Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (YME) atas rahmat dan serta
hidayah-Nya, Saya beserta kelompok dapat menyelesaikan Tugas Makalah Mata
Kuliah Manajemen Keuangan Internasioanal dengan topik “Pembiayaan Perdagangan
Internasional”.

Tugas Makalah Mata Kuliah Manajemen Keuangan Internasioanal dengan


topik “Pembiayaan Perdagangan Internasional”. Bertujuan untuk memahami terhadap
penentuan nilai tukar yang yang dihadapi oleh kondisi saat ini.

Laporan ini disusun sesuai dengan proses analisis mengenai segala yang telah
kami lakukan tentang merangkum berbagai macam sumber dari buku, jurnal, makalah
dan situs yang terkait

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam


proses penyusunan. Oleh karena itu saya menerima segala kritik dan saran, agar kami
dapat memperbaiki laporan penyusunan Tugas Makalah Mata Kuliah Manajemen
Keuangan Internasioanal dengan topik “Pembiayaan Perdagangan Internasional”.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan
juga inspirasi terhadap pembaca.

Sidoarjo, 12 Desember 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. 1


DAFTAR ISI ................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 3
1.3 Tujuan .................................................................................................................. 3
1.4 Manfaat ................................................................................................................ 3
BAB II ........................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ........................................................................................................... 5
2.1 Pengertian Pembayaran Perdagangan Internasional ............................................ 5
2.2 Metode Pembayaran Perdagangan Internasional................................................. 5
2.3 Badan yang Memungkinkan Terselenggaranya Perdagangan Internasional ..... 16
BAB III20PENUTUP ................................................................................................. 20
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 20
3.2 Saran .................................................................................................................. 20
BAB IV DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 21

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perdagangan internasional merupakan salah satu aspek penting dalam


perekonomian setiap negara di dunia. Dengan perdagangan internasional,
perekonomian akan saling terjalin dan tercipta suatu hubungan ekonomi yang
saling mempengaruhi suatu negara dengan negara lain serta lalu lintas barang dan
jasa akan membentuk perdagangan antar bangsa. Perdagangan internasional
merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat suatu negara.

Terjadinya perekonomian dalam negeri dan luar negari akan menciptakan


suatu hubungan yang saling mempengaruhi antara satu negara dengan negara
lainnya, salah satunya adalah berupa pertukaran barang dan jasa antarnegara.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pembayaran perdagangan internasional?

2. Metode apa saja yang menentukan pembayaran perdagangan internasional?

3. Badan apa yang mendukung Pembiayaan Perdagangan Internasional?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pembayaran perdagangan


internasional.

2. Untuk mengetahui metode apa saja yang menentukan pembayaran


perdagangan internasional.

3. Untuk mengetahui badan apa saja yang mendukung Pembiayaan


Perdagangan Internasional penting.

1.4 Manfaat

Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara


teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai bahan
pertimbangan dan acuan untuk menambah ilmu dalam Manajemen Keuangan
internasional. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi :

3
1. Bagi Penulis

- Memberikan penambahan wawasan serta pengalaman dalam penulisan


tentang materi “Pembiayaan Perdagangan Internasional”.

- Memberikan pengetahuan tambahan dan dapat dimanfaatkan atau di


implementasikan dimasa yang akan datang dalam mengambil suatu
keputusan didalam perusahaan ataupun organisasi.

2. Bagi Lembaga

- Serta dapat dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas


mahasiswa dimasa depan.

3. Bagi Pembaca

- Dapat sebagai bahan informasi dan pertimbangan dalam penerapan


pemahaman tentang “Pembiayaan Perdagangan Internasional”.

- Dapat bermanfaat dan memahami dengan mudah mengenal pemahaman


tentang “Pembiayaan Perdagangan Internasional”.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pembayaran Perdagangan Internasional

Pengertian Pembiayaan atau financing, yaitu pendanaan yang diberikan


oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang telah
direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun lembaga. Dengan kata lain,
pembiayaan adalah pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang
telah direncanakan.

Pada transaksi perdagangan internasional mana pun, umumnya tersedia kredit


yang di berikan baik oleh :

1. Pemasok ( Eksportir )
2. Pembeli ( Importir )
3. Satu atau beberapa institusi keuangan
4. Kombinasi dari pemberi kredit diatas.

2.2 Metode Pembayaran Perdagangan Internasional

Metode dasar yang digunakan dalam menyelesaikan transaksi internasional


dengan tingkat resiko yag berbeda bagi eksportir maupun importir adalah sebagai
berikut:

A. Metode Pembayaran Terlebih Dahulu

Metode pembayaran terlebih dahulu adalah suatu sistem pembayaran, dimana


pihak eksportir (penjual) akan mengirimkan barang dagangannya setelah eksportir
(penjual) menerima pembayaran harga barang tersebut. Sistem pembayaran
seperti ini sangat menguntungkan dan sangat aman bagi pihak eksportir (penjual)
tetapi sangat tidak aman bagi pihak importer (pembeli). Sebab, setelah uang
diterima oleh pihak eksportir, berbagai kemungkinan atas barang objek jual beli
dapat terjadi. Bisa jadi barang tersebut tidak sesuai dengan pesanan, hilang
ditengah jalan, atau karena sesuatu hal dan lain hal bahkan barang tersebut tidak
dikirim samasekali oleh pihak eksportir.

5
Karena itu, metode pembayaran secara advance ini sangat jarang diikuti dalam
praktek, kecuali dalam hal-hal seperti :

1. jika bonafiditas dan kejujuran pihak eksportir sudah dikenal dikalangan


pedagang secara luas.
2. Jika ada hubungan khusus antara eksportir dengan importer, misalnya
adahubungan saudara, hubungan teman atau hubungan antara perusahaan
yang terafiliasi dalam satu group usaha.
3. Jika transaksi tersebut terhadap order barang-barang yang harganya
relativerendah. Misalnya pemesanan dengan surat atas pembelian buku,
atau benda-benda lainnya.
1. Letter of Credit ( L/C )

L/C merupakan instumen yang diterbitkan oleh bank atas nama importir
(pembeli) yang berisi janji untuk membayar eksportir ( penerima manfaat ) setelah
dokumen pengiriman bersamaan dengan perjanjian yang ditentukan diserahkan.
Dampaknya adalah bank memberikan kredit kepada pembeli.

Metode ini merupakan jalan tengah untuk penjual dan pembeli karena
metode ini memberikan keuntungan tertentu pada kedua pihak. Eksportir
mendapatkan kepastian menerima pembayaran dari bank penerbit selama
eksportir dapat memberikan dokumen sesuai dengan L/C. Fitur penting pada L/C
adalah bahwa bank penerbit wajib membayar L/C tanpa mempertimbangkan
kemampuas atau keinginan pembeli untuk membayar barang tersebut.

Sebaliknya importir tidak perlu membayar barang hingga pengiriman


dilakukan dan dokumen disajikan dengan lengkap. Namun, importir tetap
mengendalkan eksportir untuk mengirim barang sesuai yang dijelaskan dalam
dokumen, karena L/C tidak menjamin bahwa barang yang dibeli sesuai yang ada
faktur dan barang yang dikirim.

2. Dokumen Pertukaran

Draft merupakan permintaan tanpa syarat yang dikeluarkan suatu pihak


( biasanya eksportir ) yang meminta pembeli untuk membayar jumlah nominal
yang tertera setelah draf diserahkan. Draf merupakan permintaan formal dari
eksportir untuk mendapatkan pembayaran dari pembeli. Daraf tidak melindungi
eksportir sejauh L/C karena bank tidak diwajibkan untuk melakukan pembayaran
atas nama pembeli.

Dalam terminologi perbankan, transaksi ini dikenal dengan documentary


collection ( pengumpulan dokumen ). Dalam transaksi semacam ini, bank-bank
dari kedua belah pihak bertindak sebagai perantara dalam pemprosesan dokumen-

6
dokumen pengiriman dan penagihan pembayaran. Ada 2 proses berdasarkan cara
pengiriman yaitu:

1. Sight Draft
Yaitu eksportir akan dibayar setelah pengiriman dilakukan dan draf
diberikan pada pembeli untuk memperoleh pembayaran. Kondisi ini disebut
dokumen setelah pembayaran. Metode ini memberikan perlindungan pada
eksportir, karena bank hanya memberikan dokumen pengiriman sesuai
instruksi eksportir.

2. Time Draft
Yaitu eksportir memberikan instruksi kepada bank pembeli untuk
memberikan dokumen pengiriman sebelum draf ditandatangani. Metode ini
disebut dokumen sebelum pembayaran/akseptasi.

Metode ini memberikan keuntungan karena kedua belah pihak bertindak


sebagai agen penagih, selain itu ada resiko dimana draf merupakan kewajiban
keuangan yang mengikat pada kasus dimana eksportir ingin menuntut piutang
tak tertagih melalui pengadilan. Resiko tambahannya yaitu jika pembeli tidak
dapat membayar draft saat jatuh tempo, bank tidak wajib menalangi
pembayaran, eksportirlah yang menanggung seluruh resiko dan karenanya
harus mengevaluasi pembeli.

3. Konsinyasi
Perjanjian konsinyasi yaitu dimana eksportir barang pada importir tetapi
mempertahankan kepemilikan barang. Importir memiliki akses terhadap
barang tetapi tidak perlu membayar hingga barang terjual kepihak ketiga.
Eksportir memercayai importir untuk mengirim pembayaran barang yang telah
terjual.

Jika importir tidak dapat membayar, eksportir memiliki keterbatasan


penagihan, karena tidak ada draft sementara barang telah terjual. Karena
resiko tinggi ini, konsinyasi jarang digunakan kecuali antara perusahaan
afiliasi atau anak perusahaan dengan induk perusahaan. Beberapa pemasok
peralatan mengizinkan importir untuk mempertahankan beberapa
perlengkapan di tempat penjualan sebagai model. Setelah model terjual atau
setelah periode tertentu, pembayaran untuk pemasok dikirimkan.

7
4. Penundaan Pembayaran ( Open Account )
Kebalikan dari pembayaran di muka adalah transaksi utang di mana
eksportir mengirim barang dan mengharapkan pembeli mengirimkan
pembayaran sesuai perjanjian yang telah disepakati. Eksportir sepenuhnya
mengandalkan kelayakan keuangan, integritas, dan reputasi pembeli. Seperti
yang diperkirakan, metode ini digunakan jika pembeli dan penjual saling
percaya dan telah sering berhubungan.

Meskipun berisiko, seperti adanya kemungkinan pembayaran yang tidak


sesuai dengan perjanjian, kurang atau terlambat pembayaran atau bahkan
karena ada sesuatu dan lain hal, harga tidak dibayar sama sekali. Transaksi
open account digunakan secara luas, biasanya dilakukan antara induk
perusahaan dengan anak perusahaan atau dengan perusahaan yang terafiliasi,
umumnya antar negara industri di Amerika dan Eropa. Salah satu sistem
pembayaran secara open account ini adalah jika barang dikirim secara rutin
sedangkan pembayaran dilakukan secara periodix, miasalnya dibayar tiap tiga
bulan sekali.

8
Tabel perbandingan Berbagai Metode Pembayaran

Metode Waktu pembayaran Saat Barang tersedia Resiko Eksportir Resiko Importir
Sebelum Sepenuhnya mengandalkan eksportir untuk mengirim
Pembayaran di muka Setelah pembayaran Tidak ada
pengiriman barang yang dipesan.
Risiko kevcil atau tanpa risiko, Pengiriman pasti dilakukan, namun mengandalkan
L/C Saat pengiriman Setelah pembayaran
tergantung dari syarat kredit eksportir untuk mengirim barang sesuai dokumen.
Sight draft, dokumen Saat draf diberikan pada Barang telah dikirim sekalipun draf Sama seperti diatas dgn pengecualian importir dapat
Setelah pembayaran
setelah pembayaran pembeli tidak dibayar memeriksa barang sebelum dibayar.
Time draft, dokumen Pada saat draf jatuh Mengandalkan pembeli untuk
Sebelum pembayaran Seperti diatas
setelah barang diterima tempo membayar draf
Memungkinkan importir untuk
Pada saat pembeli
Konsinyasi Sebelum pembayaran menjual barang sebelum membayar Tidak ada, memperbaiki arus kas pembeli.
menjual barang
eksportir
Sepenuhnya mengandalkan pembeli
Penundaan
Sesuai persetujuan Sebelum pembayaran untuk membayar jumlah yang Tidak ada
pembayaran
disepakati

9
B. Metode Pembiayaan Perdagangan

Beberapa metode pembiayaan perdagangan internasional yang sering digunakan :

1. Pendanaan Piutang Usaha (accounts receivable financing)

Pada beberapa kasus yang sering terjadi eksportir barang mungkin


bersedia mengirim barang ke importir tanpa jaminan pembayaran dari bank
namun sebelum pengiriman eksportir harus melihat dan mempertimbangkan untuk
menilai kelayakan kreditnya terhadap importir. Jika eksportir bersedia menunda
pembayaran artinya eksportir akan memberikan kredit pada pembeli. Cara di atas
merupakan pengiriman open account atau time draft.

Jika eksportir membutuhkan dana cepat maka eksportir dapat meminta


pembiayaan dari bank. Seperti transaksi pembiayaan piutang usaha (accounts
receivable financing) yaitu bank menyediakan kredit kepada eksportir yang
dijamin dengan piutang. Seorang eksportir yang membutuhkan dana bisa dengan
segera memperoleh pinjaman bank yang aman dengan menjaminkan piutang.
Namun jika importir gagal membayar eksportir dengan alasan apapun, eksportir
bertanggung jawab untuk melunasi pinjaman terhadap bank.

Pembiayaan piutang usaha mempunyai resiko tambahan yaitu pembatasan


dari pemerintah dan pengendalian nilai tukar yang menghalangi pembayaran
pembeli kepada eksportir akibatnya tingkat bunga pinjaman lebih tinggi
dibandingkan dengan pembiayaan piutang domestik. Untuk memindahkan risiko
tambahan dari piutang asing eksportir dan bank mensyaratkan asuransi kredit
ekspor sebelum melakukan pembiayaan piutang asing. Jangka waktu pembiayaan
biasanya antara satu hingga enam bulan.

2. Anjak Piutang (factoring)

Eksportir menjual piutang tanpa perjanjian untuk menebusnya kembali


(recourse) dan menanggung semua tanggung jawab administrasi dengan
penagihan piutang dari pembeli serta eksposur kredit pembeli.

Pada saat eksportir mengirim barang sebelum menerima pembayaran,


saldo piutangnya akan meningkat kecuali jika mendapatkan kredit dari bank
dengan jaminan piutang Eksportir harus selalu memonitor keberhasilan penagihan
piutang. Karena ada resiko bahwa pembeli tidak akan membayar, eksportir bisa
menjual piutang kepada pihak ke-3 yang disebut perusahaan anjak piutang yaitu
melibatkan jaringan perusahaan anjak piutang dari bebagai Negara yang menilai
resiko kredit dari para importir (Anjak Piutang Lintas Negara/ Corss Border
factoring). Factor dari eksportir akan menghubungi faktor lain dalam Negara

10
importir untuk menilai kesehatan keuangan dari importir dan menangani proses
penagihan piutang.

Anjak piutang (factoring) memberikan beberapa keuntungan pada eksportir


yaitu :

1. Dengan menjual piutang eksportir tidak perlu khawatir mengenai


proses administrasi yang terkait untuk mempertahankan dan
memonitor buku besar piutang.
2. Perusahaan anjak piutang mengambil alih eksposur kredit pembeli
sehingga eksportir tidak perlu mempekerjakan karyawan untuk menilai
kelayakan kredit seorang pembeli asing.
3. Dengan menjual piutang pada perusahaan anjak piutang eksportir
menerima pembayaran segera dan memperbaiki arus kasnya.
Jasa anjak piutang biasanya disediakan oleh anak perusahaan dari bank
bank komersial yang bergerak dalam bidang anjak piutang, perusahaan keuangan,
dan institusi institusi keuangan khusus lain.

3. Letter of credit (L/C)

Letter of credit (L/C) merupakan bentuk pembiayaan perdagangan tertua


yang masih digunakan. L/C merupakan komponen penting dalam berbagai
transaksi perdagangan internasional. L/C merupakan pengambilalihan oleh bank
untuk melakukan pembayaran atas nama pihak tertentu untuk penerima manfaat
berdasarkan kondisi tertentu. Penerima manfaat (ekspotir) dibayar setelah
menyerahkan dokumen yang diminta sesuai dengan persyaratan pada L/C. L/C
melibatkan dua bank, baik importir dan bank eksportir. Bank penerbit yang
memberikan kredit pada importir.

Bank tersebut menjamin pembayaran pada eksportir, jika eksportir


memenuhi persyaratan dan kondisi pada L/C. L/C yang terkait dengan
perdagangan disebut commercial letter of credit atau import/export letter of credit.

Terdapat dua jenis L/C yaitu yang pertama dapat dibatalkan (revocable)
maksudnya dapat dibatalkan atau ditunda kapan pun tanpa pemberitahuan
sebelumnya pada penerima manfaat, dan bentuk ini jarang digunakan.

Kedua L/C yang tidak dapat dibatalkan maksudnya tidak dapat diubah
tanpa persetujuan penerima manfaat dan mewajibkan bank penerbit untuk
menalangi pembayaran sesuai dengan yang tertera pada L/C. Bank yang
menerbitkan L/C dinamakan bank penerbit (issuing bank). Bank koresponden
yang menerima L/C dari bank penerbit adalah bank yang berlokasi di negara
pihak penerima manfaat yang dinamakan bank penjaminan (advising bank).

11
Terdapat tiga bentuk dokumen L/C yaitu :

1. Draft merupakan perjanjian tanpa syarat yang dibuat suatu pihak


(eksportir), untuk meminta importir membayar jumlah yang tertera
pada draf saat diserahkan atau pada tanggal tertentu di masa depan.Jika
draft berbentuk sight draft, maka draft akan dibayar saat dokumen
diberikan. Jika draft harus dibayar pada tanggal tertentu di kemudian
hari (time draft), dan diterima oleh importir, maka draft tersebut
dikenal sebagai trade aceptance. Banker’s acceptance.

2. Dokumen penerimaan (konosemen) Dokumen ini merupakan tanda


terima pengiriman dan berisi biaya pengiriman, dan yang lebih
penting, dokumen ini memindahkan hak milik barang.

- Tahap pembukaan
Importir mengajukan permohonan pembukaan L/C kepada sebuah
Bank yang dianggap bonafide. Untuk ini importir diminta mengisi
formulir aplikasi (permohonan) pembukaan L/C yang mencantumkan
semua syarat yang harus dipenuhi oleh eksportir di negara lain.

- Tahap penerusan kredit advis


Apabila Issuing Bank menyetujui aplikasi pembukaan L/C, maka
Issuing Bank menerbitkan "kredit advis" yang menyebutkan bahwa
pembeli akan membayar sejumlah uang kepada penjual atas barang
yang dibeli. Kredit advis ini dilengkapi dengan syarat-syarat yang
tercantum daim formulir permohonan L/C yang ditujukan kepada Bank
di tempat eksportir, sebagaimana disyaratkan dalam formulir aplikasi
tersebut.

Apabila nama dari Bank di negara eksportir tidak disyaratkan oleh


importir, maka biasanya Bank pembuka L/C akan memilih sendiri
Advising Banknya yaitu Bank korespondennya yang setelah menerima
advis kredit kemudian akan meneruskannya kepada eksportir.
Advising Bank ditempat eksportir inilah yang akan melakukan
pembayaran atau akseptasi atau negosiasi atas dokumendokumen yang
disyaratkan dan diserahkan oleh eksportir.

Dalam tahap penerusan kredit advis ini, adakalanya terjadi suatu


perubahan dari kondisi L/C yang harus dilakukan dan harus
disampalkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam L/C, sehingga
L/C yang dibuka harus dimintakanamandements (perubahan-
perubahan) terhadap syarat L/C, khususnya sebelum L/C jatuh tempo.

12
Adanya perubahan terhadap syarat-syarat L/C harus dimintakan
persetujuan dari pihak-pihak yang terlibat dalam L/C.Sekiranya sudah
disetujui dan sudah cukup lengkap dan tepat, kemudian disampaikan
oleh Advising Bank kepada eksportir dengan surat, kawat atau telex
sesuai dengan permintaan importir.

- Tahap pengapalan barang


Setelah eksportir menerima kredit advis dari Bank koresponden,
maka eksportir mengajukan formulir Pemberitahuan Ekspor Barang
(PEB) kepada Perusahaan Pelayaran untuk dapat mengirim barang
yang akan diekspor.

Dalam instruksi muat tercantum: jumlah dan kualitas, harga barang,


pelabuhan tujuan, nama pembeli dan penerima barang di luar negeri,
shipping mark, serta syarat pembayaran freight. Formulir PEB tersebut
diajukan kepada kantor Bea dan Cukai untuk mendapatkan izin meat
barang, yang menunjukkan bahwa barang dapat diekspor dan
Maskapai Pelayaran melaksanakan pemuatan barang ke atas kapal dan
mengeluarkan dokumen pengangkutan atau Bill of Lading (B/L).
Dokumen pengangkutan yang asli dikirimkan kepada pembeli, sedang
copy-nya diberikan kepada eksportir.

- Tahap pengumpulan dokumen


Eksportir yang telah menerima dokumen pengangkutan selanjutnya
mengumpulkan dokumen-dokumen yang disyaratkan, yaitu dokumen
pengangkutan (Bill of Lading/ Airway Bill/ Railway Bill); Invoice
(Profoma Invoice/ Comercial Invoice/ Consular Invoice); Dokumen
asuransi (Insurance Policy/ Insurance Certificate/ Cover Note).

Dokumen-dokumen utama tersebut masih harus ditambah dengan


dokumen-dokumen lain sebagai pelengkap, yaitu dokumen yang
diperlukan sesuai dengan jenis barang yang diperjanjikan. Misalnya
certificate of analysis, certificate of origin dan sebagainya.

- Tahap penyelesaian pembayaran


Bank pembayar meneliti kelengkapan dan kebenaran formal
dokumen dari dokumen yang dipersyaratkan dan ternyata sudah sesuai
dengan kredit advis, maka Bank pembayar sejumlah uang yang
diperjanjikan kepada eksportir.

13
3. Faktur komersial (commercial invoice)
Deskripsi barang yang dijual untuk pembeli dari eksportir (penjual),
yang umumnya terdiri atas informasi berikut :

- Nama dan alamat penjual

- Nama dan alamat pembeli

- Tanggal

- Syarat pembayaran

- Harga, termasuk biaya pengiriman, penanganan, dan asuransi jika ada

- Jumlah, berat, pengepakan, dan lain-lain

- Informasi pengiriman

Beberapa jenis L/C yang bermanfaat untuk membiayai perdagangan:

1. L/C standby digunakan untuk menjamin pembayaran pada pemasok. L/C


menjanjikan pembayaran pada penerima manfaat jika pembeli gagal membayar
sesuai kesepakatan.

2. Transferable L/C merupakan variasi dari L/C komersial standar yang


memungkinkan penerima manfaat pertama untuk memindahkan sebagian atau
seluruh L/C pada pihak ketiga.

3. Assigment of proceeds. Penerima manfaat awal L/C menjanjikan pembayaran


untuk pemasok akhir setelah L/C diterima. Pemasok akhir memiliki jaminan dari
bank bahwa jika dan ketika dokumen diserahkan sesuai kesepakatan pada L/C
bank akan membayar pemasok akhir sesuai dengan instruksi penjaminan.

Keunggulan Letter of Credit

L/C memiliki beberapa keunggulan dari metode pembiayaan perdagangan


internasional di bandingkan dengan yang lainnya, yaitu :

1. Mempermudah lalu lintas pembayaran

2. Mengamankan dana yang disediakan importir untuk melunasi kewajiban.

3. Menjamin kelengkapan dokumen pengapalan.

14
Keuntungan yang diperoleh eksportir dari L/C :

1. Kepastian pembayaran dan menghindari risiko.


Sekalipun eksportir tidak mengenal importir, tetapi dengan adanya L/C
sudah merupakan jaminan bagi eksportir bahwa tagihannya pasti dilunasi bank
sesuai ketentuan. Reputasi atau nama baik bank yang membuka L/C
merupakan jaminan pokok, dan jaminan pembayaran itu akan menjadi ganda
bila bank devisa yang bertindak sebagai Advising Bank juga memberikan
konfirmasinya. Jadi risiko untuk tidak terbayar menjadi sangat minim. Di sini
terlihat besarnya peranan bank dalam memperlancar perdagangan
internasional.

2. Penguangan dokumen dapat langsung dilakukan


Bila barang sudah dikapalkan, maka dengan adanya L/C shipping
documents dapat langsung diuangkan atau dinegosiasikan dengan Advising
Bank dan tidak perlu lagi menunggu pembayaran atau kiriman uang dari
importir. Advising Bank atau Negotiating Bank tidak ragu untuk melunasi
dokumen pengapalan itu karena pembayarannya sudah dijamin oleh Opening
Bank. Sebaliknya, bila tidak ada L/C maka eksportir tidak mungkin
menegosiasikan shipping documents sehingga harus menunggu transfer
ataukiriman uang lebih dahulu dari importir, atau dokumen harus dikirimkan
dulu untuk "Collection"

3. Biaya yang dipungut bank untuk negosiasi dokumen relatif kecil bilaada
L/C
4. Terhindar dari risiko pembatasan transfer valuta
Di berbagai negara terdapat pembatasan transfer valuta asing dan
diperlukan izin impor sebelum dilakukan pembukaan L/C. Bank devisa di
negara importir sudah mengetahui ketentuan ini dan mereka baru bersedia
membuka L/C bila semua ketentuan Pemerintah sudah dipenuhi oleh importir.
Oleh karena itu, pada setiap pembukaan L/C Opening Bank sudah
menyediakan valuta asing untuk setiap tagihan yang didasarkan pada L/C
tersebut. Dengan demikian eksportir terhindar dari risiko non-payment yang
mungkin terjadi bila transaksi dilakukan tanpa L/C.

5. Kemungkinan memperoleh uang muka atau kredit tanpa bunga


bila importir bersedia membuka L/C dengan syarat "Red Clause", maka
eksportir dapat memperoleh uang muka dari L/C yang tersedia. Ini berarti
eksportir mendapat kredit tanpa bunga atau semacam uang panjar yang
biasanya diperlukan untuk memulai produksi barang yang akan diekspor itu.

15
Keuntungan L/C bagi importir:

1. Pembukaan L/C dapat diartikan bahwa Opening Bank meminjamkan nama baik
dan reputasinya kepada importir sehingga dapat dipercayai oleh eksportir.
Eksportir yakin bahwa barang yang akan dikirimkan pasti akan dibayar.

2. L/C merupakan jaminan bagi importir, bahwa dokumen atas barang yang
dipesan akan diterimanya dalam keadaan lengkap dan utuh, karena akan diteliti
oleh bank yang sudah mempunyai keahlian dalam hal itu.

3. Importir dapat mencantumkan syarat-syarat untuk pengamanan yang pasti akan


dipatuhi oleh eksportir agar dapat menarik uang dari L/C yang tersedia.

4. Akseptasi Bank Akseptasi Bank merupakan dokumen pertukaran atau time


drive yang dibuat dan diterima suatu bank. Merupakan kewajiban bank penerima
untuk membayar pemegang dratf pada saat jatuh tempo

Akseptasi bank memberikan manfaat bagi eksportir, importer dan bank


penerbit. Eksportir tidak perlu memikirkan risiko kredit importir karena dapat
menembus pasar asing baru tanpa memertimbangkan risiko kredit calon
konsumen.

Manfaat akseptasi bagi importer adalah adanya akses yang lebih besar
untuk membeli perlemgkapan dan produk lain dari pasar asing. Tanpa akseptasi
bank, eksportir mungkin tidak bersedia menanggung risiko kredit importer. Bank
penerbit akseptasi bank memperoleh manfaat dari komisi penerbit akseptasi bank.
Komisi yang dibebankan bank ke konsumen ini mencerminkan persepsi kelayakan
kredit konsumen. Investor biasanya bersedia membeli akseptasi bank sebagai
investasi karena hasil, keamanan dan likuiditasnya.saat bank menerbitkan
akseptasidan menjualnya, bank tersebut sebenarnya menggunakan uang investor
untuk membiayai konsumen bank. Akibatnya, bank mencipkan aktiva pada harga
tertentu, menjualnya dengan harga berbeda dan memperoleh komisi (selisih)
sebagai bayaranya.

2.3 Badan yang Memungkinkan Terselenggaranya Perdagangan


Internasional

Karena risiko yang melekat pada perdagangan internasional, institusi


pemerintah dan sector swasta menawarkan berbagai bentuk kredit ekspor,
pembiayaan ekspor dan program penjaminan untuk mengurangi risiko dan
menstimulasi perdagangan internasional.

16
Tiga badan utama yang menyediakan jasa tersebut di Amerika adalah :

Export-Import Bank ( Ex-Imbank) AS


Private Export Funding Corporation (PEFCO )
Overseas Private Investment Corporation ( OPIC )

Masing-masing badan akan dijelaskan secara terpisah

1. Export-Import Bank of the United States

Export-Import Bank didirikan pada tahun 1934 dengan tujuan awal untuk
memfasilitasi perdagangan soviet-Amerika. Misalnya sekarang adalah untuk
membiayai dan memfasilitasi ekspor barang dan jasa Amerika dan
mempertahankan daya saing perusahaan Amerika di pasar luar negri.

Program Ex-Imbank umumnya didesain untuk mendukung sector swasta


untuk membiayai perdagangan ekspor dengan mengambil alih beberapa kredit
risiko terkait dan memberikan pembiayaan langsung pada importir asing
ketika pemberi pinjaman swasta tidak bersedia. Untuk memenuhi tujuan ini,
Bank ExIm menawarkan program yang dikelompokan menjadi :

1) Penjaminan
2) Pinjaman
3) Asuransi Bank , dan
4) Asuransi Kredit ekspor

Masing-masing tujuan akan dijelaskan secara terpisah:

1. Program Penjaminan

Dua program penjaminan yang paling banyak digunakan adalahProgram


Penjaminan Modal Kerja (Working Capital Guarantee
Program) dan Program Penjaminan Jangka Menengah (Medium-Term
Guarantee Program). Program penjaminan modal kerja mendorong bank
komersial untuk memberikan pembiayaan ekspor jangka pendek untuk
eksportir yang layak dengan memberikan jaminan komprehensif atas 90
himgga 100 persen dari pokok dan bunga pinjaman. Pinjaman sepenuhnya
dijamin oleh piutang ekspor dan persediaan ekspor dan mengharuskan
pembayaran biaya penjaminan ke Ex-Imbank. Piutang ekspor biasanya disertai
asuransi dan kredit atau L/C.

Program penjaminan mendorong peminjam komersial untuk membiayai


penjualan barang modal dan jasa AS untuk pembeli asing yang telah disetujui,

17
Ex-Imbang menjamin 100 persen dari pokok dan bungan pinjaman. Jumlah
pembiayaan tidak dapat melebihi 85 persen dari harga kontrak. Biaya
penjaminan yang dibayar ke Ex-Imbank ditentukan oleh syarat pembayaran
dan risiko pembeli. Ex-Imbank saat ini menawarkan program sewa guna usaha
untuk membiayai barang modal dna jasa pelayanan terkait.

2. Program Pinjaman

Dua dari program pinjaman yang paling trekenal adalah Program


Pinjaman Langsung (Direct Loan Program) dan Program Pinjaman
Pembiayaan Proyek (Project Finance Loan Program). Melalui program
pinjaman langsung, Ex-Imbank menawarkan pinjaman dengan suku bunga
tetap langsung pada pembeli asing untuk membeli barang modal dan jasa AS
untuk jangka menengah atau jangka panjang. Periode pelunasan tergantung
dari jumlah pinjaman tapi umumnya berkisar antara satu hingga lima tahun
untuk transaksi jangka menengah dan tujuh hingga sepuluh tahun untuk
transaksi jangka panjang.

Program Pinjaman Pembiayaan Proyek memungkinkan bank, atau Ex-


Imbank, atau gabungan keduanya untuk memberikan pembiayaan jangka
panjang atas barang modal dan pelayanan terkait untuk proyek besar. Program
ini umumnya mewajibkan pembayaran kas sebesar 15 persen dari pembeli
asing dan memungkinkan penjaminan hingga senilai 85 persen dari kontrak.
Komisi dan suku bunga berbeda tergantung dari risiko proyek.

3. Program Asuransi Bank

Ex-Imbank menawarkan beberapa kebijakan asuransi untuk bank. Yang


palng sering digunakan adalah Kebijakan L/C Bank (Bank Letter of Credit
Policy). Kebijakan ini memungkinkan bank untuk mengonfirmasi L/C yang
diterbitkan bank asing untuk pembelian ekspor AS. Tanpa asuransi ini,
beberapa bank tidak bersedia mengambil alih risiko komersial dan politik
terkait saat mengonfimasi L/C. bank diberikan asuransi hingga 100 persen atas
bank pemerintah dan 95 persen atas bank lain. Premi asuransi ditentukkan
berdasarkan jenis pembeli, periode pelunasan dan Negara.

Kebijakan Kredit Pembeli Institusi Keuangan (Financial Institution


Buyer Credit Policy) diterbitkan atas nama bank. Kebijakan ini memberikan
asuransi atas pinjaman bank pada pembeli asing dalam jangka pendek.
Tersedia berbagai kebijakan asuransi jangka pendek dan menengah untuk
eksportir, bajk, dan pemohon lainnya. Jika pembeli asing gagal membayar
eksportir karena alasan komersial seperti masalah arus kas atau tidak sanggup
membayar, Ex-Imbak akan membayar eksportir sebesar 90 hingga 100 persen

18
dari jumlah yang di asuransikan, tergantung dari jenis kebijakan dan
pembelinya.

Jika kerugian disebabkan oleh factor politik,seperti pengendalian kurs atau


perang, Ex-Imbank akan membayar eksportir sebesar 100 persen dari jumlah
yang diasuransi. Eksportir dapat menggunakan kebijakan asuransi sebagai
sarana pemasaran karena asuransi memungkinkan ekportir untuk menawarkan
persyaratan yang lebih menarik sekaligus melindungi terhadap risiko gagal
bayar.

4. Asuransi Kredit Ekspor

Kebijakan Usaha Kecil (Small Business Policy) menyediakan


perlindungan untuk eskportir baru dan usaha kecil. Kebijakan ini menjamin
penjualan kredit jangka pendek ( dibawah 180 hari ) pada pembeli asing yang
yang telah di setujui. Selain memberikan perlindungan senilai 95 persen
terhadap risiko gagal bayar komersial dan 100 persen terhadap risiko politikm
kebijakan ini menawarkan premi yang lebih rendah dan tidak ada pengurangan
untuk risiko kerugian komersial tahunan. Eksportir dapat menentukan
kebijakan tersebut kepada bank sebagai jaminan.

Kebijakan Payung (Umbrella Policy ) melakukan cara yang berbeda.


Kebijakan itu sendiri diberikan pada “ administrator” seperti bank, perusahaan
perdagangan,pialang asuransi, atau agen pemerintah. Perlindungan asuransi
jangka pendek serupa dengan yang disediakan berdasarkan kebijakan usaha
kecil dan tidak memiliki pengurangan risiko komersial.

Kebijakan Pembeli Lebih dari Satu (Multi-Buyer Policy)utamanya


digunakan oleh eksportir berpengalaman. Kebijakan ini menyediakan untuk
penjualan ekspor jangka pendek untuk pembeli berbeda. Nilai premi
ditetapkan berdasarkan profil penjualan eksportir, histori kredit, jangka waktu
pelunasan, Negara dan factor lain. Berdasarkan pengalaman ekportir dan
kelayakan kredit pembeli, ex-Imbank dapat memberikan otoritas pada
eksportir untuk mendanai pembeli tertentu hingga jumlah tertentu.

Kebijakan Pembeli Tunggal (Single-Buyer Policy) memungkinkan


eksportir untuk memilih mengasuransikan transaksi jangka pendek tertentu
untuk pembeli yang telah disetujui. Nilai premi ditetapkan berdasarkan jangka
waktu pelunasan dan risiko transaksi. Juga tersedia kebijakan jangka
menengah untuk melindungi penjualan pada pembeli tunggal untuk periode
antara satu hingga lima tahun.

19
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Indosat merupakan perusahaan penyedia jasa dan jaringan


telekomunikasi di indonesia. Seiring berkembangnya teknologi telekomunikasi
dunia maka semakin meningkat juga pengguna dan semakin canggih pula
perangkat yang digunakan sehingga penggunaan layanan dan jasa dari
perusahaan penyedia semakin meningkat pula.

3.2 Saran

Dalam melakukan transaksi pembayaran dalam perdagangan internasional


tedapat beberapa resiko yang dapat merugikan eksportir maupun importir. Untuk
itu baik eksportir maupun importir harus pandai memilih cara pembayaran seperti
apa yang paling cocok dengan transaksi yang dilakukan. Resiko-resiko tersebut
juga dapat di antisipasi dengan cara ketelitian dan kecermatan dalam memilih
rekan transaksi maupun pihak ketiga yang menjembatani transaksi perdagangan
tersebut.

20
BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Madura, Jeff, International Financial Management, 9th Edition, South Western

Saphiro, Alan C., Multinational Financial Management, 8th Edition, John Wiley
& Son INC, New York

http://ahmad.web.id/pembiayaan-perdagangan-luar-negeri/

https://www.firdausindrajaya.files.wordpress.com/2010/12/pembiayaan-
perdagangan.ppt

21