Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kulit merupakan lapisan terluar yang terdapat hampir pada semua makluk hidup
termasuk pada sapi. Kulit banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan juga aneka kerajinan.
Kulit yang digunakan biasanya didapat dari hewan-hewan seperti sapi, domba, kambing dan
lain-lain. Berbagai hewan mempunyai kulit yang berbeda sesuai dengan bentuk tubuhnya.
Pada umumnya kulit dibagi menjadi tiga lapisan yaitu mulai dari lapisan terluar yaitu lapisan
epidermis, dermis (corium) dan lapisan subkutis (Djojowidagdo, 1999).
Pemanfaatan kulit ternak seperti sapi sendiri banyak dilakukan untuk kepentingan
manusia sesuai dengan perkembangan zaman. Dari keseluruhan produk sampingan hasil
pemotongan ternak seperti sapi , maka kulit merupakan produk yang memiliki nilai ekonomis
yang paling tinggi. Berat kulit sapi, kambing atau kerbau berkisar 7-10 % dari berat tubuh
hewan tersebut. Secara ekonomis pun kulit memiliki harga berkisar 10-15% dari harga ternak
Fungsi kulit pada hewan adalah untuk melindungi jaringan-jaringan dibawahnya, alat
perasa, dan tempat penyimpanan cadangan energi. Namun, ketika hewan itu telah dipotong,
kulit akan kehilangan fungsinya dan kualitasnya menjadi menurun. Oleh karena itu,
diperlukan pengolahan kulit lebih lanjut, yaitu proses penyamakan. Proses penyamakan kulit
pada dasarnya adalah proses pengubahan struktur kulit mentah yang mudah rusak karena
aktifitas mikroorganisme menjadi kulit samak yang tahan lama. Prinsip dalam proses
penyamakan adalah pemasukan bahan-bahan tertentu ke dalam jalinan serat kulit sehingga
terjadi ikatan kimia antara kulit dan bahan penyamak.
Kulit samak merupakan produk dengan nilai jual yang tinggi. Hal ini dikarenakan
hasil kulit samak memiliki sifat yang lebih kuat dan stabil terhadap pengaruh fisik, biologis,
dan kimia, sedangkan kulit mentah yang merupakan bahan dasar kulit samak memiliki sifat
yang mudah rusak dan membusuk. Kulit samak banyak digunakan sebagai bahan baku tas,
sepatu, jaket, dompet, ikat pinggang, dan sebagainya.
Kulit sapi, daging, dan domba merupakan jenis kulit yang paling sering untuk
dilakukan proses penyamakan. Hal ini dikarenakan ketiga jenis hewan ini merupakan hewan
yang dagingnya sering dikonsumsi oleh manusia. Oleh karena itu, penyamakan pada kulit
sapi, domba, dan kambing merupakan proses penyamakan yang sangat baik untuk dilakukan
karena bahan baku kulit mentahnya mudah didapatkan.
Penyamakan kulit terdiri atas banyak proses yang saling berurutan. Sebelum kulit
mentah menjadi kulit samak, kulit mengalami proses penyamakan yang secara umum dapat
digolongkan menjadi tiga tahap, yaitu: pengerjaan rumah basah (beam house operation),
penyamakan (tanning), dan penyelesaian (finishing). Berdasarkan bahan penyamak yang
digunakan, dikenal berbagai jenis cara penyamakan seperti penyamakan nabati, sintetis,
minyak, aldehida, quinon, dan campuran. Selain teknologi proses, makalah ini juga akan
membahas mengenai prospek pemasaran dari produk-produk kulit samak.

B. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan kulit, sentra produksi, manfaat
atau kegunaan kulit samak yang berasal dari hewan mamalia seperti sapi, kambing, dan
domba. Selain itu untuk mengetahui tentang kulit samak dilihat dari segi aspek teknologi
proses yang digunakan, aspek lingkungan yang terjadi dan aspek pemasaran.