Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN

KUNJUNGAN LAPANGAN
GEOLOGI TEKNIK

OLEH:
DIAN PRATIWI
D61115003

PEMBIMBING:
DR. IR. BUSTHAN AZIKIN, M.T.
DR ENG HENDRA PACHRI, ST, M ENG.

DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

GOWA
2018
LAPORAN
KUNJUNGAN LAPANGAN
GEOLOGI TEKNIK

OLEH:
DIAN PRATIWI
D61115003

PEMBIMBING:
DR. IR. BUSTHAN AZIKIN, M.T.
DR ENG HENDRA PACHRI, ST, M ENG.

DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

GOWA
2018
LAPORAN
KUNJUNGAN LAPANGAN
GEOLOGI TEKNIK

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Melulusi Mata Kuliah


Geologi Teknik Pada Program Studi Teknik Geologi
Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

OLEH:
DIAN PRATIWI
D61115003

PEMBIMBING:
DR. IR. BUSTHAN AZIKIN, M.T.
DR ENG HENDRA PACHRI, ST, M ENG.

DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

GOWA
2018
KATA PENGANTAR

Segala Puji Syukur dan berkat penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang

telah mencurahkan kasih dan berkat di setiap hembusan nafas ini sehingga laporan

Kunjungan Lapangan Geologi Teknik Bendungan Karalloe Gowa ini dapat

terselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari bahwa tidak sedikit hambatan ditemui selama

penyusunan dan penyelesaian laporan ini, namun atas bantuan dan bimbingan dari

semua pihak, hambatan tersebut dapat teratasi. Penulis mengucapkan terima kasih

dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:

1. Bapak dosen pembimbing mata kuliah Geologi Teknik.

2. Kedua orang tua yang tak pernah lelah memberikan kasih sayang

dan bantuannya dalam segala hal.

3. Kakanda asisten Geolohgi Teknik..

4. Teman-teman seangkatan dan seperjuangan Teknik Geologi 2016

Universitas Hasanuddin.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari

kesempurnaan. Oleh karenanya, kritik dan saran yang membangun sangat

diharapkan demi kesempurnaan penulisan di masa mendatang.

Gowa, 10 Desember 2018

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL .............................................................................................. i

HALAMAN JUDUL ................................................................................................. ii

HALAMAN TUJUAN ............................................................................................. iii

HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. iv

KATA PENGANTAR .................................................................................................. v

DAFTAR ISI .............................................................................................................. vi

DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ ix

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1


DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Bagian bendungan .............................................................................

Gambar 2.2 Bendung penahan batuan .........................................................................


DAFTAR FOTO

Halaman

Foto 2.1 Tampak bendungan ..................................................................................................................

Foto 2.2 Pembuatan Terowongan...........................................................................................................

Foto 2.3 As dam bendungan ..................................................................................................................

Foto 2.4 Spillway bendungan .................................................................................................................

Foto 2.5 Intake bendungan.....................................................................................................................

Foto 3.1 Tampak Anchor di Lokasi Pembangunan As Dam .................................................................

Foto 3.2 Tampak Lokasi Pembangunan As Dam ..................................................................................

Foto 3.3 Foto lokasi pembangunan plinth yang akan di grouting ..........................................................

Foto 3.4 Foto lokasi pembangunan spill way .........................................................................................

Foto 3.5 Lokasi quarry ..........................................................................................................................

Foto 3.6 Inlet dan Cofferdam .................................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN

A. Pentingnya Kuliah Lapangan dilakukan

Pemanfaatan informasi geologi teknik di Indonesia telah dilakukan sejak

dahulu, baik untuk perencanaan pembuatan jaringan jalan bagi kepentingan

industri, perkebunan bahkan pertahanan. Informasi geologi teknik semakin

bertambah penting setelah dilakukannya percobaan pengujian di lapangan disertai

dengan pengujian mekanika tanah dan batuan. Sejak itu penyelidikan dan

pemetaan geologi teknik secara teratur dilaksanakan sebagai penunjang

perencanaan bangunan teknik sipil maupun pengembangan wilayah. Dalam hal

ini, kunjungan lapangan geologi teknik sangat diperlukan karena praktik

pemanfaatan informasi geologi teknik sangat diperlukan terkhusus untuk

pembangunan bangunan teknik sipil dalam hal kaitannya bendungan Karalloe

sebagai objek studi kunjungan lapangan.

B. Maksud

Semakin meningkatnya peranan geologi teknik sebagai informasi awal dalam

perencanaan pembangunan menjadi suatu keharusan penerapan kajian ini dalam

kegiatan perkuliahan. Sehingga maksud dilakukannya kunjungan lapangan ini

ialah agar peserta mata kuliah Geologi Teknik dapat mengetahui informasi

keteknikan mengenai proses pembangunan bendungan Karalloe.

C. Tujuan

Tujuan dilakukannya kunjungan lapangan ini adalah sebagai berikut :


1. Peserta dapat mengetahui informasi geologi dalam hal ini litologi

daerah pembangunan bendungan Karalloe

2. Peserta dapat mengetahui bagian-bagian bendungan

3. Peserta dapat mengetahui peranan bendungan dalam hal ini fungsi

bendungan Karalloe.

D. Waktu Pelaksanaan

Kunjungan lapangan Geologi Teknik dilaksanakan pada hari Selasa tanggal

20 November 2018. Perjalanan kunjungan lapangan dimulai pada pukul 08.00 hin

gga pukul 16.00 WITA.

E. Kesampaian Daerah

Daerah penelitian berada pada Desa Datara dan Desa Garing Kecamatan

Biringbulu dan Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi

Selatan. Daerah penelitian mencakup luas kurang lebih 14,11 hektare . Waktu

tempuh yang digunakan selama kurang lebih 3 jam yang dapat ditempuh dengan

kendaraan beroda empat maupun beroda dua dengan jarak 89 km.


BAB II
TEORI TENTANG BENDUNGAN DAN TEROWONGAN

A. Bendungan

Menurut Departemen Pekerjaan Umum defenisi bendungan yaitu "bangunan

yang berupa tanah, batu, beton atau pasangan batu yang dibangun selain untuk

menahan dan menampung air, dapat juga dibangun untuk menampung limbah

tambang atau lumpur. Bendungan sendiri memiliki berbagai fungsi yang sering

disebut Multi Purpose Dam antara lain:

 Sebagai bangunan pembendung dan penampung sumber air waduk

(reservoir).

 Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), melalui aliran

air inflow yang melalui saluran berupa pipa yang disebut Pen Stock yang

dialirkan ke bagian Turbin (Power House) kemudian dikonversi menjadi

energi listrik dan disalurkan melalui transmisi listrik.

 Sebagai bangunan pengendali banjir, dengan adanya bendungan sistem

pengendali banjir dapat dilakukan secara berkala pada musim hujan

dengan mengurangi limpasan aliran air kiriman dari hulu serta dapat

membuang kelebihan air dari waduk melalui saluran pelimpa atau yang

disebut spillway jika waduk sudah penuh.

 Sebagai sumber air untuk keperluan pertanian, dengan adanya bendungan

sistem persediaan air di waduk dapat terjaga untuk keperluan pertanian

pada saat musim kemarau tiba. Dalam hal ini dilakukan dengan

manajemen pengelolahan air pada bendungan untuk para petani.


 Sebagai sumber air bersih untuk masyarakat, dengan adanya bendungan

ketersediaan sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti air

untuk minum, mandi, memasak dan keperluan lainnya dapat terpenuhi

sehingga dapat mencegah terjadinya bencana kekeringan. Dalam hal ini

dengan adanya bendungan pengelolahan kebutuhan air pada waduk dapat

di atur dan dikelolah dengan baik dan terjaga khususnya dari instansi

pengelolahan air terkait misalnya PDAM.

 Sebagai tempat rekreasi alam dan wisata air di sekitar waduk bendungan,

hal ini tentunya dapat menjadi sumber mata pencaharian masyarakat

sekitar untuk membuka usaha wisata di sekitar bendungan.

 Sebagai pencegah terjadinya bencana tanah longsor, secara tidak langsung

dengan adanya keberadaan bendungan tentunya dapat mengurangi

kerusakan tebing disepanjang sungai dengan adanya sayap bendungan

serta mereduksi kecepatan aliran sungai yang dapat menggerus tebing-

tebing disepanjang bantaran sungai karena sistem aliran air dapat terjaga

kecepatannya.

 Jika semua unsur di atas sudah terpenuhi tentunya dapat memberikan efek

positif terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat

dan negara terhadap manfaat dari bendungan tersebut.

Dari penjabaran fungsi dari bendungan di atas, tidak semua bendungan

memiliki fungsi tersebut, ada juga bendungan yang memiliki fungsi sebagai

penyalur air untuk irigasi dan air bersih dan ada juga yang berfungsi
sebagai penyedia air bersih dan pembangkit listik tenaga air (PLTA), tergantung

keperluan perencanaan awalnya. Bendungan pada dasarnya dibedakan atas dua

yakni, bendungan alam (Natural Dam) yang berasal dari pembentukan alam secara

langsung yang berfungsi menampung air dan bendungan hasil buatan manusia.

Bendungan hasil buatan manusia sendiri berdasarkan material penyusunnya terdiri

atas beberapa jenis antara lain:

 Bendungan Urugan (Embankment Dam)

 Bendungan beton massa (Mass Concrete Dam)


 Bendungan kayu (Wood Dam)

 Bendungan baja (Steel Dam)

B. Terowongan

Terowongan adalah sebuah tembusan di bawah permukaan tanah atau gunung.

Terowongan umumnya tertutup di seluruh sisi kecuali di kedua ujungnya yang

terbuka pada lingkungan luar.

Terowongan dibagi 3 dalam istilah tambang, yaitu Shaft, Tunnel, dan Adit.

 Shaft adalah suatu lubang bukaan vertikal atau miring yang

menghubungkan tambang bawah tanah dengan permukaan bumi dan


berfungsi sebagai jalan pengangkutan karyawan, alat-alat kebutuhan

tambang, ventilasi, dll.

 Tunnel adalah suatu lubang dengan bukaan mendatar atau hampir

mendatar yang menembus kedua belah kaki bukit.

 Adit adalah suatu lubang dengan bukaan mendatar atau hampir mendatar

menghubungkan tambang bawah tanah dengan permukaan bumi dan

hanya menembus di sebelah kaki bukit saja.

Gambar 2.1 Shaft dan Adit

C. Bagian-bagian Bendungan

1. Badan bendungan (body of dams)

Adalah tubuh bendungan yang berfungsi sebagai penghalang air.

Bendungan umumnya memiliki tujuan untuk menahan air, sedangkan struktur lain

seperti pintu air atau tanggul digunakan untuk mengelola atau mencegah aliran air

ke dalam daerah tanah yang spesifik. Kekuatan air memberikan listrik yang

disimpan dalam pompa air dan ini dimanfaatkan untuk menyediakan listrik bagi

jutaan konsumen.
Gambar 2. 2 Badan Bendungan

2. Pondasi (foundation)

Adalah bagian dari bendungan yang berfungsi untuk menjaga kokohnya

bendungan.

3. Spillway (Bangunan Pelimpah)

Fungsi utama suatu spillway atau bangunan pelimpah adalah untuk

menjaga muka air waduk dan melepaskan kelebihan air atau air banjir yang tidak

dapat ditampung lagi oleh waduk. Spillway harus menjaga muka air waduk tetap

dibawah tinggi maksimum yang telah ditetapkan. Kapasitas debit yang dapat

ditanggung oleh spillway tergantung pada desain banjir rencana spillway tersebut.

Macam-macam spillway, antara lain:

- Ogee spillway (pelimpah muka air bebas)

- Chute Spillway (pelimpah tipe peluncur)

- Morning Glory Spillway (pelimpah bentuk sumur)

- Side Channel spillway (pelimpah luapan samping)

- Tunnel spillway
Gambar 2. 3 Spillway

4. Bangunan Pengelak dan Peredam Energi

Dibangun melintang sungai atau tegak lurus aliran sungai. Berfungsi untuk

menaikkan permukaan air sungai, sehingga air sungai lebih tinggi dari daerah

yang akan diairi dan selanjutnya air sungai dapat dialirkan ke daerah irigasi

dengan menggunakan saluran irigasi. Berfungsi sebagai peredam energi air yang

jatuh, sehingga sisa energi air di hilir kolam olak menjadi minimal sehingga

gerusan dasar sungai tidak membahayakan.

5. Bangunan Pembilas/Penguras

Bagian ini terletak di depan pengambilan, sedikit ke hilir dan dilengkapi

dengan pintu penguras yang berfungsi untuk mengendapkan sedimen kasar agar

tidak masuk ke pengambilan dan secara berkala sedimen tersebut dibuang ke hilir

melalui pintu penguras. Persyaratan umum kecepatan aliran di sekitar pintu

pembilas adalah dirancang sekurang-kurangnya sebesar 1,20 m/detik.


Gambar 2. 4 Bangunan Pembilas/Penguras

6. Intake (Pintu Pengambilan)

Berfungsi untuk menyadap aliran sungai serta mengontrol pemasukan air

dan sedimen. Bagian ini dilengkapi dengan pintu yang dapat dibuka dan ditutup,

sehingga besar kecilnya air yang disadap dapat dikontrol.

Gambar 2. 5 Intake
7. River Diversion

River diversion dapat berbentuk dua jenis, yaitu:

a. Diversion Channel, berbentuk saluran terbuka (saluran pengelak).

Gambar 2. 6 Diversion Channel

b. Diversion Tunnel, berbentuk saluran tertutup (terowongan pengelak).


Gambar 2. 6 Diversion Tunnel

Kedua jenis river diversion itu harus direncanakan dapat menampung debit

sungai selama pelaksanaan pekerjaan dewatering. Tunnel diversion banyak

digunakan pada pekerjaan dewatering untuk bendungan, karena kondisi kanan kiri

bendungan berbentuk bukit, sehingga untuk membuat saluran pengelak harus

menggunakan terowongan yang menembus bukit.

Terowongan pengelak sering juga dimanfaatkan sebagai saluran pelimpah

pada akhir pekerjaan bendung. Pada awalnya terowongan difungsikan sebagai

saluran pengelak saat pelaksanaan pembuatan badan bendungan, dan di akhir

pekerjaan difungsikan sebagai bangunan pelimpah (tunnel spillway) Bila

difungsikan sebagai spillway, maka kemampuan debit terowongan harus

disesuaikan dengan debit spillway yang diperlukan.

8. Outlet (Saluran Pembuang)

Outlet berfungsi sebagai media pengeluaran air yang telah masuk dari

intake. Biasanya outlet terletak di hilir bendungan.


Gambar 2. 7 Outlet

9. Cofferdam

Merupakan bangunan penghalang atau pagar sementara seperti dinding

yang kedap air. Bangunan ini di buat di dalam tanah atau di air sehingga

menghasilkan suatu daerah kering yang aman terhadap keruntuhan tanah atau

aliran air. Di dalamnya dapat dibuat bendungan, dok kering, jembatan, dermaga,

dan struktur-struktur lain yang semacam. Pada jenis tertentu cofferdam bisa dibuat

hingga kedalaman 66 meter.

Cofferdam disebut juga anak bendungan karena konstruksi ini selalu

dibuat menjelang dibangunnya sebuah bendungan. Cofferdam dibangun untuk

menjadi penghalang yang dapat membelokkan aliran sungai asli ke arah yang lain,

sehingga aliran sungai aslinya dapat dikeringkan untuk dibangun bendungan.

Setelah bendungannya jadi, anak bendungan ini dibongkar.

Anak bendungan bisa dibuat dari beton bertulang, lembaran atau tiang baja,

tanah, dan kayu. Ada bermacam-macam anak bendungan. Pemilihan jenisnya

sangat bergantung pada kondisi tanah, kedalaman, fluktuasi muka air, tersedianya

bahan bangunan, kondisi kerja yang timbul, serta bagaimana letaknya di dalam air

atau di tanah. Yang sangat diperhatikan dalam merencanakan anak bendungan


adalah analisis hidraulik pada rembesan dan pengikisan di dasar sungai.

Konstruksi ini dapat dibuat pada tanah yang kedap air, di situ anak bendungan

dapat dilengkapi dengan penyekat, untuk mencegah merembesnya air. Bila anak

bendungan dibangun pada tanah yang tembus air dan merembesnya aliran air

tidak dapat dihentikan secara menyeluruh, air harus dipompa keluar terus menerus.

Gambar 2.8 Potongan Melintang Tubuh Bendungan

Gambar 2. 9 Potongan Dan Detail Desain Bendungan


BAB III
HASIL KUNJUNGAN LAPANGAN

STASIUN 1 (AS DAM)

Stasiun pertama dimulai dari bagian As Dam atau tubuh bendungan yang

merupakan tubuh utama dari bendungan yang berfungsi sebagai penghalang air.

Pengerjaan as dam belum rampung, hal ini dikarenakan konstruksi bendungan

sedang dalam proses pembangunan pondasi.

Pada stasiun ini dijelaskan adanya proses grouting dan shotcrete untuk menahan

dinding pondasi agar lebih stabil dan mencegah terjadinya loosening atau lepasan.

Diketahui unuk As Dam sendiri memiliki ketinggaian ±81 m dengan tipe Concrete

Face Rockfill Dam (CFRD). Litologi pada daerah bendungan terdiri atas lava

andesit, breksi cindako, breksi latimojong dan batulempung.

Gambar 3.1 Stasiun 1

STASIUN 2 (PLINTH)

Stasiun kedua berada pada daerah plinth dimana pada stasiun ini

diperlihatkan proses grouting dan shotcrete (beton yang disemprotkan dengan


tekanan tinggi) dan rock bolt sebagai penyangga sementara bagian lainnya diberi

lapisan concrete (lining concrete). Pada stasiun ini, konstruksi diperkirakan telah

rampung sebesar 75%

Gambar 3.2 Stasiun 2

STASIUN 3 (SPILLWAY)

Stasiun ketiga menjelaskan mengenai spillway atau saluran pelimpah. Saluran

pelimpah yang digunakan untuk bendungan ini ialah Ogee spillway atau pelimpah

muka air bebas dengan ± 600 m3/detik dengan panjang saluran pelimpah 600 m

dan lebar 22 m. Bangunan spillway ini diperkirakan telah rampung 85%.

Gambar 3.3 Stasiun 3


STASIUN 4 (INLET DAN INTAKE)

Stasiun terakhir berada pada lokasi pembangunan inlet (saluran pengelak) dan

intake (saluran pengambilan). Untuk inlet memiliki tipe tapal kuda (horse shoe

type) dengan diameter 5 m dan panjang 592 m. Inlet berfungsi sebagai saluran

pengelak untuk aliran sungai selama pembangunan bendungan berlangsung.

Untuk bagian inlet sendiri telah rampung sepenuhnya (100%). Untuk intake

memiliki tipe menara dengan inclined tunnel berdiamete 2,5m dengan panjang 55

m. Intake berfungsi sebagai saluran pengambilan air dengan kapasitas 15 m3/detik.

Saluran ini telah rampung 100% namun belum difungsikan karena saluran ini

akan berfungsi pada saat bendungan telah selesai dibangun.

Gambar 3.4 Stasiun 4


BAB IV
KESIMPULAN

1. Litologi pada daerah bendungan terdiri atas lava andesit, breksi cindako,

breksi latimojong dan batulempung.

2. Bagian-bagian bendungan terdiri atas badan bendungan (body of dams),

pondasi (foundation), spillway (bangunan pelimpah), bangunan pengelak dan

peredam energi, bangunan pembilas/penguras, intake (pintu pengambilan),

river diversion, outlet (saluran pembuang), dan cofferdam.

3. Fungsi bendungan Karalloe ialah:

 Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) ±4,5 MV, melalui aliran

air inflow yang melalui saluran berupa pipa yang disebut Pen Stock yang

dialirkan ke bagian Turbin (Power House) kemudian dikonversi menjadi

energi listrik dan disalurkan melalui transmisi listrik.

 Sebagai sumber air untuk keperluan pertanian seluas 7.004 Ha, dengan

adanya bendungan sistem persediaan air di waduk dapat terjaga untuk

keperluan pertanian pada saat musim kemarau tiba. Dalam hal ini

dilakukan dengan manajemen pengelolahan air pada bendungan untuk

para petani.

 Sebagai bangunan pengendali banjir, dengan adanya bendungan sistem

pengendali banjir dapat dilakukan secara berkala pada musim hujan

dengan mengurangi limpasan aliran air kiriman dari hulu serta dapat

membuang kelebihan air dari waduk melalui saluran pelimpa atau yang

disebut Spill Wayjika waduk sudah penuh.


 Sebagai sumber air bersih untuk masyarakat, dengan adanya bendungan

ketersediaan sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti air

untuk minum, mandi, memasak dan keperluan lainnya dapat terpenuhi

sehingga dapat mencegah terjadinya bencana kekeringan. Dalam hal ini

dengan adanya bendungan pengelolahan kebutuhan air pada waduk dapat

di atur dan dikelolah dengan baik dan terjaga khususnya dari instansi

pengelolahan air terkait misalnya PDAM. Diperkirakan ±440 liter/detik.

 Sebagai tempat rekreasi alam dan wisata air di sekitar waduk bendungan,

hal ini tentunya dapat menjadi sumber mata pencaharian masyarakat

sekitar untuk membuka usaha wisata di sekitar bendungan.


DAFTAR PUSTAKA

Analisa Pembangunan Terowongan Air Sebagai Bangunan Pengelak Waduk


Jatigede Sumedang Jawa Barat UG.
http://www.academia.edu/14398154/ANALISA_PEMBANGUNAN_TEROW
ONGAN_AIR_SEBAGAI_BANGUNAN_PENGELAK_WADUK_JATIGED
E_SUMEDANG_JAWA_BARAT_UG.
Bendungan dan Bendung. http://jamesthoengsal.blogspot.com/p/blog-page17.html.
BANGUNAN-PELENGKAP-BENDUNGAN
https://id.scribd.com/doc/289756065/BANGUNAN-PELENGKAP-
BENDUNGAN
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Terowongan teknik Sipil.
https://id.scribd.com/doc/101808268/Metode-Pelaksanaan-Pekerjaan-
Terowongan-teknik-Sipil