Anda di halaman 1dari 3

BSNP. 2006.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22


Tahun 2006.
Depdiknas. 2006. Permendiknas No 22/2006: Standar isi untuk satuan pendidikan
dasar dan menengah. Jakarta: BSNP.
Hayat, B., & Yusuf, S. (2011). Benchmark Internasional Mutu Pendidikan.
Jakarta:Bumi aksara.
Kemendikbud. 2017. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII Edisi Revisi
2017. Jakarta: Kemendikbud.
Maturradiyah, N., & Rusilowati, A. (2015). Analisis buku ajar fisika SMA kelas XII
di kabupaten Pati berdasarkan muatan literasi sains. Unnes Physics Education
Journal, 4(1).
Mohamad, A. Y. B., Rusilowati, A., & Wiyanto, W. (2017). Penerapan Model
Pembelajaran Conceptual Understanding Procedures untuk Meningkatkan
Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP di Kabupaten Tegal. UPEJ Unnes
Physics Education Journal, 6(3).
Noviani, Y., Hartono., & Rusilowati, A., 2017. Analisis Pola Pikir Siswa dalam
Menyelesaikan Soal Sains Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis, Kreatif
serta Literasi Sains. Journal of Innovative Science Education, 6(2).
Novitasari, L. & Jeffry, H. 2018. Profil Analisis Kebutuhan Pengembangan
Instrumen Kognitif Literasi Sains untuk Siswa SMA. Prosiding Seminar
Nasional Quantum. ISSN: 2477-1511 .
OECD. 2003. Literacy Skills for the World of Tomorrow: Further Results From PISA
2000. Paris: OECD Publishing.
OECD. 2004. Learning for Tomorrow’s World First Results from PISA 2003. Paris:
OECD Publishing.
OECD. 2007. PISA 2006 Science Competencies for Tomorrow’s World (Volume 1:
Analysis). Paris: OECD Publishing.
OECD. 2010. PISA 2009 Results: Executive Summary”. Paris: OECD Publishing.
OECD. 2013. PISA 2012 Assessment and Analytical Framework: Mathematics,
Reading, Science,Problem Solving and Financial Literacy. Paris: OECD
Publishing.
OECD. 2014. PISA 2012 Results in Focus What 15-Year-Olds Know and What They
Can Do with What They Know. Paris: OECD Publishing.
OECD. 2015. PISA 2015 Released Field Trial Cognitive Items. Paris: OECD
Publishing.
OECD. 2016. PISA 2015 Assessment and Analytical Framework. Paris : OECD
Publishing.
OECD. 2016. PISA 2015 Result in Focus. Paris : OECD Publishing.
Purwanto, N. 2002. Prinsip-prinsip Evaluasi Pengajaran. Bandung: Rosda Karya.
Puti, S & Jumadi. 2015. Pengembangan Modul IPA SMP Berbasis Guided Inquiry
untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah. Jurnal
Pendidikan Matematika dan Sains, 3(1).
Ridwan, M. S., L.A. Mardhiyyah, & A. Rusilowati. 2013. Pengembangan Instrumen
Asesmen dengan Pendekatan Kontekstual untuk Mengukur Level Literasi
Sains Siswa. Seminar Nasional Evaluasi Pendidikan Tahun 2013, ISBN 978-
602-14215-0-5.
Rusilowati, A., L. Kurniawati, S. E. Nugroho & A. Widyatmoko.(2016). Developing
an Instrument of Scientific Literacy Asessment on the Cycle Theme.
International Journal of Environmental andScience Education 2016, 11 (12).
Somayasa, W., N. Naajaya, & M. Candiasa. 2013. Pengembangan Modul Matematika
Realistik disertai Assesmen Otentik untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Matematika Peserta Didik Kelas X di SMK Negeri 3 Sigaraja. E-Journal
Program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 3(1).
Sujana, A., A. Permanasari, W. Sopandi, & A. Mudzakir. 2014. Literasi Kimia
Mahasiswa PGSD dan Guru IPA Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan IPA
Indonesia, 3(1).
Sulistiawati. 2015. Analisa Pemahaman Literasi Sains Mahasiswa yang Mengambil
Mata Kuliah IPA Terpadu Menggunakan Contoh Soal PISA 2009. Sainteks,
12(1).
Umamy, E. 2012. Pengembangan Instrumen Asesmen Literasi Membaca dengan
Acuan PISA. Skripsi. Malang: Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri
Malang.
Wahyuningsih S., Rusilowati A., Hindarto N. 2017. Analysis of Misconception to
Science Literacy using Three-Tier Multiple Choice Test in the Material of
Characteristic of Light. UNNES Science Education Journal, 6(3).
Yuliati, Y. 2017. Literasi Sains dalam Pembelajaran IPA. Jurnal Cakrawala Pendas,
3(2).