Anda di halaman 1dari 30

MENGGAMBAR BANGUNAN SIPIL

KULIAH 04

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDI DJEMMA PALOPO
2018
PENYAJIAN UKURAN
Syarat penting penyajian ukuran dalam gambar Teknik yaitu :
 Mencatat/
Mencatat/menulis semua ukuran yang diperlukan untuk membuat
potongan benda kerja
kerja..
 Jangan menulis nilai ukur terlalu banyak
banyak,, yang tidak perlu atau tidak
masuk akal
akal..
 Cara penulisan ukuran yang benar
benar..

Dalam penunjukan ukuran perlu diperhatikan :


 Bentuk
Bentuk--bentuk pokok
 Bagaimana kita mengukur ukuran saat mengerjakan dengan
mesin atau perkakas lain
lain..
 Menetapkan ukuran yang perlu
PRINSIP - PRINSIP
1. Ukuran yang dibuat harus jelas
jelas,, sederhana dan mudah dibaca
dibaca..
2. Penunjukan ukuran harus diletakan pada pandangan depan (pandang
utama)) suatu benda dan menyatakan semua bagian dari suatu
utama
konstruksi benda
benda..
3. Jika memungkinkan
memungkinkan,, semua ukuran diletakan di luar garis benda
benda..
4. Functional Dimentions (F) /ukuran yang berfungsi : yaitu ukuran yang
mempunyai fungsi untuk pertimbangan pemasangan (assembly)
5. Non-Functionals (NF) : yaitu ukuran yang tidak mempunyai fungsi
Non-
dalam pemasangan (assembly)
6. Auxilary Dimentions (Aux) : yaitu ukuran bantu yang diberikan tanpa
toleransi,, hanya sebagai informasi
toleransi informasi..
ATURAN DASAR
Aturan dasar pemberian ukuran :
 Bentuk Ukuran :
Proses definisi suatu ukuran, lokasi dan komponen geometris pada
gambar teknik atau gambar lainnya.
 Terdapat 2 type bentuk ukuran yang dipergunakan :
1. Dimensi Ukuran
Ukuran dari komponen geometris dari suatu bagian (Diameter silinder
atau lebar sebuah lingkaran/lobang).
2. Dimensi Lokasi
Penempatan semua komponen geometris yang mempunyai hubungan
satu sama lainnya (jarak antara bagian tepi dan pusat suatu
lingkaran/lobang.
UKURAN DAN LOKASI

6
UKURAN DAN LOKASI
Ukuran Ukuran
Lokasi Lokasi Lokasi

Lokasi

Ukuran
Ukuran Ukuran Ukuran

7
PEMBUATAN PENUNJUKAN UKURAN
Keterangan :
f c 5 b
a. Kelebihan garis batas ukuran + 1 –
2 mm
b. Ekor panah + 2 mm
c. Tinggi angka ukuran + 3,5 mm
20

d. Jarak angka ukuran dari garis


ukuran + 1 mm
g e. Jarak garis ukuran terhadap garis
benda + 10 mm
50

d f. Jarak antara tiap-tiap garis ukuran

33333
33333
atau + 10 mm (Bila ruang gambar tidak
memungkinkan dapat dikurangi,
asal serasi)
15

g. Ukuran yang tidak mungkin dibuat


anak panah dapat diganti dengan
20 titik atau garis miring.
a 40 e
LETAK UKURAN
Semua angka ukuran diletakkan diatas garis ukuran
ukuran//penunjukkan
penunjukkan..
– Ukuran horisontal terletak diatas garis ukuran
– Ukuran vertikal terletak disebelah kiri garis ukuran (caranya dengan
memutar kertas gambar 900 searah jarum jam)
10

23
10
10

5
10 4 5 10 10 4

36 23 36
LETAK UKURAN
 Angka-
Angka-angka ukur yang tidak  Penulisan ukuran sudut ditulis
horisontal atau vertikal, harus sesuai garis busurnya
ditulis sesuai garis ukurnya

600 600
300
600
16

600
16 600
300

600 600
16
GARIS BANTU,TANDA PANAH,HURUF & ANGKA
– Garis bantu  Garis tipis
– Gambar kepala panah digambar pada garis pembantu dan besarnya
disesuaikan dengan tebal garis benda
– Angka/Huruf ukuran diletakkan ditengah-tengah garis penunjukkan ukuran,
besarnya disesuaikan dengan gambar benda.
– Jika mungkin, garis penunjukkan ukuran jangan sampai memotong garis
bantu
– Ukuran lebih panjang diletakkan semakin menjauhi gambar benda

( Salah ) ( Benar )
UKURAN PEMBANTU
Hanya sekedar membantu untuk lebih menjelaskan ukuran yang berfungsi,
tanpa ukuran inipun, pembuatan benda sudah dapat dilaksanakan, oleh
karena itu ukuran ini “tidak harus” dibuat. Bila diberikan, penulisannya harus
didalam “Tanda Kurung”.

( Benar )

8 8 (17) 8 17

25 25 (25)

( Salah )

8 8 17
17
25
PENAMBAHAN HURUF DAN SIMBOL

25
15

15
PENAMBAHAN HURUF DAN SIMBOL

44

31

17
15 12

47
Keterangan :
a. Simbol = Penampang bagian berbentuk bulat
b. Simbol  = Penampang bagian berbentuk bujursangkar (bila bentuk penampang sudah
jelas bulat/bujursangkar maka simbol dan  tidak boleh digambar
c. Simbol _ = Dibawah angka ukuran menunjukkan bagian tersebut digambarkan lebih
panjang (karena kesalahan penggambaran), tetapi cara ini sedapat mungkin
dihindari.
JARAK LINGKARAN
Penunjukkan ukuran jarak lingkaran ditentukan dari titik pusat lingkaran, bukan dari
sisi lingkaran.
JARAK LINGKARAN

20 50

30
15
75 15
UJUNG-UJUNG YANG MELENGKUNG

Untuk mendapatkan “Garis Batas Ukuran” pada ujung-ujung yang melengkung


tersebut, tarik lurus garis pembantu.
RADIUS / JARI-JARI

Penunjukkan Ukuran Radius / Jari-Jari :


– Bila pusat busur/radius berada diluar
ruang yang tersedia, garis ukur dapat
diperpendek / dipotong (dalam hal ini
letak titik pusat tidak diperlukan).
– Tanda Panah harus :
 Menyentuh lengkungan tsb.
 Garis ukur sampai/melewati titik
pusat lingkaran.
 Ukuran harus disertai dengan
huruf R (Radiius/Jari-Jari)
 Lengkungan berupa bola, angka
ukuran disertai keterangan “Bola”
dan “Simbol Diameter”.
RADIUS & DIAMETER BOLA

Bola 60
PENGULANGAN UKURAN
Untuk menghindari pengulangan ukuran yang sama dapat dipergunakan tabel
(catatan)

Z Y

Y Z

Z Y

Y= 15
Z= 10
TALI BUSUR, BUSUR & SUDUT

100 ARC 105 420

100 ARC 105


420

a. Tali Busur b. Busur c. Sudut


SUDUT

900
BENDA SIMETRIS
 Penunjukkan benda simetris  Ukuran dari bagian benda yang simetris
dengan menambahkan tanda digambar dengan garis sumbu yang
simetris sama
SUSUNAN UKURAN
1. Ukuran Paralel
Cara pemberian ukuran ini, yang lebih dipentingkan adalah ukuran-ukuran untuk
tiap elemen terhadap suatu garis referensi atau titik dasar
SUSUNAN UKURAN

2. Ukuran Berantai
Cara pemberian ukuran ini dipakai bila jarak antara setiap elemen harus lebih
diperhatikan.
SUSUNAN UKURAN

3. Ukuran Kombinasi
Mengingat berbagai variasi kepentingan, maka pada prakteknya cara inilah
yang paling banyak dipergunakan.
SUSUNAN UKURAN
4. Ukuran dengan Koordinat
Dalam hal-hal tertentu, penggunaan tabel yang menentukan koordinat
sekelompok titik pusat lebih menguntungkan

110

150
140
50

80
20

0 0 X
0 0

25
1 2 3
Y
45
X 6 16 11
Y 8 16 30
70
5 10 8
100

130

150
UKURAN BERJARAK SAMA
Pemberian ukuran untuk bagian benda yang berjarak sama dapat disederhanakan.

10 5 x 18 = (90)
5 x 10o = (50)

atau 4– 12

18

10 5 x 18 = (90)
UKURAN LETAK LUBANG TERHADAP BIDANG
REFERENSI

8– 8
PENJELASAN
TUGAS BESAR 03