Anda di halaman 1dari 8

BAB III

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL

Menurut Marillyn E. Doenges ( 2000 ) pengkajian meliputi:


1. Pengkajian
Pengkajian merupakan dasar utama proses perawatan yang akan membantu dalam penentuan
status kesehatan dan pola pertahanan klien, mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan klien
serta merumuskan diagnosa keperawatan.
a. Identitas klien
Meliputi nama lengkap, tempat tinggal, umur, tempat lahir, asal suku bangsa, nama orang tua,
pekerjaan orang tua.tas dan koma
b. Keluhan utama
Kelemahan, susah berjalan/bergerak, kram otot, gangguan istirahat dan tidur,
tachicard/tachipnea pada waktu melakukan aktivitas dan koma.
c. Riwayat Kesehatan Pasien dan Pengobatan sebelumnya
Berapa lama klien sakit, bagaimana penanganannya, mendapat terapi apa, bagaimana cara
minum obatnya apakah teratur atau tidak, apa saja yang dilakukan klien untuk
menanggulangi penyakitnya.
d. Aktifitas / istirahat :
• Kelelahan ekstrem, kelemahan, malaise
• Gangguan tidur (insomnia / gelisah atau somnolen
• Kelemahan otot, kehilangan tonus, penurunan rentang gerak
e. Sirkulasi
• Adanya riwayat hipertensi lama atau berat, palpatasi, nyeri dada (angina)
• Hipertensi, DUJ, nadi kuat, edema jaringan umum dan pitting pada kaki, telapak
tangan.
• Nadi lemah, hipotensi ortostatikmenunjukkan hipovolemia, yang jarang pada penyakit
tahap akhir.
• Pucat, kulit coklat kehijauan, kuning.
• Kecenderungan perdarahan

f. Integritas Ego
• Faktor stress, perasaan tak berdaya, tak ada harapan, tak ada kekuatan.
• Menolak, ansietas, takut, marah, mudah terangsang, perubahan kepribadian.
g. Eliminasi
• Penurunan frekuensi urine, oliguria, anuria (pada gagal ginjal tahap lanjut
• Abdomen kembung, diare, atau konstipasi
• Perubahan warna urine, contoh kuning pekat, merah, coklat, oliguria.
h. Makanan / cairan
• Peningkatan berat badan cepat (oedema), penurunan berat badan (malnutrisi).
• Anoreksia, nyeri ulu hati, mual/muntah, rasa metalik tak sedap pada mulut
(pernapasan amonia)
• Penggunaan diuretik
• Distensi abdomen/asites, pembesaran hati (tahap akhir)
• Perubahan turgor kulit/kelembaban.
• Ulserasi gusi, pendarahan gusi/lidah.
i. Neurosensori
• Sakit kepala, penglihatan kabur.
• Kram otot / kejang, syndrome “kaki gelisah”, rasa terbakar pada telapak kaki,
kesemutan dan kelemahan, khususnya ekstremiras bawah.
• Gangguan status mental, contah penurunan lapang perhatian, ketidakmampuan
berkonsentrasi, kehilangan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran, stupor.
• Kejang, fasikulasi otot, aktivitas kejang.
• Rambut tipis, kuku rapuh dan tipis.
j. Nyeri / kenyamanan
• Nyeri panggul, sakit kepala, kram otot/ nyeri kaki.
• Perilaku berhati-hati / distraksi, gelisah.
k. Pernapasan
• Napas pendek, dispnea, batuk dengan / tanpa sputum kental dan banyak.
• Takipnea, dispnea, peningkatan frekuensi / kedalaman.
• Batuk dengan sputum encer (edema paru).
l. Keamanan
• Kulit gatal
• Ada / berulangnya infeksi
• Pruritis
• Demam (sepsis, dehidrasi), normotermia dapat secara aktual terjadi peningkatan pada
pasien yang mengalami suhu tubuh lebih rendah dari normal.
• Ptekie, area ekimosis pada kulit
• Fraktur tulang, keterbatasan gerak sendi
m. Seksualitas
• Penurunan libido, amenorea, infertilitas
n. Interaksi sosial
• Kesulitan menentukan kondisi, contoh tak mampu bekerja, mempertahankan fungsi
peran biasanya dalam keluarga.
o. Penyuluhan / Pembelajaran
• Riwayat DM (resiko tinggi untuk gagal ginjal), penyakit polikistik, nefritis heredeter,
kalkulus urenaria, maliganansi.
• Riwayat terpejan pada toksin, contoh obat, racun lingkungan.
• Penggunaan antibiotic nefrotoksik saat ini / berulang.
2. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan ditegakkan atas dasar data dari pasien. Kemungkinan diagnosa
keperawatan dari orang dengan kegagalan ginjal kronis adalah sebagai berikut :
a. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine, diet berlebih
dan retensi cairan serta natrium.
b. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual
dan muntah, pembatasan diet, dan perubahan membrane mukosa mulut.
c. Intoleran aktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, retensi, produk sampah.
d. Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kondisi, pemeriksaan
diagnostik, dan rencana tindakan.
3. Intervensi

Dx
NO Tujuan dan KH Intervensi Rasional
kep
1 1 Tujuan - Kaji status cairan : - Pengkajian
merupakan dasar
Mempertahankan berat tubuh ideal• Timbang berat badan
dan data dasar
tanpa kelebihan cairan. harian
berkelanjutan
• Keseimbangan untuk memantau
Kriteria hasil : masukan dan haluaran perubahan dan
mengevaluasi
• Menunjukkan pemasukan dan• Turgor kulit dan
intervensi.
pengeluaran mendekati seimbang adanya oedema
Keperawatan
• Turgor kulit baik • Distensi vena leher Medikal Bedah
edisi 8 vol 2,
• Membran mukosa lembab • Tekanan darah,
Brunner &
denyut dan irama nadi
• Berat badan dan tanda vital stabil Suddart, hal 1452)
- Batasi masukan
• Elektrolit dalam batas normal
cairan
- Pembatasan
cairan akan
menentukan berat
badan ideal,
haluaran urine dan
respons terhadap
terapi.
(Keperawatan
Medikal Bedah
edisi 8 vol 2,
Brunner &
Suddart, hal 1452).
- Sumber
kelebihan cairan
yang tidak
diketahui dapat
diidentifikasi.
- Jelaskan pada
(Keperawatan
pasien dan keluarga
Medikal Bedah
rasional pembatasan
edisi 8 vol 2,
Brunner &
Suddart, hal 1452).
- Pemahaman
meningkatkan
kerjasama pasien
- Pantau kreatinindan keluarga dalam
dan BUN serum pembatasan cairan
(Keperawatan
Medikal Bedah
edisi 8 vol 2,
Brunner &
Suddart, hal 1452).

- Perubahan ini
menunjukkan
kebutuhan dialisa
segera. (Rencana
Asuhan
Keperawatan
Medikal Bedah,
vol 1, Barbara
Ensram, hal 156).

2 2 Tujuan Mempertahankan masukan- Kaji / catat- Membantu


nutrisi yang adekuat pemasukan diet dalam
mengidentifikasi
defisiensi dan
Kriteria hasil :
kebutuhan diet.
· Mempertahankan/meningkatkan Kondisi fisik
berat badan seperti yang diindikasikan umum gejala
oleh situasi individu. uremik dan
pembatasan diet
· Bebas oedema
- Kaji pola diet nutrisimultiple
pasien mempengaruhi
pemasukan
• Riwayat diet
makanan.
• Makanan kesukaan (Rencana Asuhan
Keperawatan,
• Hitung kalori
Marylinn E.
Doenges, hal 620).
- Pola diet dahulu
dan sekarang dapat
dipertimbangkan
dalam menyusun
menu.
(Keperawatan
Medikal Bedah
edisi 8 vol 2,
Brunner &
Suddart, hal 1452)

3 3 Tujuan : Berpartisipasi dalam aktifitas- Kaji faktor yang- Menyediakan


yang dapat ditoleransi menimbulkan keletihan informasi tentang
indikasi tingkat
· Anemia
keletihan
Kriteria hasil :
· Ketidakseimbangan (Keperawatan
· Berkurangnya keluhan lelah cairan dan elektrolit Medikal Bedah
edisi 8 vol 2,
· Peningkatan keterlibatan pada· Retensi produk
Brunner &
aktifitas social sampah
Suddart, hal 1454).
· Laporan perasaan lebih berenergi · Depresi
· Frekuensi pernapasan dan- Tingkatkan
frekuensi jantung kembali dalamkemandirian dalam
rentang normal setelah penghentianaktivitas perawatan diri- Meningkatkan
aktifitas. yang dapat ditoleransi,aktivitas
bantu jika keletihanringan/sedang dan
terjadi. memperbaiki harga
diri.
- Anjurkan aktivitas
alternatif sambil
istirahat.
- Mendorong
latihan dan
aktivitas dalam
batas-batas yang
dapat ditoleransi
dan istirahat yang
adekuat.
- Anjurkan untuk(Keperawatan
beristirahat setelahMedikal Bedah
dialisis edisi 8 vol 2,
Brunner &
Suddart, hal 1454).
- Istirahat yang
adekuat dianjurkan
setelah dialisis,
yang bagi banyak
pasien sangat
melelahkan.
(Keperawatan
Medikal Bedah
edisi 8 vol 2,
Brunner &
Suddart, hal 1454).
4 4 Tujuan: - Bila mungkin atur- Individu yang
untuk kunjungan dariberhasil dalam
Ansietas berkurang dengan adanya
individu yang mendapatkoping dapat
peningkatan pengetahuan tentang
terapi. pengaruh positif
penykit dan pengobatan.
untuk membantu
pasien yang baru
Kriteria hasil : didiagnosa
mempertahankan
harapan dan mulai
· Mengungkapkan pemahaman menilai perubahan
tentangkondisi, pemeriksaan gaya hidup yang
diagnostic dan rencana tindakan. akan diterima.
(Rencana Asuhan
· Sedikit melaporkan perasaan gugup
Keperawatan vol 1,
atau takut.
Barbara Engram
hal 159).

4. Implementasi
a. Membantu Meraih Tujuan Terapi
- Mengusahakan agar orang tetap menekuni pantangan air yang sudah dipesankan.
- Mengusahakan agar orang menekuni diet tinggi karbohidrat disertai pantangan sodium,
potassium, phosphorus dan protein.
- Tenekuni makanan bahan yang mengikat fosfat.
- Memberikan pelunak tinja bila klien mendapat aluminium antacid.
- Memberikan suplemen vitamin dan mineral menurut yang dipesankan.
- Melindungi pasien dari infeksi.
- Mengkaji lingkungan klien dan melindungi dari cedera dengan cara yang seksama.
- Mencegah perdarahan saluran cerna yang lebih hebat dengan menggunakan sikat gigi
yang berbulu halus dan pemberian antacid.
b. Mengusahakan Kenyamanan
- Mengusahakan mengurangi gatal, memberi obat anti pruritis menurut kebutuhan.
- Mengusahakan hangat dan message otot yang kejang dari tangan dan kaki bawah.
- Menyiapkan air matol buatan untuk iritasi okuler.
- Mengusahakan istirahat bila kecapaian.
- Mengusahakan agar klien dapat tidur dengan cara yang bijaksana.
c. Konsultasi dan Penyuluhan
- Menyiapkan orang yang bisa memberi kesempatan untuk membahas berbagai perasaan
tentang kronisitas dari penyakit.
- Mengusahakan konsultasi bila terjadi penolakan yang mengganggu terapi.
- Membesarkan harapan orang dengan memberikan bantuan bagaimana caranya
mengelola cara hidup baru.
- Memberi penyuluhan tentang sifat dari CRF, rasional terapi, aturan obat-obatan dan
keperluan melanjutkan pengobatan. (Keperawatan Medikal Bedah, Barbara C. Long).
5. Evaluasi
Pertanyaan-pertanyaan yang umum yang harus diajukan pada evaluasi orang dengan
kegagalan ginjal terdiri dari yang berikut.
- Apakah terdapat gejala-gejala bertambahnya retensi cairan?
- Apakah orang menekuni pesan diet dan cairan yang diperlukan?
- Apakah terdapat gejala-gejala terlalu kecapaian?
- Apakah orang tidur nyenyak pada malam hari?
- Apakah orang dapat menguraikan tentang sifat CRF, rasional dan terapi, peraturan obat-
obatan dan gejala-gejalayang harus dilaporkan?