Anda di halaman 1dari 2

Stasiun pertama dimulai dari bagian As Dam atau tubuh bendungan yang merupakan tubuh

utama dari bendungan yang berfungsi sebagai penghalang air. Pengerjaan as dam belum

rampung, hal ini dikarenakan konstruksi bendungan sedang dalam proses pembangunan

pondasi.

Pada stasiun ini dijelaskan adanya proses grouting dan shotcrete untuk menahan dinding

pondasi agar lebih stabil dan mencegah terjadinya loosening atau lepasan. Diketahui unuk As

Dam sendiri memiliki ketinggaian +81 m dengan tipe Concrete Face Rockfill Dam (CFRD).

Stasiun kedua berada pada daerah plinth dimana pada stasiun ini diperlihatkan proses grouting

dan shotcrete (beton yang disemprotkan dengan tekanan tinggi) dan rock bolt sebagai

penyangga sementara bagian lainnya diberi lapisan concrete (lining concrete). Pada stasiun ini,

konstruksi diperkirakan telah rampung sebesar 75%

Stasiun ketiga menjelaskan mengenai spillway atau saluran pelimpah. Saluran pelimpah yang

digunakan untuk bendungan ini ialah Ogee spillway atau pelimpah muka air bebas dengan

+600m3/detik dwngan panjang saluran pelimpah 600 m dan lebar 22 m. Bangunan spillway ini

diperkirakan telah rampung 85%.

Stasiun terakhir berada pada lokasi pembangunan inlet (saluran pengelak) dan intake (saluran

pengambilan). Untuk inlet memiliki tipe tapal kuda (horse shoe type) dengan diameter 5 m dan

panjang 592 m. Inlet berfungsi sebagai saluran pengelak untuk aliran sungai selama

pembangunan bendungan berlangsung. Untuk bagian inlet sendiri telah rampung sepenuhnya

(100%). Untuk intake memiliki tipe menara dengan inclined tunnel berdiamete 2,5m dengan

panjang 55 m. Intake berfungsi sebagai saluran pengambilan air dengan kapasitas 15 m3/detik.
Saluran ini telah rampung 100% namun belum difungsikan karena saluran ini akan berfungsi

pada saat bendungan telah selesai dibangun.