Anda di halaman 1dari 32

MENGGAMBAR BANGUNAN SIPIL

Kuliah 03

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDI DJEMMA PALOPO
2018
GAMBAR PROYEKSI
DEFINISI
Gambar proyeksi merupakan dasar menggambar
teknik untuk menyatakan bentuk dan ukuran
suatu obyek atau benda
FUNGSI PROYEKSI

• Untuk mendapatkan ukuran garis yang sebenarnya


• Untuk membuat bentuk yang sebenarnya
• Untuk membuat gambar kerja
JENIS-JENIS PROYEKSI

PROYEKSI PIKTORIAL
 PROYEKSI ISOMETRI
 PROYEKSI DIMETRI
 PROYEKSI MIRING & AKSONOMETRI
 PROYEKSI PERSPEKTIF
PROYEKSI ORTHOGONAL
 PROYEKSI AMERIKA
 PROYEKSI EROPA
PROYEKSI ISOMETRI

Proyeksi isometri ialah suatu proyeksi yang


mempunyai perbandingan panjang antara
ketiga sumbunya, yaitu x : y : z adalah 1 : 1 : 1,
sedangkan jarak antar sumbu membentuk
sudut sebesar 120 derajat.

Pada proyeksi ini ciri yang paling mendasar


adalah besar sudut antara sumbu x dan y
terhadap garis mendatar adalah 30 derajat.
PROYEKSI ISOMETRI

Didalam proyeksi ini cara menampilkan


penggambarannya meliputi 3 sajian tampilan
yaitu proyeksi isometri normal, terbalik dan
horisontal
PROYEKSI ISOMETRI
Isometri Kedudukan proyeksi isometri normal
normal adalah kedudukan dimana besar sudut
sumbu x dan y terhadap garis horisontal
adalah 30 derajat, sedangkan sumbu z,
tegak lurus membentuk sudut 90 derajat
terhadap garis horisontal dengan nilai
negatif.

kedudukan sumbu isometri normal Obyek dengan kedudukan isometri normal


PROYEKSI ISOMETRI
Isometri Kedudukan proyeksi isometri terbalik
terbalik adalah kedudukan dimana bentuk gambar
dari proyeksi isometri normal diputar 180
derajat kearah kanan, sehingga kedudukan
sumbu z, tegak lurus membentuk sudut 90
derajat terhadap garis horisontal dengan
nilai positif.

kedudukan sumbu isometri terbalik Obyek dengan kedudukan isometri terbalik


PROYEKSI ISOMETRI
Isometri Kedudukan proyeksi isometri horisontal
horizontal adalah kedudukan dimana bentuk gambar
dari proyeksi isometri normal diputar 270
derajat kearah kanan, sehingga kedudukan
sumbu x dan y terhadap garis vertikal
membentuk sudut 30 derajat, sedangkan
kedudukan sumbu z, sejajar dengan garis
horisontal kearah positif.

kedudukan sumbu isometri horizontal Obyek dengan kedudukan isometri horizontal


PROYEKSI DIMETRI
Proyeksi dimetri merupakan penyempurnaan dari gambar
isometri, dimana garis-garis yang tumpang-tindih yang
terdapat pada gambar isometri, pada gambar dimetri tidak
kelihatan lagi.
Dibandingkan dengan proyeksi isometri, proyeksi dimetri
mempunyai perbedaan mendasar, yaitu : besar sudut
sumbu x dan y, terhadap garis horisontal dan
perbandingan sumbu x, y dan z.
Tinjauan lain dalam proyeksi dimetri ini adalah,
perbandingan antar ketiga sumbu adalah x : y : z = 1 : ½ : 1.
PROYEKSI DIMETRI
Dimetri Pada proyeksi dimetri ini, besar sudut
sumbu x terhadap garis horisontal adalah 7
derajat, sedangkan besar sudut sumbu y
terhadap garis horisontalnya adalah 40
derajat.

Skema sudut proyeksi dimetri Proyeksi Isometri menjadi Proyeksi Dimetri


PROYEKSI DIMETRI
Sebenarnya proyeksi dimetri sendiri mempunyai jenis yang
beragam, namun yang biasa digunakan adalah yang bersudut α
= 7 derajat dan β = 40 derajat. Berikut bentuk-bentuk proyeksi
dimetri tipe yang lain, dengan besar sudut α dan β terhadap
garis horisontal dengan skala perbandingan sumbu x, y dan z.
PROYEKSI MIRING & AKSONOMETRI
PROYEKSI MIRING
Pada proyeksi miring, pada dasarnya perbandingan antar
sumbunya baik x, y maupun z, mempunyai perbandingan
yang sama dengan proyeksi dimetri, hanya saja yang
berbeda adalah besar sudut α = 0 derajat dan besar sudut
β = 45 derajat.
Perhatikan contoh disamping ini,
perubahan proyeksi dimetri dengan
sudut α = 7 derajat dan sudut β = 40
derajat menjadi proyeksi miring
dengan sudut α = 0 derajat dan
sudut β = 45 derajat.
Proyeksi Dimetri menjadi Proyeksi Miring
Pada prinsipnya, proyeksi miring merupakan suatu
proyeksi yang sejajar, akan tetapi garis proyeksinya
berkedudukan miring terhadap bidang proyeksinya.
Untuk proyeksi miring lain, berikut ini adalah besar
sudut α dan β tetadap garis horisontal dan perbandingan
panjang garis tiap-tiap sumbu x, y dan z.
PROYEKSI AKSONOMETRI
Proyeksi aksonometri merupakan sebuah pandangan
pencerminan dari garis proyeksi benda. Kedudukan garis
proyeksi terhadap bidang proyeksinya adalah tegak lurus.
Proyeksi ini lebih cocok digunakan untuk menggambarkan
suatu bentuk bangunan baik sebagian, detail maupun
keseluruhan.

Proyeksi aksonometri merupakan proyeksi sejajar, ini karena


garis sejajar objek tetap diproyeksikan sejajar.

Kelemahan dari proyeksi ini adalah bagian depan obyek


lebih kecil dari bagian belakangnya atau sering disebut
sebagai distorsi.
PROYEKSI AKSONOMETRI

Tabel Proyeksi Aksonometri

Proyeksi Aksonometri
PROYEKSI PERSPEKTIF
Proyeksi perspektif merupakan proyeksi piktorial yang
terbaik kesan visualnya, tetapi cara penggambarannya
sangat sulit dan rumit, apalagi untuk menggambar bagian-
bagian yang rumit dan kecil.

Pada proyeksi perspektif garis-garis pandangan (garis


proyeksi) di pusatkan pada satu atau beberapa titik. Titik
tersebut dianggap sebagai mata pengamat.

Bayangan yang terbentuk pada bidang proyeksi disebut


dengan gambar perspektif.
PROYEKSI PERSPEKTIF
Macam-macam proyeksi perspektif Dalam gambar teknik,
yaitu :

1. Perspektif dengan satu titik hilang


2. Perspektif dengan dua titik hilang
3. Perspektif dengan tiga titik hilang
Perspektif Sistem perspektif ini digunakan
dengan satu untuk menggambar obyek
titik hilang (benda) yang terletak relatif
dekat dengan mata. Karena
letak obyek yang cukup dekat,
akibatnya mata memiliki sudut
pandang yang sempit, sehingga
garis-garis batas benda akan
menuju satu titik lenyap saja,
kecuali bila sejajar dengan
horizon dan tegak lurus
terhadapnya. Gambar yang
demikian sering disebut
dengan paralel perspective
sebab banyak menggunakan
garis-garis bantu yang sejajar
horizon dan vertikal.
Perspektif
dengan satu
titik hilang
Perspektif Sistem gambar ini digunakan
dengan dua untuk menggambarkan benda-
titik hilang benda yang letaknya relatif
jauh dan letaknya tidak sejajar
(serong) terhadap mata
pengamat. Perspektif dua titik
hilang menggambarkan objek
dengan menggunakan dua titik
hilang yang terletak berjauhan
di sebelah kanan dan kiri pada
garis cakrawala. Perspektif dua
titik hilang memberikan
kesempatan untuk
menggambarkan sudut
terdekat atau terjauh dari
sebuah objek atau ruangan
Perspektif
dengan dua
titik hilang
Gambar perspektif ini muncul
Perspektif akibat benda/obyek yang diamati
dengan tiga jauh di bawah atau ke atas horizon.
titik hilang
Oleh karenanya sudut pandang
mata melebar ke segala arah.
Secara umum, perspektif tiga titik
hilang terbentuk dari dua titik
hilang yang terletak di garis
cakrawala dan satu titik hilang
tambahan yang terletak di atas
atau di bawah garis cakrawala,
segaris lurus secara vertikal dengan
titik diagonal, sehingga bila ditarik
garis berurutan dari ketiga titik
hilang tersebut akan membentuk
segitiga sama sisi, yaitu segitiga
yang memiliki sudut yang sama,
yaitu 60 derajat.
Perspektif
dengan tiga
titik hilang
PROYEKSI ORTHOGONAL
Proyeksi ortogonal adalah gambar proyeksi yang
bidang proyeksinya mempunyai sudut tegak lurus
terhadap proyektornya. Proyektor adalah garis-garis
yang memproyeksikan benda terhadap bidang
proyeksi.

Jenis Proyeksi Orthogonal


a. Proyeksi Eropa
b. Proyeksi Amerika
a. Proyeksi Eropa
Proyeksi Eropa disebut juga proyeksi sudut pertama
atau proyeksi kwadran I. Proyeksi Eropa merupakan
proyeksi yang letaknya terbalik dengan arah
pandangnya.
a. Proyeksi Eropa
b. Proyeksi Amerika
Proyeksi Amerika disebut juga proyeksi sudut ketiga
atau proyeksi kwadran III. Proyeksi Amerika merupakan
proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah
pandangannya.
b. Proyeksi Amerika
PENJELASAN
TUGAS BESAR 02
PENJELASAN
TUGAS KECIL 02

Buatlah gambar proyeksi isometri normal, proyeksi


dimetri, proyeksi ortogonal amerika dan ortogonal eropa
dari gambar diatas

Gunakan skala 1 : 5