................................................................... 3
SK Pemberlakuan ........................................................................................................................ 4
BAB IDEFINISI ........................................................................................................................ 6
BABII RUANG LINGKUP........................................................................................................ 7
BAB IIITATA LAKSANA ........................................................................................................ 8
BAB IV DOKUMENTASI ........................................................................................................... 10

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 3


KEPUTUSAN DIREKTUR

NOMOR : /SK/RSIA-MB/IX/2018

TENTANG

PEMBERLAKUAN PANDUAN PELAYANAN

DAN ASUHAN TERINTEGRASI

DIREKTUR RSIA MUTIARA BUNDA TANGERANG

Menimbang : a. bahwa rumah sakit menghadapi banyak tantangan dalam


memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas;
b. bahwa seiring dengan harapan pasien yang terus meningkat
sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan;
c. bahwa rumah sakit harus memiliki acuan dalam memberikan
pelayanan dan asuhan pasien terintegrasi;
d. bahwa berdasarkan huruf a, b, dan c tersebut di atas maka perlu
di susun panduan pelayanan dan asuhan terintegrasi.
Mengingat : 1. UURI No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran.
2. UURI No. 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.
3. UU RI No. 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan.
4. Panduan Praktik Manajer Pelayanan Pasien, KARS, 2017

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KESATU : PEMBERLAKUAN PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN


TERINTEGRASI DI RSIA MUTIARA BUNDA TANGERANG

KEDUA : Panduan pelayanan dan asuhan terintegrasisebagaimana dimaksud


Diktum Pertama agar digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan
pelayanan pasien di RSIA Mutiara Bunda Tangerang.

KETIGA : Direksi beserta jajarannya di lingkungan RSIA Mutiara Bunda


Tangerang melakukan pembinaan dan pengawasan tentang
pelaksanaan pelayanan dan asuhan terintegrasi.

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 4


KEEMPAT : Panduan pelayanan dan asuhan terintegrasiini akan dievaluasi secara
berkala sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2(dua) tahun.

KELIMA : Surat keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

KEENAM : Apabila dikemudian hari terjadi kekeliruan dalam Surat Keputusan


ini maka akan diadakan perubahan atau perbaikan seperlunya.

Tangerang, 01 Oktober 2018

Direktur

dr. Mukmin, M.Kes

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 5


BAB I
PENGERTIAN

Proses pelayanan dan asuhan pasien bersifat dinamis dan melibatkan banyak Profesional
Pemberi Asuhan (PPA) dan dapat melibatkan berbagai unit pelayanan. Integrasi dan
koordinasi kegiatan pelayanan dan asuhan pasien merupakan sasaran yang menghasilkan
efisiensi, penggunaan SDM dan sumber lainnya efektif, dan hasil asuhan pasien yang lebih
baik. Kepala unit pelayanan menggunakan alat dan teknik untuk melakukan integrasi dan
koordinasi pelayanan dan asuhan lebih baik.

Pelayanan berfokus pada pasien (PCC) diterapkan dalam bentuk Asuhan Pasien Terintegrasi
yang bersifat integrasi horizontal dan vertikal. Pada integrasi horizontal kontribusi profesi
masing-masing PPA adalah sama pentingnya/sederajat. Pada integrasi vertikal pelayanan
berjenjang oleh/melalui berbagai unit pelayanan ketingkat pelayanan yang berbeda, disini
peran Manajer Pelayanan Pasien (MPP) penting untuk integrasi tersebut, dengan komunikasi
yang intensif/memadai dengan PPA.

Suatu kegiatan tim yang terdiri dari dakter,perawat/bidan,nutrisionis dan farmasi dalam
menyelenggarakan asuhan yang terintergrasi dalam satu lokasi rekam medis, yang
dilaksanakan secara kolaborasi dari masing-masing profesi.

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 6


BAB II
RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Asuhan Pasien Terintegrasi pusatnya adalah pasien, mencakup elemen antara
lain sebagai berikut :

1. Keterlibatan dan pemberdayaan pasien dan keluarga.


2. Dokter Penanggung Jawab Pasien sebagai Ketua Tim PPA (ClinicalTeam Leader).
3. PPA bekerja sebagai tim inter disiplin dengan kolaborasi inter profesional, memakai
antara lain dengan Panduan Praktik Klinis (PPK), Panduan Asuhan PPA lainnya, disertai
Alur Klinis terintegrasi/Clinical Pathway, Catatan Perkembangan Pasien
Terintgrasi/CPPT.
4. Perencanaan Pemulangan Pasien/Discharge Planning terintegrasi.
5. Pendidikan Pasien Terintegrasi.
6. Asuhan Gizi Terintegrasi.
7. Manajer Pelayanan Pasien/Case Manager.

Pendokumentasian direkam medis merupakan alat untuk memfasilitasi dan menggambarkan


integrasi dan koordinasi asuhan. Secara khusus, setiap PPA mencatat observasi dan
pengobatan direkam medis pasien. Demikian juga, setiap hasil atau kesimpulan dari rapat
tim atau diskusi pasien dicatat dalam CPPT. Pelaksanaan pelayanan asuhan pasien
terintergrasi dilakukan di seluruh unit pelayanan pasien.

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 7


BAB III
TATALAKSANA

A. Rencana Asuhan
Rencana asuhan menjelaskan asuhan dan pengobatan/tindakan yang diberikan kepada
seorang pasien. Rencana asuhan memuat satu paket tindakan yang dilakukan oleh PPA
untuk memecahkan atau mendukung diagnosis yang ditegakkan melalui asesmen.
Tujuan utama dari rencana asuhan adalah untuk memperoleh hasil klinis yang optimal.
Proses perencanaan bersifat kolaboratif menggunakan data berasal dari asesmen awal
dan asesmen ulang yang dilakukan oleh dokter dan PPA lainnya
(perawat,ahligizi,apoteker ,dsb) untuk mengetahui dan menetapkan prioritas tindakan,
prosedur, dan asuhan PPA lainnya untuk memenuhi kebutuhan pasien.
Pasien dan keluarga dilibatkan dlm proses perencanaan. Rencana asuhan diselesaikan
dalam waktu 24 jam terhitung saat diterima sebagai pasien rawat inap. Berdasar hasil
asses menulang, rencana asuhan diperbaharui atau disempurnakan untuk dapat
menggambarkan kondisi pasien terkini. Rencana asuhan didokumentasikan direkam
medic pasien.
Rencana asuhan pasien harus terkait dengan kebutuhan pasien. Kebutuhan ini mungkin
berubah sebagai hasil dari proses penyembuhan klinis atau ada informasi baru hasil
asesmen ulang.
Rencana asuhan direvisi berdasar perubahan-perubahan ini dan didokumentasikan
direkam medis pasien sebagai catatan dari rencana semula, atau ini dapat menghasilkan
rencana asuhan baru.
Salah satu cara untuk membuat rencana asuhan adalah mengetahui dan menetapkan
sasaran. Sasaran terukur dapat dipilih oleh DPJP dan bekerjasama dengan perawat dan
PPA lainnya. Sasaran terukur dapat diamati, dapat dicapai terkait asuhan pasien dan dari
hasil klinis yang diharapkan. Sasaran ini harus realistik, spesifik pada pasien, dan harus
terkait waktu untuk mengukur kemajuan dan hasil terkait rencana asuhan.

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 8


B. Tata Cara Pemberian Instruksi
Banyak kegiatan asuhan pasien membutuhkan seorang PPA yang kompeten dan
berwenang untuk menuliskan instruksi yang harus dicatat direkam medik pasien.
Kegiatan ini meliputi, misalnya instruksi untuk pemeriksaan dilaboratorium, memesan
obat, asuhan keperawatan khusus, terapi nurtrisi dan sebagainya. Instruksi ini harus dapat
tersedia dengan mudah jika instruksi harus dilaksanakan secepat mungkin. Menempatkan
instruksi dilembar umum atau ditempat tertentu didalam berkas rekam medik
memudahkan pelaksanaan instruksi.
Instruksi tertulis membantu staf mengerti kekhususan perintah, kapan harus
dilaksanakan, siapa harus melaksanakannya dan bersifat delegatif atau mandat. Instruksi
tertulis dapat juga diberikan diformulir tersendiri atau diberikan dengan system
elektronik sesuai regulasi rumah sakit.
Setiap rumah sakit harus mengatur :
1. Jenis instruksi harus tertulis dan dicatat.
2. Permintaan pemeriksaan semua laboratorium (a.l.termasuk pemeriksaan lab PA), dan
diagnostik imajing tertentu harus disertai indikasi klinik.
3. Pengecualian dalam keadaan khusus, seperti antara lain di IGD, unit intensif.
4. Siapa yang diberi kewenangan memberi instruksi, dimana perintah diletakkan
didalam berkas rekam medik pasien.
C. Tindakan Klinik dan Diagnostik
Informasi tentang siapa yang meminta prosedur/ tindakan ini dan alasannya dicatat dan
dimasukkan didalam berkas rekam medis pasien. Dirawat jalan bila dilakukan tindakan
diagnostic invasif/berisiko, termasuk pasien yang dirujuk dari luar, juga harus dilakukan
asesmen serta pencatatannya dalam rekam medis.
Contoh tindakan seperti ini adalah tindakan invasive juga pada pemeriksaan laboratorium
(PK,PA) juga pada tindakan noninvasif.
D. Informasi Hasil Asuhan
Asuhan dan proses pengobatan merupakan siklus berkesinambungan dari asesmen dan
asesmen ulang, perencanaan dan pemberian asuhan, dan evaluasi hasil.Pasien dan
keluarga diberitahukan tentang hasil dari proses asesmen, tentang perencanaan asuhan
dan pengobatan dan diikutsertakan dalam pengambilan keputusan. Langkah asuhan
bersifat siklis sehingga pasien perlu diberi informasi tentang hasil asuhan, perkembangan

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 9


dan pengobatan, termasuk informasi tentang hasil asuhan yang tidak diharapkan.
Pemberian informasi tersebut dilakukan oleh PPA terkait, untuk KTD oleh DPJP.

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 10


BAB IV
DOKUMENTASI

1. Formulir Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT)


2. Formulir A dan B Manajer Pelayanan Pasien
3. Formulir Edukasi Terintegrasi
4. Formulir Discharge Planning
5. Formulir Permintaan Pemeriksaan Penunjang
6. Formulir Rencana Pengobatan

PANDUAN PELAYANAN DAN ASUHAN TERINTEGRASI 11