Anda di halaman 1dari 10

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI SESI 1

RUANG SRIKANDI
RUMAH SAKIT MARZOEKI MAHDI BOGOR

DISUSUN OLEH :
Tri Fajarwati

1606955580

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS INDONESIA
2019
TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK SOSIALISASI (TAKS)
SESI: 1

1. TOPIK
TAK Sosialisasi Sesi 1: Isolasi Sosial
Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap, nama
panggilan, asal dan hobi.

2. TUJUAN
Tujuan Umum
Klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara bertahap
Tujuan Khusus
a. Klien mampu menyebutkan manfaat memperkenalkan diri.
b. Klien mampu menyebutkan manfaat berkenalan dengan anggota kelompok.
c. Klien mampu menyebutkan manfaat bercakap – cakap dengan anggota
kelompok.
d. Klien mampu menyebutkan manfaat menyampaikan topik pembicaraan tertentu
dengan anggota kelompok.
e. Klien mampu menyebutkan manfaat membicarakan masalah pribadi dengan
orang lain.
f. Klien mampu menyebutkan manfaat bekerja sama dalam permainan sosialisasi
kelompok.

3. LANDASAN TEORI
Terapi kelompok merupakan suatu psikoterapi yang dilakukan sekelompok klien
bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau diarahkan
oleh seorang therapist (Yosep, 2009). Terapi Aktivitas Kelompok (TAK)
merupakan tearpi modalitas yang dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang
mempunyai masalah keperawatan yang sama. Di dalam kelompok terjadi dinamika
interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi tempat untuk
klien berlatih perilaku yang baru untuk memperbaiki perilaku yang lama yang
maladaptif (Keliat & Akemat, 2005) TAK di bagi empat yaitu: TAK stimulasi
kognitif/persepsi, TAK stimulasi sensori, TAK orientasi realita dan TAK
sosialisasi.

TAK sosialisasi adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien


dengan masalah hubungan sosial (Keliat & Akemat, 2005). Oleh karena itu,
anggota kelompok yang tergabung dalam TAK ini adalah pasien yang memiliki
masalah hubungan sosial atau pasien dengan isolasi sosial. Tujuan dari TAK ini
adalah agar klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara
bertahap.
Aktivitas TAK sosialisasi dilakukan tujuh sesi. Klien yang mempunyai indikasi
TAK sosialisasi adalah klien menarik diri yang telah melakukan interaksi
interpersonal serta klien kerusakan komunikasi verbal yang telah berespon sesuai
dengan stimulus (Keliat dan Akemat, 2005). TAK sosialisasi terdiri dari 7 sesi,
yaitu:
a. Sesi 1: aktivitas memperkenalkan diri
b. Sesi 2: berkenalan dengan anggota kelompok
c. Sesi 3: bercakap dengan anggota kelompok
d. Sesi 4: menyampaikan topik pembicaraan tertentu dalam kelompok
e. Sesi 5: membicarakan masalah pribadi dengan orang lain
f. Sesi 6: mampu bekerja sama dalam permainan bersama
g. Sesi 7: menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan kelompok

Isolasi sosial adalah keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang
lain dianggap menyatakan sikap negatif & mengancam bagi dirinya (Townsend,
2011). Isolasi sosial adalah kesepian yang dialami oleh individu dan dirasakan saat
didorong oleh keberadaan orang lain dan sebagai pernyataan negatif atau
mengancam (NANDA, 2012). Di ruang Srikandi RS Marzoeki Mahdi terdapat 8
orang klien yang mengalami masalah isolasi social. Mereka umumnya mengenal
nama satu dengan lainnya namun cenderung suka menyendiri, kurang interaksi dan
jarang mengobrol dengan klien lainnya.
4. KLIEN
a. Karakteristik/kriteria
- Klien yang mengalami isolasi sosial
- Klien yang kooperatif
- Klien dapat berkonsentrasi kurang lebih 30 menit
b. Proses seleksi anggota kelompok
- Hasil observasi sehari-hari
- Informasi dan keterangan dari klien atau perawat
- Mengadakan kontrak dengan klien, yaitu kesediaan klien untuk mengikuti
kegiatan berdasarkan kesepakatan mengenai kegiatan, tempat dan waktu
c. Jumlah klien 5 sampai 8 orang

5. PENGORGANISASIAN
a. Waktu
Hari / Tanggal : Selasa, 22 Januari 2019
Waktu : 13.00 – 13.30
Tempat : Ruang Srikandi

b. Tim Terapis
Leader : Tri Fajarwati
Tugas :
- Menyusun rencana, membuka dan menutup TAK
- Mengarahkan proses TAK dalam mencapai tujuan dengan cara memberikan
motivasi kepada anggota yang terlibat dalam kegiatan.
- Memfasilitasi setiap sikap anggota kelompok untuk mengekpresikan
perasaannya, mengajukan pendapat dan memberi umpan balik.
- Sebagai role model.
- Sebagai penopang dari anggota yang terlalu lemah atau mendominasi.

Co-Leader : Lita Mardiana


Tugas :
- Membantu leader dalam mengorganisir anggota kelompok
- Membantu mengobservasi kemampuan klien dalam TAK
- Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang

Fasilitator : Dikha, Fallon


Tugas :
- Memfasilitas anggota kelompok untuk berperan aktif dan memotivasi
anggota kelompok
- Mempertahankan kehadiran anggota
- Mencegah atau hambatan terhadap kelompok baik dari dalam maupun dari
luar kelompok

Observer : Anggun
Tugas :
- Mengobservasi setiap respon klien.
- Mengamati dan mencatat semua proses yang terjadi serta perubahan
perilaku klien (jumlah peserta yang hadir, yang memberi pendapat, topik
diskusi, respon verbal dan non verbal).
- Memberi umpan balik kepada kelompok
- Mengobservasi respon anggota kelompok
- Mengidentifikasi strategi yang digunakan leader
- Mencatat modifikasi strategi untuk kegiatan kelompok berikutnya

c. Metode, Media serta Setting Tempat


- Metode : diskusi dan perkenalan
- Alat: Bola tenis/pimpong/ balon, musik, papan tulis, spidol, papan nama
klien dan perawat yang ikut TAK

d. Setting:
- Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran
- Ruangan nyaman dan tenang
e. Sketsa
L
CL O

K
F1

K
K

F4
F2 K K
F3

Keterangan :
L : Leader CL : Co-Leader
F1-4 : Fasilitator 1-4 K : Klien
O : Observer

6. PROSES PELAKSANAAN
a. Persiapan
- Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada pre interaksi TAK.
- Membuat kontrak dengan klien
- Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.

b. Orientasi
Salam terapeutik: salam dari terapis pada klien
- Salam dari terapis kepada klien
- Klien dan terapis memakai papan nama
Evaluasi/validasi:
- Menanyakan perasaan klien saat ini
- Menanyakan apakah sudah saling mengenal satu sama lain
Kontrak :
- Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menyampaikan manfaat pertemuan TAKS
Sesi 1.
- Terapis menjelaskan aturan main berikut :
1. Klien diberi waktu 5 menit untuk izin ke toilet bila ingin BAK / BAB setelah itu
tidak ada izin lagi sampai kegiatan selesai.
2. Lama kegiatan 45 menit.
3. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

c. Tahap kerja
- Hidupkan musik dan edarkan bola berlawanan dengan arah jarum jam
- Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola mendapatkan
giliran memperkenalkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobinya
- Ulangi a dan b sampai semua anggota memperkenalkan nama lengkap, nama
panggilan, asal, dan hobinya
- Beri pujian untuk keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan.

d. Tahap terminasi
Evaluasi
- Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
- Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

Rencana Tindak lanjut


Menganjurkan setiap anggota kelompok tetap melatih diri untuk berinteraksi dengan
orang lain, baik di RS maupun di rumah.

Kontrak yang akan datang


- Menyepakati rencana evaluasi kemampuan secara periodik di TAK
- Menyepakati waktu dan tempat.

7. EVALUASI DAN DOKUMENTASI


a. Evaluasi
Evaluasi dilakukan menggunakan formulir di bawah ini pada saat proses TAK
berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien
sesuai dengan tujuan TAK.

b. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan klien yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses
keperawatan tiap klien. Misalnya kemampuan 1 memperkenalkan diri, memilih dan memberi
pendapat 2, kemampuan non-verbal, 3 klien belum mampu memperkenalkan diri, tetapi non-
verbalnya baik. Anjurkan/ latih untuk bercakap-cakap tentang masalah pribadi dengan perawat
dan klien lain di ruang rawat (buat jadwal).

8. ANTISIPASI MASALAH
Berikut adalah masalah yang mungkin terjadi pada kegiatan TAKS beserta antisipasinya:
- Terdapat klien yang pergi meninggalkan TAK sebelum kegiatannya berakhir. Hal ini
diantisipasi dengan cara mengingatkan kembali peraturan dan kontrak yang sudah disepakati
diawal sesi.
- Terdapat klien yang diam saja selama kegiatan TAK dan tidak ingin berpartisipasi
memperkenalkan diri sesuai dengan topik yang sudah dipilih. Hal ini diantisipasi dengan cara
memaksimalkan peran fasilitator untuk memotivasi klien.
FORMAT EVALUASI TAKS SESI 1
KEMAMPUAN MEMPERKENALKAN DIRI

A. Kemampuan Verbal

No Aspek Yang Di Nilai Nama Klien

1. Menyebutkan nama lengkap


2. Menyebutkan nama
pangggilan
3. Menyebutkan asal
4. Menyebutkan hobi
Jumlah
B. Kemampuan Non Verbal

No Aspek Yang Di Nilai Nama Klien

1. Kontak mata
2. Duduk tegak
3. Menggunakan bahasa tubuh
yang sesuai
4. Mengikuti kegiatan dari awal
sampai akhir
Jumlah

Petunjuk:
1. Di bawah judul nama ditulis nama panggilan klien
2. Untuk tiap aspek dimulai diberikan tanda checklist (√) jika ditemukan pada klien dan tanda kurang (-) jika tidak ditemukan pada klien
3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan, jika nilai 3 atau 4 klien mampu, dan jika nilai 0,1, atau 2 klien belum mampu